Sunday, May 10, 2026

Persiapan Blender agar bisa Import Export Model ETS 2 versi 1.58 Windows 11

Selamat sore semuanya, kali ini saya catat lagi tutorial cara langkah-langkah apa yang harus dilakukan bila kita ingin mengimport model ETS2 ke dalam blender, Karena saya sudah lama tidak membuka blender gara-gara laptop mati total, begitu ganti laptop yang baru eh malah lupa lagi caranya, akhirnya intip-intip lagi tulisan lawas 5 tahun yang lalu, ternyata berguna juga, kali ini saya tulis ulang, namun bedanya di versinya saja yang memakai versi terbaru. Intinya sama dengan tutorial sebelumnya1, hanya beda di versinya saja yang harus disesuaikan, Kira-kira detali perbedaannya apa saja? yang penasaran silahkan simak tulisan di bawah ini ya.


Download Blender
Download Blender di situs https://download.blender.org/release/, sesuaikan versinya dengan blender toolnya,
misalnya dalam hal ini saya pilih blender 3.6 (karena saya pakai blender tool 2.4.1)
saya pilih lagi yang versi blender blender-3.6.14-windows-x64.zip dengan ukuran 370 MB, wow cukup besar juga, padahal di tutorial sebelumnya1 ukurannya hanya 193 MB
ekstrak file zip tersebut, lalu tempatkan di folder yang kamu suka, misalnya punya saya saya ekstrak di drive D, sehingga alamat di komputer saya menjadi sbb:
D:\program\blender-3.6.14-windows-x64

Download Blender tool
bisa kita download di situs https://modding.scssoft.com/wiki/Documentation/Tools/SCS_Blender_Tools/Download
pilih yang versi terakhir, misalnya saat artikel ini ditulis, versinya disitu tertulis
2.4.1 (903 KB) - release info - Blender version: 3.2.X - 3.6.X
,
ini artinya blender tool ini cocoknya buat blender versi 3.6, artinya kita nanti kita harus pakai blender versi 3.2 sampai 3.6. Setelah didownload, hasilnya berupa file berekstensi zip dengan nama scs_blender_tools_addon.zip
Ekstrak Blender tool di folder Blender
file hasil download tadi scs_blender_tools_addon.zip kita buka menggunakan winzip/winrar/7xip atau sejenisnya, lalu kita ekstrak, menghasilkan sebuah file folder bernama io_scs_tools, lalu letakkan folder tersebut di folder script blender. Kalau di komputer saya, hasilnya menjadi sebagai berikut
D:\program\blender-3.6.14-windows-x64\3.6\scripts\addons\io_scs_tools

Download Convertion Pix and Wrapper
Kita download dari situs github.com/simon50keda/ConverterPIXWrapper/releases, lagi-lagi kita pilih yang paling sesuai, saat artikel ini ditulis, ternyata versi terakhir adalah versi Release - v2.3 yang ternyata sudah support blender 3.6 dilihat dari keterangannya. Cara downloadnya, klik saja pada link io_converter_pix_wrapper.zip, hasil download berupa file berekstensi zip io_converter_pix_wrapper.zip, lalu ekstrak, hasilnya merupakan folder bernama io_converter_pix_wrapper yang isinya macacm-macam. Tempatkan folder tersebut di folder script blender tadi.
kalau di komputer saya, hasil foldernya menjadi sebagai berikut:
D:\program\blender-3.6.14-windows-x64\3.6\scripts\addons\io_converter_pix_wrapper

Download Convertion tool
buka situs https://modding.scssoft.com/wiki/Documentation/Tools/Conversion_Tools#Download_.26_Installation, jika link mati, silahkan googling saja dengan kata kunci yang tepat. Di dalam web tersebut, pilih file yang sesuai, contohnya punya saya, saya download yang versi terakhir
LINK (v2.21) - ETS2 (1.58+) & ATS (1.58+) - 64bit binaries, conversion fixes (intersection merging), updated effects

setelah didownload menghasilkan file berekstensi zip berukuran kurang lebih 5 MB bernama conversion_tools_2_21.zip
seperti biasa, ekstrak file ini, hasil ekstrak terserah ditaruh dimana saja, misalnya contoh punya saya, saya ekstrak semua isinya, folder base, bin, license dsb itu di folder buatan sendiri
D:\program\conversion_tools_2_21

Mengaktifkan addon di blender

buka blender, contohnya di komputer saya dengan membuka D:\program\blender-3.6.14-windows-x64\blender.exe, pilih next, lalu pencet escape
pilih
1. edit
2. preference
3. Add-ons
4. klik di kolom pencarian, isi dengan kata kunci "scs" setelah ketemu, ceklist keduanya, converter pix dan scs tool
5. klik garis tiga di pojok kiri bawah, lalu pilih simpan "save preference"
6. pilih gambar printer
7. isi convertion tool path sesuai folder yang kita buat tadi, contohnya punya saya, saya isi dengan D:\program\conversion_tools_2_21\
8. Klik gambar obeng, lalu isi SCS Project base path dengan alamat folder bebas, folder ini nantinya untuk menampung sementara file yang muncul otomatis saat kita melakukan import model scs, biasanya berupa file berjenis pim, pit, pix, pip, pis, dds, tobj dan lainnya,
contohnya di komputer saya saya isi alamatnya sbb:
C:\Users\HYPE AMD\Documents\Euro Truck Simulator 2\mod

menyiapkan referensi librarynya
langkah ini penting agar blender mengenali object yang diimpor sudah sesuai jenis sobject scs
download dulu scs extractor, caranya tinggal googling saja scs extractor, saat artikel ini ditulis, hasilnya menuju situs https://modding.scssoft.com/wiki/Documentation/Tools/Game_Archive_Extractor, download sesuai versi ETS 2 nya, kali ini saya akan download yang versi LINK (1.55+), hasilnya berupa file berekstensi zip bernama scs_extractor_1_55.zip berukuran 800an KB, kecil juga, lalu ekstrak isinya terserah di folder mana, kalau di komputer saya di ekstrak di folder yang saya buat sendiri sbb
D:\SteamLibrary\steamapps\common\Euro Truck Simulator 2\hasil ekstrak
sehingga hasil akhirnya urutannya sbb:
D:\SteamLibrary\steamapps\common\Euro Truck Simulator 2\hasil ekstrak\scs_extractor.exe

ekstrak file def.scs
kalau saya, file def.scs nya, saya copy dulu ke folder buatan saya tadi, barulah kita ekstrak.
Cara ekstraknya dengan mengklik file def.scs, tahan, lalu geser mouse ke scs_extractor.exe, lalu lepas kliknya, nanti akan muncul jendela cmd, tunggu dulu, jika selesai, jendela hitam cmd otomatis menutup sendiri, lamanya tergantung ukuran filenya, misalnya jika kita ekstrak file base tentunya akan lebih lama dibandingkan saat mengekstrak file def.
hasilnya ekstrakannya berupa file-file yang dapat kita buka dan edit.

selanjutnya ekstrak juga file base_vehicle.scs untuk mendapatkan file unit/hookup, serta file base.scs untuk mendapatkan file material.db

selanjutnya sisakan hanya 3 folder atau file yang dibutuhkan saja, sedangkan yang lainnya bisa kita delete saja, sisakan saja folder def, unit, dan material

Kembali lagi ke Blender
A. Klik gambar obeng
B. Isi masing-masing library dengan hasil ekstrakan tadi, intinya kita ikuti file dimana kita ekstrak tadi, terserah masing-masing memiliki caranya tersendiri untuk merapikan filenya, kalau punya saya seperti tampak pada gambar ini ya.
jadi yang diambil kurang lebih file-file ini saja
icon world, untuk mengisi scs lighting

D:\SteamLibrary\steamapps\common\Euro Truck Simulator 2\hasil ekstrak\def\climate\default\nice.sii

icon tool(gambar obeng)

D:\SteamLibrary\steamapps\common\Euro Truck Simulator 2\hasil ekstrak\def\world\trigger_action.sii
D:\SteamLibrary\steamapps\common\Euro Truck Simulator 2\hasil ekstrak\def\world\sign.sii
D:\SteamLibrary\steamapps\common\Euro Truck Simulator 2\hasil ekstrak\def\world\semaphore_profile.sii
D:\SteamLibrary\steamapps\common\Euro Truck Simulator 2\hasil ekstrak\def\world\traffic_rules.sii
D:\SteamLibrary\steamapps\common\Euro Truck Simulator 2\hasil ekstrak\unit\hookup\
D:\SteamLibrary\steamapps\common\Euro Truck Simulator 2\hasil ekstrak\material\material.db





terakhir save
agar saat membuka blender sesuai settingan kita, bisa kita setting default startnya melalui menu file-default-Save Startup File

Nah itulah catatan cara mempersiapkan blender agar siap mengimport file scs yang nantinya bisa kita edit dan modifikasi sesuai keinginan kita.
Terima kasih kepada yang sempat membaca sampai akhir ya, silahkan berkomentar apabila masih ada saran, kritik, dan pertanyaan.


1https://myspacenote.blogspot.com/2021/10/cara-tutorial-persiapan-import-model.html
Read More...

Reviu Heksos SEKAI MVF 893 dan Panasonic FV-17CDUN2-W


Selamat sore, kali ini saya akan reviu Heksos Maspion dan heksos sekai MVF 893, seperti apa kondisinya?

Sekai MVF 893
Harga 185K Offline
179K belum termasuk ongkir online1
205k belum termasuk ongkir official store2
spesifikasi yang tertera di iklan
*) Type MVF 897

- Kipas angin exhaust saluran udara
- Ukuran kipas 8 inch / 20 cm
- Daya 30 Watt, 220 VAC, 50 Hz
- Kecepatan putaran baling-baling 1600 RPM
- Daya sedot / Volume udara 180 CFM, 306 CMH
- Kebisingan 55 dB
- Dilengkapi sekring pengaman
- Body plastic, Anti karat
- Hemat listrik
- Tidak berisik
- Mengatur sirkulasi udara di dalam ruangan
- Garansi motor 1 tahun
- Ukuran Produk : Lebar 24.8 cm, Tinggi 17 cm, Kedalaman/panjang ke belakang 24.8 cm.
- Ukuran packing/kardus : P.258 x L.180 x T.266 mm
- Berat bersih/berat produk : 1130 gr

- Berat kotor/berat produk + kardus : 1330 gr
- Ukuran pemasangan 21 x 21 cm
Fitur :
- Eco series, pilihan hemat dengan kualitas terjamin
- Desain elegan, menambah keindahan ruangan
- Motor kuat dan tahan lama


Kekurangan
baru dipakai 30 menit, kumparannya sudah panas

spesifikasi yang tertera di websitenya
https://sekaihome.co.id/produk/detailproduk/Exhaust-Fan--8-Inch-SEKAI-MVF-893

Warna Putih
Tegangan / Frekuensi220 V~ 50Hz
RPM 1600
Ukuran Baling-baling 20 cm / 8 Inch
Konsumsi Daya Speed 30 watt
Speed 1 Speed
Volume Angin (CFM) Speed 172
Motor Temp. 65K Sesuai SNI
Body & Blade Plastic
Grill plastic Front panel
AC Cord SNI IEC 52, 2x0.5 mm², tanpa plug(lead wire)
Base exhaust fan
Tinggi Kipas exhaust fan
Dimensi Produk 24.5x16.7x24.5 Cm
Dimensi Kemasan 25.8x19.8x27.6 cm
Berat Bersih 1226 gr
Berat Kotor 1452 gr
Thermofuse Ada, CCC Certified
Isi Dalam Kemasan Unit, Buku Petunjuk & Kartu Garansi
Fitur Dengan Thermofuse
Anti Karat






Reviu Heksos Panasonic FV-17CDUN2-W
19 Apr 26 Kipas berisik, lalu dikembalikan
Harga Rp889.365 beli di shopee, sudah termasuk ongkir wilayah Jakarta
Panasonic FV-17CDUN2-W - Kipas Ventilasi / Ventilating Fan
Ukuran lubang pembuangan diameter 4 inch=10centimeter hasil pengukuran sendiri
kabel 60227IEC53 3X75mm2
manual book
https://www.panasonic.com/id/air-solutions/products/fan-ventilating-fan/ventilating-fan/ceiling-mounted-type/ceiling-mount-vf-slim-series-local.html

yang terdiri dari
Product Spesification,
https://www.panasonic.com/content/dam/pim/id/id/FV/FV-CMV/FV-CMVF-SLIM-1-SPP/17CDUN2.pdf
dan
Dokumen Teknis
https://www.panasonic.com/content/dam/pim/id/id/FV/FV-CMV/FV-CMVF-SLIM-1-SPP/Buku%20FV-17CDUN2_17CDUN4610.pdf




