Wednesday, September 28, 2016

Catatan penting / shortcut buat yang pengen ngemap ETS Ala Gw

Catatan ini agar ane tidak lupa, karena juga ada quote Ali Bin Abi Thalib Ikatlah ilmu dengan menulis sekaligus siapa tahu berguna bagi ente yang pengen ngemap

Kalo bikin cross, jangan lupa di cek list pada pilihan left hand traffic, sebab jika tidak di cek list, traffic akan tabrakan terus di persimpangan

Mencari Prefab pertigaan cabang, cari yang namanya road1 road 1t sidewalk angle uk
Mencari prefab persimpangan left hand : cari aja nama : cross road 1 road 1 t uk

Select seluruhnya,
pada menu browser klik kanan, select all, maka objek di map akan terselect semua, ini berguna saat kita akan mengganti properties secara bersamaan / /secara keseluruhan tanpa harus mengganti satu persatu yang memakan waktu

Properties prefab pertigaan uk
Node 0 = Node 1 : Terrain Size 11, Profile biasanay : Low Hill Plain
Node 2 : Terrain size=yang panjang

Buat nutupin rumah ane bikin Pager/Building Item, biar cepet ketik huruf berikut ini untuk mencari model pager yang diinginkan
Diurutkan mulai yang paling rendah sampai paling tingg, untuk mencari ketik huruf berikut untuk memilih pagar yang diinginkan
H=>Hedge…
M=>Metal…
W=Wood…
S=>Stone

Untuk mereport bug pencet aja pake F11

Agar item menempel di tanah/ground secara otomatis, klik node, lalu klik F6
Tips lain adalah memanfaatkan fituur Snap (ane taunya pas udah patch 1.25),
Beberapa piliha snap adalah sbb :
Snap to groud, item akan otomatis menempel di tanah
Snap to object item akan nempel pada node
Manfaatkan juga snap snap yang lain

Agar pemandangna lebih indah, tambahkan terrain dengan menggunakan profil “Standalone riverbank, atau “longhill”

kode untuk mengganti jam = set_g_time 8 => mengubah waktu menjadi pukul 8 pagi
kode untuk pergi ke suatu kota => goto cal => pergi ke calais (cukup ditulis tiga saja sudah cukup)
Read More...

Pelari

Roadrunner nama burung yang berasal dari Meksiko, bagi kalian mungkin pernah mendengarnya melalui serial kartun televisi yang digambarkan sebagai burung yang berlari sangat cepat. Mungkin itulah yang menjadi salah satu inspirasi pawang saat akan mengambil julukan yang dialamatkan pada armada yang memiliki body Zeppelin. Hanya bedanya kalau di kartun burung tersebut memiliki sifat licik sering digambarkan mengelabuhi serigala yang akan memangsanya, namun bila melekat pada sebuah armada bukan itu juga maksudnya. Sebenarnya lagi pastinya juga bukan bermaksud ingin menggambarkan kebanggaan akan suatu kecepatan, karena apalah artinya speed, la wong juga bukan balapan, yang sebenarnya ada juga orang memang benar-benar menyukainya dalam diam.
Kembali di jalur dua arah, motor kupacu sedikit lebih kencang agar sampai di agen tepat waktu, beberapa kali hp di kantong bergetar, tidak lain tidak bukan adalah panggilan dari mas agen yang mengabarkan armada sudah sampai teras dengan menggunakan bahasa jawa halus sebagaimana tata krama dalam bahasa jawa untuk orang yang belum kita kenal, yaitu menggunakan boso kromo alus. “bis e mpun dugiTeras, cepet ten agen”. Itulah sms yang sempat kubaca setelah turun dari motor. Sesampai di agen, “Telpun ga di angkat?” aku cuman nyengir, “la lagi motoran”. Beliau pun paham. Pasrah nanti dapat bus dengna nomor lambung berapa, karena bebrapa kali naik dari agen sini tidak pernah dapet sopir yang “ses”. Ditulisnya angka 136 di lembaran tiket, prediksi saya adalah nanti pasti bobomania, karena pengalaman sebelumnya memang demikian, terutama sopir tengah.

