Tuesday, February 26, 2013

BRT Semarang Koridor 2 Terboyo Sisemut

Busnya berukuran sedang, berwarna merah dan saat melihatnya mudah sekali membedakan (karena ada tulisannya), tempat duduknya tidak menghadap depan seperti umumnya, tapi menghadap ke tengah ala TJ, bagian tengah khusus tempat berdiri lengkap dengan pegangan tangan. Bus ini juga ber AC, rasanya nyaman sekali.
Mencari haltenya pun mudah, ditandai dengan dominasi warna merah, ada papan bertuliskan “BRT”, tak perlu bingung rutenya karena setiap halte ada petanya. Kalau yang saya naiki ini yang saya ingat dari Terboyo, dia lewat Kota Tua, Tugu Muda, Dr Karyadi, naik terus sampai Akpol, naik lagi sampai Jatingaleh lalu ke selatan sampai Sisemut, saya turun di Sukun, tarifnya Rp3500,00.

Saya naik dari Terboyo. Start dari sini isinya sopir, ditemani kernet yang membantu membuka pintu, di belakangnya ada mbak-mbak memakai tas ikat pinggang, bagian karcis, semua kru memakai batik kecuali pak sopir. Penumpangnya : saya sendiri, satu orang di kursi belakang, di depan saya ada dua orang, udah. Mungkin pas saya naik memang pas lagi sedikit ya,

Bus mulai berangkat mematuhi jamnya dari terminal, berjalan perlahan, menerjang genangan air yang entah tadinya setinggi apa kalau hujan, padahal daerah Terboyo hujan sudah reda, selain itu ternyata rutenya juga harus melewati genangan air yang tingginya bahkan sampai lutut.
Read More...

Monday, February 18, 2013

Tiga Detik Sebelum Nabrak


Kira-kira apa yang ada dipikiranmu saat motor yang kau tumpangi tidak mau berhenti segera padahal kamu tahu kalau beberapa detik kemudian kamu pasti mencium pantat sebuah mobil, padahal kamu sudah berusaha ngerem dan itupun tidak membuahkan hasil karena ban malah mengunci, sementara rem depan juga sudah berusaha kamu rem, kamu pun seperti melaju di atas es?
Malam itu pukul sembilan hujan turun rintik-rintik, walau hujan tidak deras tetap saja butiran-butiran air yang menempel di kaca mika helm memaksa saya harus mengelapnya sesekali agar pandangan jalan lebih jelas, walau sudah pukul sembilan malam, kondisi jalan dua arah tersebut ternyata masih ramai, mobil berjejeran berjalan pelan menunggu giliran menyalip truk yang paling depan. Karena dari arah berlawanan kosong saya pun bermaksud menyalip rentetan mobil tersebut dari kanan.

Gambar posisi motor tabrak samping mobil

Sampailah saya di belakang motor yang juga sedang menyalip duluan, sehingga posisi saya di belakang motor tersebut sama-sama sedang menyalip rentetan mobil tadi, namun tiba-tiba motor tersebut menyalakan sein kanan, dan langsung mengerem mendadak, saya pun yang dibelakang motor tersebut juga mengerem tapi lagi-lagi rem kurang pakem ditambah pas gigi tinggi engine brake terasa kurang, tak sempat juga saya menurunkan gigi untuk mendapatkan engine brake, saya pun melewati motor itu dengan menyalipnya dari kanan, namun ternyata oh ternyata maksud sein kanan motor tadi bukannya dia mau belok kanan, tapi gara-gara di depannya ada mobil mau belok kanan, saat itu pun saya tau bakalan nabrak mobil tadi.

