Showing posts with label GUNUNG HARTA. Show all posts
Showing posts with label GUNUNG HARTA. Show all posts

Saturday, April 20, 2024

Perjalanan Naik Bus Gunung Harta Bogor Blitar, Arus Mudik H-3 2024


Halo selamat siang, kali ini saya akan menulis lagi trip report naik bus selama arus mudik lebaran 2024 dari Jakarta menuju ke Kediri H min 3. Saya mencoba naik dari Pool Gunung Harta Pasar Rebo dan turun di Terminal Tamanan Kediri. Seperti apa perjalanannya? silahkan simak terus tulisan di bawah ini.
Oiya, kali ini saya mencoba menulis hanya menggunakan smartphone saja, karena laptop saya sedang rusak di bagian power, entah kenapa walau di colok charger, tidak mau mengisi daya, padahal charger sudah terdeteksi di sistem, berhenti mengisinya, seperti berhenti mengisi saat baterai sudah full, padahal posisinya sedang tidak full baterainya. Alhasil lama-lama baterai habis, dan saya baru menyadarinya saat baterai sudah tingal 10% saja, sampai akhirnya benar-benar tidak dapat dinyalakan.


Pencarian nomer agen
Nomor agen sudah saya simpan sejak tahun lalu, mendapat nomor dari ig resmi yang kemudian diarahkan pada link https://linktr.ee/ghtsagent.
Agen Pasar Rebo sendiri bisa dihubungi melalui Wa +62 812-1900-7022.

Pemilihan kursi
Berbekal hanya melalui nomor Whatsap, saya langsung bisa memesan nomor kursi dan mengamankannya(melunasinya) langsung, saat itu H-30 keberangkatan hanya menyisakan 6 kursi saja untuk keberangkatan H-3 lebaran.

Denah tidak sesuai kenyataan
Denah yang ditawarkan merupakan denah konfigurasi kursi bus berpintu tengah, jadi saya pesan nomor 5AB, agar bisa rebahan/reclining seat dengan maksimal dengan maksud agar tidak mengganggu penumpang belakang, karena di denah, belakang saya memang tidak ada orang, tapi langsung berupa pintu dan toilet, namun ternyata kenyataannya berbeda saat berangkat, belakang saya ternyata sudah dimodifikasi ditutup lantainya dan diisi kursi penumpang, jadinya pintu tengah tidak difungsikan, hanya memakai pintu penumpang bagian depan saja.

Pembayaran
Seperti biasa pembayaran dilayani dengan transfer Bank BCA, namun bila beda bank ada tambahan biaya Rp.2.500,-.
Harga saat itu terkena harga tuslah lebaran Rp.680.000,-. Sebagai perbandingan, harganya saat ini nilainya separuh harga pesawat yang mencapai Rp.1.300.000,- Pesawat City Link jurusan Jakarta ke Kediri.
Oiya saat ini memang Bandara Doho ini sedang membuka penerbangannya yang pertama kali juga.

Hari H Keberangkatan
Perjalanan menuju Pool Pasar Rebo
Naik Trans Jakarta
Naik Trans Jakarta dari Cawang, kondisi penumpang penuh, jadinya tidak mendapat tempat duduk.
perjalanan dari Jatinegara menuju Pasar Rebo memakan waktu kurang lebih setengah jam dengan transit sebanyak satu kali di halte Cawang Cililitan. Namun realitanya bisa mencapai satu jam an, ketambahan waktu tunggu yang bisa mencapai dua puluh menitan, dan waktu jalan kaki menuju dan dari halte yang juga bisa memakan waktu 20 menitan. Saya sendiri mengalokasikan waktu 1,5 jam dari waktu keberangkatan jam 13:30 WIB, berangkat sekitar jam 12:10 setelah Zuhur.
Kondisi lalu lintas terbilang cukup lancar, karena hari libur, hari minggu.
Cuaca siang cukup cerah juga, cukup untuk membuat mandi keringat saat jalan kaki, sedangkan saat di dalam bus tidak kepanasan karena sudah ber AC.

Sampai di agen, ternyata..
Ini merupakan pengalaman pertama ke agen ini. Di Agen sudah terparkir bus GHTS tujuan Madura.


Posisi duduk terpapar knalpot langsung
Namun sayang sekali posisi knalpot bus langsung mengarah ke tempat duduk ruang tunggu penumpang, jadinya seisi pool bisa dibilang terpapar polusi asap.
Kursi penuh
Selain itu saat sampai sana, sudah tidak ada kursi tunggu yang kosong, sehingga terpaksa berdiri atau jongkok saja.


Bus yang selalu membuat macet saat parkir

Disini, untuk masuk pool sering kali harus sampai menyetop kendaraan dari arah barat, Pool ini maksimal hanya bisa diisi 2 bus besar saja. bila sudah terisi satu bus, parkir menjadi makin sempit, dan mepet, saking sempitnya, perhitungan sopir seperti dipertaruhkan disini. Ada sopir yang harus melakukan beberapa kali haluan sampai ramai klakson pengendara, namun ternyata ada juga sopir yang bisa sekali haluan langsung bisa parkir.


Barang bawaan bejibun

Tampak barang bawaan penumpang yang sudah siap, cukup banyak juga ya, mungkin saja ini salah satu alasan bus harus parkir dulu ya.

Ambil tiket
Sampai di loket, langsung ambil tiket fisik.


disini juga ada nomer nomor agen yang bisa dihubungi, bagi yang pengen tahu nomor-nomornya bisa klik saja gambarnya.


Belum ada tag bagasi namun memakai cara lain
ternyata GHTS belum memakai stiker bagasi, namun ternyata, Kernet memiliki cara tersendiri, yaitu dengan cara manual.
Jadinya barang-barang diposisikan urut sesuai titik turun penumpang, sebuah cara yang sederhana, aman, dan tidak ribet seperti bila memakai label bagasi, hanya saja bisa lebih lama dan membutuhkan tenaga.


Jam 14:30 WIB Berangkat
Akhirnya, setelah menunggu kurang lebih 1,5 jam, bus datang juga, hanya telat 1 jam dari jadwal, capaian yang luar biasa di tengah isu peristiwa telat berjam jam bahkan telat sampai ganti hari karena alasan jalan macet ataupun alasan one way seperti yang dialami PO lainnya, bahkan terpantau arus mudik/lebaran ini ada PO yang sampai menghapus postingan ig karena diprotes banyak orang, karena masalah telat atau gagal berangkat. seperti yang dialami PO Semeru, sedangkan PO GHTS ini terpantau memang tidak memakai sistem puter walik, sehingga bus sudah siap sejak pagi.

Mendapat snack


Konfigurasi kursi
Bus ini memiliki kapasitas kursi 30 seat, 7 baris di kanan, dan 8 baris di kiri, jadi yang pengen lebih lega, pilih baris kanan saja.

30 Seat ditambah footrest meja apa tidak sempit?
Beberapa orang memang berpendapat akan terlalu sempit, memang benar, namun dibalik kesan sempit tersebut, perlahan model footrest meja seperti ini perlahan mulai bisa diterima, karena menurut saya bisa juga digunakan sebagai meja buat menaruh barang.
selain itu bagi saya sendiri justru lebih nyaman memakai footrest di bagian bawah dibandingkan footrest di atas meja, karena posisi kaki di atas meja, malah mentok dengan kursi di depan. Sedangkan footrest yang bawah, lebih terasa pas.

Konfigurasi bus
Busnya sendiri ternyata sudah memakai chassiss premium Scania K410 ib, Tronton, dan sudah suspensi udara. Dalam hal ini GHTS bisa selangkah lebih maju daripada Rosalia Indah yang baru sekarang memakainya. Bus ini memakai kode lambung GHTS 063 dengan plat nomor Malang N7177UA.

Cek posisi gps
sebenarnya PO ini juga sudah menyediakan pengecekan posisi bus di websitenya, namun saat itu saya lupa ada fitur itu, jadinya belum sempat membuktikan bisa tidaknya.

15:55 WIB
Sampai juga di Rumah Makan Km 102, disini berhenti cukup lama sekitar 40 menit, makanan ada yang dibungkus ada yang makan di tempat. Saya memilih bungkus, karena memang sedang puasa.
Menunya saat itu, ada nasi, sayur oseng kacang panjang, mie, dan ayam.
Untuk rasanya setelah saya santap saat berbuka, entah mengapa rasanya tidak seenak sebelumnya saat naik Po Sembodo1, apa mungkin karena berbeda kokinya ya.

Beberapa bus juga parkir disitu seperti Akas Tangerang Jember, Harapan Jaya Blitar, dsb.


16:35 WIB
Berangkat lagi setelah istirahat kurang lebih 40 menit, yang seharusnya 30 menit, gara-gara menunggu satu penumpang, tapi memang dari awal juga tidak diberi pengumuman berapa lama istirahat dari kru, jadinya penumpang juga tidak bisa disalahkan juga sebenarnya.
Seharusnya ada informasi berapa lama istirahat agar penumpang lebih siap dan tepat waktu.

Bus melanjutkan perjalanan lewat jalan tol, waktu masih terang, sehingga masih bisa menikmati pemandangan. Tampak padi yang menguning, siap dipanen.


Fasilitas Avod
fasilitas Avod bisa didapat disini, namun sayang sekali masih belum ada isinya, kalau mau internetan harus tetring dari smartphone sendiri.
Selain itu juga belum dilengkapi dengan video informasi-informasi.
Jadi bila naik bus ini, lebih baik menyiapkan file film sendiri, karena avodnya sendiri juga tersedia colokan kabel USB dan kabel headset.



Berhenti sejenak di bahu jalan untuk berbuka puasa
Menjelang berbuka puasa kru menghidupkan radio untuk mendengar adzan maghrib.
Saat itu bus sudah sampai Cirebon, namun kru mencari siaran daerah Kuningan yang posisinya masih sebelah barat Cirebon.
jadi biar aman waktu berbukanya dengan sengaja mencari waktu berbuka di daerah yang lebih Barat dari lokasi bus.

begitu Adzan berkumandang, bus diberhentikan di bahu jalan, sopir dan Kru berbuka puasa dengan makanan yang tadi dibagikan di rumah makan KM 102.
bus berhenti kurang lebih selama 15 menit.