Jam setengah empat bus melewati jalan raya dua arah yang lengang, empat lajur jalan benar-benar dimanfaatkan, miyak-miyak tapi hanya sekali saja, karena memang kondisinya tidak memungkinkan.

Pembawaan sopir pertama yang lincah membawa armada sampai di Krapyak sekitar pukul 6 sore walau duduk di seat kedua, saya dapat merasakan bahwa selama di Pantura, 136 aktif mencari jalan, tidak menunggu kosong baru lewat. Pindah ke kiri ke kanan, namun tetap memperhatikan spion, walau lajunya lincah seperti itu, tapi tetap dilakukan dengan penuh perhitungan dan kesabaran, klakson digunakan sebagai pemberi peringatan, bukan sebagai pelampiasan.

Jam 7 malam sampailah di rumah makan menara kudus dan bertemulah dengan tim selatan, karena tim utara memang belum saatnya tiba disini. Ritual wajib segera dilaksanakan penglaju tersebut, sholat, toilet, makan.
Tibalah saatnya 136 persiapan berangkat, panggilan melalui speaker membuat orang-orang yang tadinya turun, kembali menuju armada. Saya pun juga kembali duduk di seat nomor dua dari depan, dan tidak ada yang bisa diharapkan hadirnya opera van tura, karena pengalaman yang lalu demikian. Bahkan saat sopir naik musik bernuansa slow diputarnya.

Keluar dari rumah makan dipandu satpam di jalan untuk memberikan aba-aba agar kendaraan bisa lewat. Ternyata perkiraanku malam ini meleset jauh. Sopir tengah lebih lincah daripada yang kuduga. Lincah dalam arti cepat, bukan ngebut, atau dengan emosi, tapi tetap sabar. Tidak menyalahkan siapa-siapa di jalan, hanya berusaha sekuat tenaga, ada truk lambat ya sabar, ada celah ya nyalip, sopir tengah ini bukanlah tipikal sopir-sopir yang manja, dikit dikit nyalahin motor, dikit-dikit nyalahin truk, semua serba salah. Benar-benar mantab. bus bus lain yang dijalankan dengan malas di overtakenya satu persatu, LP, GM, lewat, namun satu yang seru saat di depan ada Santoso yang berjulukan Histeria.

Walau keliatannya bus tua, tapi lajunya tak kalah, wus wus, seset kiri-seset kanan, namun tetap memiliki kesabaran disaat ada motor di depan atau ada truk yang berjalan pelan di depan. Sopir 136 yang cenderung anti convoy mencoba mencari celah dengan penuh perhitungan dan kesabaran, tidak grusa grusu, namun tetap anggun dalam menggoyang ke kiri dan ke kanan. Sedangkan pemandangan di depan masih terus berkutat dengan si Santoso Histeria yang mencoba berlari. 136 yang memiliki dapur pacu RK8 ini dengan mudahnya nempel-nempel Histeria, sebenarnya kalau dalam trek lurus sebenarnya Histeria ini bisa di overtake dengan mudah, namun 136 tetap sabar mengikuti liukan Histeria. Malam itu 136 seperti menemukan jiwanya. Sabar, tangkas, cermat, tak membuang-buang waktu. Sayangnya hal ini sering disalah kaprahi orang dengan menganggap ini sebuah pengejaran, pembalasan, balapan, dorong, sebuah analogi yang menurut saya kurang tepat yang ujungnya menimbulkan sesuatu hal yang negatif, padahal sebenarnya bukan itu.

Jalur yang naik turun, berbelok ke kiri dan ke kanan antara Batang Pekalongan, memang harus menuntuk para sopir malam hati-hati. Terutama saat berada dibelakang body yang cukup lebar, apakah didepan ada becak? Apakah di depan ada motor yang berjalan pelan, ataukah ada pejalan kaki, atau ada sepeda pancal yang lagi berjalan, semua itu haruslah dimanajemen oleh punggawa punggawa malam itu.

