Tuesday, August 16, 2022

Naik Bus Mansion Solo Denpasar



Perjalanan kali ini kita akan mencoba bus lainnya, yaitu bus Mansion Jurusan Denpasar Solo Purwokerto.



Pemesanan tiket.
Seperti biasa saya berburu nomor agen secara online pada grup facebook manianya dan menemukan nomor agen Mansion 081246246969, dan saat akan memesan kursi dari Solo diarahkan menghubungi Bu Handoko Agen Mansion Solo 081326451770. Pemesanan tiket PO Mansion saya lakukan via WA untuk keberangkatan seminggu sebelum hari H, saya berhasil mengamankan seat depan dengan pembayaran dilakukan nanti langsung saat berangkat seperti kata agennya, mungkin biar tidak ribet transfer-transfer kali ya. Harga tiket saat itu RP.300.000,-

Hari H
15.30 WIB
Saya disarankan agen naik dari Agen Setiabudi Timur Terminal Tirtonadi. Untuk menuju agen ini, dari tempat penurunan bus Terminal Tirtonadi, saya cukup berjalan selama 15 menit ke arah timur. Lokasi agen Mansion terletak di samping agen Gunung Harta, tidak sulit menemukannya, karena agen ini posisinya dilewati jalur bus Tirtonadi arah timur, dan di depan agen sudah terpampang tulisan "MANSION" dengan ukuran yang cukup besar.

Di dalam agen saya melakukan pembayaran langsung dengan harga RP.300.000,- dan mendapatkan tiket sampul.

=====gambar tiket==========



Di dalam agen sendiri sudah disediakan kursi untuk duduk, serta disediakan kopi yang bisa kita ambil sendiri secara self service. Toilet terletak di belakang agen. Saat itu saya sampai di agen pukul 15.30 WIB seperti yang dijanjikan, dan informasi yang didapatkan busnya saat ini masih sampai di Kartosuro, sekitar 40 menit dari sini, berarti cukup tepat waktu juga.
Penumpang yang naik dari agen saat itu berjumlah 3 orang saja. Di dalam agen memang belum disediakan AC jadinya cukup panas, tapi disitu sudah ada kipas angin, jadi masih bisa ada hawa sejuk.

Depan agen tersebut bersliweran bus-bus yang keluar Tirtonadi arah timur, ada Rosalia Indah, Gunung Mulia Solo Wonogiri, Gunung Harta, Eka,Mira, Sumber Selamat, dan lain sebagainya.

16.00 WIB
Bus datang, ternyata yang datang adalah Mansion dengan body SHD dan dapur pacu Hino RK8, serta sudah bersuspensi udara. Bus tidak langsung berangkat, karena menunggu penumpang dan persiapan lainnya. Menurut informasi bus ini tadi berangkat dari Purwokerto Pukul 08.00 WIB, dan bus ini bukan bus puter walik, jadi bisa tepat waktu sampai di Solonya.


16.25 WIB
Bus mulai diberangkatkan dari Agen Setiabudi Solo, Kru membagikan snack berupa akua 800ml, popmie mini, minuman jeruk, roti, dan kacang atom yang cukup melimpah untuk mengganjal perut.




Bus menyusuri jalan arteri Solo ke arah timur yang sekarang sudah lebih lebar daripada dahulu, sekarang sudah menjadi empat lajur seperti jalur pantura, namun laju bus tidak bisa maksimal, karena sering bertemu dengan penyeberang. Yang masih kurang saat itu adalah kru masih merokok, sehingga asapnya masih tercium.

Secara umum kondisi lalu lintas saat itu cukup ramai lancar.
Bus mulai masuk tol ketika sudah sampai di Sragen.


17.20 WIB
Bus mulai masuk pintu tol pertama kali saat sudah sampai di Sragen, cukup menguntungkan bagi penumpang Solo, karena biasanya dari Solo tidak terlalu banyak nyeser di agen-agen lagi. Bus cenderung nyeser di agen-agen di daerah sekitar Purwokerto tempat bus ini pertama diberangkatkan.

18.00 WIB
Bus keluar pintu Tol Ngawi kemudian absen dulu di Terminal Kertonegoro Ngawi tanpa ambil penumpang. Kondisi Terminal Ngawi masih ada renovasi, kondisi jalurnya pun masih bergelombang sehingga bus harus pelan-pelan saat melewatinya.
Keluar dari pintu tol Ngawi ternyata bus bermaksud mengambil titipan dari pinggir jalan, selesai urusan, bus masuk Pintu Tol Ngawi lagi.


18.30 WIB
Masuk Rumah Makan
Bus istirahat di rumah makan Titin yang letaknya cukup strategis karena tepat di depan pintu tol Karangjati. Saya sendiri baru pertama kali makan disini, kondisinya terlihat masih baru dibangun, biasanya jika naik Gunung Harta, makan malamnya ada di Rumah Makan Utama Caruban yang letaknya lebih jauh ke arah timur dari pintu tol.

Rumah Makan Titin sendiri bila kita lihat dari depan, halaman parkirnya terlihat cukup kecil, namun jika berjalan ke belakangnya ternyata ada parkiran yang luas cukup untuk beberapa bus besar.

Fasilitas di rumah makan ini ada toilet, dan Mushola yang terletak di belakang. Kondisi rumah makan ini cukup bersih.

Yang istimewa saat saya singgah di rumah makan ini adalah menu makannya yang menurut saya cukup enak, menu makanan yang disediakan saat itu ada lalapan kacang panjang, kolbis, sayuran, sambel merah yang pas dan cukup berasa bumbunya, serta ada ayam, lele, dan ikan, dimana biasanya jika kalian beli di warteg, menu yang disediakan akan termasuk menu dengan harga yang cukup mahal. Saya pun memilih lalapan dan lele.


Selesai makan, langsung keluar untuk mencari udara segar dengan bersandar di tembok pembatasnya, namun sempat kaget karena tembok pagarnya ternyata seperti sudah rapuh.


19.05 WIB
Bus diberangkatkan kembali, bus langsung masuk tol menuju timur.


20.20 WIB
Bus mampir rest area KM 726 untuk ngepom selama kurang lebih 5 menit. Saya pun memilih tidur saja.

02.00 WIB
Bus sampai Pelabuhan Ketapang bersiap memulai penyeberangan. Tidak perlu waktu antri yang lama, bus langsung menuju kapal feri. Ternyata disini ada pembagian nasi sebagai sarapan pagi, jadi sambil menunggu di atas raung tungggu, penumpang bisa sambil menyantap sarapan pagi, entah lauknya apa, karena saat itu saya tidak mengambil sarapan pagi.


04.45 WITA
Bus keluar dari Kapal, kernet berlari menuju pos pemeriksaan untuk lapor, sementara penumpang tetap duduk manis di kursi masing-masing tanpa direpotkan dengan pemeriksaan.
Keluar dari wilayah pelabuhan, bus sempat mampir pom bensin kiri jalan untuk mengisi solar. Selesai isi solar, bus melanjutkan perjalanan, sampai di Masjid pinggir jalan bus ini ternyata berhenti dulu memberikan kesempatan yang ingin Sholat Subuh di Masjid kurang lebih 10 menit.
Selesai Sholat, bus melanjutkan perjalanan, pagi itu, volume kendaraan tidak cukup padat, bus masih memungkinkan untuk overtake truk, hanya saja sedikit ada insiden kecil manakala, saat menyalip ini, dari lawan arah bertemu motor, sehingga posisinya cukup mepet, dan si pengendara motor meneriaki sopir "woi!".
Memasuki daerah Tabanan, kendaraan sudah padat sebagaimana padatnya kendaraan di pagi hari saat orang berangkat kerja.


