Showing posts with label bis. Show all posts
Showing posts with label bis. Show all posts

Friday, November 12, 2021

Trip Report Gunung 001 Harta Semarang Solo Madiun Denpasar


Berikut ini adalah catatan perjalanan saya bersama Gunung Harta DK 7179 GH dengan Kode Bus GH001 Air Suspension Mesin OC 500 RF 242 Mercedez Benz.

12.00 WIB
sampai di Terminal tingkir seperti yang diminta agen, yaitu siap jam 12, perkiraan saya bus akan datang sekitar jam setengah satu, ternyata Busnya sudah terparkir manis disitu, dan pawangnya sendiri sedang makan siang di warung, entah ini nanti langsung berangkat apa masih lama

12.50 WIB
Bus baru diberangkatkan, berarti lama juga ya bus ngetem di Salatiga ini, kasihan penumpangnya juga, kalau ngetem setengah jam ok lah, tapi ini hampir 1 jam, mungkin nunggu jam berangkat kali ya, karena tidak ada penumpang Boyolai jadi ngetem lama di Salatiga, atau mungkin juga menunggu peluang penambahan penumpang demi menopang pemasukan PO itu sendiri. Menurut saya jika memang tidak ada penumpang bus tetap berangkat lebih cepat saja, Manajemen perlu memasang GPS yang bisa diakses calon penumpang, dst.
Bus keluar Tingkir langsung masuk tol Salatiga menuju Kartosuro

13.20 WIB
Masuk terminal Kartasura

13.55 WIB Masuk agen Tirtonadi
seperti biasa disini menaikkan snack sama akua

Keluar Tirtonadi ke timur nyeser barang di Sragen dan seterusnya

15.45 WIB
Mampir agen sidowayah

16.00 WIB
Masuk Terminal Ngawi

17.40 WIB
Agen Maospati, lalu lanjut gas Terminal Madiun

17.30 WIB
Mampir Rumah Makan di Madiun dengan menu yang viral enaknya, disini pas azan mahrib, jadi bisa sekalian solat Mahrib dijamak Isya

18.10 WIB
Bus diberngkatkan kembali

19.45 WIB
Melintasi gerbang tol Warugunung, di tol Bus hanya dipacuk 100 kmh, speed yang pas tidak terlalu ngebut tapi juga tidak terlalu santai, tiba-tiba sampai Probolinggo, jikapun ngebut paling selisih 10 menit saja,

20.50 WIB
Sampai di Gerbang tol Probolinggo Barat

12.20 WIB
Masuk Rumah Makan Situbondo untuk rapid, disini sebelumnya KTP dikumpulkan tadi oleh kernet di atas bus, di rumah makan nanti dipanggil dan membayar biaya 65 Ribu untuk rapidnya.

01.20 WIB
Bus diberangkatkan lagi, di atas bus surat rapid dibagikan dengan KTP. dari sini, sampai bus masuk kapal, lebih banyak dihabiskan tidur, bahkan di atas Feri pun masih tertidur

4.15 WIB / 5.15 WITA
Bus keluar dari kapal, penumpang turun membawa surat rapid dan surat vaksin, lalu dicap di petugas kesehatan.

5.40 WITA Isi Pom Gilimanuk, sekaligus transit penumpang Singaraja.

9.00 WITA
Sampai di Pool Cokro.

Itulah sekilas perjalanan menggunakan Gunung Harta, perjalanan yang cukup nyaman karena meungguanan air suspension, sebenarnya untuk pelayanan cukup standard pelayanan bus malam dari dulu sampai saat ini juga gitu-gitu saja, jadwal yang teratur, ada snack, makan besar, hanya saja ada improvement dari segi armada yang menggunakan air suspension, dan sistem pemesanan online, untuk mesin yang digadang-gadang lebih kuat, saya rasa sama saja tidak terlalu berpengaruh signifikan, sebenarnya bisa lebih ditingkatkan dengan menambah GPS yang bisa diakses calon penumpang posisinya sampai mana. karena bisa memangkas waktu tunggu di terminal yang signifikan. alokasi GPS ini menurut saya lebih bermanfaat daripada alokasi dalam membuat sistem pemesanan online.



Read More...

Trip Report Gunung Harta Denpasar Madiun Solo Semarang



Catatan Perjalanan Gunung Harta GH 001 DK7189 GH, Tronton Air Suspension Jurusan Denpasar Madiun Solo Salatiga Semarang




10.00 WITA tiba di pool Cokro Denpasar, ternyata antrian antigen sudah mencapai 20 an, entah tadi orang yang duluan datangnya jam berapa ya, begitu tiba, langsung ambil kertas kecil berisi nomor antrian, suatu peningkatan pelayanan daripada sebelumnya, kalau sebelumnya dipanggil namanya, hal ini memaksa orang berdiri di dekat situ mendengarkan dan menunggu suara panggilan, kalau pake nomor kan lebih enak, kita bisa memperkirakan berapa lama lagi menunggu karena yang dipanggil adalah nomornya, hal kecil yang tentunya sudah seharusnya menjadi perhatian bagi mereka yang menyediakan pelayanan umum.

Kira kira 20 antrian kurang lebih 45 menit barulah saya dipanggil, di dalam dicolok oleh petugas yang udah kerjasama sama GH, lalu, menunggu diluar, cuman nomor antrian tadi tidak diminta balik, berarti besoknya si tukang tiket harus bikin lagi ya.

Kurang lebkh jam 12 WITA bus masih belum ada tanda-tanda diberangkatkan, panggilan belum ada, sopir juga belum tampak, ternyata bus masih harus menaikkan sebuah motor, ok kita tunggu saja.

13.20 WITA
bus baru berangkat, lebih lelet daripada pengalaman sebelumnya.

13.45 WITA
Masuk TerminalMengwi, disini ngetem sekitar setengah jam, waktu yang cukup untuk sholat di Terminal, sekalian dijamak solat Ashar, Terminalnya gede ya, bagus dan tampak bersih, namun sayang sekali masih kurang dalam hal perawatan, karena saat itu menemui toilet yang mampet.

14.00 WITA
Berangkat lagi dari terminal Mengwi, bus berjalan santai mengiringi padatnya lalu lintas Kota Denpasar, bus pun mampir agen kediri mengambil penumpang sekaligus menaikkan sopir kedua dan juga menaikkan snack roti yang cukup buat mengganjal perut bagi yang tadi siang belum makan.
Setelah itu bus melanjutkan perjalanan ke Gilimanuk, sempat sekali menaikkan barang di pinggir jalan.

16.15 WITA
Sampai di agen Negara

17.13 WITA
Nyampe Agen Gilimanuk, jadi toal perjalanan sebenarnya hanya 3 jam, yang lama memang kalau naik bus itu menunggu di agennya, ditambah lagi harus rapid antigen sebelum berangkat yang menambah panjang waktunya.

17.25 WITA
Sampai di Gilimanuk, disitu penumpang harus turun untuk dicap surat rapid antigennya ke petugas kesehatan pelabuhan disitu, dan juga dilihat surat bukti vaksin. Selanjutnya kembali naik ke armada.

Beruntung saat masuk pelabuhan langsung dapat kapal yang pas, saat itu bareng sama GH Jurusan Yogyakarta dengan julukan Sultan Dewata.
Sampai di Kapal Feri ada aksi bocah yang terjun dari feri dengan mengharapkan imbalan dari penumpang seikhlasnya, mirip apa ya kira-kira

18.30 WITA /17.30 WIB sandar di Pelabuhan Ketapang
Nyebrang kurang lebih setengah jam, yang lama adalah memang antri kapal sandar di pelabuhan, juga nunggu kapal full dulu dan juga antri keluar masuk kapal, serta saat itu juga GH Yogyaan yang pindah parkir sebelumnya di tengah lalu geser ke pinggir, jadi membuat waktu semakin lama. saat itu posisi bus berada di belakang, jejeran sama Gunung Harta Yogya Sultan Dewata.

20.00 WITA / 19.00 WIB Masuk Rumah Makan
disini penumpang dibagikan kupon makan saat di atas bus, lalu setelah turun kupon tersebut diserahkan kepada rumah makan, disini makan ambil sendiri, jadi bisa menyesuaikan sesuai kebutuhan masing-masing. Kesempatan ini juga saya manfaatkan untuk ke toilet dan sholat jamak Mahrib dan Isya.

19.30 WIB
Bus diberangkatkan kembali, Kurang lebih istirahat setengah jam saja, waktu yang cukup tidak kurang dan tidak lebih untuk istirahat penumpang bus, karena pernah naik STJ istirahatnya 1 jam itu terasa terlalu lama, entah sekarang STJ sudah dibenahi apa belum mengenai waktunya. Dalam perjalanan ini sempat terjadi insiden pelemparan batu oleh pengendara CBR. Sebelumnya juga kejadian serupa dan pada malam yang sama yaitu malam minggu.

21.45 WIB
bus melewati PLTU Paiton, dimana kalau malam keliatan sekali lampu-lampunya. Setelah itu lebih banyak dihabiskan untuk tidur karena memang mau menikmati depan juga terhalang topi. Bus melalui Probolinggo, masuk tol Probolinggo Barat, gas ke barat.

1.30 WIB
Masuk terminal Madiun

4.30 WIB keluar tol Solo
4.50 WIB Keluar Gerbang Tol Boyolali, karena ada yang akan turun di Boyolali

Itulah sedikit catatan perjalanan saya,
Read More...

Sunday, July 28, 2019

Sinar Jaya Kecelakaan

entah ini ngantuk atau apa, padahal termasuk jajaran bus santai, istirahat juga santai, ataukah engkel, kita tidak tahu

Yoris menjelaskan, kecelakaan itu bermula saat kendaraan Bus Sinar Jaya bernopol B 7021 IZ melaju dari arah Jakarta menuju Cirebon. Saat tiba di KM 133.900 Tol Cipali, sopir bus, Jaenal Abidin, diduga kurang antisipasi dan tidak menjaga jarak aman sehingga menabrak kendaraan Truk Fuso bernopol K 1877 AC yang berada di depannya.

Setelah menabrak truk itu, kendaraan bus oleng menyebrang jalur dan menabrak kendaraan Toyota Avanza bernopol BE 1599 AJ yang sedang melaju di jalur berlawanan. Akibat kejadian itu, tiga orang meninggal dunia, dua orang luka berat dan tujuh orang luka ringan.
sumber nasional republika
Read More...

