Showing posts with label wisata. Show all posts
Showing posts with label wisata. Show all posts

Thursday, April 18, 2024

Foto Foto Pabrik Genteng, Foto Wisata Religi Qalbu, Kiringan



Pabrik Genteng Tradisional Kiringan, Boyolali
pabrik yang masih berdiri kokoh di tengah serbuan pemukiman penduduk yang semakin padat dan berdekatan.






Beranjak ke timur, sekarang sudah dibangun Tempat Wisata Edukasi Religi Qalbu di Kiringan, Boyolali, isinya replika masjid, kakbah, dan lain sebagainya.




Foto ruko,
Terlihat proyek tempat wisata tersebut juga mendesain bangunan ruko di sekelilingnya, tampak ruko-ruko tersebut masih tutup.
Read More...

Wednesday, February 21, 2024

Mengunjungi Kota Tua Jakarta


Selamat malam semuanya, kali ini saya akan menceritakan pengalaman pertama kali mengunjungi Kota Tua Jakarta, bagaimana kesan-kesannya? silahkan baca terus tulisan di bawah ini.

Lokasi parkir
Lokasi parkir ada yang resmi ada juga yang tidak resmi.

Parkir resmi
Parkir yang resmi bisa langsung menuju kantor pos di lokasi Kota Tua dengan tarif yang wajar sesuai lama parkir, namun kekurangannya, jalur masuk dan keluarnya macet karena ruas jalannya dikorupsi dipakai pedagang-pedagang.

Parkir tidak resmi
Parkir tidak resmi tinggal mengikuti tawaran orang di pinggir jalan yang menawarkan parkir disana, dengan biaya Rp.10.000,- baik lama atau sebentar. Tarif yang lumayan mahal ya, tarifnya seperti tarif parkir motor di belakang Paza Indonesia, tarifnya setara 1 liter bensin premium.

Parkir mobil?
parkir mobil belum sempat saya telusuri dimana

Parkir Bus
saat saya kesana, ada juga bus Budiman pariwisata yang sedang parkir.

Mushola
Jika akan sholat, bisa jalan ke sebelah utara kurang lebih 100 meter, ada Masjid kampung

Angkutan umum
disini juga dilewati busway dan KRL, jadinya mungkin lebih enak naik transportasi umum saja, tidak perlu mencari parkiran.


Toilet
Lokasi toilet ada di dalam area Kota Tua di sebuah gedung tua, dengan tarif Rp.3000,-

Pengamen dimana-mana
disini, banyak sekali pengamen yang meminta-minta kepada pengunjung yang sedang duduk-duduk di kursi.

Tutup Jam 21:00 WIB
ternyata menjelang pukul 9 malam, area Museum Fatahilah dan Kota Tua ditutup untuk umum, petugas memberikan pengumuman 10 menit sebelum ditutup melalui pengeras suara, dilanjutkan dengan sirine.

Kesan-kesan
Dibalik kekurangan-kekurangan di atas, berada di antara bangunan-bangunan tua memberikan kesan yang lain, bangunan besar dengan pintu dan jendela dengan ukuran jumbo, didukung motif lantai yang jadul memberikan sensasi sendiri yang tidak dapat dirasakan bagi yang hanya melihatnya dari sebuah gambar, kesan otentiknya begitu kental, dari lantai bawah sampai ujung atas bangunan.

Sempat saya pikir sebelum kesana, kesannya biasa saja, "Wah cuman kota tua, paling juga gitu-gitu saja", namun setelah melihat sendiri, ternyata mendapatkan kesan yang tidak dirasakan sebelumnya, hanya bisa dirasakan saat datang sendiri.


Read More...

Sunday, February 11, 2024

Melihat Alun Alun Karawang dari Dekat


pic by Pemprov dan Pemkab
Beberapa saat yang lalu saya berkesempatan mengunjungi Karawang untuk suatu keperluan, sebelum mengunjungi, tentu saja saya merencanakan perjalanan dengan terlebih dahulu melihat rutenya dari google map, dari tampilan google map, saya baru tahu ternyata di Karawang ini ada alun-alunnya juga ya, karena kalau naik bus lewatnya ya itu itu saja, di agennya saja, lalu balik kanan masuk tol lagi, sedangkan jika mudik naik motor1, sebatas hanya meelwati ringroadnya saja. Akhirnya saya susun juga untuk mampir di Alun-Alun Karawang yang bersebelahan dengan Masjid Agung, jadi sekalian Sholat di sana rencananya. Dari informasi berita, alun-alun ini juga baru saja direvitalisasi, jadi makin penasaran juga.

Lokasi
Karawang, Jawa Barat, Bersebelahan dengan Masjid Agung Syeh Kuro, Jalan Tuparev

Perjalanan menuju sana
waktu tempuh dari Jakarta Timur sampai di Kota Kawarang ditempuh dengan waktu 2 jam naik motor, dengan kecepatan santai, jaraknya sekitar 60 kilo meter melewati pantura. Sebenarnya bisa juga dicapai dengan naik KRL Jatinegara cikarang, lalu dilanjutkan dengan kereta lokal Cikarang Purwakarta. jadwalnya bisa dilihat di KAI Access. Meskipun terlihat naik KRL lebih cepat waktunya, namun aslinya waktunya sama saja dengan naik motor, karena naik KRL akan ketambahan waktu menunggu kereta, waktu transit, waktu perjalanan menuju stasiun, dan waktu dari stasiun menuju tujuan.


Akses parkir
pintu masuk halaman parkir terletak di sisi utara menuju basement, baik mobil maupun motor,
maju sedikit dari pintu masuk, juga ada tempat parkir lagi di halaman masjid.


Biaya Parkir
Biaya parkir Rp.2000,- untuk motor.

Kondisi alun-alun
Alun-alun Karawang yang baru ini sayangnya belum ada pohon yang rindang sebagaimana gambar desain awal di atas, jadinya kondisinya masih panas di siang hari, bahkan rumput hijaunya bukan rumput asli, melainkan rumput sintetis, jadi sebaiknya jika ingin nongkrong disini sore/malam hari saja.


Luas alun-alun
Tidak seperti alun-alun pada umumnya yang sampai ada lapangan sepak bola, alun-alun Karawang luasnya terbatas.

Kondisi udara
Posisi alun-alun diapit dua jalan raya yang ramai, jadinya masih belum bebas asap kendaraan.

Desain alun-alun
Desain alun-alun yang baru ternyata terlihat sudah mengakomodir keterbatasan kondisi di atas, berada di lokasi yang sempit, desain alun-alun Karawang, terlihat memfungsikan ruang yang terbatas dengan maksimal. Misalnya dengan menempatkan lahan parkir mobil dan motor berada tepat di bawah alun-alun agar tidak memakan tempat, sedangkan di bagian atap sengaja dibentuk dengan desain yang unik sekedar bisa menjadi "tempat untuk foto-foto".
Desain awal juga terlihat memberikan ruang untuk tumbuhnya pohon dan tanaman, namun saat ini, pohon dan tanaman tersebut masih belum ada, jadi kesannya masih terasa terik dan panas di siang hari, juga terpaksa tidak bisa berlama-lama karena lokasinya yang diapit jalan raya yang ramai, terpapar asap kendaraan.