Kabin Smooking Room bocor ke kabin penumpang
Selama perjalanan tersebut, ternyata masih ditemui pengalaman yang kurang mengenakkan, yaitu, ternyata kabin smoking room bocor yang membuat kabin penumpang bau asap rokok. hal ini terjadi entah karena pintunya yang kurang rapat atau karena yang lain seperti sekat-sekat yang sudah longgar. mengingat umur bus sudah bukan bus yang baru lagi.


Penumpang tidak tau diri
Ternyata fasilitas yang sudah diberikan dengan sungguh sungguh belum cukup membuat penumpangnya menjadi lebih tertib dan sopan, contohnya di jalan raya, sudah dibuat angkot gratis Jaklingko, namun tetap saja orang enggan naik, begitu pula di bus ini, hal ini terbukti saat ada penumpang yang dengan santainya memakai sepatu di footrest meja.



Sampai di PLTU Batang
Jam 19:50 WIB, ternyata sudah sampai sini, cukup cepat juga ya.


Istirahat Kru
lepas dari rumah makan, kernet lalu menanyakan satu persatu penumpang turun mana, setelah itu kernet langsung Istirahat di belakang. tempat istirahat kernet mengambil tempat di depan toilet dengan posisi melintang di tengah jalan, jadi siapapun yang menuju toilet pasti akan melompati tubuh kernet tersebut, bila sudah malam tentunya berpotensi tersandung kaki karena gelap, seharusnya pakaian kernet memakai bahan yang bisa memantulkan cahaya atau menyala di malam hari agar terlihat jelas saat tidur di bawah dan tidak tersandung kaki penumpang yang menuju toilet.

Macet di jalur tol Semarang Solo
terpantau saat itu h-2 lebaran, kemacetan hanya terjadi di rute Semarang sampai Solo saja ditandai dengan warna merah di google map, sedangkan dari Jakarta sampai Semarang, lalu lintas lancar jaya.
Macet warna merah tol di google map tidak seperti warna merah di jalur biasa kalau di tol biasanya masih bisa berjalan 20 sampai 40 kmh, dan malam itu memang teori saya terbukti benar.

Ini adalah penampakannya.


Kernet aktif mengingatkan penumpang
poin plus Bus Gunung Harta transport solution ini yaitu saat sudah sampai tujuan ternyata kenet aktif mengingatkan penumpang, berbeda dengan pengalaman saya dulu sebelumnya saat naik Sembodo1 di mana kernet tidak aktif membangunkan penumpang saat sampai tujuan sehingga sempat saya Kebablasan sampai Sukoharjo yang asilnya turun Tirtonadi.


02:30 WIB
Sampai di Terminal Tamanan Kediri.



Gunung Harta Bogor Blitar
Ac
Toilet
Reclining seat
Avod kosongan

Poin plus
+++sudah suspensi udara
+GPS track, namun sayang saya belum sempat mencobanya
+ada footrest penopang kaki (bukan yang meja)

poin minus
---asap rokok smooking room bocor ke kabin penumpang.
--Belum ada cctv
-belum memakai stiker bagasi, (padahal gunung harta merah sudah menerapkan)




1https://myspacenote.blogspot.com/2023/12/mengulas-perjalanan-po-baru-po-sembodo.html

Read More...

Wednesday, May 3, 2023

Gunung Harta GHTS 063 Kediri Jakarta Arus Balik Lebaran 2023


Selamat malam, kali ini saya akan mencatatkan catatan perjalanan naik bus lagi, kali ini saya naik bus Gunung Harta jurusan Kediri Jakarta, terakhir naik Tahun 2017 yang lalu 1. Saat itu sedang awal ngetrend model bus Double Glass, dan sekarang ternyata busnya masih sama memakai Double Glass ya, jika dulu fasilitas yang didapatkan PO ini yaitu avod, leg rest, snack, makan, nah kalau sekarang kira-kira masih sama apa tidak ya? silahkan disimak tulisan ini lebih lanjut.

Pemesanan tiket
Pemesanan tiket bisa melalui Agen Gunung Harta Kediri melalui nomor Whatsapp namanya Pak Gede dengan nomor +62 813-3213-7888.
Awalnya memesan tiket pada hari H-30 lebaran untuk keberangkatan H+4 atau hari kelima lebaran, ternyata tiketnya belum dijual menunggu penetapan tarifnya. Sekitar H-14 saya coba menanyakan kembali apakah sudah ada informasi tiket lebaran, ternyata sudah ada, untuk tarif Kediri Jakarta saat itu terkena tarif Rp.660.000,-, sebagai perbandingan, tarif ini relatif lebih murah dibandingkan dengan Rosalia Indah yang mencapai Rp.725.000,-an untuk rute yang sama. Saya pun berhasil mengamankan satu kursi di baris ketiga sesuai yang ditawarkan agen, kemungkinan baris depan sudah terisi karena tidak ditawarkan.

Pembayaran tiket
Pembayaran bisa dilakukan melalui transfer bank BCA, jika pembayaran dari Mandiri akan terkena biaya admin Rp.2500,-, pembayaran saat itu dilakukan maksimal 1 hari sebelum keberangkatan ya, berbeda dari sebelumnya yang bisa dilakukan ketika naik.

Titik Keberangkatan berubah saat perbaikan Jembatan Bandar
Bus-bus jurusan Jakarta rata-rata saat ini menutup agennya di terminal Tamanan, jadinya titik keberangkatan saat ini dipindah ke agen yang lain, misalnya Bus Harapan Jaya sekarang bisa naik dari Mrican, sedangkan bus Gunung Harta ini diminta naik dari Pool Jalan Letjen S Parman No 91. Namun ada juga bus Jakartanan yang tetap melayani di Agen Tamanan, yaitu Rosalia Indah, jadinya tidak perlu jauh-jauh muter.

Hari keberangkatan
13:00 WIB
saya tiba di agen, terlihat beberapa calon penumpang sudah menunggu di kursi dari kursi bus. jumlahnya sekitar 4 orang saja. jadi memang tidak terlalu ramai. Terlihat pula Gunung Harta Merah jurusan Denpasar sedang parkir di halaman agen menunggu penumpang yang belum datang. Saya pun begitu sampai, langsung cek in ke agen dan menerima selembar kertas tiket.

Ternyata belum dilengkapi gps tracking
Berbeda dengan iklan di instagram Bus Gunung Harta Solutions, dimana penumpang bisa mengecek keberadaan bus menggunakan kode booking, ternyata bus yang saya naiki ini tidak menggunakan sistem tersebut, hal ini terlihat pada tampilan tiketnya yang tidak ada nomor kode booking sebagai kunci melacak posisi bus, apakah masih lama ataukah sudah sampai. sayang sekali ya tidak bisa mengecek, padahal penting untuk perkiraan tiba di agen. jadinya hanya mengandalkan kebiasaan dan agennya saja, itupun kalau agennya "sempat" menjawab pertanyaan kita sampai mana, pengalaman dua trip sebelumnya agen malah mengabaikan pertanyaan seperti itu. Menurut info agen, bus sebentar lagi akan sampai, padahal sebentarnya ini bisa saja sebentar 30 menit atau sebantar 5 menit ya hehe, tergantung persepsi masing-masing orang.

13.05 WIB
Bus tiba di Pool S Parman dari arah timur, berhenti langsung di pinggir jalan, saya pun langsung bergegas naik, eh ternyata pak sopir malah turun dari bus, disini bus ternyata berhenti dulu cukup lama, karena harus menaikkan paket berupa karung-karung berisi petai.

Reviu Bus
Bus menggunakan mesin Scania K410 ib, seperti tampak di tulisannya, dengan plat nomor N 7177 UA jurusan Blitar Jakarta. Ternyata setelah saya naik di dalamnya fasilitasnya masih sama dengan lima tahun sebelumnya1. Yaitu fasilitas standard bus malam seperti AC, toilet, smooking room, leg rest, snack roti, makan 1 kali, dan satu lagi video AVOD di setiap kursinya, masih sama ya dengan yang dulu.1

Kursinya pun masih sama dengan yang dulu, menggunakan kursi rimba kencana, menurut testimoni penumpang dengan tinggi badan 160 cm, ternyata kursi seperti ini kurang nyaman, karena kaki menjadi gantung, membuat pegel di paha untuk perjalan yang panjang. Seharusnya ada solusi untuk menurunkan tinggi kursi, atau ada semacam footrest yang fleksibel bisa naik turun sesuai kebutuhan masing-masing orang ya.

namun untuk jarak antar kursi, menurut saya sudah pas, karena saya bisa merebahkan kursi sampai full, tanpa mengganggu penumpang di belakang saya, namun dengan catatan bila sampai rumah makan atau akan turun, kursi ditegakkan kembali ya.

Fasilitas lainnya yang saya coba adalah AVODnya yang ternyata sudah terisi baik lagu maupun video, meskipun videonya jadul jadul film Stephen Chow ya, namun cukup untuk mengisi waktu sebelum bus diberangkatkan, untuk mendengarkannya memang harus memakai headset sendiri, dan masih berfungsi dengan baik, namun untuk cara menyambungkan dengan handphone, silahkan kalian gogling sendiri caranya.

13:25 WIB
Bus baru mulai diberangkatkan, melintasi kota Kediri jalan Doho, karena jembatan sedang ditutup untuk pelebaran jalan. efeknya jalur ini menjadi macet, karena semua kendaraan bus besar, truk lewat sini semua. Bus menuju arah Nganjuk.

14:45 WIB
Sampai di Terminal Nganjuk, lepas Nganjuk bus menuju arah tol, menuju Terminal Madiun, lanjut Maospati
Jalur Maospai Ngawi di depan bertemu truk panjang yang nyalip-nyalip, setiap lawan arah kosong selalu dimanfaatkan truk ini untuk nyalip, bus yang saya naiki saat itu posisinya di belakang truk ini. Akhirnya berpisah setelah sampai di perempatan Terminal Ngawi lama karena truk mengarah ke timur, sementara bus berbelok ke barat.

17:05 WIB
Bus masuk Terminal Ngawi, padahal tidak ada penumpang yang naik ya, kondisi jalan Terminal sudah lebih mendingan, tidak ditemui jalur yang rusak sampai membuat oleng bus.

