Showing posts with label jogging. Show all posts
Showing posts with label jogging. Show all posts

Saturday, May 9, 2026

Reviu Rute Jogging di Kota Tua Semarang dan Polder Stasiun Tawang


Selamat siang semuanya, kali ini saya akan mencatat lagi reviu rute lari di daerah Kota Lama/Tua Semarang, bagi yang penasaran silahkan baca terus tulisan di bawah ini.


Catper kesana
Angkutan umum
Perjalanan berangkat naik KA Menoreh JNG 13:46 - SMT 19:22
13:10 WIB (36 menit sebelum jadwal)
Start awal

13:20 WIB (26 menit sebelum jadwal)
Sampe Halte awal, transit di JNG, TJ 11 lama sekali datangnya, akhirnya turun halte jalan kaki lari kecil ke stasiun,

13:25 WIB(21 menit sebelum jadwal)
Sampai Stasiun, dengan kondisi penuh keringat, langsung masuk menuju lantai 2, print tiket di mesin cek in mandiri dengan memasukkan kode booking.



Catper versi II
12:47 WIB
Start awal

13:10 WIB
Sampai Stasiun (masih 36 an menit)
jadi kesimpulannya sebaiknya 1 jam sebelum keberangkatan start awalnya


13:46 WIB
Start JNG
ternyata konfigurasi kursi memakai kelas ekonomi model terbaru versi 1 yang awal awal banget yang sempit, yang kapasitasnya 88 kursi terdiri dari 22 baris x 4 kursi per baris=88kursi.
yang ternyata benar terlalu sempit menurut saya, terutama di bagian kaki, karena di depan kaki tulang kering ada besi kursi depan kita yang terlalu rendah. Selain itu pijakan tangannya juga keras, tidak ada pelapisnya. Positifnya kereta ini yaitu berhenti di stasiun sangat singkat.

19:20 WIB
Sampai St Tawang, sampai sini isi perut dulu langsung.

Makan malam
untuk makan malam, dulu saya pernah ke warung sego bancakan pawone Simbah1, entah sekarang masih buka apa tidak, karena kali ini, saya makan di stasiun saja. Bagi yang paham kuliner disini silahkan komentar saja di bawah ya.

Nginap dimana?
Lari tanpa tidur menurut para ahli, sangat berisiko bagi jantung, jadinya tidak ada salahnya merencanakan akan nginep dimana sebelum lari.
Untuk nginep, bisa saja langsung nginep di tempat teman/saudara, atau juga bisa menginap di hotel sekitar sana, ada yang mahal ada yang murah, kalau saya pernah mencoba hotel sleep and sleep, dari hasil pencarian dari google mana yang dekat, tarif promo 45K semalam, diskon karena memang pas bukan hari libur/weekend.

Untuk menuju penginapan tadi, dari Stasiun Tawang jalan kaki sekitar 1 km, sayang sekali beberapa titik, harus turun ke jalan raya bersanding dengan kendaraan umum, karena tidak ada trotoar pejalan kakinya, kalau bawa koper sesekali harus diangkat karena melewati jalur paving.

Fasilitas penginapan
Hotel dengan model kamar kapsul ala backpacker, fasilitasnya buka 24 jam, CCTV, AC, loker pribadi, kamar tidur dan kamar mandi terpisah laki-laki dan perempuan, kamar mandinya khusus di luar kamar semua, mushola, bagi yang pengen jajan, disitu dijual makanan ringan pop mie kopi dll, terpantau juga jual kemeja batik, mungkin menyediakan bagi yang lupa bawa baju batik saat kondangan ya.