Foto-foto lainnya

Foto interior Masjid



1https://myspacenote.blogspot.com/2019/09/mudik-motor-2019.html
Read More...

Monday, January 15, 2024

Mencoba Jogging Track Stadion Baru Kebogiro


Selamat pagi kali ini saya akan mereview salah satu Stadion yang masih baru dibangun, yang sekarang masih dibuka untuk umum. Stadion Kebogiro, lokasinya ada di Cepogo, Boyolali, menurut reviu google map, stadion ini terdapat tempat jogingnya juga, nah kira-kira seperti apa kondisinya, khususnya rute jogingnya? yang penasaran silahkan baca terus tulisan di bawah ini.


Mumpung infonya masih dibuka, saya sempatkan mengunjunginya kesana, Saya katakan "mumpung", karena pengalaman melihat stadion-stadion di kota/kabupaten yang lain, di manapun, stadion seperti ini, biasanya tidak dibuka bebas bagi masyarakat umum, biasanya hanya dibuka saat ada pertandingan dengan membayar tiket. Alasan ditutup mungkin karena alasan keamanan, alasan perawatan, maupun karena alasan-alasan yang lain.

Contohnya stadion Gelora Bung Karno, area lari di pinggir lapangan di dalam stadion tersebut tidak bisa dimasuki masyarakat umum yang ingin joging, masyarkat hanya bisa joging di luar stadion, kemudian contoh lain stadion JIS, area joging juga berada di luar stadion, tidak bisa di pinggir lapangannya langsung, Stadion Rawamangun, jalur atletik lari di dalam stadion saat ini juga tidak bisa dimasuki masyarakat umum karena digunakan latihan khusus atlet saja, memang dulunya pernah dibuka untuk umum, saat ini sudah tidak bisa karena area joging dipindah ke area Velodrome.

dan stadion-stadion yang lain, umumnya lokasi joging berada di luar area gedung stadion, tidak persis di samping lapangannya, jadi wajar saja saya katakan "mumpung", mengingat kondisi realitasnya pada umumnya demikian.

Lokasi
saya memanfaatkan google map untuk sampai tujuan, dari Boyolali melalui jalur menanjak. perjalanan memakan waktu kira-kira 15 menit dari kota Boyolali.
sampai di lokasi langsung menuju tempat parkir, tampak dari luar, ada beberapa orang ada yang joging di pinggir lapangan, dan saya lihat pintu stadion ternyata memang benar masih dibuka gratis untuk umum, jadinya bisa langsung masuk.


Jumlah pengunjung
saya mengunjungi sore hari di hari libur, bisa dibilang pengunjung masih sedikit yang memanfaatkan untuk olah raga, hanya beberapa orang yang memanfaatkan untuk joging, beberapa yang lain sekedar foto-foto saja. Terdapat larangan menginjak rumput, namun masih ada juga pengunjung yang nekat menginjak rumput untuk berfoto, ya mungkin kalau banyak pengunjung tipe seperti ini, tidak menutup kemungkinan bakal ditutup untuk umum seperti stadion-stadion di kota-kota lainnya he he.


Sebelum joging saya sempatkan menuju area lokasi tribun penonton untuk mengambil foto-foto



Panjang lintasan "joging"
lintasan joging berada di sekeliling lapangan dengan panjang lintasan satu putaran sekitar 400 meter, tekstur lintasan berupa tanah berwarna merah seperti pasir, jalurnya memang sudah rata, tidak ada terrain tanah yang naik turun yang berpotensi menyandung kaki,sebenarnya lintasan ini bisa dikatakan bukan lintasan yang diperuntukan untuk joging, karena alasan di bawah ini.


Papan reklame
sepanjang jalur tersebut, telah digunakan untuk menaruh papan sponsor yang memakan lebar kurang lebih 0,5 meter, kenapa bisa sampai 0,5 meter? karena bagian bawah papan sponsor tersebut terdapat besi penopang melintang sebagai pijakan, tentunya bila jalur ini dipakai joging, bisa berpotensi menyandung besi tersebut. Untungnya pengunjung masih sedikit, jadinya masih bisa mengambil jalur agak ke tengah, jika sudah banyak pengunjung, maka menjadi tidak recomended. sekali untuk menjadi lokasi joging., karena jika kebanyakan pengunjung, tidak menutup kemungkinan mereka yang menyalip akan mengambil area rumput yang tidak boleh diinjak karena bisa rusak.


Jalur pojokan yang tajam
alasan kedua jalur ini bukan jalur jogging, yaitu tikungan yang terlalu tajam untuk ukuran jalur joging, ya namanya juga hanya lahan area untuk sepak bola, jadi bentuknya juga mengikuti lapangan, di pojokan, belok ya belok saja tegak lurus, namun bagi saya pribadi yang jogingnya pelan, hal ini tidak menjadi masalah ya.


Melihat realita tersebut, dapat disimpulkan, 99%, ini bukan jalur yang diperuntukkan untuk jogging ya, namun lebih diperuntukan sebagai area pinggir lapangan, kemungkinan demi memenuhi standar lapangan sepak bola FIFA, untungnya sampai sekarang masih dibuka untuk umum, jadinya masih bisa digunakan untuk joging dan foto-foto.

Lebar pinggir lapangan
sisi utara dan selatan jalur ini cukup lebar, sedangkan jalur joging sebelah barat relatif lebih sempit, hanya muat 3 orang saja, dengan kondisi sudah ada papan reklame.

Lain-lain
Parit di pinggir lapangan
Di sekeliling pinggir lapangan terdapat parit yang di atasnya sudah ada jaring pengaman, namun jangan salah, jaring tersebut terlihat hanya untuk pengaman agar bola tidak jatuh ke parit saja, bukan didesain untuk menopang tubuh manusia.




Biaya sewa lapangan
Apakah lapangan ini bisa disewa? saya lupa menanyakan, silahkan datang sendiri yang pengen





Udara
Karena lokasinya jauh dari jalan raya, jadinya tempat ini aman dari asap knalpot



Gratis?
Saat ini masih gratis, bahkan bisa naik ke tribun penonton, hanya tribun timur yang ada kanopinya yang dikunci.


Kekurangan
Sudah ada toilet di setiap tribunnya, namun sebagian besar dalam kondisi terkunci, hanya toilet di tribun barat yang tidak dikunci, namun sayang sekali, setelah saya cek, ternyata masih belum ada airnya. Jadinya, bila anda pengen kesini, sebaiknya mampir pom bensin dulu untuk pergi ke toilet.

kalau melihat tempat umum yang sudah ada, biasanya toilet harus membutuhkan petugas kebersihan, karena jika tanpa petugas kebersihan, tidak semua orang bisa menjaga kebersihan, seperti membuang sampah sembarangan, dan lain sebagainya, mungkin karena pertimbangan tersebut, toilet ini masih belum dibuka.

Lampu stadion belum terpasang

seperti tampak di gambar, meskipun sudah ada tulisan lampu sudah selesai dibangun Desember 2023 yang lalu, namun bisa dicek pada gambar yang lain, terpantau lampu sorot stadion masih belum terpasang, masih hanya stand/tiangnya saja


Beberapa cor mengalami pecah

seperti tampak pada gambar, ternyata beberapa cor sudah mengalami retak bahkan sampai pecah, namun secara umum memang masih bisa digunakan untuk menonton ya.



