Selamat siang semuanya, kali ini saya akan mencatat lagi reviu rute lari di daerah Kota Lama/Tua Semarang, bagi yang penasaran silahkan baca terus tulisan di bawah ini.
Catper kesana
Angkutan umum
Perjalanan berangkat naik KA Menoreh JNG 13:46 - SMT 19:22
13:10 WIB (36 menit sebelum jadwal)
Start awal
13:20 WIB (26 menit sebelum jadwal)
Sampe Halte awal, transit di JNG, TJ 11 lama sekali datangnya, akhirnya turun halte jalan kaki lari kecil ke stasiun,
13:25 WIB(21 menit sebelum jadwal)
Sampai Stasiun, dengan kondisi penuh keringat, langsung masuk menuju lantai 2, print tiket di mesin cek in mandiri dengan memasukkan kode booking.
13:46 WIB
Start JNG
ternyata konfigurasi kursi memakai kelas ekonomi model terbaru versi 1 yang awal awal banget yang sempit, yang kapasitasnya 88 kursi terdiri dari 22 baris x 4 kursi per baris=88kursi.
yang ternyata benar terlalu sempit menurut saya, terutama di bagian kaki, karena di depan kaki tulang kering ada besi kursi depan kita yang terlalu rendah. Selain itu pijakan tangannya juga keras, tidak ada pelapisnya. Positifnya kereta ini yaitu berhenti di stasiun sangat singkat.
19:20 WIB
Sampai St Tawang, sampai sini isi perut dulu langsung.
Makan malam
untuk makan malam, dulu saya pernah ke warung sego bancakan pawone Simbah1, entah sekarang masih buka apa tidak, karena kali ini, saya makan di stasiun saja. Bagi yang paham kuliner disini silahkan komentar saja di bawah ya.
Nginap dimana?
Lari tanpa tidur menurut para ahli, sangat berisiko bagi jantung, jadinya tidak ada salahnya merencanakan akan nginep dimana sebelum lari.
Untuk nginep, bisa saja langsung nginep di tempat teman/saudara, atau juga bisa menginap di hotel sekitar sana, ada yang mahal ada yang murah, kalau saya pernah mencoba hotel sleep and sleep, dari hasil pencarian dari google mana yang dekat, tarif promo 45K semalam, diskon karena memang pas bukan hari libur/weekend.
Untuk menuju penginapan tadi, dari Stasiun Tawang jalan kaki sekitar 1 km, sayang sekali beberapa titik, harus turun ke jalan raya bersanding dengan kendaraan umum, karena tidak ada trotoar pejalan kakinya, kalau bawa koper sesekali harus diangkat karena melewati jalur paving.
Fasilitas penginapan
Hotel dengan model kamar kapsul ala backpacker, fasilitasnya buka 24 jam, CCTV, AC, loker pribadi, kamar tidur dan kamar mandi terpisah laki-laki dan perempuan, kamar mandinya khusus di luar kamar semua, mushola, bagi yang pengen jajan, disitu dijual makanan ringan pop mie kopi dll, terpantau juga jual kemeja batik, mungkin menyediakan bagi yang lupa bawa baju batik saat kondangan ya.
Di dalam kapsul ini dilarang telepon, karena pemisahnya bukan tembok beton, selain itu dilarang makan di dalam kapsul, ya memang agar kecoa/tikus tidak datang, tapi tenang saja ada tempat khusus di luar, bagi yang pengen makan/minum/telepon.
Biaya tambahannya seperti handuk 10K, dan alat mandi 10K, jika pindah tingkat 1, ada tambahan lagi 20K(yang 45K tadi ternyata tingkat 2)
Bentuk kapsulnya seperti ini, untuk lantai 2 dan 3 perlu memanjat melalui besi, unik juga
Rute lari
Selesai urusan istirahat, kita back to the topic, Rute larinya dimana? ya di sekitar kota tua saja, keliling-keliling saja, ternyata yang paling ramai orang lari adalah rute lari melingkar di polder Tawang dengan jarak melingkarnya sekitar 400 meter.
Apakah bebas asap?
bila larinya habis subuh pas, tentunya kendaraannya masih sedikit, jadinya begitu lepas jam 6 pagi, jalur utamanya sudah sangat ramai kendaraan dari arah timur, apalagi pas hari kerja. Namun masih bisa disiasati dengan memilih jalur di gangnya saja, yang tidak dilewati jalur kendaraan umumm.
Jalurnya rata?
jalurnya tidak serata jika lari di trek lari stadion, namun tetap masih bisa dipakai untuk lari, namun juga tidak sampai harus melompati undakan beton/portal.
Lokasi toilet
bagi yang kebelet pipis, terpantau ada toilet umum di depan gereja, namun entah buka atau tidak pagi itu, tidak mengeceknya.
beberapa spot foto
Alternatif Rute lari
Bagi yang pengen bener-bener lari di trek khusus, bukan di jalan umum, bebas lalu lalang kendaraan, bisa pergi ke gelanggan Tri Lomba Juang, namun kekurangannya harus menempuh perjalanan naik kendaraan umum untuk kesana dari penginapan tadi, karena kalau jalan kaki atau langsung lari kesana, jaraknya sudah lumayan jauh, sekitar 3-4km, sudah menghabiskan kuota lari 5 km ya.