Sunday, February 10, 2019

Gunung Harta Kediri Jakarta

Postingan kali ini adalah catatan saya saat menjadi penumpang Gunung Harta jurusan Blitar Jakarta, dimana yang berbeda dari trip sebelumnya, adalah adanya jalur baru yaitu jalur tol, apakah waktu tempuhnya lebih cepat ataukah sama saja seperti dulu sebelum ada tol?
Silahkan baca catatan perjalanan yang terdahulu untuk membandingkan.

Pesen tiket bus via Whatasaap, ternyata armada yang mengantarkan saya nanti adalah armada Gunung Harta dengan dapur pacu SCANIA nomor polisi 7177, harga tiket terkena tarif liburan menjadi sebesar 280 ribu.
Siap di Terminal Tamanan Kediri pukul 12.00, namun bus baru datang jam 13.30, telat karena menunggu bus rusak.

Bus berjalan menuju Terminal Ladang Nganjuk, lalu menuju ringroad ke arah timur, menuju pintu tol lalu keluar di daerah Caruban, lalu ke timur lagi menuju Terminal Caruban, setelah ambil penumpang lalu menuju Terminal Madiun melalui jalur non tol.
dari Terminal Madiun, bus menuju terminal Maospati, dilanjut ke Terminal Ngawi,


Pukul 17.00
sampai Rumah Makan, istirahat kurang lebih setengah jam
disini ketemu Gunung Harta dari Banyuwangi dan Gunung Harta dari Jember, wah sekarang mereka memanfaatkan tol, Surabaya, Solo, lalu Semarang, tidak lewat Rumah Makan Tuban di Pantura
Selain Gunung Harta, juga terparkir dengan manis Jetbus HD3 Bus Eka Cepat dari Purwokerto yang menuju Surabaya

Pukul 17.30
lepas jangkar dari Rumah Makan Duta, bus balik ke timur lagi untuk menuju pintu Tol,

Perjalanan di Antara Tol Ngawi keluar di Pintu Tol Sragen, dari Pintu Tol Sragen ini bus ke Timur lagi, padahal arah Jakarta kan ke barat, hal ini karena Terminal Sragen memang arahnya masih ke timur,

Pukul 18.30
Menjemput penumpang di Terminal Sragen
, lepas terminal Sragen, masuk tol keluar di Pintu Tol Palur,

Pukul 19.30 sampai diTerminal Tirtonadi Solo
Lepas Tirtonadi, bus lewat jalur non tol, jalur Solo Semarang yang saat ini terlihat lengang sejak dibukanya tol Solo Semarang, menuju Terminal Salatiga tidak menemui kemacetan yang berarti seperti dulu sebelum ada tol, biasanya macet terjadi saat masuk Ampel, dan juga saat di jalur sempit Klero, namun kali ini cukup lancar, dan bus bisa ngegas dengan lebih kencang.

Pukul 21.00 sampai di Terminal Tingkir di Salatiga, setelah itu langsung masuk Tol, sampai Jakarta.

Perjalanan terasa amat membosankan karena pandangan mata terhalang oleh topi dan juga tidak adanya acara show opera vantura seperti jaman dahulu. Sehingga saya lebih memilih tidur dan berisitirahat. Entah ini idenya dulu darimana ya pake topi topi seperti ini, ditambah lagi kaca di atas topi diberi lapisan yang lebih gelap, sehingga penumpang tidak berkesempatan memperhatikan kondisi jalan, mungkin maksud dari desainernya pengen biar penumpangnya ga takut naik bis kali ya, jadi pandangan lalu lintas ke depan ditutup sedemikian rupa, padahal kan kalau takut bisa milih kursi di tengah.

Kesimpulan

Read More...

Monday, April 16, 2018

Haryanto Paradise

Catper seru dari mas rio, silahkan dibaca, ini bukan catper dari saya ya.


Rio Handoko
7 hrs
"Tanggal 15 Ono rencana ngulon Ra bro?". Sedikit pesan singkat dari rekan sehobby saya mas Eka Taufiq Akbar. Ndak pakai lama saya balas pesan singkat mesra tersebut. "Ono mas, piye? Meh bareng?" kepo ku. Melalui text WhatsApp, beliau cerita kalo ditanggal itu mau bareng 020 Paradise yang di gagahi Pak Bero dan mas Nono. Hari itu memang masih jauh dari hari H keberangkatan, karena di kalendar hari itu masih masuk tanggal 6 April 2018. Tanpa pikir panjang saya balas text cerita dari mas Eka, yang secara tersirat mengajakku bareng itu, wkwkwkwk, "Aku pesenke sekalian, tak transfer langsung". Tidak pakai lama, Mas Eka membantu saya memesankan tiket di agen Sukolilo untuk mengamankan seat CD untuk beliau, dan seat nomer 2 untukku. Alhamdulillah.. ngga lama kemudian Mas Eka memberi kabar baik bahwa kami berdua sudah masuk di manifes penumpang di tanggal 15 April 2018. Semoga tidak perpal, mengingat keberangkatan masih sangat lama, masih ada waktu untuk memantau di grup ini, hihihi.
Hari terus berjalan. Selama menunggu hari H keberangkatan, saya dan Mas Eka main tebak-tebakan via WhatsApp. Apakah perpal atau tidak, apakah pas jatahnya Pak Bero atau tidak. Dibuat degdegserrr lah selama nunggu hari H itu.
Singkat cerita, tibalah hari Minggu, 15 April 2018 itu. Saya dan mas Eka sudah janjian di agen Kalibanteng Mbak Fitri. Tapi, Ndakjadi. Dikarenakan 020 Ndak masuk Kalibanteng dan kami berdua diarahkan nunggu di Pom Bensin Krapyak. Saya tiba di pom bensin Krapyak pukul 19.15. Dan disusul mas Eka pada pukul 19.30. Sambil guyon dan memantau armada2 yang sudah lebih dulu melintas di Krapyak, kami menunggu HR 20 Paradise dengan perasaan tidak sabar. Hihi. Maklum lah, bis ini bukan bis biasa.. (IYKWIM)
Pukul 19.55, bis yang kami nanti dan kita tunggu akhirnya datang juga. Dengan ciri khas lampu Strobo dan klaksonnya, kami disambut keramahan Mas Wahyu yg membukakan pintu dan dipersilahkan untuk segera masuk kedalam bis. Sempat mampir agen Krapyak sebentar untuk memenuhi data manifes penumpang dihari itu, tidak lama. Hanya beberapa menit. Pukul 20.00 tepat angkat jangkar dari Krapyak. Mas Nono yg bertugas driver pinggir malam itu tidak menginjak gas dengan pelan, tapi langsung menginjak gass dengan 'ganas' dan 'meyakinkan'. Satu persatu bis, truk, dan kendaraan kecil didepannya di Overtake dengan manja dan yakin. Tidak jarang juga, mas Nono memencet klakson untuk memastikan jalanan didepan aman dari gangguan. Konstan dan tenang, begitulah pembawaan beliau. Istilahnya kalo di buku² jadul menyebutnya "Diam-diam menghanyutkan". Sempat adu kelincahan dengan New Sh*antika, dan PO Menara Kudus yang lain. Singkat cerita, pukul 20.43 memasuki Pom Bensin samping Sari Rasa selama 17 menit. Disini sangat banyak armada menara Kudus yg lain yang juga isi solar. Sudah jadi rahasia umum sih ya, kalo PO Haryanto mengisi Solar disini. Hehe. Pukul 21.00 tepat kembali melanjutkan perjalanan dan tiba di RM MK Gringsing 10 menit kemudian. Istirahat, dan makan, foto2 kami lakukan masing2 demi mengabadikan momen manis tersebut. Sambil menebak-nebak, "Pak Bero jadi naik ngga sih?". Beberapa menit sebelum 'atret' untuk melanjutkan perjalanan, Pak Bero menyapa Kami berdua dengan salaman hangat beliau. Sedikit kalimat meyakinkan beliau yg saya ingat sampai menulis cerpen alakadarnya ini, "Isih jam Piro iki? Alah, isih jam yahmene. Nek trimone ngoyak jam kerjo, isih turah wektu" (Masih jam berapa ini? Ternyata masih jam segini. Kalo cuman ngejar jam kerja, masih sisa waktu). Tak lama kemudian Pak Bero masuk ke Kabin dan menempatkan diri di singgasananya. Tak lama juga saya segera naik, dan Ndak sabar seperti apa sih style beliau. Hehe.
21.40 start RM MK Gringsing. Melibas satu persatu kendaraan didepannya. Ada beberapa PO juga yg menjadi korban "keganasan" beliau. Kalem, cepat, tepat, dan 'titis' adalah penilaian pertama saya kepada Pak Bero ini. Jarang menyentuh rpm maksimal, tapi tetap meraih kecepatan maksimal di kepadatan lalu lintas malam itu. Tidak banyak bicara, tidak banyak "misuh" dan tetap tenang adalah karakter lain dari beliau. Sambil guyon2 bareng sama saya dan mas Eka beliau menyuguhkan "Pak Bero Style" malam itu. Mungkin disini ada yg pernah bareng pak Ali Kantong & Mas Agus Barongan 023 Sensation, lha itu kurang lebih sama. Sama sama "sadis". Ndak bisa membayangkan kalo dua armada ini ketemu, bakal menjadi the real panturace di malam itu. Tapi mimpi itu blm bisa terwujud karena 023 dari barat malam itu.
Sempat terjebak kemacetan di Batang beberapa menit, tapi bukan tantangan berat bagi Pak Bero untuk buka jalur 3. Masih tetap tenang dan kalem menguasai malam itu. Belum menemukan lawan berarti sepanjang Gringsing - Tegal. Baru di petak Tegal - Brexit diikuti HR 036 - Kanjeng Guru yg kalo tidak salah dipunggawai mas Yudi (mohon maaf kalau salah). Cukup sengit kengototan mas Yudi ini. Sampai Pak Bero sendiri terheran-heran dengan style Mas Yudi. "Iki jane Yudi ngoyak opo to? Kok mosak masik men" (Sebenernya Mas Yudi ngejar apa sih? Kok mosak masik sekali), sambil sedikit tertawa. Memang, cukup ngotot untuk mengovertake mas Yudi ini, tapi belum berhasil.
Pukul 00.15 : Masuk GT Brebes Timur dan kembali berhadapan dengan HR 036 tadi. Hanya ini, yang menjadi lawan berarti malam itu. Tapi, tidak pakai lama Pak Bero menyentang dengan manis HR 036 yang sebelumnya sudah berhasil menyentang di awal masuk Brebes Timur tadi. Tapi, pak Bero hanya tertawa dan hanya melihat goyangan Mas Yono itu. Tidak pakai lama, tidak lebih dari 2 menit, bis berbalut body limited edition dari Morodadi Prima itu berhasil dicentang oleh Pak Bero Sambil tertawa.
Sangat ramai traffic malam itu, dan beberapa kali terjebak kemacetan. Hingga saya tertidur sebentar. Karena padatnya lalu lintas, tidak banyak aksi lagi yg disuguhkan pak Bero. Dan saya dan mas Eka tertidur di alam bawah sadar masing2. Walaupun tidak pulas, tapi lumayan lah untuk mengistirahatkan mata sejenak. Ada beberapa titik kemacetan sepanjang Gringsing sampai Cikarang yg disebabkan kecelakaan, ataupun truk mogok. Jadi, mau Ndak mau melintas Cikarang agak siang.
Pukul 04.45 saya mengakhiri perjalanan di Cikarang Barat, guna melanjutkan perjalanan kembali ke kantor sebelum jam absen masuk. Ndak lupa, saya berpamitan sama Mas Eka yg turun Pulgeb, dan tak lupa juga berterimakasih sekaligus pamitan sama Pak Bero dan Mas Wahyu. Cukup memuaskan perjalanan malam ini. Silahkan mencoba jika penasaran. Sekian.
Mohon maaf apabila ada kesalahan penulisan nama / kalimat di cerpen amatir saya ini. Dan terimakasih sudah menyempatkan membacanya, semoga bisa menghibur sedikit. Hehe.
Special Thanks : Allah SWT, Mas Eka, Pak Bero, Mas Nono, Mas Wahyu, dan semua kru yang terlibat. Semoga bisa bareng lagi dikesempatan lain.
Terimakasih
Read More...

