Showing posts with label olahraga. Show all posts
Showing posts with label olahraga. Show all posts

Saturday, May 9, 2026

Reviu Rute Jogging di Kota Tua Semarang dan Polder Stasiun Tawang


Selamat siang semuanya, kali ini saya akan mencatat lagi reviu rute lari di daerah Kota Lama/Tua Semarang, bagi yang penasaran silahkan baca terus tulisan di bawah ini.


Catper kesana
Angkutan umum
Perjalanan berangkat naik KA Menoreh JNG 13:46 - SMT 19:22
13:10 WIB (36 menit sebelum jadwal)
Start awal

13:20 WIB (26 menit sebelum jadwal)
Sampe Halte awal, transit di JNG, TJ 11 lama sekali datangnya, akhirnya turun halte jalan kaki lari kecil ke stasiun,

13:25 WIB(21 menit sebelum jadwal)
Sampai Stasiun, dengan kondisi penuh keringat, langsung masuk menuju lantai 2, print tiket di mesin cek in mandiri dengan memasukkan kode booking.



Catper versi II
12:47 WIB
Start awal

13:10 WIB
Sampai Stasiun (masih 36 an menit)
jadi kesimpulannya sebaiknya 1 jam sebelum keberangkatan start awalnya


13:46 WIB
Start JNG
ternyata konfigurasi kursi memakai kelas ekonomi model terbaru versi 1 yang awal awal banget yang sempit, yang kapasitasnya 88 kursi terdiri dari 22 baris x 4 kursi per baris=88kursi.
yang ternyata benar terlalu sempit menurut saya, terutama di bagian kaki, karena di depan kaki tulang kering ada besi kursi depan kita yang terlalu rendah. Selain itu pijakan tangannya juga keras, tidak ada pelapisnya. Positifnya kereta ini yaitu berhenti di stasiun sangat singkat.

19:20 WIB
Sampai St Tawang, sampai sini isi perut dulu langsung.

Makan malam
untuk makan malam, dulu saya pernah ke warung sego bancakan pawone Simbah1, entah sekarang masih buka apa tidak, karena kali ini, saya makan di stasiun saja. Bagi yang paham kuliner disini silahkan komentar saja di bawah ya.

Nginap dimana?
Lari tanpa tidur menurut para ahli, sangat berisiko bagi jantung, jadinya tidak ada salahnya merencanakan akan nginep dimana sebelum lari.
Untuk nginep, bisa saja langsung nginep di tempat teman/saudara, atau juga bisa menginap di hotel sekitar sana, ada yang mahal ada yang murah, kalau saya pernah mencoba hotel sleep and sleep, dari hasil pencarian dari google mana yang dekat, tarif promo 45K semalam, diskon karena memang pas bukan hari libur/weekend.

Untuk menuju penginapan tadi, dari Stasiun Tawang jalan kaki sekitar 1 km, sayang sekali beberapa titik, harus turun ke jalan raya bersanding dengan kendaraan umum, karena tidak ada trotoar pejalan kakinya, kalau bawa koper sesekali harus diangkat karena melewati jalur paving.

Fasilitas penginapan
Hotel dengan model kamar kapsul ala backpacker, fasilitasnya buka 24 jam, CCTV, AC, loker pribadi, kamar tidur dan kamar mandi terpisah laki-laki dan perempuan, kamar mandinya khusus di luar kamar semua, mushola, bagi yang pengen jajan, disitu dijual makanan ringan pop mie kopi dll, terpantau juga jual kemeja batik, mungkin menyediakan bagi yang lupa bawa baju batik saat kondangan ya.

Di dalam kapsul ini dilarang telepon, karena pemisahnya bukan tembok beton, selain itu dilarang makan di dalam kapsul, ya memang agar kecoa/tikus tidak datang, tapi tenang saja ada tempat khusus di luar, bagi yang pengen makan/minum/telepon.
Biaya tambahannya seperti handuk 10K, dan alat mandi 10K, jika pindah tingkat 1, ada tambahan lagi 20K(yang 45K tadi ternyata tingkat 2)


Bentuk kapsulnya seperti ini, untuk lantai 2 dan 3 perlu memanjat melalui besi, unik juga


Rute lari
Selesai urusan istirahat, kita back to the topic, Rute larinya dimana? ya di sekitar kota tua saja, keliling-keliling saja, ternyata yang paling ramai orang lari adalah rute lari melingkar di polder Tawang dengan jarak melingkarnya sekitar 400 meter.

