Showing posts with label MOTOR. Show all posts
Showing posts with label MOTOR. Show all posts

Saturday, April 27, 2024

Foto Penampakan Kampas Rem Jika Masih Baru

Selamat siamg semuanya, kali ini saya akan menampipkan foto ketika kampas rem belakang cakram motor supra 125 masih baru, foto ini nantinya akan menjadi perbandingan jika kampas motor sudah habis. Ya, mengingat saya sendiri juga jarang memperhatikan kampas rem ini, tiba-tiba piringan cakram udah aus aja, padahal kemarin-kemarin, rasanya masih rata, sekarang malah sudah aus.
Biaya penggantian di Ahass, Rp.85.000,-, Foto kampas terlihat komponen yang berwarna ngejreng, karena ya memang masih baru, Foto memakai Samsung A20 dengan ukuran high resolution yang filenya saja bisa mencapai 2 MB, jika tidak saya taruh di blog, lama-lama smartphone cepat penuh. Sedangkan velg copotan motor lain, terlihat banyak debu, namun tidak masalah, karena tidak akan mengganggu fungsinya sebagai roda.


kalo ini adalah penampakan kampas roda depan(difoto dari depan)





Read More...

Sunday, January 7, 2024

Pengalaman Pasang Ban Dalam Palsu


Sekarang muncul berbagai macam produk kawe, asli tapi palsu dengan kualitas yang menyerupai aslinya, namun ternyata tidak semua produk palsu kw tersebut bisa kita pakai, contohnya pada produk komponen kendaraan kerena menyangkut keselamatan, apalagi ban. Kali ini saya akan menceritakan pengalaman memakai ban dalam palsu.

Pertama kali memakai ban dalam,
yak betul, sudah lama sekali saya tidak memakai ban dalam di motor saya, karena selama ini saya memakai ban tubeless untuk perjalanan jarak jauh. Nah karena tidak ada lagi rencana perjalanan jarak jauh, serta kondisi jalan sehari-hari lebih banyak menemui jalan rusak dan polisi tidur, jadinya ban motor saya ganti menggunakan ban dalam agar lebih pas. Jika tetap memakai ban tubeless, tidak akan cocok karena terasa keras, ban tubeless memang didesain lebih keras.


Perjalanan dari Cawang menuju Tanjung Priok
sesampai di fly over Cempaka Cempaka Mas, posisi menuruni fly over tiba-tiba ban belakang terdengar sesuatu, namun tidak keras seperti ban meletus, saya kira hanya kerikil yang terlindas kemudian terlempar menimbulkan bunyi. Laju motor tetap stabil, ban belum terasa kempes, sampai bawah saya minggir berhenti sejenak mencoba mengecek, eh ternyata ban belakang sudah posisi kempes, dan hampir habis, mlenent, istilah bahasa Jawanya.

Mencoba bertanya satpam di depan Astra, Ada tambal ban, namun di seberang jalan, dan harus memutar jauh mencari putar arah/u turn, namun Alhamdulilah, ternyata ada yang lebih dekat, tepatnya di jalan samping Sungai Sunter, akhirnya saya dorong tuntun motor dengan dorongan dari gas, jadi tidak terlalu berat. Jaraknya sekitar 300 an meter saja, posisi tepatnya di google map ada di https://maps.app.goo.gl/NvHCEiQZ64XkX6Vq5.

Selesai dibongkar ternyata ada kebocoran memanjang sekitar 0,5 cm, dan harus ganti ban dalam, jadinya saya ngikut saja, penyebab tidak bisa ditambal, tidak dijelaskan.

Kemudian dia mengambil ban dalam baru, dalam sebuah kemasan kardus berwarna biru, merk tidak teridentifikasi karena saya juga tidak terlalu memperhatikan, kemudian mulai mencopot ban untuk mengganti ban dalam, Selesai diganti kemudian membayar ongkos seluruhnya saat itu Rp.60.000,-.

