Showing posts with label kereta api. Show all posts
Showing posts with label kereta api. Show all posts

Saturday, February 28, 2026

Naik Kereta api KA Bandara KA Airlangga Ekonomi Jakarta Senen Semarang Poncol


Sumber gambar https://soekarnohatta.injourneyairports.id1
Selamat pagi semuanya, kali ini saya akan mencatat lagi perjalanan menggunakan kereta api dan bus, perjalanan kali ini dimulai dari Bandara Soekarno Hatta menuju Solo, seperti apa catatannya? silahkan simak terus tulisan di bawah ini ya.

Pembelian Tiket
KA Bandara
Beli melalui website online, dengan biaya ongkos 70 K jurusan Bandara Soetta-Stasiun Duri

KA Airlangga
114K beli via website tiket.com dengan log in aplikasi, ini merupakan harga paling murah di aplikasi

Perjalanan
07:03 WIB
Kalayang start dari T3, jamnya sama persis dengan di jadwal onlinenya yang bisa dicek di situs https://airportskytrain.angkasapura2.co.id

07:11 WIB
sampai stasiun Kereta Bandara 07:11 WIB, benar-benar sesuai jadwal ya, keluar Kalayang, langsung menuju stasiun Bandara mengikuti papan petunjuk, yaitu turun satu lantai, melalui lift atau eskalator, waktu tempuh dari keluar Kalayang sampai masuk ruang tunggu KA bandara sekitar 5 menit dengan jalan santai, jika lari, bisa lebih cepat. Disini saya membuat spare waktu 15 menit yang ternyata terlalu lama ya, tidak ada antrian juga.

KA Bandara
Saya ikut yang jadwal start 07:26 WIB sampai di Stasiun Duri 07:55 WIB, dengan begini masih ada spare waktu 80 menit dari Stasiun Duri ke dalam kereta di Stasiun Senen,
jika ikut jadwal kedua, rasanya mepet banget yaitu 07:57 WIB, sampai Stasiun Duri 08:28 WIB, ini berarti hanya spare waktu 47 menit dari Stasiun Duri ke dalam kereta di Stasiun Senen.

Ternyata pekerja kantoran juga ada yang naik Kereta Bandara ini, penumpang terbanyak adalah saat masuk Stasiun Rawa Buaya, yang kemungkinan besar mereka bakal turun di Stasiun Sudirman. Entah gajinya berapa bisa mampu naik Kereta Bandara yang tarifnya jauh lebih mahal daripada KRL, he he, Sebagai informasi tarif Rawa Buaya turun di Sudirman 35K.

07:50 WIB
Mulai pesan gojek walaupun Kereta belum sampai stasiun Duri,

Ditolek driver gojek sampai dua kali
saat pesan gojek hemat ini, ternyata saya sampai 2 kali ditolak driver, tidak begitu jelas apa alasannya, setelah mendapat driver, beberapa detik kemudian status kembali lagi menjadi "sedang mencari driver". Hal ini terjadi sampai 2 driver.
Akhirnya di pesanan yang ketiga, pesanan saya ada yang mengambil, dan tidak dicancel lagi, namun posisi driver masih otw ke Stasiun Duri, 5 menitan untuk sampai, namun tidak masalah, karena saya juga butuh waktu 5 menitan sampai di titik penjemputan.
Entah kenapa gojek sekarang sekarang tidak seperti dulu, dengan gampangnya driver main cancel tanpa alasan yang jelas dan cenderung subjektif, apakah gara-gara gojek ini juga membaca posisi saya realtime, jadinya dikira saya masih jauh dari posisi penjemputan ataukah hanya penilaian subjektif driver saja berdasarkan jumlah sumbangan yang diberikan.

Sekitar 07:48 WIB
Realitanya sampai Stasiun Duri telat beberapa menit. Beruntung tidak ada antrian keluar stasiun, jadinya bisa langsung menuju titik penjemputan gojek di depan SMA. Di lokasi penjemputan, sudah banyak penumpang dan driver saling mencari di situ.

07:05 WIB
Start Duri naik gojek, melewati jalan yang ada proyek strategis nasional yang menimbulkan macet, menurutmu apakah dengan adanya proyek ini, kali/sungai menjadi bersih? bebas sabun dan kotoran manusia?

08:25 WIB
Sampai Stasiun Senen, begitu turun langsung masuk ke dalam, tidak perlu print tiket, karena sudah memakai tiket elektronik ya, sebelumnya sempat pergi dulu ke toilet yang berada di ujung timur stasiun.

08:40 WIB
sudah berhasil masuk Kereta Api Airlangga, total waktunya sekitar 45 menit, dihitung dari sampainya Kereta Bandara di Duri, sampai berada di dalam Kereta Airlangga, ternyata jika saya ikut KA Bandara yang 07:57 sampai Duri 08:28 WIB, kemungkinan masih bisa juga, namun sangat mepet 2 menit sebelum kereta berangkat, yaitu 47 menit, itupun masih dengan catatan, tidak pergi ke toilet, gojeknya gampang didapat, tidak ada antrian di loket kereta, dan jalan raya tidak macet, jika salah satu saja tidak sesuai prediksi, bisa saja ketinggalan kereta.

Perjalanan Naik KA Airlangga
09:15 WIB
Start 09:15 Stasiun Senen, okupansi penumpang cenderung penuh, penumpang silih berganti antar kota, begitu ada penumpang turun, langsung terisi penumpang lain dari kota yang lain, gerbong makanan terletak di gerbong nomor 4. Posisi duduk kursi saling berhadapan, dua kiri 3 kanan.

16:58 WIB
Finish 16:58 WIB Stasiun Poncol
total waktu perjalanan 7 jam 43 menit
langsung menuju Mushola yang letaknya di luar sebelah pojok barat, beda dengan stasiun Tawang Musholanya di dalam, pojok timur.