Lokasi yang menurut saya berpotensi bisa dikembangkan untuk dibuat trek lari
saat melewati di daerah bangunan Syahbandar Kota Tua Semarang, terpantau sekilas lapangan di depannya menggoda sekali untuk dijadikan trek lari, sebuah lapangan terbuka, pinggirnya pepohonan, tidak bersebelahan dengan jalan raya, hanya bersebelahan dengan jalur rel kereta yang sudah dipisahkan tembok. Entah akan dijadikan apa lokasi tersebut ya, apakah dijadikan museum atau dijadikan tempat komersial. Kalau dijadikan rute lari, kondisinya lumayan juga sebagai alternatif selain jalur polder, apalagi jika jalurnya dibuat mulus seperti di bawah ini, tanpa pagar, akan menjadi destinasi ruto jogging baru di tempat ini.
Sarapan?
Untuk sarapan pagi sebenarnya ada penjual pecel di warung arah Stasiun Tawang, Warung Senggol Bu Yanti, jaraknya hanya 60 meteran dari hotel, hanya saja sayang sekali saat itu belum sempat kesana, karena taunya pas pulang.
Angkutan umum keluar kota?
Bila akan menuju ke selatan, dari penginapan bisa langsung menuju Halte Bata Johar, dengan jalan kaki sekitar 300 meter saja.
Catper dari sini
07:30 WIB
Start Sleep and sleep
jalan kaki ke arah halte Bata Johar
07:35 WIB
Sampai Halte
disini sempat ada Trans Jateng lewat, namun karena penuh, nunggu di belakangnya, pas bus belakang datang, saya kelewatan lagi karena kodenya lain, saya kira harus naik Trans Jateng kode 2 ya. Ternyata bisa naik yang kode K1 untuk menuju TIC.
07:40 WIB
Bus K1 datang, naik dari jalan raya, karena berhentinya nanggung ya.
07:50 WIB
sampai di TIC ganti bus sekitar 10 menit, lalu lanjut perjalanan arah selatan
jalur TIC sampai Bawen hanya macet di daerah Semilir Bawen, disini melewati Bus AC Lux yang jalannya pelan banget, entah rusak atau sedang ngepur bus belakangnya.
09:00 WIB
Finish Terminal Bawen
nunggu bus sebentar, ternyata Safari Lux tadi baru sampai sini, sebenarnya pengen nunggu belakangnya saja, karena terpantau Safari Lux ini tadi jalannya seperti siput. Namun akhirnya tetap naik ini saja daripada lama nunggu, kalau dulu mungkin masih berani nunggu karena jaraknya dekat, kalau sekarang jarak bus belakangnya relatif lebih jauh, jadinya naik apa yang ada saja, ternyata, diluar perkiraan, Bawen Salatiga ngebut juga.
09:35 WIB
Sampai di Terminal Tingkir, tidak masuk terminal, hanya berhenti di pinggir jalan.
10:15 WIB
sampai, total perjalanannya 2 jam 45 menit
Ongkos Trans Jateng 5K
Safari Lux 25K Bawen By
Reviu lokasi sleep and sleep
-Jalur menuju kesana dari Stasiun Tawang, beberapa melewati jalur yang tidak ramah pejalan kaki
+Dekat dengan halte Trans Semarang
-tidak ada kunci khusus kapsul, hanya tirai saja
-harus hati-hati saat akan naik ke capsul lantai 2 atau 3, karena harus memanjat
+bersih, worth it untuk sekedar tidur agar tidak kecapekan
Reviu lokasi lari
-Beberapa lorong jalan melewati bangunan yang rawan roboh sesuai plang tulisannya, jadinya harus hati-hati memilih rute.
+Ada indomaret sekitar Gereja yang sudah buka di pagi hari, saat itu menjual buah potong seperti jambu biji, pepaya, cocok untuk menambah nutrisi golden time habis lari.
Biaya
TJ 3K, KA Menoreh 230K, Hotel 45K+Ametis 10K, Handuk 10K=65K, Trans Semarang 5K, Safari Lux 5K, SJ2 221K,
=530K(belum termasuk makan, beli akua)
Referensi
1https://myspacenote.blogspot.com/2024/04/perjalanan-arus-balik-lebaran-2024.html
2https://myspacenote.blogspot.com/2026/05/sinar-jaya-78re-angkatan-pagi-matesih.html









0 comments :
Post a Comment
mohon koreksinya apabila salah (CMIIW), silahkan berkomentar dengan baik, penulis tidak bertanggung jawab atas apa yang anda sampaikan, jadi silahkan anda bertanggung jawab dengan apa yang anda sampaikan, terima kasih telah berkunjung, semoga bermanfaat [ baca disclaimer]