Peralatan tambahan
Selang Fleksibel 13K/meter+Klem 14K/pce=95K
Kabel 15K/meter https://www.tokopedia.com/elwarehouse/kabel-nymhy-3x0-75mm2-sutrado-hy-3x0-75mm-3x0-75-3x0-75mm-3x0-75


Referensi
1https://shopee.co.id/product/1168077/13004603614?gads_t_sig=gqRjZGVrxHCFomtpsTE0MjUxOnRzc19zZGtfa2V5omt20QABpGFsZ2_SAAAAZKNkZWvAomN0xEAAAAAMRvS3L9OTXdZ5FJNxILig8p7lQ7pNpXYtdZAbsM8MQrkGmzJ0eOQRwaQfuYgAF9FAqYvxRTQ9oVrOjPOJqmNpcGhlcnRleHTEbQAAAAxkMMDuzpXWe46sifV2ZJi2GVXJkt3j7aAsJzXXFL9bQStBw4QNz_lAUJT0sv-3rsETcUf7wMSsTWgrjH3og5ho-2FZoEZuA1NE-BmhoILwt-8K2-rFmIVtJXXE0Q84ExpbZZ72pBTwiP8&gad_source=1&gad_campaignid=19804035996&gbraid=0AAAAADPpU80XiNoC63CtZndx0w62jtqcy&gclid=CjwKCAjwnZfPBhAGEiwAzg-VzDMWmwCdSe7LDqfXowA7ifPKbjVP__MgbercuBF_NEiz4pNKRenOjxoCRdkQAvD_BwE
2https://shopee.co.id/Kipas-Exhaust-Sekai-MVF-893-i.25609237.310329752
Read More...

Saturday, May 9, 2026

Reviu Rute Jogging di Kota Tua Semarang dan Polder Stasiun Tawang


Selamat siang semuanya, kali ini saya akan mencatat lagi reviu rute lari di daerah Kota Lama/Tua Semarang, bagi yang penasaran silahkan baca terus tulisan di bawah ini.


Catper kesana
Angkutan umum
Perjalanan berangkat naik KA Menoreh JNG 13:46 - SMT 19:22
13:10 WIB (36 menit sebelum jadwal)
Start awal

13:20 WIB (26 menit sebelum jadwal)
Sampe Halte awal, transit di JNG, TJ 11 lama sekali datangnya, akhirnya turun halte jalan kaki lari kecil ke stasiun,

13:25 WIB(21 menit sebelum jadwal)
Sampai Stasiun, dengan kondisi penuh keringat, langsung masuk menuju lantai 2, print tiket di mesin cek in mandiri dengan memasukkan kode booking.

13:46 WIB
Start JNG
ternyata konfigurasi kursi memakai kelas ekonomi model terbaru versi 1 yang awal awal banget yang sempit, yang kapasitasnya 88 kursi terdiri dari 22 baris x 4 kursi per baris=88kursi.
yang ternyata benar terlalu sempit menurut saya, terutama di bagian kaki, karena di depan kaki tulang kering ada besi kursi depan kita yang terlalu rendah. Selain itu pijakan tangannya juga keras, tidak ada pelapisnya. Positifnya kereta ini yaitu berhenti di stasiun sangat singkat.

19:20 WIB
Sampai St Tawang, sampai sini isi perut dulu langsung.

Makan malam
untuk makan malam, dulu saya pernah ke warung sego bancakan pawone Simbah1, entah sekarang masih buka apa tidak, karena kali ini, saya makan di stasiun saja. Bagi yang paham kuliner disini silahkan komentar saja di bawah ya.

Nginap dimana?
Lari tanpa tidur menurut para ahli, sangat berisiko bagi jantung, jadinya tidak ada salahnya merencanakan akan nginep dimana sebelum lari.
Untuk nginep, bisa saja langsung nginep di tempat teman/saudara, atau juga bisa menginap di hotel sekitar sana, ada yang mahal ada yang murah, kalau saya pernah mencoba hotel sleep and sleep, dari hasil pencarian dari google mana yang dekat, tarif promo 45K semalam, diskon karena memang pas bukan hari libur/weekend.

Untuk menuju penginapan tadi, dari Stasiun Tawang jalan kaki sekitar 1 km, sayang sekali beberapa titik, harus turun ke jalan raya bersanding dengan kendaraan umum, karena tidak ada trotoar pejalan kakinya, kalau bawa koper sesekali harus diangkat karena melewati jalur paving.

Fasilitas penginapan
Hotel dengan model kamar kapsul ala backpacker, fasilitasnya buka 24 jam, CCTV, AC, loker pribadi, kamar tidur dan kamar mandi terpisah laki-laki dan perempuan, kamar mandinya khusus di luar kamar semua, mushola, bagi yang pengen jajan, disitu dijual makanan ringan pop mie kopi dll, terpantau juga jual kemeja batik, mungkin menyediakan bagi yang lupa bawa baju batik saat kondangan ya.

Di dalam kapsul ini dilarang telepon, karena pemisahnya bukan tembok beton, selain itu dilarang makan di dalam kapsul, ya memang agar kecoa/tikus tidak datang, tapi tenang saja ada tempat khusus di luar, bagi yang pengen makan/minum/telepon.
Biaya tambahannya seperti handuk 10K, dan alat mandi 10K, jika pindah tingkat 1, ada tambahan lagi 20K(yang 45K tadi ternyata tingkat 2)


Bentuk kapsulnya seperti ini, untuk lantai 2 dan 3 perlu memanjat melalui besi, unik juga


Rute lari
Selesai urusan istirahat, kita back to the topic, Rute larinya dimana? ya di sekitar kota tua saja, keliling-keliling saja, ternyata yang paling ramai orang lari adalah rute lari melingkar di polder Tawang dengan jarak melingkarnya sekitar 400 meter.

Apakah bebas asap?
bila larinya habis subuh pas, tentunya kendaraannya masih sedikit, jadinya begitu lepas jam 6 pagi, jalur utamanya sudah sangat ramai kendaraan dari arah timur, apalagi pas hari kerja. Namun masih bisa disiasati dengan memilih jalur di gangnya saja, yang tidak dilewati jalur kendaraan umumm.

Jalurnya rata?
jalurnya tidak serata jika lari di trek lari stadion, namun tetap masih bisa dipakai untuk lari, namun juga tidak sampai harus melompati undakan beton/portal.

Lokasi toilet
bagi yang kebelet pipis, terpantau ada toilet umum di depan gereja, namun entah buka atau tidak pagi itu, tidak mengeceknya.

beberapa spot foto










Alternatif Rute lari
Bagi yang pengen bener-bener lari di trek khusus, bukan di jalan umum, bebas lalu lalang kendaraan, bisa pergi ke gelanggan Tri Lomba Juang, namun kekurangannya harus menempuh perjalanan naik kendaraan umum untuk kesana dari penginapan tadi, karena kalau jalan kaki atau langsung lari kesana, jaraknya sudah lumayan jauh, sekitar 3-4km, sudah menghabiskan kuota lari 5 km ya.

Lokasi yang menurut saya berpotensi bisa dikembangkan untuk dibuat trek lari
saat melewati di daerah bangunan Syahbandar Kota Tua Semarang, terpantau sekilas lapangan di depannya menggoda sekali untuk dijadikan trek lari, sebuah lapangan terbuka, pinggirnya pepohonan, tidak bersebelahan dengan jalan raya, hanya bersebelahan dengan jalur rel kereta yang sudah dipisahkan tembok. Entah akan dijadikan apa lokasi tersebut ya, apakah dijadikan museum atau dijadikan tempat komersial. Kalau dijadikan rute lari, kondisinya lumayan juga sebagai alternatif selain jalur polder, apalagi jika jalurnya dibuat mulus seperti di bawah ini, tanpa pagar, akan menjadi destinasi ruto jogging baru di tempat ini.


Sarapan?
Untuk sarapan pagi sebenarnya ada penjual pecel di warung arah Stasiun Tawang, Warung Senggol Bu Yanti, jaraknya hanya 60 meteran dari hotel, hanya saja sayang sekali saat itu belum sempat kesana, karena taunya pas pulang.

Angkutan umum keluar kota?
Bila akan menuju ke selatan, dari penginapan bisa langsung menuju Halte Bata Johar, dengan jalan kaki sekitar 300 meter saja.

Catper dari sini
07:30 WIB
Start Sleep and sleep
jalan kaki ke arah halte Bata Johar

07:35 WIB
Sampai Halte
disini sempat ada Trans Jateng lewat, namun karena penuh, nunggu di belakangnya, pas bus belakang datang, saya kelewatan lagi karena kodenya lain, saya kira harus naik Trans Jateng kode 2 ya. Ternyata bisa naik yang kode K1 untuk menuju TIC.

07:40 WIB
Bus K1 datang, naik dari jalan raya, karena berhentinya nanggung ya.

07:50 WIB
sampai di TIC ganti bus sekitar 10 menit, lalu lanjut perjalanan arah selatan
jalur TIC sampai Bawen hanya macet di daerah Semilir Bawen, disini melewati Bus AC Lux yang jalannya pelan banget, entah rusak atau sedang ngepur bus belakangnya.

09:00 WIB
Finish Terminal Bawen
nunggu bus sebentar, ternyata Safari Lux tadi baru sampai sini, sebenarnya pengen nunggu belakangnya saja, karena terpantau Safari Lux ini tadi jalannya seperti siput. Namun akhirnya tetap naik ini saja daripada lama nunggu, kalau dulu mungkin masih berani nunggu karena jaraknya dekat, kalau sekarang jarak bus belakangnya relatif lebih jauh, jadinya naik apa yang ada saja, ternyata, diluar perkiraan, Bawen Salatiga ngebut juga.

09:35 WIB
Sampai di Terminal Tingkir, tidak masuk terminal, hanya berhenti di pinggir jalan.

10:15 WIB
sampai, total perjalanannya 2 jam 45 menit

Ongkos Trans Jateng 5K
Safari Lux 25K Bawen By

Reviu lokasi sleep and sleep
-Jalur menuju kesana dari Stasiun Tawang, beberapa melewati jalur yang tidak ramah pejalan kaki
+Dekat dengan halte Trans Semarang
-tidak ada kunci khusus kapsul, hanya tirai saja
-harus hati-hati saat akan naik ke capsul lantai 2 atau 3, karena harus memanjat
+bersih, worth it untuk sekedar tidur agar tidak kecapekan

Reviu lokasi lari
-Beberapa lorong jalan melewati bangunan yang rawan roboh sesuai plang tulisannya, jadinya harus hati-hati memilih rute.
+Ada indomaret sekitar Gereja yang sudah buka di pagi hari, saat itu menjual buah potong seperti jambu biji, pepaya, cocok untuk menambah nutrisi golden time habis lari.

Biaya
TJ 3K, KA Menoreh 230K, Hotel 45K+Ametis 10K, Handuk 10K=65K, Trans Semarang 5K, Safari Lux 5K, SJ2 221K,
=530K(belum termasuk makan, beli akua)

Referensi
1https://myspacenote.blogspot.com/2024/04/perjalanan-arus-balik-lebaran-2024.html
2https://myspacenote.blogspot.com/2026/05/sinar-jaya-78re-angkatan-pagi-matesih.html
Read More...

Sinar Jaya 78RE Angkatan Pagi Matesih Solo Boyolali Salatiga Jakarta Parung


Selamat siang semuanya, kali ini saya akan mencatat perjalanan naik bus Sinar Jaya Angkatan pagi jurusan Matesih Parung Angkatan pagi, seperti apa perjalanannya, silahkan simak terus tulisan di bawah ini ya.

Pencarian tiket
Beli melalui redbus, yang sekarang tampilannya berbeda, Harga tiket naik dari Boyolali Rp220K+Admin 1,5K
Sebagai perbandingan, harga tiket bus yang lain
Rosin 290K didiskon jadi 270K keberangkatan pagi hari turun di Kampung Rambutan
Rosin Tingkir sama tentunya 270K, tapi nambah ongkos bus 10K
Gunung Harta 250K +Ongkos bus 10 K dari Salatiga
Harapan Jaya 240K turun Pasar Rebo

Hari H Keberangkatan
Pagi hari diberitahu agen agar siap di agen jam 09:30 WIB, berbeda dengan bus-bus lainnya yang meminta 30 menit sebelum jadwal sudah di agen, kali ini benar-benar sesuai jadwal ya.