Lepas Terminal Ngawi ternyata bus mengarah ke barat, melewati RM Duta Timur yang masih buka, kemudian melewati RM Duta Barat yang ternyata sudah tutup.
disini bus ternyata tidak mampir Rumah Makan Duta Barat lagi. Terpantau kondisinya sudah kosong ya.


17:20 WIB
Masuk Rumah Makan Taman Sari di Ngawi, yang ternyata posisinya tidak jauh dari RM Duta Barat, ke barat sedikit. Ternyata RM ini terlihat masih baru ya.


Di Rumah makan ini desainnya memang sengaja didesain sebagai rumah makan bus, terlihat dari halaman parkirnya yang sengaja dibuat luas, dan juga kanopi di atas pelindung hujan.


Karena belum masuk waktu Mahrib, saya putuskan makan dulu dengan menyerahkan tiket tadi untuk disobek dan diambil yang ada gambar barcodenya.

Menu makanan di Rumah Makan ini cukup melimpah, pilihannya antara lain ada nasi goreng, garang asem, dan ada yang lain, saya lupa, saya sendiri mencoba garang asemnya, rasanya tidak terlalu pedas seperti Garang Asem Mba Har.


Selesai makan langsung menuju Mushola untuk Sholat Mahrib dan Isya, karena memang sudah pas memasuki waktu Mahrib.


17:50 WIB
berangkat dari Rumah Makan Taman Sari, ternyata bus tidak kembali ke Tol Ngawi, tapi bus melanjutkan perjalanan ke barat melalui jalur non tol melewati hutan Ngawi, ternyata bus akan mengambil penumpang di Sidowayah. Tidak lupa kernet menanyakan setiap penumpang turun dimana kemudian dicatat dalam selembar kertas.

Lepas Sidowayah bus kembali masuk Tol Trans Jawa, arus balik ke Jakarta H+4 lebaran tidak ditemui kemacetan yang berarti, terpantau kemacetan berwarna merah di aplikasigoogle map terjadi di daerah Tol Solo Semarang tepatnya di Ungaran, wah jangan-jangan bakalan macet seperti sebelumnya ya2, namun ternyata setelah dilewati, macetnya masih bisa melaju sekitar 30 sampai 40 kmh, bahkan bisa lebih cepat bila melalui bahu jalan seperti bus yang saya naiki ini. Entah karena apa macetnya, karena saya tidak terlalu memperhatikannya juga. Ternyata seteelah ditelusuri bedanya warna merah di google map yang macet banget ketika di zoom, wana merah tersebut terlihat warna merah tua atau merah coklat ya.

Dari Gerbang tol Kalikangkung mulai diberlakukan one way, ternyata waktu itu tidak terlalu padat arah barat. Untuk laju bus ini tergolong cukup cepat dan ternyata kondisi jalan masih memungkinkan bus ini untuk memaksimalkan kekuatan SCANIA K410ib, seperti dengan entengnya menyalip mobil-mobil pribadi. Bus ini tidak menggunakan jalur one way jalur kanan, karena jalaur one way ini hanya bisa keluar di pintu tol Cikampek saja, sedangkan pintu tol yang lainnya ditutup.

01.10 WIB
Gerbang Tol Cikampek, dari sini hanya keluar tol sebentar, menurunkan penumpang di depan pintu tol, lalu langsung putar balik lagi. terpantau lepas Cikampek, masih ada satu jalur contra flow menambah satu jalur arah barat.

01:45 WIB
Karawang, lepas Karawang saya tidur, terpantau bus juga berhenti di Bekasi, Depsos dan lain-lain, namun saya tidak mencatatnya.

03:00 WIB
Finish Pasar Rebo


Kesimpulan
Harga Tiket Rp.660.000,-
Bus SHD Scania K410ib
Lama perjalanan, 14 jam total.


Kelebihan
-masuk rumah makan jamnya pas buat jam makan malam dan Sholat Mahrib dan Isya, yaitu sekitar jam 17:30 WIB
-Sudah menggunakan suspensi udara.

Kekurangan
-Belum ada footrest yang bisa disetel tinggi rendahnya, karena kebutuhan masing-masing orang berbeda sesuai tingginya.
-Belum mengikuti sistem gps tracking seperti di iklan di instagramnya.

1https://myspacenote.blogspot.com/2017/12/gunung-harta-gh-085-blitar-kediri.html
2https://myspacenote.blogspot.com/2023/02/rosalia-indah-jakarta-salatiga-hdd-464.html
Read More...

Monday, January 16, 2023

Gunung Harta Jurusan Denpasar Jakarta Hino RM 280


Selamat siang semuanya, semoga dalam keadaan sehat wal afiat, kali ini saya akan mencatat trip report perjalanan darat paling jauh saya, yang ditempuh selama kurang lebih 24 jam dengan jarak lebih dari 1000 kilometer menggunakan transportasi umum bus dari Denpasar menuju Jakarta. Saya menggunakan jasa PO Gunung Harta karena kemudahan pemesanan tiketnya, yang saat itu bisa dipesan tengah malam karena menggunakan sistem online, sebenarnya ada beberapa kandidat PO seperti Pahala Kencana, KG Transport, namun kedua PO ini mengharuskan saya datang ke agen untuk pemesanan tiketnya.

Berbicara perjalanan selama 24 jam ini tentu berbeda dengan perjalanan naik bus 1 malam saja, karena perjalanan 24 jam bakal melewati titik rawan kebutuhan manusia yang tidak ditemui saat perjalanan bus yang hanya semalam saja, Titik rawan apakah itu? silahkan disimak saja trip report catatan perjalanan di bawah ini.


Pemesanan tiket
Pemesanan tiket untuk keberangkatan H min 2 melalui website gunungharta dot com hanya menyisakan 4 kursi saja di bagian tengah dan belakang, saya memilih kursi di bagian tengah saja, harga tiket dibanderol seharga Rp.580.000,- dengan sistem pembayaran transfer ke rekening bank BRI, seperti biasa agar tidak hangus saya langsung transfer ke rekening yang dituju sesuai petunjuk di websitenya, namun ternyata terjadi masalah manakala akan konfirmasi via web, entahlah mungkin karena ada perbedaan nominal, karena saya transfernya melalui bank mandiri dimana terkena cas Rp.2500,- sehingga tidak bisa konfirmasi melalui website, atau mungkin karena memang websitenya yang eror, entahlah, saya pun langsung saja konfirmasi melalui nomor WA nya admin Gunung Harta +62 821-4544-4544, barulah bisa berhasil terkunci kursi tersebut.

Harga tiket pesawat melambung di hari minggu
Untuk harga tiket Denpasar Jakarta bila melalui pesawat saat itu harganya sudah melambung tinggi di hari minggu, mencapai Rp.1000.000,- berbeda dengan hari lainnya, misalnya untuk hari sabtu masih berkisar di angka Rp.720.000,- melalui aplikasi tiket.com. Jika naik pesawat keuntungannya adalah di waktu tempuh yang 4 kali lebih cepat dibandingkan naik pesawat. jadi bila waktu tempuh naik bus itu 24 jam, maka waktu tempuh naik pesawatnya adalah 6 jam, loh kok bisa 6 jam? bukannya Pesawat Denpasar Jakarta itu cuman 1,5 jam? iya terbangnya hanya 1,5 jam, namun waktu naik trnasportasi dari rumah ke bandara, waktu cek in, waktu jalan kaki menuju ruang tunggu, waktu menunggu bagasi, jalan kaki dari turun pesawat sampai DAMRI, waktu tunggu DAMRI, sampai rumah ternyata memakan total waktu 6 jam, karena pernah saya hitung-hitung sendiri.

Hari H Keberangkatan
Sesampai di sana, saya pun langsung menuju bagian tiketting untuk melapor, setelah konfirmasi, saya diberikan tag bagasi berupa selembar kertas kecil yang cukup sederhana, walaupun kertasnya cukup sederhana tidak seperti tag bagasi lainnya yang berupa stiker full lem, namun hal kecil seperti ini memiliki efek yang besar agar barang penumpang tidak sampai tertukar. di dalam tag bagasi tersebut terdapat informasi lokasi turun, dan nomor kursi yang bisa langsung dicek ketika menurunkan barang. Sayapun langsung merekatkan tag bagasi di barang bawaan saya.



Kondisi pool Cokro saat itu cukup padat, terlihat beberapa penumpang terpaksa berdiri karena sudah kehabisan tempat duduk, beberapa penumpang juga memanfaatkan ruang kosong dimanapun bisa dipakai, yang penting tidak berada di jalur jalan saja. Posisi barangnya pun juga terlihat tergeletak begitu saja dimanapun ada ruang kosong.


Ini adalah salah satu kondisi poolnya



Sayapun juga memilih berdiri saja menunggu bus datang karena memang kursinya sudah penuh.



terpantau yang parkir di situ ada gunung harta jurusan Semarang 1, semarang 2, Surabaya, Madura, serta Gunung Harta Sleeper Combi Bus jurusan Yogyakarta. disini belum ditemui Gunung Harta tujuan Kediri karena memang rata-rata berangkatnya jam 15.30 WITA, FYI biasanya sampai Kediri jam 05.00 WIB. Jauh lebih cepat dengan selisih waktu 3 jam dibandingkan PO ini.

Akhirnya sekitar pukul 12.00 WITA, datanglah bus berstrobo memasuki pool, ternyata itu adalah bus yang saya naiki dengan nopol DK7135GH, menggunakan mesin Hino RM 280, yang merupakan jenis mesin terbaru keluaran Mei 2022, jadi baru 7 bulanan mengaspal di Indonesia. Mesin ini diklaim lebih bertenaga dibandingkan Hino RK8 dan lebih ramah lingkungan karena ditambahkan filter di pembuangannya. Entahlah, kalau bagi saya, semua mesin itu sama saja, yang membuat berbeda adalah sudah air suspension atau belum ya. Bus ini sudah dilengkapi air suspension.