Belum ada area khusus pedagang,
terpantau pedagang mengambil lokasi dagang seadanya di luar stadion, ya memang karena masih sedikit baik pengunjung maupun pedagang, tidak menutup kemungkinan jika sudah ramai, pastilah muncul banyak pedagang yang berjualan yang berpotensi berdesakan.

menurut saya, secara umum, untuk saat ini, tempat ini masih bisa dipertimbangkan bagi yang pengen olahraga jogging, karena jalurnya rata, jauh dari jalan raya, dan pengunjung juga masih sedikit, masih bisa lah untuk menyalip, bonusnya bisa melihat langsung dari dekat rumput yang diklaim merupakan rumput khusus berstandar internasional 1

Referensi
1https://www.antaranews.com/berita/2589973/stadion-bertaraf-internasional-kebogiro-di-boyolali-siap-digunakan
Read More...

Sunday, January 7, 2024

Berkunjung ke Ketep Pass Selo


Selamat pagi semuanya, kali ini saya akan menceritakan perjalanan mengunjungi Ketep Pass di libur natal 2023 dan tahun baru 2024. Terakhir saya mengunjunginya sudah sekitar belasan tahun yang lalu, jadinya penasaran juga kondisi saat ini, kira kira apa saja perbedaannya?



Ternyata kondisinya seperti lokasi-lokasi wisata pada umumnya, perbedaan pertama
jalur yang lebih macet
kalau belasan tahun yang lalu, lingkungan sekitar Ketep masih berupa lereng dan tebing yang curam, semak belukar, masih asri dan belum ramai penjual di pinggir jalan. Ternyata kalau sekarang terpantau jalur kawasan Ketep ini sudah macet seperti macet Puncak versi mini. bedanya disini macetnya hanya 10 menit saja, tidak sampai macet berjam-jam seperti Puncak Bogor, juga macetnya hanya saat memasuki kawasan Ketep Pass saja,

Penyebab macet
hal ini karena memang jalurnya memang sempit, ditambah di pinggir jalan juga sudah dimanfaatkan untuk parkir mobil, memaksa pengguna jalan bergantian dan harus diberlakukan buka tutup satu jalur.
Bahkan saking sempitnya, motor pun juga ikut antri, tidak ada celah buat motor juga, saking sempitnya.

Biaya
Biaya tiket masuk Rp.12000,-/orang
Biaya parkir mobil Rp.8000,- atau Rp.5.000,-/mobil saya lupa berapa.
Ada juga sewa kamera sepuasnya Rp.5000,-
dan lain-lain karena saya kemarin tidak mencobanya.

Alat teropong jarak jauh sudah tidak ada
dulu ada alat teropong jarak jauh dengan memasukkan koin uang seribu rupiah untuk melihat pemandangan jarak jauh, bahkan tugu jogja juga bisa kelihatan dari sini, sekarang saya lihat sudah tidak ada alat tersebut.

Bangunan-bangunan warung menjadi lebih banyak
bangunan-bangunan warung penjual seperti penjual warmindo, gorengan, mendoan, jagung bakar, mie, wafer, roti, dan kopi sekarang sudah banyak berdiri di sekitar area Ketep Pass, bahkan sekarang ada lokasi khusus buat warung-warung tersebut yang sudah ditata rapi di dalam area Ketep Pass.

sekarang ada coffee shopnya
terpantau disitu juga ada coffee shopnya, yang menjual minuman yang manis-manis, namun tenang saja, karena harganya sudah ada papan menunya.

Bangunan baru dengan bentuk instagramable
sekarang ada bangunan-bangunan baru, semacam panggung, dengan latar belakang pemandangan dari jauh.
Yah memang salah satu hal yang menonjol di sini adalah pemandanganya, karena memang lokasinya berada di ketinggian.

Sekarang ada juga konser musik
disini sekarang ternyata ada juga konser musik yang beranggotakan seorang penyanyi, gitarist, band, menyanyikan lagu yang lagi hits saat ini.

Taman-taman ditambah
jika dulu belum ada taman-taman, di depan area Ketep masih berupa tebing semak belukar, saat ini tebing tersebut diubah menjadi taman yang dapat dilalui.

Lebih beranekaragamnya wisatawan
Terpantau dari pengeras suara yang biasa memberi pengumuman mencari orang, terpantau ada juga wisatawan yang datang dari jauh, seperti dari daerah Bojonegoro, cukup jauh juga ya, berwisata sampai sini, kalau dulu mungkin hanya orang Magelang dan Boyolali saja yang datang kesini, karena memang kalau orang sini, tempat ini hanya semacam lokasi yang biasa saja, hanya jalur yang sekedar "ada" pemandangannya. Namun bagi orang yang tidak tinggal di sini, ini menjadi sesuatu yang wah.

Tempat wisata baru di sepanjang jalur menuju Ketep Pass
Terpantau jalur menuju Ketep dari arah Magelang, saat ini sudah muncul tempat wisata petik buah strobery sendiri, mirip daerah Danau Batur Bali yang ada juga wisata petik buah stroberynya.

Muncul warung makan/restoran, coffee shop
Selain itu juga muncul beberapa warung makan/restoran/cafe yang sengaja dibangun di lokasi lereng dan tebing demi mendapatkan pemandangan di jalur menuju Ketep Pass

Nah itu sedikit cerita informasi perbedaan dengan kondisi belasan tahun yang lalu ya.

Read More...

Thursday, May 18, 2023

Jogging Track di JIS


pic by sportstars dot id
Halo selamat pagi semuanya, kali ini saya akan mereviu lagi salah satu jogging track di Jakarta, yaitu di JIS. Awalnya, melihat reviu dari google dan berita elektronik, stadion JIS ini dikabarkan memiliki akses parkir yang sulit, kemudian untuk menuju stadion membutuhkan waktu jalan kaki selama kurang lebih 10 menit dari lokasi parkirannya, ini berarti sekitar 1 kilometeran ya. Selain itu minim sekali yang mereviu detail lokasi, terutama yang terkait dengan kegiatan olah raga jogging, memang ada salah satu informasi, yang menyatakan kita bisa jogging di selasar atas, bayangan kita lokasi selasar atas sepertinya lokasinya sempit untuk orang orang olahraga lari, namanya juga selasar ya. Kemudian juga minimnya informasi kapan dibuka-kapan ditutup, dan kita hanya bisa mengandalkan informasi dari google map smartphone ya. Nah kali ini saya akan mereviu detail lokasi ini, bagaimana kondisinya sebenarnya ya, jadi akhirnya saya nekat saja menuju ke sana, kalau pun tutup ya nanti balik lagi, kalaupun ternyata parkirannya jauh, yasudah ikuti saja, berikut ini kisahnya.




Hari minggu pagi langsung menuju ke sana, dari arah barat pertama kali menemui daerah parkir, memang tidak ada tanda khusus dimana parkir motor, jadinya saya putuskan untuk bertanya pada salah seorang pasukan oranye di sana. Ternyata informasi dari pasukan oranye, parkir silahkan saja parkir di dekat halte busway, disitu nanti bisa parkir kepada orang yang disana, sedangkan untuk menuju stadionnya tidak diinformasikan lewat mana, apakah harus jalan kaki di pinggir jalan rayanya ataukah ada jalan lain. Saya pikir setelah parkir ini, untuk menuju stadion haris jalan kaki lagi melalui jalan raya yang berdebu ya. Akhirnya sebelum masuk parkiran, saya putuskan untuk mengelilingi sebentar stadion tersebut menggunakan motor.