Wednesday, January 10, 2018

Untuk sebuah nama, rindu tidak pernah padam.

Sebuah catatan perjalanan

Senna Aditiya
January 8 at 5:55am
Adalah ketika aku naik bis kekinian Sudiro Tungga Jaya yang lagi hits dan jadi perbincangan dimana-mana, bigtop milik Gajah Mungkur dengan sombongnya melenggang, mempertontonkan elok tubuhnya yang baru saja berganti klambi.

Apakah ini saatnya? Setelah kodian alasan kuberi pada memoriku kala ia menagih janji untuk kembali. Maklum, tumbuh besar dan menjalani banyak ritual mudik bersama laskar pohon kelapa tentu menciptakan ruang-ruang kenangan tersendiri dalam kepala ini.

Macam disulut api, kerinduan ini jadi makin nyata nyalanya.

Sesampainya di rumah, via whatsapp, kuajukan maksud diri untuk jadi penumpang bigtop pada Mbak Desy agen Terminal Kartosuro.

Bangku satu, keberangkatan 7 Januari 2018 resmi, sah jadi punyaku selama kurang lebih 12 jam perjalanan.

2 jam setelah azan dhuhur berkumandang, kaki mantap menjejak Kartosuro yang diguyur hujan dengan intensitas yang ogah-ogahan. Kuambil tiket pesananku, selembar kertas berwarna identik dengan janda sudah dalam genggamanku.

Jam 3 sudah berlalu 30 menit yang lalu, tapi yang dinanti belum mewujud. Masih ramai dengan bis-bis dua lantai milik Indomaret dan Alfamart, cuma perumpamaan jika kalian paham maksudku.

Detik demi detik terus bergulir tanpa peduli, tanpa lihat kanan-kiri. Diri ini semakin dirundung kerinduan yang mendalam kepada gajah-gajah Ngadirojo yang jadi andalan mudik keluarga sejak dahulu kala, sebelum ada istilah spok-spok, sebelum banyak anak-anak tanggung dengan kamera dslr foto-foto bis kekinian, bis banter, bis idola mereka.

Sembari menunggu, sembari mengingat-ingat kapan terakhir aku naik Gajah Mungkur? Jawabnya bukan ada di ujung langit yang harus kita kesana dengan seorang anak. Jawabnya, terakhir aku jadi penumpangnya ada dalam hitungan tahun sebanyak jari pada dua tangan. 10 tahun yang lalu. Bukan waktu yang sebentar, bukan waktu yang singkat, yang ku lalui dengan bermacam bis dari mana-mana, tanpa terselip nama Gajah Mungkur di dalamnya.

10 menit sebelum genap setengah lima, bis dengan warna dan livery yang tidak asing dalam memori ini, berjalan santai memasuki Kartosuro dengan hujan yang masih betah hadir sore itu.

Gagah, berkelas, rapi, mbois, menyenangkan, suka! Adalah kesan-kesan yang tertangkap kala diri ini benar-benar dihadapkan dengannya secara langsung.

Menyusuri sore dibawah hujan, di dalam kabih Gajah Mungkur mungkin jadi salah satu sore yang indah buatku. Perlahan tapi pasti, gak ngoyo, halus, santun di jalan. Ingin sekali tidur, tapi kerinduan menikmati perjalanan bersamanya berhasil mengeleminasi rasa kantuk ini.

Sore berganti petang, gajahku tak berjalan mosak-masik malah bisa dibilang santai tapi bukan di pantai.

19.04 Krapyak, masih dalam suasana hujan. Kenyamanan ini dikalahkan kerinduan yang makin menjadi-jadi. Menikmati malam bersama bis ini tentulah harus aku syukuri juga aku seriusi.

Tidak ada rasa dongkol juga keki kala lusinan bis dari berbagai merk mendahului kami dengan meninggalkan bunyi spok-spok. Harusnya memang seperti inilah, pelan tapi party. Eh, pasti.

Namun, jelang tempat isi perut, bis jadi banyak polah. 3 Garuda Mas, 1 Gunung Mulia didahuli dari kiri tanpa mampu membalas aksi gajah Ngadirojo ini.

Setengah jam lebih waktu yang diberikan bagi penumpang untuk menyantap makanan prasmana dimana untuk kelas bigtop dan super eksekutif jadi satu dibedakan dengan kelas vip dan eksekutif.

Seandainya saja esok aku tidak perlu menempelkan jempolku di mesin absensi pagi hari, pasti mata ini akan lebih kupaksa untuk menikmati detik demi detik bersama bis ini.

Gajah Mungkur (Fajar Big Top)
Kartosuro 16.20
RM Sendang Wungu 20.07
Cibitung 03.47

Disaat makin panjangnya koloni semut merah di bumi gaplek, santri-santri ngembal yang juga menjadikan Wonogiri sebagai pesantrennya, juga tamu-tamu baru ataupun yang akan masuk. Selalu ada tempat untuk pribumi, di tanahnya sendiri. Wonogiri Sukses bukan milik bis tinggi dua lantai, tapi milik pribumi yang berjalan santai tapi pasti.

Untuk sebuah nama, rindu tidak pernah padam.

Gajah Mungkur Mania
Read More...

Tuesday, June 20, 2017

Tarif Bus Sugeng Rahayu Surabaya Yogya Purwokerto Tasikmalaya Bandung


UPDATE 7 MARET 2018
Jadwal TERBARU BISA DILIHAT DISINI


Sumber merambah Jabar Jatim, entah ini beli rutenya siapa atau buka baru ane gatau, saya share sebagai informasi saja bagi yang nyasar ke blog ini ya gan, siapa tahu bermanfaat, terima kasih.
Tarif Bus Sugeng Rahayu Surabaya Yogya Purwokerto Tasikmalaya Bandung
Berlaku mulai 18 Juni sampai dengan 19 Juli 2017 Pukul 23.59 WIB



Tarif Bus AC Tarif Biasa



Jadwal Keberangkatan Jember Probolinggo, Bandung, Yogya, Semarang dsb
Data ini diambil dari grup fb SK Loverz grup pada tanggal 20 Juni 2017, sehingga data bisa saja berbeda suatu saat

Update data 20 Desember 2017
Jadwal Update Jember_Cilacap.
Revisi: Angkatan k2 Cilacap_Jember Perkiraan Kedatangan Jam 13.00 Bkan 18.00..

Update info Feb 07 2018
ukuh Prasetyo‎ to SK LOVERZ
February 5 at 7:31pm ·
Pemberitahuan.!!
Perubahan jam pemberangkatan Bus Cepat Sugeng Rahayu Jember-Cilacap...

Yaitu :
* Jam pertama : 15.00 (tetap)
* Jam kedua : 17.00 (maju 20 menit)

Perubahan terjadi dikarenakan :
1. Faktor kondisi jalan yang kerap macet sepanjang Jember - Probolinggo...
2. Mengindari keberangkatan awal dari Jember yang hampir sama dengan Mila Jogjaan...
3. Menambah jam istirahat kru di Cilacap karena jam istirahat di Jember sudah cukup lama kurang lebih 5 jam...

BAGI CALON PENUMPANG yang akan menggunakan jasa Bus Cepat Sugeng Rahayu Jember - Cilacap diharapkan datang minimal setengah jam sbelum keberangkatan bus yaitu pukul 14.30 & 16.30...

Sekian terima kasih...



Read More...

Tuesday, January 17, 2017

Desain Kaca Bus

Pas Naik Ultimanya Damri, kelihatan sekali dari dalam bahwa desain kaca pada bus ini memang benar-benar kaca seperti tampak dari luar, karena ada beberapa body bus dimana kalau dilihat dari luar, kaca di samping bus seolah-olah melebar dari atas sampai bawah mengikuti desain bus, tapi setelah melihat dari dari dalam, desain potongan kaca samping tidak seperti yang terlihat, dan ternyata warna hitam yang tampak dari luar bukan berfungsi sebagai kaca, namun kamuflase seperti kaca. Seperti pada contoh gambar di bawah ini.
bentuk body samping jetbus hd2 (riorefaldi.blogspot) (Warna hitam tidak semuanya adalah kaca, tapi sekilas merupakan kamuflase seperti kaca)

Kemarin pas saya duduk di kursi paling depan, saya memperhatikan kaca samping bus Ultima yang saya naiki, yang ternyata memang benar-benar mengikuti bentuk potongan kaca dari luar. baik dilihat dari luar maupun dalam memang benar-benar sama. lihat saja dibawah ini
lihat di bagian kaca sampingnya, mengikuti model busnya seperti tampak dari luar

sebenarnya kalau kita perhatikan masih ada contoh model bus lain yang kaca samping busnya benar-benar mengikuti model busnya seperti yang pernah saya lihat pada All New Grand Tourismonya Eka yang seperti ini
mobilkomersial

Baik yang menggunakan cara kamuflase maupun yang tidak masing-masing pasti memiliki pertimbangan tersendiri ya, misalnya pertimbangan efisiensi, tingkat kesulitan dan lain sebagainya, namun yang jelas, penggunaan kaca yang lebih luas memiliki kelebihan seperti ruang pandang sopir yang semakin lebar, dan tentunya sangat berpengaruh pada kontrol sopir dalam menguasai kondisi sekitar.
mungkin ada yang pernah lihat yang lain?