Sesaat setelah melewati motor ban belakang mengunci di atas aspal yang basah, motor pun melaju seperti di atas es, daya rekat ban dengan aspal sudah tidak ada, sementara rem depan saat itu pun sudah berusaha ditekan tetapi tetap tidak membantu, satu detik dua detik mobil hitam tersebut semakin mendekat dan mendekat, tidak ada bunyi berdecit saat ban belakang mengunci aspal karena pengaruh air, daaaaaan brak!, motor pun mencium body mobil dari sebelah kanan, motor saya jatuh ke kanan, sementara badan saya condong ke kiri,

Alhamdulilah saya selamat, lecet pun tidak ada, kondisi motor retak pada lampu sein kiri, memang tidak terlalu kencang tapi pengaruh jalan licin walau pelan sekalipun, ban tetap bisa mengunci, begitu licinnya jalan malam itu.
Kami pun sama-sama minta maaf, si mobil sudah menyalakan sein kanan sewaktu belok tetapi dia tidak mendeteksi dua motor yang posisinya dari belakang sebenarnya sudah di kanan dan akan meng OT mobil tersebut, motor di depan maksudnya baik menyalakan sein kanan agar di belakangnya tidak mengovertake, dan saya pun yang daritadi di belakang motor tidak melihat sein mobil karena tertutup motor di depan saya tadi ditambah, jadi mungkin lho ini bisa mungkin, saya tidak ada komunikasi dengan sopir mobil tersebtu karena sama-sama tertutup motor tadi, saat sopir melihat spion yang dia antisipasi tentu motor tersebut yang sudah kelihatan mengerem, padahal di belakangnya masih ada saya.

Sekedar analisis dari sudut pandang pengendara motor yang mengalami suatu kejadian.
Read More...

Tuesday, February 12, 2013

Pergi Ke Purwokerto

Pagi hari tepatnya pukul 07.29 WIB semua sudah siap, pagi itu cuaca begitu cerah, sinar matahari saat itu terlihat jelas sekali menembus rindangnya pohon di sekitar rumah, terlihat lurus membentuk garis-garis yang menghujam tanah, hal ini karena sisa kabut di pagi hari, kabut yang makin memperjelas lolosnya sinar tersebut dari tangkapan daun dan ranting. Pagi ini memang waktu yang tepat untuk berangkat, tapi ternyata ada yang belum beres : baut spion kendor, terpaksa saya kencangkan dulu sebelum berangkat, hal ini pun tak menyurutkan semangat saya untuk menempuh perjalanan sejauh kurang lebih200 kilometer nanti.
Jarum bensin kelihatan tinggal seperempat bagian, tak perlu lah mengisinya sekarang, nanti saja diisi kalau sudah benar-benar hampir habis.
Pertama dari selatan masuk Salatiga, melalui ringroad yang baru saja jadi, disini sempat terjadi pengereman mendadak sebelum masuk ring road, sampai sampai ban belakang terkunci,sebelum berhenti, kombinasi kecilnya engine break dan pemakaian cakram pada roda belakang, kronologisnya mobil pertama mau belok kanan sehingga dia memelankan lajunya, mobil kedua bermaksud ingin mendahului dari kiri, kendaraan ketiga yaitu bus juga mendahului dari kiri tapi emang bus dari tadi emang lebih duluan berada di sebelah kiri dan posisinya saat itu juga akan menyalip mobil kedua, sehingga mobil kedua tidak jadi menyalip kiri dan dia rem, saya di belakang bus dari kiri akan berpindah ke kanan, selesai melewati badan bus itu, di kanan ternyata ada mobil kedua tadi yang ngerem, terlalu banyak blind spot. dari sini saya ubah gaya berkendara untuk mendapat penglihatan kondisi yang lebih jelas.
Masuk ringroad Salatiga, pertama masuk memang masih banyak jalan berlubang terkalahkan oleh air hujan, namun kira-kira 100 meter berikutnya adalah jalur yang mulus, empat jalur, yah memang jalur ini adalah jalur yang baru dibuka untuik mengurangi kemacetan kendaraan yang lewat kota. Namun kalau malam masih harus hati-hati beberapa titik masih tidak dilengkapi penerangan jalan.
Perjalanan dilanjutkan melalui jalan tembus Banyubiru ke barat sampai di tanjakan jalur Ambarawa Temanggung, jalur yang melewati tanjakan dan turunan dan berkelok-kelok, sampai di persimpangan hampir saja kelewatan, akhirnya saya putar balik dan masuk ke arah Temanggung, yang tembus daerah Ngranggan. Disini jalan sedikit lurus, tetapi lebih sempit, di jalur ini pula saya mulai isi bensin, kilometer tidak lupa saya catat, waktu sudah pukul 08.35 pagi. tanpa istirahat perjalanan langsung dilanjutkan sampai ketemu lampu merah Ngranggan, terus ke barat ke arah Wonosobo.