07.40 WITA
Bus sampai di Terminal Mengwi
disini ternyata bus tidak menurunkan penumpang, hanya ada pengecekan dari Dishub, entah yang dicek apanya, apakah jumlah penumpangnya, ataukah yang lain, jika jumlah penumpangnya, datanya nanti buat apa juga belum jelas. Selesai urusan, bus melanjutkan perjalanan keluar dari Terminal Mengwi, ternyata di depan sudah ada orang yang menerima titipan barang bagasi.


08.30 WITA
Bus sampai di Garasi Pidada III
Penumpang yang turun di garasi ini cukup banyak, hal ini dimanfaatkan oleh penyedia jasa ojek untuk menawari penumpang untuk diantar.


Mansion trans solo denpasar
Kelebihan:
+sudah air suspension
+cenderung sediit nyeser setelah dari Solo
+snack melimpah, rasa masakan di rumah makan enak


Kekurangan :
-Kru Merokok
-beberapa kursi sulit direbahkan
-bertopi


Fasilitas secara umum

Tempat duduk
+kursi recleaning seat dari rimba kencana
-belum dilengkapi footrest
+ada arm rest
+selimut tebal model bedcover
-ada bantal yang kalau saya tidak terpakai

Fasilitas bus
+Ada mesin pemanas air,
+Disediakan kopi
+bagasi luas
+toilet, ac
-Masih bertopi dan ada selendang samping yang cukup besar penghalang pandangan

Pelayanan
pra perjalanan
-belum ada tiket online
-belum ada situs resmi dimana orang bisa mencari daftar agen resmi
+pembelian tiket mudah, bisa via WA
+tersedia ruang tunggu dengan fasilitas free kopi

saat perjalanan
+Kru menanyakan dimana penumpang turun
+Kru melipat dan merapikan selimut saat di kapal



Read More...

Perjalanan Dengan Bus Wisata Komodo Denpasar Solo


Gambar bus wisata komodo WK 010 SHD Hino RK8 Air Suspension

Selamat pagi, siang, dan malam bagi para pembaca semuanya, kali ini saya akan menceritakan trip report dengan menggunakan transportasi umum berupa bus dari Denpasar menuju Solo. Kali ini saya mencoba armada bus Wisata Komodo yang memiliki jurusan Denpasar Solo Yogya Purwokerto. Bus ini menggunakan body Super High Deck SHD, dengan mesin Hino RK8, dan sudah suspensi udara. Cerita selengkapnya silahkan dibaca artikel di bawah ya.


Pemesanan tiket
Untuk memesan tiket bus wisata komodo ini memang tidak menyediakan tiket online jadi kita harus mencari sendiri agennya, bisa dengan langsung datang ke Terminal Mengwi, atau mencari sendiri di google, youtube maupun facebook. Saya sendiri mencarinya melalui grup facebook manianya dan langsung saja menemukan agen Bapak Gede 081916171984, dimana Bapak ini ternyata juga menjual tiket bus lainnya yang biasa disebut agen dunia, seperti Tami Jaya, Gunung Harta, M Trans, Restu Mulia, Mansion, dan lain sebagainya, hal ini terlihat dari profil facebook, profil WA, bahkan profil youtubenya yang sempat saya intip, memang untuk meyakinkan, kadang harus menganalisis profil profil tersebut ya, memang cara ini bisa kita lakukan ya, namun jika pengen lebih yakin, bisa langsung mendatangi agennya.

Setelah yakin 90%, saya beranikan diri menghubungi beliau melalui WA dan memesan tiket dan langsung transfer Bank, pembelian tiket yang cukup mudah. Saat itu Harga Tiket Denpasar Solo dipatok dengan harga Rp.190.000,-. Pemesanan seminggu sebelum keberangkatan masih menyisakan kursi depan yang kosong, langsung saya pesan saat itu juga.





Hari Keberangkatan
11.30 WITA
Sampai di Lokasi Garasi
Sebelumnya saya konfirmasi akan naik dari garasi Pidada X Nomor 2, belakang Terminal Ubung, karena saya belum hafal dimana letaknya, saya sampai nanya orang di sana, dan ternyata garasinya memang tersembunyi, orang tidak akan mengira kalau disitu bakal ada garasi bus, karena bentuknya seperti perumahan biasa.

disitu ternyata sudah terparkir beberapa bus, satu bus singe glas, dan dua doble glass, sekilas bus single glas memang terlihat sudah usang, namun saya masih berharap semoga armada yang berangkat adalah yang single glas, namun harapan itu ternyata sia-sia karena kernet langsung mengkonfirmasi yang berangkat adalah yang double glass yang sudah terlihat siap diberangkatkan, terlihat di dalamnya sudah ada pak sopir yang siap di belakang stir, dan beberapa orang penumpang di belakang, saat itu okupansi penumpang sekitar 20%.

Profil Armada Armada yang akan saya naiki ini adalah Wisata Komodo dengan kode WK 010 bermesin Hino RK8 yang sudah ada air suspension, entah ini air suspension hasil modifikasi atau bawaan karoseri, bagi saya sama saja nyamannya.

Profil Garasi
Sedikit bercerita mengenai garasi ini, disini memang tidak ada ruang tunggu penumpang, sehingga calon penumpang yang baru saja masuk langsung dipersilahkan kernet menuju kursi bus. Disini terlihat ibu2 penumpang yang duduk dengan membawa koper dengan ukuran cukup besar di depannya, mungkin saja kernet tadi lupa menawari ibu tersebut apakah ada bagasi, karena seperti kata saya tadi, semua penumpang langsung ditanya namanya dan langsung dipersilahkan naik ke atas bus saja. 12.05 WITA Setelah penumpang sudah sesuai, bus mulai diberangkatkan dari Garasi Pidada, sebenarnya jika penumpang sudah sesuai dari awal bus bisa langsung diberangkatkan, namun kali ini harus menunggu penumpang, jadi agak lebih lama. Bus keluar dari garasi menuju jalan Cargo.

Bus ini cukup nyaman karena sudah bersuspensi udara, walaupun hanya memakai mesin non premium yaitu Hino RK8, menurut saya, jenis mesin apapun tidak terlalu berpengaruh, yang terpenting adalah suspensi udara karena berkaitan dengan kualitas istirahat seseorang. Kekurangan bus ini menurut saya adalah posisi topi di depan yang menghalangi pandangan, seharusnya topi diatur lebih tinggi sehingga tidak menutupi garis horisontal penglihatan mata penumpang. Hal lain yang membuat kurang nyaman adalah belum ada footrest, apalagi jika orang yang bertinggi 160cm, posisi kaki akan menggantung yang membuat kurang nyaman, beberapa penumpang mengakalinya dengan meletakkan barang di bawah kakinya. Pemakaian leg rest pun juga tidak cukup membantu.
Dan terakhir yang menurut saya bisa membuat penumpang tidak nyaman adalah kru yang merokok, karena berbahaya bagi paru-paru. Padahal di dalam bus tersebut sudah ada stiker bus ini dilengkapi dengan penyaring udara humidifier kalau tidak salah namanya, namun karena kru merokok, stiker tersebut rasanya tidak ada gunanya.