Fasilitas yang sering ditanyakan penumpang di bus yaitu sudah disediakan colokan charger tipe USB di setiap kursinya, jadinya tidak perlu khawatir bila kehabisan daya, lokasi colokan kursi sisi gang ada di sebelah kiri bawah di bawah pijakan tangan kiri seperti tampak pada gambar di bawahh ini, sudah dilengkapi lampu sehingga tidak susah mencarinya, sedangkan untuk yang duduk di sisi jendela, bisa mengambil colokan yang ada di atas, yang menarik dari colokan disini adalah ternyata setelah saya coba, mampu menyajikan mode fast charging, tidak seperti colokan-colokan bus biasanya.


Fasilitas yang cukup penting juga yaitu reclining seat sehingga kursinya bisa direbahkan agar punggung tidak pegal.

Fasilitas tambahan yang lain yaitu wifi, namun internetnya kadang dimatikan, yaitu saat berada di atas kapal, serta setelah dari rumah makan.

Fasilitas yang lain adalah selimut model bedcover, snack 1 kali, makan 2 kali.

Bus ini terdiri dari 26 kursi menggunakan merk Rimba Kencana




Keberangkatan dijadwalkan Pukul 12.00 WITA, namun ternyata molor 20 menit menunggu penumpang yang belum datang. Padahal saya sudah di agen sejak tadi dari pukul 11.30 WITA lho.


Rincian Perjalanan
12:20 WITA
Bus diberngkatkan dari Kantor Cokro

12:45 WITA
Istirahat 15 menit di Terminal Mengwi
...
Perjalanan menuju Pelabuhan Gilimanuk ditempuh kurang lebih 3 jam
...
Isi solar pertama di Pom Bensin Gilimanuk
...
Selesai isi solar bus berhenti sejenak menunggu penumpang datang, setelah penumpang naik, bus langsung menuju Pelabuhan Gilimanuk.
Di Pelabuhan ini bus langsung naik ke atas kapal tanpa antri lama, mungkin memang belum begitu padat ya, namun di depan terlihat Surya Bali masih belum masuk kapal juga, padahal bus saya bisa langsung masuk. Kapal yang saya naiki ini berbeda dengan kapal yang dinaiki Surya Bali.


16:30 WITA
Bus naik kapal Feri

17:35 WITA / 16:35 WIB
Bus keluar kapal

18.00 WIB
Masuk Rumah Makan Situbondo untuk servis makan pertama, disini istirahat kurang lebih 30 menit


01:50 WIB
Isi solar kedua di Rest Area Sragen

04:07 WIB
Istirahat di Rumah makan Weleri Kendal, jam 4 pagi ini adalah waktu biasanya orang untuk buang air besar, di Rumah Makan ini, tersedia toilet yang banyak, sehingga tidak khawatir harus antri, selain itu ternyata waktu istirahatnya juga pas dengan waktu sholat subuh, bus istirahat kurang lebih 40 menit.
...
Perjalanan dilanjutkan melintasi Jalan Tol, Bus sempet keluar tol menurunkan penumpang di Brebes, Cirebon, Cikopo, Cikampek, namun semuanya langsung putar balik di depan pintu tol. Sempat juga mampir Rest Area untuk isi solar kedua.

Ini adalah saat berhenti di Cikampek


di exti Tol Cikampek ini, ketemu sama Prima Jasa, dan bus lainnya



10.00 WIB
Sampai di Terminal Pulo Gebang, langsung disambut oleh porter terminal, yang mematok biaya Rp.20.000,- untuk membawakan koper sampai di tempat penjemputan penumpang di pintu barat, namun saya nego Rp.10.000,- saja.

Total Waktu perjalanan 23 Jam dari Pool Gunung Harta Cokro sampai di Terminal Pulo Gebang

Fasilitas
Website ticketting
Snack 1 x
Makan 2 x
Pop Mie 1x
Coffee
USB Charger (support fast charging), AC, Wifi, Smooking Room, Toilet, AC, Selimut Bedcover, Air Suspension, legrest, armrest
Waktu tempuh 24 jam
Minus
Ruang tunggu kurang kursi
Tidak ada footrest
Read More...

Friday, November 25, 2022

Mencoba Bus 2 Gunung Harta Denpasar Solo Semarang


Cerita perjalanan kali ini adalah naik bus Gunung Harta Denpasar Solo Semarang Bus 2, Biasanya kan kita naik bus 1 yang tronton, kali ini kita akan melakukan perjalanan menggunakan bus 2, kira kira apa bedanya dengan bus 1? silahkan disimak terus cerita di bawah ini ya. (oiya nomor Agen Cokro adalah wa.me/6282237817333, sedangkan bila memesan di website dapat menghubungi nomor wa.me/6282145444544)


Pembelian tiket online yang dibuka mepet H-1
Memang benar, jika kita cari di situs website Gunung Harta ini, tiket online hanya bisa dijumpai saat H-1 keberangkatan, dan sesuai pengalaman yang pernah saya coba, selalu saja, saat hari H-1 tersebut sudah terisi beberapa kursi. Kemungkinan kursi dari agen, bisa jadi bus ini merupakan bus cadangan mengantisipasi jumlah penumpang yang lebih.

Membeli tiket Gunung Harta di hari H-1 cukup membuat was-was, karena bisa saja kursi sudah habis terjual, namun karena di tiket online terpantau masih ada 1 atau 2 kursi yang tersisa di bus utama/bus 1, jadinya masih terasa tenang, ditambah lagi masih banyak kandidat bus bus yang melewati Solo, jadi masih cukup tenang tidak khawatir kehabisan tiket. memang saat H-1 tersebut, okupansi bus 1 ternyata masih menyisakan beberapa kursi di bagian belakang, sedangkan bus 2 ini masih terlihat masih banyak kursi yang belum terbooking,

Harga bus dua lebih murah
Harga tiket bus dua ternyata lebih murah 20 ribu daripada bus satu, bus 1 dibanderol tiket seharga Rp.360.000,- sedangkan bus 1 dibanderol seharga Rp.340.000,-. Mungkin untuk mengakomodir jenis penumpang yang berbeda kali ya, yang mahal naik tronton, yang murah naik non tronton, karena ternyata memang benar ada penumpang teman saya yang merasa lebih nyaman naik tronton daripada yang biasa, namun ada juga penumpang yang merasa sama saja naik dua duanya seperti saya.


Pembelian tiket online
Saya pun memutuskan membeli tiket bus 2 secara online, seperti biasa setelah transfer, jangan lupa mencatat kode booking untuk digunakan sebagai konfirmasi telah membayar.


Hari H Keberangkatan
Jadwal siap di agen tertera di tiket adalah jam 12.00 WITA, tidak ada jam berangkat bus, namun biasanya jam keberangkatan adalah setengah jam dari jam siap di tiket, namun yang menjengkelkan pernah sekali datang jam 12.30 WITA, ternyata bus sudah berangkat duluan, jadi memang tidak menentu keberangkatannya. Apalagi sebelum jam 12.00 WITA biasanya sudah di WA agen Cokro sampai mana,
Jadinya saya sempat buru-buru sampai di agen bahkan melewatkan membeli oleh-oleh di Pai Susu, dan ternyata...

Sampai di agen ternyata busnya masih belum kelihatan batang bempernya, tiwas tadi buru-buru ya. Di Pool hanya ada beberapa armada yang sedang parkir,

Kondisi pool sekarang terlihat berbeda, yang sebelumnya belum ada paving, sekarang dipaving, di bagian belakang sekarang sudah dilengkapi dengan kontainer yang dimodifikasi menjadi mushola.


Untuk ruang tunggu terlihat masih sama kondisinya, ada ruang tunggu yang ber AC ada juga ruang tunggu non AC, jumlah penumpang yang yang menunggu saat itu cukup banyak, terlihat sampai puluhan, namun terlihat tidak dibarengi dengan penambahan fasilitas ruang tunggu yang memadahi, masih terlihat beberapa orang yang menunggu di luar di pagar dan tembok dengan alas seadanya. Semoga kedepannya bisa lebih baik lagi soal ruang tunggu.

Waktu sudah menunjukkan pukul 13.00 WITA dan bus masih belum tampak batang bempernya. Sudah satu jam menunggu di luar dengan duduk di kursi motor, karena memang kursi di dalam sedang mati AC, sedangkan kursi di luar masih banyak orang merokok. Sambil menunggu ini saya sempatkan menjepret bus-bus yang parkir disitu.


Selain itu, yang tampak mencolok saat itu adanya armada bus baru dengan nama Sleeper Combi Bus, dimana di dalamnya selain ada kursi yang model biasa untuk kelas eksekutif, ada juga model sleeper di bagian belakang, Menggunakan mesin Mercedez Benz 1526 sudah air suspension tentunya sudah sangat nyaman, namun bus ini masih terbatas hanya jurusan Yogyakarta saja.

Selain itu terlihat di halaman parkiran masih terlihat karangan ucapan atas dibukanya rute Denpasar Jakarta bersamaan dengan launching bus sleeper tadi.

Sempat pula berjalan-jalan ke arah belakang garasi yang ternyata ada kolam pemancingan.

Akhirnya sebuah bus berkelir merah, dengan topi SHD, datang dari arah selatan, kali ini busnya tidak masuk, hanya berhenti di pinggir jalan, sesaat setelah itu terdengar pengumuman penumpang Semarang 2 dipersilahkan naik ke bus di depan tersebut.

Bus yang bertugas sebagai Semarang 2 hari itu adalah Bus dengan mesin Hino RK8 bersuspensi udara berplat DK7184GA tanpa tulisan jurusan.

Rincian perjalanan
13.15 WITA
Bus mulai diberangkatkan dari Garasi Cokro, okupansi penumpang saat itu sekitar 87% dari kapasitas kursi.

13.40 WITA s.d. 14.10 WITA
Bus masuk terminal Mengwi, berhenti disini sekitar setengah jam, lepas dari Mengwi bus langsung menuju Agen Kediri Tabanan, seperti biasa juga menaikkan snack ringan.
Lepas dari Tabanan, bus berjalan cukup lincah namun tetap nyaman, (yaiya scara air suspensi). Namun entah kenapa untuk suspensi udara untuk Hino RK8 ini terasa membuat mabuk perjalanan, ataukah mungkin karena gaya mengemudinya yang sat set, ataukah karena memang faktor kelelahan, karena memang kondisi badan saat itu tidak 100% dan kurang istirahat.