Read More...

Friday, January 6, 2017

Nomor Agen Bus Haryanto area Jakarta

Karena belum ada yang naruh nomor agen haryanto terbaru di google, maka saya berinisiatif naruh di mbah google, supaya orang yang nyari gampang nemunya, sebenarnya bisa sih dicari di grupnya ha er sendiri, namun dengan syarat harus memakai pc, karena kalo pake android smartphone, menu carinya tidak ada, jadi susah dapatnya, karena foto nomor agennya sendiri pasti sudah tenggelam oleh postingan yang lain.
saya upload agen resmi haryanto, semoga bermanfaat, nomor ini saya ambil dari grup ha er
Catatan : Nomor ini saya ambil saya ambil dari grup haryanto Bulan Januari 2017, nomor bisa berubah sewaktu-waktu. bagi kalian yang punya nomor yang paling update, silahkan posting di komentar, bagi yang pengen nomor agen lain, atau pengen tanya lebih lanjut itu kode area mana dsb, bisa langsung bertanya di grup haryanto.
TP Tanjung Priok
RM yang bawah itu agen Pulo Gebang
Read More...

Wednesday, September 28, 2016

Pelari

Roadrunner nama burung yang berasal dari Meksiko, bagi kalian mungkin pernah mendengarnya melalui serial kartun televisi yang digambarkan sebagai burung yang berlari sangat cepat. Mungkin itulah yang menjadi salah satu inspirasi pawang saat akan mengambil julukan yang dialamatkan pada armada yang memiliki body Zeppelin. Hanya bedanya kalau di kartun burung tersebut memiliki sifat licik sering digambarkan mengelabuhi serigala yang akan memangsanya, namun bila melekat pada sebuah armada bukan itu juga maksudnya. Sebenarnya lagi pastinya juga bukan bermaksud ingin menggambarkan kebanggaan akan suatu kecepatan, karena apalah artinya speed, la wong juga bukan balapan, yang sebenarnya ada juga orang memang benar-benar menyukainya dalam diam.
Kembali di jalur dua arah, motor kupacu sedikit lebih kencang agar sampai di agen tepat waktu, beberapa kali hp di kantong bergetar, tidak lain tidak bukan adalah panggilan dari mas agen yang mengabarkan armada sudah sampai teras dengan menggunakan bahasa jawa halus sebagaimana tata krama dalam bahasa jawa untuk orang yang belum kita kenal, yaitu menggunakan boso kromo alus. “bis e mpun dugiTeras, cepet ten agen”. Itulah sms yang sempat kubaca setelah turun dari motor. Sesampai di agen, “Telpun ga di angkat?” aku cuman nyengir, “la lagi motoran”. Beliau pun paham. Pasrah nanti dapat bus dengna nomor lambung berapa, karena bebrapa kali naik dari agen sini tidak pernah dapet sopir yang “ses”. Ditulisnya angka 136 di lembaran tiket, prediksi saya adalah nanti pasti bobomania, karena pengalaman sebelumnya memang demikian, terutama sopir tengah.

Jam setengah empat bus melewati jalan raya dua arah yang lengang, empat lajur jalan benar-benar dimanfaatkan, miyak-miyak tapi hanya sekali saja, karena memang kondisinya tidak memungkinkan.

Pembawaan sopir pertama yang lincah membawa armada sampai di Krapyak sekitar pukul 6 sore walau duduk di seat kedua, saya dapat merasakan bahwa selama di Pantura, 136 aktif mencari jalan, tidak menunggu kosong baru lewat. Pindah ke kiri ke kanan, namun tetap memperhatikan spion, walau lajunya lincah seperti itu, tapi tetap dilakukan dengan penuh perhitungan dan kesabaran, klakson digunakan sebagai pemberi peringatan, bukan sebagai pelampiasan.

Jam 7 malam sampailah di rumah makan menara kudus dan bertemulah dengan tim selatan, karena tim utara memang belum saatnya tiba disini. Ritual wajib segera dilaksanakan penglaju tersebut, sholat, toilet, makan.
Tibalah saatnya 136 persiapan berangkat, panggilan melalui speaker membuat orang-orang yang tadinya turun, kembali menuju armada. Saya pun juga kembali duduk di seat nomor dua dari depan, dan tidak ada yang bisa diharapkan hadirnya opera van tura, karena pengalaman yang lalu demikian. Bahkan saat sopir naik musik bernuansa slow diputarnya.

Keluar dari rumah makan dipandu satpam di jalan untuk memberikan aba-aba agar kendaraan bisa lewat. Ternyata perkiraanku malam ini meleset jauh. Sopir tengah lebih lincah daripada yang kuduga. Lincah dalam arti cepat, bukan ngebut, atau dengan emosi, tapi tetap sabar. Tidak menyalahkan siapa-siapa di jalan, hanya berusaha sekuat tenaga, ada truk lambat ya sabar, ada celah ya nyalip, sopir tengah ini bukanlah tipikal sopir-sopir yang manja, dikit dikit nyalahin motor, dikit-dikit nyalahin truk, semua serba salah. Benar-benar mantab. bus bus lain yang dijalankan dengan malas di overtakenya satu persatu, LP, GM, lewat, namun satu yang seru saat di depan ada Santoso yang berjulukan Histeria.

Walau keliatannya bus tua, tapi lajunya tak kalah, wus wus, seset kiri-seset kanan, namun tetap memiliki kesabaran disaat ada motor di depan atau ada truk yang berjalan pelan di depan. Sopir 136 yang cenderung anti convoy mencoba mencari celah dengan penuh perhitungan dan kesabaran, tidak grusa grusu, namun tetap anggun dalam menggoyang ke kiri dan ke kanan. Sedangkan pemandangan di depan masih terus berkutat dengan si Santoso Histeria yang mencoba berlari. 136 yang memiliki dapur pacu RK8 ini dengan mudahnya nempel-nempel Histeria, sebenarnya kalau dalam trek lurus sebenarnya Histeria ini bisa di overtake dengan mudah, namun 136 tetap sabar mengikuti liukan Histeria. Malam itu 136 seperti menemukan jiwanya. Sabar, tangkas, cermat, tak membuang-buang waktu. Sayangnya hal ini sering disalah kaprahi orang dengan menganggap ini sebuah pengejaran, pembalasan, balapan, dorong, sebuah analogi yang menurut saya kurang tepat yang ujungnya menimbulkan sesuatu hal yang negatif, padahal sebenarnya bukan itu.

Jalur yang naik turun, berbelok ke kiri dan ke kanan antara Batang Pekalongan, memang harus menuntuk para sopir malam hati-hati. Terutama saat berada dibelakang body yang cukup lebar, apakah didepan ada becak? Apakah di depan ada motor yang berjalan pelan, ataukah ada pejalan kaki, atau ada sepeda pancal yang lagi berjalan, semua itu haruslah dimanajemen oleh punggawa punggawa malam itu.

Akhirnya Histeria yang berlari terpaksa harus mengalah disaat 136 tepat nempel di belakangnya dari lajur kiri, 136 memang dari tadi sudah menempel Histeria, dan tentu saja dengan kondisi psikologis di jalan, Histeria lalu ngerem memberikan jalan. Sebenarnya si Histeria ini masih berada di depan 136 beberapa centimeter, boleh saja si Histeria langsung ambil kiri karena di lajur kanan ada truk, namun melihat kondisi spion dia yang terlihat sekali dim dim an 136 yang meminta jalan, akhirnya dikasihlah 136 jalan. Tanpa menyia nyiakan kesempatan 136 menyalip Histeria. Hal seperti ini kadang ada dua pandangan bagi para oknum maniak, maniak 136 mengatakan, wiih hebat bisa nyalip ini, oknum maniak STS, Haryanto bisa lewat karena dikasih jalan. Ini kalau saya posting video kurang lebih mereka pasti komentar seperti itu, karena mereka gak ngerti, taunya ini nyalip ini ini disalip ini.

Yang paling gak paslagi, ada dua bus memang lagi convoy beda po, trus ada yang komentar bis ini ga bisa nyalip ini, yaelah nak nak, pemahaman oknum maniak yang masih tidak tepat.
Overa Pantura hanya berhenti sampai Brebes saja, karena perjalanan selanjutnya dilalui lewat tol yang buat saya kurang menarik dan saya memilih untuk tidur.
Read More...

Wednesday, August 17, 2016

Tunggal Dara Putera Junior Eksekutif


Pengalaman naik tunggal dara putera, pas arus balik kemarin, beli tiket di Agen Krapyak, waktu itu harganya masih belum turun, beli tiket harganya 325 ribu untuk kelas junior eksekutif, entah ini dikasih embel embel junior buat apa, juga kurang paham juga apa hubungannnya antara po tunggal daya, tunggal dara, sama tunggal dara putera. Apakah hubungannya adalah ayah dengan anak, atau gimana saya juga kurang paham, kali ini ane pengen share aja perjalanan dengan bus ini.
Beli tiket paginya, nyari di agen laju prima, mau beli tiket Laju Prima yang ternyata harganya cukup mahal 370 ribu pas arus balik, akhirnya ane pilih pilih lagi mau naik apa, akhirnya sama bapaknya ane dikasih bus timbul jaya yang memang ane pesennya yang kelas ekonomi saja, akhirnya ane deal dengan bapaknya dengan harga tiket sebesar 300 ribu dengan jadwal berangkat jam 6 sore, siap di agen jam setengah enam.

Waktu yang ditunggu pun tiba, ane datang sekitar pukul setengah enam seperti yang dijadwalkan, sampai di agen, ternyata Bus Timbul jaya yang dijanjikan jam enam dijadwal ulang menjadi jam 8 malam atau kemungkinan besar lebih malam. Ane pun ditawari untuk naik tunggal dara putera ini, yang busnya sudah parkir di seberang jalan menghadap arah timur, namun dengan syarat menambah ongkos sebesar 25 ribu. Menurut info bus akan berangkat setengah tujuh. Ok akhirnya ane deal.

Ternyata bus baru diberangkatkan sekitar jam 8 malam karena kemungkinan besar untuk mengisi seat yang masih kosong, mengandalkan dadakan dadakan yang pengen pergi ke Jakarta agar bisa bekerja senin pagi.

