Friday, January 9, 2026

Damri Jakarta Solo Yogyakarta 225Ribu Kelas Bisnis Libur Nataru 2025 2026


Halo selamat sore semuanya, kali ini saya akan mencatat lagi riwayat perjalanan bus-busan saya di blog ini, jangan khawatir karena perjalanan kali ini bukan Rosin rosinan lagi ya, kali ini saya naik PO yang belum pernah saya coba, Damri jurusan Jakarta Solo Yogyakarta, kalau dulu PO Damri Jakarta Solo ini, saya pernah ngompreng meteran Krapyak Boyolali, kali ini, seperti apa ya? silahkan disimak tulisannya.


Pembelian tiket
Mengejutkan sekali, ternyata DAMRI sudah online, bisa beli melalui website, bisa juga beli melalui aplikasi android, setauku sebelumnya hanya beberapa rute saja yang bisa dibeli online. Kali ini, rute Jakarta Solo, Damri bermain di segmen tiket murah, Jakarta Solo hanya 225K saja. Sinar jaya Rp220.000,-. Pembayarannya bisa dipilih sesuai keinginan, bisa transfer qris dsb.

Okupansi penumpang
h min 1 baru terisi 12 dari 32 kursi, catatan yang bagus, karena sebagai perbandingan, h min 1 Rosalia Indah jurusan dan jam yang sama terpantau masih belum terisi.

lokasi agen
lokasi agen di samping agen Harapan Jaya, bagi yang pengen lihat peta terminal pulo gebang, bisa intip postingan ini1

Hari h keberangkatan
rincian perjalanan
19:10 WIB
Start dari lokasi awal, naik motor, kondisi hujan rinti-rintik, jalan basah, jadinya harus hati-hati.

19:45 WIB
Sampai juga di Terminal Pulo Gebang, kondisi masih hujan rintik-rintik, menuju lokasi parkir motor yang tampak penuh, ternyata masih ada sisa slot ya.
Menuju agen, langsung konfirmasi tiket, dan mendapatkan selembar tiket fisik print-printan kertas kecil yang simpel, Tertulis plat bus 7518 dengan posisi parkir di pintu 9.


Sholat Isya dulu di Masjid lantai 1, setelah itu lalu lanjut ke atas, ternyata bus dengan plat 7518 belum datang, yang datang malah bus lain dengan plat 7520 dengan jam keberangkatan 19:00 WIB dari Kemayoran, akhirnya bertanya kepada petugas berseragam Damri, entah itu sopir atau siapa, diinfokan bahwa bus tujuan Solo Yogya adalah 7520, entah kenapa di tiket tertulis 7518, akhirnya langsung naik sesuai nomor kursi, toh kalau bukan bus ini nanti terkonfirmasi sendiri melalui nomor kursi ya.

Denah tempat duduk terbalik kiri dan kanan
ternyata posisi duduk bus 7520 ini kebalik dengan denah di kursi onlinenya, yang biasanya nomor 1 dimulai dari kiri, kalau bus ini nomor 1 dimulai dari kanan, namun tidak masalah karena jumlah masih sesuai.

20:10 WIB
Bus diberangkatkan dari Pulo Gebang dengan okupansi penumpang masih kosong 8 kursi.
pandangan ke depan

Ternyata Banter juga
untuk kecepatan Jakarta Cikampek tidak terlalu kencang karena memang kondisi jalannya merayap, tapi menjelang Cikampek ke timur, laju bus terpantau menunjukkan tajinya dengan menggeber di turunan Cikampek sampai 120kmh.

21:45 WIB
Berhenti di Rumah Makan Taman Lestari KM 102 untuk kontrol jumlah penumpang dilanjutkan makan malam, ternyata walau tiketnya Rp.225K, tetap dapat makan ya.

menu makanan


22:25 WIB
Bus berangkat dari rumah makan setelah istirahat selama kurang lebih 40 menit, di tol bus ini digeber banter juga. Berbeda dengan suspensi udara yang perlu ekstra hati-hati, pemakaian suspensi daun bus ini, menambah keyakinan sopir untuk tidak ragu menginjak pedal gas di tengah kondisi tol yang kadang bergelombang, beberapa kali bus sampai mumbul-mumbul saat melewati jalur yang bergelombang, menyalip berbagai macam bus. Tentu saja bagi beberapa penumpang, hal ini membuat kurang nyaman, karena selain goncangannya yang kencang juga suara angin sampai masuk kabin.

01:00 WIB
Isi solar selama 20 menit di KM 338 Pekalongan, antri 2 bus, sempat sopir berseloroh akan memodifikasi tangki agar bisa diisi dari kanan dan kiri agar lebih fleksibel memilih antrian di spbu.