Di dalam kapsul ini dilarang telepon, karena pemisahnya bukan tembok beton, selain itu dilarang makan di dalam kapsul, ya memang agar kecoa/tikus tidak datang, tapi tenang saja ada tempat khusus di luar, bagi yang pengen makan/minum/telepon.
Biaya tambahannya seperti handuk 10K, dan alat mandi 10K, jika pindah tingkat 1, ada tambahan lagi 20K(yang 45K tadi ternyata tingkat 2)


Bentuk kapsulnya seperti ini, untuk lantai 2 dan 3 perlu memanjat melalui besi, unik juga


Rute lari
Selesai urusan istirahat, kita back to the topic, Rute larinya dimana? ya di sekitar kota tua saja, keliling-keliling saja, ternyata yang paling ramai orang lari adalah rute lari melingkar di polder Tawang dengan jarak melingkarnya sekitar 400 meter.

Apakah bebas asap?
bila larinya habis subuh pas, tentunya kendaraannya masih sedikit, jadinya begitu lepas jam 6 pagi, jalur utamanya sudah sangat ramai kendaraan dari arah timur, apalagi pas hari kerja. Namun masih bisa disiasati dengan memilih jalur di gangnya saja, yang tidak dilewati jalur kendaraan umumm.

Jalurnya rata?
jalurnya tidak serata jika lari di trek lari stadion, namun tetap masih bisa dipakai untuk lari, namun juga tidak sampai harus melompati undakan beton/portal.

Lokasi toilet
bagi yang kebelet pipis, terpantau ada toilet umum di depan gereja, namun entah buka atau tidak pagi itu, tidak mengeceknya.

beberapa spot foto










Alternatif Rute lari
Bagi yang pengen bener-bener lari di trek khusus, bukan di jalan umum, bebas lalu lalang kendaraan, bisa pergi ke gelanggan Tri Lomba Juang, namun kekurangannya harus menempuh perjalanan naik kendaraan umum untuk kesana dari penginapan tadi, karena kalau jalan kaki atau langsung lari kesana, jaraknya sudah lumayan jauh, sekitar 3-4km, sudah menghabiskan kuota lari 5 km ya.

Lokasi yang menurut saya berpotensi bisa dikembangkan untuk dibuat trek lari
saat melewati di daerah bangunan Syahbandar Kota Tua Semarang, terpantau sekilas lapangan di depannya menggoda sekali untuk dijadikan trek lari, sebuah lapangan terbuka, pinggirnya pepohonan, tidak bersebelahan dengan jalan raya, hanya bersebelahan dengan jalur rel kereta yang sudah dipisahkan tembok. Entah akan dijadikan apa lokasi tersebut ya, apakah dijadikan museum atau dijadikan tempat komersial. Kalau dijadikan rute lari, kondisinya lumayan juga sebagai alternatif selain jalur polder, apalagi jika jalurnya dibuat mulus seperti di bawah ini, tanpa pagar, akan menjadi destinasi ruto jogging baru di tempat ini.


Sarapan?
Untuk sarapan pagi sebenarnya ada penjual pecel di warung arah Stasiun Tawang, Warung Senggol Bu Yanti, jaraknya hanya 60 meteran dari hotel, hanya saja sayang sekali saat itu belum sempat kesana, karena taunya pas pulang.

Angkutan umum keluar kota?
Bila akan menuju ke selatan, dari penginapan bisa langsung menuju Halte Bata Johar, dengan jalan kaki sekitar 300 meter saja.

Catper dari sini
07:30 WIB
Start Sleep and sleep
jalan kaki ke arah halte Bata Johar

07:35 WIB
Sampai Halte
disini sempat ada Trans Jateng lewat, namun karena penuh, nunggu di belakangnya, pas bus belakang datang, saya kelewatan lagi karena kodenya lain, saya kira harus naik Trans Jateng kode 2 ya. Ternyata bisa naik yang kode K1 untuk menuju TIC.

07:40 WIB
Bus K1 datang, naik dari jalan raya, karena berhentinya nanggung ya.