09:01 WIB
Sampe agen Sruwen, namun belum ada siapa-siapa, maklum saja, karena memang bukan hari libur/weekend, Agen juga tidak ada di tempat, namun tetap aktif Wa-nya, sehingga bisa cek in langsung melalui WA, dengan cara mengirimkan nomor tiketnya. Agen membantu cek in di rumah karena memang paketan handphonya habis, jadi pakai internet wifi di rumah he he. Tidak berselang lama, agen tiba, menginfokan bus sudah lepas Boyolali, langsung tiket dicetak, ternyata armada yang datang nanti kodenya 78 RE

09:40 WIB
Bus tiba, kru bus hanya satu, saya langsung naik tanpa periksa lagi KTP, memang Sinar Jaya ini tidak konsisten, kemarin harus cocok persis, kali ini tidak dicocokkan sama sekali, seharusnya dicocokkan dulu, biar kalau beda bisa langsung diperbaiki, bukanya malah bablas atau malah ditolak naik.

Tampilan interior Sinar Jaya sekatnya seperti ini, entah kenapa harus diblok dengan stiker hitam ya.


10:25 WIB
Berhenti sebentar untuk angkut barang, di pintu tol Salatiga, entah barang apa yang diangkut.

10:40 WIB
Mampir di Rest Area Salatiga KM 445

11:00 WIB
GT Banyumanik
di turunan Srondol ini terjadi macet, entah karena apa

12:05 WIB
Sampai RM Sari Rasa, kali ini ada improvement daripada sebelumnya1 ya, ayam dan kerupuknya lebih empuk

12:45 WIB
Berangkat lagi dari rumah makan, jumlah penumpang dicek dua kali, satunya dicek sopir, satunya dicek orang dari rumah makan

16:50 WIB
GT Cikampek,
Macet parah di Cikarang, sering terjadi, penyebabnya juga tidak begitu jelas, sepertinya hanya karena penyempitan jalan saja, hanya bisa menduga-duga karena memang pandangan luar bus ini tertutup lakban di kacanya.

18:55 WIB
Muacet di Bulak Kapal Bekasi Timur sampai 1 jam, padahal jaraknya hanya 1 kilometer saja agennya dari pintu tol, maklum saja karena jam pulang kerja, cukup buang-buang waktu karena sebenarnya penumpang bisa turun di pintu tol saja daripada harus bermacet-macetan sampai 1 jam dengan jarak hanya 1 km saja.

19:25 WIB
Sampai di Terminal Pulo Gebang


Langsung menuju halte Trans Jakarta, pas sampai, ternyata busnya sudah baru saja berangkat, jadinya nunggu bus berikutnya ya.

19:40 WIB
Start Trans Jakarta 11, transit di Flyover Jatinegara

20:23 WIB
Halte akhir

Total waktu perjalanan 11 jam 22 menit, lama gara-gara macet di Tol Semarang, Tol Cikarang, dan Bekasi Timur


Reviu
Sinar Jaya 78RE AC Toilet, Makan 1x, Tanpa Mampir Pom Bensin
Istirahat 1 x, Kursi Hai Rimba Kencana
+Sudah suspensi udara
-Ga konsisten mengenai nama KTP
-Bersekat+dilakban hitam
--Terkadang bau rokok walau bersekat
+-Ada CCTV tapi entah hidup apa tidak
+-Tanpa Snack

Referensi
1https://myspacenote.blogspot.com/2026/04/harapan-jaya-h522-b48-sragen-salatiga.html#google_vignette
Read More...

Hasil Percobaan Speed Test Telkomsel Surprise Deal Nonton 30 Hari



Selamat pagi semuanya, berikut ini hasil tes kecepatan internet menggunakan paketan internet telkomsel, perlu diperhatikan, hasil ini tidak merepresentasikan kecepatan seluruh produk ini, bila dites di tempat/memakai alat lain bisa jadi berbeda ya. Kalau di tempatmu bagaimana?

Harga 150K
Kuota 120GB
Tarif=Harga/Kuota=1250/Giga
Kecepatan di google download 5Mbps upload 1,3Mbps
Kecepatan di ookla download 24Mbps upload 6Mbps
Kecepatan di cbn download 7Mbps, upload 6Mbps
Youtube lancar
Browsing lancar

Ref
1https://www.speedtest.net/id
2https://www.cbn.id/id/speed-test
Read More...

Monday, April 20, 2026

Pohon Rambutan Depan Rumah


Pagi hari teringat pohon depan rumah, sebatang pohon, saya pun coba-coba mengingatnya.

Dulu sewaktu kecil, tumbuh pohon rambutan depan rumah, batang pohonnya berdiameter kira-kira 25 centi meter, kulit luarnya terlihat kasar, tidak seperti pohon rambutan pada umumnya yang halus, mungkin karena jenisnya, atau gara-gara mutasi genetik, warna pohonnya hitam, namun bila kamu memanjatnya, di bagian atas, batang pohonnya terlihat lebih mulus dan bagus, mungkin karena usia di bagian bawah lebih tua. Sebagai gambaran seberapa tingginya, di atas, kamu bisa melihat kabel listrik desa, sejajar mata.

Asal muasalnya tidak terlalu aku pikirkan, apakah awalnya hidup liar disitu, apakah sudah ada sebelum rumah saat masih kebon, ataukan ada yang sengaja menanamnya hingga tumbuh menjadi besar, semua itu tidak begitu penting bagiku, karena yang terpenting kapan dia berbuah, dan siap dimakan.

Di musim tertentu, batang yang berwarna hitam tersebut sering dimanfaatkan serangga cenggeret nom, suaranya khas menghiasi sore hari, sama dengan latar belakang suasana sore hari di film doraemon, jenis yang sama, hidup di lingkungan tropis.

Soal rasa,
untuk rasa buah rambutan ini, tidak terlalu manis, padahal sekilas warna buahnya menggoda, berwarna merah merona, sebagai gambaran, rasa buah ini tetap bisa dimakan, namun tidak cocok bila disajikan sebagai hidangan tamu, karena rasanya yang sedikit kecut. Walau begitu saya tetap doyan buah tersebut karena segar.

Kalau sekarang pohon tersebut sudah ditebang, kayunya dipotong-potong dijadikan kayu bakar. Saat ini bekasnya sudah menjadi paving, Walau begitu ingatan saya terhadap pohon ini seperti kejadian kemarin, padahal kejadiannya sudah sekitar 23 tahun yang lalu.

Read More...

Friday, April 17, 2026

Harapan Jaya H522 B48 Sragen Salatiga Jakarta Pulo Gebang Jatiasih


Selamat siang, ini adalah catatan perjalanan naik bus Harapan Jaya lagi, Perjalanan ini merupakan lanjutan perjalanan sebelumnya1


19:35 WIB
Start awal

20:45 WIB
Bus sampai Pasar Ampel, Okupansi penumpang sekitar 80% atau sekitar 29 pax, Bus lanjut ambil penumpang di Tingkir, di Tingkir ini seperti biasa ada penjual bakpia 10K.

Macet di Weleri

Bus keluar Pintu Tol Weleri, namun sampai di jalur pantura disambut kemacetan, kurang lebih 15 menit bus terjebak macet sebelum bisa masuk rumah makan, ternyata ada kecelakaan truk gandeng yang lompat median jalan di tengah.


22:45 WIB
Sampai Rumah Makan Sari Rasa, namun sayang sekali, kerupuk dan ayam kecapnya terasa keras, jadinya makan seadanya saja, disini istirahat sekitar 30 menit, namun realitanya bisa sampai 40 menit ya.

23:25 WIB
Berangkat dari rumah makan.

05:20 WIB
Bekasi Timur

05:40 WIB
Sampai Pulo Gebang
langsung menuju lantai 2 keberangkatan TJ 11

05:47 WIB
Alhamdulilah pas naik, TJ langsung berangkat

06:17 WIB
Sampai Jatinegara, 30 menit saja perjalannnya, cepat juga, transit disini, langsung dapet bus TJ10

06:22 WIB
Halte tujuan

Reviu
-Kursi terasa keras, entah karena umur
-Makanan Ayam keras, Krupuk juga keras, tidak termakan
+Sudah suspensi udara
+On time
-Belum ada CCTV
+Snack melimpah

Akhir kata terima kasih kepada para pembaca dan para pihak yang terlibat.

Referensi
1https://myspacenote.blogspot.com/2026/04/harapan-jaya-h649-b51-jakarta-madiun.html
Read More...

Harapan Jaya H649 B51 Jakarta Madiun Munculkan Inovasi Footrest Model Terbaru


foto bus harapan jaya HD
Halo selamat pagi semuanya, kali ini saya catat lagi perjalanan naik bus Harapan Jaya Jakarta Ciledug Magetan, yang ternyata memakai footrest model terbaru, seperti apa perjalanannya, silahkan simak terus tulisan berikut ini ya.

Beli tiket melalui easybook
Harga tiket Rp446.500 Tiket PP Jakarta ke Boyolali/Salatiga (harga sudah didiskon easybook sekitar 20K)

Tiket hangus karena telat sampai Terminal
18:15 WIB
Berangkat dari posisi awal, naik motor, dengan estimasi perjalanan 45 menit, ternyata kondisi jalan sore itu diluar prediksi ya, macet parah dari Cipinang sampai Buaran, semua kendaraan motor dan mobil tidak bisa bergerak, entah karena apa. Sempat share loc ke agen, ternyata setelah sampai Terminal Gebang, jam 19:30 WIB, bus sudah berangkat, yang jam keberangkatannya memang jam 19:00 WIB

Tiketnya berangkat pun hangus, padahal sudah beli tiket PP, Akhirnya memutuskan cancel tiket pulang saja sekalian, tiket Salatiga Jakarta keberangkatan lusa. Saya cancel melalui aplikasinya langsung dengan mengklik menu pembatalan tiket, namun anehnya, tidak ada konfirmasi uang kembali, apakah masuk ke saldo easybook, atau langsung dikirim ke rekening bank. Akhirnya menghubungi wa center easybook, jawabannya mengejutkan.

Menurut informasi wa center easybook tersebut, tiket keberangkatan lusa, Salatiga Jakarta tidak bisa dibatalkan karena kebijakan dari Harapan Jaya. Yasudah, daripada mubazir, akhirnya beli lagi tiket berangkat Jakarta Salatiga, keberangktan esok paginya.
Dear Customer, Mohon maaf sebelumnya, kami informasikan sesuai dengan peraturan dari pihak Harapan Jaya untuk semua tiket yang sudah terkonfirmasi tidak dapat dilakukan perubahan apapun, termasuk perubahan jadwal dan pembatalan tiket. Hal ini merupakan kebijakan dari pihak Harapan jaya/ Terima kasih.


Ya begitulah sisi negatif beli melalui online, jika telat langsung ditinggal, jika batal, tidak bisa dicancel, walaupun perjalanannya masih lusa atau 3 hari ke depan.

Berbeda dengan beli di agen, walau telat, biasanya agen masih bisa menegosiasi bus, agar bus mau nunggu, soal pembatalan pun, bila beli melalui agen, kemungkinan besar masih bisa dibatalkan.

Akhirnya beli lagi tiket, keberangkatan esok pagi hari, dengan start awal dari Pool Pasar Rebo, dapat harga Rp236.000,- Jakarta Salatiga (memakai diskon poin 4K)

04:45 WIB
Berangkat dari titik awal, kali ini agar tidak kecolongan kemacetan yang sampai menghanguskan duit 250K, sengaja spare waktu sampai 2,5 jam dari jam keberangkatan jam 07 pagi yaitu berangat jam 04:45 WIB, atau habis subuh pas.

Trans Jakarta mulai ada sekitar jam 5 pagi
05:05 WIB
Berangkat dari Halte Awal, Sempat menunggu di halte sebelum TJ 10 tiba, dari sini, nanti turun di Cawang Sentral.

15:15 WIB,
Turun di Cawang Central untuk ganti bus TJ 7, disini menunggu kurang lebih 8 menit

05:23 WIB
berangkat dari Cawang Sentral naik TJ 7

05:50 WIB
Turun di halte Fly Over Raya Bogor, lanjut jalan kaki ke Pool Harapan Jaya Pasar Rebo yang jaraknya sekitar 1 km.