Menuju sisi utara, sampai mentok rel kereta api, ternyata kondisi stadion masih tertutup, wah alamat ga jadi olah raga kalau gini, batinku, akhirnya melanjutkan memutar ke selatan, dan ternyata ketemulah salah satu gerbang yang terbuka dengan penjaga satpam berbaju cokelat di sana. Saya pun langsung mengarahkan motor memasuki stadion, petugas satpam memberikan saya semacam kartu parkir, dan langsung mempersilahkan masuk ke dalam,

eee ternyata di dalam ada parkiran yang cukup luas ya, jadinya tidak perlu parkir jauh, parkiran yang bentuknya didesain untuk parkir mobil dan bus ya, sedangkan parkiran yang memang benar-benar untuk motor, sebenarnya ada, namun lokasinya lebih ke dalam lagi, karena saat itu tidak ada petunjuk dimana parkir motor, dan juga saat itu lokasi parkir mobil masih sepi, saya pun memarkirkan motor di parkiran mobil saja, karena masih sepi sekali.


Sepi di sini menurut saya aneh ya, padalah sudah menunjukkan pukul 06:00 WIB pagi, tapi hanya beberapa orang saja yang terlihat berolahraga disnii ya. Karena ternyata lokasi dengan fasilitas seperti ini biasanya sudah ramai di jam segini, contohnya di Lapangan Renon Bali sudah relatif lebih ramai, mungkin saja memang karena masih baru ya JIS ini, terlihat dari kondisi raman rumput di parkiran yang baru saja dibangun.

Selesai parkir motor, terlihat salah satu gerbang dalam kondisi terbuka, rasa penasaran muncul untuk menuju gerbang pintu tersebut, dari gerbang, naik tangga menuju selasar di lantai 2,

Ternyata selasar di lantai 2 sangat cocok untuk jogging ya, dengan lebar yang terbilang sangat luas ya, jadi tidak perlu takut berdesak-desakan.



Mencoba memutari selasar stadion, ternyata di sebelah barat ada semacam jembatan yang mengarah halte busway dekat tempat parkir di awal tadi, dan ternyata gerbang di dekat halte sudah dalam kondisi terbuka, wah ternyata ada gerbang lain yang dibuka. Gerbang lain yang juga terbuka terpantau berada di sisi timur, di ujung jembatan sebelah timur ya, jadi ternyata gerbang yang dibuka bisa kita akses dari tiga lokasi, dari selatan, barat, dan timur.


Sedangkan untuk rute lari sendiri, lebih baik kalian coba sendiri saja, yang terpenting disini terpantau tidak menemukan semacam gundukan yang bisa membahayakan pelari, karena kondisi lantai rata.

Berikut ini rinciannya.
Parkir
Lokasi Parkir bisa memarkir kendaraan di dekat Halte Busway kemudian masuk melalui pintu barat
Lokasi parkir yang lain yaitu bisa langsung masuk ke kawasan stadion melalui pintu yang sudah dibuka, dan sudah ada penjaga yang memberikan karcis yang dikembalikan saat keluar.

Fasilitas
Untuk toilet saat itu tidak banyak papan penunjuk dimana toilet berada, malah sepanjang saya jogging tidak menemukan satu pun lokasinya, entah ini dimana, saya belum sempat mencobanya., saya sempat menanyakan kepada petugasnya, namun saya sendiri saat itu malah diarahkan ke tanda warna kuning di atas, setelah didatangi, eh ternyata tidak ada.

Ada Mushola
di lantai selasar, di bagian timur,


selain itu ada juga Masjid di lantai dasar di sisi selatan.

Kondisi tempat lari
kondisi lari bisa lari di lantai bawah, namun juga bisa lari di lantai 2 yang merupakan lantai tempat pintu masuk stadion, lebar halaman sekitar 50 meter, jadinya tidak perlu takut berdesakan, selain itu lantai 2 ini juga terpantau tidak nampak semacam benda atau bangunan yang berpotensi kesandung kaki, jadinya aman.

Kondisi udara
Menurut saya tidak bersebelahan dengan asap kendaraan, karena lokasi stadion dengan jalan raya masih relatif cukup jauh


Kekurangannya hanyalah saat di pagi hari, atau setelah hujan, ternyata masih ada lantai yang masih terdapat air yang menggenang yang kemungkinan dalam jangka panjang dapat merusak lantai.


Jam buka
jam buka JIS tinggal cek saja di google map smartphone, karena menurut saya sudah sesuai, jangan hanya membaca berita elektronik yang malah menulis baru dibuka jam 11 siang, saat cuaca panas ya.

Fasilitas lain
Corak lantai yang menghadap kiblat
Terdapat corak lantai yang dengan garis menghadap kiblat, jadi kalau ada waktu sholat ied atau sholat idul adha, tidak perlu repot repot membuat garis sof yang lurus ke arah kiblat, tinggal mengikuti pola ubinnya.
selain itu di lantai 2 ini juga sudah disediakan keran air yang cukup banyak ya, tentunya tidak lain dan tidak bukan ini bisa kita manfaatkan untuk wudhu, atau juga mencuci tangan,

memang konsep JIS ini mengikuti kebiasan masyarakat muslim Indonesia pada umumnya dimana lokasi lapangan memang bisa digunakan untuk sholat Ied atau Idul Adha ya, jadinya tidak tanggung-tanggung, di lantai atas sudah disediakan langsung keran air permanen, namun tetap terlihat estetik, karena tertutup besi ya.

Desain Stadion
Ternyata desain stadion tidak seperti yang tampak dari luar ya, kalau dari luar bentuk stadion terlihat mlungker mlungker seperti uler, namun setelah kita lihat dari dalam, bentuk stadion ini sebenarnya hanya kotak sederhana saja, sedangkan ternyata bentuk yang mlungker mlunger tersebut hanya hiasan di luar saja, agar terlihat estetik saja ya, tentunya bentuk mlungker-mlungker tersebut tentunya memakan ruang di sampingnya ya, karena samping kiri kanan sekitarnya juga kosong tidak mepet dengan gedung lain, desain mlunger mlunger ini memang tidak ada salahnya. namun bila dilihat dari segi efektifitasnya, memang tidak efisien karena memakan ruang, memang benar yang dikatakan di tik tok tanya bapak, kalau desain yang efektif tempat adalah bentuknya kotak saja, jadinya memang terlihat tidak eye catching di mata ya.

Rusun di samping stadion
di samping stadion JIS, ternyata ada rusun 4 lantai yang terlihat masih kosong, entah siapa dan kemana penghuninya ya.

Penjual makanan dan minuman, di dalam area stadion memang tidak ada orang jualan ya, jadi kalau mau membeli akua, tinggal beli di warung di luar stadion saja.

Biaya
Biaya parkir entah gratis atau tidak, namun saya langsung saja bayar Rp.2000,- untuk parkir motor.