07:50 WIB
sampai di TIC ganti bus sekitar 10 menit, lalu lanjut perjalanan arah selatan
jalur TIC sampai Bawen hanya macet di daerah Semilir Bawen, disini melewati Bus AC Lux yang jalannya pelan banget, entah rusak atau sedang ngepur bus belakangnya.

09:00 WIB
Finish Terminal Bawen
nunggu bus sebentar, ternyata Safari Lux tadi baru sampai sini, sebenarnya pengen nunggu belakangnya saja, karena terpantau Safari Lux ini tadi jalannya seperti siput. Namun akhirnya tetap naik ini saja daripada lama nunggu, kalau dulu mungkin masih berani nunggu karena jaraknya dekat, kalau sekarang jarak bus belakangnya relatif lebih jauh, jadinya naik apa yang ada saja, ternyata, diluar perkiraan, Bawen Salatiga ngebut juga.

09:35 WIB
Sampai di Terminal Tingkir, tidak masuk terminal, hanya berhenti di pinggir jalan.

10:15 WIB
sampai, total perjalanannya 2 jam 45 menit

Ongkos Trans Jateng 5K
Safari Lux 25K Bawen By

Reviu lokasi sleep and sleep
-Jalur menuju kesana dari Stasiun Tawang, beberapa melewati jalur yang tidak ramah pejalan kaki
+Dekat dengan halte Trans Semarang
-tidak ada kunci khusus kapsul, hanya tirai saja
-harus hati-hati saat akan naik ke capsul lantai 2 atau 3, karena harus memanjat
+bersih, worth it untuk sekedar tidur agar tidak kecapekan

Reviu lokasi lari
-Beberapa lorong jalan melewati bangunan yang rawan roboh sesuai plang tulisannya, jadinya harus hati-hati memilih rute.
+Ada indomaret sekitar Gereja yang sudah buka di pagi hari, saat itu menjual buah potong seperti jambu biji, pepaya, cocok untuk menambah nutrisi golden time habis lari.

Biaya
TJ 3K, KA Menoreh 230K, Hotel 45K+Ametis 10K, Handuk 10K=65K, Trans Semarang 5K, Safari Lux 5K, SJ2 221K,
=530K(belum termasuk makan, beli akua)

Referensi
1https://myspacenote.blogspot.com/2024/04/perjalanan-arus-balik-lebaran-2024.html
2https://myspacenote.blogspot.com/2026/05/sinar-jaya-78re-angkatan-pagi-matesih.html
Read More...

Tuesday, March 31, 2026

Pengalaman Olah Raga Lari dan Capaiannya di Aplikasi Sportactive


Selamat pagi, kali ini saya ingin mencatatkan capaian lari dari aplikasi sportactive di sini, ya karena memang capaian lari di aplikasi ini akan terhapus begitu kita delete/unistal aplikasinya, tidak bisa menyimpan secara online/cloud seperti aplikasi strava. jadinya sayang sekali datanya hilang, jika suatu saat aplikasinya terhapus, jadinya saya catatkan di sini sekaligus sebagai bahan blog, he he. Seperti apa catatanya? silahkan simak terus tulisan di bawah ini.


Sebelumnya saya buat dulu QnA kegiatan lari ini.

Olah raga yang ideal kapan?
Menurut dokter, olahraga sebaiknya dilakukan setiap dua hari sekali, jika berhalangan pun bisa kita majukan sehari, jadinya dua hari berturut-turut, misalnya nanti malam akan begadang karena naik bus, maka pagi harinya lari dulu.

Kapan mulai lari?
Start lari sejak 2012, Karena paru-paru saya sudah bolong sedikit1, jadinya untuk menjaga stamina dan memaksimalkan paru-paru yang tersisa, saya jadi terpicu rajin lari.

Mengapa lari?
Menurut saya karena murah saja, kalau badminton atau futsal harus butuh orang lain, kalau fitnes harus bayar mahal, kalau renang jaraknya jauh, dan harus jam-jam tertentu saja bukanya.