Akhirnya Histeria yang berlari terpaksa harus mengalah disaat 136 tepat nempel di belakangnya dari lajur kiri, 136 memang dari tadi sudah menempel Histeria, dan tentu saja dengan kondisi psikologis di jalan, Histeria lalu ngerem memberikan jalan. Sebenarnya si Histeria ini masih berada di depan 136 beberapa centimeter, boleh saja si Histeria langsung ambil kiri karena di lajur kanan ada truk, namun melihat kondisi spion dia yang terlihat sekali dim dim an 136 yang meminta jalan, akhirnya dikasihlah 136 jalan. Tanpa menyia nyiakan kesempatan 136 menyalip Histeria. Hal seperti ini kadang ada dua pandangan bagi para oknum maniak, maniak 136 mengatakan, wiih hebat bisa nyalip ini, oknum maniak STS, Haryanto bisa lewat karena dikasih jalan. Ini kalau saya posting video kurang lebih mereka pasti komentar seperti itu, karena mereka gak ngerti, taunya ini nyalip ini ini disalip ini.

Yang paling gak paslagi, ada dua bus memang lagi convoy beda po, trus ada yang komentar bis ini ga bisa nyalip ini, yaelah nak nak, pemahaman oknum maniak yang masih tidak tepat.
Overa Pantura hanya berhenti sampai Brebes saja, karena perjalanan selanjutnya dilalui lewat tol yang buat saya kurang menarik dan saya memilih untuk tidur.
Read More...

Saturday, August 27, 2016

Jual Coklat Praline

Praline ini maksudnya bentuknya permen, ane jual per toples, coklat "Orchid" bertoping kacang, wafer, selai, soal rasa gak kalah lah sama coklat macam silv**queen, isi pertoples bervariasi ada yang 20 ada yang 24. harga per toples 30 ribu (belum termasuk ongkos kirim dari Semarang). Pemesanannya lewat WhatsApp ke nomor ini xxxxx. Coklat dibuat ketika ada pemesanan/order, jadi jadinya tidak langsung hari itu.


Read More...

Wednesday, August 17, 2016

Tunggal Dara Putera Junior Eksekutif


Pengalaman naik tunggal dara putera, pas arus balik kemarin, beli tiket di Agen Krapyak, waktu itu harganya masih belum turun, beli tiket harganya 325 ribu untuk kelas junior eksekutif, entah ini dikasih embel embel junior buat apa, juga kurang paham juga apa hubungannnya antara po tunggal daya, tunggal dara, sama tunggal dara putera. Apakah hubungannya adalah ayah dengan anak, atau gimana saya juga kurang paham, kali ini ane pengen share aja perjalanan dengan bus ini.
Beli tiket paginya, nyari di agen laju prima, mau beli tiket Laju Prima yang ternyata harganya cukup mahal 370 ribu pas arus balik, akhirnya ane pilih pilih lagi mau naik apa, akhirnya sama bapaknya ane dikasih bus timbul jaya yang memang ane pesennya yang kelas ekonomi saja, akhirnya ane deal dengan bapaknya dengan harga tiket sebesar 300 ribu dengan jadwal berangkat jam 6 sore, siap di agen jam setengah enam.

Waktu yang ditunggu pun tiba, ane datang sekitar pukul setengah enam seperti yang dijadwalkan, sampai di agen, ternyata Bus Timbul jaya yang dijanjikan jam enam dijadwal ulang menjadi jam 8 malam atau kemungkinan besar lebih malam. Ane pun ditawari untuk naik tunggal dara putera ini, yang busnya sudah parkir di seberang jalan menghadap arah timur, namun dengan syarat menambah ongkos sebesar 25 ribu. Menurut info bus akan berangkat setengah tujuh. Ok akhirnya ane deal.

