Sunday, July 1, 2012

Mau Lebih Sehat? Minumlah Susu

Sejak lahir sampai tua memang susu dibutuhkan tubuh. Bayi sampai umur dua tahun harus minum ASI yang kita kenal susu terbaik, anak-anak, remaja, sampai dewasa pun harus tetap minum susu untuk menyempurnakan gizinya sekaligus membantu pertumbuhan, orang lanjut usia pun perlu minum susu karena susu juga berperan menjaga nutrisi yang dibutuhkan tulang. Saat ini pun di pasar telah menyediakan berbagai macam susu tersebut dengan berbagai merk.

Setelah bayi dua tahun pun susu tetap diperlukan. nutrisinya yang lengkap terkadang dapat menggantikan nutrisi yang kurang dari makanan yang tidak disukai, karena memang pada masa itu anak juga suka memilih-milih makanan, makanan yang dia sukai akan sering dia makan, sedangkan makanan yang tidak disukai akan jarang dia makan. selain itu menyediakan nutrisi yang diperlukan tubuh, seperti protein, lemak, karbohidrat, vitamin.

Belakangan kita dibuat resah setelah beberapa sampel susu yang diuji coba ITB mengandung bakteri Enterobacter Sakazakii (EZ) karena dapat menyebabkan radang otak. Namun Setelah dilakukan penelitian lebih lanjut oleh Badan POM menggunakan sampel tahun 2008 sampai 2011, tidak ditemukan bakteri dimaksud pada semua produk yang diteliti, perlu diketahui seperti yang dikatakan Ibu Menteri Kesehatan Endang Rahayu S, bakteri EZ dapat hidup dimana-mana, di lingkungan, makanan di usus manusia normal dan usus beberapa hewan. Bakteri ini juga mudah mati tapi sekaligus berbahaya bagi bayi yang berusia dibawah 28 hari, lahir prematur dan bayi yang berat badannya dibawah normal. Susu formula pun memang bukanlah produk yang steril dan bisa terkontaminasi kuman yang menyebabkan penyakit.

Untuk memperkecil resiko terkena bakteri ada baiknya terutama saat ingin mengkonsumsi susu bubuk, kita memperhatikan beberapa hal seperti kemasan, kadaluarsa, saat menyimpan maupun saat ingin membuatnya, kemudian jangan mengkonsumsi susu bubuk yang terbuka kemasannya lebih dari 8 hari, saat membuat susu rendam dulu 1-2 menit ke dalam air panas (80-100°C) untuk mengurangi koloni bakteri, bukan hanya EZ.

Bakteri, EZ, kontaminasi, memang hal yang baru, bahkan dengan temuan tersebut pemerintah sampai membuat standar baru bahwa susu harus steril dari bakteri EZ yang sebelumnya tidak ada. Menurut saya tentang kondisi makanan yang dikabarkan mengandung ini itu memang membuat gundah gulana, namun setelah membaca-baca memang tidak seekstrim yang dibayangkan. Saat seperti inilah selain mengandalkan media masa, internet bisa menjadi sumber informasi yang inovatif asal kita tahu menggunakannya.

Perlu disyukuri bahwa perkembangan teknologi dan riset ini membuat kita menjadi tahu dan memperhatikan apa yang kita konsumsi, dari sebelumnya yang tidak tahu. contohnya seperti saya, yang juga baru-baru ini kenal apa yang namanya EZ, karena memang isu ini dulu belum pernah ada.

Masih banyak manfaat susu selain yang saya tuliskan disini, nabi pun memilih susu saat ditawari Malaikat Jibril antara arak dan susu selesai melaksanakan Sholat berjamaah di Majidil Aqsha pada peristiwa Isra Mi'raj. kemudian berkata Jibril “Andai tuan memilih arak, maka niscaya akan sesatlah ummat tuan", betapa susu seolah menjadi sesuatu hal yang bermanfaat.


Selanjutnya semua kembali kepada konsumen untuk tetap berhati-hati membeli sebuah produk makanan, misalnya jangan membeli produk yang tidak berlabel halal, memperhatikan tanggal kadaluarsanya, memperhatikan kondisinya dan lain sebagainya.


http://wong168.wordpress.com
http://www.fetra.web.id

Read More...