Kekurangan olah raga lari?
kekurangan lari adalah jika tempat dan waktunya yang kurang tepat, tempat tinggal harus benar-benar strategis dekat dengan trek lari, berudara bersih, dan jauh dari hewan buas. Misalnya seperti di desa bisa dimana saja sepanjang jalan karena kendaraan masih sedikit, kalau di kota maka tempatnya harus tertentu seperti tempat olah raga/stadion lari/taman, karena lebih jauh dari asap kendaraan, waktu pun juga harus tepat, misalnya dilakukan di pagi hari.
Kekurangan yang lain adalah jika tempatnya berdekatan dengan hewan buas, misalnya anjing, menjadi tantangan sendiri.
Kekurangan lain, menurut ahli, lari diklaim hanya memperkuat kaki, dan hanya fokus endurance dan cardio saja, jadinya masih harus dikombinasikan denga olahraga kekuatan yang sifatnya strenght, seperti push up dan sit up. Kekurangan lain-lain adalah kebelet saat lari, tiba-tiba perut tidak bisa diajak kompromi.

makanan apa yang perlu dijaga?
tidak ada jenis makanan yang harus dihindari/harus dimakan, tentu saja harus diperhatikan makanan pada umumnya saja seperti gorengan. Yang dijaga adalah waktu makannya, karena jika makan dulu pas sebelum lari, sudah pasti perut akan sakit/bahasa jawanya "suduken". biasanya saya kasih jarak sekitar 2 jam setelah makan. Misalnya jika makan pagi jam setengah tujuh, maka larinya dapat dimulai jam setengah 9 pagi.

apakah tidur perlu dijaga?
Sebaiknya jika besoknya ada jadwal lari, malam hari tidur maksimal jam 9 malam, dan untuk bisa tidur jam 9 malam, salah satunya harus lepas gadget 30 menit sebelumnya, atau maksimal jam 20:30 WIB malam, jika nekat begadang sebelum olah raga, risikonya adalah jantung pecah.

waktu lari kapan?
biasanya habis subuh, setelah mahrib, habis ashar

Berapa jarak lari?
rata-rata lari 5km per sesi, dilakukan setiap 2 hari sekali

Pace dan kecepatan larinya berapa?
pace itu berapa menit waktu yang dibutuhkan sejauh 1 kilometer, jadi kalau pacenya rendah, berarti makin kencang larinya.
pace rata-rata tidak dipatok harus berapa, yang jelas semampunya, biasanya jika semalam kurang tidur, tentu pacenya bisa lebih tinggi, dan juga terkadang sampai harus jalan kaki, jika benar-benar tidak mampu
tergantung juga dengan kondisi otot, terkadang jika ada sendi atau otot yang sakit saat lari, saya selingi dengan jalan kaki, begitu terasa tidak sakit lagi, bisa dilanjutkan lari lagi, tinggal bagaimana mengaturnya, toh bukan atlet juga yang harus lari kencang setiap hari.

Bagaimana lari pas puasa?
saat puasa saya biasanya lari menjelang berbuka puasa, jika buka puasanya jam 18:10, biasanya lari mulai jam 16:50, karena total waktu olah raga saya bisa sampai 60 menit

Apakah pernah bosan?
tentu pernah, apalagi saat dimana tidak ada lingkungan yang mendukung, bahkan lari dianggap hal yang membuat capek, buang waktu dan tenaga saja, coba bayangkan, habis subuh, cuaca mendung dan gerimis, ditambah kondisi ngantuk, memang paling enak ya rebahan saja, apalagi jika ditambah masih ada pekerjaan lain, ujung-ujungnya hanya soal pilihan saja ya, karena efeknya juga ditanggung sendiri-sendiri.
Realitanya, walau awalnya sangat malas lari, biasanya setelah lari, muncul rasa yang berbeda, menurut penelitian, lari bisa memicu hormon endorfin, memang kalau hanya baca tulisan ini, bakalan sulit dipercaya, kecuali dibuktikan sendiri ya.