Ternyata bus baru diberangkatkan sekitar jam 8 malam karena kemungkinan besar untuk mengisi seat yang masih kosong, mengandalkan dadakan dadakan yang pengen pergi ke Jakarta agar bisa bekerja senin pagi.

Bus diberangkatkan, di perjalanan bus ini sering diasapin bus lain, bahkan sama langsung jaya yang kelas ekonomi. Bawaan sopirnya adalah pasrah, tidak ada inisiatif atau usaha agar waktu tempuh menjadi lebih hemat, tidak ada usaha untuk membuka celah, sopir hanya mengandalkan kendaraan di depannya minggir, kalau ga minggir minggir yaudah dibelakang terus sampai kalau sudah sepi baru diovertake. Tapi memang karakter nyopir bis beda beda ya, ada yang pasrah pasrah saja, ada juga yang nyari celah, seser kiri seser kanan. Yaudah kita nikmati saja perjalanan ini dengan tidur yang nyenyak.

Tidak berhenti makan

Ternyata bus ini tidak berhenti di rumah makan batang seperti bus bus pada umumnya, jadi ya langsung bablas,

Goyang kanan

Pas macet macetnya di tegal, entah siapa yang memulai, sebagian bus akap goyang kanan, karena arah timur yang relatif sepi, pertama kali masuk lancar, tapi setelah melewati ratusan kendaran yang antri, kemacetan mulai merambat ke jalur 3, kendaraan yang goyang kanan mulai pelan-pelan dan berhenti ikut ikutan macet. Disini terjadi kejadian, ternyata di depan posisi bus yang goyang kanan ngunci sama kendaraan yang menuju arah timur, hal ini karena bus pas mau masuk ke jalur yang benar bus harus ambil ancang-ancang melebar ke kanan, karena jalur masuknya memang sempit jadi bus harus memposisikan dirinya melintang agar bisa masuk sela sela separator tersebut. Pantesan kok dari tadi jalur empat diblong mulu, jalur 3 gak jalan jalan dari tadi, ternyata jalur empat ini kalau yang paling pas untuk masuk sela tersebut, sehingga posisinya lebih lancar daripada jalur tiga. Posisi ngunci terjadi karena pas bus yang mau ancang-ancang ambil jalur empat, eh kendaran dari arah barat maju akhirnya terjadi posisi yang saling mengunci, kendaraan dari belakang berhenti pas nutup sela terhalang bus-bus yang goyang kanan tadi, sementara bus di jalur empat nunggu kendaraan dari barat tersebut lewat, sampe sampe bus ane pun harus mundur beberapa meter agar mengurai simpul yang mati. Memang jalur dari barat yang tadinya sepi setelah bus ane lolos, ternyata dibelakang panjang juga ternyata.

Nyampe di pinang ranti sudah menunjukkan sekitar pukul 7 pagi. Kendaraan sudah ramai, dari pinang ranti bus dilanjutkan menuju Pasar Rebu lalu ke Lebak Bulus.
Read More...

Jakarta Bandung Naik Motor saat Weekend

Berangkat dari Jakarta Timur Jam 9 lebih 9 menit, posisi km masih 0, cuaca cerah, kondisi motor sekarang sudah fit, hanya sekarang masih bermasalah pada rem belakang yang masih kurang pakem dibandingkan sebelum ganti cakram. Oke tapi nanti tak masalah, sebenarnya mau dibawa ke bengkel tapi ane terlanjur pesimis hasilnya akan sama saja, karena ya pasti kata montirnya ini sudah pakem, la sedangkan menurut saya ini belum pakem untuk pemakaian di jalan raya yang suatu saat ketemu hal-hal yang membutuhkan rem yang bukan sekadar ngerem, tapi rem yang benar-benar pakem, seperti rem-rem motor yang masih baru.