Jalur pejalan kaki yang kurang representatif
Jalur trotoar disini bisa dibilang kurang bagus buat pejalan kaki, karena trotoarnya tidak rata, rawan kesandung, selain itu beberapa titik terdapat kabel entah pln atau kabel optik yang menjuntai mengganggu pejalan kaki yang tampak dibiarkan begitu saja. Entah ini ada listriknya apa tidak, daripada risiko terkena tegangan tinggi, saya lewat bahu jalan raya saja.


Sementara di badan jalan seperti biasa ada galian yang digaungkan sebagai proyek strategis nasional membuat saluran seawage, menampung air kotoran rumah tangga agar tidak lari ke sungai yang dikeluhkan pengguna jalan karena biasanya lama selesainya, misalnya di Cikini yang sampai setahun lebih.

Mampir beli nasi kuning,
di sepanjang jalan ini ternyata melewati keramaian penjual bubur dan nasi kuning, akhirnya beli nasi kuning dulu, karena tadi belum sempat sarapan.

06:15 WIB
sampe pool Harapan Jaya Pasar Rebo, ini merupakan pengalaman kedua berangkat dari sini, tempat cek in masih sama, di lantai 2. Tampak sekitar 5 orang juga sedang antri tiket, sempat saya catat nomor agen pool Pasar Rebo 082331861419 atau 081119999711.
Selesai cek in, langsung mendapatkan selembar kertas tiket, Sambil menunggu, iseng cek posisi bus, ternyata sekarang sudah tidak tersedia, mungkin sedang efisiensi ya.

07:10 WIB
Bus tiba juga, Ternyata busnya model Jetbus 5, single glass, kernet langsung memanggil penumpang agar naik, okupansi penumpang yang naik dari pool sekitar 10 orang.

Busnya istimewa karena kali ini dapat yang single glass Jetbus 5, namun ternyata untuk posisi depan ternyata masi kehalang pelindung ya



Inovasi footrest dari Harapan Jaya
ternyata ada yang baru dari bus ini, yaitu hadirnya inovasi berupa footrest model terbaru


bisa dilipat sesuai kebutuhan

ada plus minusnya juga

07:40 WIB
Mampir agen Jatiasih, dari sini bus lanjut masuk tol,
Sopir pertama lari maks 100 kmh, namun setelah pergantian sopir di Subang, Sopir kedua rata-rata lari 120kmh di tol, walau begitu, kalau siang memang tidak terasa kecepatannya.

13:10 WIB
Sampai Rumah Makan Sari Rasa

13:45 WIB
Berangkat lagi dari rumah makan Sari Rasa
Ternyata snack baru dibagikan disini, seperti biasa snacknya berupa makanan ringan Mayashi 20gram, Taro 17gram, Marie Duo 20gram, air minum Cheers 600ml


15:20 WIB
Melewati Gerbang Tol Tingkir

15:40 WIB
Pasar Ampel, seperti biasa sampai sini mampir dulu ke Mie Ayam Amboy depan pasar.



Harapan Jaya AG7096UT AC Toilet, Suspensi Udara
Copasan di Spionam1
BERIKUT HASIL PENCARIAN ANDA :

Nomor Kendaraan : AG7096UT
Nama Perusahaan : PT HARAPAN JAYA PRIMA CABANG JAKARTA
Jenis Angkutan : AKAP
Nomor Kartu Pengawasan (KPS) : SK.00009/AJ.205/4/DJPD/2020/100003719-00036
Masa Berlaku KPS : 22 Juli 2026
Kode Trayek : 3171350202
Trayek Kendaraan : TERMINAL PULO GEBANG (JAKARTA TIMUR) - TERMINAL SELO AJI (PONOROGO)
Rute Trayek : Terminal Pulo Gebang - Terminal Harjamukti - Terminal Tegal - Terminal Mangkang - Terminal Giri Adipura - Terminal Selo Aji
Jenis Pelayanan :
Seat : 43
Nomor Uji Berkala : TA-14940-B
Masa Berlaku Uji Berkala : Cek disini
Merek : HINO
Nomor Rangka : MJERM8JSLRJQ1****
Nomor Mesin : J08EWDJ3****
Nomor SRUT : 527470/XI/SRUT-596/DJPD-SPD/07/2024


Reviu
-Gps mati di aplikasi, jadinya tidak bisa mengecek, namun tidak menjadi masalah karena ternyata bus bisa tiba tepat waktu
-footrest terbaru, sedikit mengorbankan ruang kaki, kurang lebih sepanjang 10 cm, mungkin yang posturnya tinggi, sulit selonjor ya
+footrest terbaru memberikan nilai plus pada orang yang biasanya pahanya nggantung di kursi bus, jadinya tidak membuat pegal
-kemasannya snack masih memakai plastik/totebag, jadinya kurang ramah lingkungan
+Sudah suspensi udara
+Single glass
-bus masih memakai gantungan bermacam-macam dan memakai winglet
+-Servis makannya pas jam makan siang, jadinya sebelum berangkat wajib sarapan dulu, saat itu terpantau ada penjual nasi rames depan pool, berbeda dengan kebrangkatan malam hari2 yang servis makannya di KM 102

Terima kasih kepada pembaca dan para pihak yang terlibat.

Referensi
1https://spionam.dephub.go.id/?noken=AG7096UT#kendaraan
2https://myspacenote.blogspot.com/2026/03/arus-mudik-2026-harapan-jaya-ag7314us.html
Read More...

Friday, April 3, 2026

Jawaban Chatgpt Tentang Baterai Kendaraan Listrik


tanya jawab dengan chatgpt


apa bedanya volt dan watt dalam kendaraan listrik

Perbedaan volt (V) dan watt (W) dalam kendaraan listrik itu penting karena keduanya mengukur hal yang berbeda:

⚡ Volt (Tegangan)
Volt mengukur tekanan listrik.
Ibaratnya seperti tekanan air di dalam pipa.
Semakin tinggi volt, semakin “kuat dorongan” listrik mengalir.

👉 Dalam kendaraan listrik:

Menentukan sistem baterai (misalnya 48V, 72V, 400V, bahkan 800V di mobil modern).
Tegangan tinggi biasanya memungkinkan pengisian lebih cepat dan efisiensi lebih baik.
🔋 Watt (Daya)
Watt mengukur jumlah energi yang digunakan atau dihasilkan per detik.
Rumusnya:
Watt = Volt × Ampere (arus)

👉 Dalam kendaraan listrik:

Menunjukkan seberapa besar tenaga motor.
Misalnya:
1.000 W = motor kecil (sepeda listrik)
50.000 W (50 kW) = mobil listrik
🚗 Contoh Sederhana

Bayangkan dua kendaraan listrik:

Kendaraan A: 400V × 100A = 40.000 W
Kendaraan B: 800V × 50A = 40.000 W

👉 Keduanya punya daya sama (40 kW), tapi:

Yang 800V biasanya lebih efisien (arus lebih kecil → panas lebih sedikit)
🔑 Ringkasnya
Volt (V) = tekanan listrik
Watt (W) = total tenaga/energi listrik
Volt tinggi ≠ selalu lebih kuat, tapi memengaruhi cara tenaga dihantarkan
Watt besar = kendaraan lebih bertenaga

Kalau mau, saya bisa jelaskan juga hubungan volt & watt dengan kecepatan, torsi, atau jarak tempuh kendaraan listrik biar lebih kebayang efeknya di dunia nyata.


y

Oke, kita lanjut ke hubungan volt & watt dengan performa kendaraan listrik biar makin jelas 👇

🚀 1. Watt → Pengaruh ke Kecepatan & Tenaga
Watt besar = tenaga motor lebih kuat
Dampaknya:
Akselerasi lebih cepat
Kecepatan maksimum lebih tinggi

👉 Contoh:

250–500 W → sepeda listrik santai
1.000–2.000 W → motor listrik ringan
50 kW ke atas → mobil listrik (ngebut & responsif)
⚙️ 2. Volt → Pengaruh ke Efisiensi & Sistem

Volt tidak langsung menentukan kecepatan, tapi berpengaruh ke cara tenaga disalurkan:

Volt tinggi:
Arus lebih kecil
Kabel tidak cepat panas
Lebih efisien
Bisa fast charging

👉 Makanya mobil modern pakai:

400V (umum)
800V (lebih canggih & cepat charging)
💪 3. Torsi (Tarikan Awal)

Torsi di kendaraan listrik itu terasa banget:

Dipengaruhi oleh:
Daya (watt)
Desain motor
Arus (ampere)

👉 Hasilnya:

Mobil listrik langsung “narik” dari diam
Tidak perlu nunggu rpm naik seperti mobil bensin
🔋 4. Jarak Tempuh (Range)

Ini lebih ke energi total baterai (Wh atau kWh)

Rumus sederhana:
kWh besar → jarak tempuh lebih jauh
Tapi:
Watt besar → boros kalau sering dipakai ngebut

👉 Contoh:

40 kWh → jarak menengah
60–100 kWh → jarak jauh
🔄 Gambaran Singkat
Volt tinggi → sistem lebih efisien & charging cepat
Watt besar → kendaraan lebih bertenaga
kWh besar → jarak tempuh lebih jauh
🧠 Analogi Biar Kebayang

Bayangkan selang air:

Volt = tekanan air
Ampere = jumlah aliran air
Watt = total kekuatan air yang keluar
kWh = total air di tangki

Kalau kamu mau, saya bisa bantu hitung berapa kecepatan atau jarak tempuh dari spesifikasi kendaraan listrik tertentu (misalnya motor listrik yang kamu pakai).


apa bedanya kapasitas baterai dan motor power di gambar?

Bagus, dari gambar itu ada dua hal yang sering bikin bingung: kapasitas baterai vs motor power. Kita bedah pakai contoh di gambar kamu 👇

🔋 Kapasitas Baterai (74V 30Ah)

Ini menunjukkan berapa banyak energi yang disimpan.

Ditulis: 74V 30Ah
Bisa dihitung jadi energi:
Wh = Volt × Ah
74 × 30 = 2.220 Wh (≈ 2,2 kWh)

👉 Artinya:

Ini “isi bensin”-nya kendaraan listrik
Menentukan jarak tempuh (100 km di gambar)
Semakin besar → semakin jauh bisa jalan
⚡ Motor Power (3000 W)

Ini menunjukkan seberapa besar tenaga motor.

👉 Artinya:

Ini “kekuatan mesin”
Menentukan:
Akselerasi
Kecepatan
Kemampuan nanjak
🚗 Bedanya Secara Sederhana
Kapasitas baterai = berapa lama bisa dipakai
Motor power = seberapa kuat performanya
🧠 Analogi Biar Mudah

Bayangkan motor bensin:

Kapasitas baterai = ukuran tangki bensin
Motor power = tenaga mesin (cc / horsepower)
🔄 Hubungan Keduanya

Di gambar:

Baterai: 2,2 kWh
Motor: 3000 W (3 kW)

👉 Perkiraan kasar:

Kalau dipakai full 3000W terus:
2.200 Wh ÷ 3000 W ≈ 0,7 jam (±40 menit)

Makanya:

Kalau sering ngebut (pakai daya besar) → baterai cepat habis
Kalau santai → bisa sampai klaim 100 km
🔑 Intinya
🔋 Baterai (V & Ah) → jarak tempuh
⚡ Watt (W) → tenaga motor
Keduanya saling terkait, tapi fungsinya beda

Kalau kamu mau, saya bisa bantu analisa:
👉 Apakah spek ini realistis untuk 100 km
👉 Atau kira-kira top speed & tenaga aslinya berapa 🚀


dengan spesifikasi tsb, bisa ngecas di rumah 1300 watt ga?

Jawaban singkatnya: bisa, dengan beberapa catatan penting 👍

⚡ Kenapa Bisa?

Daya listrik rumah kamu: 1300 watt
Kapasitas baterai di gambar: ±2.220 Wh (2,2 kWh)

👉 Artinya:

Energi yang perlu diisi tidak besar
Charger motor listrik biasanya tidak makan 3000W (itu motor power, bukan charger)
🔌 Daya Charger Umumnya

Untuk motor listrik spek seperti ini (74V 30Ah):

Charger biasanya di kisaran 300–800 watt

👉 Jadi:

Masih aman di listrik 1300W
Asal tidak banyak alat berat nyala bersamaan
⏱️ Estimasi Waktu Cas

Kalau pakai charger:

500W → sekitar 4–5 jam
700W → sekitar 3–4 jam

(Tergantung efisiensi & kondisi baterai)

⚠️ Yang Perlu Diperhatikan

Supaya tidak jeglek (MCB turun):

Hindari nyalain:
Rice cooker
Setrika
AC besar
bersamaan saat ngecas

👉 Idealnya:

Cas malam hari saat beban rumah rendah
🔑 Kesimpulan
✅ Bisa dicas di rumah 1300W
⚠️ Aman kalau beban listrik lain tidak berlebihan
⏱️ Waktu cas sekitar 3–5 jam

Kalau kamu mau, saya bisa bantu hitung:
👉 Biaya listrik per sekali cas
👉 atau per km (biar tahu lebih hemat dari bensin atau tidak)


apakah saya boleh mengganti baterai 72 v 55 ah?