SPORTACTIVE
Kapan mulai memakai aplikasi sportacvite
sejak September 2024, saat itu muncul di googleplay, dengan ukuran file yang tidak segede strava, setelah dicoba ternyata sudah bisa memenuhi kebutuhan minimal saya untuk hanya menghitung jarak tempuh lari, sementara fitur yang lain seperti pace, elevasi, bitrate tidak terlalu saya lihat.

Kelebihan Sportactive
hemat memori
tidak terlalu memakan memori handphone, cocok buat kaum minimalis, sesuai kebutuhan mencatat jarak saja.

lebih akurat jarak ternyata
lebih akurat dibandingkan menggunakan strava, misalnya di sportactive tercatat 5km, di strava malah tercatat 6km, hal ini di strava sering terjadi naik turun sinyal yang menyebabkan rute lari sering bergeser-geser sendiri yang menyebabkan jaraknya juga ikut bergeser, jadinya lebih jauh, sedangkan entah kenapa selalu rutenya bisa lebih lurus dibandingkan strava yang "menceng-menceng".

murah
Aplikasi ini bisa diinstal di smartphone android, tidak perlu harus membeli jam tangan lari.


Kekurangan yang bisa menjadi kelebihan Sportactive
data historis terhapus jika unistall
aplikasi yang ringan memang dianggap mengorbankan hal yang lain, salah satunya penyimpanan data historis, data historis lari aplikasi ini tidak tersimpan secara online, jadinya jika kita hapus aplikasi, kemudian log in lagi, maka history lari dimulai lagi dari nol.


Fitur lain-lain Sportactive
tidak ada fitur medsos
Tidak ada fitur medsos yang bisa follow teman, melihat hasil lari teman, dan fitur medsos lainnya, positifnya kita jadinya tidak akan bisa membanding-bandingkan pace speed, dan sebagainya, hal ini cocok bagi saya yang tidak ada target pace, hanya fokus konsistensi saja, karena kalau pace sudah pasti kalah jauh dengan yang lain.

Tidak populer
jadinya aplikasi ini tidak sepopuler aplikasi lainnya seperti strava, terbukti belum ada satu pun kerabat, teman, saudara yang memposting hasil larinya menggunakan aplikasi ini, yang sering adalah strava, relieve, dan lain-lain.

Lebih Tidak stabil jika koneksi lambat
Kekurangan sportactive ini adalah sering kali putus sendiri di tengah jalan manakala koneksi internet berubah/kurang bagus, biasanya bila memakai internet gratisan sisa saat kuota utama sudah habis, sebaliknya bila memakai strava, aplikasi tetap bisa berjalan saat koneksi internet kurang.

Capaian lari di sportactive
Start mencatat lari di aplikasi sportactive mulai September 2024
total jarak lari September 2024 sampai Desember 2024 tercapai 243km
total jarak lari tahun 2025 tercapai 955km

capaian lari harian


capaian lari mingguan


capaian lari bulanan


capaian lari tahunan


Hasil backup sportactive
file hasil backup aplikasi sportactive ini ternyata berekstensi sbz, berukuran kurang lebih 25MB yang ternyata tidak bisa dibaca di website manapun, pernah juga dicoba di situs https://filext.com/online-file-viewer.html, tetap tidak muncul, jika ingin mendownload dalam bentuk csv ternyata harus bayar dulu 20K sebulan, jadinya saya catat manual saja di blog ini ya,

per lari menghabiskan berapa MB memori?
untuk mengetahui jawaban ini, kita tanya langsung chatgpt
Periode **September 2024 sampai Maret 2026**:
* 2024: Sep–Des = 4 bulan
* 2025: Jan–Des = 12 bulan
* 2026: Jan–Mar = 3 bulan
Total = **4 + 12 + 3 = 19 bulan**
Rata-rata per bulan:
[
25 \div 19 \approx 1.32 \text{ MB}
]
**Jawaban: ≈ 1,32 MB per bulan** (atau dibulatkan **±1,3 MB/bulan**)


