Showing posts with label Restu Mulya. Show all posts
Showing posts with label Restu Mulya. Show all posts

Saturday, January 7, 2023

Perjalanan Naik Bus Restu Mulya Solo Denpasar



Perjalanan kali ini kita akan menggunakan transportasi Bus Restu Mulya Jurusan Yogyakarta Solo Denpasar saat libur natal dan tahun baru 2023, sebenarnya perjalanan menggunakan PO ini sudah pernah saya lakukan sebelumnya, namun karena kursi PO incaran sudah habis, maka saya naik Restu Mulya lagi. PO Incaran tersebut adalah PO Tami Jaya, karena belum pernah nyobain Tami Jaya Solo Denpasar, Kalau Denpasar Solo sudah pernah mencobanya di cerita ini. namun Tami Jaya ini ternyata hanya menyisakan kursi CD CB di samping sopir yang tentu saja tidak ada reclening seatnya, padahal perjalanan cukup jauh, jadinya tidak saya ambil, entah apa jadinya jika saya nekat membeli kursi tersebut, pastinya pegal pegal sampai tujuan ha ha atau mungkin malah ngga bisa tidur. Incaran kedua, PO Sedya Mulya sebenarnya juga ada, namun saat itu malah tidak kepikiran sama sekali akan PO ini. Tapi tenang saja, walaupun trip report, fasilitas, kekurangan dan kelebihannya sudah pernah saya tulis pada postingan sebelumnya, trip report ini ternyata ada yang berbeda dan baru daripada trip sebelumnya. Silahkan disimak saja tulisan di bawah ini untuk lebih jelasnya.


Pemesanan tiket
Untuk pemesanan tiket bisa diperoleh dengan menghubungi nomor whatsapp +62 821-4600-8585. Nomor ini saya dapat dari agen Restu Mulya Yogyakarta, sedangkan nomor agen Yogya saya dapat saat trip report yang lalu, Jadi seperti yang saya jelaskan di postingan tersebut, nomor kontak resmi agen Restu Mulya sampai saat ini memang belum tersedia di google dan media sosial, jadinya memang harus datang langsung ke agen biar lebih pastinya ya. Namun bagi yang membaca tulisan ini, bisa menghubungi nomor tersebut.

Pembayaran tiket pembayaran ternyata bisa melalui transfer bank atau bisa juga dibayar langsung saat berangkat, saya memilih membayar langsung saat berangkat saja. Metode pembayaran yang cukup memudahkan calon penumpang, PO ini memang belum menggunakan sistem tiket yang terintegrasi dengan pembayaran, jadinya masih manual.

Ketersediaan kursi Saya tidak terlalu ingat berapa jumlah okupansi penumpang H-5 keberangkatan, yang saya ingat saat itu saya masih bisa mengambil kursi baris kedua, sementara baris paling depan sudah full terisi. Untuk harga tiketnya menggunakan tarif libur natal dan tahun baru Rp.390.000,-, Sebagai perbandingan, harga tiket moda transportasi lain berupa pesawat saat postingan ini ditulis, Solo Denpasar ternyata ada yang Rp.500 ribuan, wah ternyata ngga jauh berbeda ya, karena hanya selisih Rp100 ribuan, bisa menghemat waktu perjalanan yang cukup signifikan.

Hari H keberangkatan
Sebelum berangkat, saya mendapatkan informasi dari agen kalau busnya telat datang, dan kita diminta siap di agen pukul 15:00 WIB dari semula jam 14:00 WIB. Poin pelayanan yang cukup bagus dengan menginfokan waktu keterlambatan, jadinya tidak menunggu lama di agen, ya iya karena penumpang di agen tersebut cuman saya seorang, jadinya masih bisa kehandle dengan baik. kalau penumpangnya banyak, agen pasti akan repot juga.

13:40 WIB
Agen menginfokan lagi, bus baru saja berangkat dari Yogyakarta, artinya menurut perhitungan saya dan juga kebiasaan trip report Denpasar yang lalu lalu, jika jalanan lancar, bus sampai di agen Solo sekitar 2 jam, atau pukul 15:40 WIB.