Boleh secara konsep, tapi tidak selalu aman langsung pasang. Kita bahas biar jelas 👇

🔋 Perbandingan Spesifikasi

Dari gambar:

Asli: 74V 30Ah → ±2,2 kWh
Rencana: 72V 55Ah → ±4,0 kWh

👉 Artinya:

Kapasitas hampir 2x lebih besar → jarak tempuh bisa jauh lebih panjang
Tegangan hampir sama (74V vs 72V) → ini poin penting
⚡ Apakah Tegangan Aman?
74V vs 72V → beda kecil (≈ 2V)
Umumnya sistem 72V memang:
Full charge bisa sampai ±84V
Jadi masih dalam range normal

👉 Kesimpulan:

Biasanya kompatibel, tapi tetap harus dicek
⚠️ Risiko & Hal Penting

Ini yang sering jadi masalah:

1. 🔌 Controller (ECU motor)
Harus support baterai 72V
Kalau tidak cocok:
Bisa tidak nyala
Atau rusak
2. 🔥 Arus Lebih Besar
55Ah = bisa suplai arus lebih lama
Kalau BMS / controller tidak cocok:
Bisa overheat
Bisa merusak sistem
3. 🔋 Charger Tidak Cocok
Charger bawaan 74V belum tentu cocok untuk 72V
👉 Wajib pakai charger yang sesuai baterai baru
4. ⚖️ Ukuran & Berat
55Ah biasanya:
Lebih besar
Lebih berat
👉 Harus muat di dudukan baterai
🚀 Keuntungan Upgrade

Kalau cocok semua:

Jarak tempuh bisa naik ±1,5–2x
Lebih awet (tidak sering ngecas)
Drop tegangan lebih stabil
❗ Kesimpulan Akhir
✅ Boleh ganti ke 72V 55Ah
⚠️ Tapi harus pastikan:
Controller support 72V
Charger sesuai
Fisik baterai muat
Soket & BMS cocok
💡 Saran Aman

Sebelum ganti:

Cek spesifikasi controller motor kamu
Atau kirim foto/merk motor listriknya ke saya

👉 Nanti saya bantu cek:

Aman atau tidak
Bahkan bisa estimasi jarak tempuh baru & performanya 🔍

maksudnya charger sesuai itu apa? bukanya sama-sama intinya isi listrik? kenapa tidak sesuai?

Pertanyaan bagus—ini yang sering bikin salah paham 👍
Memang sama-sama “ngisi listrik”, tapi charger baterai itu tidak universal. Dia harus cocok dengan tipe dan tegangan baterai.

🔌 Apa maksud “charger harus sesuai”?

Charger itu mengatur:

Tegangan (Volt output)
Arus pengisian (Ampere)
Cara ngecas (algoritma/BMS)

Kalau tidak cocok → bisa tidak penuh, rusak, bahkan berbahaya

⚡ Contoh Kasus Kamu
Baterai lama:
74V 30Ah
Full charge biasanya sekitar ±84V
Baterai baru (72V 55Ah):
Juga disebut “72V”
Full charge juga sekitar ±84V (untuk lithium umum)

👉 Kelihatannya mirip, tapi belum tentu sama persis di setting charger

⚠️ Kenapa Tidak Bisa Sembarangan?
1. 🔋 Tegangan Harus Pas
Kalau charger terlalu rendah:
Baterai tidak akan penuh
Kalau terlalu tinggi:
Bisa overcharge → baterai cepat rusak / bahaya
2. 🔥 Arus (Ampere) Pengisian
Charger kecil (misal 2A):
Aman tapi lama banget
Charger besar (misal 15A):
Bisa terlalu panas kalau baterai/BMS tidak siap
3. 🧠 Sistem BMS (Battery Management System)
Baterai lithium punya “otak” (BMS)
Charger harus “nyambung” dengan batasan BMS
🔄 Analogi Simpel

Bayangkan isi air:

Tegangan = tekanan air
Arus = besar aliran air

👉 Kalau tekanannya terlalu tinggi → galon bisa rusak
👉 Kalau terlalu kecil → lama penuh

🔑 Jadi Intinya
Charger itu bukan sekadar colok listrik
Harus sesuai:
Tegangan baterai (72V system ≈ 84V full)
Arus yang aman untuk baterai
Jenis baterai (lithium, dll)
✅ Untuk Kasus Kamu

Kalau mau ganti ke 72V 55Ah:

Idealnya pakai charger:
Output: 84V (untuk baterai lithium 72V)
Arus: sekitar 5A–10A (aman & tidak terlalu lama)

Kalau kamu mau, kirim:
👉 Foto charger lama kamu (biasanya ada label spesifikasi)

Saya bisa bantu cek:

Masih bisa dipakai atau harus ganti 🔍

berarti tinggal ganti tegangan?

Tidak sesederhana “tinggal ganti tegangan” ⚠️ — itu salah satu faktor, tapi bukan satu-satunya.

🔌 Yang Harus Cocok di Charger
1. ⚡ Tegangan (Volt) → WAJIB cocok
Untuk baterai 72V lithium:
Full charge ≈ 84V
Jadi charger harus output ±84V

👉 Ini yang paling utama

2. 🔋 Arus (Ampere) → juga penting
Menentukan cepat/lambatnya ngecas
Contoh:
5A → aman, tapi agak lama
10A → lebih cepat, masih aman (umumnya)

👉 Kalau terlalu besar:

Bisa bikin baterai panas
Memperpendek umur baterai
3. 🧠 Jenis baterai & BMS
Harus sesuai dengan:
Lithium (Li-ion / LiFePO4, dll)
Karena tiap jenis:
Punya batas tegangan berbeda
Cara charging berbeda
🚫 Kenapa Tidak Cuma Tegangan?

Misalnya:

Tegangan sudah benar (84V)
Tapi arus terlalu besar (misal 20A)

👉 Bisa:

Overheat
BMS cut off
Bahkan merusak baterai
✅ Kesimpulan
✔️ Tegangan harus sesuai
✔️ Arus harus aman
✔️ Jenis baterai harus cocok

👉 Jadi bukan cuma “ganti volt”, tapi:
ganti charger yang spesifik untuk baterai tersebut

💡 Tips Aman

Kalau kamu upgrade ke 72V 55Ah:

Cari charger:
Output: 84V
Arus: 5–10A
Untuk baterai lithium

Kalau mau lebih pasti, kirim:
👉 Spesifikasi charger lama kamu
👉 atau merk baterai baru

Saya bantu cek:

Bisa dipakai atau wajib ganti
Sekalian hitung waktu cas & keamanannya 🔍

orang kadang bilang ngecas disini bisa cepat disitu lambat, apa bedanya? di tegangan apa arus? kita taunya darimana?

Pertanyaan kamu tepat banget—ini inti dari kenapa ada “cas cepat” dan “cas lambat” 👍

Jawaban singkatnya:
👉 Yang paling menentukan cepat/lambat itu ARUS (Ampere), bukan tegangan.
Tapi… keduanya tetap berperan.

⚡ 1. Peran Tegangan (Volt)
Tegangan itu harus sesuai & cukup tinggi untuk mengisi baterai
Tapi:
Kalau volt sudah “cukup” (misalnya 84V untuk baterai 72V)
Nambah volt lagi tidak bikin jauh lebih cepat

👉 Jadi:

Volt = “syarat supaya bisa ngecas dengan benar”
🔥 2. Peran Arus (Ampere) → PENENTU KECEPATAN
Arus = seberapa banyak listrik yang masuk per detik

👉 Semakin besar ampere:

Cas makin cepat
👉 Semakin kecil:
Cas makin lama
🧠 Rumus Simpel

Daya charger (Watt) = Volt × Ampere

Contoh:

Charger A: 84V × 5A = 420W
Charger B: 84V × 10A = 840W

👉 Charger B ≈ 2x lebih cepat

🔍 Kita Tahu dari Mana?
1. Lihat Label Charger

Biasanya tertulis:

Output: 84V 5A
atau
Output: 84V 10A

👉 Itu kunci utama

2. Lihat Watt (kalau ada)

Kadang ditulis:

500W
800W

👉 Semakin besar → semakin cepat

3. Rasakan Waktu Cas
5A → ±6–8 jam
10A → ±3–4 jam

(untuk baterai besar seperti 55Ah)

⚠️ Kenapa Tidak Semua Pakai Arus Besar?

Karena:

🔥 Bisa panas
🔋 Mempercepat keausan baterai
🧠 BMS bisa membatasi

👉 Jadi selalu ada “batas aman”

🧃 Analogi Biar Kebayang

Isi ember:

Volt = tinggi kran (tekanan air)
Ampere = besar aliran air

👉 Mau cepat penuh?

Buka aliran lebih besar (ampere), bukan sekadar tambah tekanan
🔑 Kesimpulan
⚡ Volt = harus sesuai (biar bisa ngecas dengan benar)
🔥 Ampere = menentukan cepat/lambat
🔌 Watt = gambaran total kecepatan (gabungan volt & ampere)

Kalau kamu mau, saya bisa bantu:
👉 Hitung berapa lama cas baterai 72V 55Ah kamu dengan charger tertentu
👉 Atau kasih rekomendasi ampere paling aman biar baterai awet 🔋


bolehkan kita cas baterai saya 72volt 55 ah di cas yang punya tegangan lebih tinggi?

Jawaban jujurnya: tidak boleh sembarangan pakai tegangan lebih tinggi ⚠️
Ini bukan soal lebih cepat—tapi bisa merusak baterai atau berbahaya.

🔋 Kenapa Tidak Boleh Tegangan Lebih Tinggi?

Untuk baterai kamu:

Sistem: 72V
Full charge normal: ±84V

👉 Jadi charger yang benar:

Output: sekitar 84V
⚠️ Kalau Pakai Tegangan Lebih Tinggi (misalnya 90V, 100V)

Risikonya:

1. 🔥 Overcharge
Baterai dipaksa melebihi batas
Bisa:
Cepat rusak
Menggembung
Bahkan terbakar
2. 🧠 BMS Bisa “Cut Off”
BMS (pengaman baterai) akan memutus
Akibatnya:
Ngecas jadi putus-putus
Tidak masuk penuh
Bisa merusak sistem dalam jangka panjang
3. ⚡ Umur Baterai Pendek
Tegangan berlebih = stres ke sel baterai
Kapasitas cepat turun
❗ Tapi Ada Satu Kondisi Aman

Kalau:

Charger memang didisain untuk baterai 72V lithium
Outputnya tetap 84V (bukan lebih tinggi)

👉 Itu aman

🧠 Kesalahpahaman Umum

Banyak orang pikir:

“Tegangan lebih tinggi = cas lebih cepat”

👉 Salah ❌
Yang bikin cepat itu:

Ampere (A) lebih besar
Bukan menaikkan volt sembarangan
🔑 Kesimpulan
❌ Tidak boleh pakai charger dengan volt lebih tinggi dari standar
✅ Harus sesuai: sekitar 84V untuk baterai 72V
⚡ Mau lebih cepat? → naikkan ampere, bukan volt
💡 Saran Aman

Untuk baterai 72V 55Ah:

Gunakan charger:
84V
5–10A

Kalau kamu kepikiran pakai charger tertentu (misalnya pinjam atau beli), kirim saja spesifikasinya—nanti saya bantu cek apakah aman atau tidak 🔍

72V 55Ah apakah bisa ngecas di rumah yang tegangannya jauh lebih tinggi 220 volt?

Nah ini penting—dan jawabannya: BISA, dan memang harus begitu 👍


⚡ Kenapa Bisa Pakai Listrik Rumah 220V?

Listrik rumah kamu:

220V AC (arus bolak-balik)

Baterai kamu:

72V (±84V saat penuh) DC (arus searah)

👉 Di sinilah fungsi charger:

🔌 Charger itu “converter”

Charger akan:

Mengubah 220V AC → 84V DC
Mengatur arus supaya aman ke baterai
🧠 Jadi Alurnya Begini
Dari PLN: 220V AC
Masuk ke charger
Charger ubah jadi:
84V DC
Arus stabil (misalnya 5A / 10A)
Baru masuk ke baterai
❗ Kenapa Aman?