Perjalanan Naik Trans Jateng
17:35 WIB
Naik Trans Jateng, yang posisi busnya bisa dipantau aplikasi, jadinya tidak perlu nunggu lama di halte, namun sayang sekali tidak semua trans jateng terdapat fitur posisi ini, ada satu bus yang arah barat, namun dicek di aplikasi di posisi halte tersebut, tidak ada bus. Selain itu, kekurangan yang lain, harus download aplikasi android, tidak bisa diakses melalui website.

Okupansi penumpang mahrib terpantau tidak terlalu sesak, cenderung rata tempat duduk.

Mahrib berbuka di jalan
bus hampir sampai Tourist Center saat tiba waktu berbuka, beberapa penumpang yang naik berbuka seadanya dengan air mineral.

Transit di TIC
langsung transit di TIC berganti bus, tidak enaknya transit, beberapa penumpang tampak berlomba naik armada untuk mendapatkan kursi, ya memang kursi di bus ini menjadi barang yang berharga, karena perjalanan sampai Bawen tidak bisa dibilang dekat, memakan waktu hampir 1 jam dari TIC.

18:35 WIB sampai sukun
Perjalanan Poncol Sukun memakan waktu 1 jam, disini saya Sholat Mahrib dulu di pizza hut dan sekalian beli makanan.

beli spgt 67K
beli kurma dan oleh-oleh di Indomaret
selesai berbuka lanjut naik bus jurusan Solo Semarang, tampak Bus Eka Cepat lagi ngetem disitu, karena takut digetok lagi seperti dulu2, dimana Amp Bawen sampai Rp40K, jadinya saya naik yang bus lokalan saja yang juauh lebih murah 50%, Bwn Amp hanya 20K3, Sambil menunggu mengabsen beberapa bus yang lewat, ada Efisiensi Yogyakarta, Budiman juga sedang angkat jangkar. Agen Budiman ternyata berada di depan Alfamart, sebuah kios kecil ala umkm.

19:40 WIB
Bus yang dinanti datang juga, ternyata Ismo jurusan Mangkang Solo, Ismo ini selisih sekitar 30 menit dari Eka yang tadi, saya pun langsung naik, di dalamnya sudah ada penumpang, namun okupansi masih sedikit 10% saja. Bus tidak ngetem dan langsung berangkat.

20:20 WIB
Macet di Bawen, karena pengaspalan jalan, bus ini tidak masuk terminal Bawen dan Tingkir, jadinya jika kalian akan naik, naiknya dari luar terminal.

21:30 WIB
Sampai di Ps Amp

21:35 WIB
sampe tujuan


Total Biaya
Kalayang gratis
KA Bandara 70K
Gojek 20K+sumbangan 5K
KA Airlangga 114K
Trans Jateng 5K
Ismo 35K

Total 249K, ya dengan waktu tempuh 14 jam 35 menit, termasuk istirahat dan makan, cukup lama juga, namun sangat worth it, mengingat tidak ada keberangkatan bus di jam tersebut. Bus-bus rata- rata berangkat jam 07 pagi.

Revieu Perjalanan Kali ini:
Kereta Api Bandara
-Tidak bisa register di situs resminya https://airport-train.kci.id/register, eror selalu muncul setelah mengisi isian dengan lengkap, entah ini karena servernya atau memang hanya dibuka untuk kalangan tertentu saja, Keuntungan bila mendaftar akun adalah, harganya yang lebih murah, misalnya jurusan Bandara Soekarno Hatta - Manggarai saja bila menjadi member, terpantau harganya 70K, sedangkan bila tanpa member harganya 85K.

Si Anteng
- Mengecek si anteng harus download dulu aplikasi dan membutuhkan koneksi internet
-Tidak semua Trans Jateng muncul di gps si anteng
+Pembayarannya mudah, bisa QRIS, kartu, dan cash, sangat memudahkan, kalau saya paling enak pakai kartu, kalauu qris, sulit karena goncangan saat scan QRIS.

Kereta Api Airlangga
+Bisa cek in online, tidak perlu antri, paperless, dan hemat kertas

Sekian, terima kasih telah membaca. Tulisan ini juga dibantu edit menggunakan meta ai, misalnya saat menghitung lama perjalanan.


Referensi
1https://soekarnohatta.injourneyairports.id/access/city-transportation/airport-train/2/ka-bandara?from=singleData
2https://myspacenote.blogspot.com/2024/04/perjalanan-arus-balik-lebaran-2024.html
3https://myspacenote.blogspot.com/2026/01/perjalanan-dengan-kereta-api-tawang.html
Read More...

Friday, January 9, 2026

Perjalanan dengan Kereta Api Tawang Jaya Ekonomi Premium, Si Anteng, dan Royal Safari



Selamat malam semuanya, kali ini saya akan mencatat lagi trip perjalanan transportasi darat 3 jenis sekaligus, yaitu, kereta api, minitrans, dan bus besar. Perjalanan kali ini berangkat dari Jakarta tujuan Semarang.

Harga tiket kereta api
Harga tiket di aplikasi tiket.com 168k, namun saat pas bayar melalui virtual account mandiri menjadi Rp175k, rute Jakarta Semarang.


06:40 WIB
Start titik awal, pesan gojek mode hemat dapat harga Rp9.500,-,

06:50 WIB
Sampai Stasiun lari-lari kecil agar tidak telat, langsung scan tiket dari hp karena tadi sudah cek in online, untung saja tidak ada antrian, selesai scan tiket petugas, langsung saja menuju peron keberangkatan. Beberapa detik kemudian terdengar raungan loko dari arah Pasar Senen, Tawang Jaya telah tiba. Wah, bener-benar mepet ya.