Beberapa hari kemudian
Laju motor seperti ngempos, tidak bertenaga, mungkin ban kempes yang menyebabkan laju motor menjadi berat, benar saja setelah saya pompa ban depan dan belakang, laju motor kembali bertenaga, digas sedikit terasa tenaganya, eh, selang sehari dua hari, tenaga motor kembali ngempos, dicek di bagian ban, ternyata kempes lagi, kesimpulan sementara ban belakang bocor alus, padahal baru saja ganti, harus dibawa ke tukang tambal ban lagi, aneh juga ya.

Akhirnya dibawa lagi ke tambal ban langganan
Tukang tambal ban membuka ban, setelah dibuka jreng... langsung beliau bilang ke saya bahwa ban dalam palsu, dikatakan karetnya lebih seperti balon udara mainan, namun dengan lebih tebal.

Kaget juga mendengarnya, karena mengapa komponen vital seperti ini bisa ada yang membuat tiruan namun dengan kualitas yang lebih buruk ya, apakah ini merk Ch*na? atau dari pabrik dalam negeri ya? Jika dari Ch*na, belinya dimana? apakah tidak ada SNI? mungkin saja memang tidak ada SNI, karena biasanya persyaratan tersebut dianggap mengganggu kelancaran arus barang di pelabuhan, demi menarik investor luar negeri.

Ciri ciri ban dalam palsu
fisik ban setelah saya raba terasa lebih kenyal, jika ditarik sedikit terasa lebih mudah melar dibandingkan ban asli.

dan ciri kedua yang sudah dirasakan yaitu gampang sekali kempes/bocor alus, sekarang dipompa, besoknya sudah kempes lagi.


Akhirnya diganti lagi dengan ban dalam yang asli, ongkos penggantian Rp.60.000,-, sedangkan ongkos tambal biasa saat ini terpantau Rp.15.000,- sampai Rp.20.000,-

ban dalam palsu merk Alvero




Read More...

Sunday, January 29, 2023

Benda Sebesar Kuku Bikin Supra 125 Tidak Mau Pindah Gigi


Pengalaman ini saya alami ketika menggunakan Motor Honda Supra 125 DD Limited Edition tahun pembuatan 2006, dimana motor ini merupakan varian motor Supra 125 CC yang saat itu sedang mulai memperkenalkan cakram belakang. Knalpot varian ini masih menggunakan model knalpot Karisma dengan posisi mendatar, dan dilengkapi dengan pelindung, yang di varian Supra 125 selanjutnya, diganti dengan model tabung racing tanpa pelindung panasnya. Berikut ini ceritanya ya.




Sekitar tahun 2017 atau 2018
saya melakukan penggantian kampas kopling satu set beserta mangkoknya di bengkel Ahass L**** M**** Pisangan Lama III. Namun setelah penggantian kampas kopling tersebut, perseneling terasa jadi lebih keras daripada sebelumnya, kalau sebelumnya hanya diinjak sedikit saja, langsung bisa pindah gigi dengan gampang, kali ini harus diinjak dengan lebih keras untuk pindah gigi.

Saya coba tanyakan kepada mekaniknya dan kemudian dijawab, bahwa nanti kalau sudah pemakaian lama, perseneling akan lebih lunak dengan sendirinya, namun setelah setahun pemakaian perseneling masih tetap lebih keras, tapi karena memang selama pemakaian motor tidak menemui masalah yang serius sampai tidak bisa jalan, lama kelamaan saya anggap itu menjadi hal yang biasa saja dan dapat dimaklumi. Padahal kerasnya perseneling tersebut bisa saja menjadi indikator awal terjadinya kerusakan berikutnya ya.


Pertengahan Tahun 2022,
saat melaju pelan di gigi 1, untuk pindah ke gigi 2, perseneling terasa keras diinjak, saya pun menginjak persenlingnya dalam-dalam dengan lebih keras, ladalah ternyata malah muncul masalah baru, yaitu perseneling mengunci di gigi 2, tidak bisa pindah ke gigi 1 atau 3. Sedangkan untuk kopling masih bekerja dengan baik.