01:20 WIB
Bus berangkat lagi

02:15 WIB
Gerbang Tol Kalikangkung

02:20 WIB
Menurunkan penumpang di exit tol Krapyak

03:50 WIB
Exit tol Ngemplak, berhenti selama kurang lebih 30 menit memperbaiki fan belt AC yang entah retak/putus/rusak

04:20 WIB
Bus berangkat lagi, tapi tanpa menyalakan AC karena fan belt tadi tidak kuat terpasang, setiap dicoba selalu lepas/putus, mungkin perlu diganti yang baru ya. Oiya di dalam bus ini, sopir/kru merokok di dalam bus, jadinya bisa dibayangkan berada di dalam bus tanpa jendela, acnya mati, plus asap rokok, ha ha

05:30 WIB
Finish Terminal Tirtonadi


Lanjut Sholat Subuh di Masjid, terpantau banyak juga yang istirahat di sini, sayang sekali tidak ada penjaga penitipan, jadinya barang tetap dibawa ke kamar mandi ya.

denah rute angkutan umum dari dan ke Terminal Tirtonadi, sayang sekali ternyata fotonya blur ya

Lanjut sarapan di warung terminal.
Lanjut menuju halte arah barat, nunggu Sugeng Rahayu belum muncul-muncul, akhirny naik Raya.

05:40 WIB
Raya berangkat dari Tirtonadi, tarifnya Rp20.000,- Solo-Amp, lagi-lagi tidak diberi tiket, entah ini memang kebijakannya seprti ini apa bukan ya he he.

06:50 WIB
Sampai tujuan, perjalanan 1 jam 10 menit di pagi hari, cepat juga walau tidak ngebut.




Biaya
Transport
Parkir motor 29K/2=14K
Damri 225K
Raya 20K
Total 260K

Data dari spionam
BERIKUT HASIL PENCARIAN ANDA :
Nomor Kendaraan : F7520AC
Nama Perusahaan : PERUM DAMRI CABANG BOGOR
Jenis Angkutan : AKAP
Nomor Kartu Pengawasan (KPS) : SK.00051/AJ.205/4/DJPD/2019/100002977-00006
Masa Berlaku KPS : 05 Oktober 2024
Kode Trayek : 3271330201
Trayek Kendaraan : TERMINAL BARANANGSIANG (BOGOR) - TERMINAL BULUPITU (BANYUMAS)
Rute Trayek : Terminal Baranangsiang - Terminal Harjamukti - Terminal Tegal - Terminal Bulupitu
Jenis Pelayanan : EKONOMI
Seat : 44
Nomor Uji Berkala : JKT-801638
Masa Berlaku Uji Berkala : Cek disini
Merek : MERCEDES BENZ
Nomor Rangka : MHK368006AJ00****
Nomor Mesin : 904973U082****
Nomor SRUT : -



Kesimpulan
Damri Kelas Bisnis Jurusan Jakarta Solo Yogyakarta, AC, Toilet, Non snack, Makan 1 kali, Arm Rest, tanpa leg rest, tanpa footrest
Mesin Hino RK8 leaf suspension



Kru
-Kru merokok di dalam bus, bagi yang tidak tahan bisa dipertimbangkan hal tersebut

Bus
+Single glass, sehingga pandangan ke depan leluasa, tidak membuat pusing, tanpa sekat
+Tersedia colokan USB tipe C

-Denah kursi tidak sesuai, kebalik antara kiri kanan dengan di menu
-Bus belum suspensi udara
-Tidak ada GPS bus memantau bus sampai mana, tapi saat itu kedatangan dan keberangkatan bus di Pulo Gebang, terpantau on time, jadi tidak terlalu bermasalah ya
-belum ada CCTV di dalam bus untuk keamanan

Pelayanan
-Bus terlalu ngebut di tol, suara angin sampai masuk kabin, jadinya mengganggu yang akan istirahat
-Penurunan penumpang terbatas di kota besar saja, misalnya Solo, Yogyakarta, Surabaya, Malang, jadi nanti harus nyambung kendaraan umum lagi

Aplikasi Damri
-Walau tidak ada rute, namun tetap muncul di menu pencarian tiket online, misalnya tidak ada rute Salatiga Jakarta, namun di aplikasi, masih bisa memilih rute Salatiga Jakarta, walau setelah di klik search kosong, seharusnya bila memang tidak ada rute busnya, tidak dimunculkan di menu search.

Akhir kata terima kasih kepada para pembaca dan semua pihak yang berpartisipasi pada perjalanan ini sehingga selamat sampai tujuan.


Referensi
1https://myspacenote.blogspot.com/2023/10/gagal-naik-sant-gold-akhirnya-naik-bus.html
2https://spionam.dephub.go.id/?noken=F7520AC#kendaraan

Related Posts by Categories



0 comments :

Post a Comment

mohon koreksinya apabila salah (CMIIW), silahkan berkomentar dengan baik, penulis tidak bertanggung jawab atas apa yang anda sampaikan, jadi silahkan anda bertanggung jawab dengan apa yang anda sampaikan, terima kasih telah berkunjung, semoga bermanfaat [ baca disclaimer]