Apakah bebas asap?
bila larinya habis subuh pas, tentunya kendaraannya masih sedikit, jadinya begitu lepas jam 6 pagi, jalur utamanya sudah sangat ramai kendaraan dari arah timur, apalagi pas hari kerja. Namun masih bisa disiasati dengan memilih jalur di gangnya saja, yang tidak dilewati jalur kendaraan umumm.

Jalurnya rata?
jalurnya tidak serata jika lari di trek lari stadion, namun tetap masih bisa dipakai untuk lari, namun juga tidak sampai harus melompati undakan beton/portal.

Lokasi toilet
bagi yang kebelet pipis, terpantau ada toilet umum di depan gereja, namun entah buka atau tidak pagi itu, tidak mengeceknya.

beberapa spot foto










Alternatif Rute lari
Bagi yang pengen bener-bener lari di trek khusus, bukan di jalan umum, bebas lalu lalang kendaraan, bisa pergi ke gelanggan Tri Lomba Juang, namun kekurangannya harus menempuh perjalanan naik kendaraan umum untuk kesana dari penginapan tadi, karena kalau jalan kaki atau langsung lari kesana, jaraknya sudah lumayan jauh, sekitar 3-4km, sudah menghabiskan kuota lari 5 km ya.

Lokasi yang menurut saya berpotensi bisa dikembangkan untuk dibuat trek lari
saat melewati di daerah bangunan Syahbandar Kota Tua Semarang, terpantau sekilas lapangan di depannya menggoda sekali untuk dijadikan trek lari, sebuah lapangan terbuka, pinggirnya pepohonan, tidak bersebelahan dengan jalan raya, hanya bersebelahan dengan jalur rel kereta yang sudah dipisahkan tembok. Entah akan dijadikan apa lokasi tersebut ya, apakah dijadikan museum atau dijadikan tempat komersial. Kalau dijadikan rute lari, kondisinya lumayan juga sebagai alternatif selain jalur polder, apalagi jika jalurnya dibuat mulus seperti di bawah ini, tanpa pagar, akan menjadi destinasi ruto jogging baru di tempat ini.


Sarapan?
Untuk sarapan pagi sebenarnya ada penjual pecel di warung arah Stasiun Tawang, Warung Senggol Bu Yanti, jaraknya hanya 60 meteran dari hotel, hanya saja sayang sekali saat itu belum sempat kesana, karena taunya pas pulang.

Angkutan umum keluar kota?
Bila akan menuju ke selatan, dari penginapan bisa langsung menuju Halte Bata Johar, dengan jalan kaki sekitar 300 meter saja.

Catper dari sini
07:30 WIB
Start Sleep and sleep
jalan kaki ke arah halte Bata Johar

07:35 WIB
Sampai Halte
disini sempat ada Trans Jateng lewat, namun karena penuh, nunggu di belakangnya, pas bus belakang datang, saya kelewatan lagi karena kodenya lain, saya kira harus naik Trans Jateng kode 2 ya. Ternyata bisa naik yang kode K1 untuk menuju TIC.

07:40 WIB
Bus K1 datang, naik dari jalan raya, karena berhentinya nanggung ya.

07:50 WIB
sampai di TIC ganti bus sekitar 10 menit, lalu lanjut perjalanan arah selatan
jalur TIC sampai Bawen hanya macet di daerah Semilir Bawen, disini melewati Bus AC Lux yang jalannya pelan banget, entah rusak atau sedang ngepur bus belakangnya.

09:00 WIB
Finish Terminal Bawen
nunggu bus sebentar, ternyata Safari Lux tadi baru sampai sini, sebenarnya pengen nunggu belakangnya saja, karena terpantau Safari Lux ini tadi jalannya seperti siput. Namun akhirnya tetap naik ini saja daripada lama nunggu, kalau dulu mungkin masih berani nunggu karena jaraknya dekat, kalau sekarang jarak bus belakangnya relatif lebih jauh, jadinya naik apa yang ada saja, ternyata, diluar perkiraan, Bawen Salatiga ngebut juga.

09:35 WIB
Sampai di Terminal Tingkir, tidak masuk terminal, hanya berhenti di pinggir jalan.