06:55 WIB
Fix sampai di dalam kereta dengan interior yang terlihat baru


06:58 WIB
Kerta api diberangkatkan,
hanya 3 menit setelah di dalam kereta, mepet juga,

Perbandingan dengan naik bus
tentunya dibanding bus, waktu tempuhnya lebih cepat, hanya kurang lebih 7 jam, di dalam kereta juga bisa jalan-jalan apabila bosan. Ada juga gerbong makan, saya beli pop mie panas, harganya Rp11.000,- ternyata lebih murah daripada harga pop mie di kapal penyeberangan feri dulu Rp15.000,-.
Fasilitas di dalam kereta berbeda dengan kereta ekonomi biasanya, kursi kereta new generation, terlihat seperti kursi kelas bisnis bus akap, ada fasilitas arm rest dan reclining. Jika di bus, kursi seperti ini dihargai paling rendah Rp200K seperti PO Blue Line, plus dapat makan besar, mungkin jadinya sama saja bila dihitung dengan makan besarnya, hanya berbeda di waktu tempuh dan tempat turunnya saja.



Sekilas tentang si anteng trans Jateng
Sempat browsing angkutan di Semarang, nantinya akan naik apa, ternyata sekarang sudah ada Si Anteng yaitu aplikasi khusus bus trans jateng, sekilas aplikasi tersebut lebih menjanjikan dibandingkan aplikasi Teman Bus yang entah perkembangannya sekarang seperti apa, di Si Anteng ini, bisa memantau gps armada bus, selain itu ada fasilitas bayar dulu sebelum keberangkatan. Pembayaran ini bisa kita pakai dalam waktu 2 hari ke depan.





12:50 WIB
Sampai Stasiun Tawang,
Seluruh penumpang turun, karena ini adalah tujuan akhir, disini beli makan siang dulu CFC dengan harga Rp30K, setelah itu Sholat Zuhur di Mushola. lanjut menuju halte bus buat nyobain Si anteng atau Trans Jateng, posisi halte setelah keluar stasiun, sebelum polder, kita ke arah kanan, sampai ketemu bangunan halte berwarna merah.



013:35 WIB
Si Anteng bisa cek gps, dan akurat
menunggu kurang lebih 10 menit di halte tersebut, cek posisi bus di aplikasi, ternyata ada satu bus yang sudah dekat, setelah beberapa saat memang bus tersebut yang datang dan akurat juga.

Masalah pada Si Anteng
Bus Trans Jateng berangkat dari Halte Tawang, ternyata masalahanya adalah saat melakukan scan pembayaran kernet, dimana tentu sulit dilakukan saat posisi bus berjalan, akhirnya smartphone saya serahkan saja ke petugasnya untuk beliau sendiri menscan, dan ternyata langsung berhasil entah apa triknya.
Solusinya memang lebih enak bayar cash atau memakai e money sekalian ya ke depannya.
Selesai bayar/scan, kita mendapatkan selembar tiket kecil yang dipakai nanti saat transit

Transit di Tourist Information Center Semarang
disini penumpang Trans Jateng ganti bus di Semarang Tourist Information Center,

Sopir si anteng yang handal
TIC ini tempatnya tergolong sempit untuk ukuran minitrans, tapi sopir si anteng handal sekali memarkirkan kendaraannya, parkir mundur ditambah belok bisa dilakukan tanpa bantuan aba-aba kernet, hanya berbekal spion, sopir berhasil memarkirkan mundur kendaraannya.

selesai parkir penumpang turun, lalu langsung naik lagi bus di depannya, lalu driver dan kernet baru datang dan berangkat, tiket diminta kembali untuk dicoret-coret.

15:25 WIB
Sampai juga di Terminal Bawen ya, perjalanan Trans Jateng memakan waktu hampir 2 jam, muter-muter kota Semarang.
Di Terminal, lanjut berjalan menuju shelter pemberangkatan, untuk Shelter Solo Semarang letaknya di paling timur, dan sudah ada tulisannya, jadinya tidak terlalu bingung dimana saya harus menunggu bus.
Beberapa bus AKAP juga lewat situ, ada Rosalia Indah yang numpang lewat saja entah kemana arah tujaunnya.

15:35 WIB
Datang bus Royal Safari hijau, langsung naik, dan bus langsung berangkat tanpa ngetem, tarif Royal ini Rp20.000,- Bawen Ampel, jauh lebih murah daripada tarifnya eka yang bisa sampai Rp40K1, hanya saja kekurangannya di body bus yang sudah berlubang, tempat jalan masuk debu jalan, membuat permukaan interior dan korden sampai berubah warna.

16:40 WIB
Finish di Pasar Ampel, mampir sebentar di Bakso Amboy, pesan mie ayam, terlihat bedanya sama mei ayam Wonogiri pada warna dan porsinya.
Bakso Amboy Ampel Boyolali

harga segelas jeruk anget masih Rp3K

Biaya
Gojek 11K
Kereta api 175K
Makan Pom Mie 11K
Trans Jateng 5K
Bus Royal Safari 20K
Total 222K

Lama perjalanan +-10 jam

Reviu
Kereta api Tawang Jaya Ekonomi New Generation
+kursi ok, tepat waktu, tidak berisik jika berada di posisi kursi tengah gerbong
-Saat berjalan tidak terdengar pengumuman masinis tentang susunan gerbong, terutama posisi gerbong makan
-petugas yang jualan tidak menyebutkan harga saat jualan, jadinya takut terlalu mahal ya saat pesan
-penumpang sering tidak menutup pintu kembali saat pergi keluar gerbong, menyebabkan suara berisik masuk gerbong

Si Anteng Trans Jateng
+Posisi bus benar-benar sesuai gps, jadi bisa dipantau bus sampai mana,
+gps bus ada arah busnya kemana, tidak seprti teman bus
-Susah scan bukti pembayaran saat di atas bus, memang untuk pembayaran cashless, lebih cocok memakai kartu e money
-Trans Jateng sebaiknya dimodifikasi susunan kursinya, dibuat seperti bus umum saja, dengan kursi 2 2, karena ternyata jaraknya lumayan jauh juga, dari ujung Tawang sampai Bawen bisa sampai 2 jam, ini agar mengurangi risiko penderita varises. Kursinya pun sebaiknya memakai kursi yang tipis, karena juga tidak untuk sampai belasan jam.