Akhirnya dibawa ke Bengkel Ahass Honda Dwijati Motor Tukad Pakerisan, Denpasar, Bali untuk diperiksa apa masalahnya. Ternyata ada masalah pada per perseneling seperti tampak di gambar panah di atas. Per perseneling yang kecil itu ya, bukan yang besar, ukurannya hanya sekitar 1 kuku saja. namun info dari mekaniknya, sparepart tersebut sudah tidak tersedia di bengkel tersebut. Bagaimana kelanjutannya?

Akhirnya oleh mekanik Ahass ini, mengakalinya, namun entah mengakalinya bagaimana, apakah per tersebut kemudian dibentuk manual agar bisa nyantol, atau entah bagaimana, saya saat itu memang tidak terlalu memikirkan bentuk mengakalinya seperti apa, dan belum tergambar sparepartnya seperti apa, saya hanya mengikuti saran mekanik saja kalau pindah perseneling pelan-pelan saja.

Saat itu juga sekalian dilakukan penggantian kopling beserta mangkoknya karena menurut montir, sudah terjadi keausan.

Sejak saat itu, penggantian gigi persenling selalu saya lakukan dengan halus dan pelan sekali, namun ternyata saran dari mekanik Ahass II ini tidak sesuai praktiknya, karena walau sudah melakukan perpindahan perseneling dengan halus, ternyata tetap saja muncul kembali masalah yang sama.


Desember 2022
Saat itu motor melewati jalan yang jelek sehingga membuat goncangan motor yang cukup keras, ternyata sehabis itu, masalah kembali terulang, motor tidak bisa pindah gigi, kali ini motor terkunci di gigi 3. Posisi gigi 3 ini motor hanya terkendala saat angkatan awal yang terasa berat sehingga membuat kampas kopling cepat aus, namun masih bisa melaju di kecepatan 60 kmh dengan akselerasi yang pelan pelan.


Bengkel Ahass Putra Sesetan Jalan Sesetan Denpasar
Menurut bengkel Ahass, masalah terjadi pada per persenling, diagnosanya sama dengan diagnosa Ahass Tukad Badung, namun lagi-lagi mengalami kendala pada ketersediaan sparepart, ya mungkin karena motor tua ya, jadinya sparepartnya susah dicari.

Perburuan per
Sayapun berburu sparepart sampai pusatnya langsung Ahass di jalan Dewi Sartika, Jakarta, Sampai di pintu gerbang, ditanya satpam akan menuju bagian mana, karena di dalam ternyata ada beberapa bagian, ada bagian sales, ada bagian sparepart, saya pun bilang akan beli sparepart, lalu saya pun dikasih kertas bertuliskan nomor antrian, sistem yang cukup bagus agar tidak rebutan ya. saat itu saya antri sampai 30 menit dengan menunggu di ruang tunggu berAC di dalam. Sebenarnya jika males antri bisa juga menanyakan langsung melalui Whatsapp yang saya dapat nomornya di banner wa.me/6285881536743. Giliran tiba antrian saya, ternyata sparepart yang dicari kosong stoknya. Padahal ini adalah pusat sparepartnya di Indonesia ya, tapi malah kosong.



Bengkel Tambal Ban
Saya coba bawa motor ke bengkel tambal ban pinggir jalan, oleh bengkel tambal ban, eh malah diganjel-ganjel di bagian pijakan kaki perseneling dengan harapan agar as bisa berputar, namun hasilnya nihil.


Bengkel Ahass Sartika Utan Kayu
Usaha selanjutnya membawa motor ke bengkel Ahass yang lain, kali ini saya membawanya ke bengkel Ahass Sartika Motor di Utan Kayu, Mekanik kemudian memprediksi ada masalah di bagian perseneling dan harus membongkar turun mesin terlebih dahulu untuk mengetahui apa masalahnya, dan membutuhkan waktu sekitar 3 sampai 4 hari, biaya bongkarnya mencapai 1 Juta. Saya menanyakan apa saja kemungkinan-kemungkinan penyebabnya, dijelaskan kemungkinan bisa saja karena as persenelingnya patah, pernya yang patah, bintang aus, dan lain sebagainya.