15:00 WIB

Sebelum berangkat saya mengecek lokasi agen dari google map. Lokasi agen kalau dilihat dari google map memang masih berupa toko kelontong biasa ya, belum ada tanda-tanda agen restu mulya disitu. Saya sampai di agen pukul 15:00 WIB, namun masih belum menemukan agennya, barulah setelah saya bertanya kepada bapak penjual tiket bus campuran disitu, ternyata agen Restu Mulya posisinya masih berjarak sekitar 40 an meter ke arah timur dari agen campuran ini, jadi posisinya pas sebelah baratnya Hotel Setia Kawan ternyata, karena kalau dari barat memang tidak terlalu terlihat. Mungkin saja ini merupakan agen baru, sehingga masih belum muncul fotonya di google map

Tampilan agen cukup unik, menggunakan warna dominan ungu seperti warna busnya, agen ini terletak di pinggir jalan pas, namun agen ini masih belum menyediakan area parkir bus, jadinya jika ada bus lewat cukup berhenti di bahu jalan saja yang bisa saja mengganggu arus lalu lintas jalur tersebut. Entah kenapa ya, tidak menunggu di Terminal Tirtonadi saja.


Fasilitas di dalam agen ini terbilang nyaman, ada kursi tunggu, power charger, ac, toilet, namun belum ada fasilitas berupa Mushola, jadi yang mau sholat, silahkan sholat di rumah sebelum berangkat, dengan dijamak.


16:40 WIB
Bus baru sampai agen, ternyata telat 1 jam lebih lama dari perhitungan saya di atas, ya karena memang kondisi jalur Yogyakarta Kartasura Solo macet efek libur nataru 2023.


Bus yang membawa saya ternyata sama dengan bus yang saya naiki pada trip report sebelumnya dengan julukan "Aurora". jadinya tidak perlu saya reviu ulang pada postingan ini lah ya. tinggal lihat foto paling atas saja, bus ini sudah menggunakan suspensi udara dan selimut bedcover, jadinya cukup hangat, tidak seperti bus ini yang malah menggunakan selimut rajut, jadinya penumpang masih kedinginan, penyebabnya apa, silahkan dibaca saja postingan tersebut.


Perjalanan dilanjutkan dengan bus masuk terminal Tirtonadi, walaupun hanya numpang lewat saja, lanjut bablas menuju pintu timur menuju agen Setia Budi Solo. Di agen ini, kru bus menaikkan beberapa penumpang, kemudian bus langsung melanjutkan perjalanan, situasi lalu lintas kota Solo cukup padat, namun tidak mengalami kemacetan yang berarti, bus terus berjalan menuju arah Sragen, kemudian masuk pintu Tol Sragen.
Di tol ini, kru sempat berkomunikasi dengan seorang penumpang untuk janjian naik di exit tol Ngawi.

KASUS PERTAMA
18:25 WIB
Bus keluar pintu tol Ngawi, di depan pintu tol ini sudah menunggu seorang penumpang yang sudah kontak kontakan dengan kru tadi, naiklah penumpang tersebut ke atas bus, namun ternyata diluar dugaan, penumpang tersebut ternyata tidak mendapetkan kursi, namun memegang tiket sampul asli. cukup aneh memang, alhasil penumpang tersebut hanya duduk beralaskan kardus di samping sopir, karena di bus ini tidak ada seat di samping sopir, hanya ada kursi kernet, padahal perjalanan masih panjang juga, Entah penumpang tersebut belinya dari mana, apakah dari kantor Denpasar, atau beli dari agen bus Maospati, atau beli dimana, menurut info yang saya dengar, penumpang tersebut sebenarnya dari Maospati, dan menuju Ngawi menggunakan grab car.
Pertanyaan lagi, apakah penumpang tersebut sudah tahu kalau akan dapat kursi CD sehingga berkesempatan untuk menolak di awal, ataukah penumpang tersebut sudah kepepet mending naik dulu daripada kesulitan mencari bus lain? apakah ada kebijakan dari PO tersebut untuk menjual tiket CD?, entahlah, dengan kondisi libur panjang seperti ini memang terkadang ada cerita-cerita unik, semoga tidak ada yang dirugikan,

Kemudian Sopir mengarahkan penumpang tersebut untuk komplain ke kantor Denpasar, Pulau Kawe, perihal kursi setibanya bus di sana, sementara memang kursi penumpang saat itu sudah full terisi, jadinya juga tidak bisa membantu penumapng tersebut.