Friday, June 29, 2012

Cara Mengubah Deret angka / serial / (misalnya NIP) menjadi tanggal pada Microsoft Access

Convert serial number to date format

Bila kita dihadapkan pada sebuah data angka di dalam sebuah tabel Microsoft Access, misalnya NIP 19880315 dimana kita tahu empat angka pertama menunjukkan tahun, yaitu 1988, dua angka kedua adalah bulan, yaitu 03, dan dua angka paling kirikanan menunjukkan tanggal yaitu 15, tentunya bila kita diminta membuat tabel baru yang berisi tanggal tadi sangat mudah kita tinggal menulis "15 Maret 1988", masalahnya bila datanya berjumlah ratusan, tentu tidak akan efektif bila kita mengisinya satu persatu, saat inilah kita bisa memanfaatkan query Microsoft access dengan menggunakan rumus FORMAT dan CDATE dan MID. bagaimana caranya?
Sebelumnya kita perlu mengenal apa itu table apa itu query microsoft access (Saya pakai Microsoft Access 2007),

TABEL adalah tempat kita menyimpan data, disana kita bisa menambah/mengurangi data. misalnya kita punya tabel Pertama berisi NIP, Nama, Golongan, tabel kedua berisi Pangkat, Golongan,

QUERY, yang merupakan manipulasi dari tabel tabel yang menghasilkan data yang kita minta contohnya dalam tabel di atas kita pengen tampilin Nama(dari tabel 1) dan Pangkat(dari tabel 2), caranya tinggal menghubungkannya dengan relationship.

Create=>Query Design=>dobel klik tabel yang ingin kita ambil, lalu hubungkan relasi keduanya, dalam contoh diatas hubungkan Golongan pada tabel pertama dengan Golongan pada tabel kedua, dari sini kita bisa mengambil manfaat kita tidak perlu meng entry nama,nip, golonga, dan pangkat yang berulang ulang.

Kembali ke inti, bila ada tabel berisi data angka 19880315, kemudian kita pengen mengubahnya menjadi data tanggal yang mudah dibaca, caranya

klik Create=>Query Design=> klik table, selanjutnya dalam salah satu kolom query, klik build dan masukkan rumus TglLhr : FORMAT(CDATE(MID([Tabel1]![NIP];7;2)&"/"&MID([Tabel1]![NIP];5;2)&"/"&MID([Tabel1]![NIP];1;4);"dd mmmm yyyy")
Maka hasilnya setelah kita ketik run 15 Maret 1988 :) kalau belum jelas silahkan coment dibawah.

rumus di atas maksudnya Kita membuat FORMAT hasilnya berformat dd mmmm yyyy, d adalah day / hari, m adalah month / bulan, dan y adalah year / tahun, dari hasil rumus CDATE, yaitu 15/01/1988, angka 15 akan dikenali sebagai day, 01 dikenali sebagai month dan 1988 dikenali sebagai year, bila misalnya kita memberikan entry tabel yang salah misalnya 19880115 maka query tetap menghasilkan data 15 Januari 1988, namun bila ada data misalnya 19880506 maka hasil rumus diatas akan menjadi 06 Mei 1988 bukan 05 Juni 1988.

Rumus Mid adalah untuk mengambil karakter dalam serial number tersebut MID([NamaTabel]![NamaKolom];Text yang akan diambil mulai urutan ke...;Berapa karakter yang akan diambil.

Semoga bermanfaat
Read More...

Wednesday, June 6, 2012

Dance Music


Setelah beberapa hari yang lalu saya posting tentang lagunya Sagita, kali ini saya pengen posting yang lain, tapi masih sama jenisnya, pokoknya yang bisa menggoyangkan kaki saat mendengarnya, (kebanyakan jenis dance music) ini dia listnya :
lagu tersebut Owl City yang Galaxies, (April 2011), Avicii Level(okt 11) yang diaransemen menjadi good feeling nya Flo Rida, David Guetta yang Where them girl at, lalu ada lagunya train, judulnya hey soul sister dan drive by. meskipun bukan lagu baru, tapi boleh juga.
Read More...

