Selamat siang semuanya, kali ini saya kan menulis lagi trip report bus Laju Prima naik dua bus sekaligus, 183 dan 170, bagaimana perjalanannya?, silahkan simak terus tulisan di bawah ini.
Pembelian Tiket
Harga 250K beli langsung ke agen Sruwen, terpantau agen sudah memakai sistem elektronik, namun sayang sekali hanya agen yang bisa akses dan hanya beberapa rute saja yang bisa diakses calon penumpang.
Disini sempat mencatat juga beberapa nomor agen bus Sruwen siapa tahu dibutuhkan :
Agen Sruwen:
Sinar Jaya 082138859620
Agramas 085225641123
Agung Sejati 085225641123
Agung Sejati 2 085293997321
Hiba Putra 085293997321
Haryanto 085293997321
Bhaladika 085293997 dst sda
Cahaya Trans 081393776350
Laju Prima 089543…
Keberangkatan jam 9 pagi
Hari H Keberangkatan
08:40 WIB
Start dari posisi awal, cuaca mendung, karena musim hujan
08:55 WIB
Walau online, ternyata bisa geser-geser bus juga
Sampai agen Sruwen, langsung diminta menunggu langsung, tanpa konfirmasi nomor tiket dan nomor bus, hanya diinfokan busnya ganti, dari 179 ke 183, dan kursinya geser ke kiri D1 ke B1, ternyata walau elektronik, tetep bisa pindah bus ya, anehnya di tiketnya tidak diganti dengan yang baru. Hanya pemberitahuan lisan saja.
09:50 WIB
Akhirnya bus tiba di lokasi, telat hampir 1 jam dari jadwal semula. Bus Laju Prima 183 seperti yang diberitahukan sebelumnya. Akhirnya langsung naik, dan bus putar arah di dalam terminal, dan langsung berangkat.
Okupansi penumpang saat naik hanya terisi 8 orang dari kapasitas 32 kursi, kombinasinya 7 baris di sebelah kiri, dan 9 baris di sebelah kanan. Jadinya secara logika baris kiri lebih lebar. Bus sudah suspensi udara, namun rasanya lebih empuk daripada suspensinya rosalia indah, dan 11 12 sama suspensinya harapan jaya. Beberapa foto Laju Prima 183, di dalam bus ini bersekat.
foto bus 183
Pandangan ke depan memakai sekat
interior
kursi kelas eksekutif
10:05 WIB
Melewati Terminal Tingkir tanpa masuk untuk menaikkan penumpang, langsung bablas masuk tol
11:25 WIB
Exit Tol Batang, lalu berhenti sebentar di Mushola Al Huda, untuk semprot filter sejenak.
11:30 WIB
masuk RM Sendang Wungu
disini istirahat makan dulu, sambil menunggu azan zuhur jam 11:55 WIB waktu setempat, di rumah makan ini tersedia beberapa menu pilihan, yaitu sate bumbu kacang, nasi rames, dan soto, pilih salah satu saja, namun sayang sekali nasinya sudah dijatah, tidak bisa menyesuaikan sendiri porsi nasinya.
menu makanan
Panggung, bisa buat acara pernikahan
Para penjaga nasi
ini bus laju prima 183, terparkir sendiri, karena yang lain belum pada datang, B7193TGC
cek di spionam1
BERIKUT HASIL PENCARIAN ANDA :
Nomor Kendaraan : B7193TGC
Nama Perusahaan : PT. WARGA BARU EKSPRESS CAB. JAKARTA
Jenis Angkutan : PARIWISATA
Nomor Kartu Pengawasan (KPS) : SK.00119/AJ.202/6/DJPD/2018/100001466-00042
Masa Berlaku KPS : 21 Agustus 2026
Seat : 60
Nomor Uji Berkala : JKT1633544
Masa Berlaku Uji Berkala : Cek disini
Merek : HINO
Nomor Rangka : MJERN8JSKGJS1****
Nomor Mesin : J08EVTJ1****
Nomor SRUT : -
12:00 WIB
Laju Prima berangkat dari rumah makan, tiba-tiba
di kontrolan saya langsung diturunkan karena ganti bus, padahal tadinya tidak ada pemberitahuan dari awal ya. Entah 170 sampai mana tidak jelas juga, hanya disuruh menunggu, perjalanan yang penuh kejutan ya, awalnya ganti bus, sekarang ganti lagi.