Bengkel Ahass Langgeng Jaya di Jalan Bekasi Timur Raya
Usaha yang lain adalah datang ke bengkel ini, ternyata jawabannya juga sama, yaitu harus dilakukan pembongkaran mesin dengan biaya 1 sampai 2 juta dan juga waktunya tidak bisa sehari jadi untuk mengetahui kerusakannya.

Bengkel Ahass Pandan Surya Jalan Pandan
Saya pun pasrah saja dengan langsung memasukkan motor ke bengkel Ahass ini, tanpa menanyakan perkiraan biaya, hanya menyampaikan keluhan dan saya suruh langsung kerjakan, namun karena kemungkinan lama antri, motor saya tinggal saja dengan meninggalkan nomor telepon saya.

Sore hari saya ditelepon, ternyata masalahnya hanya pada bagian per perseneling yang sudah patah dan sparepartnya akan dicarikan. Kemudian Mahrib, motor ternyata sudah jadi dengan biaya tidak sampai 300 ribu, karena memang untuk masalah per ini ternyata tidak perlu melakukan pembongkaran sampai turun mesin yang memakan biaya jutaan.

Itulah pengalaman saya ketika mengalami masalah pada perseneling motor ya, barangkali ada yang pernah mengalami hal yang sama. Kerusakan per perseneling ini menurut mekaniknya merupakan kerusakan yang cukup jarang terjadi, dan juga spare partnya saat ini susah dicari. Bagaimana pendapatmu mengenai hal ini? apakah bisa sparepart Supra terbaru dipasang di Supra lama?

Kesimpulan

- Saat membeli kendaraan/motor, sebaiknya simpan juga katalog suku cadangnya dari internet, siapa tahu suatu saat akan membutuhkan
- Bila motor terasa berbeda/aneh sebaiknya langsung waspada akan kemungkinan masalah yang lain.
- Untuk penggantian sparepart memang lebih pasti ke bengkel resmi, namun untuk diagnosa masalah, masing-masing bengkel resmi terkadang memiliki pandangan yang berbeda, contohnya di atas, bengkel 1 berpendapat harus turun mesin dulu untuk mengetahui masalah persenelingnya, sedangkan ada juga bengkel yang lain perlu dibongkar bertahap untuk mengetahui masalahnya.
- Ada kalanya perlu mencari tahu pendapat kedua, ketiga, mengenai masalah pada motor kita, tak lupa juga, perlu menggali informasi dari sumber terbuka
- Selalu tanyakan juga estimasi biaya terendah sampai tertinggi sebelum memberikan persetujuan tindakan pada motor kita.


-Bila solusi solusi di atas terasa membuat pusing, jalan terbaik adalah dengan menjual motor tersebut dan menggantinya dengan yang baru


Read More...

Sunday, January 22, 2023

Penyebab Supra 125 Lama Lebih Nyaman Joknya Dibandingkan Versi Terbaru


Di berbagai grup media sosial, sering sekali bertemu dengan komentar bahwa supra helm in posisi joknya sering melorot ke depan ya, joknya juga lebih cepat panas dibandingkan varian supra 125 lainnya, kira kira apa penyebabnya ya?
penulis sendiri juga merasakan hal yang sama, karena penulis sendiri juga pernah menggunakan supra helm in selama kurang lebih 2 tahun yaitu dari tahun 2012 sampai 2013, kalau perjalanan 30 menit sih tidak terlalu terasa, tapi kalau perjalanan yang sampai 1 jam ke atas, baru terasa lebih cepat panas daripada varian supra lainnya.

Hal yang mengejutkan ketika penulis kemudian beralih menggunakan supra lama di tahun 2013, penulis memakai supra 125 DD tahun pembuatan 2006, untuk perjalanan 4 jam, ternyata bokong masih nyaman nyaman saja tidak sepanas ketika menggunakan helm in yang sudah panas walau naik motor baru 1 jam. kira kira apa penyebabnya? silahkan baca terus artikel di bawah ini.