Saturday, May 26, 2012

Wayame


Malam ini, suasana lebih sepi hujan telah reda tapi masih menyisakan rintik-rintiknya, kabar buruknya listrik Poka dipadamkan demi perbaikan di gardu pln yang entah kapan selesainya. Hujan di Ambon tergolong unik, karena terjadi sampai berhari-hari, hampir tidak pernah berhenti air jatuh dari langit. Mulai pagi sampai pagi lagi rintik-rintik hujan terdengar membuat sebuah suara berisik karena menabrak atap seng rumah, yap memang atap rumah rumah disini tidak ada yang memakai genteng, jadi kalau hujan suaranya lebih bising daripada atap genteng,
Tadi pergi ke Wayame, naik kijang kotak yang sudah tua umurnya, benar-benar harus lebih hati-hati, jarak pandang yang terbatas, ditambah embun yang menempel di kaca memaksa saya melaju dengan kecepatan rendah(sekali). Walau jalan di ke Wayame tidak terlalu ramai seperti di Jawa, jalan harus tetap hati-hati karena gelapnya jalan yang termakan guyuran hujan. Sampai di Wayame, biasanya kami makan di warung yang menjajakan di pinggir jalan, warungnya pun bermacam-macam, berjejer mulai dari samping minimarket "J medi" sampai Pom Bensin. mulai dari mi rebus, mi goreng, nasi goreng, soto Wayame, sampai coto Makassar pun ada, sedangkan saya sendiri biasanya mampir ke Warung bertuliskan "Sri Solo" atau warung "Lamongan" kalau pengen makan mi saya ke Warung lamongan, kalau pengen ayam, atau tempe penyet saya ke Sri Solo. Harganya untuk seporsi mi rebus/goreng 10 ribu, tempe penyet 10 ribu, ayam 15 ribu, lebih mahal di Jawa, karena pengaruh transportasi. Wayame adalah Desa di seberangnya kota Ambon, Pulau Ambon berbentuk u, nah Kota terletak di satu ujung, wayame ini di ujung satunya, jika malam hari di Wayame ini kita bisa melihat pemandangan gemerlap lampu Kota Ambon, pemandangan ini biasanya didapatkan dengan berhenti di pinggir jalan, kemudian duduk di pinggir pantai sampai mendengarkan deburan ombak yang samar, melihat Kota Ambon yang berada di seberang lautan. Pasti yang baru lihat tentu bisa memberi kesan tersendiri, namun bagi saya yang sudah 2 tahun disini ini terasa biasa saja. Soal listrik memang di Poka sering mati lampu, dari malam sekitar jam 9 sampai pagi. Entah sampai kapan penduduk sini mengalami hal seperti ini. jadi lilin, senter amat dibutuhkan disini.
Read More...

Thursday, May 17, 2012

Sagita

Sagita? lebih jelasnya lihat disini aja ya, awalnya mereka adalah orkes musik kawinan, dirasa ingin lebih berkembang akhirnya mereka menciptakan kolaborasi jenis musik yang berbeda hingga muncul Djandut (2009), memang Sagita tidak langsung terkenal, saya pun Dengar pertama saat di bis jawa timuran, seperti Eka, SK (Sekarang SS), Restu, dsb. seperti lagi ngetop-ngetopnya, lagu mereka sering di putar di radio-radio sampai dalam bis akap/akdp, pernah saya oper bis, bis pertama Sagita bis kedua eh Sagita lagi. lagunya unik, membuat saya penasaran, unik karena biasanya dalam bis itu kalau gak campursari ya dangdut, lagu Sagita ini bukan full dangdut atau campursari, ada sentuhan kendang tradisional, setelah dicari-cari ternyata berasal dari campuran dangdut dengan musik tradisional jaranan (seni tradisional Nganjuk), mereka menyebutnya "Djandut" jadi bakal ketemu tabuhan kendang dan terompet, musiknya ada yang semangat tapi hentakannya bukan hentakan seperti "cinta satu malam" atau "cape deh". mengalir dan enak didengar :D .Salah satu lagunya iwak peyek, tapi menurut saya ada yang lebih bagus dari iwak peyek.

rindu setengah mati-shanti sagita-OM ADELLA

om sagita ngamen 5

[Dangdut Koplo] Wiwik Sagita - D'Bagindas SUKA SAMA KAMU

eny sagita - ngamen 9 ( budhal nyambut gawe )

RELA - Wiwik Sagita

O.m SerA - NgamEEN

Ngamen 3 - Eny Sagita

321,sagita - Ngamen 9 SAGITA - Eny Sagita- akim dimas

435,OM SAGITA aku bukan bang toyib

508,Eny Sagita - Tiada Lagi

369,Eny Sagita (Sagita) - Ngamen 2


"Asolole, icik icik ahem!" ha haha, ini semacam kata seperti "prikitiw" nya sule, dan tidak jelas artinya dan asal mulanya, tapi yang jelas pasti menambah kepopuleran. semoga seniman-seniman itu tidak membikin lirik yang negatif.
Read More...