Bus diberangkatkan, di perjalanan bus ini sering diasapin bus lain, bahkan sama langsung jaya yang kelas ekonomi. Bawaan sopirnya adalah pasrah, tidak ada inisiatif atau usaha agar waktu tempuh menjadi lebih hemat, tidak ada usaha untuk membuka celah, sopir hanya mengandalkan kendaraan di depannya minggir, kalau ga minggir minggir yaudah dibelakang terus sampai kalau sudah sepi baru diovertake. Tapi memang karakter nyopir bis beda beda ya, ada yang pasrah pasrah saja, ada juga yang nyari celah, seser kiri seser kanan. Yaudah kita nikmati saja perjalanan ini dengan tidur yang nyenyak.

Tidak berhenti makan

Ternyata bus ini tidak berhenti di rumah makan batang seperti bus bus pada umumnya, jadi ya langsung bablas,

Goyang kanan

Pas macet macetnya di tegal, entah siapa yang memulai, sebagian bus akap goyang kanan, karena arah timur yang relatif sepi, pertama kali masuk lancar, tapi setelah melewati ratusan kendaran yang antri, kemacetan mulai merambat ke jalur 3, kendaraan yang goyang kanan mulai pelan-pelan dan berhenti ikut ikutan macet. Disini terjadi kejadian, ternyata di depan posisi bus yang goyang kanan ngunci sama kendaraan yang menuju arah timur, hal ini karena bus pas mau masuk ke jalur yang benar bus harus ambil ancang-ancang melebar ke kanan, karena jalur masuknya memang sempit jadi bus harus memposisikan dirinya melintang agar bisa masuk sela sela separator tersebut. Pantesan kok dari tadi jalur empat diblong mulu, jalur 3 gak jalan jalan dari tadi, ternyata jalur empat ini kalau yang paling pas untuk masuk sela tersebut, sehingga posisinya lebih lancar daripada jalur tiga. Posisi ngunci terjadi karena pas bus yang mau ancang-ancang ambil jalur empat, eh kendaran dari arah barat maju akhirnya terjadi posisi yang saling mengunci, kendaraan dari belakang berhenti pas nutup sela terhalang bus-bus yang goyang kanan tadi, sementara bus di jalur empat nunggu kendaraan dari barat tersebut lewat, sampe sampe bus ane pun harus mundur beberapa meter agar mengurai simpul yang mati. Memang jalur dari barat yang tadinya sepi setelah bus ane lolos, ternyata dibelakang panjang juga ternyata.

Nyampe di pinang ranti sudah menunjukkan sekitar pukul 7 pagi. Kendaraan sudah ramai, dari pinang ranti bus dilanjutkan menuju Pasar Rebu lalu ke Lebak Bulus.
Read More...

Saturday, March 12, 2016

Muji Jaya Citra Mandiri Trans CM17

Gak seperti agen-agen yang lain, pas pesen 5 hari sebelum keberangkatan, langsung saja bapak agen langsung nulis kode bus CM 17 di lembar tiketnya, masih penasaran ini pelari apa bukan ya, karena jarang terlihat postingan tentang si CM 17 ini di dunia maya. OK, tinggal menunggu hari, pada hari H, saya datang ke terminal Rawamangun, jam 6 sore, padahal di tiketnya ditulis kumpul jam 17, berangkat jam 18.00, iya setahuku biasanya bus bus pada berangkat jam setengah tujuh malam. dan ternyata benar Bus bermesin Mercedez Benz OH 1626 itu masih bergeming di tempatnya sampai pukul 18.30. Pada jam itu pula Bejeu Berkode B47 entah apa julukannya juga mulai bergerak, HR 90 New Shapira sudah berangkat duluan tadi,

pada saat berangkat ini si B47 langsung belok ke kanan menuju arah Pemuda, sedangkan si MJCM CM 17 Bergerak ke kiri akan melewati cipinang, Seperti biasa jumat sore lalu lintas ramai, Apalagi Jakarta, paling macet pas lewat Jalan Raya Bekasi, sebelum lampu merah, dua lajur jalan penuh dengan kendaraan, macet sampai timur. di saat enak enak menikmati macet ini, wuss, Bejeu livery Kuning api, entah apa nama liverynya, yang jelas bukan livery black gold, tapi livery kuning yang biasa itu, melaju mulus di jalur Busway yang kosong mlompong, Si Bejeu ini sampai di Lampu merah langsung potong kiri, set, trus menghilang, ck ck ck, ini baru permulaan, nanti masih ada lagi.

Masuk Tol, jalannya bus ini santai banget, ga terlalu kenceng, kalau saya bilang samalaha kayak style soloensis, alon-alon asal kelakon. diasepin sama Haryanto entah HR Berapa,
di Cipali diasepin entah KD Berapa, nyalip langsung hilang, di Brebes juga diasepin Bejeu entah B berapa, juga langsung menghilang di depan. Mungkin karena ada Cipali ini ya jadi jalannya nyantai banget. MJCM ini nyampe terboyo aja jam setengah 4 pagi dengan style nyantainya. Harga tiket Haryanto, Shantika MJCM, Bejeu sama-sama 200 K, tapi larinya beda.

Oiya di rumah makan di Cipali ini MJCM berhenti sama Nusantara, trus disitu parkir juga Madu Kismo, la pas di rumah makan ini kan pas di pinggir jalan, sambil menikmati bus-bus yang lewat, eh ada bus Muji Jaya Livery Hitam yang bablas aja, ternyata beda ya servis makan Muji jaya sama MJCM. Sempet lewat juga ada Sinar Jaya, Kramat Djati.

Sepanjang perjalan ga ada overa vantura, apalagi adanya Cipali, ga bakal ketemu lagi jalur mulus Pantura Cirebon ke barat yang bisa dilalui dengan kenceng, karena begitu keluar Tol Cipali masuk Brebes ketimur jalanan bikin bus gemblodag, walau udah pake air sus, nyatanya pak sopir ga berani banter2, lubang jalan masih sering terdeteksi, lagi-lagi disini ketemunya sama truk, mobil, karena tidak ada opra pantura yaudah saya memejamkan mata saja.

Sampai Rumah makan, penumpang ga turun, cuman ganti sopir, entah aturan sebenarnya gimana, tapi kalo menurut saya emang enak gini sih, penumpang udah pada pw tidur pules juga soalnya. Tapi ga tau menurut yang lain, mungkin ada yang pengen berhenti pengen ke toilet, atau pengen turun meregangkan badan, kan ga tau juga.
Read More...

Monday, May 18, 2015

Jambore Bismania Community di Jepara.

Hari Sabtu, Sekitar jam dua siang, raungan sirine terdengar dari Alun-Alun Kota Jepara, terlihat dibelakangnya ada rombongan mobil diikuti puluhan bus besar, siapa mereka? ternyata mereka adalah rombongan para pecinta bus yang sedang melaksanakan kopi darat atau biasa mereka sebut Jambore Nasional Bismania Community. Siang itu, mereka bergerak / convoy perlahan dari Alun alun Pendopo Kabupaten Jepara menuju Pantai Bandengan, beberapa bus mengeluarkan klakson yang menambah ramai suasana convoy. Ini adalah bagian dari rangkaian acara jamnas yang diselenggarakan selama dua hari di bumi Kartini.
(lihat video convoynya disini :
http://youtu.be/QBe8Fn7AeSA)

Jambore yang dulu kita kenal berkaitan dengan pramuka saja, saat ini orang memaknai dengan arti yang lebih luas, dimana jambore tidak lepas dari hal-hal yang heboh, menarik, dan rasa persaudaraan.

Jambore Bismania Community merupakan acara pertemuan / kopdar / Family Gathering para pecinta bus yang diadakan hampir setiap tahun, jambore sebelumnya pernah dilaksanakan di Kudus, Yogyakarta, Salatiga, Bandung, Malang.

Jambore Bismania Community VI diselenggaran di Jepara selama dua hari yaitu pada tanggal 16 s.d. 17 Mei 2015, dengan jumlah peserta ratusan yang datang dari berbagai wilayah di tanah air. Sebagian besar peserta datang dengan menggunakan armada bus dengan total bus yang terdaftar adalah 47 bus baik dari Jawa, Bali, maupun Sumatera.

Selain diantar dengan bus-bus kelas eksekutif, rombongan jamnas terlihat ada yang diantar dengan bus yang bisa dibilang antik yaitu bus Mercedez Benz O 309 S milik Perusahaan Rokok Sukun yang dibawa peserta dari Kudus. Selain itu ada juga Bus dengan Gardan Ganda / double Gardan yang jarang kita temui di jalan raya dibawa dari Surabaya. Ada lagi peserta dari Yogyakarta dan Purwodadi yang membawa bus bumel non ac yang tentunya menambah sensasi jamnas kali ini. Selain bus besar, bus berukuran sedang juga terlihat disini. Berbeda dengan tahun sebelumnya, yaitu kedatangan bus-bus dari Sumatera.


Beberapa kegiatan Jamnas Bismania VI diantaranya :
1. Opening ceremony, sarasehan dan Talkshow di Pendopo Kabupaten Jepara dengan mengangkat tema “Bus dan Strategi Promosi Destinasi Pariwisata Indonesia dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015”
2.Pemecahkan Rekor Miniatur Bus terbanyak di Indonesia. (300 an miniatur bus)
3.Pameran galeri foto bis dan panorama wisata Indonesia karya anggota BMC.
4.Kampanye “Ayo Naik Bis” di sekitaran Alun-alun Jepara, dengan menggelar parade miniatur bis dari berbagai daerah di Indonesia.
5.Game Outdoor, foto session dan malam keakraban bersama di Venue Woodball Pantai Bandengan Jepara.
6.Menanam & deklarasi peduli lingkungan bersama dengan jajaran SKPD(Satuan Kerja Perangkat Daerah) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Jeparadan Owner/Pengusaha bis diwilayah Muria Raya.
7.Senam pagi bersama dan kampanye hidup sehat, diakhiri sayonara.

ada juga yang tak kalah penting masing2 peserta menandatangani deklarasi diatas selembar kain berisi Aksi pelopor keselamatan tertib lalu lintas Dari Satlantas Polres Jepara

Sebelumnya untuk mengikuti Jambore tersebut, peserta mendaftarkan diri pada masing-masing Koordinator wilayah (korwil) terdekat dan bisa juga melalui, panitia jambore BMC.