12.30 WITA
Bus Ngepom di Pom Bensin samping Rumah Sakit Mangunsada, bus berhenti disini sekitar 10 menit.


12.45 WITA
Bus sampai di Terminal Mengwi.
di sini bus menunggu sekitar 45 menit entah menunggu penumpang atau menunggu jam keberangkatan. Saya turun untuk Sholat di Mushola yang berada di dalam Terminal ini. Terminal ini terlihat cukup rapi, dan lengkap, ada kios agen bus, warung, toilet, mushola, dan dilengkapi dengan AC sehingga cukup nyaman.
Siang ini terlihat beberapa bus singgah di terminal ini seperti Pahala Kencana jurusan Jakarta, Wisata Komodo SR2 entah jurusan mana, ada juga Gunung Harta Tronton jurusan Semarang. Bedanya Bus Gunung Harta ini tidak menunggu lama seperti bus yang saya naiki ini, dia berhenti singkat saja menaikkan penumpang dan langsung berangkat.
Kebetulan pula melintas belasan unit bus Arema Malang yang siap mendukung timnya bertanding.
Di Terminal ini, terlihat kru menaikkan nasi dalam wadah stereafoam.


13.20 WITA
Bus diberangkakan dari Terminal Mengwi
dari sini kru mulai membagikan akua 800 ml dan nasi tadi, ternyata setelah dibuka terdapat lauk berupa mie, telur rebus, kering tempe. Pilihan yang tepat untuk keberangkatan jam makan siang.


Perjalanan antara Denpasar sampai Pelabuhan Gilimanuk terbilang cukup lancar, bus hanya berhenti di Pom Bensin tadi serta berhenti sebentar keperluan kru. Di daerah Negara sempat papasan dengan Bus Pahala Kencana jurusan Jakarta Bali yang biasanya menempuh waktu 24 jam, bisa dibayangkan kalau sampai sini siang, berarti tadi berangkat dari Jakarta juga siang.

SSADFA WITA
Bus sampai di Pelabuhan Gilimanuk, saat itu tidak terlalu ada antrian kendaraan seperti di waktu petang, sehingga bus bisa langsung masuk kapal tanpa menunggu, jika tiba saya tadi lebih sore, mungkin ceritanya akan lain, karena biasanya kendaraan mulai padat saat menjelang petang.
Bus pun perlahan berjalan memasuki kapal Feri. Selesai parkir, kali ini ada himbauan dari kru kapal, agar penumpang bus turun dari bus dan menunggu di ruang tunggu kapal karena alasan keselamatan, sebagai informasi, biasanya siang hari ombak cenderung lebih besar.
Sebelum turun ini ternyata ada pembagian snack dari kru bus kepada penumpang, snack ini terdiri dari roti dan akua gelas.

gambar snack Bus Wisata Komodo


Untuk menuju ruang tunggu kapal feri ini harus naik tangga besi menuju lantai 2, di lantai 2 ini, fasilitasnya ada mushola, toilet, warung, saya sendiri membeli popmie yang dijual seharga Rp.15.000,- sudah tinggal makan, diberi air panas oleh penjualnya. disitu juga dijual keripik singkong, kopi, snack, ciki, dan lain sebagainya.

Perjalanan Kapal menghabiskan waktu sekitar 1 jam dimulai dari kapal feri berangkat sampai berlabuh, jika waktunya ditambah waktu parkir persiapan menunggu penuh dan sebaginya maka total waktu penyeberangan kali ini adalah 1,5 jam. Waktu 1,5 ini bisa terbilang waktu yang cukup normal karena memang kondisi saat itu tidak terlalu padat jumlah kendaraan yang menyeberang.

Cuaca sepanjang penyeberangan Alhamduliah juga cukup bersahabat, hanya saja nahkoda kapal terpantau beberapa kali menyenggol galangan kapal yang membuat suara gemblodak keras dan sempat membuat body bus cukup bergoyang kiri dan kanan, apalagi bus yang naik saat itu adalah bus dengan bersuspensi udara, maka terlihat bergoyang sekali ke kiri dan ke kanan.

Sesaat sebelum sampai Pelabuhan Ketapang, nahkoda kapal mengumumkan melalui pengeras suara agar penumpang kembali menuju bus/kendaraan masing-masing, selain kendaraan roda 4, terlihat pula kendaraan bermotor plat P yang ikut menyeberang.

Keluar dari Pelabuhan bus langsung menuju jalan raya, oiya disini tidak ada pemeriksaan rapid lagi ya, jadi bus bisa langsung melintas tanpa perlu direpotkan dengan antigen, sebenarnya kalau mau ribet, jika sudah vaksin 3 kali boleh melakukan perjalanan, jika vaksin baru 2 kali, harus disertai rapid antigen, jika baru vaksin 1 kali, harus memakai rapid PCR, jika belum vaksin harus menunjukan surat keterangan dokter serta rapid PCR, namun pengalaman beberapa bulan memang tidak ada penyekatan yang cukup merepotkan.

Perjalanan dari Pelabuhan Gilimanuk sampai tempat istirahat Rumah Makan Puritama memakan waktu sekitar 2,5 jam. Kali ini kita memakai waktu WIB

19.00 WITA atau 20.00 WIB s.d. 20.30 WIB
Istirahat di Rumah Makan Puritama
Sampai di Rumah Makan Puritama Pasir Putih, Lokasinya setelah Melewati Kota Situbondo, disini kita beristirahat kurang lebih 30 menit, begitu turun dari bus kita mendapatkan kupon makan dari petugas rumah makannya, Di rumah makan ini ternyata yang parkir hanya bus saya saja, jadi cukup sepi. Fasilitas yang ada di rumah makan ini ada warung makanan kecil, mushola yang letaknya di depan, toilet, tempat cuci tangan. Kondisi rumah makan cukup bersih.

Menu makanan yang disediakan antara lain ada urap, sayur nangka yang waktu itu sudah habis, yang menurut saya istimewa disini adalah ayam gorengmya yang menurut saya paling enak. Untuk porsinya bisa kita sesuaikan sesuai kebutuhan kita karena kita ambil sendiri nasi dan sayurnya, namun untuk ayam gorengnya dijatah satu saja. Untuk rasa ayam goreng ini menurut saya sudah pas sekali dilihat dari keempukannya dan resapan bumbu di dalamnya, karena rata-rata rumah makan bus malam selama ini ayamnya selalu dimasak model kering dan minim bumbu, Kalau di Rumah Makan Puritama ini, saat saya kesana, rasa ayam gorengnya memang benar-benar pas.



Minuman yang tersedia ada teh hangat, tidak ada air mineral/akua, jadi bila kalian pengen minum air mineral, silahkan membawa air mineral yang dibagikan di bus tadi.

20.30 WIB
Bus melanjutkan perjalanan, disini music malah dinyalakan oleh krunya, padahal saya pengen istirahat, ternyata music tadi dinyalakan selama 30 menit saja sampai jam 9 malam, jadi saya bisa nyaman tidur, sebelum tidur ini walaupun terhalang topi, sempat melihat bus-bus melahap pantura dua lajur ini, di jalan ini sempat mosak masik bersama dua bus di depan, posisi pertama adalah bus Mansion entah Purwokerto apa Jepara, di belakangnya bus Tami Jaya Sleeper jurusan Denpasar Yogyakarta dengan harga tiket Rp.500.000,- yang kapan-kapan akan saya coba.
Permainan sein Mansion saat mengovertake truk seakan memberi aba-aba Tami Jaya di belakangnya, sedangkan Wiskom yang saya naiki kadang ikut kadang tidak ikut, meliha situasi dan kondisi.