Jakarta Bekasi Cikarang

Perjalanan berlangsung normal, tidak menemui kemacetan yang panjang, hanya macet pas lampu merah, pasar, angkot ngetem, sampai Karawang melewati ringroad, isi bensin di ringroad. Setelah isi bensin bermaksud akan memotong dari Kosambi Curug lanjut ke Purwakarta, padahal sebelumnya udah searching di google map, ternyata masih kelewatan, karena apa yang saya ingat di google map, tidak saya temukan di perjalanan, akhirnya saya bablas saja sampai cikampek, fly over lewat pinggir, lalu belok ke kanan, ini kendaraan yang dari barat kalau mau belok arah ke Purwakarta harus muter ke timur dulu, karena pas saya lewat dari bawah, jalur ukuran mobil tertutup oleh patok, jadi hanya bisa dilewati oleh motor saja.

Cikampek Purwakarta Sadang Padalarang

Cuaca mendung, tapi tidak sampai hujan, melewati Purwakarta lalu lintas padat merayap. Dilanjutkan melewati jalur yang berkelok-kelok di jalur Purwakarta-Bandung, kadang memotong tol Cipularang lewat atas, kadang lewat bawah.

Masuk Kota Bandung, Perjalanan dari Cikampek-Bandung memakan waktu kurang lebih 2 jam, sampai di Bandung, ketemu sama macet, melewati Cimahi kemudian sebelum RSUD seharusnya ane belok ke kiri arah Lembang, eh kebablasan lagi, karena tanda-tanda yang ane inget pas searching di google map, ga terdeteksi pas lewat jalur itu, ane tandai Kantor A, eh pas lewat kok ga ktemu ketemu ya kantornya hehe, mungkin ketutupan sama pager entah ane gatau, yang seharusnya setelah melewati Kantor A tersebut ane melipir ke kiri buat belok kiri. Ane lalu cari puteran di depan, ternyata cukup jauh sodara, ini motor masih mending, kalau mobil akan lebih susah kalau mau cari puteran.
Melewati gang-gang kecil

Pas siang gak terlalu macet, tapi pas balik kena macet banget sampai motor aja ga gerak, bahkan kalau orang jalan kaki pun masih lebih cepetan jalan kaki. Mungkin karena hari sabtu malam minggu ya.

Sampai di tujuan di daerah Setiabudhi jam 13 an, total perjalanan kurang lebih 4 jam, sedangkan teman saya yang membawa mobil butuh waktu 5 jam, kena macet di tol. Dengan total jarak 178 kilometer dihitung dengan odometer.
Perjalanan Balik

Karena acara sudah selesai, ane balik lagi ke Jakarta, kali ini perjalanan akan dihabiskan tanpa ditemani sinar matahari karena waktu berangkat adalah pukul 17.36, nyampe di Jakarta pukul 22.40, kali ini jaraknya adalah 166 km, karena pas ane balik, ane gak lewat cikampek, pas di Purwakarta ane ikutin plank papan arah yang menuju Kosambi, Curug yang ternyata bisa memotong jarak sekitar 10 kilometer dibandingkan melalui Cikampek.
Jalur padalarang di malam hari

Malam-malam di jalur ini ga bisa kenceng seperti diwaktu siang hari, jalur yang berkelok-kelok, kondisi mika helm yang baret baret, ditambah Penerangan jalan yang tidak setiap jalur tersedia, ditambah lagi di beberapa tempat garis markanya sudah hilang sehingga harus benar-benar sabar dan hati-hati. Tapi jalur ini termasuk lebih bagus aspalnya dibandingkan melalui Cileungsi, dan tentu kendaraan yang lewat sini terbilang lancar banget, dibandingkan melalui Puncak Ciawi Bogor.