Jalur ini adalah jalur menuju Banjarnegara yang diapit dua gunung Sindoro dan Sumbing, jalurnya berkelok-kelok, dan hati-hati saat mendahului karena jalurnya yang berbelok-belok menjadikan area blind spot menjadi besar. Di jalur antara dua gunung ini pun saya terkena Jack pot gara-gara perawatan jalan yang kurang menyisakan lubang menganga di tengah jalan, tidak ada cat putih yang melingkarinya, serta tidak terlihat tanda-tanda alam kalau di titik itu ada Jackpot alias lubang jalan, kalau di pantura lubang sebesar itu dilingkari dengan cat putih agar kelihatan dari jauh, ini mending dilingkari kalau kita berkendara minimal dari kejauhan kelihatan lah, lah ini sama-sekali gak di apa-apain, dikasih tiang juga enggak, dikasih cat juga engga, memang perbaikan disini sangat perlu karena jalur padat, karena kejadian ini saya ubah lagi tehnik berkendara selain harus mengantisipasi tingkah laku pengemudi ternyata saya di daerah sini juga harus mengantisipasi lubang jalan yang biasanya lebih banyak terletak dipinggiran.

Masuk daerah Banjarnegara yang dilalui bus-bus AKAP, ada jurusan Semarang-Purwokerto, Purwokerto Jogja dan lain-lain, kendaraan sudah didominasi dengan plat R yang merupakan kode wilayah eks karesidenan Banyumas disini memang jalur yang sempit, lebih sempit daripada jalur Solo Surabaya, pengemudi dituntut ekstra hati-hati.
Sampai di daerah sebelum Purwokerto melewati jalur yang lurus, di kecepatan 100kmh suara angin begitu kencang, sampai mengalahkan suara mesin, menurut penelitian suara angin di helm memungkinkan berakibat pada pendengaran, padahal sebagian besar kendaraan jenis ini suara angin masih kalah sama suara motor, itu pun dalam kondisi standar, belum lagi yang di modifikasi dengan knalpot racing, saya dukung sekali pemusnahan knalpot brisik pada motor-motor. Selebihnya semoga ada yang mendesain helm yang tidak menimbulkan suara angin terlalu tinggi. Di sini walau jalurnya terlihat lurus dan sepi harus hati-hati karena yang di jalan bukan hanya kita saja, tapi di sana ada yang mau menyeberang, dsb.

Akhirnya pukul 11.00 mampir di pom bensin untuk mengisi bensin kedua kalinya, saya catat lagi angka di odometernya, selisih dari mengisi bensin sebelumnya sekitar 138,4 kilo meter waktu menunjukkanpukul 11.40 siang, total jarak 187,9 km kurang lebih waktunya 4 jam 10 menit. Cuaca Purwokerto siang itu cerah, udara terasa panas, sayapun istirahat dan sekalian Sholat dzuhur. Melelahkan? Ya, istirahat ini pun saya manfaatkan sebaik-baiknya.
Read More...