Setelah sampai di lampu merah, Tami Jaya melihat space kosong sebelah kiri Mansion, dan dengan laju pelan tapi pasti, Tami Jaya menyalip Mansion dari kiri saat di lampu merah. Ternyata memang Tami Jaya ini masih menjadi pelari seperti yang terlihat pada beberapa trip report catper saya sebelumnya.

Setelah masuk Kraksaan ini saya melanjutkan dengan tidur dan istirahat, suhu udara yang dingin karena AC memaksa saya memakai kaus kaki dan menutup kepala dengan slayer, dan ini ternyata cukup efektif untuk menghalau hawa dingin, ditambah lagi dengan jenis selimut model bedcover, dan posisi recleaning seat yang direbahkan, membuat cukup nyaman untuk tidur, hanya saja masih ada yang kurang yaitu belum dilengkapinya dengan footrest, jadinya kaki cukup menggantung.

Sayup sayup bus masuk Terminal Bungurasih, namun saya enggan melihat ini jam berapa karena saya memilih untuk tetap tidur saja, sedikit melirik di luar saat Wiskom ini terhalang bus Harapan Jaya di pintu keluar Bungurasih.

02.15 WIB
Sampai di Terminal Tirtonadi


Kelebihan
+Bus sudah air suspension jadi cukup nyenyak untuk istirahat, (walaupun ini hanya memakai sasis Hino RK 8)
+Ada Makan siang berupa nasi kotak


Kekurangan
- Kru masih merokok di dalam bus
- Tidak ada ruang tunggu, Mushola, di garasi Pidada
- Menunggu cukup lama di Terminal Mengwi sampai hampir 1 jam, harusnya cukup 15 menit cukup untuk Sholat dan pergi ke toilet




Fasilias Lain-Lain

Palayanan
+Pembelian tiket mudah, bisa WA dan transfer
-Tiket belum online
-Daftar agen resmi cukup sulit dicari di internet, harus mencari sendiri atau harus datang ke agen
-Keberangkatan lebih awal waktu jam makan siang, tapi ada kompensasi berupa nasi kotak
-Belum ada tag bagasi
-Kru tidak menanyakan satu2 penumpang turun dimana
-Lokasi rumah makan cukup jauh dari Ketapang sehingga makan malam relatif lebih malam
-Musik dimatikan saat waktu istirahat
-Kru merapikan selimut sewaktu penumpang istirahat di rumah makan dan saat naik dek kapal
+Sampai Solo cenderung lebih awal karena titik nyesernya biasanya setelah Solo

Fasilitas
-Tidak ada kopi, padahal ada stiker fasilitas kopi tertera di kaca dengan ukuran cukup besar
+Air Panas dan dingin
+Ada wifi, namun saya belum sempat mencobanya
-Ada stiker penyaring udara, namun kru merokok, jadinya sama saja

Tempat duduk/Kursi
+Ada colokan USB, namun tidak sempat saya coba
+Kursi lebar dari Hai Rimba Kencana
+Recleaning seat
+Ada leg rest, Arm Rest
+Selimut sejenis bed cover jadi cukup hangat dan relatif lebih tebal
-belum ada foot rest
-ada bantal yang menurut saya tidak perlu

Kondisi bus
+Bagasi bawah luas
+Bus ber AC, ada Toilet
-Ada topi penghalang pandangan
-Ada suara menggerung saat jalan, namun hilang saat bus belok ke kanan
-Belum ada gps tracking
Read More...

Tuesday, July 19, 2022

Gunung Harta Semarang Denpasar Bus 2


Jika trip report sebelum-sebelumnya selalu bercerita perjalanan menggunakan Bus Gunung Harta Bus 1, kali ini saya kebagian mencoba Bus 2, dinamakan bus 2 karena yang jalan pada hari itu dua bus, biasanya untuk bus 1 menggunakan tronton, kali ini saya naik bus 2 dengan casis Avante bermesin Hino RN 285 Air Suspension DK 7163 GH.


Pesan tiket
Saya memesan tiket melalui websitenya langsung, ternyata saat itu keberangkatan bus Semarang Denpasar ada dua unit yang berangkat, ternyata bus 1 sudah full, dan saya kebagian bus 2, saat itu kondisi seat bus 1 sudah full baik karena terbooking dan terjual, untuk seat yang terbooking dan terjual memang bisa terlihat dari warnanya. Bus 2 ini hanya menyisakan kursi tengah ke belakang saja. Untuk harga tiket dari Salatiga menuju Denpasar adalah sekitar 300 ribu. Karena takut kehabisan, saya pun langsung melakukan pemesanan tiket langsung melalui website dilanjutkan dengan pembayaran, Sebagai gambaran prosees pemsanan tiket online Gunung Harta ini, kita tinggal membaca dan mengikuti perintahnya saja, urutannya, setelah pesan tiket dan memilih kursi, nanti akan diberikan angka harga dengan nominal unik yang harus dibayarkan kepada rekening sesuai di petunjuk, yang penting disini adalah kalian mencatat kode booking dan memiliki email yang aktif, karena jika lupa kode booking seperti yang saya alami, kita bisa mengeceknya di email. Kode booking nantinya yang harus kita masukkan pada menu konfirmasi, di menu konfirmasi saya hanya mengisi kode booking, sedangkan nomor rekening diisi asal juga sudah terkirim ke adminnya. Intinya kita hanya memberi tahu saja admin bahwa sudah bayar, sebenarnya tidak perlu konfirmasi pun seharusnya sudah otomatis terkunci kursinya ya.

Hari keberangkatan
12.15 WIB
Saya tiba di Terminal Tingkir yang saat itu sedang direnovasi, sehingga posisi agen pindah ke sebelah utara, ternyata di halaman parkir sudah datang kedua busnya baik bus 1 maupun bus 2, saya pun mencari dimana posisi agen untuk cek in, kali ini perlakuan agen kepada pembeli online tidak seperti biasanya, dimana biasanya setelah kita lapor, agen langsung mencari nama kita di manifes dan diberikan cek list bahwa kita sudah datang, berbeda kali ini saya hanya bilang sudah beli online dan busnya bus 2, agen langsung mempersilahkan naik ke busnya, tanpa sibuk mencatat. Namun sebelum naik saya ijin dulu Sholat Jamak Zuhur dan Ashar di Mushola yang ternyata juga dipindah ke utara.

Selesai Sholat saya naik ke bus 2 dan terlihat pula, bus 1 yang bermesin 2542 berangkat duluan. Untuk okupansi penumpang di Bus 2 kurang lebih baru terisi sekitar 60 %. Sisanya nanti akan mengambil penumpang sepanjang Boyolali, Kartosuro, Solo, Sragen, sampai Ngawi.

Busnya sendiri menggunakan body Avante Mesin Hino RN 285, sudah suspensi udara, posisi topi ternyata tidak seramah topi pada legacy SR2 yang masih bisa terlihat, posisi topi Avante ini sama tidak ramahnya dengan topi model SHD.

12.50 WIB
Bus mulai diberangkatkan dari Terminal Tingkir menyusuri jalan arteri menuju Boyolali tanpa tol.
Bus ini menggunakan model Avante bermesin Hino RN 285 sudah bersuspensi udara, sehingga goncangan jalan tidak begitu terasa. Kelebihan lain dari suspensi udara yaitu penumpang memiliki istirahat yang berkualitas sehingga saat sampai tujuan dapat beraktifitas dengan bugar. Jadi bukan karena sasis premium.