per lari menghabiskan memori berapa MB?
jawaban chatgpt
Dari sebelumnya: rata-rata per bulan ≈ **1,32 MB**
Frekuensi lari: **14 kali per bulan**
Rata-rata per sesi:
[
1{,}32 \div 14 \approx 0{,}094 \text{ MB}
]
**Jawaban: ≈ 0,094 MB per sesi lari**
(atau sekitar **0,09 MB / 94 KB per sesi**)


nah itu dia pengalaman lari saya, dan sedikit reviu capaian lari di aplikasi sportactive, bagaimana menurutmu?

Ref
1https://myspacenote.blogspot.com/2012/11/segera-periksakan-ke-dokterbila-batuk.html
Read More...

Tuesday, January 27, 2026

Jogging di Persada Purnawira Halim


Di Halim ini ternyata ada rute jogging yang bisa kalian gunakan untuk olah raga jogging, tepatnya seperti yang saya gambar di atas, lokasinya kalau dari Cawang, arah Bandara Halim, nanti di sebelah kiri jalan ada pintu masuk ke Persada Purnawira Halim, disana sudah ada parkir motor dan mobil berbayar, jadinya aman, Kalau naik angkutan umum terpantau di google map bisa naik Jak 20 dan Jak 75 lalu turun di halte Persada Purna Halim. Bagaimana trak dan kondisi jalurnya? silahkan simak terus tulisan di bawah ini.


Ini jalur di dalamnya

Tampak gambar di atas jalur jogging, sepertinya rata, tapi harus hati-hati karena beberapa titik, ada yang tidak rata, namun jalur ini terpantau tidak berlumut, jadinya tidak licin saat saya mencobanya tahun lalu, Juli 2025.

Kalau ini adalah jalur di pinggir jalan raya

Selain lari di jalur persada, sebenarnya di pinggir jalan rayanya juga bisa kita gunakan untuk lari, karena jalurnya yang unik, kiri-kanan diapit tumbuhan, hanya saja lebih terpapar asap.


Reviu Singkat
-jalur berupa paving yang tidak mulus-mulus banget, tapi setidaknya tidak licin
+Masih mending, karena sudah dibuat track khusus jalan kaki/lari daripada kita berlari di pinggir jalan rayanya langsung yang terkena asap kendaraan.
-Hanya terdiri dari satu jalur, jadinya bagi yang speed larinya kencang, bisa mempertimbangkan kepadatannya, terutama bila hari libur/minggu.

Read More...

Sunday, March 17, 2024

Jogging di Taman Proklamasi


Selamat siang semuanya, kali ini saya akan reviu lagi lokasi jogging di Taman Proklamasi Di Menteng, Jakarta

Lokasi
Lokasi di Menteng, Jakarta

Lokasi Parkir
Saat itu saya menggunakan motor, untuk motor bisa langsung masuk melalui pintu utara, sedangkan untuk kendaraan besar bus dan mobil, terpantau belum ada parkir, sehingga lebih baik naik Trans Jakarta Bus Listrik1

Biaya parkir
Biaya parkir saat itu gratis, parkir motor akan diberi kartu parkir oleh petugasnya, selanjutnya setelah selesai, kartu parkir tersebut dikembalikan lagi.

Jam buka taman
Ada ketentuan jam berapa taman dibuka untuk umum, bukanya pagi sampai sore, saya sendiri lupa bukanya jam berapa.