Pintu masuk stadion terpantau menggunakan sistem scan kartu Bila stadion sepakbola ini dibuka, terpantau pintu masuk stadion dilengkapi dengan scan ala pintu masuk stasiun ya, jadi kemungkinan, bila suatu saat ada kegiatan konser atau pertandingan bola disini, masuknya menggunakan kartu. sedangkan untuk pintu masuk menuju selasar yang biasa digunakan orang-orang jalan-jalan terpantau cukup mengandalkan gembok yang dibuka saat pagi untuk sekedar olah raga lari atau jogging.



Read More...

Thursday, September 3, 2020

Perjalanan Udara selama Pandemi dari dan ke Soekarno Hatta dan Ngurah Rai

Pembelian tiket
Untuk pembelian tiket pesawat domestik dapat dilakukan seperti biasa baik melalui situs website maupun melalui aplikasi penjualan tiket pesawat.
Yang perlu disiapkan Surat Rapid Tes yang berlaku 14 hari Memakai masker Mengisi e HAC saat tiba di bandara tujuan, bisa dengan manual mengisi kertas berwarna kuning, atau bisa menggunakan aplikasi E HAC, jadi pas diperiksa tinggal menunjukan barcode yang bisa di scan langsung, tergantung kaalian mau pilih cepat atau lama.
dari Bandar Udara Ngurah Rai Bali
Hal yang wajib disini sekarang harus memakai masker, ternyata di situ juga ada tempat rapid tes, tapi entah bukanya 24 jam apa tidak, sebelum masuk selain di cek tiket/boarding pass juga dicek suhu tubuh menggunakan termomter tembak. terlihat pula di pintu masuk ada kamera suhu tubuh, setelah itu masuk Bandara seperti biasa, bisa cek in dulu atau kalau sudah cek ini bisa langsung ke ruang tunggu keberangkatan. Tiba waktu boarding, ternyata disitu barulah diminta surat rapidnya, karena memang saya waktu itu tidak ke counter cek in.
dari Bandara Soekarno Hatta
Hampir sama dengan di atas, yang membedakan kali ini saat masuk ke terminal 2E ternyata calon penumpang diarahkan ke pintu 2F, disitu akan menemukan pos cek surat rapid, kali ini petugasnya memberikan stempel dan tanda tangan bila lolos, selanjutnya masuk pintu bandara seperti biasa. Tiba di Soekarno Hatta dan Bandara Ngurah Rai akan melewati pemeriksaan e hac, jadi biar cepat isi saja e hac melalui aplikasi biar tinggal scan pas pemeriksaan, tanpa perlu mengisi manual di kartu yang berwarna kuning
Read More...

Sunday, August 16, 2020

Juan Cliff

Makin lama manusia makin ekspansi kemana-mana ya, ini adalah pemikiran yang muncul kala melihat perkembangan tempat wisata di Bali, hampir lokasi demi lokasi mulai dibuka untuk tempat wisata, tempat yang dulunya terlihat perawan, hijau dan bersih, lama-lama dibuka oleh orang untuk dijadikan lahan bisnis wisata. Kalau jaman dahulu di Bali yang diingat adalah Pantai Kuta dan Sanur, sekarang di Bali mulai dibuka pantai-pantai baru, dulu apakah anda pernah mendengar pantai Pandawa? tentu saat itu Pantai Pandawa masih berupa semak belukar, sekarang? sudah dibuka untuk menarik wisatawan.

OK Back to the topic mengenai Juan Cliff, untuk menuju kesana, caranya gampang, tinggal cari di google map dengan kata kunci juan cliff di daerah pecatu, entah ini kok namanya juan cliff, entahlah, untuk masuk kesana tinggal ikuti jalan raya, dan kalian akan menemui jalan kecil memasuki kebun kebun yang sempit dan belum diaspal, jalan kecil ini berupa jalanan batu cadas, terlihat pula ranting di kiri dan kanan habis dikepras. Tidak ada pintu gerbang masuk ataupun tempat tiket seperti tempat wisata pada umumny, tempat ini lebih terlihat blusukan ke kebun melewati jalan kecil yang hanya muat satu mobil kecil.

Awal datang kesini adalah keisengan mencari sunset di Pecatu, melihat ada jalan kecil di google map yang mengarah ke Pantai di sisi barat, saya coba telusuri jalan itu, dan ketemulah tebih ini, sebelumnya pernah mencoba sekali dan ternyata malah mengarah ke villa privat. Tidak semua jalan kecil yang terlihat di google map bisa dilewati, beberapa sudah dipagar dengan pagar seng, tidak bisa dilewati sembarang orang, pertanyaannya itu pagar siapa? apakah milik pribadi? apakah akan dibuat tempat wisata privat?.

Pertama kali masuk tidak akan menyangka ternyata di dalam sudah ada motor motor parkir, ternyata sudah ada beberapa orang nongkrong disana. Begitu sampai kita terlebih dahulu berjalan beberapa meter dan nantinya akan menemui tebing yang cukup membuat bulu kuduk berdiri karena tebing ini masihh belum ada pagar pengaman dan juga ketinggiannya yang cukup membuat kita ngilu pas lihat ke bawah, kalau dalam bahasa jawa cukup dengan kata simpel "singup". Namun bila memandang lurus ke depan, kamu dapat melihat pemandangan laut dan sunset di sore hari, namun kala itu awan menutupi matahari sehingga bulatannya tidak begitu jelas.

di dekat situ juga ada bangunan berupa menara, dan bila berjalan beberapa meter ke selatan akan ketemu jalan setapak yang sudah di cor, dengan pemandangan tebing seperti ini

disitu juga terlihat beberapa orang melihat sunset disitu, menurut saya tidak masalah asalkan tidak mengotorinya dengan sampah.

Read More...

Tuesday, April 10, 2018

Melasti

Foto pantai melasti dengan teknik foto panorama

Bergerak ke arah barat dari Pantai Pandawa kita akan menemukan pantai Melasti, sampai di sana matahari berada di atas hamper tegak lurus, cuaca panas, ditambah warna pasir putih yang memantulkan cahaya menyilaukan di mata. di Pantai ini juga saat saya kesini bulan April 2018, masih terlihat bekas kerukan bukit yang nantinya agar dapat dilalui kendaraan besar, dapat saya perkirakan bahwa sebelum ada campur tangan manusia daerah bibir pantai merupakan daerah bukit yang tidak landai. Setelah ada campur tangan manusia bukit yang menjulang tinggi tersebut terlihat sudah dipotong sehingga menghasilkan bekas kerukan sehingga kendaraan dapat lewat dan parkir dekat pantai.



Yang menarik disini menurut saya tentu adalah kondisi kebersihan pantai ditambah ombak yang cukup besar, tentunya bagi kalian yang belum bias renang harus hati-hati pada ombak yang cukup seru ini. Namun mungkin kalian punya selera yang berbeda ya, mungkin ada yang suka karena begitu instagramable bila kita mengambil foto disini, bagi yang penasaran silahkan googling sendiri seperti apa bentuknya.

Read More...