Thursday, February 7, 2013

Pilih pake hitung mundur atau pake lampu kuning

sebagai pengguna jalan raya pasti gak bakalan lepas dari yang namanya lampu merah. belakangan saya lihat lampu merah yang dilengkapi dengan alat penghitung mundur diubah lagi dengan menggunakan lampu kuning, dan lampu penghitung mundurnya dihilangkan, entah pertimbangan apa penghitung mundur tersebut dihilangkan, yang jelas secara pribadi menurut pendapat saya sih lebih enak pake penghitung mundur.
Kalau ada penghitung mundur dari jauh kita bisa memperkirakan kapan berubah menjadi lampu merah, misalnya angka masih menunjukkan angka enam maka kita akan memelankan kendaraan, berbeda dengan lampu kuning yang menimbulkan persepsi berbeda setiap orang, karena ada lampu kuning kemudian dianggap orang tancap gas, parahnya sampai di tengah lampu berubah jadi merah dan ini malah dianggap pelanggaran oleh pak polisi. Ada lagi yang lihat lampu kuning langsung cepat-cepat mengerem, sehingga mengagetkan kendaraan yang ada di belakang.
Keuntungan yang lain menurut saya jika ada hitungan mundur yang agak lama bisa menghemat bensin, karena hitungan yang lama misalnya 50 detik banyak pengguna kendaraan akan mematikan mesinnya sambila menunggu angka habis, baru mulai hitungan belasan atau satuan kendaraan mulai dihidupkan, untuk kendaraan yang mudah dihidupin saya biasanya mulai menghidupkan pada 5 detik terakhir, tapi kalau kendaraanya agak sulit dihidupin mending antisipasi mulai detik 20 ya,.
Beda dengan kalau tanpa penghitung mundur, kalau kita kira lama, trus mesin dimatikan, tapi tiba-tiba lampu berubah jadi hijau, pastinya kita butuh waktu untuk menghidupkan motor kita, meskipun pasti ada lampu kuning terlebih dahulu, tetapi itupun hanya beberapa detik saja tidak cukup memberikan waktu. Karena pada saat lampu kuning biasanya klakson sudah pada bersahutan, bukan malah hemat bensin tapi malah menimbulka macet kendaraan yang dibelakang kita.
Keuntungan lain kalau dapat memperkirakan kapan saat berubah jadi hijau kapan berubah jadi merah, mungkin ini sedikit tehkik aja ya, kalau lampu merahnya masih lebih dari 30 detik bisa dimanfaatkan tuh belok kiri boleh jalan, lalu putar balik lalu memanfaatkan belok kiri boleh jalan lagi, tapi dengan catatan harus lihat situasi dan kondisi, jangan sampai saat balik kanan malah memotong kendaran yang lain, atau saat belok kiri memotong orang yang lagi menyeberang jalan, selain tidak menimbulkan penumpukan kendaraa, kita juga bisa lebih efisien di jalan. Istilahnya cepat dan aman, kalau bahasa jawanya kan alon alon asal kelakon, tapi kalau ada pilihan cepat dan aman, ngapain pilih yang pelan?, tapi ini semua tergantung masing masing ya mungkin ada yanbg berpendapat ah cuman beda lima menit doang, buat apa, tapi yang namanya keselamatan tak pernah mengenal beda lima atau beda sepuluh, mau cepat atau lambat yang penting hati-hati di jalan raya.
Read More...

Thursday, January 24, 2013

Cara Mudah Membuat Fungsi Terbilang pada Query Microsoft Access

Kalau dulu saya pernah posting cara membuat fungsi terbilang di Microsoft Excell disini, kali ini saya pengen catat membuat fungsi terbilang di Microsoft Access, karena emang Microsoft tidak menyediakan fungsi terbilang. keduanya sama aja sih, tapi menurut saya Access lebih lancar dibandingkan Excell kalau bicara olah mengolah data, pengalaman pake Excell sering lemot-lemot, beda dengan Access yang lancar jaya walau data sudah mencapai ribuan.
Bedanya lagi kalau di Excell, kode dimasukkan melalui menu Developer->Visual Basic, kalau di Access kode ini dimasukkan melalui menu yang namanya Create->Modul kemudian disimpan, cara menggunakannya pun juga berbeda, Excell ditulis langsung di Cellnya (inipun kalau datanya udah nyampe ribuan sering lemot-lemot), kalau Access kan masuk ke Desain Query, klik pada kolom Field lalu pilih menu Builder, nah disitulah kita nanti menemukan rumusnya tepatnya pada menu Function. Oke biar tidak panjang lebar saatnya masuk ke catatan inti.