Panjang lintasan lari
Panjang lintasan lari kurang lebih 600 meter melintasi keliling luar, namun bila ditambah berputar ke area tengah, maka bisa menjadi sekitar 800 an meter

Kondisi Udara
Kondisi udara, 11 12 dengan taman Suropati, satu sisi jalur lari berada di pinggir jalan raya yang lebar, namun di Taman Prokalamsi ini masih lebih jauh daripada Taman Suropati, yaitu sekitar 40 an meter dari jalan raya, namun untuk sisi yang lain bebas dari keramaian jalan raya.

Kondisi track
Kondisi track yang dilalui melintasi track yang berkelok-kelok naik turun


Keramaian pengunjung
Pagi hari di hari Sabtu, saya datang sekitar jam 06:30 WIB, pengunjung relatif sepi, terpantau hanya ada satu dua orang saja yang jogging, itupun hanya sekedar lewat saja, masuk kemudian jogging keluar lagi. Selain itu ada juga pengunjung keluarga yang hanya duduk-duduk di tengah lapangan.

Ada juga jalur buat refleksi telapak kaki,



Sepanjang track juga ditemui jalur undakan seperti ini, namun tenang saja, hanya ditemui sebanyak dua buah saja, selebihnya adalah jalur rata


Di sisi utara, sayang sekali terdapat jalur yang terlihat sudah pecah-pecah seperti ini, namun masih tetap bisa dilewati, dan hanya sepanjang 10 meter an saja.


Mushola


Ada toilet?
Disini juga ada toilet


Lain-lain
Kondisi taman cukup bersih, terpantau di dalam Taman Proklamasi terdapat banyak sekali petugas kebun, bahkan yang menjadi petugas sapu ada sekitar 4 orang.


kucing


Monumen-monumen
Tugu berlogo petir di atasnya, entah apa maksudnya kenapa menggunakan logo petir, apakah menandakan lahirnya negara, saya juga belum tahu


Disampingnya ada monumen lagi


Ada juga monumen tugu kecil yang berada di tengah-tengah bangunan duduk melingkar sambil diskusi


ini tulisan di tengahnya


monumen lagi



Referensi
1https://myspacenote.blogspot.com/2023/03/mencoba-naik-bus-listrik-trans-jakarta.html
Read More...

Saturday, February 24, 2024

Jogging di Bendungan Situ Gintung


Selamat siang semuanya, kali ini saya akan mereviu lagi lokasi jogging. Kali ini saya akan menceritakan lokasi jogging di Situ Gintung. Karena penasaran sebuah bendungan tapi ada jogging tracknya, bagaimana itu ya? silahkan simak terus tulisan di bawah ya.


Lokasi
Ciputat, Tangerang Selatan, Banten

Perjalanan menuju kesana
dari Jakarta Timur menuju Ciputat menghabiskan waktu kurang lebih 40 menit, melintasi Cawang ke Barat, melewati Pancoran, lalu belok kanan menuju jalan Antasari, dimana di atasnya ada jalur layang non tol khusus mobil, tiang jalan layang berada di kiri dan kanan, mengambil beberapa bagian trotoar pejalan kaki, kondisi trotoar kiri dan kanan terlihat masih belum ada revitalisasi menjadi trotoar yang nyaman seperti trotoar Sudirman, munggkin memang belum direvitalisasi, atau mungkin jarang sekali pejalan kaki disini, jadinya bukan prioritas untuk direvitalisasi.

Yang menarik di jalur Antasari ini, banyak ditemui toko-toko bangunan yang sudah kosong, ada juga yang terpampang tulisan "Dijual".

Sampai di MRT Lebak Bulus terus lurus ke selatan, uniknya disini, tampak jalur MRT hanya sampai perbatasan Jakarta dan Banten saja, terlihat seperti jalur MRT yang seperti "dipotong" pas di perbatasannya. Padahal masalah kemacetan adalah masalah bersama tanpa memandang wilayah milik siapa, entah mengapa MRT tidak diteruskan saja sampai Tangerang, karena pastinya juga sama-sama menghadapi kemacetan. He he, kembali ke laptop.