Disini sempet ketemu sama pemotor-pemotor yang kenceng-kenceng, ane aja jalan segini udah ga jelas pandangan jalannya, ini motor kok bisa kenceng gitu, tapi kalau ane buka kaca mika emang jalan menjadi lebih keliatan, ini juga karena pengaruh mika helm ane yang udah baret sana sini, jadi jika dipakai di malam hari akan menimbulkan tingkat keburaman yang lebih tinggi.
Nyasar di Bandung

Ini kejadiannya pas mau balik,dari Setiabudhi mau ke Cimahi ane melewati gang-gang jalan perumahan ya tentunya harus belok sana sini, karena kalo mengikuti jalan raya yang mengarah ke Bandung ane perkirakan bakalam kena macet, jadi ane tentukan pilihan buat lewat jalan perumahan yang arahnya motong langsung ke arah Cimahi. Dengan mengikuti arah google map yang kadang-kadang gak pas posisi koordinatnya ane telusuri jalur gang-gang hingga setelah ketemu jalur yang tadinya dilewati pas berangkat, ane pun lega, ane inget inget pas tadi pagi lewat sini sini, kemudian, pada suatu jalan, lah ini perasan tadi gak lewat jalur halus kayak gini deh, perasaan tadi jalurnya jelek, kok sekarang jadi halus, hehe, ternyata ane kelewatan harusnya belok, ane malah lurus, ya itu tadi jalur yang belok tersebut jalurnya kayak jalur buntu gitu, ane lewatin aja,. Akhirnya muter-muter bentar, dan nyampelah di jalur yang tadi, menyusuri jalur yang tadi, sampailah di jalan raya, kali ini kesasar lagi di jalur satu arah yang ada tulisan stikes ahmad yani, ini kalau dilihat di google map emang keliatannya gampang ya, tinggal ikutin aja jalur satu arahnya, ikutin terus jalur utamanya sampai ketemu jalan raya lagi, lah di kenyataanya ga seperti itu, antara jalan utama sama jalan gak utama ternyata seperti ga ada bedanya ya, ane sampe nyasar.
Read More...

Butuhnya Manusia akan Ilmu

Sebagaimana halnya makanan, yang dipergunakan manusia untuk kelangsungan hidup. Karena seandainya kemimana tidak dipupuk dengan ilmu, maa ibarat tanaman menjadi layu bahkan hancur. Sehingga tidaklah terwujud keberadaan iman seorang kecuali dengan ilmu. Al Imam Ahmad menyatakan: “Manusia sangat membutuhkan ilmu dari sekedar menyantap makanan dan minuman, karena makanan dan minuman dibutuhkan oleh manusia sekali atau dua kali dalam sehari. Sedangkan ilmu ilmu dibutuhkan setiap saat.

Bahkan seluruh makhluk Allah sangat butuh kepada ilmu. Karena tidak akan tega urusan makhluk kecuali dengan ilmu. Langit-langit dan bumi bisa berdiri kokoh adalah dengan ilmu, begitu pula diturunkannya para rasul dan kitab-kitab-Nya juga dengan ilmu. Serta tidak akan diketahui perkara halal-haram kecuali dengan ilmu. Oleh karena itu, kewajiban seseorang dalam menuntuk ilmu syar’I berlangsung hingga menjelang wafat.
Diriwayatkan oleh Al Hakim, Rasulluah Shallallahu’alaihi wa Sallam bersabda: “Dua keinginan yang tidak pernah merasa puas darinya: keinginan terhadap ilmu dan tidak pernah merasa puas darinya, dan keinginan terhadap dunia, dan tidak pernah merasa puas darinya.

Oleh karena itu para imam kaum muslimin apabila dikatakan kepada mereka: “Sampai kapan engkau menuntut ilmu?” maka dia mengatakan “sampai wafat!” Nu’aim bin Hammad berkata: “Aku mendengar Abdullah Ibdul Mubarak radiyallahu’anhu berkata: sekelompok kaum mencelanya karena beliau sering menuntuk ilmu hadist. Maka mereka mengatakan: “sampai kapan engkau mendengarkan (hadits)? Beliau menjawab: “sampai mati!” Al Hasan bin Manshur Al Jashshosh berkata: “Aku mengatakan kepada Ahmad binHambal radiyallahu’anhu:”Sampai kapan engkau akan menulis hadits?” maka beliau menjawab : “Hingga wafat!” Abdullah bin Muhammad Al Baghawai berkata: “Aku mendengar Ahmad bin Hambal berkata: “Sesungguhnya aku menuntut ilmu sampai masuk ke liang kubur.” Muhammad bin Isma’il As Shooigh berkata: “aku tinggal bersama ayahku di Baghdad, kemudian lewat di hadapan kami Ahmad bin Hambal dalam keadaan memegang sandal. Lantas ayahku menarik bajunya, dan berata: “wahai Abu Abdillah (panggilan Ahmad bin Hambal), apakah engkau tidak malu! Sampai kapan engkau menuntut ilmu? Beliau menjawab: “sampai mati!”.