Bus Royal Safari Solo Semarang
+Mesin masih OK
+Tarif murah
--Body terpantau kurang terawat, sebenarnya tidak penting body luar ditambal sulam seperti apa, menurut saya yang penting adalah tidak ada kebocoran baik kebocoran air ataupun udara, karena ternyata lubang udara yang kecil bisa membuat interior bus ini menjadi mbladus, korden, plafon dan sarung kursi terlihat hangus terkena debu, padahal sayang sekali dari segi mesin, terlihat masih ok, apalagi ini memakai mesin Mercedez Benz yang tentunya kenyamanannya tidak diragukan lagi, juga tidak ada mogok atau suara yang aneh aneh.


Referensi
1https://myspacenote.blogspot.com/2024/04/perjalanan-arus-balik-lebaran-2024.html
Read More...

Sunday, August 18, 2024

Reviu Fasilitas Kereta Api Tawang Jaya Premium Kelas Ekonomi


Selamat pagi semuanya kali ini saya akan mereviu singkat, Kereta Api Tawang Jaya Premium Jakarta Semarang, Kereta api ini merupakan salah satu pengembangan dari jenis kereta api ekonomi sebelumnya. Entah kebetulan atau tidak, kereta api ini muncul setelah berita keluhan penumpang KA Ekonomi di media sosial tik tok karena kursinya terlalu sempit dan adu dengkul sesama penumpang, entah ada hubungannya atau tidak, mari kita coba saja ya. Ini merupakan pengalaman pertama saya naik jenis kereta ini, kira-kira apa saja yang berbeda dengan kereta api ekonomi lainnya? silahkan simak tulisan berikut ini.


Kereta Api Tawang Jawa Premium

Pembelian tiket
Pembelian tiket tidak berbeda dengan versi sebelumnya, dilakukan melalui aplikasi android atau situs website, dengan mengisi identitas diri sesuai KTP atau SIM.

Harga tiket
harga tiket saat itu Rp.240.000,-

Waktu keberangkatan
waktu keberangkatan jam 10.05 WIB Stasiun Jatinegara
sampai di tujuan diperkirakan jam 16:15 Stasiun Poncol


Tiba di Stasiun Jatinegara
Cetak tiket berada di lantai 2, memasukkan kode booking lalu diklik cetak. Selanjutnya tinggal mengikuti petunjuk arah kereta api jarak jauh, karena pintu masuknya dibedakan dengan KRL, atau bertanya petugas.

Kejadian lucu di stasiun Jatinegara
Sampai sekarang masih ada orang yang belum paham cara memakai lift, jadinya menunggu lama di depa lift he he. Harusnya tombolnya dipencet dulu agar lift terbuka.

Jumlah kursi dan arah kursi
Jumlah Kursi satu gerbong ada 80 kursi, saling berhadapan 40 kursi vs 40 kursi

saat saya perjalanan dari Jakarta menuju Semarang posisi duduk 1 A sampai 20 D menghadap arah maju sejalan kereta, sedangkan nomor kursi 21 A sd 30 D posisinya mundur berlawanan dengan arah kereta api.




Reclining seat
Setiap kursi saat ini sudah dilengkapi dengan reclining seat, meskipun masih terbatas beberapa derajat saja, namun setidaknya ada perbedaan dari versi sebelumnya yang masih tegak.

Tidak semua ada reclining seat
Namun beberapa kursi tidak mendapatkan fasilitas ini, misalnya kursi nomor 2A dan 2B, karena dibelakangnya mentok dinding.


Tingkat Ketebalan dan keempukan kursi
menurut saya meskipun tampilan kursinya terlihat tebal, bahkan lebih tebal daripada kursi pesawat lion air kelas ekonomi, namun tingkat keempukannya tidak sebanding ketebalannya, masih lebih empuk kursi pesawat lion air kelas ekonomi yang tampilannya lebih tipis, jadi memang ketebalan kursi itu tidak menjamin tingkat keempukannya ya. Hal ini mungkin karena tingkat pelapis kursinya yang dipasang terlalu ketat atau bisa juga karena bahan dasar busanya yang berbeda.

Tidak ada footrest
Tidak ada footrest, padahal duduk di kursi kereta ini selama perjalanan 5 sampai 6 jam terkadang terasa membutuhkan footrest untuk mengganjal kaki, karena memang konstruksi kursi ini menurut saya cukup tinggi, tinggi saya 165 cm, sehingga kaki cenderung menggantung, butuh footrest, apalagi yang postur tubuhnya lebih pendek, kaki akan lebih menggantung.

Power charger
setiap kursi disediakan sumber daya charger tipe colokan biasa, posisinya ada di dinding samping.

Cantelan
Posisi cantelan yang sebelumnya ada di bawah jendela sekarang berubah lebih ke atas, samping jendela

Plastik Sampah
disediakan plastik sampah di masing-masing kursi

Kantong penyimpanan
Di depan kursi tersedia kantong penyimpanan

Fasilitas lain
AC, Toilet, On time

Kekurangan
tiket kereta api ini cepat habis saat peak season, harus begadang di malam hari untuk melakukan war tiket, hanya menyisakan tiket kelas tinggi.

Tidak bisa selonjor
tinggi badan saya 165cm, ternyata kaki tidak bisa selonjor, karena tulang kering saya mentok besi yang melintang di bawah kursi depan kita, padahal jika besi tersebut lebih ke atas sedikit, akan lebih lega. Kalau sebelumnya adu dengkul, kali ini adu besi.

Solusi
solusinya menurut saya adalah dengan tetap mencatat pemesanan yang gagal membeli, dan dimasukkan ke dalam kuota tunggu, baru setelah ada konfirmasi kereta tambahan, kuota tunggu tersebut diberi hak pertama apakah melanjutkan membeli atau tidak, tidak malah dibuka war tiket kedua.