10:15 WIB
sampai, total perjalanannya 2 jam 45 menit

Ongkos Trans Jateng 5K
Safari Lux 25K Bawen By

Reviu lokasi sleep and sleep
-Jalur menuju kesana dari Stasiun Tawang, beberapa melewati jalur yang tidak ramah pejalan kaki
+Dekat dengan halte Trans Semarang
-tidak ada kunci khusus kapsul, hanya tirai saja
-harus hati-hati saat akan naik ke capsul lantai 2 atau 3, karena harus memanjat
+bersih, worth it untuk sekedar tidur agar tidak kecapekan

Reviu lokasi lari
-Beberapa lorong jalan melewati bangunan yang rawan roboh sesuai plang tulisannya, jadinya harus hati-hati memilih rute.
+Ada indomaret sekitar Gereja yang sudah buka di pagi hari, saat itu menjual buah potong seperti jambu biji, pepaya, cocok untuk menambah nutrisi golden time habis lari.

Biaya
TJ 3K, KA Menoreh 230K, Hotel 45K+Ametis 10K, Handuk 10K=65K, Trans Semarang 5K, Safari Lux 5K, SJ2 221K,
=530K(belum termasuk makan, beli akua)

Referensi
1https://myspacenote.blogspot.com/2024/04/perjalanan-arus-balik-lebaran-2024.html
2https://myspacenote.blogspot.com/2026/05/sinar-jaya-78re-angkatan-pagi-matesih.html
Read More...

Tuesday, January 27, 2026

Jogging di Persada Purnawira Halim


Di Halim ini ternyata ada rute jogging yang bisa kalian gunakan untuk olah raga jogging, tepatnya seperti yang saya gambar di atas, lokasinya kalau dari Cawang, arah Bandara Halim, nanti di sebelah kiri jalan ada pintu masuk ke Persada Purnawira Halim, disana sudah ada parkir motor dan mobil berbayar, jadinya aman, Kalau naik angkutan umum terpantau di google map bisa naik Jak 20 dan Jak 75 lalu turun di halte Persada Purna Halim. Bagaimana trak dan kondisi jalurnya? silahkan simak terus tulisan di bawah ini.


Ini jalur di dalamnya

Tampak gambar di atas jalur jogging, sepertinya rata, tapi harus hati-hati karena beberapa titik, ada yang tidak rata, namun jalur ini terpantau tidak berlumut, jadinya tidak licin saat saya mencobanya tahun lalu, Juli 2025.

Kalau ini adalah jalur di pinggir jalan raya

Selain lari di jalur persada, sebenarnya di pinggir jalan rayanya juga bisa kita gunakan untuk lari, karena jalurnya yang unik, kiri-kanan diapit tumbuhan, hanya saja lebih terpapar asap.


Reviu Singkat
-jalur berupa paving yang tidak mulus-mulus banget, tapi setidaknya tidak licin
+Masih mending, karena sudah dibuat track khusus jalan kaki/lari daripada kita berlari di pinggir jalan rayanya langsung yang terkena asap kendaraan.
-Hanya terdiri dari satu jalur, jadinya bagi yang speed larinya kencang, bisa mempertimbangkan kepadatannya, terutama bila hari libur/minggu.

Read More...

Sunday, March 17, 2024

Jogging di Taman Proklamasi


Selamat siang semuanya, kali ini saya akan reviu lagi lokasi jogging di Taman Proklamasi Di Menteng, Jakarta

Lokasi
Lokasi di Menteng, Jakarta

Lokasi Parkir
Saat itu saya menggunakan motor, untuk motor bisa langsung masuk melalui pintu utara, sedangkan untuk kendaraan besar bus dan mobil, terpantau belum ada parkir, sehingga lebih baik naik Trans Jakarta Bus Listrik1

Biaya parkir
Biaya parkir saat itu gratis, parkir motor akan diberi kartu parkir oleh petugasnya, selanjutnya setelah selesai, kartu parkir tersebut dikembalikan lagi.

Jam buka taman
Ada ketentuan jam berapa taman dibuka untuk umum, bukanya pagi sampai sore, saya sendiri lupa bukanya jam berapa.

Panjang lintasan lari
Panjang lintasan lari kurang lebih 600 meter melintasi keliling luar, namun bila ditambah berputar ke area tengah, maka bisa menjadi sekitar 800 an meter

Kondisi Udara
Kondisi udara, 11 12 dengan taman Suropati, satu sisi jalur lari berada di pinggir jalan raya yang lebar, namun di Taman Prokalamsi ini masih lebih jauh daripada Taman Suropati, yaitu sekitar 40 an meter dari jalan raya, namun untuk sisi yang lain bebas dari keramaian jalan raya.