Demikianlah beberapa perkataan para ulama yang menerangkan begitu semangatnya mereka dalam menuntut ilmu. Sehingga mereka mencurahkan waktu dan tenaga untuk meraih lezatnya ilmu. Sesungguhnya bagi siapa saja yang memahami hikmah dibalik perintah menuntut ilmu tersebut niscaya dia tidak akan pernah menyia-nyiakan waktunya sedikitpun dengan hal-hal yang tidak bermanfaat. Dia akan merasa rugi tatkala luput dari manisnya ilmu. Dia akan memanfaatkan masa sehatnya untuk banyak menimba ilmu sebelum tiba masa sakit. Serta dia akan mengisi waktu hidupnya dengan hal-hal yang mengundang keridhoan Allah Subhanahu wa Ta’ala sebelum ajal tiba.

Begitulah seharusnya cerminan seseorang mukmin yang mengharapkan perjumpaan Rabbnya. Seiring dengan itu, syetan juga tak pernah menyerah untuk menjerumuskan manusia ke lembah kebodohan. Sehingga dengan kebodohan seseorang terhadap ilmu mengakibatkan lemahnya keimanan dan minimnya ketaqwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Sesungguhnya orang yang bodoh tidak mengetahui hakekat iman taqwa. Dan tidak mengetahui pula jalan untuk menuju keselamatan berdasarkan ilmu dan keyakinan yang mantap. Tentu saja hal ini semakin membuka peluang bagi syetan untuk menggiring orang tersebut kepada kemaksiatan dan kesesatan.

Tatkala kebodohan telah merajalela, maka akan meningkat pula kemaksiatan, kriminalitas, cinta kepada dunia yang berlebihan dan takut apabila kematian menjemputnya, dan sebagaimana. Semua ini merupakan diantara sebab lemahnya kaum muslimin, sehingga Allah menimpakan kehinaan kepada mereka.
Rasa gentar yang menghunjam pada jiwa-jiwa musuh-musuh Islam hilang seiring dengan dicabutnya kewibawaan kaum muslimin. Sehingga musuh-musuh kaum Muslimin tidak segan-segan untuk mengintimidasi dan memberangus persatuan kaum muslimin. Sementara mayoritas manusia terlena dengan kehidupan dunia yang fana ini dan melupakan akherat yang kekal abadi.

Oleh karena itu diantara sifat-sifat penuntut ilmu yang diajarkan oleh Rasulluah Shallallahu’alai wasallam adalah ikhlas dalam menuntut ilmu. Sebab dengan keikhlasan ini akan menghantarkan seseorang kepada tingkatan hamba yang sangat butuh kepada ilmu dan membentenginya dari riya’(ingin dipuji oleh orang lain) dan sebagainya.