Sebelum membahas lebih lanjut, saya akan mengelompokkan jenis supra 125 menjadi 3 jenis
1. Jenis Supra 125 lama

Meliputi Supra lama lampu satu, Supra Betmen knalpot racing lampu dobel


2. Jenis Supra 125 Helm In

Meliputi Supra Helm in dengan bagasi lebar


3. Jenis Supra 125 All New

Meliputi Supra 125 dengan embel embel All New, indikator bensin sudah memakai jarum, lebih presisi dari digital sebelumnya.




Analisa Penyebab Helm In duduknya lebih cepat panas dibandingkan varian lainnya
Nah sekarang kita akan menganalisa penyebab masalah jok pada Supra Helm In


Ternyata produk baru tidak selalu mengalami peningkatan seperti yang diiklankan ya. Supra Helm ini merupakan generasi penerus supra lama, diklaim memiliki "jok yang lebih lebar" sehingga diklaim lebih menunjang kenyamanan oleh iklannya, namun ternyata realitanya berbeda,

Kemiringan jok Supra 125 Helm In yang terlalu melorot ke depan
desain jok Supra Helm in, ternyata terlalu melorot ke depan, bisa kalian lihat gambar di atas tingkat kemiringan supra Helm In ada di garis warna merah, cenderung lebih curam dibandingkan varian supra lainnya. Ya kalau dari segi desain yang miring-miring memang terlihat lebih sporty dan eye catching, namun ternyata kenyataannya malah membuat tidak nyaman.

Jok lebar yang ternyata tidak benar-benar lebar
Penyebab kedua kenapa jok helm in terasa lebih panas, karena ternyata penampang jok di bagian ujung, ada keprasan di pinggirnya, menjadikan bentuk joknya seperti piramida dengan ujung atas lancip, jadinya malah membuat tumpuan bokong tidak selebar supra lama. Kalau pada motor supra lama, keprasan pinggirnya tidak seagresif Helm In,
Ya memang kalau dilihat dari atas ya memang lebih lebar, namun keprasan pinggirnya ternyata memiliki pengaruh yang signifikan. Mengulang pernyataan di atas, tampilan tidak selalu menjamin kenyamanan dan itu sudah terbukti.


Bagaimana analisa kenyamanan Supra X All New
Seperti yang terlihat pada gambar paling atas, tingkat kemiringan All New Supra 125 (warna kuning) ternyata tidak securam helm in(warna merah), namun ternyata juga tidak selandai supra lama(warna hijau), jadi posisinya berada diantara keduanya.

Sementara bentuk keprasan All New Supra 125 sampai saat ini penulis masih belum memiliki pengalaman yang cukup untuk membuat testimoninya, hanya saja bila melihat dari tampilan gambar yang beredar di internet, keprasan All New Supra 125 kemungkinan berada diantara keduanya, sehingga kesimpulan sementara tingkat kenyamanan All New Supra 125 berada di tengah-tengah keduanya, silahkan koreksi bila salah.


Setiap motor memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, tulisan di atas hanyalah membahas salah satu fitur saja, yaitu jok motor. Supra Helm in memiliki segudang fitur yang lebih unggul, jok yang lebar, indikator bensin sudah menggunakan jarum sehingga lebih presisi dan modern, ingat lebih presisi berarti lebih modern, modern bukan hanya soal penggunaan lampu LED dan indikator digital saja, konsep modern sering disalahartikan orang hanya sebatas penggunaan digital, padahal konsep modern apabila bisa menjadikannya lebih spesifik dan presisi.



Read More...

Friday, April 1, 2022

Ergonomi Pijakan Gigi Motor



Masalah yang sepele seputar pemasangan pijakan gigi pada motor, baik itu motor bebek maupun motor sport, karena memang jika tidak disesuaikan dengan postur tubuh pengendara, akan mempengaruhi kenyamanan berkendara, bahkan bisa mempengarhui keawetan mesin itu sendiri, manakala pijakan tidak pas, sehingga memaksa pengendara mengganti gigi dengan keras. Pada motor punya saya, masalah muncul ketika ingin memancal gigi mundur sampai harus mengangkat seluruh kaki.