Kondisi track
Kondisi track yang dilalui melintasi track yang berkelok-kelok naik turun


Keramaian pengunjung
Pagi hari di hari Sabtu, saya datang sekitar jam 06:30 WIB, pengunjung relatif sepi, terpantau hanya ada satu dua orang saja yang jogging, itupun hanya sekedar lewat saja, masuk kemudian jogging keluar lagi. Selain itu ada juga pengunjung keluarga yang hanya duduk-duduk di tengah lapangan.

Ada juga jalur buat refleksi telapak kaki,



Sepanjang track juga ditemui jalur undakan seperti ini, namun tenang saja, hanya ditemui sebanyak dua buah saja, selebihnya adalah jalur rata


Di sisi utara, sayang sekali terdapat jalur yang terlihat sudah pecah-pecah seperti ini, namun masih tetap bisa dilewati, dan hanya sepanjang 10 meter an saja.


Mushola


Ada toilet?
Disini juga ada toilet


Lain-lain
Kondisi taman cukup bersih, terpantau di dalam Taman Proklamasi terdapat banyak sekali petugas kebun, bahkan yang menjadi petugas sapu ada sekitar 4 orang.


kucing


Monumen-monumen
Tugu berlogo petir di atasnya, entah apa maksudnya kenapa menggunakan logo petir, apakah menandakan lahirnya negara, saya juga belum tahu


Disampingnya ada monumen lagi


Ada juga monumen tugu kecil yang berada di tengah-tengah bangunan duduk melingkar sambil diskusi


ini tulisan di tengahnya


monumen lagi



Referensi
1https://myspacenote.blogspot.com/2023/03/mencoba-naik-bus-listrik-trans-jakarta.html
Read More...

Saturday, February 24, 2024

Jogging di Bendungan Situ Gintung


Selamat siang semuanya, kali ini saya akan mereviu lagi lokasi jogging. Kali ini saya akan menceritakan lokasi jogging di Situ Gintung. Karena penasaran sebuah bendungan tapi ada jogging tracknya, bagaimana itu ya? silahkan simak terus tulisan di bawah ya.


Lokasi
Ciputat, Tangerang Selatan, Banten

Perjalanan menuju kesana
dari Jakarta Timur menuju Ciputat menghabiskan waktu kurang lebih 40 menit, melintasi Cawang ke Barat, melewati Pancoran, lalu belok kanan menuju jalan Antasari, dimana di atasnya ada jalur layang non tol khusus mobil, tiang jalan layang berada di kiri dan kanan, mengambil beberapa bagian trotoar pejalan kaki, kondisi trotoar kiri dan kanan terlihat masih belum ada revitalisasi menjadi trotoar yang nyaman seperti trotoar Sudirman, munggkin memang belum direvitalisasi, atau mungkin jarang sekali pejalan kaki disini, jadinya bukan prioritas untuk direvitalisasi.

Yang menarik di jalur Antasari ini, banyak ditemui toko-toko bangunan yang sudah kosong, ada juga yang terpampang tulisan "Dijual".

Sampai di MRT Lebak Bulus terus lurus ke selatan, uniknya disini, tampak jalur MRT hanya sampai perbatasan Jakarta dan Banten saja, terlihat seperti jalur MRT yang seperti "dipotong" pas di perbatasannya. Padahal masalah kemacetan adalah masalah bersama tanpa memandang wilayah milik siapa, entah mengapa MRT tidak diteruskan saja sampai Tangerang, karena pastinya juga sama-sama menghadapi kemacetan. He he, kembali ke laptop.

Memasuki Tangerang Selatan, seperti memasuki kota yang berbeda, trotoar pinggir jalan yang masih memakai model lama, dan lain sebagainya.
Sebenarnya gerbang masuk Situ Gintung lebih dari satu, bisa juga masuk dari gerbang barat, dan selatan.
Saya memanfaatkan google map untuk sampai di tujuan, oleh google map, saya diarahkan menuju gerbang sisi utara, pintu masuk terdekat.



Parkir mobil
Untuk parkir mobil, tidak diketahui dimana lokasinya, karena saat saya datang melalui salah satu pintunya, hanya tampak parkir motor, mungkin lokasi parkir mobil di pintu masuk yang lain, atau parkir di lokasi yang lain.