17.30 WITA
Bus sampai di Pelabuhan Gilimanuk dan mulai masuk kapal.
Akhirnya setelah tadi hampir mabuk perjalanan, terobati dengan masuknya bus ke atas Feri, artinya saya bisa istirahat menghirup udara segar di atas kapal feri, sedikit menghilangkan rasa hampir mual tadinya.

Ini adalah pemandangan sore hari di atas kapal sesaat sebelum sandar di Pelabuhan Ketapang.


18.00 WIB
Bus keluar dari kapal

19.25 WIB
Bus memasuki Rumah Makan istirahat sekitar 30 menit, saya pun membeli oleh-oleh disini karena tadi belum sempat membeli oleh-oleh di Denpasar,

Lepas Rumah makan saya gunakan saja untuk tidur,

02.00 WIB
Melintasi Tol Mojokerto, sempat terjadi insiden
di Tol ini sempat terjadi insiden kendaraan di depan kami, waktu itu saya posisi merem, tiba-tiba bus mengerem sampai benar-benar berhenti, mencoba membuka mata, ternyata di depan bus kami sudah terbalik sebuah mobil Pajero, sedangkan di sebelah belakang kiri bus saya, sudah ada mobil Rush warna putih sudah dalam posisi penyok di bagian belakang, kru bus dan beberapa penumpang turun dan mencoba memberikan pertolongan, beberapa penumpang mencoba menghubungi nomor darurat, sopir rush terlihat masih shock dan histeris karena masih ada penumpang di dalam mobil yang belum bisa keluar dan posisi terjepit. Akhirnya setelah ada polisi, bus melanjutkan perjalanan.
Dari keterangan sopir bus, memang Pajero tadi sempat menyalip busnya dengan kencang, kemungkinan karena pengaruh a***hol, sehingga nabrak Rush sampai penyok.


sekitar 04:30 WIB Bus keluar pintu tol Ngemplak Solo tembus Terminal Tirtonadi, menurunkan penumpang, lepas dari Terminal Tirtonadi sempat terjadi percakapan kru dengan penumpang, yang intinya ternyata ada orang tujuan Purwodadi yang juga naik bus ini, dari percakapan tersebut diketahui ternyata Bus ini setelah dari Semarang langsung melanjutkan perjalanan ke timur ke arah Purwodadi, berarti bus ini memang rutenya unik muter-muter untuk menjangkau berbagai tujuan ya.

04.50 WIB
Melintasi UMS Solo, bus melanjutkan perjalanan arah barat melalui jalur arteri karena ada penumpang yang turun di Ampel. Jadinya bus harus lewat jalur non tol, tapi biasanya itu tidak masalah karena tidak ditemui kemacetan, hanya bertemu dengan lamu merah saja bedanya.

05.10 WIB
Melintasi Terminal Boyolali lama.








Read More...

Tuesday, July 19, 2022

Gunung Harta Semarang Denpasar Bus 2


Jika trip report sebelum-sebelumnya selalu bercerita perjalanan menggunakan Bus Gunung Harta Bus 1, kali ini saya kebagian mencoba Bus 2, dinamakan bus 2 karena yang jalan pada hari itu dua bus, biasanya untuk bus 1 menggunakan tronton, kali ini saya naik bus 2 dengan casis Avante bermesin Hino RN 285 Air Suspension DK 7163 GH.


Pesan tiket
Saya memesan tiket melalui websitenya langsung, ternyata saat itu keberangkatan bus Semarang Denpasar ada dua unit yang berangkat, ternyata bus 1 sudah full, dan saya kebagian bus 2, saat itu kondisi seat bus 1 sudah full baik karena terbooking dan terjual, untuk seat yang terbooking dan terjual memang bisa terlihat dari warnanya. Bus 2 ini hanya menyisakan kursi tengah ke belakang saja. Untuk harga tiket dari Salatiga menuju Denpasar adalah sekitar 300 ribu. Karena takut kehabisan, saya pun langsung melakukan pemesanan tiket langsung melalui website dilanjutkan dengan pembayaran, Sebagai gambaran prosees pemsanan tiket online Gunung Harta ini, kita tinggal membaca dan mengikuti perintahnya saja, urutannya, setelah pesan tiket dan memilih kursi, nanti akan diberikan angka harga dengan nominal unik yang harus dibayarkan kepada rekening sesuai di petunjuk, yang penting disini adalah kalian mencatat kode booking dan memiliki email yang aktif, karena jika lupa kode booking seperti yang saya alami, kita bisa mengeceknya di email. Kode booking nantinya yang harus kita masukkan pada menu konfirmasi, di menu konfirmasi saya hanya mengisi kode booking, sedangkan nomor rekening diisi asal juga sudah terkirim ke adminnya. Intinya kita hanya memberi tahu saja admin bahwa sudah bayar, sebenarnya tidak perlu konfirmasi pun seharusnya sudah otomatis terkunci kursinya ya.

Hari keberangkatan
12.15 WIB
Saya tiba di Terminal Tingkir yang saat itu sedang direnovasi, sehingga posisi agen pindah ke sebelah utara, ternyata di halaman parkir sudah datang kedua busnya baik bus 1 maupun bus 2, saya pun mencari dimana posisi agen untuk cek in, kali ini perlakuan agen kepada pembeli online tidak seperti biasanya, dimana biasanya setelah kita lapor, agen langsung mencari nama kita di manifes dan diberikan cek list bahwa kita sudah datang, berbeda kali ini saya hanya bilang sudah beli online dan busnya bus 2, agen langsung mempersilahkan naik ke busnya, tanpa sibuk mencatat. Namun sebelum naik saya ijin dulu Sholat Jamak Zuhur dan Ashar di Mushola yang ternyata juga dipindah ke utara.

Selesai Sholat saya naik ke bus 2 dan terlihat pula, bus 1 yang bermesin 2542 berangkat duluan. Untuk okupansi penumpang di Bus 2 kurang lebih baru terisi sekitar 60 %. Sisanya nanti akan mengambil penumpang sepanjang Boyolali, Kartosuro, Solo, Sragen, sampai Ngawi.

Busnya sendiri menggunakan body Avante Mesin Hino RN 285, sudah suspensi udara, posisi topi ternyata tidak seramah topi pada legacy SR2 yang masih bisa terlihat, posisi topi Avante ini sama tidak ramahnya dengan topi model SHD.

12.50 WIB
Bus mulai diberangkatkan dari Terminal Tingkir menyusuri jalan arteri menuju Boyolali tanpa tol.
Bus ini menggunakan model Avante bermesin Hino RN 285 sudah bersuspensi udara, sehingga goncangan jalan tidak begitu terasa. Kelebihan lain dari suspensi udara yaitu penumpang memiliki istirahat yang berkualitas sehingga saat sampai tujuan dapat beraktifitas dengan bugar. Jadi bukan karena sasis premium.

Memasuki pasar Ampel sempat melihat insiden sepeda motor terjatuh saat putar balik dari arah selatan, untung bus berhasil berhenti walaupun harus melalui proses rem yang mendadak. Motor yang digunakan adalah sejenis motor kopling, kelihatannya pengendara salah masuk gigi tinggi, ketika putar arah, badan sudah condong miring tapi tidak diimbangi dengan tenaga motor karena salah masuk gigi tinggi.
Sampai Terminal Baru Boyolali ternyata bus terus bablas saja.

13.30 WIB
Sampai di Jalan Raya Boyolali Solo bus berjalan pelan sekali, ternyata di jalur ini bus sedang mencari agen agar tidak kebablasan. Dan setelah sampai naiklah 4 penumpang.



13.45 WIB
Bus memasuki Terminal Kartosuro dengan jalan berdebunya, bus menaikkan satu penumpang dari sini, disini terlihat sudah ada perbaikan dari agennya, karena beberapa bulan yang lalu ketika saya naik dari sini, penumpang dari sini selalu telat dan salah jadwal.

14.15
Bus masuk Terminal Tirtonadi, tapi disini hanya absen saja, tidak menaikkan penumpang, penumpang naik dari luar terminal, jalan setia budi, belakang terminal, Di belakang terminal ini ternyata ada juga agen Mansion, sekilas info saja, untuk tarif dari Solo ke Denpasar ini, diberandol dengan harga tiket 300 ribu, siap di Kantornya jam 15.30 WIB, Kantornya di Jalan Setiabudi 17, Timur Terminal Solo, nomor agennya Bu Handoko 081326451770, cuman saya sendiri belum pernah mencoba bus ini dari Solo.
300.000
jam 15.30 siap kantor

po mansion solo
jl setiabudi 17 timur trmnl solp

Back to the topic, disini seperti biasa ada pembagian snack ringan dari Agen Setiabudi, isi snacknya antara lain, roti, air mineral, dan kerupuk, entah apa namanya. Bus berhenti sekitar 10 menit saja, lebih cepat daripada yang dulu-dulu.

14.45 WIB
Memasuki Terminal Palur, dimana terlihat beberapa Bus Batik Solo Trans yang mangkal. Lepas palur, bus menyusuri jalan arteri tanpa lewat tol sampai Sragen

15.35 WIB
Masuk Terminal Sragen.


15.50 WIB
Masuk tol via pintu tol Sambung Macan, sebelumnya naik 1 orang dari pintu tol ini, mungkin sudah janjian sebelumnya ya.

16.15 WIB
Keluar pintu tol Ngawi menuju Terminal Ngawi yang masih rusak dan bergelombang jalannya, dilanjutkan menuju Maospati dan Madiun, namun hanya lewat saja.

17.45 WIB s.d. 18.25
Istirahat di Rumah Makan, disini waktunya bener-bener pas buat makan malam dan Sholat Mahrib pun juga sudah bisa dilaksanakan, karena jadwal Mahrib sekitar jam 17.46 WIB. selesai Sholat saya lanjut makan malam, yang berbeda dari servis makan sebelum-sebelumnya, disini sudah tidak tersedia menu bubur kacang hijau atau bubur sum-sum seperti pada saat pertama kali buka dulu. Namun yang sama adalah masih diperbolehkan nambah makanan dengan gratis, saya pun memilih pecel ditambah nasi goreng. Minuman yang tersedia ada teh dan air galon mineral.