Berikut ini adalah 47 unit Bis yang digunakan Peserta Jambore Nasional BisMania Community ke-6:
Korda Sumatra: 1 : NPM
Korwil Lampung: 1 : Kramat Djati
Cilegon-Serang-Merak (CSM): 2: Bejeu + Harapan Jaya
Tangerang Raya: 2 : Haryanto 114+ Bejeu b30
Korda Jakarta Raya: 8 : SAN, Scorpions Holiday, Garuda Mas, Bejeu, Symphonie, Sinar Jaya, Haryanto 124, Laks,
Bogor: 1 : Lorena
Sukabumi-Cianjur (SuCi): 3 : Marissa Holiday+ IPOMI
Cikapur: 1 : Kramat Djati
Bandung: 2 : Nur Sinta Abadi + Scorpions Holiday
Masdusel: 2: Brilian + Anjana
Bregaslang: 1 : Brilian
Pekalongan : 1 : Coyo
Semarang: 2: d'nasima+ Golden Ways
DIY: 1: Maju Lancar
Solo : 1 : Tunas Merapi
Salatiga: 1 : Blue Star
Purwodadi : 1: Gandoz
ABC: 1: Roda Mulia
Kudus: 1: Sukun
Jepara: 3: Bejeu, Surya Bali, New Shantika,
Pati: 1: Thio Mega
Rembang: 1: Zidni Zilma
Wilis Raya: 1: Agam Tunggal Jaya
Pantura Rajakwesi: 1: Serenity
Tulungagung: 1: Wisata Komodo
Kediri : 1: Mahkota
Malang: 1: Indah Transport
Surabaya : 2: Pandawa87
Tapal Kuda : 1: Akas IV-Mila
Bali : Surya Bali 04

Jambore Jambore BMC sebelumnya
1. Jambore I Bismania 2007 di Kudus
Diadakan 1 Juli 2007 di Pool Nusantara Kudus
Informasi milist:
https://bismania.wordpress.com/2007/07/14/summary-of-road-to-kudus-sebuah-catatan-perjalanan-menuju-jambore-1-bismania/
Kunjungan: PO. Nusantara


2. Jambore II 2009 di Jogjakarta
· Diadakan tanggal 28 Februari-1 Maret 2009.
Informasi di Milist: https://groups.yahoo.com/neo/groups/BisMania/conversations/topics/36148
· Bis yang dipakai:
1. Gege
2. Blue Star
3. Prayogo
4. 99Transjaya
5. Sistrans
· Kunjungan:
PO. BIMO
PO. Prayogo

3. Jambore III 2011 di Salatiga
Diadakan tanggal 5-6 Maret 2011 di Salatiga
Informasi:
https://groups.yahoo.com/neo/groups/BisMania/conversations/messages/80858
Bis yang dipakai:
1. Blue Star: Banten
2. Laks 2unit : Jakarta
3. 23Queentrans: Jogjakarta
4. Royal Safari : salatiga
Kunjungan:
1. Safari Malam
2. Blue Star salatiga

4. Jambore IV Tahun 2012
Direncanakan di Jakarta, acara batal.
https://groups.yahoo.com/neo/groups/BisMania/conversations/topics/98901

5. Jambore IV Tahun 2013
Dilaksanakan di Bandung, tanggal 8-9 Juni 2013.
Info:
https://groups.yahoo.com/neo/groups/BisMania/conversations/topics/112666
Kunjungan:
PO. Kramat Djati Bandung
Armada yang digunakan:
1. Cipaganti: Banten.
2. Laks : Jakarta,
3. Blue Star: Jakarta,
4. Marissa Holiday 1836: Sukabumi-Cianjur
5. Pakar Utama: Bandung,
6. Zentrum matic: Jateng
7. Karya Jasa: Jogja,
8. WY transport: Solo
9. Madu Kismo: Jatim
10. Micro : Cikapur
11. Jasa Karunia: Garut

6. Jambore V Tahun 2014
Dilaksanakan di Malang, tanggal 17 Mei 2014
Kunjungan:
Karoseri Tentrem
Armada yang dipakai:
1. Haryanto 117: Banten
2. Blue Star MB1836: Banten
3. Garuda Mas: Jakarta Raya ft Cikapur
4. Gunung Harta: Jakarta Raya ft Cikapur
5. G M S: Jakarta Raya ft Cikapur
6. Bejeu b32: Bogor
7. Marissa Holiday: Cianjur-Sukabumi
8. Nursinta abadi: Bandung
9. Satria Muda: Masdusel ft Bergas
10. 23 Queen trans: Jogja
11. Ardian Trans: Jogja
12. WY transport: Solo Raya
13. Zentrum mk: Jateng
14. Royal Safari: Salatiga
15. Bejeu: Muria Raya
16. AM trans: wilis raya
17. Harapan Jaya: Kediri
18. Harapan Jaya: tulungagung
19. Cipaganti: Jatim
20. Dali Mas: Malang
21. 88trans: tapal kuda
22. GunungHarta: Bali

Shuttle Nusantara: Bojonegoro
Inova putih: lampung

https://www.facebook.com/bismania
milis yahoo bismania community
myspacenote.blogspot 2015
Read More...

Sunday, April 5, 2015

Langsung Jaya Semarang Jakarta Gunung Mulia Jakarta Semarang

\

Pesen tiket bus dari agen krapyak Semarang tujuan Jakarta, harga tiket 100 ribu, entah dapetnya yang seperti apa. Memang kali ini saya pesen bis ekonomi, murah, bus semacam sapu jagad. Yang jelas info dari agen seatnya 2 3 ber AC. Setelah ditunggu-tunggu, akhirnya busnya datang juga, Bus Langsung Jaya, tujuan Jakarta, bus yang terlihat sudah berumur, namun masih dipakai untuk mencari nafkah, fasilitas seat 2 3, ac didalam, mesih di depan, didalamnya masih terlihat bekas kejayaan masa mudanya TV tabung sebagai hiburan, di belakang masih ada toilet, deretan kursi paling belakang terlihat pula roda dua yang diikat, dibawa pemiliknya untuk keperluannya di sana.
Setelah masuk saya mencari bangku yang kosong, ternyata ada di bagian belakang. Perjalanan pun dimulai, tak lupa saya sesekali memencet catataan di HP saya sebagai berikut :Jam 19.24 bus diberangkatkan
20.10 s.d. 20.32 istirahat di Rumah Makan Sari Rasa
Sampai di Batang, dapat tambahan dari penumpang bus belakang yang mengalami trouble
22.49 sampai di jalan lingkar Pemalang
03.13 berhenti dirumah makan, entah dimana, karena saya memilih tidak turun dari bus dan melanjutkan tidur
05.17 sampai di pintu tol Bekasi Barat
Kurang lebih pukul 06.00 sampai di Pasar Rebo

Gunung Mulia Rawamangun Semarang
Star dari Rawamangun jam 20.09 WIB
22.37 sampai di Rumah Makan Gunung Mulia di Pamanukan, Sampai di Krapyak jam 05.00
Read More...

Sunday, March 22, 2015

EKA Surabaya Semarang

Jumat Sore sampai di Terminal Bungurasih sekitar jam setengah delapan. Ternyata di Shelter pemberangkatan sudah ramai calon penumpang, lebih rame daripada hari biasanya karena hari Sabtu adalah hari libur Nyepi. Bus yang baru datang baik patas maupun bumel langsung diserbu penumpang. Dengan kondisi seperti ini, sulit untuk mendapat tempat duduk, apalagi saya membawa barang yang harus dimasukkan ke dalam bagasi.
Sudah setengah jam dari bus pertama datang, bus yang saya tunggu belum juga tiba. Saya putuskan pergi ke pool EKA di Poolnya dengan naik ojek, tarif ojek yang ditawarkan 30.000 malam hari.


Sampai di agen ternyata sudah terpakir EKA tujuan Semarang, saya langsung naik, karena memang diperbolehkan langsung, namun yang tujuan Solo Yogya harus memesan dulu nomor antrian di dalam.

Jam 21.00 bus diberangkatkan, entah lewat mana saya tidah hapal jalannya, tembus di Mojokerto, karena jalur yang biasa dilalui masih macet, imbas libur Nyepi hari sabtu besoknya.

Sepanjang Mojokerto-Madiun saya habiskan buat tidur, bangun udah sampe di kemacetan palang kereta api Saradan. Sampai di Rumah makan Duta jam 01.51 pagi. Berangkat lagi jam 02.20 WIB

Sampai di Terboyo, Semarang jam 06.00 WIB, jadi total waktu perjalanan 9 jam Surabaya Semarang via Solo. Harga tiket Rp110.000,- (termasuk makan di rumah makan).
Read More...

Handoyo Semarang Malang

Tiba di Terminal Terboyo sekitar pukul 18.30 WIB, langsung mencari dimana parkir bus Handoyo. Sebenarnya untuk menuju Malang dari Terboyo ada pilihan lain yaitu naik Bus Semarang Surabaya dulu yang melewati Pantura. Dilanjutkan ganti bus Surabaya-Malang, pilihian kedua naik Bus jurusan Semarang-Solo-Surabaya dulu, ganti bis lagi di Purabaya. Pilihan yang lain yaitu langsung naik Bus Jurusan Semarang – Malang tanpa ganti-ganti bus. Karena bawaan saya banyak, paling cocok adalah pilihan yang terakhir.
Setelah ketemu penjual tiketnya, langsung beli tiket Rp110.000,- tujuan Malang, ternyata bus dijadwalkan berangkat pukul 19.00, berarti masih setengah jam buat menunggu.

Disitu cuman ada satu bus Handoyo yang parkir dengan mesin masih dimatikan. Namun menjelang jam 7 malam, kernet memulai menyalakan mesin, penumpang mulai dipersilahkan naik, hujan sudah reda, sehingga memudahkan penumpang yang akan memasukkan barangnya ke dalam bagasi.

Pukul 19.00, bus berangkat, rute yang dilewati ternyata tidak langsung lewat tol, tapi lewat jalur bus Solo Semarang jaman dahulu, yaitu melalui Dr Cipto, Java Mall, baru setelah Jatingaleh masuk tol, keluar di Sukun. Sebelum masuk tol, bus berhenti di agen Java Mall dan Jatingaleh untuk menaikkan beberapa penumpang.

Bus berhenti juga di Banyumanik, Bawen, Tingkir, Sruwen, sedangkan di Terminal Boyolali bus tidak berhenti karena tidak ada penumpang yang pesan tiket. Oiya memang bus ini ga mau berhenti selain di agen bus. Bus sampai di Tirtonadi sekitar pukul 21.30 WIB (3 ½ jam perjalanan Terboyo Semarang sampai di Tirtonadi Solo).