Gunung Payung

Perjalanan dari Pantai Pandawa menuju Pantai Gunung Payung, kita akan bertemu dengan jalur yang berkelok, yang di kiri dan kanannya sebagian besar berupa rumah penduduk dan kebun kebun penduduk. Jalan di Bali memang berkelok-kelok namun aspal yang akan kita lalui sudah bias dibilang halus. Bahkan di daerah tertentu sudah menggunakan aspal goreng yang menghasilkan aspal yang halus saat kita melalui di atasnya. Pantai Gunung Payung berjarak kurang lebih 5 kilometer sebelah timur dari Pantai Pandawa. Sekilas saya perhatikan saat saya berkunjung ke sana bulan April 2018, masih terdapat pekerjaan pekerjaan konstruksi yang sedang dikerjakan. Pada saat kita tiba disana memang sudah tersedia papan yang menunjukkan kalau daerah itu sudah merupakan daerah wisata, namun terlihat masih dalam proses.
Sebelum masuk pantai dua orang pria beserta seorang polisi sudah siap menjaga jalan untuk menjual tiket, Harga tiket saya lupa ya tidak sampai 15 ribu untuk tiket dua orang, kita sudah bias menikmati pantai sampai berjam-jam. Memasuki area parkir, sudah tersedia penjual-penjual yang terlihat belum ramai, namun wisatawan yang saya temui saat itu berjumlah tidak sampai sepuluh orang. Namun di pantainya nanti juga ada wisatawan juga.

Setelah memarkirkan motor, untuk menuju pantai saya melalui bangunan yang belum selesai pengerjaannya yang berbentuk panggung untuk pertunjukan nantinya. Setelah melewati panggung, kita akan dihadapkan pada anak tangga yang cukup jauh. ada yang mengatakan jumlah anak tanggal sebanyak 300 anak tangga, saking banyaknya. Dilihat dari bentuk anak tangga ini memperlihatkan pantai ini posisinya berada di tebing yang curaam, yang akhirnya karena campur tangan manusia, dibangunlah anak tangga agar dapat dilalui wisatawan. Perjalanan menuruni anak tangga tidak terlalu menguras tenaga, namun saat balik cukup menguras tenaga.


Sampai di bawah, kita akan menemui pantai berpasir yang masih bersih dengan ombaknya yang cukup seru, ada daerah tertentu yang dipasang papan peringatan untuk tidak mendekati karena di daerah atasnya sedang ada pengerjaan pembangunan.


Read More...

Wednesday, July 12, 2017

Catatan Perjalanan Mudik 2017 Naik Motor Supra 125

Mudik naik motor masih menjadi pilihan transportasi bagi sebagian orang untuk menuju kampung halaman, karena dirasakan memiliki keunggulan dibandingkan moda transportasi lainnya, misalnya mudik naik motor memiliki fleksibilitas yang lebih tinggi, waktu yang lebih cepaT, tidak terikat dengan waktu, bisa menikmati pemandangan, dan juga tentu sangat membantu transportasi di tempat tinggal nantinya, namun ada juga yang memiliki pendapat lain, terlepas dari berbagai pendapat disini saya catatkan perjalanan mudik naik motor yang dilakukan oleh kawan saya dari Jakarta menuju Solo.

Berangkat dari Jakarta Timur pukul 05.09 pagi selepas Sholat Subuh

06.30 WIB
Kampas Jatuh
memang kampas jatuh ini terjadi diluar dugaan karena sebelum-sebelumnya tidak pernah ada masalah pada bagian ini, lokasi jatuh masih berada di Bekasi. Awalnya saat riding terdengar suara seperti logam berbenturan di jalan, saya pikir ini hanya karena logam yang terlindas oleh pengendara samping saya, ternyata setelah itu, rem kaki saya injak tidak ngerem, malah blong, ternyata yang tadi asalnya dari rem saya nih, akhirnya berhenti pelan-pelan memakai rem depan, dan mengecek kondisi rem belakang, dan benar ternyata kampas rem jatuh. Mau putar arah bermaksud mencari si kampas yang jatuh saya urungkan karena kondisi jalan yang ramai serta pasti nanti sulit mencari logam sekecil itu di tengah jalan raya selebar itu, juga pasti malah tambah macet ya.

Tukang Bengkel Bingung pasang kampas rem
Jalan pelan-pelan, sampailah saya di bengkel pinggir jalan.
dibantulah saya oleh tukang di bengkel tersebut, dan diganti dengan kampas yang baru, akhirnya si mas mas bengkel mencoba memasang lagi, namun terlihat mas-masnya kesulitan mensetting rem cakram belakang supra x 125, saya pun menyuruh mas-mas bengkel pokoknya pasang dulu nanti mampir bengkel berikutnya saja sambil jalan pelan pelan, berhenti di bengkel ini sampai dua jam, setelah membayar, perjalanan dilanjutkan. penyebabnya baca terus ada dibawah ya, baca terus.

Cari bengkel Resmi masih 5 kilo an
Berbekal smartphone yang ada aplikasi google mapnya, saya mencoba mencari bengkel resmi terdekat, ternyata masih sekitar 6 kilo di depan, okelah saya jalan pelan-pelan saja.
Jalan pelan pelan dengan kondisi kampas rem belakang masih kendor suka menghantam pusat velg, saya ga ambil gambar karena ga sempat, jalan pelan pelan dengan kecepatan maksimal 20 kmh

Ketemulah sama Bengkel resmi Honda dan ternyata penyebab mas bengkel tadi susah pasang kampas belakang, ternyata yang diambil adalah kampas rem depan, oalah pantesan bingung tadi ya, tapi gapapa lah, semoga jadi pelajaran bagi ane dan ente pembaca budiman sekalian. hehehe

Pasang di Bengkel resmi tanpa antri karena pas mekaniknya ada yang lagi ga ngerjaian apa-apa, pasang kampas baru, sedangkan kampas depan tadi saya simpan untuk persediaan. Sama sekalian setting rantai biar tidak terlalu kendor maupun tidak terlalu kencang.

Ngejoss lagi sampai Subang, isi pertalite 20 ribu pertama

Kampas rem hampir lepas lagi.
Sampai di Indramayu, rem belakang terasa ngeblong lagi, diinjak ga mau ngerem, tapi rem depan masih ok, saya mencoba berhenti di pinggir jalan, ngecek lagi rem belakang, ndilalah kampas belakang mau ucul lagi, waduh, padahal udah masuk bengkel resmi ya, alhasil nyari lagi bengkel resmi paka smartphone lagi, dan ketemu di depan, Jalan pelan-pelan masuklah saya ke bengkel resmi untuk yang kedua kalinya.

Masuk bengkel ketiga (jam 11 siang)
disini rem dibetulkan serta cek rantai lagi, setelah selesai saya cek lagi ban belakang apakah ada seret-seretnya selepas bongkar pasang rem tadi, ternyata lancar, ok perjalanan dilanjutkan

Waktu menunjukkan kurang lebih jam 11 siang menuju zuhur dan saya masih berkutat di Jawa Barat, masih berkutat di Indramayu memasuki Cirebon, Total waktu masuk ke bengkel kurang lebih 3 jam an, artinya jika perjalanan normal, posisi saya sudah masuk Brebes Tegal, tapi hal ini tidak menjadi masalah ya gan hehe.

Istirahat di brebes jam 2 siang

lanjut lagi

Istirahat di Jalur Pekalongan Batang sudah menunjukkan pukul 5 sore memasuki waktunya buka puasa.
Memasuki jalur Batang Subah cuaca diguyur hujan deras, jadi harus berhenti sejenak untuk memakai mantol, Sampai di Kota Kendal hujan reda, mantol saya lepas, Jalan Kota sudah macet lagi.