Di parkiran rumah makan ini ketemu juga Pahala Kencana jurusan Jakarta.


ada juga Lorena double decker entah jurusan mana


Disini berhenti sekitar setengah jam, waktu yang cukup untuk pergi ke toilet, sholat jamak, dan makan, tidak kurang juga tidak lebih. Terlihat beberapa kesibukan di rumah makan ini yaitu pengisian bak toilet bus.

Selesai makan bus melanjutkan perjalanan melalui tol, saya pun tertidur dan saat bangun ternyata sudah sampai Situbondo, saat itu bus berhenti karena macet entah karena apa, saat macet ini akan menuju toilet, ternyata pintu tidak bisa dibuka karena ada penumpang yang tidur tepat di pintu toilet, karena saya pikir jarak ke rumah makan kurang lebih tinggal 1 jam an, saya nunggu nanti saja di rumah makan.

00.50 WIB
Bus sampai di Rumah makan Situbondo, berarti jarak menuju pelabuhan tinggal 1 jam saja, bus hanya berhenti sepuluh menit, sekaligus memberikan kesempatan penumpang pergi ke toilet.

01.55 WIB
Bus masuk Pelabuhan Ketapang, ternyata di depan, Tronton Bus Semarang 1 masih terlihat sedang memasuki kapal Feri, sedangkan bus yang saya naiki kebagian kapal feri di dermaga yang lain, dimana mendapatkan kapal feri dengan satu pintu saja, bus masuk kapal Feri dengan jalan mundur ke belakang, Selesai masuk semua kendaraan, beruntung kapal yang saya naiki langsung berangkat, 90 persen penumpang bus turun menuju ruang tunggu kapal, namun saya tetap diam di kursi untuk istirahat.

03.00 WIB atau 04.00 WITA
Sampai di Gilimanuk, bus keluar dari Kapal, tidak ada pemeriksaan rapid dan vaksin disini, juga tidak ada pemeriksaan KTP seperti sebelum pandemi, jadi penumpang tetap tidak terganggu. Keluar pelabuhan bus mengisi solar di Pom Bensin dan menurunkan penumpang transitan Singaraja.

6.50 WITA
Bus masuk Terminal Mengwi menurunkan penumpang


7.10 WITA
Bus sampai di garasi Cokro, yang mengejutkan disini, ternyata bus 1 yang tadinya berangkat duluan, sampai garasi lebih akhir dengan selisih kurang lebih 30 menit dari bus 2, kemungkinan karena antrian kapal Feri tadi.
Read More...

Friday, May 27, 2022

Gunung Harta Denpasar Madiun Solo Semarang



Kali ini akan saya share perjalanan darat menggunaan bus Gunung Harta jurusan Bali Semarang via Solo, DK 7169, dengan mesin Mercedez Benz OH 1626 Air Suspension, Manual Transmission.


Pesan tiket
Pesan tiket via online, dengan memilih kursi depan, H-7, terlihat beberapa kursi baru terisi sekitar 10 persen saja. Setelah saya mengisi data yang dibutuhkan, serta posisi kursi yang diinginkan, saya diarahkan pada halaman konfirmasi dimana harus membayarkan sesuai nominal unik kepada rekening penerima yang tertera di website tersebut, saya sendiri lupa melakukan pembayaran jenis apa, apakah memakai virtual account atau langsung transfer, yang jelas tinggal ikutin saja tulisan yang ada di halaman webseite tersebut, bisa memakai atm, atau internet banking. Setelah langkah pembayaran berhasil, dan pastikan saldo rekening sudah terpotong ya sebagai tanda berhasil transfer, langkah terakhir adalah konfirmasi.

Buka halaman websitenya, lalu pilih pada tulisan konfirmasi di halaman tersebut, disitu kita diminta memasukkan data yang dibutuhkan seperti kode booking, dilanjutkan dengan mengisi nama dan tanggal kita mentransfer, sebenarnya ada juga isian nomor rekening, namun saya sendiri malas mengisi nomor rekening, karena inti dari konfirmasi ini adalah kita sudah bayar ya pada tanggal sekian, si penerima konfirmasi harusnya fokus pada apakah uang sudah masuk atau belum, toh bisa dilihat langsung, kemudian saya langsung klik OK,

Tahap selanjutnya saya mendapatkan WA dari admin berupa tiket gambar yang berisi jam persiapan di agen, yang biasanya punya spare waktu setengah jam dari keberangkatan riil bus, yaitu siap di agen Kediri jam 12.30 WITA. Sedangkan untuk informasi kode bus atau nopol bus yang akan kita naiki masih belum tersedia.

Hari H
Waktu sholat Zuhur di bali adalah jam 12.20 an, jadi sebelum ke Agen, saya mampir dulu ke Masjid kiri jalan dari arah dari Denpasar, kalian cari tahu saja sendiri di google Map, Masjid terdekat dari Agen. Selesai sholat, langsung ke agen di Tabanan, Kediri jam 12.40 WITA. Sampai di Agen lalu melakukan cek in ke petugas tiket, biar terkonfirmasi kalau penumpang sudah tiba di agen, Agen Kediri ini juga terlihat kesibukan pengiriman paket, jadinya disamping ruang tunggu terlihat berbagai macam bungkusan paket, ada juga paket motor yang dibungkus kardus agar tidak lecet.
Di agennya sendiri ada tempat penitipan motor, toilet, dan ruang tunggu. di Agen ini pula merupakan sumbernya snack bus Gunung Harta, jadi setiap bus yang mampir agen sini, kru menaikkan snack,

Hal yang masih kurang disini adalah tidak adanya kode nomor bus yang berada di atas pintu masuk, jadi setiap ada bus datang, penumpang sibuk bertanya petugas tiket sampai petugas tiketnya bosen ditanya terus menerus, yang berefek malas menginfokan kepada penumpang, dii agen ini, penumpang dituntut aktif bertanya itu bus jurusan mana. Saya sendiri sempat terjadi mis komunikasi, ketika bus saya datang, tidak ada pengumuman dari agen, lalu ketika kernet terlihat bingung mencari penumpang, saya coba tanyakan, dan ternyata itu sedang mencari atas nama saya. Mengingat bus yang datang ternyata bukan bus yang biasanya jalan, yaitu tronton, sementara ini adalah avante, jadi saya mengira ini adalah bus Semarang yang via Purwodadi.
Seharusnya ada nomor bus yang berada di atas pintu masuk, yang ditempel besar untuk memudahkan penumpang, beberapa PO selain memakai nomor lambung, ada yang memakai julukan seperti di Sudiro Tungga Jaya dan Haryanto, ada juga yang memakai nomor lambung seperti Rosalia Indah, itu pun menurut saya masih kurang besar di Rosin nomor busnya, harusnya dibuat besar saja untuk memudahkan.


13.55 WITA
Bus datang terlambat 1 jam dari jadwalnya jam 1 (yang jam 12.30 itu tadi adalah jadwal penumpang sampai di agen sebagai konsekuensi spare waktu), padahal jarak dari pool pemberangkatan Cokro hanya setengah jam dengan 1 kali pemberhentian di Terminal Mengwi. jadi secara logika, keterlambatan karena lalu lintas 10 menit sebelum atau sesudah jam 13.00 WIB, berarti kemungkinan besar sudah telat dari Poolnya.

Bus yang datang ternyata bukan bus tronton seperti biasanya, jadi mungkin ini yang menjadi penyebab terlambat, karena ada pertukaran bus, karena saat berangkat dari Denpasar, sempat melewati pool Cokro dan melihat Tronton Mer c 2542 baru masuk pool. jadi tadinya sempet yakin kalau yang jalan adalah tronton 7189, namun sesuai info karena terjadi trouble, akhirnya yang datang adalah bus ini, bus berbody Avante dari karoseri tentrem ungaran semarang. dengan mesin seperti keterangan di atas.

Kondisi interior tidak ada pandangan ke depan karena kaca atas malah ditempel stiker hitam. Jadi hanya bisa menikmati perjalanan jika beruntung mendengar komentar dan percakapan driver dengan kernetnya saja. Kondisi penumpang saat itu kurang lebih 90 % full, infonya nanti akan ada tambahan penumpang di Gilimanuk saat ngepom.

Bus kemudian berangkat puter balik di jalan yang sempit untuk ukuran Bus, namun dengan bantuan satpam bus tetap berhasil puter balik, meskipun spionnya sering mepet dengan pohon di seberang jalan. di atas bus kernet langsung membagikan snack berupa roti, lemper, dan kacang, kali ini tidak ada kue seperti bolu yang lezat, yang saya lupa apa namanya. Saat itu kondisi masih hujan, ditambah hawa dalam bus yang dingin ber AC, langsung saja saya memakai kaos kaki, jaket, dan penutup kepala.


Perjalanan sore, menuju Gilimanuk, laju bus kadang santai kadang cepat tergantung lalu lintasnya. Sampai di Gilimanuk bus menaikkan penumpang sambil mengisi bensin di Pom Bensin, sempat antri 1 bus Barito pariwisata yang entah ini bus dari mana.

16.55 WITA
Bus Memasuki Pelabuhan Gilimanuk dengan membayar karcis, penumpang sudah tidak diperiksa sama sekali vaksinnya seperti sebelumnya semasa pandemi, hanya saja sempet terjadi penghadangan orang meminta uang pada kernet, yang harusnya itu diberantas. Kondisi penyeberangan saat itu kami mendapatkan kapal feri dengan sistem LIFO, alias masuk terakhir, keluar pertama, masuk kapal truk dan bus besar harus mundur dengan bantuan tukang parkir yang banyak.

Untuk level antrian Kapal feri ini tergolong lama, pertama ketika kapal sudah penuh, kapal tidak segera berangkat, entah menunggu apa, kemudian saat sampai di Ketapang, kapal juga tidak langsung menuju Pelabuhan, infonya karena memang untuk kapal sebesar itu harus berlabuh di dermaga khusus, dan masalahnya 1 dermaga belum siap digunakan alias rusak, jadi hanya ada 2 dermaga yang diaktifkan, Kapal Feri pun harus antri, jadi total penyeberangan ini menghabiskan waktu sampai 3 jam, malah hitungan lama antrinya lebih lama daripada perjalanan ferinya itu sendiri yang hanya memakan waktu setengah jam.