12:05 WIB
Ternyata bus 170 baru datang, disusul 199, menuju rumah makan, berarti saya harus nunggu 40 menitan lagi disini ya, Sementara itu ada juga bus lain yang singgah disini seperti Raya dan Kalingga Jaya.
12:40 WIB
Laju Prima 242 datang
12:50 WIB
Berangkat, kali ini naik bus 170, bus ini sesuai tiket asli, dan tempat duduknya pun tidak berubah, sesuai tiket.
13:05 WIB
berhenti kolong tol Batang, ketemu sama Bus Paketan Rosalia Indah yang juga berhenti, entah tranksaksi apa itu ya,
Okupansi penumpang
Okupansi 170 ini lebih baik daripada 183, yaitu terisi hampir separuhnya, 18 kursi dari kapasitas 32 kursi, 7 baris kiri, dan 9 baris kanan.
17:15 WIB
Sampai di GT Cikampek, turun 1
17:35 WIB
Sampaidi Klari, Karawang Timur
18:00 WIB
Karawang Barat
18:10 WIB
mampir sebentar di rest area setelah Karawang Barat, KM 42, menolong penumpang 342 yang mogok
19:00 WIB
menurunkan penumpang di exit tol Bekasi Timur, pilihan tepat mengingat jalan menuju agen terpantau macet berwarna merah di google map
19:30 WIB
sampe Pasar Rebo, langsung menuju shelter transjakarta menunggu TJ 7, yang ternyata sekarang ada layanan lewat tol
19:40 WIB
Bus TJ 7 datang, langsung saya naik, nanti transit di cawang sentral, kali ini naik bus listrik, jadinya lebih kedap suara di dalam, kecepatannya bus ini di lock sekitar 50 kmh, namun hal tersebut tidak terlalu pengaruh, karena sering terkena macet.
20:30 WIB
Sampai di halte tujuan, dengan cuaca yang sudah terang, namun lingkungan masih basah sisa hujan sore tadi. Langsung menuju penyetan lele 18K, harganya tidak jauh dengan di Boyolali, lele bakar lengkap dengan bumbu dan lalapan, 15K/ekor
Reviu
+Sudah ada nomor bus saat keberangkatan, padahal pesan h min 2, sesuatu yang luar biasa di dalam pertiketan bus
-Tidak semua bus memiliki colokan USB, jadinya fasilitasnya random, 170 tidak ada colokan, kalau 183 ada colokan USB A
----bau rokok, walau bersekat
--walau elektronik, masih bisa terjadi pindah bus, tidak dijelaskan alasannya dan perkiraan ke depan apakah pindah lagi, tapi yang jelas bisa sampai tujuan
--tidak ada GPS bus sampai mana
-penamaan denah kursi yang tidak lumrah, A1, A2, A3 dst
-penamaan denah kursi di aplikasi tidak sama dengan penamaan kursi di armada, misalnya di aplikasi huruf dulu baru angka, kalau di armada ditulis angka dulu baru huruf
-Keberangkatan telat sekitar 50 menit dari jadwal semula, ditambah waktu menunggu bus asli di Rumah Makan 40 menit, jadinya total telat 1,5 jam
-Beberapa toilet bus terpantau sudah rusak, misalnya tidak ada airnya seperti yang ada di 183
-Terkadang berhenti tidak jelas di pinggir jalan, untuk maintenance, misalnya semprot filter, entah kenapa tidak dilakukan sebelum berangkat ya
-Porsi nasi fix, tidak bisa ambil sendiri/menyesuaikan sesuai porsi sendiri
+Rasa menu makanan sate enak
Akhir kata terima kasih kepada para pembaca dan seluruh pihak yang berpartisipasi hingga sampai tujuan dengan selamat, menurut kamu dengan harga Rp250K, apakah worth it?
Referensi
1https://spionam.dephub.go.id/?noken=B7193TGC#kendaraan






