19:10 WIB s.d. 20:50 WIB
Masuk rumah makan Utama Caruban
Kondisi menu kali ini terlihat ada perbaikan setelah sebelumnya mengalami penurunan kualitas menu dengan menghilangnya menu bubur baning, namun saat ini, menu bubur baningnya sudah tersedia kembali, mungkin saja karena efek liburan natal dan tahun baru jadinya pelayanan ditingkatkan, atau mungkin efek persaingan dengan Rumah makan Nikki yang berlokasi pas di pintu gerbang tol yang lebih strategis. sehingga berlomba-lombalah para pemilik rumah makan itu untuk menarik perhatian PO agar mampir di Rumah Makan, entahlah, tapi bagi penumpang, persaingan tersebut semoga bisa memberikan keuntungan semuanya.


Istirahat di Rumah makan ini kurang lebih 30 menit saja, waktu yang cukup untuk ke toilet, istirahat, sholat dan makan, tidak terlalu lama juga tidak terlalu cepat.


KASUS KEDUA
Selesai istirahat makan, bus melanjutkan perjalanan dan mampir pom bensin untuk mengisi solar, selesai isi solar ini terdengar percakapan kru di depan, yang intinya ternyata jumlah uang cash di tangan tidak mencukupi untuk membeli solar berikutnya, selisih kurangnya mencapai satu juta, entah ini mungkin salah perhitungan atau salah mencatat saat kru menerima uang dari kantor, dari sini terlihat sistem uang jalan di bus ini, dimana uang dibagikan saat di Kantor Denpasar untuk perjalanan PP ya. Wah ada ada saja ya, semoga segera menemukan solusi ya, apakah nanti dibayar patungan ketiga kru atau bagaimana.

Dari rumah makan ini dibawa driver kedua, yang pembawaanya lebih smooth, karena tidak sering menginjak rem, driver kedua nginjek gas seperlunya, sehingga tidak sering ngerem, maksudnya nginjek gas seperlunya ini adalah, menginjak gas seperlunya saja sehingga saat gas dilepas, bus tersebut akan melaju "ngglender" memperkirakan posisi bus itu berhenti, aduh ini gimana ngejelasinnya ya, intinya gas mulai diilepas, ketika dirasakan bus sudah bisa melaju sendiri sampai berhenti tepat pas di kemacetan depan, tanpa harus direm. Jadi cara ini adalah cara agar pengendara nyaman dan tidak stres di tengah kemacetan ya.

Perjalanan dari Ngawi sampai Pelabuhan Ketapang saya gunakan untuk tidur saja, istirahat.


04:00 WIB
Sampai di Pelabuhan Ketapang
ternyata antrian kendaraan yang masuk pelabuhan mengular sampai jalan raya, jadinya harus menunggu cukup lama, bus dengan sabar mulai masuk jalur cetak tiket, setelah melewati jalur tiket cetak ini, keterampilan driver memilih jalur mana yang paling cepat diuji disini, dengan pengalaman dan jam terbang yang tinggi, sekaligus dengan melakukan pemantauan turun dari bus, akhirnya bus yang saya naiki ini kemudian memilih lajur mana yang paling cepat, dan ternyata benar sekali pilihan driver kali ini, bus mendapatkan lajur yang duluan masuk halaman pelabuhan, namun ternyata sampai di depan masih ada masalah lagi.

Bus lalu distop petugas, namun dengan jurus ampuh pak sopir, bus langsung bisa masuk jalur pemberangkatan di depan, Bahkan bisa sejajar dengan bus Restu Mulya Jawa Timuran yang notabene sampai disini dari tadi. Selain Restu Mulya Jatim, terpantau juga Gajah Safari Dharma Raya Temanggung takhluk oleh gerakan maut lumba-lumba restu Mulya dengan meninggalkannya di posisi belakang. Sementara si lumba-lumba ini juga berhasil memindahkan posisi belasan bus-bus pariwisata yang awalnya berada di tampilan kaca depan, berubah posisinya ke spion SR2 Restu Mulya ini.

Posisi di paling depan, ternyata feri belum ada yang sandar, di atas bus, kru membagikan makanan kepada penumpang berupa nasi, mie, ayam dengan wadah stereofoam. Kesempatan menunggu ditambah belum tampak tanda-tanda kapal feri yang berlabuh, saya gunakan untuk menunaikan Sholat Subuh di Mushola pelabuhan.