Penumpang diminta turun dari bus, istirahat di kursi kapal di bagian atas, disitu memang sudah tersedia banyak kursi untuk penumpang, saya sendiri memilih melihat pemandangan di dek depan, suasana penyeberangan sore itu cukup sibuk, terlihat ada bus Gunung Harta Lumajang yang akan menyeberang namun memilih ngetem sebentar, terlihat pula bus bus parwisata yang berwarna warni berjejer di pelabuhan untuk menyeberang, entah menunggu apa.

19.15 WITA atau jam 18.15 WIB
Keluar pelabuhan Ketapang, melanjutkan perjalanan menuju rumah makan di Asem Bagus di Situbondo


19.40 WIB Nyampe rumah makan
disini istirahat sholat dan makan selama setengah jam dengan dibagikannya karcis saat turun dari bus, lalu karcis itu diserahkan kepada petugas rumah makan agar tidak ada orang selain penumpang bus menyelinap makan. Selesai makan bus melanjutkan perjalanan melewati pantura Kraksaan Paiton, Probolinggo, dan masuk tol, saya pun tertidul pulas. Disini driver berganti, jadi kalau jadi driver memang enak driver pinggir menurut saya, karena jam 9 sampai jam 3 pagi ini adalah memang jam biologis tidur untuk manusia.


02.40 WIB Madiun
Bus sampai di Terminal Madiun yang kondisi jalannya bergelombang sekali karena sedang mengalami renovasi, entah ini nanti akan dibuat seperti apa, jangan sampai seperti terminal Tingkir baru direnovasi, kemudian dibongkar lagi renovasi lagi, atau seperti di Maospati udah dibangun, malah penumpangnya nunggu di tanjakan depan, jadi memang terkadang pembangunan-pembangunan terminal ini belum memperhatikan tingkat efisien jarak ruang tunggu dengan armada bus, karena memang maunya penumpang nunggu tidak jauh dari pemberhentian bus agar tidak ketinggalan.


03.05 WIB maospati ganti driver, jadi driver tengah tadi sudah nyopir sekitar 6 jam, berbeda dengan dulu, dimana sekaran tidak ngetem sebentar di sini, bus langsung melanjutkan perjalanan menuju Terminal Ngawi.

Di terminal Ngawi ini juga beberapa kali melewati jalan yang bergelombang, hal ini tentu kurang bagus bagi bus bersuspensi udara, harusnya jalur kendaraan langsung di cor dan di atasnya di aspal, atau entah bagaimana caranya, karena kalau hanya dipaving seperti saat ini, maka akan sering bergelombang tanahnya. Seperti biasa di jalur ini ketemu dengan bus balap Sugeng Rahayu ATB. Bus yang saya naiki kembali melanjutkan perjalanan melalui tol. dan saya pun melanjutkan istirahat.

05.00 WIB Sampai di Solo Square
dari sini Bus ngecer penumpang sampai Salatiga karena memang banyak yang turun di sepanjang jalur Solo Boyolali Salatiga ini, jadi penumpang dengan tujuan Semarang harus lebih sabar lagi, hal ini sebenarnya tidak harus dipermasalahkan karena jam 5 sampai Solo ini sudah termasuk sangat cepat dengan bantual tol Trans Jawa, kalau dulu sebelum ada tol, nyampe Solo baru jam 8 jam 9 an.
poin plus disini adalah kernet selalu aktif mengingatkan penumpang yang akan turun dengan membangunkannya satu persatu, apalagi dengan tertutupnya pandangan di depan membuat penumpang seakan buta sampai mana, mungkin berkaca pada kejadian sebelumnya dimana banyak penumpang terlewat turun dari mana gara gara terhalang topi, sehingga SOP kernet ditambah, cukup menambah kerjaan kru dan kernet sebenarnya, namun jika memang mau yang simpel bisa dengan bantuan speaker dan pintu elektrik, sehingga tidak butuh bantuan kernet, hanya perlu bantuan saat akan menurunkan bagasi saja menurut saya, dan tentunya juga memakai single glas.
Bus menurunkan penumpang di Teras kemudian melanjutkan perjalanan menuju Ampel melalui jalur bawah, yaitu istilah perbisan dimana bus tidak melalui tol atau biasa disebut jalur atas.
Di jalur bawah ini tidak ditemui kemacetan yang berarti, hanya saja harus sabar melewati lampu merah yang cukup banyak. Ujian kesabaran lagi saat bus melintasi jalur Sunggingan Boyolali ke Salatiga dimana merupakan jam-jamnya truk pasir lewat, jadi harus lebih hati-hati menyalipnya, truk pasir ini memang memilih jalur tengah untuk menghindari tergulingnya di jalur pinggir yang lebih miring.
Terlihat mesin Mercedez cenderung lebih susah payah di jalur tanjakan ini dibandingkan Hino Rk8 dalam segi angkatan, namun dengan sedikit manajemen kaki sopir, kekuatan 1626 tetap dapat dapat dimuntahkan, apalagi saat mengovertake truk.
Jam 06.00 sampai di Sruwen
Bus Masuk tol lagi di Salatiga keluar lagi di Ungaran menurunkan penumpang di Banyumanik.
Infonya bus ini terakhir istirahat di Mangkang Semarang.

Read More...

Sunday, May 22, 2022

Gunung Harta Kediri Denpasar



Berikut ini adalah reviu perjalanan darat menggunakan bus PO Gunung Harta Jurusan Kediri Denpasar
Alternatif perjalanan
Pesawat
Sebenarnya bisa naik pesawat namun harus menuju ke Surabaya dahulu, Perjalanan ke Surabaya jika melalui tol kurang lebih 3 jaman, naik PO Bagong atau PO Harapan Jaya, untuk kondisi H + 3 Minggu lebaran kondisi penumpang dari Kediri tidak terlalu penuh, terlihat masih banyak kursi kosong dari Terminal ini menuju Surabaya. Setelah turun terminal Bungurasih, bisa naik Damri yang berangkat setiap setengah jam sekali ke Bandara Juanda. Perjalanan Damri ke Juanda kurang lebih 30 menit. Lalu masuk terminal, cek in dan segala macam, penerbangan kurang lebih 30 menit turun di Bandara Ngurah Rai.


Naik PO M Trans
Opsi ini akan saya ambil Kapan-kapan saja, untuk M Trans ini nanti akan melalui Malang, lama perjalanan masih belum diketahui.

Naik Setiawan
Masih belum jelas apakah bisa sampai Denpasar apa hanya sampai Mengwi saja

Naik PO Gunung Harta
Akhirnya opsi ini saya ambil karena jam berangkatnya yang paling sore dibandingkan PO yang lain.

Pesan Tiket
Pesan tiket melalui wa dan akhirnya mendapat kursi depan, pemesanan cukup simple hanya dengan WA agen, langsung dapat kursi, pembayaran bisa melalui transfer atau membayar saat berada di atas bus. Harta Tiket Kediri Denpasar saat itu Rp.250.000,-











Keberangkatan
13.20 WIB start tamanan
Untuk lokasi keberangkatan bus ini cukup unik, karena bisa menunggu dimana saja asalkan dilewati bus dan berkoordinasi saat membeli tiket, misalnya saat saya bilang naik di dekat ini, maka kita bisa menunggu di titik tersebut, tanpa harus ke agen atau terminal. Jangan lupa juga untuk menanyakan agennya nomor bus dan warnanya agar bisa kita hadang saat lewat. Bus yang saya naiki ini adalah Bus Gunung Harta Merah DK 7170, Tertulis di tiket siap jam 13.00 WIB, bus datang jam 1.20 WIB. ternyata bus tidak berhenti di depan seperti biasanya, malah bus langsung nyelonong di tempat pemberangkatan, saya pun harus berjalan kaki menuju kesana, di shelter keberangkatan Terminal Tamanan ini bus sempat disidak dishub terkait kelengkapan dan keadaan instrumen bus, seperti ngetes dim, lampu besar, sein kiri, sen kanan, klakson, tapi tidak sampai ngetes kekuatan rem, karena ini juga bukan uji kir. Setelah lolos tes dishub, bus pun melanjutkan perjalanan keluar Terminal Tamanan Kediri.


Fasilitas
Bus menggunakan mesin Mercedez Benz transmisi manual dengan mesin kalau tidak 1525 1626, entah yang mana,dengan suspensi udara/air suspension, untuk cat masih ok seperti tampak pada gambar,

fasilitasnya terdiri dari bagasi di bawah,
pendingin AC,
lampu baca,
tidak ada colokan USB,

untuk fasilitas yang di kursi seperti bus bus pada umumnya seperti
reclining seat, cuman kalau pengen rebahan hanya pas jalan saja, kalau sampai tujuan atau mau berhenti di rumah makan, harus diangkat lagi karena menghalangi penumpang bagian belakang, hal-hal kecil yang harusnya diumumkan melalui rekaman suara di dalam bus,
kemudian ada arm rest,
ada juga leg rest,
selimut, serta yang paling unik adalah
bantal leher sebagai pengganti bantal kotak, yang sebenarnya kalau bagi saya tidak terpakai sama sekali, karena malah bikin kurang nyaman, tapi mungkin berbeda dengan penumpang lain,
fasilitas yang juga kurang yaitu pijakan kaki karena cukup pegal juga duduk hanya mengandalkan pantat sebagai tumpuan, perlu adanya pijakan kaki di depan, seperti pada PO Sumber Alam atau Rosalia Indah.
Di dalam bus ini juga tidak tersedia Mesin kopi, yang bagi saya juga tidak terlalu masalah karena memang jarang sekali bikin kopi atau bikin pop mie di dalam bus.
ada juga fasilitas snack berupa air mineral 300 ml, 2 roti dan 2 permen.
Serta dapat makan


Sepanjang kota Kediri bus ini berhenti berhenti di pinggir jalan menaikkan penumpang, karena memang titik penjemputannya lebih fleksibel seperti bumelan. Selain orang, bus ini juga menaikkan paket karena memang bagasinya mungkin masih muat, bus dipacu dengan santai mengingat membawa pula barang dalam bagsi ditambah lagi memakai suspensi udara.