Masalah yang lain adalah terkadang pindah gigi bisa terasa keras, padahal hanya berasal dari masalah posisi pijakannya saja, efeknya jika dipaksa tentu mempengaruhi kenyamanan dan mesinya itu sendiri

Masalah yang lain adalah mempengaruhi gaya berkendara karena harus direpotkan dengan perpindahan gigi yang sulit, padahal jika pijakannya sudah disesuaikan dengan postur kita, mengganti gigi akan menjadi sangat mudah.

Contohnya adalah pada gambar di atas yang posisinya sudah pas antara pijakan kaki dengan besi persneling. Karena sebelumnya letak tumpuan pijakan kaki terlalu tinggi menyulitkan pindah gigi mundur, akhirnya saya minta bengkel membengkokkan sedikit ke bawah sehingga menjadi seperti tampak pada gambar.


sebelumnya juga diubah menjadi seperti di bawah ini, namun ternyata berefek melorot ke depan di kaki, akhirnya memakai setgingan seperti gambar di atas


Cara menyesuaikannya adalah tinggal mencopotnya terlebih dahulu dengan cara mengendorkan bautnya, lalu dipasang sesuai selera.
Read More...

Sunday, February 27, 2022

Spesifikasi Supra 125 Tahun 2022

Mencoba menengok spefikasi supra 125 yang rilis tahun ini
Mesin Tipe Mesin 4-Langkah, SOHC, Silinder Tunggal Kapasitas Mesin 124,89 cc Sistem Suplai Bahan Bakar PGM-FI (Programmed Fuel Injection)
Diameter X Langkah 52,4 x 57,9 mm
Tipe Tranmisi 4 Speed, Rotary
Rasio Kompresi 9,3:1
Daya Maksimum 7,40 kW (10,1 PS) / 8.000 rpm
Torsi Maksimum 9,30 Nm (0,95 kgf.m) / 4.000 rpm
Tipe Starter Starter Kaki dan Elektrik
Tipe Kopling Multiplate Wet Clutch with Coil Spring
Sistem Pendingin Mesin Pendingin Udara
Pola Perpindahan Gigi N-1-2-3-4-N

Rangka dan Kaki
Tipe Rangka Tulang punggung
Tipe Suspensi Depan Teleskopik
Tipe Suspensi Belakang Lengan Ayun dengan Suspensi Ganda
Ukuran Ban Depan 70/90 - 17 M/C 38P
Ukuran Ban Belakang 80/90 - 17 M/C 44P
Rem Depan Cakram Hidrolik dengan Piston Tunggal
Rem Belakang Cakram Hidrolik dengan Piston Tunggal (CW)Tromol (SW)

Dimensi dan Berat
Panjang X Lebar X Tinggi 1.918 x 709 x 1.101 mm
Jarak Sumbu Roda 1.235 mm
Jarak Terendah Ke Tanah 136,5 mm
Curb Weight 106 kg (CW)103 kg (SW)

Kapasitas
Kapasitas Tangki Bahan Bakar 4 Liter
Kapasitas Minyak Pelumas 0,7 Liter pada penggantian periodik

Listrik
Tipe Baterai Atau Aki 12V - 3.0 Ah
Sistem Pengapian Full Transisterized
Tipe Busi NGK CPR6EA-9 / ND U20EPR9

sumber https://www.astra-honda.com/product/supra-x-125-fi
Read More...

Tuesday, February 2, 2021

Bocor Alus, ganti isi pentil

Sudah beberapa hari ini ban motor saya yang supra 125 DD, alias montor balap mengalami gembos, pertama kali oleh petugas pompa di pom bensin disarankan untuk membersihkan sela-sela ban dengan velg, dan itu sudah dilakukan, eh ternyata tadi pagi masih bocor.


Akhirnya saya tes siram ban menggunakan sabun mandi dan ternyata ketahuan yang bocor adalah di lubang dop. Solusi yang mungkin adalah ganti dop dan harus bongkar ban, akhirnya setelah saya bawa ke tukang tambal ban, oleh tukangnya ternyata cukup diganti isi pentil dalamnya saja dan Alhamdulilah langsung beres, ok jadi tidak perlu ganti dop dan bongkar ban ternyata. Biaya hanya 2000 rupiah saja.
Read More...