Memasuki pasar Ampel sempat melihat insiden sepeda motor terjatuh saat putar balik dari arah selatan, untung bus berhasil berhenti walaupun harus melalui proses rem yang mendadak. Motor yang digunakan adalah sejenis motor kopling, kelihatannya pengendara salah masuk gigi tinggi, ketika putar arah, badan sudah condong miring tapi tidak diimbangi dengan tenaga motor karena salah masuk gigi tinggi.
Sampai Terminal Baru Boyolali ternyata bus terus bablas saja.

13.30 WIB
Sampai di Jalan Raya Boyolali Solo bus berjalan pelan sekali, ternyata di jalur ini bus sedang mencari agen agar tidak kebablasan. Dan setelah sampai naiklah 4 penumpang.



13.45 WIB
Bus memasuki Terminal Kartosuro dengan jalan berdebunya, bus menaikkan satu penumpang dari sini, disini terlihat sudah ada perbaikan dari agennya, karena beberapa bulan yang lalu ketika saya naik dari sini, penumpang dari sini selalu telat dan salah jadwal.

14.15
Bus masuk Terminal Tirtonadi, tapi disini hanya absen saja, tidak menaikkan penumpang, penumpang naik dari luar terminal, jalan setia budi, belakang terminal, Di belakang terminal ini ternyata ada juga agen Mansion, sekilas info saja, untuk tarif dari Solo ke Denpasar ini, diberandol dengan harga tiket 300 ribu, siap di Kantornya jam 15.30 WIB, Kantornya di Jalan Setiabudi 17, Timur Terminal Solo, nomor agennya Bu Handoko 081326451770, cuman saya sendiri belum pernah mencoba bus ini dari Solo.
300.000
jam 15.30 siap kantor

po mansion solo
jl setiabudi 17 timur trmnl solp

Back to the topic, disini seperti biasa ada pembagian snack ringan dari Agen Setiabudi, isi snacknya antara lain, roti, air mineral, dan kerupuk, entah apa namanya. Bus berhenti sekitar 10 menit saja, lebih cepat daripada yang dulu-dulu.

14.45 WIB
Memasuki Terminal Palur, dimana terlihat beberapa Bus Batik Solo Trans yang mangkal. Lepas palur, bus menyusuri jalan arteri tanpa lewat tol sampai Sragen

15.35 WIB
Masuk Terminal Sragen.


15.50 WIB
Masuk tol via pintu tol Sambung Macan, sebelumnya naik 1 orang dari pintu tol ini, mungkin sudah janjian sebelumnya ya.

16.15 WIB
Keluar pintu tol Ngawi menuju Terminal Ngawi yang masih rusak dan bergelombang jalannya, dilanjutkan menuju Maospati dan Madiun, namun hanya lewat saja.

17.45 WIB s.d. 18.25
Istirahat di Rumah Makan, disini waktunya bener-bener pas buat makan malam dan Sholat Mahrib pun juga sudah bisa dilaksanakan, karena jadwal Mahrib sekitar jam 17.46 WIB. selesai Sholat saya lanjut makan malam, yang berbeda dari servis makan sebelum-sebelumnya, disini sudah tidak tersedia menu bubur kacang hijau atau bubur sum-sum seperti pada saat pertama kali buka dulu. Namun yang sama adalah masih diperbolehkan nambah makanan dengan gratis, saya pun memilih pecel ditambah nasi goreng. Minuman yang tersedia ada teh dan air galon mineral.

Di parkiran rumah makan ini ketemu juga Pahala Kencana jurusan Jakarta.


ada juga Lorena double decker entah jurusan mana


Disini berhenti sekitar setengah jam, waktu yang cukup untuk pergi ke toilet, sholat jamak, dan makan, tidak kurang juga tidak lebih. Terlihat beberapa kesibukan di rumah makan ini yaitu pengisian bak toilet bus.

Selesai makan bus melanjutkan perjalanan melalui tol, saya pun tertidur dan saat bangun ternyata sudah sampai Situbondo, saat itu bus berhenti karena macet entah karena apa, saat macet ini akan menuju toilet, ternyata pintu tidak bisa dibuka karena ada penumpang yang tidur tepat di pintu toilet, karena saya pikir jarak ke rumah makan kurang lebih tinggal 1 jam an, saya nunggu nanti saja di rumah makan.

00.50 WIB
Bus sampai di Rumah makan Situbondo, berarti jarak menuju pelabuhan tinggal 1 jam saja, bus hanya berhenti sepuluh menit, sekaligus memberikan kesempatan penumpang pergi ke toilet.

01.55 WIB
Bus masuk Pelabuhan Ketapang, ternyata di depan, Tronton Bus Semarang 1 masih terlihat sedang memasuki kapal Feri, sedangkan bus yang saya naiki kebagian kapal feri di dermaga yang lain, dimana mendapatkan kapal feri dengan satu pintu saja, bus masuk kapal Feri dengan jalan mundur ke belakang, Selesai masuk semua kendaraan, beruntung kapal yang saya naiki langsung berangkat, 90 persen penumpang bus turun menuju ruang tunggu kapal, namun saya tetap diam di kursi untuk istirahat.

03.00 WIB atau 04.00 WITA
Sampai di Gilimanuk, bus keluar dari Kapal, tidak ada pemeriksaan rapid dan vaksin disini, juga tidak ada pemeriksaan KTP seperti sebelum pandemi, jadi penumpang tetap tidak terganggu. Keluar pelabuhan bus mengisi solar di Pom Bensin dan menurunkan penumpang transitan Singaraja.

6.50 WITA
Bus masuk Terminal Mengwi menurunkan penumpang


7.10 WITA
Bus sampai di garasi Cokro, yang mengejutkan disini, ternyata bus 1 yang tadinya berangkat duluan, sampai garasi lebih akhir dengan selisih kurang lebih 30 menit dari bus 2, kemungkinan karena antrian kapal Feri tadi.
Read More...

M Trans Denpasar Ngawi Magetan



Kali ini saya akan mencoba bus M Trans Jurusan Denpasar Ngawi Magetan, dimana jalur ini dinamai seri H oleh agennya, penamaan seri-seri ini mengingatkan kita seri-seri di STJ ya. Untuk Rute Denpasar Ngawi sendiri sebenarnya ada alternatif lain seperti Naik Gunung Harta langsung turun Ngawi dengan tarif saat ini memakai tarif Semarang Rp.320.000,-,. Atu bisa juga naik M Trans jurusan Surabaya dengan harga tiket saat ini RP.230.000,- dilanjutkan naik bus-bus jurusan Surabaya Solo/Jogja. Sedangkan yang saya naiki ini adalah M Trans langsung turun di Ngawi yang ternyata diberandol tiket seharta RP.280.000,-. Bus yang saya naiki ini nantinya terakhir berhenti di Magetan.