Read More...

Sunday, April 21, 2024

Perjalanan Arus Balik Lebaran 2024 dengan Bus dan Kereta Api


Selamat siang semuanya, kali ini saya akan mereviu perjalanan arus balik lebaran tahun 2024 naik angkutan umum Bus dan Kereta Api sekaligus, bagaimana perjalanannya? silahkan simak terus tulisan di bawah ini.


Pilihan perjalananan
Pilihan perjalanan saat arus balik

Bus
Tarif rata-rata sekitar Rp.500.000,- an,
risiko, telat,
risiko terkena permainan agen yang menjual tiket bus reguler, padahal masih belum jelas akan naik apa
risiko mahal
risiko macet di perjalanan

solusinya harus memilih PO yang bisa dipercaya, namun karena ada yang lebih cepat dan murah yaitu Kereta api, jadinya opsi naik bus tidak diambil.

Pesawat
terpantau harganya juga masih tinggi, mencapai jutaan, jadi tidak diambil

Mudik gratis
Mudik gratis ini juga belum pernah mencobanya, bila dibeli dadakan pun, tidak bisa diprediksi ketersediaannya.

Perjalanan Boyolali, Bawen naik Eka Cepat
16:45 WIB Ampel
Harga tiket Eka Cepat sampai Bawen dipatok Rp.40.000.-/orang, harganya sekarang sudah wow sekali ya, terakhir saya naik di tahun 2019 an, masih sekitar 20 ribuan sampai di Ungaran, bahkan di tahun 2008 an, naik dari Dr Cipto Semarang, sampai Ampel, tarifnya kalau tidak salah hanya Rp.5000,- sampai Rp.10.000,- dengan bus non AC, namun saat itu ada juga yang sudah jual mahal waktu itu naik PO Karya Jaya, Rp.25.000,-, yang sekarang sudah tutup.

Bus menyusuri jalur provinsi sampai Salatiga, lewat kota, Pasar Sapi, Kauman, lalu terus ke barat sampai Bawen.
Merokok di dalam bus AC
Sayang sekali, walau bus sudah ber AC, sopir masih menyalakan rokok, dan bau asapnya sampai ke belakang.

17:30 WIB
Sampe Bawen, total waktu perjalanan 45 menit.
waktunya pas sekali jam Sholat Mahrib, karena Mahrib sekitar jam 17:37 WIB.
Sholat dulu di Masjid di sisi selatan terminal.
Sebelumnya menanyakan jadwal Trans Jateng paling malam jam berapa, ternyata masih ada hingga jam 19:00 WIB



Naik Trans Jateng jurusan Bawen ke Stasiun Tawang Rute K1
Menunggu di peron keberangkatan, sayang sekali petunjuk ruang tunggu trans jateng ini tidak terlalu jelas menunggu dimana, namun masih ada petugas yang menjaga,

pembayaran Trans Jateng nanti dilakukan di atas bus secara tunai, kernet membawa alat cetak tiket portable.

18:10 WIB
Start Bawen
Ongkos per orang setelah mendapat subsidi pemerintah Rp.4.000.-. per orang, bila membawa barang bawaan, terkena biaya lagi Rp.4.000,- jauh dekat.
Trans Jateng ini keunggulannya sudah ber AC, tidak ngetem-ngetem, jalannya sat-set sat set, hanya berhenti di halte bus saja. Tidak seperti Trans Jakarta yang ada maupun tidak ada penumpang harus berhenti, Trans Jateng ini lebih efisien, bila tidak ada yang turun atau naik, tidak perlu berhenti di halte, hal ini lebih hemat BBM, hemat waktu, dan tidak menimbulkan kemacetan.

Okupansi penumpang penuh sampai berdiri
dan ternyata peminatnya banyak bahkan sampai berdiri saat memasuki daerah Pabrik-Pabrik garmen dari Ungaran Karang Jati dan berangsur berkurang ketiga sampai di Banyumanik, sedangkan Banyumanik ke utara, penumpang cenderung rata kursi, tidak sampai berdiri.

Tidak ada pengamen
Keunggulan Trans Jateng ini juga tidak ada pengamen di dalam bus yang membuat resah penumpang karena dulu saat bus masih jaya jayanya dan masih murah, tidak jarang, pengamen ini sampai memaksa dan mengancam penumpang yang tidak memberi uang, hal yang biasa terjadi di Semarang saat naik bus, bahkan bus jurusan Solo Semarang tidak luput dari sasaran pengamen waktu itu.

20:00 WIB saya lupa
sampai di Damri, sebelum Stasiun Tawang
dari sini jalan kaki sekitar 300 an meter menuju hotel Bobobox.


Menginap di Hotel Bobopod Kota Lama Semarang
Cara pesan
Pemesanan bisa melalui situs online trip.com, agoda, traveloka, atau yang lain, kalau saya mencarinya melalui google map, yang otomatis menampilkan harga termurah, kebetulan, harga termurah ada di situs Agoda. Pemesanan dilakukan satu hari sebelumnya, yang ternyata masih ada kamar yang kosong.

pesan melalui Agoda akan diminta memasukkan email dan nomor handphone, selanjutnya pembayaran dilakukan melalui transfer bank.
Harga kamar per malam saat itu sekitar Rp.190.000,-, bila melalui aplikasi lain, saat itu terpantau Rp.200.000,-, bila melalui trip.com harganya Rp.170.000,-, namun H-1, trip.com sudah habis kamarnya.



Cek in
saat cek in, akan diminta instal aplikasi bobobox, di dalam aplikasi tersebut nanti akan diverifikasi dengan identitas diri, email, dan nomor handphone.
Setelah verifikasi selesai, nanti akan ada menu yang menampilkan QR Code, yang digunakan untuk mengunci pintu kamar dan pintu ruangan.