Karena:

Baterai tidak langsung kena 220V
Sudah “diturunkan & diatur” oleh charger

👉 Tanpa charger = bahaya besar (jangan pernah coba) ⚠️

🔥 Analogi Simpel

Kayak adaptor laptop:

Stop kontak: 220V
Laptop: cuma butuh ~19V

👉 Aman karena ada adaptor (charger)

⚠️ Yang Harus Dipastikan

Supaya aman:

✔️ Charger memang untuk 72V battery (output ±84V)
✔️ Bukan charger abal-abal
✔️ Kabel & colokan bagus
✔️ Tidak overloading listrik rumah
🔑 Kesimpulan
✅ Boleh ngecas di rumah 220V
✅ Memang itu standar
⚠️ Tapi wajib pakai charger yang sesuai
❌ Tidak boleh langsung tanpa charger

Kalau kamu mau, saya bisa bantu:
👉 Hitung berapa biaya listrik per sekali cas baterai 72V 55Ah kamu
👉 Biasanya hasilnya bikin kaget karena jauh lebih hemat dari bensin ⛽➡️⚡


kenapa vinvast hanya khusus untuk mobil vinvast? bukannya pemerintah seharusnya ngatur bisa cas semua kendaraan?

Ah, ini pertanyaan bagus dan ada beberapa lapisan yang perlu dipahami. Kita bahas dari sisi teknis, bisnis, dan regulasi.

1️⃣ Alasan Teknis
Mobil VinFast punya tegangan baterai dan sistem pengisian tertentu (misal 400–800V, lithium ion, protokol BMS khusus).
Charger umum atau yang dimiliki orang lain belum tentu kompatibel:
Tegangan terlalu rendah/tinggi → baterai bisa rusak
Arus tidak sesuai → lambat atau berisiko panas
Protokol komunikasi (BMS ↔ charger) unik → charger lain mungkin gagal membaca baterai

👉 Jadi dari sisi keamanan dan umur baterai, VinFast sengaja buat charger khusus untuk mobil mereka.

2️⃣ Alasan Bisnis
Sama seperti Apple dengan iPhone & MagSafe:
Mengunci ekosistem → orang pakai produk resmi → kontrol kualitas, layanan purna jual, dan profit.
VinFast ingin:
Pastikan pengalaman charging konsisten
Meminimalkan klaim garansi akibat baterai rusak oleh charger pihak ketiga
3️⃣ Alasan Regulasi dan Standar
Di beberapa negara, pemerintah memang mulai mendorong standar universal:
Misal di Eropa ada CCS2 (Combined Charging System)
Di AS juga ada beberapa standar charger umum
Tapi di Indonesia:
Standar pengisian EV belum sepenuhnya wajib universal
Jadi pabrikan boleh buat charger proprietary, selama aman dan sesuai aturan PLN
🔑 Ringkasnya
Teknis: baterai & sistem VinFast unik
Bisnis: kontrol kualitas & layanan purna jual
Regulasi: belum ada kewajiban charger universal di Indonesia

Kalau pemerintah menetapkan standar universal charger:

Semua EV bisa pakai charger publik
Tapi pabrikan bisa tetap pakai protokol internal untuk garansi/performa

Kalau mau, saya bisa jelaskan juga perbandingan protokol charger VinFast vs standar CCS/CHAdeMO, biar kelihatan kenapa mereka “tidak bisa sembarangan” dipakai charger umum ⚡.

Apakah mau saya buatkan?


kenapa vinvast tidak membuat saja charger yang bisa 400 an volt, sementara stasiun chargernya dibuat universal saja!

Ah, ini pertanyaan bagus banget, dan jawabannya agak kompleks karena menyentuh teknis, keselamatan, bisnis, dan infrastruktur. Mari kita uraikan satu per satu:

1️⃣ Masalah Teknis: Voltase & Arus Tinggi
Mobil VinFast menggunakan baterai 400–800V (mobil listrik modern).
Membuat charger universal yang bisa menangani semua EV:
Tegangan & arus berbeda-beda tiap merek
Sistem BMS tiap mobil unik → kalau charger asal colok bisa overcharge, panas, atau rusak baterai
Jadi charger “universal” bukan cuma soal tegangan, tapi juga komunikasi dengan BMS tiap kendaraan.
2️⃣ Masalah Keselamatan
Tegangan tinggi (400V+) bahaya bagi manusia jika sistem salah desain.
Charger universal harus:
Mengatur tegangan & arus secara dinamis sesuai mobil
Memastikan disconnect otomatis kalau terjadi masalah
Ini lebih rumit & mahal daripada charger khusus satu merek.
3️⃣ Masalah Infrastruktur
Stasiun charger umum:
Harus bisa mendukung multi-protokol (CCS, CHAdeMO, Tesla)
Harganya jauh lebih mahal daripada charger satu merek
Perawatan lebih kompleks karena banyak tipe kendaraan berbeda
VinFast bisa memilih untuk fokus ke ekosistem mereka dulu agar pengalaman charging konsisten sebelum masuk ke universal.
4️⃣ Alasan Bisnis & Garansi
Jika charger universal rusak atau merusak baterai:
Konsumen bisa klaim garansi
Biaya pabrikan meningkat drastis
Dengan charger khusus:
VinFast bisa kontrol kualitas
Pastikan baterai awet
Minim risiko klaim
5️⃣ Regulasi & Standar
Di Eropa/AS sudah ada standar universal (CCS2, CHAdeMO).
Di Indonesia: belum ada kewajiban standar universal → pabrikan masih bebas buat charger proprietary.
🔑 Ringkasnya
Tidak semudah “buat charger 400V universal” karena:
Mobil punya tegangan & BMS berbeda
Tegangan tinggi → lebih berisiko
Charger universal → mahal & kompleks
Bisnis & garansi → lebih aman pakai sistem sendiri

Kalau mau, saya bisa buatkan diagram sederhana bagaimana charger universal vs charger khusus bekerja, biar kelihatan kenapa “universal” itu jauh lebih rumit daripada kelihatannya ⚡.

Apakah mau saya buatkan?


la iya maksudnya vinvast bikin chargernya sendiri, tapi stasiun chargenya universal, kan tinggal menaikkan voltase?

Ah, sekarang maksudmu sudah lebih jelas 😄 — kamu membayangkan:

VinFast bikin charger sendiri (di mobil) → aman & sesuai BMS
Stasiun charger di tempat umum → universal untuk semua mobil, tinggal atur voltase & arus sesuai mobil

Nah, ini memang terdengar logis, tapi masalahnya jauh lebih kompleks daripada sekadar “menaikkan voltase”. Mari kita urai:

1️⃣ Voltase saja tidak cukup
Mobil listrik tidak hanya butuh voltase tertentu, tapi juga protokol komunikasi BMS:
Charger harus “ngobrol” dengan baterai: berapa arus yang aman, kapan mulai tapering, kapan memutus daya
Kalau cuma menaikkan voltase tapi tidak ada komunikasi, baterai bisa:
Overcharge → rusak / panas
Arus terlalu besar → shorten lifespan
2️⃣ Arus (Ampere) harus dinamis
Setiap mobil punya batas arus maksimal:
Charger universal harus bisa mengatur arus sesuai spesifikasi mobil
Tidak bisa cuma pasang voltase tinggi, karena arus tetap harus aman
3️⃣ Standar dan protokol
EV berbeda-beda: CCS, CHAdeMO, Tesla, VinFast proprietary
Charger universal harus:
Bisa switch protokol otomatis
Menangani tegangan & arus berbeda-beda
Menyertakan safety cut-off, grounding, dll
Ini membuat stasiun charger jauh lebih kompleks dan mahal daripada charger merk tunggal
4️⃣ Keamanan
Tegangan 400V+ sangat berbahaya bagi manusia
Charger universal harus sangat pintar untuk mencegah percikan, short circuit, atau kesalahan koneksi
🔑 Ringkasnya
Iya, “tinggal menaikkan voltase” terdengar sederhana, tapi sebenarnya:
Harus ada komunikasi dengan BMS
Arus harus dinamis & aman
Protokol dan standar harus mendukung berbagai merk
Safety harus dijaga, terutama di stasiun publik

👉 Jadi VinFast bisa bikin charger mobil sendiri, tapi membuat stasiun charger universal 400V aman untuk semua mobil itu tidak sesederhana menaikkan voltase.

Kalau mau, saya bisa buatkan diagram sederhana alur komunikasi charger universal vs charger merk tunggal, biar jelas kenapa stasiun universal itu rumit ⚡.

Apakah mau saya buatkan?


iya makannya kenapa vinvast tidak membuat charger yang bisa komunikasi bms, kok malahh bikin stasiun sendiri

Ah, sekarang jelas maksudmu: kenapa VinFast tidak bikin stasiun charger universal yang bisa “ngobrol” dengan semua BMS mobil, tapi malah bikin ekosistem sendiri. Ini ada beberapa alasan logis, gabungan teknis, bisnis, dan strategi pasar:

1️⃣ Masalah Teknis & Kompleksitas
BMS tiap merk berbeda:
Tesla, Hyundai, Nissan, dan VinFast punya protokol komunikasi internal berbeda
Charger universal harus bisa mendeteksi merk & model, lalu menyesuaikan arus & tegangan dengan aman
Tegangan & arus berbeda-beda:
Mobil high-voltage bisa 400–800V
Mobil 72V motor kecil → jauh lebih rendah
Membuat stasiun universal aman untuk semua mobil berarti charger harus dinamis, pintar, dan mahal
Tidak hanya soal “tinggal komunikasi BMS” saja
2️⃣ Keamanan & Liability
Stasiun charger universal berisiko:
Salah komunikasi → overcharge → baterai rusak → klaim garansi → risiko hukum
Tegangan tinggi → percikan / kebakaran jika ada kesalahan
VinFast lebih aman dengan stasiun proprietary → kendali penuh atas protokol dan standar keamanan
3️⃣ Strategi Bisnis & Ekosistem
Sama seperti Apple dengan iPhone/MagSafe:
Membuat charger dan stasiun sendiri → mengunci ekosistem
Bisa pastikan pengalaman pengguna konsisten
Meminimalkan klaim garansi akibat charger pihak ketiga
4️⃣ Infrastruktur & Biaya
Stasiun universal mahal & kompleks:
Harus mendukung multi-protokol (CCS, CHAdeMO, Tesla, VinFast)
Harus bisa switch arus & voltase otomatis
Lebih murah dan cepat jika VinFast bangun stasiun sendiri dulu, fokus ke pelanggan mereka
🔑 Intinya
Teknis → protokol BMS berbeda-beda, tegangan & arus bervariasi, safety tinggi
Bisnis → kontrol kualitas, garansi, pengalaman pengguna
Ekonomi → stasiun universal lebih mahal & kompleks
Strategi → VinFast membangun ekosistem dulu sebelum mempertimbangkan universal

Kalau mau, saya bisa bikin diagram perbandingan stasiun charger proprietary vs universal, biar kelihatan kenapa stasiun universal itu ribet dan mahal ⚡.

Apakah mau saya buatkan diagramnya?


la iya bms tiap produk berbeda, bukanya bms bisa langsung dipasang di chargernya masing-masing? sementara pln tinggal menyediakan colokannya 220 volt

Nah, sekarang kita sudah mendekati inti masalah, dan jawabannya: secara teori iya, tapi praktiknya jauh lebih rumit ⚡. Mari kita uraikan.