Pembelian tiket
Pembelian tiket bila melalui online tinggal di googling saja nanti ketemu situsnya online dot mtrans dot co dot id. namun jika melalui online harus mendaftar dulu menggunakan email kita, dan juga nanti ada tambahan biaya sekitar 5000 rupiah di saat pembayaran tiketnya, Soal tiket ini, jika kita perhatikan User Interfacenya sepintas akan mirip dengan tiket online bus 27 Trans, saya kira 2 po ini satu grup, ternyata karena memang penyedia situs tiketnya adalah pihak ketiga yaitu rong rit, jadi kedua PO tersebut sama-sama bekerja sama dengan Rong Rit untuk penjualan tiketnya, bedanya M Trans sudah menggunakan nama domain sendiri, sedangkan 27trans terlihat masih memakai domain rongrit pada urlnya. Bagi yang penasaran silahkan dicoba sendiri pasti mirip-mirip.
Pertanyaannya apakah jika saya punya akun di M Trans bisa mencari bus di 27 Trans, ternyata setelah saya coba-coba tidak bisa, jadi setiap PO, harus mendaftar 1 akun.
Saya sendiri lebih tertari memesan tiket langsung karena tidak ada tambahan biaya tadi. Saya memesan tiket dengan datang langsung ke garasi/poolnya di jalan Gurita Sesetan Denpasar, pembayaran tunai, dan saya mendapatkan tiket berupa print cetak serta amplop tiketnya yang cukup unik.
"gambar tiketnya menyusul"

Saat itu okupansi penumpang untuk keberangkatan dua minggu sebelum hari H, seat masih kosong melompong, saya memesan kursi paling depan. Harga tiketnya adalah Rp.280.000,- Tertera berangkat jam 14.30 WITA, tapi siap di agen jam 14.00 WITA.

Hari H
Siang hari cuaca cerah, sebelum naik ke bus, wajib cek in di agennya untuk konfirmasi keberangkatan, pada saat perjalanan ini ternyata saya mendapatkan telepon dan wa dari agen untuk konfirmasi titik naik, poin plus jika bisa cek in via WA.

[13.14, ] +62 812-2888-138: Selamat siang kami dari Mtrans, bapak naik dari mana?
[13.18, ] +62 812-2888-138: untuk bis H
Siap dikantor jam 14.00
Siap dimengwi jam 16.00

Mohon diperhatikan jam keberangkatan.
Penumpang terlambat dengan alasan apapun tiket hangus dan bukan tanggung jawab Mtrans.
Komplain tidak akan dilayani.
Terima kasih


Ternyata kode bus yang akan membawa saya saat itu sudah tertera di tiketnya langsung, jadi tidak menggunakan nomor polisi atau nomor lambung ya, tapi menggunakan kode jalur, yaitu jalur seri H. Di pool tersebut tersedia fasilitas ruang tunggu AC dan non AC, serta toilet. Cukupn nyaman.

Sekitar jam 14 lebih 10 menit terlihat di M Trans dengan julukan Sultan Class siap diberangkatkan, Sultaan Clas ini adalah jurusan Denpasar Malang Kediri, Keadaan di ruang tunggu cukup ramai penumpang


Setelah Sultan Class Berangkat, Akhirnya datang bus dari dalam pool, dengan harapan dapat single glass, ternyata yang datang malah berbody avante legacy SR2 denan dapur pacu Hino RK 8 leaf suspension. Bus berhenti di posisi keberangkatan, siap untuk menaikkan penumpang, ternyata saat naik harus nunggu diabsen petugasnya jadinya cukup lama. Ada tulisan yang cukup unik di dalam bus ini yaitu Manajemen akan memberikan hadiah uang 1 juta bila melaporkan kru yang merokok di dalam bus, menaik turunkan penumpang tanpa tiket, menaik-turunkan barang tanpa resi, ugal-ugalan. Kondisi bus ini cukup bersih tanpa ada tempelan stiker julukan, dan juga tanpa strobo.

, okupansi penumpang yang berangkat dari pool sudah terisi sekitar 60% persen dari kapasitas kursi. Bus yang saya naiki ini bermodel Legacy SR2, untuk ukuran kaca terbilang relatif lebih tidak terhalang daripada kaca SHD, karena topi memang relatif lebih kecil daripada SHD, tapi tetap saja kenyamanan tidak bisa 100 persen, seharusnya memang topi dibuat pas di atas pandangan horizontal mata penumpang untuk kenyamanan penumpang.


14.50 WITA
Berangkat telat 20 menit dari jadwal karena menunggu penumpang yang ternyata harus membeli tambahan tiket karena ternyata membawa anak usia 6 tahun, namun entah bayarnya full atau separo.

Selesai urusan tiket, Bus diberangkatkan dari pool Jalan Gurita, Sesetan, Denpasar, sopir mulai perjalanan dengan perlahan-lahan karen jalannya sempit sekai untuk ukuran bus, Seperti biasa untuk menikmati perjalanan dengan model bus bertopi, posisi kursi harus sedikit direbahkan agar cakrawala jalan terlihat.

Bus keluar Sesetan melalui samping lapangan Pegok yang cukup sempit, sempat berpapasan dengan mobil yang memaksa mobil tersebut harus mundur beberapa meter untuk memberikan ruang manuver bus. Bus melanjutkan perjalanan menyusuri sepanjang jalan sesetan, sampai jalan Diponegoro, melewati depan agen gunung harta Diponegoro, lanjut bablas sampai Ubung.

15.30 WITA Masjid Agung, Ubung
Disini menaikkan 5-6 penumpang, untuk kursi penumpang saat itu terisi full sesuai kapasitas kursi.

16.05 WITA
Bus memasuki Terminal Mengwi, disini bus berhenti sekitar 10 menit saja, cukup singkat juga, yang cukup bagus ini adalah catatan waktunya cukup pas dengan informasi dari Whatsapp di atas.
Disini pula kru mulai menaikkan snack dengan ukuran kotak jumbo, ini menjadi salah satu poin plus dari PO ini, karena snacknya bisa dibiang snack mahal, selain snack ada pula tisu di dalamnya. Namun tetap saja jika anda setiap hari makan snack seperti ini juga tidak bagus untuk pankreas anda, dimana Pankreas mengatur gula di dalam darah, jika tidak diatur darah akan berlebihan yang bisa mengakibatkan penyakit komplikasi. Tapi kalau sesekali juga tidak masalah lah ya.



Back to the laptop, setelah membagikan snack, ada acara doa bersama yang dipimpin kernetnya.

Bus melanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan menyusuri jalan yang berliku-liku, kendaraan sore hari sepanjang jalan cukup padat, sering bertemu dengan truk besar dengan arah yang sama. Mesin bus sedikit ada masalah di gigi awal gigi 2, kalau habis berhenti sering nggredeg, entah ini karena kaki sopir yang terlalu membuka gas atau karena mesinnya, karena pas dibawa sopir tengah tidak nggredek. Bus menggunakan suspensi daun, jadi memang lebih keras goncangannya dibandingkan suspensi udara.
Perjalanan dari Denpasar menuju Gilimanuk ditempuh kurang lebih 3 jam


19.05 WITA
Bus memasuki area Pelabuhan Gilimanuk, bus langsung menuju area parkir tanpa ada pemeriksaan rapid tes antigen maupun vaksin, ternyata disini bus harus antri di parkir pelabuhan kurang lebih 1 jam an, terlihat pula disitu ada bus-bus lain seperti Gunung Harta dan Menggala.

20.10 WITA
Kapal yang ditunggu-tunggu akhirnya berlabuh, Bus dan truk yang tadinya antri, mulai memasuki kapal feri. Bus yang saya naiki kebagian tempat di sisi kanan kapal, jadi nanti pasti pas keluar dapat antrian belakang. Setelah kendaraan semua sudah masuk, Feri mulai diberangkatkan.
Seperti biasa penumpang bus semua turun dari kapal dan menunggu di ruang tunggu di atas, saya pun bergegas naik ke atas segera mencari toilet dan mushola, mumpung masih sepi. Untuk menuju ruang tunggu ini, jalur di kapal ini harus melewati jalur yang tanpa, atap, untung saat itu tidak hujan.