Parkir motor
tersedia, dengan biaya Rp.5000,-


Mushola
ada mushola di deretan warung-warung penjual makanan

Toilet
Disini juga ada toilet di deretan warung-warung, dengan biaya Rp.2000,-


Gerbang menuju bendungan ditutup
ternyata, tidak semua jogging track dibuka untuk umum, contohnya seperti jogging track yang melewati bendungan, tampak tidak bisa dilalui, entah alasan apa, dugaan sementara karena alasan kemanan, karena posisi jogging track melewati bangunan bendungan yang cukup tinggi pas berada di bendungan.


setelah membaca papan petunjukknya, hal itu cukup beralasan

Tapi tenang saja, karena masih bisa melalui jalur yang lebih luar.


Jalur yang dilalui
Pertama kali akan melewati jalur yang cukup terjal, namun tidak terlalu ekstrim, dapat dilalui dengan aman.


di samping kiri merupakan batu-batuan yang menopang danau.



100 meter ternyata harus melalui jalur campuran dengan asap motor, motor juga melewati jalan ini, namun tenang saja, karena jaraknya yang hanya sekitar 100 meter saja, jalurnya menanjak.



selanjutnya sejauh 4 kilometer, kita akan melewati jalur jogging yang lumayan rata seperti ini, dengan pemandangan kiri danau, dan kanan pohon-pohon.




ternyata sampai ujung, harus melewati jembatan bambu, cukup unik juga jembatannya,



Disini juga banyak ditemui tukang sapu dengan biaya sukarela


Warung makan berjejeran
sampai juga di lokasi semula, disini banyak warung berjejeran, pengunjung bisa sarapan pecel/nasi uduk, seporsi pecel harganya Rp.8000,- belum termasuk kondimen yang lain seperti mendoan, tahu bacem, dan lain-lain.




Di depan warung tadi, sudah disediakan meja dan kursi menghadap bendungan, dengan pemandangan di depan tampak seperti ini.


Karaoke \
di warung-warung tadi, ternyata ada juga yang menyewakan mikrofon untuk karaoke,
Panjang lintasan
Saya ukur menggunakan aplikasi strava, total panjang lintasan dari lokasi parkir, memutari danau kembali lagi ke parkir, memiliki jarak sekitar 4,5km, jadinya kalau saya pas sekali dengan jarak lari saya, tinggal ditambah 500 meter agar menjadi 5 km.



Keramaian pengunjung
Keramaian pengunjung saat saya datang di hari Sabtu jam 07:00, cukup ramai, sepanjang 4,5 kilo meter ketemu orang, jadinya tidak sepi sepi banget saat memutari bendungan yang cukup jauh.


Ada Anjing?
Berdasarkan pemantauan, ditemui 2 ekor anjing, namun dalam posisi bersama pemiliknya, dan ditali, jadinya masih aman.

Secara umum, lokasi jogging disini sangat bagus, karena jauh dari asap kendaraan serta medannya yang rata, dengan biaya masuk Rp.5000,- cocok untuk berolah raga bagi yang pengen merasakan sensasi di pinggiran bendungan sesekali.


next cempaka park cipayung


Read More...

Tuesday, February 20, 2024

Alternatif Jogging di Stadion Sumantri Kuningan Jakarta Selatan


Selamat sore semuanya, kali ini saya akan menulis lagi lokasi jogging tepatnya di Stadion Sumantri Kuningan Jaksel, Jadi ceritanya, hari libur kemarin saya merencanakan jogging di dalam stadionnya, namun setelah sampai sana, ternyata stadionnya telah ditutup untuk umum, jadinya hanya bisa jogging di sekitarnya saja, mencoba menelusuri jalan dan gang, akhirnya ketemu juga jalur yang bisa dibilang layak buat jogging, jauh dari paparan asap kendaraan, serta medannya relatif rata. Bagi yang penasaran di sebelah mana, teruskan baca tulisan di bawah ini saja ya.

Lokasi
lokasi di Stadion Sumantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan.

Lokasi parkir
lokasi parkir motor bisa parkir di sebelah selatan stadion, tepatnya sebelah selatan lapangan tennis,di dekat Pujasera


Biaya parkir
Free, kecuali bila parkir di basementnya, kemungkinan akan bayar.

Lokasi toilet
toilet ada di halaman parkir basement bawah lapangan bola

Mushola
Musola juga tersedia di basement parkir di bawah lapangan bola


Rute yang dilalui
dari halaman parkir menyusuri gang ke utara, sampai tembus jalan raya, lalu menuju arah Timur/arah pemakaman menteng pulo, lalu ke selatan melewati jalan Achmad Bakrie Barat, lalu berjalan ke selatan sampai di Pujasera lagi, jalurnya sebagian besar rata, melewati semen dan aspal hanya sesekali melewati tangga dan penghalang besi, seperti berikut:

tangga


tangga lagi


rintangan seperti ini


semen


jalan raya


Jarak satu putaran?
Jarak 1 putaran sekitar 1 kilometer.