1️⃣ Ide Kamu

Konsepmu:

Setiap mobil punya BMS sendiri di charger → tinggal dihubungkan ke 220V PLN
Stasiun cuma menyediakan colokan listrik AC → semua mobil bisa cas

Secara teori ini terdengar logis, tapi ada beberapa masalah nyata:

2️⃣ Masalah Teknis
a. Tegangan & arus berbeda-beda
Mobil 72V → charger internal harus turunkan 220V AC → 84V DC ± arus tertentu
Mobil 400V → charger internal harus turunkan 220V AC → 400V DC ± arus lebih besar
Charger internal harus cukup pintar untuk menahan arus AC rumah dan tetap aman

⚠️ Kalau semua mobil colok ke colokan rumah biasa (misal 10–16A), mobil high-voltage tidak akan dapat arus cukup → ngecas lama banget

b. Keamanan
Tegangan tinggi (400–800V) → jika ada koneksi langsung ke listrik rumah, risiko sengatan serius dan kebakaran tinggi
Charger harus punya proteksi arus, proteksi short circuit, grounding, dan isolasi
c. Standarisasi plug & socket
Mobil berbeda → colokan berbeda
Mobil kecil 72V → biasanya colokan kecil (domestik)
Mobil 400V → colokan besar (fast charging)
Jadi stasiun tetap harus sesuaikan plug dan safety
3️⃣ Masalah Ekonomi & Infrastruktur
Kalau semua mobil pasang charger internal yang pintar:
Setiap mobil harus bawa charger mahal sendiri
Stasiun cuma colokan → tapi tidak bisa fast charging (aruss besar tidak muat di listrik rumah)
Lebih murah bagi VinFast (dan pabrikan lain) untuk buat stasiun fast charging dengan arus tinggi & safety built-in
🔑 Kesimpulan
Secara teori: “bawa charger di mobil, PLN tinggal colokan 220V” bisa jalan untuk mobil kecil 72V → charging lambat
Tapi untuk mobil modern (400–800V, fast charging), tidak cukup aman dan tidak praktis
Makanya VinFast:
Buat charger internal untuk keamanan & proteksi baterai
Buat stasiun fast charging sendiri untuk arus tinggi & protokol

Kalau mau, saya bisa buatkan diagram alur charging mobil 72V vs 400V, biar kelihatan kenapa fast charging tidak bisa cuma pakai colokan 220V.

Apakah mau saya buatkan diagramnya?


katamu kecepatan hany amper, kenapa kamu nulis "(400–800V, fast charging"? kan ga ada hubungannya sama voltase?

Ah, iya, aku paham kebingunganmu 😄. Memang benar kalau kecepatan ngecas (lama/cepat) itu lebih dipengaruhi oleh arus (Ampere). Tapi saya sebut “400–800V, fast charging” bukan tanpa alasan—ada hubungannya dengan praktik dan keamanan, bukan kecepatan murni. Mari kita luruskan:

1️⃣ Arus = penentu utama kecepatan
Rumus daya listrik:
𝑃
=
𝑉
×
𝐼
P=V×I
Daya (Watt) = Tegangan (V) × Arus (A)
Untuk daya tertentu, arus rendah tapi volt tinggi = bisa ngecas cepat
Arus tinggi tapi volt rendah = juga bisa cepat, tapi arus besar → kabel dan konektor lebih tebal

👉 Jadi, cepat atau lambat ngecas tergantung arus dan daya, bukan voltase sendiri

2️⃣ Lalu kenapa 400–800V disebut fast charging?
Stasiun fast charging modern biasanya tegangan tinggi karena:
Supaya daya tinggi bisa dicapai dengan arus lebih kecil
Contoh: 50 kW charger
Kalau 400V → arus = 125A
Kalau 800V → arus = 62,5A
Arus lebih kecil → kabel lebih tipis, lebih aman, lebih efisien, tidak cepat panas

👉 Jadi voltase tinggi bukan langsung bikin cepat, tapi memungkinkan daya tinggi dengan arus aman → praktis untuk fast charging

3️⃣ Analogi sederhana
Bayangkan selang air:
Volt = tekanan air
Ampere = jumlah air per detik
Untuk isi ember besar cepat:
Bisa pakai tekanan lebih besar atau aliran lebih besar
Kalau tekanannya tinggi, alirannya bisa kecil → tetap cepat penuh

⚡ Sama dengan fast charging: volt tinggi → arus lebih kecil → daya tinggi → ngecas cepat dan aman

🔑 Kesimpulan
Kecepatan ngecas = arus yang masuk ke baterai
Voltase tinggi → memungkinkan daya tinggi dengan arus yang lebih kecil → aman & efisien
Jadi istilah “400–800V, fast charging” bukan berarti volt langsung bikin cepat, tapi mengatur kondisi agar arus tinggi tidak berbahaya

Kalau mau, aku bisa buatkan tabel perbandingan Volt + Ampere vs kecepatan charging, biar kelihatan hubungannya dengan aman & cepat ⚡.

Apakah mau aku buatkan tabelnya?


oooo kalau begitu kenapa tidak semua spklu membuat sekalian 800 volt stasiun charging, toh masing2 brand kan ada chargernya sendiri, kalau butuh volt kecil tinggal dikecilin kan?

Ah, ini pertanyaan bagus, dan memang terdengar logis kalau “tinggal bikin 800V semua, nanti mobil bisa turunkan sendiri kalau perlu”. Tapi ada beberapa alasan teknis, ekonomi, dan keselamatan kenapa ini tidak praktis di stasiun SPKLU. Mari kita urai:

1️⃣ Masalah Teknis: Komponen & Kabel
Stasiun 800V harus:
Kabel dan konektor mampu menahan tegangan tinggi ±800V DC
Semua switch, fuse, dan proteksi di stasiun dirancang untuk voltase tinggi
Harga komponen 800V jauh lebih mahal daripada 400V
Mobil yang cuma butuh 72–400V → tetap harus turunkan voltase tinggi ini di dalam charger mobil
Artinya stasiun “overkill” → mahal tapi tidak dimanfaatkan sepenuhnya
2️⃣ Masalah Keselamatan
Tegangan tinggi → lebih berbahaya bagi manusia dan risiko percikan listrik
SPKLU yang 800V harus:
Isolasi ekstra
Grounding lebih ketat
Sistem proteksi lebih kompleks
Semua ini meningkatkan biaya dan risiko operasional
3️⃣ Masalah Kompatibilitas
Tidak semua mobil punya charger internal yang bisa turunkan dari 800V ke voltase rendah
Misal mobil 72V → tidak semua BMS/charger bisa langsung handle 800V input
Bisa berbahaya → overvoltage → baterai rusak
Jadi, SPKLU tidak bisa “sekadar kasih 800V”, harus sesuai protokol mobil
4️⃣ Masalah Ekonomi
SPKLU 800V = investasi mahal
Banyak mobil masih pakai baterai lebih kecil dari 400V
Dengan kapasitas rendah → 800V terlalu mahal untuk utilitasnya
Lebih praktis bikin stasiun 400–500V fast charging, kompatibel dengan mayoritas EV saat ini
🔑 Ringkasnya
Secara teori bisa “bikin 800V universal”
Praktik nyata sulit karena:
Komponen mahal & lebih kompleks
Keselamatan tinggi → isolasi & proteksi ekstra
Tidak semua mobil bisa handle input tinggi → risiko baterai rusak
Tidak ekonomis untuk EV tegangan rendah

Kalau mau, aku bisa buatkan diagram skema SPKLU: tegangan tinggi vs tegangan rendah & hubungan aman dengan mobil, biar kelihatan kenapa 800V tidak selalu ideal ⚡.

Apakah mau aku buatkan diagramnya?


kalo gitu buat aja spklu 400 volt, toh charger masing2 bisa menyesuaikan sendiri?

Iya, sekarang kita sampai ke inti logikanya, dan jawabanmu hampir tepat ✅. Tapi masih ada beberapa nuance penting yang bikin SPKLU 400V tidak sepenuhnya “pas untuk semua mobil”. Mari kita jelaskan.

1️⃣ Konsep SPKLU 400V + Charger Internal
SPKLU 400V → menyediakan tegangan DC sekitar 400V untuk fast charging
Mobil punya charger internal atau BMS → menyesuaikan arus dan tegangan sesuai baterai

👉 Secara teori:

Mobil 400V → bisa langsung pakai penuh
Mobil 72V → harus turunkan voltase di internal charger → aman tapi ngecas lebih lambat dibanding mobil high-voltage
2️⃣ Kelebihan
Lebih aman dibanding 800V (risiko percikan lebih rendah)
Komponen stasiun lebih murah → kabel, switch, proteksi
Cocok untuk mayoritas EV modern saat ini (baterai 300–400V)
3️⃣ Kekurangan / Limitasi
Mobil dengan baterai lebih kecil (72V):
Bisa ngecas, tapi tidak fast charging optimal karena tegangan input lebih tinggi dari kebutuhan
Arus turunkan → daya maksimal lebih rendah → charging lebih lambat
Mobil dengan baterai lebih tinggi (600–800V):
Tidak bisa langsung pakai SPKLU 400V → harus ada converter internal yang mampu menaikkan tegangan → tambah biaya & kompleksitas
4️⃣ Kenapa SPKLU biasanya tidak “cukup satu tegangan untuk semua”
EV beda tegangan baterai & protokol
Fast charging aman butuh tegangan & arus sesuai spesifikasi mobil
Jadi stasiun biasanya:
400V–500V → aman untuk mayoritas EV
800V → hanya untuk high-end EV tertentu (misal Porsche Taycan, Tesla Model 3 Performance)
🔑 Kesimpulan
SPKLU 400V cukup untuk sebagian besar EV
Mobil punya charger internal → bisa menyesuaikan sendiri → aman
Limitasi:
EV tegangan rendah → ngecas lebih lambat
EV tegangan tinggi → butuh converter internal → tidak optimal

Kalau mau, aku bisa buat diagram “SPKLU 400V vs charger internal mobil tegangan rendah & tinggi”, biar kelihatan kenapa 400V cukup aman tapi ada limitasi ⚡.

Apakah mau aku buatkan diagramnya?


ooo brarti intinya semua colokan pln indonesia 220 volt, tapi khusus vivast jadi 400 volt ?

Ya, inti konsepnya memang begini, tapi mari kita luruskan supaya jelas ⚡:

1️⃣ Colokan PLN di rumah → 220V AC
Semua rumah di Indonesia pakai 220V AC
Ini arus bolak-balik (AC), belum bisa langsung masuk ke baterai EV
Charger (baik di rumah maupun stasiun) akan mengubah 220V AC → DC sesuai kebutuhan baterai
2️⃣ Untuk VinFast & SPKLU
SPKLU VinFast fast charging menyediakan 400V DC (atau lebih tinggi, tergantung stasiun)
Ini DC, siap masuk ke baterai mobil VinFast → ngecas lebih cepat
Mobil tetap punya charger internal / BMS → menyesuaikan arus masuk ke baterai
3️⃣ Perbedaan konsep
Tempat Tegangan & Tipe Catatan
Rumah 220V AC Bisa ngecas lambat via charger mobil internal
SPKLU VinFast 400V DC (fast charging) Tegangan sudah diubah & aman untuk fast charging, BMS mobil mengatur arus
SPKLU universal (ideal) Bisa multi-volt DC Lebih kompleks, harus dukung protokol BMS semua merk
🔑 Ringkasnya
PLN tetap 220V AC → sumber listrik umum
Charger VinFast → ubah 220V AC → 400V DC → cocok untuk baterai VinFast
Mobil punya BMS/charger internal → menyesuaikan arus & tegangan supaya aman
Jadi, colokan PLN sama, tapi stasiun fast charging VinFast spesifik 400V DC

Kalau mau, aku bisa buat diagram alur: 220V AC PLN → charger → 400V DC VinFast → baterai biar visualnya lebih mudah dipahami ⚡.

Apakah mau aku buatkan diagramnya?


kenapa tidak semua baterai voltnya 220 volt agar lebih cepat ngisi, tidak perlu convert, kan pln 220 juga

Ah, ini pertanyaan yang banyak orang kepikiran, dan jawabannya tidak sesederhana “samakan baterai dengan PLN 220V”. Ada beberapa alasan teknis dan keamanan kenapa baterai EV tidak dibuat 220V langsung:

1️⃣ Arus tinggi vs tegangan tinggi

Rumus daya listrik:

𝑃
=
𝑉
×
𝐼
P=V×I
Kalau baterai dibuat 220V, untuk dapat daya 3 kW (charging lambat di rumah):
Arus
𝐼
=
𝑃
/
𝑉
=
3000
/
220

13.6
𝐴
I=P/V=3000/220≈13.6A → masih aman
Tapi untuk fast charging 50 kW:
Arus
𝐼
=
50
,
000
/
220

227
𝐴
I=50,000/220≈227A → sangat besar!
Kabel, konektor, dan switch → harus tebal dan super mahal

⚡ Jadi baterai tegangan rendah = aman tapi arus tinggi untuk fast charging → tidak praktis

2️⃣ Keselamatan
Tegangan 220V DC sangat berbahaya bagi manusia
Bisa menyebabkan sengatan listrik serius atau kematian
Tegangan tinggi pada EV biasanya DC 400–800V, tapi arus lebih rendah → daya sama, tapi lebih aman untuk fast charging
3️⃣ Efisiensi & ukuran kabel
Arus besar = resistansi kabel lebih terasa → panas, rugi daya
Tegangan tinggi = arus lebih kecil untuk daya sama → kabel lebih tipis, lebih ringan, lebih murah
Ini alasan EV modern pakai 400V–800V
4️⃣ Kesimpulan
Tegangan baterai = kompromi antara:
Keamanan manusia
Ukuran & biaya kabel
Kecepatan ngecas (arus)
Membuat baterai 220V tidak mempercepat charging secara praktis karena arus yang dibutuhkan akan sangat besar untuk fast charging
🔑 Analogi simpel
Voltase = “tekanan air”
Arus = “jumlah air per detik”
Mau isi ember besar cepat:
Bisa pakai tekanan tinggi (volt tinggi, arus rendah → aman & efisien)
Kalau pakai tekanan rendah (220V) → aliran air harus sangat besar → selang dan kran harus super tebal → tidak praktis

Kalau mau, aku bisa buat diagram perbandingan arus & voltase untuk rumah 220V vs fast charging 400V, biar kelihatan kenapa baterai EV tidak 220V langsung ⚡.