Semarang macet di Mangkang sampai kalibanteng, mobil pribadi berjejer sampai pinggir, bahkan sampai dilakukan contra flow arah timur, namun malah yang ikut contra flow jalannya lebih lambat karena arus kendaraan dari arah timur masih ramai.

Semarang Salatiga Boyolali Solo perjalanan lancar jaya
Berhenti dulu di Tuntang jam setengah sepuluh

Lanjut perjalanan sampai Solo kurang lebih jam sepuluh malam.

Total perjalanan Jakarta Solo kurang lebih 17 Jam (sudah termasuk Istirahat di bengkel 3 jam, Istirahat di Pom bensin dan rest area 2 jam)
Read More...

Wednesday, December 23, 2015

Lucu dan Imutnya Binatang yang diajak berfoto Selfie sama Allan Dixion

gimana? lucu kan? ini bukan photoshop atau gambar editan, ini adalah gambar asli lho. Dikutip dari situs mymodernmet.com, seorang yang mengaku sebagai "pemberi harapan" para binatang dari Australia bisa berfoto selfie seperti gambar di atas. lihat saja hasil-hasil fotonya, Mengaku sebagai "Animal Whisperer" alias pemberi harapan sah sah saja ya, seolah-olah para binatang itu memang sengaja ingin berfoto selfie ala abg masa kini, dan Allan Dixon lah yang bisa memberi mereka "harapan" tersebut, haha ada ada saja ya.

Berbagai macam binatang diajaknya berfoto, seperti burung kakak, tua, unta, kanguru, dan lain-lain, mungkin kalau orang biasa, yang ada malah para binatang itu pada takut ya, atau sebaliknya malah menyerang kita, nah gimana ceritanay bisa dapet foto foto seperti itu ya? si Allan Dixon ini mengaku yang dilakukannya adalah adalah tetap menunduk, mencoba mendekat perlahan-lahan, cari tau kondisi dimana si binatang tidak bereaksi takut atau menyerang, posisikan kamera di tangan sehingga binatang itu mengira itu adalah termasuk bagian dari tubuh kita, matikan flash, matikan suara klik kamera yang mengganggu, begitu dekat, perlahan-lahan arahakan kamera, pencet tombol rana perlahan, dapatkan banyak foto, jangan cuma sekali, mungkin ada yang pernah mencoba y? gallery lainnya silahkan liat liat dibawah y.
gallery lebih banyak lihat di https://www.instagram.com/daxon/


Read More...

Monday, January 27, 2014

Mengintip Malioboro di Malam Hari (Part 2 / 2)

Jam 09 malam kurang, sampailah saya di jalan Malioboro, Kota Yogyakarta, Ternyata suasana masih ramai. Tukang becak masih setia menunggu di pinggir jalan, juru parkir juga masih terlihat sibuk menjaga jejeran motor yang dititipkan, Di samping kiri dan kanan jalan jalan terlihat para pedagang yang menjual beranekaragam oleh-oleh dan cinderamata. Mulai dari gantungan kunci, hiasan, baju Batik, celana batik, ukiran, kaos, juga makanan seperti Bakpia, Wedang Ronde, dan lain sebagainya, Begitu banyaknya sehingga tidak salah bila kita menyebut Malioboro sebagai pusatnya oleh oleh dan cinderamata di Yogyakarta, tapi malam itu satu yang menarik perhatian saya adalah Coklat Monggo.
coklat monggo malioboro yogyakarta lezat enak
Segera setelah parkir motor, saya menuju ke dalam toko, Saya membelinya di Toko Batik Mirota yang berada di ujung jalan Malioboro kanan jalan. Untung waktu itu masih buka tokonya. Saya lihat, ternyata harganya cukup mahal dibandingkan yang biasa kita temui di toko-toko. Saya membeli Coklat Monggo rasa kopi yang merknya Gendis 100 gram harganya 15.500,00. Menurut orang-orang rasa coklatnya sedikit pahit.
coklat monggo malioboro yogyakarta lezat enak
setelah membeli coklat, di pinggir jalan, saya ketemu sama orkes angklung jalanan, mungkin yang kangen melihat mereka pentas bisa dilihat dibawah ini.



Pas saya lihat ternyata mereka sedang menyanyikan lagunya Sagita yang judulnya “Urip Mung Sedelo”, tentunya dengan gaya Cover angklung ala mereka yang terdengar renyah dan menarik perhatian siapapun yang lewat.
Read More...

Mengintip Malioboro di Malam Hari (Part1 / 2)

Pukul 17.40 Jalur Solo menuju Yogya terasa lancar, bus motor, truk dan mobil pribadi melaju dengan lancarnya tanpa hambatan. Begitu pula dengan si DD yang juga terlihat asyik melahap rute tersebut. Namun pas asyik riding, tiba-tiba motor saya ini oleng, terasa sekali sumbernya berasal dari ban belakang yang kempes.
sein kiri kunyalakan untuk perlahan-lahan menepi. Kulihat ban belakang kempes dan hanya menyisakan sedikit udara,seolah-olah dia masih ingin berjalan dengan sisa udara yang ada di ban tersebut, tapi langsung saja kubantah “Ya ga bisalah, kamu kan tubetype”. Saya pun memilih berolahraga saja saat itu, alias dorong motor hehe.

Kata ibu penjual di toko kelontong, tambal ban terdekat letaknya nyeberang jalan dan masuk jalan arah utara, oke baiklah mari kita menuju kesana sekarang. Di jalan yang ditunjukkan ibu tadi ternyata setidaknya saya ketemu sama lima tukang tambal ban, tambal ban pertama sampai ketiga menolak karena tutup, tambal ban keempat tidak ada orangnya, barulah tambal ban kelima mau menerima saya, hufth.

Setengah jam kemudian selesailah proses menambal ban, saya menuju Masjid untuk Sholat maghrib, selesai sholat saya melanjutkan perjalanan, namun kok kayaknya ban belakang ada yang sesuatu ya? Sepertinya setiap putaran, ban menginjak sesuatu gundukan, pikirku bisa saja memang jalannya yang tidak rata, namun bisa juga karena bannya yang tidak rata, saya pun terus melanjutkan perjalanan walau terus diliputi rasa penasaran. Akhirnya rasa penasaran saya terjawab, setelah berjalan beberapa kilometer. Ban saya kempes, namun kali ini lebih beruntung karena bocornya pas di depan tukang tambal ban.

Setelah diperiksa, ternyata yang kena pas di tambalan yang tadi, akhirnya tambalan tadi dibuang dan sekarang menyisakan bekas lubang sepanjang kurang lebih satu cm, sayapun diberi pilihan dikasih ban dalam bekas yang dihargai 10 ribu atau nekat ditambal saja dengan berbagai macam risikonya, sayapun memilih nekat ditambal saja, toh ban luar sekarang juga kuganti dengan yang baru IRC seharga 150 ribu, jadi lebih aman menurut saya.

Cara nambalnya pun berbeda dari biasanya, tidak menggunakan api, tapi tambalan hanya ditempeli dengan potongan kecil seperti karet berlem, kata tukangnya sih nanti bisa lebih merekat saat berjalan dan terkena panas. Hmmm lebih efisien. Perjalanan dilanjutkan.
Read More...