Di dalam kapal saya membeli pop mie seharga Rp.15.000,- agar lambung tidak maag, karena memang jam 6 sudah waktunya makan malam.
Mengenai fasilitas Feri seperti fasilitas pada umumnya yaitu ruang tunggu di dalam dan di luar ruangan, toilet, mushola, TV, dan ada pula warung/kafe yang menjual snack ringan, seperti wafer, pop mie dan cemilan lainnya, hanya saja kamu tidak akan menemukan kamar tidur seperti kapal feri penyeberangan Merak Bakahuni, hal ini tentunya berkaitan dengan waktu tempuh yang relatif lebih singkat.

Perjalanan feri ditempuh kurang lebih 2 jam karena antri berlabuh di Pelabuhan Ketapang.
Kondisi arus laut di malam itu tidak terlalu besar. Saya sempa khawatir ombak besar, karena saat itu kondisi angin di Bali cukup berangin, ditambah beberapa hari yang lalu ada berita tentang gelombang laut yang besar sampai Feri berhenti beroperasi beberapa jam, tapi untung saat itu gelombang tidak terlalu besar.


20.45 WIB
Kapal berhasil sandar berlabuh di pelabuhan Ketapang Banyuwangi, terlihat gelombang selat Bali cukup aman untuk kendaraan keluar dari kapal, posisi laut waktu itu cukup dangkal, sehingga rail pelabuhan posisinya miring ke bawah, memaksa kendaraan yang keluar dari Feri harus menanjak.

Waktu sudah berganti menjadi WIB, 1 jam lebih lambat daripada WITA.

Begitu keluar dari Feri, Bus M Trans berhenti sebentar karena ada pengecekan dari PO, yaitu mengecek jumlah penumpang dan bagasi, cukup ketat juga PO ini, tapi memang semua ini bertujuan untuk pelayanan penumpang tentunya, meskipun disisi lain bagi sopir tidak bisa mencari tambahan penghasilan dari uang nitip bagasi. Tentunya masing-masing PO punya kebijakan sendiri-sendiri ya, ada yang memperbolehkan busnya dipakai kru menerima titipan bagasi, ada juga yang mengambil kebijakan sebaliknya.
Selesai cek, bus keluar pelabuhan menuju Rumah makan yang berjarak setengah jam dari pintu pelabuhan tadi, cukup dekat.

21.20 WIB

Bus M Trans sampai di rumah makan, penumpang dipersilahkan turun dan mengambil makanan dengan menunjukkan tiketnya kepada petugas. Menu yang tersedia saat itu cukup standard, ada nasi, ayam kecap, sayur, kentang balado, kerupuk, dan yang istimewa ada jeruk anget dan jeruk dingin, entah itu air jeruk perasan langsung atau air jeruk instan.

Fasilitas yang terdapat di rumah makan ada mushola, toilet dan gubug tempat orang rokok, kondisinya bersih, mungkin karena masih baru. Selain bus M Trans, terparkir juga disitu bus bus pariwisata yang entah saya tidak ingat namanya.


21.55 WIB
Bus mulai melanjutkan perjalanan, cukup disiplin juga waktu istirahatnya. Sehabis makan bus melanjutkan perjalanan dengan pergantian sopir. Pembawaan sopir tengah lebih halus daripada sopir pinggir, untuk awalan angkatan gigi dua, tidak terlalu nggredek seperti saat dibawa sopir pertama, mungkin karena sopir pinggir tadi teralu dalam dalam menginjak gas, tidak diurut, sehingga bukaan gas, terlalu tinggi, jadi seperti kita saat membawa motor bebek menanjak pakai gigi dua, tapi entahlah mungkin ada masalah di mesinnya, untuk gigi 3, ke atas, suara mesin seperti tidak ada masalah.
Menggunakan mesin Hino RK 8, bus terlihat enteng sekai melibas antrian truk dan mobil pribadi sepanjang jalan eksotis jalur Banyuwangi ke barat. Bila dibandingkan head to head dengan Mercedez Benz 2542 dari segi kekuatan/power menyalip, sebenarnya relatif sama, akselerasinya cenderung sama-sama besar untuk sekedar menyalip di jalur sempit ini, sebenarnya Hino RK8 ditambah suspensi udara itu sudah cukup nyaman dan tidak ada bedanya dengan Mercedez 2542.
Di jalur ini pula sempat bertemu dengan Gunung Harta Merah, kemungkinan jurusan Surabaya karena untuk jurusan Magelang Yogya atau Semarang sudah jalan duluan sekitar 3 atau 4 jam yang lalu.
Yang menjadi poin minus pada perjalanan kali ini adalah jenis selimut yang terbuat dari kain sejenis rajut, dimana hawa dingin AC ternyata masih bisa menembus permukaan selimutnya, karena kain rajut kan memiliki lubang yang relatif lebih besar daripada jenis cotton, meskipun selimut model ini menang lebih terlihat estetik pada tampilan, namun secara fungsinya masih kurang, karena saya masih merasa kedinginan memakai selimut ini.
Poin minus lainnya adalah tentu saja belum ada suspensi udara, alhasil kombinasi selimut yang masih dingin serta kondisi suspensi yang berisik, saya tidak bisa tidur sepulas suspensi udara. Hanya bisa tidur ayam, merem tapi sebenarnya masih cukup terjaga.
Selain poin minus, ada poin plus yang tidak biasanya didapat pada bus-bus pada umumnya, yaitu ukuran kursi yang cukup lebar, saking lebarnya, gang tengah bus hanya berjarak sejengkal saja, efek dari gang yang sempit tadi, kita yang dudukkk tidak terlalu terganggu dengan penumpang yang lewat, bahkan saya yang posisi duduknya di 1B, saat ada orang lewat, saya tidak terlalu terganggu untuk sekedar menggeser kaki. Jadi kursi ini memang cocok untuk jenis bus jarak jauh yang tidak sering menaik turunkan penumpang.
Poin minusnya orang yang berjalan di lorong bus harus sedikit menyerongkan badannya untuk lewat, namun hal itu sebenarnya tidak menjadi masalah karena tidak sering.

02.45 WIB
Bus sampai di Surabaya di daerah Medaeng, dilanjutkan memasuki Terminal Bungurasih, selesai menurunkan penumpang, bus bergeser ke belakang terminal, lalu berhenti sebentar istirahat sekaligus memberi kesempatan penumpang ke toilet. Saya lebih memilih diam di kursi mencoba tidur.

04.00 WIB
Bus melanjutkan perjalanan menyusuri jalur biasa, non tol ke arah barat sampai di Braan, karena memang sepanjang jalur ini ada penumpang yang turun. Masuk Tol lagi ketika sampai di Braan.