Ada anjing?
tidak ada

Kondisi udara?
meskipun medannya bermacam-macam, melewati tangga dan besi, namun udara disini masih bisa dibilang layak karena jauh dari jalan raya, tidak terpapar asap knalpot.

Keramaian?
Minggu pagi saya kesana, jam 06:30 pagi, orang yang jogging di sini tidak terlalu ramai, sebagian orang lebih suka jogging di depan Kanal Indah Taman Rasuna, karena sudah ditata dengan trotoar yang lebih baik, namun disana lebih banyak dilewati kendaraan, jadi masih terpapar asap kendaraan, jalur yang tidak banyak paparan asap adalah jalur yang saya lewati ini.

Itulah reviu singkat lokasi jogging di Jakarta sebagai alternatif sejak Stadion Sumantri ditutup. Sebagai informasi, Stadion Sumantri ditutup untuk umum, karena digunakan sebagai tempat latihan Timnas U-19.



Read More...

Wednesday, February 14, 2024

Jogging Track Pacuan Kuda Pulomas, Ada Danaunya


sumber gambar4
Selamat sore semuanya, kali ini saya akan mereviu lagi, lokasi jogging di Jakarta Equistrian Park (JEP) di Pulomas, Jakarta Timur. Tempatnya terkadang ditutup untuk umum, tapi kebetulan saat kesana lokasinya sedang dibuka untuk umum, jadinya bisa masuk untuk jogging disini, bagaimana reviunya? silahkan simak saja tulisan di bawah ini.


Lokasi
Lokasi JEP Pulomas, Jakarta Timur, merupakan tempat latihan dan kandang kuda yang cukup luas, memiliki fasilitas dan ditata sedemikian rupa sehingga berstandar internasional, misalnya dengan penataan arena track kuda, pemakaian tanah dan pasir khusus, pemakaian anti desinfektan kuda, penataan kandang, rute jogging latihan kuda, dan lain sebagainya. Di JEP ini ternyata juga ada gedung stadion penonton yang jadi satu dengan gedung pertemuan serbaguna, sebagaimana informasi yang terdapat di google map.

Disini sekarang ternyata juga menjadi pangkalan rute jaklingko Jak 76 JIEP-Industri Raya, memanfaatkan halaman parkir mobil di sisi utara.

Tampak beberapa sopir sedang istirahat ngaso sambil ngopi di warung menunggu giliran "narik"/jalan.

Di sebelah selatan parkir ternyata juga juga ada restoran tenda seafood.

Tempat parkir
tempat parkir luas, saat saya datang ke sana, parkir motor bisa parkir dimana saja, bebas, dan juga tidak bayar.

Suasana/Keramaian
Suasana relatif sepi,
saya pernah datang pagi hari, hanya terpantau 1 2 orang saja yang jogging di sekeliling area lapangan kuda (nomer 4).
saat sore hari saya juga pernah datang di hari minggu, juga hanya terpantau 1 2 orang saja yang jogging di sana, di area parkir.
jadinya cukup sepi.

Warung-warung
hanya ada restoran ikan di dalam area JEP dan warung kopi di pangkalan Jaklingko.


Toilet
saat saya kesana kebetulan tidak ke toilet, jadi belum sempat mengecek kondisi dan letaknya.

Kondisi track

(sumber gambar 3
Saya kesana saat sore hari di hari Minggu, pintu gerbang dijaga oleh satpam, langsung masuk, parkir motor,
Saat itu terlihat beberapa orang tukang mengerjakan pekerjaan di halaman parkir depan stadion.
juga 4 orang sedang berdiri melingkar berdiskusi serius.
ada juga pengunjung sekeluarga yang sekedar melihat-lihat saja, terdiri bapak, ibu, dan dua orang anak.

Jalur jogging pinggir lapangan kuda
Langsung saja saya jogging di depan area stadion, karena disitu ada track paving yang terlihat cocok sekali buat jogging, medannya rata.

diukur memakai strava, jarak keliling satu putaran sekitar 300 meter.


jogging di sini, ternyata harus melewati pintu gerbang seperti ini juga



Jalur track kuda
selain itu saya juga mencoba masuk lebih ke dalam melewati track jogging sepanjang area 4, 5, 9, dengan permukaan semen berupa jalan setapak, merupakan jalur track kuda. Kebetulan saat itu tidak ada kuda yang sedang latihan di jalur tersebut, keluarga yang tadi juga berada di jalur tersebut untuk melihat-lihat.