Sunday, December 15, 2013

Tlogo Plantation, Tempat Penginapan Bernuansa Alam

Mungkin ada yang pengen menikmati suasana tempat penginapan yang ga biasanya? Berada jauh dari keramaian, bertempat di tempat yang dingin, dikelilingi hijaunya berbagai macam tanaman dan tumbuhan, memiliki taman, pohon yang rindang dan sebagainya?.
Kalau dilihat namanya Tlogo Plantation, pasti ga jauh jauh sama yang namanya tanaman. Karena emang bener tempatnya bernuansa tanaman hijau, dan yang pasti hawanya sejuk dan jauh dari keramaian. Selain sebagai tempat penginapan, disini juga tersedia kolam renang,baik yang khusus anak kecil maupun untuk orang dewasa, ada juga tempat Outbond di atas rumput yang dilindungi rindangnya pepohonan, bagi yang pengen sekedar merasakan sensai Air SoftGun juga disediakan disana, walau tempatnya terbatas.

Lokasinya berada di Jalan Raya Tuntang Bringin KM 2, perbatasan Salatiga dan Semarang, kalau dari arah Solo, Tlogo Plantation berada sebelum Jembatan Tuntang, ada tugu tulisan Tlogo Plantation belok ke kanan, masuk jalan kurang lebih 1,5 km.
Read More...

Tuesday, February 26, 2013

BRT Semarang Koridor 2 Terboyo Sisemut

Busnya berukuran sedang, berwarna merah dan saat melihatnya mudah sekali membedakan (karena ada tulisannya), tempat duduknya tidak menghadap depan seperti umumnya, tapi menghadap ke tengah ala TJ, bagian tengah khusus tempat berdiri lengkap dengan pegangan tangan. Bus ini juga ber AC, rasanya nyaman sekali.
Mencari haltenya pun mudah, ditandai dengan dominasi warna merah, ada papan bertuliskan “BRT”, tak perlu bingung rutenya karena setiap halte ada petanya. Kalau yang saya naiki ini yang saya ingat dari Terboyo, dia lewat Kota Tua, Tugu Muda, Dr Karyadi, naik terus sampai Akpol, naik lagi sampai Jatingaleh lalu ke selatan sampai Sisemut, saya turun di Sukun, tarifnya Rp3500,00.

Saya naik dari Terboyo. Start dari sini isinya sopir, ditemani kernet yang membantu membuka pintu, di belakangnya ada mbak-mbak memakai tas ikat pinggang, bagian karcis, semua kru memakai batik kecuali pak sopir. Penumpangnya : saya sendiri, satu orang di kursi belakang, di depan saya ada dua orang, udah. Mungkin pas saya naik memang pas lagi sedikit ya,

Bus mulai berangkat mematuhi jamnya dari terminal, berjalan perlahan, menerjang genangan air yang entah tadinya setinggi apa kalau hujan, padahal daerah Terboyo hujan sudah reda, selain itu ternyata rutenya juga harus melewati genangan air yang tingginya bahkan sampai lutut.
Read More...

Monday, November 26, 2012

Menikmati Kota Semarang dari atas Menara

Segera saja dua lembar uang dua ribuan itu saya bayarkan ke petugas, tapi kemudian petugasnya menolak “tiga menit aja dulu”, brarti saya mesti bayar 1000 dulu deh, biar bisa gantian, okelah. Teropong pun saya pegang, lalu saya mulai mengamati pemandangan dari teropong tersebut, ada rumah orang, jalan, pohon, kebun, gang, semuanya jelas sekali tapi kalau saya lihat dengan mata telanjang sedikit susah untuk menentukan sebelah mana tempat yang saya teropong tadi, ditambah mata saya sebenarnya sudah minus sih, jadi inget kalo liat teropong dari menara MAJT ini seperti melihat mikroskop, dimana apa yang kita lihat dengan mata telanjang yang seperti tidak ada makhluk hidup (lebai :D) tapi setelah dilihat pake mikroskop ternyata ada kehidupan yang kompleks disana hehe, liat mobil, bus di jalan pun seperti liat mainan RC.
pengen tau rute kesana/foto-fotonya, atau lainnya yang pasti gogling aja sudah banyak yang nulis, disini yang menarik ada menara setinggi 99 meter, paling atas bisa liat-liat pake teleskop, bawahnya restoran, lalu lantai 3,4 ada museum, HTM 5000 kalau 2008 dulu pas saya kesini bersama kakak, dan sepupu, cukup masukin koin buat teropong, tapi sekarang enggak lagi, kemarin dijaga sama petugasnya, dan kalau sudah time over, teropong nutup sendiri, jadi kesannya gak rebutan dengan pengunjung lain,

di lantai 2 sama 3 menara ada museum, isinya ya foto-foto mulai dari yang mulanya sawah doank sampai terbentuk Masjid Agung yang megah ini

Masjid Agung Jateng MAJT

Pemancangan tiang pancang MAJT dilakukan oleh Menteri Agama RI Said Agil Husin Al Munawar, Ketua MUI Pusat KHA Sahal Machfudh dan Gubernur Jawa Tengah Mardiyanto pada tanggal 06 September 2002, upaca ini dihadiri juga oleh tamu-tamu dari negara Islam,

tiang pancang MAJT 2002

Pada tengah jalan masuk utama terdapat taman dengan hiasan air mancur yang dapat dimaknai sebagai sengkalan memet (lambang tanda tahun dalam horoskop Jawa Sucining Guna Gapuraning Gusti=1934 Jawa atau 2001 Masehi).


"yg moto awalnya ga keliatan, tapi setelah diedit edit di kompi baru ketauan, gara-gara saking silaunya"



Disamping selatan taman berdiri Menara Al-Husna(Al Husna Tower) setinggi 99 meter yang didalamnya terdapat studio Radio Dais(Da'wah Islam), Museum Perkembangan Islam Jawa Tengah, teropong pandang, perangkat teknologi modern rukyatul hilal untuk menentukan awal bulan qomariyah dan restoran berputar.

Ruang sholat utama dapat menampung 4000 orang jamaah, di atasnya terdapat balkon tempat sholat bagi wanita yang berkapasitas 1000 orang. Perluasan sayap kanan / kiri bangunan utama mampu menampung masing-masing 1000 jamaah.

Bangunan utama masjid berdenah bujur sangkar, terletak pada permukaan tanah yang ditinggikan, ini adalah ciri utama masjid menurut tradisi masjid-masjid di Nusantara. Di depan masjid terdapat plaza (maidan, tempat terbuka) untuk menampung jamaah pada sholat Ied atau kegiatan lainnya, dinaungi dengan enam buah payung elektrik raksasa yang dapat dilipat atau dikembangkan sesuai kebutuhan.

Di kedua sisi bangunan utama terdapat dua bangunan sayap, sebelah selatan untuk sarana kemasyarakatan (hall serbaguna), di sebelah utara untuk sarana pendidikan, Di depan plaza terdapat qanatier (lengkungan) yang berfungsi sebagai gerbang pembatas (kelir) bagi para pengunjung, memuat tulisa (khat) kalimah syahadat, Asmaul Husna, Surat Al Ikhlas, Al Fatihah, Al Mukminun dan Al Andbiya, sementara tiang lengkungan (qanatier) berjumlah 25 buah mengingatkan 25 nama rasul.
Read More...