05.00 WIB
Bus sampai di Terminal Anjuk Ladang, Nganjuk, namun tidak masuk terminal, hanya menurunkan penumpang di luar terminal. selanjutnya bus puter balik untuk masuk tol lagi

06.10 WIB
Bus sampai di Terminal Ngawi, yang saat itu masih direnovasi, entah mengapa tidak direnovasi dulu jalannya yang sudah rusak dan bergelombang, karena yang sering dipakai adalah jalan tersebut, bukan bangunan-bangunan di dalamnya,





Kesimpulan naik M Trans DK 7081 Seri H, Denpasar Magetan

Poin plus
- Harga tiket yang cenderung lebih murah
- Pemesanan tiket yang mudah, dan fitur tiket online yang mudah
- Posisi pool strategis, bisa berangkat dari tengah kota Denpasar
- Welcome drink berupa minuman vitamin
- Seat kursi lebih lebar menggunakan merk Hai
- Snack melimpah
- Kru tidak merokok

Poin minus
- masih menggunakan suspensi daun, cukup keras, kurang nyaman untuk istirahat
- Selimut menggunakan kain rajut, tidak cukup melindungi dari hawa dingin AC
- belum ada footrest
- belum ada gps tracking
- bertopi

Poin fasilitas standard bus malam lainnya
Fasilitas Ruang Tunggu
- Ruang tunggu nyaan AC non AC
- Tempat charger HP


Tempat duduk
- ada usb charger (khusus Handphone)
- Kursi recleaning seat
- Leg Rest

Fasilitas ruangan di dalam bus
- Tidak disediakan tempat sampah di dalam bus
- Toilet
- Smooking Room
- Bagasi luas

Fasilitas perjalanan dan pelayanan
- Free wifi
- Malam tidak berisik, (tidak menyalakan TV yang mengganggu istirahat)
- Service Makan dan minum gratis di rumah makan
- Tag bagasi
Read More...

Sunday, June 12, 2022

Jetbus 3 Dreamcoach Haulin


Mod bus dreamcoach jetbus 3, Jetbus 3 ini biasanya ditandai dengan model lampu depan seperti tampak pada gambar, dan lebar hidung yang minimalis, padahal ini hanya cover saja ya, kalau di dunia nyata, untuk dalemannya bisa aja bermesin hino, merc, atau scania juga bisa, beda model cetakan covernya bisa beda namanya, sedangkan dreamcoach ini sudah bisa kalian tebak adalah fasilitas seat di dalamnya yang mengarah ke sleeper bus.


copasasn readmenya
Assalamualaikum wr wb

Selamat Pagi, Siang, Sore, Petang, Malam, Larut Malam, Subuh, Sampai Pagi Lagi

Gak panjang lebar kali tinggi sama dengan luas volume atau apalah apalah
langsung saja kita sambitt

JETBUS DREAMCOACH MHD ALL MODDER (HAULIN)

Regard :
- Muhammad Annas / Adudu = Creator Mod bus Jetbus HDD
Some Part Jetbus 3 by :
- Okta Adi
- MN
- Hanszr
- ZTOM
- Asadi Sofyan
Part Dream Coach by :
- MBM Garage

Serta Rekan Rekan Lainnya (Maaf tidak bisa disebutkan satu satu)

Sudahlah gak usah panjang panjang ngetiknya
ujung ujung nya juga cuma di Read (nyesek tau di Read doang :'v )

Cek It Dot (mbuh ngomong opo)


Wassalamualaikum wr wb
Selamat Pagi, Siang, Sore, Petang, Malam, Larut Malam, Subuh, Sampai Pagi Lagi



Bakauheni , 14 Desember 2021


(Fajar Fe ES)


lin web.facebook.com/FeESCreation/posts/pfbid02yK7BbCGKt7UQGSdouxwDve3rwLvt3DZDmnEZTuYWvzB81EyUa3Tcd7wup3tonH1hl
Read More...

SR 2 Panorama Haulin


Mod SR2 Panorama untuk Haulin, mohon diperhatikan, dilarang diconvert ke BUSSID, entah kenapa, mungkin ada yang mau menjelaskan kenapa tidak boleh, saya hanya meneruskan pesan dari pembuatnya saja, ok back to the laptop, mod yang modelnya ganteng maksimal, baik dari dimensi lebar dan tingginya, dilihat dari samping depan kiri sangat cakep, apalagi dari dalam karena tidak terhalang topi.




Copasan readmenya

Mod SR2 Panorama All Modder (HAULIN)

Regard :
- Muhammad Annas (Abdul Dudu) : Base Mod All New Legacy
- Nyoman Restu Sumitra (NRS) : 3d Part Legacy SR2 HDP
- M Suhelmi : 3d Part SR2 HDP ECER
- Okta Adi : 3d Part SR2 HDP ECER
- Shandy Akbar Nugroho : 3d Part SR2 HDP ECER
- Kenzo SA (Marvin) : 3d Part SR2 Panorama

Terimakasih untuk semua yg sudah membantu support dalam proses pengeditan mod ini

Boleh CVT Ke UKTS GTA dan ETS2 (Tidak untuk BUSID)
Pastikan Izin ke nama nama yg ada di Readme ini

Support juga Channel YT Fe ES Creation
https://www.youtube.com/c/FeESCreation

Bakauheni 27 Mei 2022
Fe ES Creation (Fajar ES)



lin ada di fans page fe es creation web.facebook.com/FeESCreation/posts/pfbid0XTKtSR2drXVgtS9WA6okAaJWi3urDxJ6Q8S4YcHx7hrhiyNm1v8PGK5E6HAYubabl
Read More...

Jetbus 3 Single Glass



Model Jetbus 3 versi single glass, seperti tampak pada gambar, diklaim bisa dipakai versi ETS 2 1.36 1.37, 1.38, 1.39, 1.40, untuk versi 1.41, 1.42, 1.43, 1.44 belum ada yang membuat sampai saat ini, silahkan dicoba sendiri ya.



copasan sharenya

Mizta Doel
Setelah lelah mencari Wifi gratis akhirnya bisa share Mod Jetbus 3 Single Glass v2

KETERANGAN
1. Mod sudah test di versi 1.36, 1.37, 1.38, 1.40
2. Mohon tidak MEMBOBOL FILE YANG DILOCK
3. Mohon tidak diperjualbelikan
4. Mohon tidak convert ke game lain tanpa izin kami
5. Mohon tidak reupload link
6. File terdiri dari:
- Mod Jetbus 3 Single Glass v2
- Mod Livery/Skin Jetbus 3 Single Glass v2
- Mod Assesoris Jetbus 3 Single Glass v2
7. Tekan tombol O untuk menyalakan lampu interior
8. Minus Sound Masih Bawaan Truk SCS

Cara pemasangan:
1. Ekstrak dulu rar Jetbus 3 Single Glass v2, Sesuai keterangan file
2. Copy MOD, DEF, ACC dan SKIN di:
C: documents/Euro Truck Simulator 2/mod
3. Buka Game ETS2, Masuk Ke Mod Manager
Susun seperti ini:
ETS2 v1.35 - 1.36
- SKIN_Jetbus 3 Single Glass v2
- ACC_Jetbus 3 Single Glass v2
- BUS_Def 1.36 Jetbus 3 Single Glass v2
- BUS_Jetbus 3 Single Glass v2 BASE

ETS2 v1.37 - 1.38
- SKIN_Jetbus 3 Single Glass v2
- ACC_Jetbus 3 Single Glass v2
- BUS_Def 1.37-1.38 Jetbus 3 Single Glass v2
- BUS_Jetbus 3 Single Glass v2 BASE

ETS2 v1.40 v1.41 mungkin bisa
- SKIN_Jetbus 3 Single Glass v2
- ACC_1.40_Jetbus 3 Single Glass v2
- BUS_Flare 1.40 Jetbus 3 Single Glass v2
- BUS_Def 1.40 Jetbus 3 Single Glass v2
- BUS_Jetbus 3 Single Glass v2 BASE

Credits:
Jetbus 3 Single Glass v2 Mizta Doel Part Ztom

lin youtube.com/watch?v=zgdWPUyftN4

Read More...