Cara pertama
Copykan kode ini pada modul kemudian jangan lupa disimpan ya :)
Public Function Terbilang(x As Currency)
Dim triliun As Currency
Dim milyar As Currency
Dim juta As Currency
Dim ribu As Currency
Dim satu As Currency
Dim sen As Currency
Dim baca As String
If x > 1000000000000# Then
Terbilang = "<>"
Exit Function
End If
'Jika x adalah 0, maka dibaca sebagai 0
If x = 0 Then
baca = angka(0, 1)
Else
'Pisah masing-masing bagian untuk triliun, milyar, juta, ribu, rupiah, dan sen
triliun = Int(x * 0.001 ^ 4)
milyar = Int((x - triliun * 1000 ^ 4) * 0.001 ^ 3)
juta = Int((x - triliun * 1000 ^ 4 - milyar * 1000 ^ 3) / 1000 ^ 2)
ribu = Int((x - triliun * 1000 ^ 4 - milyar * 1000 ^ 3 - juta * 1000 ^ 2) / 1000)
satu = Int(x - triliun * 1000 ^ 4 - milyar * 1000 ^ 3 - juta * 1000 ^ 2 - ribu * 1000)
sen = Int((x - Int(x)) * 100)
'Baca bagian triliun dan ditambah akhiran triliun
If triliun > 0 Then
baca = ratus(triliun, 5) + "triliun "
End If
'Baca bagian milyar dan ditambah akhiran milyar
If milyar > 0 Then
baca = ratus(milyar, 4) + "milyar "
End If
'Baca bagian juta dan ditambah akhiran juta
If juta > 0 Then
baca = baca + ratus(juta, 3) + "juta "
End If
'Baca bagian ribu dan ditambah akhiran ribu
If ribu > 0 Then
baca = baca + ratus(ribu, 2) + "ribu "
End If
'Baca bagian rupiah dan ditambah akhiran rupiah
If satu > 0 Then
baca = baca + ratus(satu, 1) + "rupiah "
Else
baca = baca + "rupiah"
End If
'Baca bagian sen dan ditambah akhiran sen
If sen > 0 Then
baca = baca + ratus(sen, 0) + "sen"
End If
End If
Terbilang = UCase(Left(baca, 1)) & LCase(Mid(baca, 2))
End Function

Function ratus(x As Currency, Posisi As Integer) As String
Dim a100 As Integer, a10 As Integer, a1 As Integer
Dim baca As String
a100 = Int(x * 0.01)
a10 = Int((x - a100 * 100) * 0.1)
a1 = Int(x - a100 * 100 - a10 * 10)
'Baca Bagian Ratus
If a100 = 1 Then
baca = "Seratus "
Else
If a100 > 0 Then
baca = angka(a100, Posisi) + "ratus "
End If
End If
'Baca Bagian Puluh dan Satuan
If a10 = 1 Then
baca = baca + angka(a10 * 10 + a1, Posisi)
Else
If a10 > 0 Then
baca = baca + angka(a10, Posisi) + "puluh "
End If
If a1 > 0 Then
baca = baca + angka(a1, Posisi)
End If
End If
ratus = baca
End Function

Function angka(x As Integer, Posisi As Integer)
Select Case x
Case 0: angka = "Nol"
Case 1:
If Posisi <= 1 Or Posisi > 2 Then
angka = "Satu "
Else
angka = "Se"
End If
Case 2: angka = "Dua "
Case 3: angka = "Tiga "
Case 4: angka = "Empat "
Case 5: angka = "Lima "
Case 6: angka = "Enam "
Case 7: angka = "Tujuh "
Case 8: angka = "Delapan "
Case 9: angka = "Sembilan "
Case 10: angka = "Sepuluh "
Case 11: angka = "Sebelas "
Case 12: angka = "Duabelas "
Case 13: angka = "Tigabelas "
Case 14: angka = "Empatbelas "
Case 15: angka = "Limabelas "
Case 16: angka = "Enambelas "
Case 17: angka = "Tujuhbelas "
Case 18: angka = "Delapanbelas "
Case 19: angka = "Sembilanbelas "
End Select
End Function
terima kasih buat http://marsyaputri.blogspot.com/