Jika diteruskan terus, jalur ini nanti akan melewati danau juga, lalu memutar-mutar sesuai peta di di atas, sebenarnya pengen menjelajah memutarinya, namun karena sepi, dan belum kenal medan, misalnya nanti malah ketemu anjing, jadinya hanya sampai area nomor 9 saja, .



Jalur di area halaman parkir
jalur ketiga, yaitu bisa jogging di area parkir mobil dan motor JEP, disini tentu lebih ramai orang, dan layak juga digunakan untuk jogging, karena sama-sama jauh dari asap knalpot keramaian lalu lintas, hanya saja luasnya lebih terbatas. Saat itu halaman parkir kosong melompong, hanya tampak jaklingko di sisi utara saja.

jogging di halaman parkir ini melewati pangkalan jaklingko, restoaran ikan, dan juga saat itu ada beberapa anak matic mber yang sedang nongkrong.

di antara parkiran dan lapangan kuda

Ada anjing menggonggong
selesai jogging, saya lalu kembali ke parkiran, dari jauh, di daerah nomor 4 ini, muncul sosok berwarna coklat, namun tidak terlalu jelas, apakah itu kucing atau anjing atau ayam, karena ukurannya sebanding. Saya tetap santai berjalan, kemudian setelah berjarak kurang lebih 50 meter, terdengar gonggongan yang menunjukkan bahwa itu anjing, untung hanya menggonggong saja, tidak mengejar. saya lanjutkan berjalan perlahan, sampai parkir motor, dan anjing itu pun berlalu. Beberapa saat kemudian ada orang yang lewat, namun anjing tersebut diam saja, fix anjing hanya mengincar saya ya.

(sumber gambar4)

Itulah tadi sekilas, gambaran pengalaman saya jogging di dalam area JEP Pulomas, kelebihan jogging disini yaitu tentu saja jauh dari asap kendaraan jalan raya, itu saja sudah hal yang bagus di Kota Jakarta. namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu:
-JEP Kadang ditutup untuk umum, jadi belum tentu buka bila sampai sana.
-ternyata di dalam ada anjing di area 4, pertimbangan bagi yang takut anjing,
-masih sepi pengunjung yang jogging disini, jadinya suasana terkadang berbeda, apalagi jika jogging sore hari menjelang mahrib, padahal hanya berada di area sisi kiri dekat dengan danau saja, suasananya saja sudah berbeda, menggambarkan suasana tempo dulu yang aslinya memang daerah rawa.



Bagi yang penasaran sejarah JEP Pulomas ini bisa dibaca link di bawah 2
saya copaskan sebagian
Dahulu lokasi area yang sekarang menjadi tempat pacuan kuda ingin dibangun pusat bisnis, tempat rekreasi, dan olah raga. Di sekitar area tersebut akan dibangun kawasan perumahan. Akan tetapi, terdapat instruksi dari Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin untuk membangun Pacuan Kuda di area tersebut. Pembangunan Pacuan Kuda dikerjasamakan dengan pihak Australia.

Pada tahun 1963, terdapat kesempatan bagi Pemerintah Daerah Chusus Ibukota (DCI) Djaya untuk membangun kawasan di Ibukota dengan biaya yang tidak signifikan melalui pinjaman dari Bank Dunia. Akan tetapi Bank Dunia mensyaratkan bahwa pinjaman hanya akan diberikan kepada badan hukum, bukan kepada instansi pemerintah. Cara yang paling mudah adalah dengan membentuk sebuah yayasan. Karena itu, Pemerintah DCI Djaya membentuk yayasan yang bernama Jajasan Perumahan Pulo Mas.

Dengan bantuan bank dunia dan dibantu fasilitas berupa Surat Keputusan (SK) Penguasaan Kawasan dari Gubernur pada saat itu, lahan seluas 350 Ha di kawasan Pulomas dibebaskan, dan diserahkan kepada yayasan untuk dibangun. Bantuan finansial dari Bank Dunia salah satunya ditujukan sebagai biaya ganti pembebasan tanah adat yang ada di kawasan Pulomas tersebut, sehingga aset tanah seluas 350 Ha ini pada hakikatnya adalah milik Jajasan Perumahan Pulomas. Arti dari SK penguasaan ini bukan berarti lahan yang ada di kawasanAnalisis aspek-aspek ..., Bayu Permono, FISIP UI, 2008 65 ini dimiliki oleh pulomas, tetapi lebih memiliki arti bahwa dilarang orang-orang itu melakukan transaksi jual beli untuk wilayah kepentingan dari yayasan.