Perjalanan dilanjutkan masih dengan sopir yang sama, menuju timur. Jalur yang dilalui sama dengan jalur EKA saat melewati Madiun. Saya tidak ingat dimana jalur Handoyo dan EKA berpisah, yang saya ingat, setelah berpisah dengan jalur bus Surabayaan, bus Handoyo melewati jalur yang lurus dan lebih sempit, dan sewaktu-waktu menemui jalan yang berlubang terkikis air hujan. Walau lubangnya tidak begitu terlihat di kegelapan, sopir sudah hapal jadi tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Bus sampai di Arjosari Malang sekitar pukul 05.00 pagi. Start minggu sore sampai tujuan Senin pagi.
Read More...

Saturday, March 14, 2015

Bis di tahun 1982

Kali ini pengen membahas bis lagi, tadi saya ketemu sama artikel menarik yang saya temui di majalah Tempo Edisi 30 April 2012. Dimana disitu diceritakan mengenai salah satu alat transportasi di Indonesia, yaitu Bus. sebuah artikel yang ditulis ulang dari artile Majalah Tempo belasan tahun yang lalu, kali ini artikelnya bersumber dari artikel tanggal 3 April 1982 di Majalah Tempo. Tentu bagi para pecinta bus, hal ini menjadi sangat menarik ya, ditengah maraknya informasi bus bus terbaru. berikut adalah artikel dimaksud :


Bajing Loncat Bikin Geram
KABAR mengerikan ini terjadi pertengahan Oktober lalu. Bus langsung rute Semarang-Wonosobo dirampok. Kendaraan itu ber¬angkat dari Terminal Terboyo, Semarang. Belum begitu jauh bus melaju, enam orang masuk, dan seorang yang membawa pisau mulai merampas barang-barang penumpang. Uang dan aneka benda berharga dibawa kabur. Keenam garong itu tertangkap setelah seorang penumpang menelepon polisi.


Dulu jenis kejahatan serupa kerap terdengar. Bisa jadi hal itu berkaitan dengan buruknya infrastruktur lalu lintas. Kejahatan ini sering terjadi di bagian jalan yang rusak, jembatan yang tak terawat, atau di jalanan yang gelap pada malam hari lantaran tak ada lampu jalan. Laporan utama majalah Tempo edisi April 982 bercerita mengenai ulah para garong yang meresahkan itu.

Kisah dimulai dari Bus Yusuf sekeluarga yang bertolak dari Pulogadung menuju Pekalongan pada malam hari. Tidak ada perbincangan selain antara kondektur, suwindo, dan sopir, Asikin. Kenek, Caswan, tertidur di bagian belakang. Sampai bus berhenti di Pasar Jatibarang. Cirebon, ketika enam pemuda menyerobot naik, penumpang masih dibuai mimpi. Caswan tanpa curiga bermaksud mengutip ongkos. Tapi “Mereka mengeluarkan pisau dan golok”, tutur Caswan.

Di bawah todongan pisau, Asikin diperintahkan mematikan semua lampu dan memperlambat laju bus. Suwindo, yang mencoba mendekati pintu, dibanting dan diinjak pembajak. Mereka menguras uang setoran bus RP 80 Ribu berikut perhiasan dan uang penumpang. Kerugian pada malam 18 Maret 1982 itu ditaksir sekitar Rp 1,2 Juta.

Kawasan Cirebon bukan satu-satunya daerah rawan pembajak di Jawa. Solo, misalnya, tidak kalah gawat. Pada Maret tahun itu saja ada enam bus kena bajak. Yang paling mengagetkan penduduk Solo adalah perampokan bus Hasti, karena dilakukan pada siang bolong, sepekan sebelum peristiwa Cirebon.

Kejahatan serupa sudah bertahun-0tahun menimpa penumpang bus lintas Sumatera, di daerah rawan ada Sumatera Selatan, yaitu Kabupaten Lahat, Lubuk Linggau, dan Baturaja. “Hampir setiap hari terjadi perampokan,” ujar absirwan Abbas, Kepala Perwakilan Perusahaan Bus Ubani.

Ketakutan tak hanya menghinggapi penumpang, tapi juga para sopir jarak antara Lahat di Sumatera Selatan dan Kotabumi Lampung Utara sekitar 200 kilometer jalanan rusak berat, apalagi pada musim hujan. Kendaraan yang lewat terpaksa melaju pelan sekali. Kesempatan itu digunakan perampok untuk naik ke atap bus dan memeretli barang-barang. Karena inilah mereka disebut bajing loncat.

Pengalaman mengerikan dialami bus ALS pada Januari 1981 dalam perjalanan dari Medan ke Tanjungkarang. Di suatu hutan lebat di Kabupaten Lahat, tiba-tiba bus oleng. Ternyata kedua ban belakangnya bocor tertusuk benda tajam. Ketika sopir dan kenek turun memperbaiki, datang sekitar 10 laki-lali bersenjata parang mengelilingi bus. Anas Lubis, kondektur, yang memegang uang, meloncat keluar dari bus dan lari masuk hutan.

Rampok di Sumatera Selatan tidak pilih buku. Tak hanya bus, truk pun jadi korban. Untuk mengatasi kejahatan itu, berbagai usaha dilakukan. Sopir dan kenek melengkapi diri dengan parang. Barang-barang milik penumpang di atap atau kap mobil dikawal seorang kenek bersenjata.

Agar lebih awas, pihak bus menembah kaca spion. Mereka juga mencopot tangga di belakang bus untuk menyulitkan orang naik ke kap. Tapi penjahat tidak hilang akal. Mereka bersembunyi di jembatan atau pohon untuk melompat ke tumpukan barang di atap. Absinan Abbas dari Perusahaan Bus Ubani menyebutkan cara lain untuk menghindari bajjing loncat adalah dengan berkonvoi sekitar enam bus. Tapi, “Ada juga yang kena. Biasanya bus paling belakang,” katanya.

Belakangan aksi para rampok itu bikin geram Panglima Komando Operasi Pemulihan Keamanan dan Ketertiban Sudomo. Dia pun mengumumkan akan menurunkan pasukan tempur dan memerintahkan semua pelaksana khusus daerah mengatasi pembajakan. “Mereka sudah keterlaluan,” ujar Sudomo. Dia lalu membentuk killers squat., semacam pasukan istimewa.
Tempo, 3 April 1982



Read More...

Wednesday, August 13, 2014

Semarang - Jakarta naik Langsung Jaya

Pesen tiket
Pesen tiket bis habis lebaran itu harganya masih pada selangit, masih belum turun, Tanya di agen Nusantara masih mahal, Bejeu juga sama, masih belum cocok, akhirnya pindah ke agen Trans Zentrum di Krapyak dapet yang 190Ribu untuk keberangkatan jam 19.00 WIB, oke saya ambil yang ini saja.
Akhirnya saya pesen tiket dan langsung saya bayar lunas, dan diberi karcis, tapi kali ini yang agak lain dari biasanya, saya tidak ditanyai nomer HP.
Hari H
18.00 WIB
Sore hari sekitar jam 18.00 WIB datanglah saya ke agen, dimana disitu juga ada beberapa penumpang yang juga sudah menunggu. Karena masih lama saya jalan2 dulu ke Pom bensin yang berada tak jauh dari situ, karena di agen tersebut saya ga menemukan tulisan yang saya cari = "toilet" dan "mushola". Saya pun berjalan ke pom bensin dan sholat disana. Setelah selesai saya pun balik lagi ke agen,

18.18 WIB
Sekitar jam setengah tujuh datanglah bus Langsung Jaya AC Toilet Solo Jakarta, Bus yang terlihat sudah tidak muda lagi namun catnya masih baru, bermesin depan dengan kombinasi kursi tiga di kanan dua di kiri, jadi cukup sempit sempitan untuk ukuran orang dewasa. Kernet bus terlihat turun dari bus, dan mencari cari penumpang yang akan berangkat ke jakarta.

Dan ternyata agen bus tadi memanggil saya, ternyata saya diarahkan untuk naik bus ini, tanpa pikir panjang apa alasannya saya ok ok saja, akhirnya saya ga jadi naik Trans Zentrum. Saya naik dan duduk di kursi paling depan kiri, disamping saya sudah ada bapak bapak yang naik dari Solo dengan harga tiket 220 Ribu. Selain saya, beberapa penumpang juga diarahkan ke dalam bus tersebut, juga tak ketinggalan pengamen dua orang juga ikut naik.

18.20 berangkat Start Krapyak Semarang
Di atas bus raungan mesin terdengar di posisi depan, karena posisi mesinnya yang di depan. Dan di samping sopir masih ada peti mesin, yang diatasnya diberi tambahan kursi yang diisi dua penumpang.
Bus berjalan dengan pelan pelan, tanpa ada ambisi mengejar posisi dengan nafas tuanya, dalam pertarungan pantura kali, bus ini hanya sebagai pemberi jalan bagi bus bus lain yang pengen menyalip. Selain itu bus ini berhenti di beberapa agen mencari peruntungan penumpang gambling yang pengen ke Jakarta tanpa pesan tiket.

19.30 rumah makan Sari Rasa
Sampailah di Rumah makan Sari Rasa Kendal, saya pun turun dan isitirahat dan makan nasi kucing yang sempat saya beli sebelum berangkat tadi. Di samping Langsung Jaya, terparkir juga Rosalia Indah, di seberang terlihat Kumpulan bus bus Gunung Mulia yang juga sedang makan bersama. Beberapa penumpang juga memesan makanan di warung, terlihat satpam wanita berdiri disitu.

20.00 WIB
Klakson dipencet pak sopir untuk memanggil penumpang naik kembali. Namun Rosalia Indah yang berada di sampingnya terlihat masih diam saja, belum ada tanda-tanda akan berangkat. Penumpang naik, saya naik belakangan karena posisi kursi saya di depan yang kalau duduk selonjor udah nutupin jalan masuk. Kernet kemudian mengecek penumpang, sedangkan sopir pinggir tadi kemudian tidur di kandang macan, ganti sopir. Setelah naik semua, kernet mengingatkan sopir buat mengunci pintu dulu karena kalau tidak dikunci pintunya bakal ngebuka sendiri, namun ternyata susah dikunci, bahkan bus harus diberhentikan dulu buat ngunci pintu dengan kunci engselnya.
Bus kemudian dapet penumpang di daerah kendal. Mengambil penumpang yang menunggu (nyegat) di pinggir jalan. Akhirnya setelah negosiasi harga, penumpang itupun naik, ada yang pengen duduknya sebelahan. Karena jumlahnya sudah pas, bus tidak lagi berhenti berhenti.