Fasilitas kamar
sandal khusus kamar
Sikat gigi kecil
odol kecil
Handuk mandi
di dalam kamar ini juga tidak boleh makan, karena bisa mengundang kecoa, jadi tempat makan disediakan di teras luar.

Fasilitas luar kamar
Kamar mandi khusus cewek/cowok,
kamar mandi terpantau 3 kamar, dan dua WC duduk.
Mushola
Tempat makan


Reviu di google map sudah sebagian besar positif, namun masih ada kekurangan, yaitu
ketentuan pemakaian sandal yang sering mengecoh, sehingga ada yang dicopot, namun ada juga yang masih memakai.

Saat masuk mushola, tidak ada tulisan batas suci yang jelas, hanya ada tulisan kecil berada di samping, hanya meminta menaruh sandal,
karena pengunjung banyak yang terkecoh, sehingga ada pengunjung yang masih memakai sandal saat berada di tempat wudhu, namun ada juga pengunjung yang melepas sandal karena "merasa sudah membaca tulisan", Alhasil kesucian lantai di tempat wudhu menjadi diragukan.
seharusnya begitu masuk ruangan, langsung ada tulisan "batas suci" yang jelas di pintu masuknya, sehingga lebih jelas.






Beberapa pengunjung bahkan petugas kebersihan masih memakai sandal saat masuk kamar mandi.
karena ada yang memakai sandal dan tidak memakai sandal saat di kamar mandi, membuat kebersihan saat memasuki kamar juga tidak terjamin alias meragukan.

Namun secara umum kebersihannya terjaga, petugas kebersihannya aktif membersihkan toilet.

Internet provider yang naik turun
entah di dalam bangunan kota lama semarang, ternyata internet provider sering mengalami gangguan, sehingga harus keluar ruangan dulu mencari sinyal. Memakai wifi bawaan hotel juga harus menyesuaikan dengan posisi tertentu, karena entah kenapa, bila berdiri di posisi tertentu, sinyal seperti terhalang tembok, namun begitu bergeser sedikit, sinyal kembali muncul.

Serba online dan wajib memakai smartphone
penginapan ini, mewajibkan pengunjungnya online dan memiliki smartphone, karena pemesanannya sendiri sudah online, bisa melalui agoda, trip atau yang lainnya.
Selain itu kunci kamar dan akses masuk bangunan menggunakan gambar QR Code, yang di scan di alat pembaca QR Code di setiap pintu.
selebihnya bisa googling sendiri bagaimana bentuk kamar bobopod ini, gampangannya, desain kamarnya satu kamar diisi dua ruangan, satu ruangan mengambil tempat tidur bagian atas, satu ruangan mengambil posisi tempat tidur bagian bawah, cukup efisien dan unik.


Double Size tapi aslinya bisa muat beberapa orang
kasur dengan ukuran double size sebenarnya bisa muat 3 orang, bahkan bisa juga muat 4 orang dengan posisi melintang, namun bila posisi tidur melintang disarankan memilih kasur yang posisinya di bawah karena lebih aman.

Tinggi kasur
Tinggi atap kasur bobopod, cukup untuk duduk lesehan orang dewasa dengan jarak kepala dengan atap sekitar 10 jari rapat.


Cek Out jam 05:00 WIB, namun masih tetap mendapat makan pagi berupa sereal dan susu, walaupun mengambil sisa makanan kemarin, karena makan pagi aslinya baru dibagikan jam 06:30 WIB


jalan kaki kurang lebih 10 menit sejauh 500 an meter menuju Stasiun Tawang.


Naik Kereta Api Argo Merbabu Semarang Jakarta
kali ini saya akan mereviu Kereta Api Argo Merbabu, Semarang Tawang tujuan Jakarta Gambir, harga tiket Rp.400.000,- melalui tiket.com. Dijadwalkan berangkat dari Stasiun Tawang jam 05:50 WIB sampai di stasiun Jatinegara sekitar Jam 11:30 WIB.

Pembelian tiket
pembelian tiket melalui tiket.com, dilakukan seminggu sebelum keberangkatan, jika beli mendadak biasanya sudah habis. Pembayaran melalui transfer bank, atau bisa juga melalui QRIS, dan lain sebagainya.

Stasiun Tawang bekas banjir namun tidak terlalu terlihat
Saat musim hujan deras lalu, stasiun ini terpantau banjir setinggi tungkai orang dewasa, namun saat saya datang kesana, tidak terlalu tampak bekas banjir tersebut.

Cek In
Proses cek in seperti biasa dengan menekan kode booking pada mesin cek in, lalu otomatis tiket keluar dari mesin tersebut.

Masuk ruang tunggu penumpang
Masuk ruang tunggu penumpang seperti biasa menunjukkan identitas diri dan tiket kepada petugas, tiket kemudian di scan petugas.
Saat saya masuk, identitas diri ternyata tidak terlalu dilihat, karena sudah mepet jam keberangkatan, namun tiket tetap di scan petugas.

Konfigurasi Kursi

Konfigurasi kursi dua dua, menghadap depan semua, namun ada juga yang sengaja diputar agar bisa berhadapan karena satu rombongan keluarga.
Fasilitas lainnya
colokan listrik
arm rest
meja lipat
reclining seat
AC
Toilet
kabin atas

Kondisi toilet bersih, air mengalir, meskipun tidak kencang menyemprot



dan ini adalah model footrestnya


Pelayanan makanan
seperti biasa, disini juga dijual makanan, misalnya nasi ayam lauk terpantau seharga Rp.40.000,-, ada juga penjual lumpia, yang entah berapa harganya.

11:30 WIB
Sampai di Stasiun Jatinegara
dari sini, bisa langsung menuju halte busway, atau turun ke bawah tempat parkir taksi Blue Bird dan gojek, gojek biasanya berkumpul di seberang stasiun, di dekat rumah makan padang. Sedangkan ojek offline biasanya berkumpul di pinggir jalan dekat stasiun kereta api.