Tuesday, August 4, 2020

Kesalahan saat belajar motor kopling

OK Kali ini saya terkena jebakan lagi judul yang menarik di yutub semacam 7 hal yang kamu harus perhatikan bla bla bla, saya akan posting tentang 6 kesalahan belajar motor kopling.

1. Ketakutan, sebenarnya ini bisa diatasi kalau sudah terbiasa
2. Terlalu gugup, ini sebenarnya bisa diatasi jika kalian menikmatinya dan sabar, misalnya motor tiba-tiba mati, bagaimana cara menghidupkannya
3. Terlalu tergesa-gesa, misalnya pas jalan terlalu cepet tarik kopling, atau misalnya saat awalan melepaskan kopling terlalu cepat.
5. Belum bisa menyeimbangkan kapan saat melepas kopling dan gas
dst soalnya kalau semakin tak simak yutubnya, maka semakin teoritis ya, mending langsung praktik saja.
Read More...

Tuesday, December 17, 2019

Disk Brake Macet


Disk Brake motor macet penyebabnya bisa bermacam-macam, namun kali ini saya akan share pengalaman mengatasi disk brake motor pada ban belakang. Kejadian bermula pada saat ganti kampas rem belakang yang dirasakan sudah aus dan perlu diganti dengan yang baru, setelah beres diganti ternyata tak disangka ban motor kurang lancar berputar, hal ini terasa saat motor distandar ganda lalu ban coba saya putar, terasa berat, kata mekanik A*ASS itu gapapa dipakai dulu selama 1 minggu nanti lancar kembali, okelah manut dulu, padahal kalo seret aja gapapa apalagi lancar lebih gapapa lagi, jadi seharusnya bisa dibetulkan segera.

Bengkel pertama
pergi ke bengkel pertama, lalu dibongkar piston remnya, dikasih oli pada piston, dan dipasang kembali, ternyata bisa, eh ternyata itu cuman sementara saja, beberapa jam kemudian dipakai, kembali ban seret, malah sekarang rem menjadi kurang menggigit daripada sebelumnya.

Bengkel kedua/bengkel yahud
pergi ke bengkel kedua mencoba mencari peruntungan perihal ban seret motor, saya sampaikan keluhan ban belakang seret, tanpa ba bi bu, mekanik langsung mengecek ban, dan jreng-jreng jreng, ditemukanlah sumber masalahnya yaitu ternyata pada pin yang sudah aus dan perlu diganti, ternyata setelah diganti langsung ban menjadi lancar jaya, baru tahu saya, kalau kalian browsing di internet artikel yang kalian temuin hanya seputar piringan cakram yang kotor lah, ada juga alasan pembenar nanti seminggu lagi bakalan normal lagi lah, karena perbedaan bahan lah, semua artikel tersebut rasanya tak ada benarnya sama sekali dengan kenyataan. padahal nyatanya cuman gara-gara pin piston yang sudah aus, sehingga per tidak mencengkram kuat.




Read More...

Sunday, December 16, 2018

Mod Motor Bussid

Mod seperti tampak pada gambar, cuman bannya hanya satu
copasan sharing di ignya
omat.modNama mod : MOTO ONE
Author : Rahmat Agung Julians(omat)
License : Free
Link : https://drive.google.com/file/d/1Z7YXaPLmqr6L2Y7nzB6BydCPKreW4GGn/view?usp=sharing
Read More...

Wednesday, June 27, 2018

Misteri Bunyi Aneh Supra X 125 DD

Mungkin ada yang pernah mengalami bunyi seperti yang terdengar pada rekaman di bawah? kalau pernah mungkin bisa dibagikan pengalamannya bagaimana cara mengatasinya. Bunyi ngreeek ngreeek ngreek muncul saat roda belakang berputar yang bila kecepatannya disamakan pada saat posisi berjalan berkisar mulai 40 kmh ke atas, dengan kecepatan yang tampak pada spedo. Pada kecepatan tinggi bunyi tersebut sudah tertutup oleh bunyi angin, namun sebenarnya masih tetap ada. Menurut mekanik 1, bunyi tersebut mungkin karena masalah pada kopling, untuk mengetahuinya harus dilakukan pembongkaran untuk mengetahui detail sumber masalahnya, karena mekaniknya sendiri tidak dapat memastikan sparepart mana yang harus diganti, mungkin saja ganti mangkok, karet, dan entah apalagi saya juga kurang paham, kisah selanjutnya...