Monday, April 30, 2012

touring 204, 3 kilometer (Candi Cetho, Candi Ketek, sampai Sangiran)


Rute perjalanan kali ini adalah home base menuju candi Cetho sejauh 84,7 kilometer dengan waktu 2 jam lebih 5 menit. Start pukul 10.50 am, cuaca cerah, matahari terasa menembus kulit karena hanya memakai pelindung sweater bukan jaket khusus.(gara-gara ini pula kulit saya lebih cepat gosong).
Jalur Ampel Boyolali sekarang yang terdiri dua jenis, pertama jalan dengan dua lajur sampai penggung kemudian beralih tiga lajur, yaitu dua lajur ke arah Byl dan satu lajur ke arah Ampel. Bedanya yang arah Byl tidak boleh mendahului dengan tanda garis lurus putih. kemudian jalur Byl-Sampai Sampai Kartasura yang sudah dibuat empat lajur, kondisi lancar memungkinkan memacu sampai 100 kmh tapi harus tetap hati hati dengan penyeberang jalan maupun penyeberang di persimpangan.

Kemudian masuk jalur kota di Solo, lalu lintas ramai, truk bus sampai motor tumpah ruah di jalan, ditambah dengan lampu lalu lintas di persimpangan memaksa saya memperlambat laju, harus bersabar lagi kalau lampu "bangjo" hampir semua berangka lebih dari 40 detik. (tapi bisa diatasi dengan memanfaatkan rambu "belok kiri jalan terus" jika memungkinkan). cara ini saya pakai jika lampu lalu merah masih berangka 50 ke atas, 45 detik ke bawah tidak efektif dengan cara itu, ini hasil pengalaman saja.






kemudian masuk jalur luar kota setelah memasuki Karanganyar menuju Tawangmangu. kondisi lurus dan cenderung sepi kendaraan, 80 ke atas dalam kondisi lurus tidak menjadi masalah, berbeda dengan kondisi berkelok yang dominan diperhatikan juga shock beker, karena seperti cerita saya dulu ada masalah pada pelek, sangat berpengaruh dalam mengurangi kestabilan motor saat berbelok.

memasuki gerbang tulisan "kawasan wisata Candi Cetho dan Candi Sukuh" kondisi jalan mulai berkelok kelok dengan dominasi tanjakan. Awalnya tidak terlalu menanjak, tetapi kemudian tanjakan makin banyak, menjadikan tantangan tersendiri perjalnan menuju Candi Cetho, tapi medan yang sulit menjadi tidak terasa karena pemandangan di kanan dan kiri yang indah. awalnya kiri kanan adalah rumah penduduk, kemudian yang paling menarik tentu saja pemandangan kebun teh di Kemuning, disinilah mereka mereka itu berfoto dengan latar belakang kebun teh yang terkenal ini.

Saat saya sampai di sini cuaca sedang hujan deras, menjadikan perjalanan ini punya sensasi sendiri karena hawa dingin lereng Lawu ditambah curahan air dari angkasa. Mantolpun sangat berguna saat ini, saya lihat mereka berteduh di warung pinggir jalan, menunggu hujan reda, salah sendiri gak bawa mantol?

Tibalah saya menemui rute yang menurut saya paling berkesan, karena tanjakan yang curam, sampai-sampai motor 125ku kubawa ziz zag saat "nanjak". akhirnya setelah dua jam perjalanan kelihatan juga gerbang candi hindu itu. berada di atas ketinggian seolah menyambut para pendatang yang terengah-engah dari bawah.