Rincian Biaya
Bus Eka 40K
Trans Semarang 8K(nambah 4K karena bawa koper)
Penginapan bobobox 190K
Kereta Api 400K
Taksi 50K
Total 688K
Total perjalanan +-18 jam perjalanan


Read More...

Thursday, December 7, 2023

Perjalanan Naik Angkutan Umum untuk Mengejar Kereta Api


Selamat malam semuanya kali ini saya akan mereviu perjalanan lagi menggunakan armada Bus, yang pertama bus Solo Semarang pada jam sepi penumpang, kemudian naik Trans Semarang pada jam pulang sekolah, perjalanan ini sebagai gambaran berapa lama waktu yang dibutuhkan saat kita harus mengejar Kereta Api, seperti apa kisahnya, silahkan baca terus tulisan di bawah ini.







Bus yang kunaiki ini adalah bus Royal Safari livery ombak hijau yang masih mempertahankan kaca single glass, menggunakan mesin Mercedez Benz, dengan kombinasi kursi 2 2 menggunakan model beludru, busnya ber ac, dari luar memang terlihat mulus, namun begitu masuk ke dalam, terpantau ada beberapa bagian yang dirasakan perlu diperbaiki, seperti bagian pintu yang sudah tidak rapat, dan juga bagian kaki-kaki yang berisik saat melewati jalan terjal. Namun itu sebenarnya bukan menjadi masalah serius untuk perjalanan jarak yang relatif dekat. Terpantau okupansi kurang lebih 25 persen saja dari kapasitas kursi. Tarif Solo Semarang saat itu terpantau Rp.50.000,-. Sedangkan tarif jarak dekat bisa dilihat pada gambar di atas. Sebagai perbandingan saja saat ini harga Premium 1 liter seharga Rp.10.000,-.

Rincian perjalanan
10:25 WIB
(Ngetem 10 menit di Pasar Ampel)
Bus Royal Safari sekarang menerapkan ngetem juga ya, padahal dulunya Royal sama Taruna itu rasanya tidak ngetem-ngetem seperti ini, kalau dulu pada jam pulang sekolah, jarang bus Solo Semarang yang ngetem, hal ini menandakan jumlah penumpang yang sedang turun karena semakin berkembangnya motor dan mobil pribadi yang masif/tak terbendung, orang dengan mudahnya membeli motor/mobil. Atau bisa saja karena memang sedang jam sepi penumpang ya, tapi dilihat dari penampakan bus, sebenarnya sudah cukup menggambarkan.

10:35 WIB
(Berangkat lagi dari Pasar Ampel setelah menaikkan 1 penumpang)

10:55 WIB
Tingkir, muter sekali tanpa ngetem, langsung berangkat lagi.

11:30 WIB
Bawen, masuk terminal, disini sempat ketemu Harapan Jaya entah arah barat atau arah timur,
Lepas Bawen Bus dipacu sedikit lebih cepat, karena memang sudah mendekati tujuan akhir Terminal Terboyo, jadinya tidak konsentrasi mencari penumpang, karena penumpang jarak dekat naiknya bus kecil.

12:00 WIB Terminal Ungaran
Turun di pojok, lalu menuju shelter Trans Semarang, Harga Tiket untuk saat ini sudah menjadi Rp.4000,-, sudah naik, terakhir saya naik sekitar tahun 2019 an saat menuju Kalibanteng harganya belum naik. Selesai bayar tunai, langsung masuk ke dalam bus, penumpang masih sepi, jadi bisa dapat tempat duduk, penumpang wanita terpantau berkumpul di bagian belakang, sedangkan pria di depan.

Terpantau armada ini menggunakan mesin truk Mitsubishi entah canter atau hino. biasanya sasis truk posisi mesinnya ada di depan, dan saat berjalan, jarak antar giginya pendek. Bus ini diisi 2 petugas, 1 bertindak sebagai sopir, satu sebagai kernet yang bertugas membantu sopir memberikan aba-aba, dan memastikan penumpang aman saat naik atau turun. Di bagian atas terpampang tulisan LED sampai halte mana, cukup informatif.

Pada jam 12 an siang ini, ternyata yang naik juga cukup banyak, didominasi oleh pelajar yang pulang sekolah. bahkan sampai berdiri.


12:45 WIB Turun di Halte Udinus untuk transit

disini saya harus turun, akan transit untuk menuju Stasiun Poncol, mencoba tanya ke petugas, ternyata kita diarahkan menunggu saja di pintu nomor III, menunggu bus arah Pelabuhan, dan enaknya, kita tidak perlu beli tiket lagi, asalkan masih menyimpan karcis yang tadi. Penumpang yang menunggu juga cukup banyak di halte ini. Entah ini sekilas petugas hanya menunggu di sisi selatan, sedangkan di sisi utara seperti tidak ada petugas, bisa saja ada yang menyelinap naik dari sisi utara ya, lalu langsung naik. Ini hanya pengamatan sekilas saja ya hehe.



Banyak bus bersliweran, namun belum satu pun bus yang saya tunggu datang, yaitu bus tujuan Pelabuhan yang berhenti di pintu III. Akhirnya setelah Kurang lebih 15 menit an, bus datang juga. Itupun datang setelah detik-detik saya sudah klik pesan gojek Rp.11K untuk sampai Stasiun Poncol yang jaraknya 1 kilometeran. yasudah saya batalkan saja gojek, lalu saya langsung naik bus.

Jalannya bus ternyata cukup sigap dan cepat juga ya, mungkin saja menyesuaikan penumpang yang biasanya naik untuk mengejar jam Kereta Api seperti saya. Namun namanya jalan di Kota, secepat-cepatnya kaki sopir, tetap saja kalah dengan yang namanya kemacetan, gas dalam, rem dalam, klakson, padahal hanya nempel di depan saja, tidak bisa nyalip. Gimmick saja agar seolah-olah memenuhi keinginan penumpang yang butuh sat set sampai tujuan.