14.10-14.25 WIB Braan
disini bus menunggu penumpang selama kurang lebih 15 menit, karena penumpangnya belum datang, selesai naik bus melanjutkan perjalanan menuju Jombang ke timur.


15.00 WIB terminal jombang
Masuk terminal sini, sempat bertemu dengan Haryanto Jombang Jakarta entah apa julukannya, di terminal ini juga menaikkan paket berkarung-karung.

16.00 sd 16.15 WIB ngepom Mojokerto
Ngepom juga cukup lama karena ternyata kru bus istirahat sejenak di warung depan Pom
Selesai ngepom, bus lanjut melakukan perjalanan, dengan sesekali berhenti untuk menaikkan paket karung. Bus ini dari Jombang langsung potong kompas menuju Gerbang Tol Kejapanan, melalui Mojoagung. jalur ini terlihat cukup ramai, sempat terlihat pula ada pengendara motor tanpa helm boncengan yang ditilang Pak Polisi.

16.25 WIB Masuk Gerbang Tol Kejapanan


17.40 sd 18.15 WIB Keluar pintu tol Bangli storimg 7019

Ternyata di dekat pintu tol ada Bus Gunung Harta 7019 yang lagi storing, alias mogok, sekitar setengah jam bus menghampiri bus tersebut, mungkin untuk membantu busnya, atau entah apa, selang beberapa saat dari belakang bus saya, datang bus Gunung Harta Surabaya Denpasar juga menghampiri. Satu orang penumpang dari Bus Surabaya pindah ke bus kami.
Setelah menunggu kurang lebih setengah jam bus melanjutkan perjalanan ke Denpasar, bus putar balik menuju pintu tol Bangli disusul GH Surabaya menguntit dari belakang.


Ada kejadian unik yang bagi kalian perlu sekali memperhatikan, saat masuk tol ternyata sensor tol salah membaca golongan kendaraan yang harusnya golongan 1, malah golongan 5, untung saja kernetnya memperhatikan hal tersebut dan belum sempat tap ini di gerbang, akhirnya sopir memencet klakson agar petugas tolnya datang, akhirnya setelah datang, golongan kendaraan bisa diubah, hal ini sempat menjadi pengalaman pahit beberapa sopir seperti diceritakan kernetnya, harusnya bus golongan 1, malah kena golongan 5 yang tentu bayanya 5 kali lebih mahal. padahal kalian tahu sendiri tol golongan 1 saja sudah mahal banget.


18.55 WIB kluar tol Probolinggo Timur
Bus keluar melalui Pintu Tol Probolinggo timur, tidak seperti bus-bus yang lain yang keluar melalui pintu tol Probolinggo Barat. Namun menurut saya ini adalah pilihan yang bisa dipilih karena tidak perlu melalui Kota Probolinggo yang penuh dengan lampu merah dan pengalihan jalur kendaraan berat. Meskipun juga jalur dari Pintu Tol Probolinggo Timur ini relatif lebih sempit daripada yang di barat, namun masih tetap dapat dilalui bus.
Masuk Probolinggi bus berjalan santai dengan sesekali menyalip truk besar yang berjalan sangat pelan, namun harus sabar menanti lawan arah sepi dahulu, Sepanjang perjalanan ini bus ini cukup santai jalannya mengingat suspensi udara harus lebih hati-hati membawanya ditambah bagasi yang cukup banyak. Sempat disalip Gunung Harta yang lain.

20.20 sd 21.30 WIB macet di paiton
sesampainya di Paiton, bus menyalip beberapa kendaraan, yang ternyata kendaraan yang disalpi terlihat mengular sampai jauh, bus pun sempat kembali ke jalan yang benar, kemudian goyang kanan lagi menyalip puluhan kendaraan, di depan bus ini terlihat pula bus pariwisata entah bus apa, kedua bus ini sama-sama akan kembali ke jalur kiri, namun berhenti sejenak menunggu kendaraan di kiri ada sela. saat menunggu ini tiba-tiba dari arah belakang bus digetok-getok orang yang marah-marah karena ternyata katanya tadi bokong kiri bus sempat menyenggol spion kanan honda jazz miliknya. Padahal kalau dari dalam bus tidak terasa ada senggolan dengan spion, suara pun juga tidak ada, memang karena kondisi kendaraan besar demikian ya,

Akhirnya bus dipinggirkan ke sisi kanan jalan, diikuti Honda Jazz, setelah kernet dan sopir turun memeriksanya, memang ada lecet di spion dan di body busnya, akhirnya diselesaikan saat itu juga dengan pembayaran ganti rugi oleh kru bus.

Selesai insiden tadi, bus masih menunggu lama di sisi kanan jalan, berangsur-angsur kemacetan mulai terurai dengan lewatnya beberapa kendaraan dari arah berlawanan.
Saya pun terlelap di dalam bus sampai bus bisa melanjutkan perjalanan, menurut info kru bus, ada truk membawa muatan sekam terguling, muatan yang dibawa cukup tinggi sehingga kemungkinan ambruk di jalan.
Macet disini sekitar 1 setengah jam. Saya terbangun setelah sampai di Rumah Makan


00.20 sd 00.55 WIB rumh mkn
Jam yang harusnya untuk tidur eh malah bangun untuk Makan Malam, jam yang kurang cocok untuk kesehatan manusia sebenarnya, tapi karena rasa lapar yang tadi hanya diganjal roti dan demi kesehatan lambung, maka saya turun untuk makan, serta posisi duduk saya yang di seat B, alias seat lorong memaksa saya untuk bangun memberi kesempatan penumpang sebelah saya lewat untuk turun, jadi tidak bisa tidak untuk tetap tidur di dalam bus.
Menu seperti biasanya ada nasi, ayam, sayur, minuman berupa teh atau ada juga air putih galon. sistem makan disini adalah prasmanan jadi bisa ambil sepuasnya,

Saat itu bus yang parkir berhenti istirahat hanya bus saya saja, jadi memang teman-temannya sudah jauh meninggalkan di depan, karena memang bus saya jalannya santai.
Selesai makan, saya sholat Mahrib dan Isya yang dijama di mushola Rumah Makan itu.

Kurang lebih setengah jam kemudian bus mulai melanjutkan perjalanan kembali, Perjalanan tinggal 1 jam an menuju pelabuhan Ketapang Banyuwangi. di Alas Baluran ini bus berjalan pelan sekali saat nanjak, dan langsung disalip Gunung Harta Malang Hijau Scania yang melahap tanjakan tersebut tanpa beban.

02.00 02.30 WIB nyebrang
Sampai di Pelabuhan, mata masih mengantuk, namun tidak bisa terlelap sekali karena saya masih sadar bus masuk pelabuhan, dan melihat jam di smartphone, Bus beruntung bisa masuk kapal dengan sistem LIFO, alias Last In First Out, jadi untuk masuk kapal itu, kendaraan berjalan mundur, jadi bus-bus yang tadi nyalip-nyalip sekarang posisinya malah di belakang, termasuk bus Gunung Harta Hijau Malang yang menyalip tadi malah posisinya di belakang.

Saat menyeberang ini beberapa penumpang turun untuk menghirup udara lautan di pagi hari, sebagian masih menikmati tidur di dalam bus seperti yang saya lakukan, sebenarnya untuk aturannya sendiri semua penumpang harus turun dari kendaraan, karena bisa saja, saat ada kejadian yang tidak diinginkan, posisi kapal yang terombang-ambing dapat menggeser kendaraan yang berakibat posisi pintu menjadi terkunci mepet dengan yang lain.

Sampai di Gilimanuk benar saja, bus yang saya naiki ini keluar paling pertama disusul bus-bus dan truk yang di belakang. Di Gilimanuk ini saat memasuki Pemeriksaan KTP, hanya kernetnya saja yang cekatan melaporkan ke petugasnya, jadi penumpang tetap nyaman istirahat di dalam bus karena memang jam biologis manusia saat itu harus istirahat.

Sekarang waktunya memakai WITA ya, jadi jamnya 1 jam lebih cepat. Namun untuk waktu sholatnya di bali ini adalah yang paling akhir dibandingkan daerah WITA yang lain karena di Bali ini adalah daerah WITA yang paling barat, jadinya malah seperti waktu WIB hanya telat setengah jam.

Ngepom di Gilimanuk
Seperti biasa, bus kemudian berhenti di pom langganannya di Gilimanuk untuk ngepom dan transit penumpang tujuan Singaraja.


Perjalanan sepanjang Gilimanuk, Jembrana sampai Denpasar tidak terlalu menemui banyak truk-truk, entah mungkin karena hari minggu atau mungkin memang bukan jam truk. di daerah Negara dimana jalurnya empat lajur, sempat disalip Tami Jaya yang terlihat cukup mosak masik, entah gimana rasanya penumpang di dalamnya ya mengingat jalurnya sendiri penuh dengan ci luk ba, jadi harus ada hafalan jalan dari pawang driver untuk bisa mosak masik seperti itu, atau mungkin bus saya yang terlalu pelan, tapi kalau menurut saya bus saya ini juga termasuk standard, atau mungkin efek topi jadi sebenarnya pelan, tapi sensasinya kencang.

Melahap jalur naik turun berkelok-kelok memang cukup membuat bus ini cenderung lebih membutuhkan effort dibandingkan saudaranya yang 2542, beberapa kali pawang sopir mematikan AC untuk menambah daya menaiki bukit atau saat menyalip truk.

07.00 WITA,
Sampai di Terminal Kediri, saya pun menuju parkiran agen gunung harta kediri untuk mengambil motor, karena enaknya agen Kediri ini ada penitipan motor dibelakangnya. Selain itu untuk keberangkatan dari Agen Kediri ini jamnya pas selesai Sholat Zuhur, di Bali Sholat Zuhur sekitar jam 12.15, sedangkan rata-rata bus sampai di Agen sini sekitar jam 1, jadi sangat pas, berbeda bila berangkat dari Agen Cokro yang jam berangkatnya bisa saja sama saat jam sholat zuhur jam 12 an. Untuk jarak agen Cokro dan Agen tabanan kediri adalah sekitar 30 menit saja.
Read More...