Parkir motor kemudian bayar karcis masuk Rp.3000,- untuk wisatawan domestik. Candi Cetho adalah Candi Hindu, di sekitarnya pun tidak ada mushola, saya yang mau sholatpun disarankan bapak yang di pos karcis tadi numpang di salah satu rumah warga. Saat wudhu air dingin seperti es.

Candi Cetho berupa Candi di lereng, semakin ke atas maka pengunjung akan menemui gerbang-gerbang dari batu. Beruntung saat saya sampai hujan telah mereda meskipun mendung masih ada. mendung atau cerah bagi saya pemandangan yang tersaji tetap mempesona. bahkan awan kabut yang terlihat jelas dari sela-sela pohon bisa menjadi objek menarik, karena selama ini hanya melihat awan dari jauh, berbeda rasanya melihat awan sedekat ini bahkan melihat awan dari atas.


Selain Candi Cetho, sempatkan pula mengunjungi Candi Kethek, sekilas yang saya baca di papannya, dinamai ketek karena banyak Kera yang ditemui. tapi saat saya kesana tidak pernah saya menemui kera, saat itu memang masih mendung tanda akan turun hujan.

Jalan menuju Candi Ketek masih berupa jalan setapak berupa hasil "keprasan" lereng. dijamin tak tersesat karena ada papan petunjuk menuju arah Candi Ketek yang disitu ada tulisan "kkn ugm 2011" berarti memang belum lama, dan tentu masih bisa dikembangkan, misalnya pembuatan jalan setapak dilengkapi pagar karena kondisi sekarang yang masih licin dan perlu hati-hati melangkah.

Puas melihat, saya pun pulang, didukung kondisi langit yang mulai menurunkan air hujannya mendorong saya untuk segera pulang. sampai di tempat parkir, dari bawah terdengar raungan mesin diesel bus mini berisi rombongan turis, kelihatan dari wajahnya mereka adalah turis dari jepang. Mereka menggunakan dua bus. bus harus antri menaiki tanjakan yang curam tersebut. Ternyata bus cukup kuat menanjak.


Saat saya pulang kabut datang hingga jarak pandang hanya sekitar 10 meter, perjalanan dilanjutkan menuju Sangiran yang tidak jadi karena sudah tutup jam setengah lima, saya sampai jam 5. sampai Solo cuaca hujan, jadilah saya pulang dengan kondisi hujan, laju kendaraan lebih pelan daripada siang, karena kondisi gelap dipadukan bintik air di mika helm membuat siluet siluet tertentu pada pandangan, hal ini menimbulkan pandangan menjadi tidak pasti, dan untuk memastikannya maka laju kendaraan harus pelan, supaya terlihat jelas apa yang ada di depan itu.

di tengah jalan ada kemacetan, ternyata di depan terlihat mobil sedang dievakuasi ke pinggir jalan. bemper lepas, mungkin habis kecelakaan atau mungkin cuman lepas tidak terlalu jelas karena gelap plus hujan. kemudian sampai di Ampel, jalur yang saya kenal hampir 10 tahun, masih seperti dulu, macet, kalau ada satu truk yang berjalan pelan, memaksa "ngeblonk", total perjalanan 203,4 km saya ukur dari selisih angka odometer, tingkat agresifitas tergantung sikon
Read More...

Saturday, April 28, 2012

Keren tapi rapuh


Beberapa hari yang lalu saya pergi ke Jogja melalui jalur Jatinom, jalur ini adalah jalur yang paling dekat menuju Jogjakarta. Sebenarnya ada jalur lain tetapi lebih jauh yaitu lewat jalur bus Kartasura. Ternyata jalur yang saya lewati tidak seperti dulu, sekarang kondisinya rusak, aspal berlubang tergerus air hujan, dan dibeberapa titik sedang dilakukan pengecoran, mau tak mau motor dipaksa lewat jalan yang rusak itu. namun setelah lewat jalan rata, motor oleng ke kiri dan kanan, dikira bocor ternyata tidak, saya simpulkan pelek racing saya bermasalah.
Menyebalkan memang bila motor yang kita tunggangi rewel, hal ini bukan tanpa sebab karena erat kaitannya dengan responsibilitas yang ujung ujungnya tentu keselamatan. Pelek racing lebih mudah bengkong daripada pelek jari tapi pelek racing atau Casting Wheel (CW) lebih keren.

Read More...