...
Perjalanan Menuju Pelabuhan Gilimanuk, kapal feri ternyata juga harus antri dulu untuk sandar,
...
Memasuki Pelabuhan Gilimanuk, ternyata ada pemeriksaan vaksin, penumpang diminta turun dari bus, kepada petugas kesehatan, saya berikan foto vaksin dari HP, dan langsung diperbolehkan melanjutkan perjalanan.

Selesai pemeriksaan, bus kemudian masuk terminal Gilimanuk untuk sekedar laporan, entah laporan apa, selesai laporan, bus meneruskan perjalanan menusuri jalur Gilimanuk, Denpasar.


Macet di Terminal Mengwi
Sampai di Terminal Mengwi, waktu sudah hampir Zuhur, namun kemacetan masih mengular beberapa kilometer. Memang liburan natal dan tahun baru saat itu membuat lalu lintas menjadi begitu padat karena orang liburan.

Keluar dari Terminal Mengwi, arus lalu lintas menjadi lebih lancar, namun kemacetan sekarang terlihat padat di jalur lawan arah. \

Bus kemudian melewati jalan Cargo, mampir sebentar di Pom Bensin, lalu menuju jalan Teuku Umar Denpasar.

14.30 WITA
Finish Kantor Restu Mulya di Jalan Pulau Kawe, Denpasar, saya pun dijemput ojek online yang sudah siap disitu.


Total perjalanan mulai dari berangkat agen solo sampai Denpasar Pulau Kawe memakan waktu kurang lebih 21 an jam, karena memang sedang macetnya jalan efek libur natal dan tahun baru.
Read More...

Wednesday, September 14, 2022

Naik Bus Restu Mulya Yogyakarta Solo Denpasar



Catatan perjalanan saya kali ini adalah pengalaman menggunakan jasa PO Bus Restu Mulya Jurusan Yogyakarta Solo Denpasar yang mengantarkan saya start dari Terminal Tirtonadi Solo menuju Denpasar turun di garasi, (ingat namanya Restu Mulya ngga pake i ya), seperti apa kisah perjalanannya, silahkan baca catper di bawah ini.




Pemesanan tiket, pemesanan tiket saya lakukan melalui Whatsapp agen Yogyakarta 081228572064, nomor Whatsapp darimana? seperti biasa saya cari sendiri seperti yang sudah sudah, saya pernah menceritakannya di artikel yang ini, silahkan dibaca saja ya saya mencarinya bagimana. Pemesanan H min 10, ternyata kursi penumpang sebagaimana informasi penawaran nomoor kursi dari agen ternyata masih kosong mlompong.

Saya pun langsung mengamankan kursi bagian depan. Harga tiket Solo Denpasar waktu itu dipatok Rp.350.000,- yang merupakan harga setelah kenaikan BBM, sebagai catatan sebelum kenaikan BBM, harganya berkisar Rp.305.000,-. Pembayaran dilakukan melalui transfer ke Bank BCA yang dikirim melalui WA, selesai bayar, kirim bukti bayar, lalu dikonfirmasi dan dikirimi tiketnya melalui WA. Ternyata pas perjalanan nanti juga dikasih tiket sampul.


Hari H Keberangkatan
saya diinformasikan untuk menunggu di Terminal Tirtonadi pukul 14.00 WIB, biasanya kita tahu jika jam yang diinformasikan oleh agen biasanya adalah jam tiba, bukan jam keberangkatan, jam keberangkatan pun biasanya selisih setengah jam dari jam tiba tadi, namun ternyata Bus Restu Mulya ini bener-bener tiba di Tirtonadi jam 13.57, sesuai jamnya, tepat waktu sekali, padahal ini adalah jam di agen ampiran, bukan jam start, kalau jam start pool ngga terlalu istimewa kalau tepat waktu, kalau jam ampiran agen ini yang sungguh luar biasa. jadinya bus sempat menunggu saya seorang sekitar 10 menitan.
Bus yang datang ternyata adalah bus Restu Mulya dengan dapur pacu Hinor RN285 dan sudah Air Suspension, body bus menggunakan model Legacy SR2 dari Karoseri Laksana Ungaran, terdapat julukan bus Aurora seperti yang tertempel di samping kaca. Bus ini berplat Bali DK7463BP.