Yayasan ini bertugas untuk menjadikan lahan seluas 350 ha di Pulomas tersebut sebagai daerah perumahan khusus untuk kegiatan huni saja, bukannya kawasan pemukiman, yang dilengkapi dengan sarana pendukung kehidupan warga sehari-hari.

Yayasan ini dahulu disebut sebagai otorita karena yayasan ini diberi kewenangan oleh gubernur untuk melakukan pembebasan dan penguasaan lahan serta membangun kawasan tersebut. Pada tahun 1980, yayasan tersebut mengubah nama menjadi Yayasan Pulo Mas Jaya.

Masalah finansial menghampiri yayasan tersebut, yang pada kemudiannya menjual lahan yang ada di kawasan Pulomas tersebut kepada pihak swasta. Pengembang yang membeli lahan tersebut mengubah fungsi lahan tersebut menjadi lahan hunian bagi warga Jakarta yang berpunya. Karena yayasan sifatnya nirlaba, maka dibentuklah sebuah PT pada tahun 1996 yang bernama PT Pulo Mas Jaya untuk membangun kawasan pulomas ini yang lebih bersifat profit oriented. Aset tanah yang dimiliki oleh yayasan tersebut dialihkan kepemilikannya kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai aset yang dipisahkan dan dijadikan sebagai penyertaan modal dalam kepemilikan saham PT Pulo Mas Jaya.

Perkembangan kota Jakarta membuat kawasan Pulomas yang berada di blok persimpangan akses Jalan A Yani (Tol Cawang-Tanjung Priok) dan ke arah Bekasi (Jalan Perintis Kemerdekaan dan Jalan Pemuda) menjadi wilayah yang strategis. Jaraknya dengan kawasan industri di Pulo Gadung hanya sekitar enam kilometer, dengan permukiman di Kelapa Gading satu sampai empat kilometer, dan dengan Sunter Utara sekitar tiga kilometer. Tidak mengherankan bila hargaAnalisis aspek-aspek ..., Bayu Permono, FISIP UI, 2008 66 lahannya meningkat. Nilai jual obyek pajak (NJOP) tanah di kawasan itu kini Rp 3,5 juta sampai dengan Rp 4,5 juta per meter persegi. Karena bernilai jual tinggi, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersikukuh mempertahankan lahan yang masih tersisa sebagai miliknya seluas 86 Ha termasuk areal pacuan kuda.

Dalam upaya mengoptimalkan lahan itu, Pemprov DKI Jakarta berencana melakukan revitalisasi. Tujuannya antara lain mempertahankan ruang terbuka pacuan kuda, meningkatkan manfaat ruang hijau bagi masyarakat, menyediakan hunian, mengurangi penyebaran pusat komersial yang tidak tertata, sekaligus membatasi perubahan kawasan hunian menjadi kawasan komersial. Untuk maksud itu, Gubernur DKI Jakarta mengeluarkan Surat Perintah Nomor 2961/- 1.711/5 tanggal 5 November 2004. Isinya menugasi Dinas Tata Kota menggunakan Panduan Rancang Kota Kawasan Terpadu Pacuan Kuda Pulo Mas dalam menata kawasan tersebut. Panduan rancang itu dirumuskan untuk memberikan arah perencanaan fisik bagi pertumbuhan baru dengan tetap mempertahankan kaidah perancangan yang tertuang dalam rencana induk

sumber 1



Istilah
Huni ;pantas dihuni
permukiman : lingkungan hunian yang terdiri atas lebih dari satu satuan perumahan yang mempunyai prasarana, sarana, utilitas umum, serta mempunyai penunjang kegiatan fungsi lain di kawasan perkotaan atau kwasan perdesaan2


Link
1https://lib.ui.ac.id/file?file=digital/123674-SK%20009%2008%20Per%20a%20-%20Analisis%20aspek-Metodologi.pdf (diakses 12 Februari 2024)
2https://bpiw.pu.go.id/uploads/KamusIstilahPengembanganWilayah.pdf (diakses 12 Februari 2024)
3https://www.youtube.com/watch?v=RWGDgxfNLg8
4https://megapolitan.kompas.com/image/2016/04/14/12594381/Ini.Kata.PT.Pulomas.Jaya.soal.Penggusuran.Jalur.Pacuan.Kuda?page=1
Read More...