Cara kedua
Download file ini, lalau buka, tinggal copy modulnya dan paste langsung ke Navigate Pane file punyamu(menu yang ada di sisi kiri)

Kemudian cara pakainya keduanya sama, yaitu seperti penjelasan di atas pada saat masuk menu Desain Query, klik kanan Field, lalu pilih menu Builder, di Menu Expression Builder, pilih Function, kalau sudah dapet rumusnya pilih juga tabel dan kolom apa yang akan kita baca terbilangnya.
Update 09 Oktober 2013 ternyata setelah dicoba-coba ada eror seribu malah dibaca satu ribu, mungkin ada yang bisa memperbaiki?
,
Read More...

Monday, November 26, 2012

Menikmati Kota Semarang dari atas Menara

Segera saja dua lembar uang dua ribuan itu saya bayarkan ke petugas, tapi kemudian petugasnya menolak “tiga menit aja dulu”, brarti saya mesti bayar 1000 dulu deh, biar bisa gantian, okelah. Teropong pun saya pegang, lalu saya mulai mengamati pemandangan dari teropong tersebut, ada rumah orang, jalan, pohon, kebun, gang, semuanya jelas sekali tapi kalau saya lihat dengan mata telanjang sedikit susah untuk menentukan sebelah mana tempat yang saya teropong tadi, ditambah mata saya sebenarnya sudah minus sih, jadi inget kalo liat teropong dari menara MAJT ini seperti melihat mikroskop, dimana apa yang kita lihat dengan mata telanjang yang seperti tidak ada makhluk hidup (lebai :D) tapi setelah dilihat pake mikroskop ternyata ada kehidupan yang kompleks disana hehe, liat mobil, bus di jalan pun seperti liat mainan RC.
pengen tau rute kesana/foto-fotonya, atau lainnya yang pasti gogling aja sudah banyak yang nulis, disini yang menarik ada menara setinggi 99 meter, paling atas bisa liat-liat pake teleskop, bawahnya restoran, lalu lantai 3,4 ada museum, HTM 5000 kalau 2008 dulu pas saya kesini bersama kakak, dan sepupu, cukup masukin koin buat teropong, tapi sekarang enggak lagi, kemarin dijaga sama petugasnya, dan kalau sudah time over, teropong nutup sendiri, jadi kesannya gak rebutan dengan pengunjung lain,

di lantai 2 sama 3 menara ada museum, isinya ya foto-foto mulai dari yang mulanya sawah doank sampai terbentuk Masjid Agung yang megah ini

Masjid Agung Jateng MAJT

Pemancangan tiang pancang MAJT dilakukan oleh Menteri Agama RI Said Agil Husin Al Munawar, Ketua MUI Pusat KHA Sahal Machfudh dan Gubernur Jawa Tengah Mardiyanto pada tanggal 06 September 2002, upaca ini dihadiri juga oleh tamu-tamu dari negara Islam,

tiang pancang MAJT 2002

Pada tengah jalan masuk utama terdapat taman dengan hiasan air mancur yang dapat dimaknai sebagai sengkalan memet (lambang tanda tahun dalam horoskop Jawa Sucining Guna Gapuraning Gusti=1934 Jawa atau 2001 Masehi).


"yg moto awalnya ga keliatan, tapi setelah diedit edit di kompi baru ketauan, gara-gara saking silaunya"



Disamping selatan taman berdiri Menara Al-Husna(Al Husna Tower) setinggi 99 meter yang didalamnya terdapat studio Radio Dais(Da'wah Islam), Museum Perkembangan Islam Jawa Tengah, teropong pandang, perangkat teknologi modern rukyatul hilal untuk menentukan awal bulan qomariyah dan restoran berputar.