Rasulluah Shallallahu’alai wasallam bersabda:”Barangsiapa yang mempelajari ilmu dari apa-apa yang dia cari dengannya wajah Allah Azza wa Jalla. Tidaklah dia belajar kecuali untuk memperoleh bagian dari dunia, maka dia tidak akan mencium wangi syurga pada hari kiamat.” (HR Ibnu Majah dan Ahmad)

Dalam berhias dengan keikhlasan ini juga harus dibimbing dengan ilmu dan tidak cukup dengan modal semangat semata. Sebab berapa banyak orang yang pada awalnya ikhlas dalam melaksanakan amalan, namun tatkala berada di tengah perjalanan mengalami penurunan secara drastis. Ini semua tidak lepas daripada peran syetan dalam menggoda bani Adam.
Syetan berupaya untuk memberikan ras was-was di dalam diri manusia sehingga mempengaruhi keikhlasan. Oleh karena itu peran ilmu sangat besar terhadap kehikhlasan seseorang. Cukuplah bagi seorang muslim akan berita Allah Subhanahu wa Ta’ala bahwa ilmu merupakan sebaik-baik ganjaran dalam berbuat kebaikan.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Dan orang yang membawa kebenaran(Muhammad) dan membenarkankannya, mereka itulah orang-orang yang bertaqwa. Mereka memperoleh apa yang mereka kehendaki pada sisi Tuhan mereka. Demikianlah balasan bagi orang yang berbuat baik, agar Allah akan menutupi (mengampuni) bagi mereka perbuatan yang paling buruk yang mereka kerjakan dan membalas mereka dengan ganjaran yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan.” (Az Zumar:35). Demikianlah sifat dan kedudukan ilmu yang sangat mulia sebagai ganjaran yang paling berharga bagi seorang muslim yang ingin menggapainya. Oleh karena itu kebutuhan manusia terhadap ilmu merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Jikalau ingin mendapatkan keberuntungan dunia dan akhirat maka tempuhlah jalan ilmu syari’at. Sehingga dengan demikian Allah akan mempermudah baginya untuk menuju surga yang diidam-idamkan. Kita memohon kepada Allah agar dibukakan pintu hati kita dengan taufik dan hidayah-Nya. Sehinga kita senantiasa butuh kepada ilmu yang bermanfaat. Wallohu’alam bish showab.

Sumber : buletin Jumat “Mimbar Jum’at Dewan Mubaligh Indonesia Edisi 674/Th. 2015-2016”
Read More...

Keutamaan Sholat Malam

Kerjakanlah shlatul-lail (shalat Sunnah di malam hari) karena sesungguhnya hal tersebut merupakan kebiasaan orang-orang shaleh sebelum kalian. Sebagai pendekatan diri kepada Allah Swt. Sebagai pencegahan dari perbuatan dosa, sebagai kifarat dari perbuatan-perbuatan buruk dan sebagai pengusir penyakit dari tubuh. (Riwayat Ahmad melalui Bilal r.a.)

Alangkah besarnya manfaat yang terkandung di dalam shalatul lail hingga pelakunya dimasukkan ke dalam golongan orang-orang yang saleh. Shalat merupakan amal taqarrub seorang hamba kepada Rabbnya, karena itu dikatakan bahwa shalat merupakan miraj-nya orang-orang mukmin. Dan juga shalat dapat mencegah pelakunya dari perbuatan yang keji dan mungkar, serta dapat menghapuskan dosa-dosa. Di samping itu, banyak mengerjakan shalatul lail dapat mengusir segala macam penyakit. Allah Swt. telah berfirman :

“Dan pada sebagian malam hari shalat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (QS Al-Isra (17):79)

Selain itu salah satu keutamaan shalat tahajud yang lain adalah Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang mengerjakan shalat malam ke beberapa derajat, baik di dunia maupun akhirat.

Di dunia orang yang mengerjakan shalat malam akan mendapat kesuksesan dalam hidup dan disegani oleh banyak orang sedangkan di akhirat akan mendapatkan tempat termulia di sisi Allah yaitu surga.

Demikian keutamaan-keutamaan yang akan diperoleh bagi orang-orang yang selalu mengerjakan shalat malam.
(Dikutip dari buku karya H.M. Buya Alfis Chaniago-Indeks Hadits dan Syarah)

Sumber : buletin Jumat “Mimbar Jum’at Dewan Mubaligh Indonesia Edisi 674/Th. 2015-2016”
Read More...