...kisah selanjutnya Bersama mekanik 1 terpaksa saya batalkan karena posisi motor sudah melakukan perjalanan ke kota lain, sehingga berlanjutlah keluhan tadi sampai ke kuping bengkel kedua (mekanik 2) di kota lain. Jawabannya? ternyata sama, mekanik 2 belum dapat memastikan sparepart mana yang perlu diganti jika belum dilakukan pembongkaran. Langkah selanjutnya, kopling dibongkar, oleh mekanik 2, terdeteksi masalah pada karet kopling, entah itu bagian mana saya tidak tahu, akhirnya dilakukan penggantian karet dengan cara dipantek yang memakan waktu seharian, tentunya saya tidak menunggu sampai seharian di bengkel, motor saya tinggal, Bersama kunci dan nomor handphone.

Jam setengah empat sore saya telepon bengkel tersebut apakah sudah selesai, ternyata saat itu juga hasil pantek dari tukang bubutnya baru saja dating, dan akan dilakukan pemasangan. Jam empat saya ditelepon bengkel untuk mengambil motor, setelah dipakai, ternyata suara tersebut masih ada, ok ternyata kisah ini masih berlanjut. bersambung.
suara bisa didengar disini

Apakah masalah terdapat pada gigi rasio yang terdeteksi kendor seperti yang disampaikan dulu oleh mereka? atau mungkin masalah yang lain?
Read More...

Tuesday, August 28, 2012

Catatan Perjalanan 479 km

Rute HSX kali ini adalah menuju JBG, dengan rincian sebagai berikut :
Berangkat
- (Km 102987) total jarak=0km
pukul 05.05 pagi start, tapi sebelumnya memperbaiki spion yang kendor, obeng sulit masuk karena emang gak cocok buat mutar sekrupnya, akhirnya diputar secara manual walau ternyata setelah di jalan sering sering pegang spion buat menyesuaikan. hawa dingin, langit masih gelap tapi tetep semangat.

-(Km 103718) total jarak= 73,1 km Sragen
jam 06.45 sampai Pom Bensin, isi 18 ribu, atau 4 liter, dilanjut istirahat sampai jam 07.00 dengan berbaring walau sebenarnya belum capek bener tapi sesuai pengalaman tetep harus istirahat karena perjalanan masih panjang. Perjalanan dilanjutkan, di Kota Sragen sering berhenti karena disini banyak sekali lampu merahnya, juga pagi hari jalan penuh dengan anak sekolah yang bawa motor. kemudian lanjut melalui hutan Ngawi, Kota Ngawi, Madiun, Nganjuk, njombang, lancar tanpa macet, macet cuman di perlintasan KA

- (Km 105352) total jarak =236,5 km
Alhamdulilah sampai tujuan pukul 09.30 (4,5 jam)

Pulang
(Km 105352) total jarak = 0 km start
(Km 105712) total jarak = 36 km isi bensin di Nganjuk 4 Liter
(Km 107779) total jarak = 242,7 km isi bensin di Ampel 4 Liter
(Km 107784) total jarak = 243,2 km Finish
Total Perjalanan 479,7 Km, dengan konsumsi BBM

4 Liter pertama sejauh 199,4 Km = Konsumsi 49,85 Kilometer per Liternya
4 Liter kedua sejauh 242 Km = konsumsi 60,6 Kilometer per liter
Data km diambil dari odometer, dengan tingkat keakuratan rendah, karena sebagian angka cuman diingat, tidak dicatat, jadi bisa jadi salah tulis lho. Keep safety.
Read More...