Ruang sholat utama dapat menampung 4000 orang jamaah, di atasnya terdapat balkon tempat sholat bagi wanita yang berkapasitas 1000 orang. Perluasan sayap kanan / kiri bangunan utama mampu menampung masing-masing 1000 jamaah.

Bangunan utama masjid berdenah bujur sangkar, terletak pada permukaan tanah yang ditinggikan, ini adalah ciri utama masjid menurut tradisi masjid-masjid di Nusantara. Di depan masjid terdapat plaza (maidan, tempat terbuka) untuk menampung jamaah pada sholat Ied atau kegiatan lainnya, dinaungi dengan enam buah payung elektrik raksasa yang dapat dilipat atau dikembangkan sesuai kebutuhan.

Di kedua sisi bangunan utama terdapat dua bangunan sayap, sebelah selatan untuk sarana kemasyarakatan (hall serbaguna), di sebelah utara untuk sarana pendidikan, Di depan plaza terdapat qanatier (lengkungan) yang berfungsi sebagai gerbang pembatas (kelir) bagi para pengunjung, memuat tulisa (khat) kalimah syahadat, Asmaul Husna, Surat Al Ikhlas, Al Fatihah, Al Mukminun dan Al Andbiya, sementara tiang lengkungan (qanatier) berjumlah 25 buah mengingatkan 25 nama rasul.
Read More...

Thursday, November 8, 2012

Segera periksakan ke dokterbila batuk sudah lebih dari dua minggu

Itu adalah tulisan terpampang di depan salah satu Rumah Sakit Paru di tanah air, memang batuk adalah hal yang lumrah, merupakan bentuk pertahanan tubuh kita saat tubuh ingin mengeluarkan kotoran, karena jika tidak dikeluarkan malah bisa berbahaya (seperti saat kita bersin) oleh karena itu sebaiknya tidak ditahan-tahan, bahkan setelah bersin pun dianjurkan membaca Alhamdulilah karena kuman kuman dari dalam tubuh disemprotkan diusir keluar melalui mekanisme bersin. Hal ini patut kita syukuri bahwa Dia menciptakan mekanisme yang sangat sempurna bagi makhluk hidup, hanya saja yang kita perhatikan adalah tata cara adab batuk/bersin. yang tadi lumrah ya, la ini kalau batuk yang dikeluarin darah? walah. Pasti muncul pertanyaan besar mengapa? Apa, dsb, Kenapa tubuh sampai bereaksi demikian sehingga darah sampai harus dianggapnya kotor dan dikeluarkan melalui mekanisme batuk?
Batuk darah bisa disebabkan TBC, atau bisa aja radang paru, TBC bisa diketahui melalui pemeriksaan dahak, foto rontgen dada, kalau kata dokter, TBC itu paru-paru keliatan fleknya, kalau radang maka hasil foto rontgen putih putih, penyebab TBC adalah bakteri Tuberkulosis.

Bakteri ini sifatnya suka bermain dengan siapa saja, eits... maksud saya bisa menyerang siapa saja, suka di tempat yang lembab, tidak suka ultra violet, dan bisa menetap dalam tubuh tanpa ketahuan, saya pun sampai sekarang juga tidak tahu sejak kapan bakteri keparat ini (ups maaf ya bakteri) ada di tubuh saya, hanya saja setahu saya saat badan sedang fit bakteri ini mulai menunjukkan taringnya.

TBC ini ada yang ringan, sedang dan berat. Yang ringan tentu obatnya lebih sedikit, tapi kalau pasien lupa obat sehari saja maka bisa jadi bakteri menjadi kebal dan harus mengulang obat dari awal, padahal minimal pengobatan TBC adalah 6 bulan, tapi jangan khawatir pemerintah telah punya program pemberantasan TBC dan gratis (tulisan di Puskesmas Ampel memang gratis lho)

kenang-kenangan ulah si bakteri tersebut hehe :

juga ada tips pas tes darah kalau albumin kurang alias badan lemes minum sari ikan kutuk atau gabus, beli di apotek.
Read More...