Memasuki Tangerang Selatan, seperti memasuki kota yang berbeda, trotoar pinggir jalan yang masih memakai model lama, dan lain sebagainya.
Sebenarnya gerbang masuk Situ Gintung lebih dari satu, bisa juga masuk dari gerbang barat, dan selatan.
Saya memanfaatkan google map untuk sampai di tujuan, oleh google map, saya diarahkan menuju gerbang sisi utara, pintu masuk terdekat.



Parkir mobil
Untuk parkir mobil, tidak diketahui dimana lokasinya, karena saat saya datang melalui salah satu pintunya, hanya tampak parkir motor, mungkin lokasi parkir mobil di pintu masuk yang lain, atau parkir di lokasi yang lain.

Parkir motor
tersedia, dengan biaya Rp.5000,-


Mushola
ada mushola di deretan warung-warung penjual makanan

Toilet
Disini juga ada toilet di deretan warung-warung, dengan biaya Rp.2000,-


Gerbang menuju bendungan ditutup
ternyata, tidak semua jogging track dibuka untuk umum, contohnya seperti jogging track yang melewati bendungan, tampak tidak bisa dilalui, entah alasan apa, dugaan sementara karena alasan kemanan, karena posisi jogging track melewati bangunan bendungan yang cukup tinggi pas berada di bendungan.


setelah membaca papan petunjukknya, hal itu cukup beralasan

Tapi tenang saja, karena masih bisa melalui jalur yang lebih luar.


Jalur yang dilalui
Pertama kali akan melewati jalur yang cukup terjal, namun tidak terlalu ekstrim, dapat dilalui dengan aman.


di samping kiri merupakan batu-batuan yang menopang danau.



100 meter ternyata harus melalui jalur campuran dengan asap motor, motor juga melewati jalan ini, namun tenang saja, karena jaraknya yang hanya sekitar 100 meter saja, jalurnya menanjak.



selanjutnya sejauh 4 kilometer, kita akan melewati jalur jogging yang lumayan rata seperti ini, dengan pemandangan kiri danau, dan kanan pohon-pohon.




ternyata sampai ujung, harus melewati jembatan bambu, cukup unik juga jembatannya,



Disini juga banyak ditemui tukang sapu dengan biaya sukarela


Warung makan berjejeran
sampai juga di lokasi semula, disini banyak warung berjejeran, pengunjung bisa sarapan pecel/nasi uduk, seporsi pecel harganya Rp.8000,- belum termasuk kondimen yang lain seperti mendoan, tahu bacem, dan lain-lain.




Di depan warung tadi, sudah disediakan meja dan kursi menghadap bendungan, dengan pemandangan di depan tampak seperti ini.


Karaoke \
di warung-warung tadi, ternyata ada juga yang menyewakan mikrofon untuk karaoke,
Panjang lintasan
Saya ukur menggunakan aplikasi strava, total panjang lintasan dari lokasi parkir, memutari danau kembali lagi ke parkir, memiliki jarak sekitar 4,5km, jadinya kalau saya pas sekali dengan jarak lari saya, tinggal ditambah 500 meter agar menjadi 5 km.



Keramaian pengunjung
Keramaian pengunjung saat saya datang di hari Sabtu jam 07:00, cukup ramai, sepanjang 4,5 kilo meter ketemu orang, jadinya tidak sepi sepi banget saat memutari bendungan yang cukup jauh.


Ada Anjing?
Berdasarkan pemantauan, ditemui 2 ekor anjing, namun dalam posisi bersama pemiliknya, dan ditali, jadinya masih aman.

Secara umum, lokasi jogging disini sangat bagus, karena jauh dari asap kendaraan serta medannya yang rata, dengan biaya masuk Rp.5000,- cocok untuk berolah raga bagi yang pengen merasakan sensasi di pinggiran bendungan sesekali.


next cempaka park cipayung


Read More...