Begitu masuk ke atas bus, ternyata langsung dikasih tiket bersampul dari krunya. Tiket sampul ini seperti tiket-tiket bus pada umumnya, ada gambar sampul, informasi agen, dan lain sebagainya, berikut ini adalah nomor telepon agen Restu Mulya, siapa tahu bermanfaat bagi pembaca yang nyasar ke blog saya ya.
Untuk okupansi penumpang hari itu hanya terisi sekitar 55 % saja, atau sekitar 12 orang saja dari kapasitas kursi 22 kursi.


Kondisi kursi menggunakan kursi dari Aidilla dan berlapis beludru, jadi lebih hangat, juga disediakan bantal dan selimut model bedcover yang cukup tebal. Motif selimut ini cukup lucu karena berwarna pink seperti terlihat di gambar bawah.

Untuk posisi pandangan penumpang ke arah depan legacy SR2 ini terbilang masih lebih baik daripada SHD, maupun HDD yang cakrawalanya tidak terlihat sama sekali.
Kalau Legacy SR 2 ini posisi garis horisontal pemandangan cukup terlihat, asalkan kita sedikit menurunkan sandaran kursi, sehingga posisi kepala bisa lebih turun. Mungkin juga ini karena pengaruh ketinggian kursi yang saya rasa lebih rendah.


Mulai perjalanan

14.07 WIB
Bus mulai meninggalkan Terminal Tirtonadi


14.08 s.d. 14.23 WIB
Bus berhenti sejenak di agen Setuabudi yang terletak di belakang terminal selama kurang lebih 15 menit. Selesai menaikkan beberpapa penumpang bus melanjutkan perjalanan, menyusuri kota Surakarta, menuju arah timur.

Disini kru membagikan snack berupa kacang, dan roti, juga ada akua ukuran 800 ml.



15.00 WIB
Perjalanan Tirtonadi sampai masuk tol Sragen ini memakan waktu kurang lebih 35 menitan sore ini, ternyata walaupun jalannya santai banget, waktu tempuhnya ternyata sama di waktu dini hari dengan arah sebaliknya, bisa tengok sejenak pada catatan perjalanan yang ini. yaitu kurang lebih sama setengah jaman.

16.15 WIB
Bus keluar pintu tol Caruban menuju Rumah makan.

16.45 WIB s.d. 17.15 WIB
Bus istirahat di Rumah Makan Utama Caruban sekitar 30 menit, ternyata waktu ini belum masuk waktu Sholat Mahrib, jadinya saya nanti rencananya akan Sholat di Kapal Feri saja. Menu makanan di sini ada pecel, lontong sayur, bakso, nasi goreng, dan mie bihun, disini sudah tidak disediakan bubur sum-sum seperti pada saat awal buka dulu. yang menarik disini tentu saja adalah bisa nambah sepuasnya, saya sendiri awalnya ambil lontong namun karena porsinya yang masih sedikit nambah bakso, namun ternyata porsinya juga sedikit, alhasil langsung nambah nasi pecel yang dirasakan cukup untuk mengenyangkan.

Beberapa bus terparkir disini seperti Pahala Kencana sekitar 3 bus dan Gunung Harta 1 bus. Selesai istirahat, bus melanjutkan perjalanan lewat tol masuk melalui tol Caruban tadi, jadi balik lagi ke barat.


18.15 WIB
Bus keluar dari gerbang Tol Kertosono, ternyata disini menjadi tempat tunggu penumpang yang baru, dimana terlihat banyak calon penumpang yang menunggu bus di pinggir jalan ini, kemungkinan adalah menunggu bus arah Surabaya atau arah Solo, Lokasinya cukup strategis karena berada dekat dengan pintu tol, bus pun bisa langsugn putar balik masuk tol setelah mengambil penumpang disini. Terlihat saat itu bus Sugeng Rahayu arah Surabaya puter balik di sini. Keluar tol lalu masuk lagi.
Bus ini menaikkan 3 penumpang, kemudian dilanjut masuk tol lagi menuju arah timur, saya pun memilih tidur saja.

Jalur Kertosono Surabaya di tol cenderung sepi, namun memasuki jalur tol Surabaya Malang, kondisi lalu lintas cukup padat.
saat sampai di pintu tol Gempol terjadi antrian kendaraan yang cukup padat, disini ada kejadian mengejutkan.