21.46 WIB Macet Pemalang, Jembatan Comal
Ketemu sama macet di comal, seingat saya ada dua bus yang buka jalur, dan satu truk namun truknya muter balik lagi, karena ternyata di depan sudah di tutup dengan mobil Ranger patroli polisi. Jembatan comal yang rusak adalah sebelah selatan, jadi yang dari timur antri pindah jalur ke kanan.

22.06 lancar
Ternyata macetnya ga sampai berjam-jam, karena 20 menitan sudah dapet lancar lagi. Sedangkan dari barat ternyata juga sudah mengular. Sepanjang perjalanan bus ini cuman diblong bus bus lain, ada Safari, Bluestar, Trans Jaya, Harapan Jaya, Ramayana, Gunung Mulia dan masih banyak lagi, bahkan diblong juga sama grandong dan mobil pribadi.
Sampai di Jawa Barat entah daerah mana sopir berganti di pinggir jalan, namun tidak masuk Rumah Makan. Disini ketemu lagi sama bis bis yang nyalip.
04.25 WIB
Sampailah di pintu masuk tol Cikampek
Read More...

Wednesday, July 16, 2014

Kondisi Pantura Juli 2014 Lebaran 1435 H (Bejeu BE 08 & Haryanto Putri 82)

Ke barat dengan Bejeu BE-08
Sampai agen Bejeu Kalibanteng, terlihat kurang lebih belasan orang menunggu disana. Keliatan Ramai bila dilihat dari kondisi agen (BEJEU dan Haryanto satu tempat agennya), jadi bercampur baur lah calon penumpang Bejeu dan Haryanto. Apalagi yang disitu tidak semua adalah calon penumpang, beberapa adalah pengantar yang ikut menunggu bus datang. Kondisi agen yang terbatas memaksa beberapa calon penumpang nongkrong di pinggir jalan menunggu di trotoar. Kontras sekali dengan agen salah satu bus yang terlihat lebih tertata yang berada tidak jauh dari situ. Selain calon penumpang, terlihat juga disitu penjual sate lontong yang mencoba mengais rejeki di depan agen.
Sayapun langsung menuju penjual tiket Bejeu yang sedang duduk dibelakang meja buat konfirmasi nomor bus. Dan ternyata saya dapat BE-08, entah jenisnya apa nanti masih belum terbayang. Sehari sebelumnya pesan tiket seharga 160 Ribu tujuan Rawamangun, dapet kursi nomor 3A. Tertulis di tiket kumpul jam 19.00 WIB berangkat jam 20.00 WIB, dan oleh penjualnya datangnya sebaiknya sebelum jam 19.00 WIB. Baiklah kalo begitu.

19.00
Sekitar jam 19.00 beberapa Haryanto dan Bejeu mulai berdatangan dari arah jalan layang yang baru dibangun, Selain Bejeu terlihat pula pasukan kudus Nusantara, ada juga SSM yang lewat, namun BE08 masih belum keliatan juga.

19.30
Akhirnya sekitar jam setengah delapan bus yang ditunggu-tunggu datang. Ternyata modelnya Scorpion King dari Tentrem dengan mesin Hino. Kalo diliat liat lagi bus ini termasuk High Deck. Pintu penumpang terletak di tengah dan tingginya tidak sampai jendela, kalau kamu naik bus ini, berasa banget tingginya pas kamu lihat bus lain yang lebih rendah.

Selain saya terlihat beberapa penumpang juga langsung naik. Saya langsung menuju kursi 3A yang posisinya paling dekat dengan depan pintu tengah. Namun saya masih ga yakin sama bus ini bener apa ga, gak yakinnya karena dari saya naik sampai bus berjalan kru bus ga nanya saya untuk konfirmasi. Saya tanya bapak-bapak di samping saya, ternyata sudah benar, ini adalah bus tujuan Rawamangun, Tapi mungkin bisa jadi ngeceknya dihitung yang naik, tanpa melihat dulu tiketnya.

19.34
Bus pun diberangkatkan, pijakan kaki sopir memang membuat tarikan bus terasa ringan diajak berlari. Memang bus ini dapat saya golongkan bus pelari malam ini. Beberapa bus yang berhasil dilahap diantaranya ada MJCM dan Rosalia Indah. Sempet goyang kanan pas OT Rosin. Tapi yang membuat minus menurut saya adalah ngerem mendadaknya (biasanya pas kendaraan di depannya ngerem mendadak juga).

20.20
Berhenti di Rumah Makan Bukit Indah yang letaknya setelah RM Sari Rasa, disitu selain Bejeu ada juga Shantika. Ngomong Ngomong Livery Shantika GT ini garis-garisnya mirip haryanto ya.

21.04
Bus Pelari BE08 berangkat lagi, beberapa bus lain yang disalip ada Safari, Sedya Mulya, bus tidak keliatan namanya, Mulyo Indah, dan dua Bejeu.
Melewati kendal bus ini belok ke kiri entah kemana, tidak seperti kendaraan lain yang lurus dan terlihat berjalan merayap, pas lewat jalur ini, ketemu sama Rosalia Indah di depan yang juga lagi lewat jalur ini, yaudah Bejeu akhirnya ngekor Rosin sampai ketemu jalan besar lagi.

22.05
Sampai di Pekalongan
Disini sempat ketemu Raya dan Rajawali Discovery Coklat

22.21
Ketemu macet di daerah Pemalang, daerah penyempitan jalan dua menjadi satu karena lajur kiri mau diperbaiki. Disini ketemu sama Bejeu BE88 Jurusan Balaraja, Serang, Cilegon Merak

22.35
Lancar lagi (macetnya cuman 10 menit brarti ya)
Ketemu sama Sumba Putra yang tak ketinggalan disalip

23.38
Sampai di Perbatasan Tegal – Brebes
Disini ketemu sama Haryanto Putri, Rosalia Indah PB-111, Damri, Coyo, Sinar Jaya

23.48
sampailah di Pintu palang kereta api sebelum masuk tol Pejagan
Sampai sini, karena mata lelah dan teater panturanya udah usai dan saya pun jadi ngantuk.
Jam 2.50 pagi
Sampai di simpang jomin, Mulai dari sini sampai pertigaan, kendaraan berjalan merayap, di depan ketemu HR yang juga sedang ambil kanan, tapi beberapa saat kemudian HR mulai kembali ke jalan yang benar karena di depan semua kendaraan dibelokkan ke kiri.

03.00
Bus sampai di Pom Bensin entah dimana, Bus diisi solar, disini penumpang juga istirahat untuk makan sahur.

03.33
Bus berangkat lagi. Masuk Tol Cikampek yang terlihat ramai.

05.00
Sampai di Terminal Rawamangun

Ke Timur dengan Haryanto Putri 82
Sebelumnya Pesan tiket seharga 220 Ribu dari Rawamangun ke Semarang, dapet Bus Haryanto dengan kode HR-119, disitu ditulis kumpul jam 18.00 WIB. Sayapun datang sebelum jam 18.00 langsung menuju agen, dan ternyata busnya diganti sama HR-82, yaitu Haryanto Putri Pariwisata. Brarti busnya itu yang udah parkir disitu sejak tadi.

Jam 19.00
Nunggu sejam, ternyata jam 19.00 bus ini diberangkatkan, berangkatnyapun bersamaan yaitu MJCM, Nusantara Bluepearl, Nusantara Black Pearl, dan Haryanto yang saya naiki. Bus Berjalan pelan karena semprawutnya lalu lintas. Posisi paling depan ada MJCM, kedua Haryanto, ketiga Nusantara biru.
pas macet-macet ini, ternyata Nusantara Biru yang berada dibelakang bus saya dapat kesempatan nyalip dari kiri alhasil sekarang posisi nusantara berada paling depan dan langsung menghilang ditelan kemacetan.
Sampai tol Jakarta Cikampek, HR82 memang berjalan dengan santai, pas jalan santai ini dari samping kiri wus, Nusantara Black Pearl menyalip, berlari ke depan.

20.21
Bus dibelokkan ke kiri keluar tol melalui pintu tol kalihurip, melewati dawuan, disini jalan masih ramai. Motor masih berkeliaran di jalan.

21.10
Masuk Rumah makan,

21.43
Bus berangkat lagi, kali ini karena jalan sudah lebih lenggang, bus bisa lebih berlari daripada sebelumnya, tapi walau udah malem masih ketemu sama satu dua motor. Di depan ketemu sama Setia Negara yang berhasil disalip darikanan, tapi begitu selesai nyalip, Klakson Trompet Kapal Setia Negara berbunyi keras seolah olah bilang “ hei ane masih disini, jangan geser kiri dong”, HR-82 Ga jadi geser kiri, ngasih jalan Setia Negara, dan Setia Negarapun langsung masuk, tapi ga bertahan lama karena sisi kiri yang macet, Setia Negara sekarang di belakang lagi.

Beberapa saat kemudian posisi di lajur kiri yang pertama ada truk, Sinjay kedua, HR2 ketiga sama-sama akan menyalip truk lambat di lajur kanan. Tapi Setia Negara dengan klakson kapalnya langsung masuk dari lajur kanan menyalip HR82, Sinjay akhirnya ngerem, ngasih space buat Bumel Setia Negara nyalip dan goyang kiri. Jadi Posisi sekarang Setia Negara Nomor 1, dilanjut Sinjay sama HR82. Tapi posisi ini tak bertahan lama karena si Bumel harus melakukan kewajibannya menurunkan/menaikkan penumpang.
05.00
Perjalanan lancar, tak menemui kemacetan dan Sampai di Krapyak jam 5 pagi.
Read More...

Thursday, February 6, 2014

Bila Desain Livery Bis Kemarin Diterapkan dalam Model 3D Kira-Kira Beginilah Jadinya



Kemarin saya posting disini tentang lomba desain livery bus, tapi waktu itu masih 2 dimensi, penasaran gimana jadinya kalo dijadiin 3 dimensi. nah kali ini kita akan lihat gimana jadinya jika desain kemarin dijadikan dalam model 3d, apakah lebih bagus atau malah makin buruk? Cekidot

1. Versi 2Dnya
Versi 3D nya


2. Versi 2D

Versi 3d


Versi 2D
Versi 3D

Versi 2D
Versi 3D

Kredit :
Model : New Marcopolo EURO 3 by Junpray-48
- Junaedi Prayoga/Junpray ( Pembuat mod )
- Mahendra ( converter to UKTS )



Read More...