Apakah mau aku buatkan diagramnya?


baterai alva n3 3,3kwh tapi ada dua mode cas lambat dan boost, apa bedanya? kenapa bisa tidak rusak?

Ah, ini kasus klasik baterai EV kecil dengan dua mode charging ⚡. Mari kita uraikan dengan jelas:

1️⃣ Spesifikasi baterai
Alva N3 → baterai 3,3 kWh
Ada dua mode charging:
Cas Lambat (Normal) → arus lebih kecil
Boost (Cepat / Fast) → arus lebih besar
Tegangan baterai tetap sama (misal 48–60V), yang berubah hanyalah arus masuk (A) → daya (Watt) berbeda
2️⃣ Perbedaan Mode
Mode Arus Daya Waktu Cas Efek ke baterai
Lambat rendah ±300–500W ±6–8 jam Aman, minim panas
Boost tinggi ±1000–1200W ±2–3 jam Aman karena diatur BMS
🔑 Kunci agar tidak rusak
BMS (Battery Management System):
Mengatur arus maksimal masuk → tidak melebihi limit baterai
Memantau suhu → jika panas, turunkan arus atau hentikan charging
Mengatur profil pengisian: tegangan naik perlahan saat mendekati full
Mode Boost bukan berarti sembarangan “dikasih arus tinggi” → BMS memastikan arus & suhu tetap aman
3️⃣ Mengapa bisa aman?
Baterai modern lithium-ion mampu handling arus tinggi untuk waktu terbatas
Proteksi BMS:
Overcurrent cut-off
Overheat cut-off
Overvoltage cut-off
Desain internal baterai sudah mempertimbangkan fast charge kecil (3,3 kWh kecil → lebih toleran dibanding EV besar)
🔑 Ringkasan
Cas Lambat → nyaman untuk malam hari, arus kecil, baterai awet
Boost → lebih cepat tapi tetap aman karena BMS mengatur arus, tegangan, dan suhu
Mode Boost tidak merusak karena baterai dan BMS memang didesain untuk itu

Kalau mau, aku bisa buat diagram visual mode lambat vs boost, lengkap dengan arus, daya, dan waktu cas, supaya kelihatan kenapa baterai aman ⚡.

Apakah mau aku buatkan diagramnya?


apakah di satu colokan yang sama alva n3 bisa dua mode cas?

Ya, bisa, dan inilah prinsipnya ⚡.

1️⃣ Sumber listrik tetap sama
Colokan rumah → 220V AC
Baterai Alva N3 → tetap pakai tegangan input sama dari colokan
Yang berbeda hanyalah cara charger mengatur arus
2️⃣ Cara charger mengubah mode
Mode Arus masuk Daya Waktu cas
Lambat rendah ±300–500 W ±6–8 jam
Boost tinggi ±1000–1200 W ±2–3 jam
Charger internal punya setting untuk memilih mode
Mode lambat → charger membatasi arus → lebih aman & hemat listrik malam hari
Mode boost → charger melepas arus maksimal sesuai batas BMS → cepat
3️⃣ Kenapa tetap aman di satu colokan
Colokan sama → hanya menyalurkan listrik AC
Charger yang mengatur arus → menyesuaikan dengan baterai
Tidak perlu ganti colokan, kabel, atau tegangan
🔑 Ringkasnya
Satu colokan 220V AC cukup untuk dua mode
Mode lambat/boost diatur oleh charger, bukan colokan
BMS baterai menjaga agar arus & suhu tetap aman, jadi baterai tidak rusak

Kalau mau, aku bisa buatkan diagram Alur Cas Lambat vs Boost Alva N3 di satu colokan, biar kelihatan visual perbedaan arus dan waktu ⚡.

Apakah mau aku buatkan diagramnya?


yang satu cepat yg satu cas lambat, apa bedanya?

Oke, kita luruskan dengan jelas dan sederhana ⚡

1️⃣ Perbedaan utama: arus masuk ke baterai
Mode Arus (Ampere) Daya (Watt) Waktu Cas Efek ke baterai
Lambat (Normal) rendah ±300–500 W ±6–8 jam Minim panas, lebih awet
Cepat (Boost) tinggi ±1000–1200 W ±2–3 jam Aman karena BMS membatasi arus & suhu
Tegangan baterai tetap sama
Yang berubah hanyalah seberapa besar arus yang masuk
2️⃣ Cara kerjanya
Charger internal membaca mode yang dipilih
Mode lambat → charger membatasi arus kecil
Mode cepat → charger melepas arus maksimal yang masih aman menurut BMS
BMS: memantau suhu, tegangan, dan arus → mencegah kerusakan
3️⃣ Intinya
Mode lambat = aman, hemat panas, cocok untuk ngecas malam hari
Mode cepat = lebih cepat penuh, tapi tetap aman karena dikontrol BMS
Kedua mode bisa pakai colokan sama karena charger internal yang mengatur arus

Kalau mau, aku bisa buat diagram visual arus & daya mode lambat vs boost, biar kelihatan kenapa baterai aman dan waktu ngecas berbeda ⚡.

Apakah mau aku buatkan diagramnya?


kalau baterai rusak itu apakah bisa diganti cell yang rusak?

Bisa, tapi ada beberapa catatan penting ⚡. Mari kita bedah:

1️⃣ Struktur baterai EV
Baterai seperti Alva N3 3,3 kWh terdiri dari beberapa cell lithium-ion yang disusun seri & paralel
BMS (Battery Management System) mengontrol semua cell agar:
Tegangan masing-masing cell seimbang
Arus masuk/keluar aman
Temperatur tetap stabil
2️⃣ Mengganti cell tunggal → secara teori
Jika hanya satu cell rusak, bisa diganti cell yang rusak saja
Tapi harus memastikan keseragaman cell:
Tegangan dan kapasitas sama dengan cell lain
Internal resistance mirip agar BMS tetap stabil
3️⃣ Kendala praktis
Baterai EV modern biasanya disegel rapat, bukan modular untuk ganti cell cepat
Mengganti cell satu-satu butuh teknisi ahli karena:
Risiko korsleting / kebakaran
Harus balance ulang semua cell → BMS harus dikalibrasi ulang
Untuk baterai kecil (Alva N3), kadang lebih murah mengganti satu modul baterai lengkap daripada satu cell
4️⃣ Ringkasan
Secara teknis bisa, tapi tidak praktis untuk pengguna biasa
Risiko tinggi jika tidak ahli → korsleting, overheat, baterai rusak permanen
Opsi umum: ganti modul/baterai lengkap → lebih aman & kompatibel dengan BMS

Kalau mau, aku bisa buatkan diagram struktur baterai EV + cell + BMS, dan tunjukkan mana bagian yang bisa diganti dan risikonya, biar lebih jelas ⚡.

Apakah mau aku buatkan diagramnya?


baterai rusak itu apa bisa didaur ulang?

Iya, baterai EV bisa didaur ulang, tapi prosesnya tidak sederhana ⚡. Mari kita uraikan dengan detail:

1️⃣ Mengapa baterai EV perlu didaur ulang
Baterai lithium-ion mengandung logam berharga seperti:
Lithium (Li)
Kobalt (Co)
Nikel (Ni)
Mangan (Mn)
Jika dibuang sembarangan → bahaya lingkungan dan bahan berharga terbuang
2️⃣ Proses daur ulang baterai EV

Ada beberapa tahap utama:

Tahap Penjelasan
Pengumpulan & pemeriksaan Baterai rusak dikumpulkan, diperiksa kondisi, dipisahkan yang masih bisa dipakai
Pembongkaran / disassembly Modul dan cell dibongkar secara hati-hati
Pemulihan bahan aktif Lithium, kobalt, nikel, tembaga dipisahkan melalui proses kimia atau peleburan
Pembuatan bahan baru Logam yang diambil bisa dibuat menjadi cell baterai baru atau produk lain
3️⃣ Metode populer
Hydrometallurgy → larutkan logam dengan cairan kimia, lalu dipisahkan
Pyrometallurgy → lebur baterai untuk ambil logam
Direct recycling → ambil material aktif langsung, bisa lebih hemat energi dan kualitas lebih tinggi
4️⃣ Kenapa baterai EV bisa aman didaur ulang
BMS dan casing baterai dilepas dulu
Selama proses, arus listrik sudah diputus → aman dari percikan atau ledakan
Logam dipisahkan, residu kimia diolah → ramah lingkungan
5️⃣ Ringkasan
Baterai EV rusak bisa didaur ulang → ambil logam berharga & hemat sumber daya
Prosesnya kompleks, butuh fasilitas khusus
Tidak bisa dibuang sembarangan karena berbahaya bagi lingkungan

Kalau mau, aku bisa buat diagram alur daur ulang baterai EV dari cell → logam → bahan baru, biar gampang dipahami ⚡.

Apakah mau aku buatkan diagramnya?
apakah ngecas di rumah lebih murah tarifnya dibandingkan ngecas di rest area?

Iya, biasanya ngecas di rumah lebih murah dibandingkan di SPKLU atau rest area, tapi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ⚡:

1️⃣ Tarif listrik rumah
Rumah di Indonesia pakai PLN 220V AC, tarif listrik tergantung golongan rumah tangga (R1, R2, dst.)
Contoh R1 1300 VA → tarif rata-rata ± Rp1.500–1.700 per kWh
Jadi ngecas baterai 3,3 kWh → biaya ± 3,3 × 1.600 ≈ Rp5.280 per full charge
2️⃣ Tarif SPKLU / rest area
Stasiun pengisian cepat biasanya mengenakan tarif per kWh lebih tinggi, karena:
Infrastruktur mahal → kabel, converter, proteksi
Fast charging → arus besar, tegangan tinggi → perawatan lebih mahal
Bisa ± Rp3.500–7.000 per kWh tergantung operator
3️⃣ Ringkasnya
Ngecas di rumah = lebih murah, tapi lebih lambat (AC charging)
Ngecas di rest area/SPKLU = lebih cepat (fast charging), tapi lebih mahal

Kalau mau, aku bisa buat tabel perbandingan biaya & waktu cas rumah vs SPKLU untuk Alva N3 3,3 kWh, supaya lebih jelas ⚡.

Apakah mau aku buatkan tabelnya?
apakah vinvast bisa ngecas di rumah?

Ya, VinFast bisa ngecas di rumah, tapi ada beberapa hal penting yang perlu dipahami ⚡:

1️⃣ Sumber listrik rumah
Rumah di Indonesia → PLN 220V AC
Charger VinFast yang dipasang di rumah → mengubah AC 220V → DC sesuai baterai mobil
Bisa pakai charging lambat (AC charging)
2️⃣ Kecepatan ngecas
Tempat Tegangan & Arus Waktu cas
Rumah 220V AC (lambat) ±6–8 jam (tergantung kapasitas baterai)
SPKLU VinFast 400V DC (fast charging) ±30–60 menit
Kesimpulan: di rumah → lebih murah, lebih lambat; di SPKLU → cepat, lebih mahal
3️⃣ Keamanan
Charger rumah & BMS VinFast → mengatur arus masuk ke baterai
Aman untuk baterai, tidak perlu takut overvoltage atau kerusakan

Jadi intinya: VinFast bisa ngecas di rumah dengan charger khusus, tapi waktu cas lebih lama dibanding SPKLU.

Jika mau, aku bisa buat diagram alur: PLN 220V → charger rumah → baterai VinFast, biar lebih mudah dipahami ⚡.

Apakah mau aku buatkan diagramnya?

Read More...