Aksi Penggerebekan di Pintu Tol Gempol
di Pintu Tol Gempol sempat terjadi aksi penggerebekan sebuah mobil, dimana posisi mobil yang digerebek berada selisih sekitar 2 kendaraan di lajur sebelah dari bus saya. Ternyata mobil penjahatnya dalam posisi dipepet dari depan dan belakang sehingga tidak bisa bergerak. Mulanya orang dari mobil di belakang penjahat tiba-tiba membuka pintu, menggunakan kaos dan celana pendek, orang itu langsung berlari ke arah mobil penjahat lalu langsung membuka pintu mobil menodongkan sesuatu, kemudian diikuti oleh sekitar belasan orang lainnya. Entah inii penggerebekan apa yang jelas saya cari di berita tidak ketemu.
Bus pun melanjutkan perjalanan dengan perlahan, oiya bus ini jalannya santai, jadi cocok banget buat tidur.

20.35 WIB
Bus keluar Gerbang Tol Probolinggo Timur

01.35 WIB
Bus sampai di pelabuhan Ketapang, saya pun setelah mencatat di HP, langsung melanjutkan tidur lagi, karena masih ngantuk, hanya saja masih terdengar cuap-cuap sopir dan kernet yang sibuk mencari kapal mana yang berangkat duluan. Akhirnya setelah tadi sempat tidak jadi naik salah satu Feri, akhirnya bus naik ke Kapal Feri dengan satu pintu, jadi bus masuk kapal dengan posisi mundur.

02.05 WIB
Kapal Feri baru berangkat 30 menit kemudian, ternyata ada pembagian nasi ayam disini, jadi penumpang bisa sekalian makan pagi di atas feri.


di dalam kapal terdapat fasilitas seperti ruang tunggu, mushola, toilet, kapalnya tergolong masih cukup bersih. Perjalanan kapal feri ditempuh selama kurang lebih 1 jam.


03.00 WIB atau sekarang menggunakan waktu WITA menjadi 04.00 WITA
Bus berhasil keluar dari kapal, seperti biasa tidak ada pengecekan ropad rapid disini yang cukup merepotkan, hanya kru yang melaporkan ke petugasnya.
Bus ini melewati Terminal Gilimanuk yang pagi itu sudah terparkir beberapa bus ukuran medium. Terlihaat belum ada tanda-tanda bus medium akan berangkat karena lampunya saja masih belum hidup. 2 orang penumpang turun disini dan oleh kernet penjemputnya masuk saja ke terminal, entah nanti masuk darimana.

Perjalanan Gilimanuk Denpasar
Bus berjalan cukup santai, saya melanjutkan untuk tidur saja karena masih ngantuk, memasuki waktu sholat subuh, saya wudu dengan tayamum saja, lalu melanjutkan sholat dengan posisi duduk.

06.35 WITA
Bus melintasi Terminal Persiapan Tabanan

06.45 WITA
Bus masuk Terminal Mengwi

07.20 WITA
Bus sampai di garasi jalan pulau Kawe


Kelebihan :
+Jatah makan 2 kali
+letak pool dekat dengan kota
+pandangan depan masih lebih mendingan, mungkin karena pengaruh kursi yang lebih pendek
+Sudah suspensi udara

-Kru merokok, namun masih tidak terlalu sering

Fasilitas lainnya secara umum

Tempat duduk
+kursi recleaning seat dari aidila
-belum dilengkapi footrest
+ada arm rest
+selimut tebal model bedcover
-ada bantal yang cukup tebal (kalau saya tidak terpakai)

Fasilitas bus
+Ada mesin pemanas air,
+Disediakan kopi
+bagasi luas
+toilet, ac
-Masih bertopi dan ada selendang samping yang cukup besar penghalang pandangan, namun pandangan masih mending daripada SHD dan HDD

Pelayanan
pra perjalanan
-belum ada tiket online
-belum ada situs resmi dimana orang bisa mencari daftar agen resmi
+pembelian tiket mudah, bisa via WA
+bisa janjian naik darimana

saat perjalanan
+Kru menanyakan dimana penumpang turun
+Kru melipat dan merapikan selimut saat di kapal


Terakhir terima kasih yang sudah membaca, dan kepada kru yang bertugas mengantarkan sampai tujuan.

Read More...