13:02 WIB St Poncol
Bus hanya melewati satu halte untuk sampai di Stasiun Poncol, Sampai Halte Poncol, beberapa penumpang turun, termasuk saya. Saya langsung menuju mesin cetak tiket untuk mencetak tiket dengan mengetik kode booking. Selesai cetak, beli makan dulu bungkus, lalu langsung menuju ke dalam.

Pemeriksaan tiket masuk
Kereta api sekarang cukup menunjukkan tiket dan KTP saja, tidak perlu menunjukkan sertifikat vaksin.

Sampai di dalam 10 menit sebelum berangkat
saya sampai di kursi Kereta 10 menit sebelum keberangkatan, cukup mepet juga ya.






Read More...

Sunday, March 5, 2023

Mencoba Mass Rapid Transit Jakarta


Perjalanan kali ini saya akan mereviu perjalanan menggunakan transportasi darat Kereta Api Mass Rapid Transit Jakarta, saya mencoba rute dari ujung ke ujung, yaitu dari Stasiun Bundaran HI menuju Stasiun Lebak Bulus.



Sebelumnya MRT ini milik siapa? MRT ini milik Badan Usaha Milik Daerah yang sahamnya sebagian besar dimiliki oleh Pemerintah Provinsi Jakarta, sedangkan pembiayaannya sebesar belasan triliyun bersumber dari pajak (APBN dan APBD) dan pinjaman luar negeri (dari JICA Jepang). (kompas, 2019)

biaya pembangunan MRT yang bersumber dari APBN dan APBD mencapai Rp 16 triliun. Untuk balik modal, pemerintah tidak berharap dari harga tiket, yang direncanakan hanya sebesar Rp 10.000 per orang dari Bundaran HI hingga Lebak Bulus, dan sebaliknya
(cnbc 2019)



Rute MRT
Untuk mencari rute MRT, kita bisa googling saja ya, dan ternyata setelah saya cari rute MRT baru sampai di Stasiun Bundaran HI.

Pembayaran
Pembayaran menggunakan kartu e money yang di tap saat berada di stasiun keberangkatan lalu di tap lagi saat berada di stasiun tujuan.



Perjalanan masuk stasiun
stasiun MRT sebagian besar berada di bawah tanah, saat masuk akan melewati tangga yang cukup tinggi juga, selain itu juga disediakan tangga eskalator, bagi yang membawa sepeda juga disediakan rel sepeda di tangganya, terlihat di gambar di bawah ini, ada jalur buat ban sepeda di sisi kanan.


setelah sampai bawah, kita akan melewati pemindai x ray yang dijaga petugas sebelum menuju pintu tap kartu.


Fasilitas
Fasilitas di Stasiun bawah tanah ini ternyata sudah cukup lengkap, ada mushola, toilet, lengkap dengan petugas kebersihannya, juga papan petunjuk juga cukup lengkap, papan jadwal keberangkatan juga ada. Di sini ternyata juga ada semacam alat berupa bangunan seperti telepon umum jaman dulu, namun di dalamnya ada layar touch screen untuk menghubungi petugas, cukup smart juga daripada menempatkan petugas di setiap stasiun, lebih baik menempatkan alat komunikasi di situ ya.

untuk jadwal bisa dicek langsung melalui website officialnya https://jakartamrt.co.id, dan yang pasti jadwalnya on time.



Akhirnya kereta yang ditunggu tiba juga, penumpang tidak terlalu padat.


setelah masuk, ada kejadian lucu saat ada rombongan yang baru saja turun, namun akhirnya pengen langsung balik ke Blok M, akhirnya bertanya kepada satpam kereta, apakah bisa naik kereta ini lagi, namun oleh petugasnya malah disuruh tap kartu dulu, padahal kan aslinya tidak perlu tap kartu juga bisa ya, karena lokasinya masih di dalam stasiun kereta. Kelihatannya rombongan tersebut memang sedang rekreasi naik kereta api MRT.


Ini adalah kondisi di dalam kereta
cukup lengkap informasi di dalamnya, setiap pintu dilengkapi layar yang berisi tulisan posisi sampai mana, dan dua stasiun tujuan, jadinya penumpang tidak bertanya-tanya sampai mana, selain itu setiap stasiun selalu ada pengumumman melalui rekaman pengeras suara.


Bangku kereta menggunakan bahan plastik itu ya, jadinya keras, dan memang dirancang untuk duduk sebentar saja, ya memang sesuai kebutuhannya sih ya.


kereta kemudian mulai berjalan tepat sesuai jadwal, menyusuri terowongan, jadinya tidak ada pemandangan, barulah setelah melewati Stasiun Senayan, jalur yang dilalui beralih ke jalur layang, sehingga bisa menikmati pemandangan.

sekitar 30 menit akhirnya sampai juga di Stasiun Lebak Bulus, waktu tempuh yang cukup cepat ya.



Tarif Bundaran HI ke Lebak Bulus Rp.15.000,- sedangkan untuk rute Bundaran HI ke Senayan Rp.6000,-, jadi tarifnya menyesuaikan jaraknya.

Kelebihan :
On time

Kekurangan :
setiap masuk harus melalui x ray, entah ini efeknya bagi kesehatan ya
okupansi penumpang yang terlihat sedikit (namun entah saat jam kerja)


Referensi
kompas 2019 (https://megapolitan.kompas.com/read/2019/04/08/22393811/utang-mrt-jakarta-ke-jepang-akan-lunas-dalam-40-tahun?page=all) diakses 5 Maret 2023
cnbc 2019 (www.cnbcindonesia.com/news/20190306191422-4-59335/sri-mulyani-biaya-mrt-rp-16-t-tak-balik-modal-via-tiket) diakses 5 Maret 2023







Read More...