Selamat pagi, kali ini, saya catatkan lagi catper naik PO Blue Line, PO AKAPnya dari bus pariwisata Blue Star yang kini membuka kembali layanan AKAPnya. Bagiamana perjalananya? apakah ada upgrade setelah off beberapa bulan? masih ugal-ugalan? 1bagi yang penasaran silahkan simak terus tulisan di bawah ini.
Pencarian PO
Sebenarnya akan naik Rosalia Indah lagi, namun karena habis, terpaksa, mencari bus yang lain, kebetulan Blueline buka AKAP lagi, karena penasaran seperti apa pelayanannya apakah masih ugal-ugalan1 atau sudah berubah?, jadinya diputuskan naik ini saja.
Pencarian nomor agen
Agen Salatiga tercatat di hp saya +62 813-2521-4787. Namun itu masih dulu, sebelum PO ini off AKAPnya dan masih ragu itu apa bukan nomornya, untuk meyakinkan lagi, akhirnya cek postingan terdahulu1, saya cek nomor tersebut dengan nomor di lembaran tiket yang pernah saya catat di blog saya dulu, dan ternyata memang sama dan itu nomornya ya. Coba hubungi melalui Whatsapp, ternyata masih aktif, selanjutknya melakukan tranksaksi melalui transfer bank.
Oiya dari hasil penelusuran dan pengecekan melalui grup facebook, mendapatkan nomor beberapa agen blue line yang lain, ada agen ciledug pak heri 085887390966, dan agen pulo gebang 085719357337. Silahkan tuliskan di kolom komentar apakah nomor agen tersebut asli apa nomor penipu, karena Blueline sendiri tidak ada list/link tree nomor resmi yang terbaru, adanya nomor agen yang lama3, bahkan baru-baru saja, masih ada kejadian penipuan nomor agen di facebook.2.
Pencantuman nomor resmi penting, namun itu saja belum cukup, PO Rosalia yang sudah mencantumkan nomor resmi di websitenya saja, masih ada mengalami penipuan karena masih percaya nomor di google map, apalagi ini Blue Line yang tidak punya list resminya sama sekali. Namun memang jalan paling utama adalah jangan malas pergi ke terminal untuk memastikan daripada mencari melalui facebook atau google map. Kalau saya masih mempercayai nomor tersebut karena memang benar-benar tercantum di tiket resminya dan bisa dicek langsung1
Harga tiket
harga tiket entah ini harga promo atau harga reguler tidak disebutkan juga, yaitu Rp200k Salatiga ke Pulo Gebang
pembayaran melalui transfer bank dengan biaya transfer Rp1500,-
Bisa beli di situs online
saat tulisan ini ditulis, ternyata tiket blueline bisa dipesan online melalui tiket.com
Pilih menu (new)
hal yang baru kali ini, yaitu sebelum berangkat ditawari menu makanannya, terlihat menarik dan terlihat wah ya, walau rasanya entah bagaimana.
Okupansi penumpang
Bus yang saya tumpangi tertulis di sketsa tiket, memiliki jurusan Sragen Ciledug, okupansi penumpang h min 3 keberangkatan arus balik tahun baru 2026 masih terisi 14 kursi saja dari kapasitas 36 kursi, namun pada hari h terpantau penuh.
Catatan perjalanan
17:45 WIB
menunggu bus di titik awal, menunggu bus Solo Semarang sampai sekitar 25 menit, cukup lama juga ya, ternyata bus baru muncul sekitar 18:10 WIB, itu pun bukan Solo Semarang, tapi Sugeng Rahayu dari Surabaya.
18:10 WIB
Naik Sugeng Rahayu W7283, banyak penumpang berdiri. Ternyata tarikan busnya masih khas Suroboyonan, kencang, lepas Sruwen hujan deras turun, hal ini tak menghentikan semangat bus melaju kencang.
Kabar bagus buat PO lokal Solo Semarang?
saat naik Sugeng Rahayu ini dengan tarif harga Rp10.000,-, tidak diberi tiket, entah ini kebijakan po atau apa, menurut kamu ini kabar bagus atau kabar buruk buat po lokal Solo Semarang?
18:35 WIB
Sampai di Tingkir, turun di lampu bangjo karena bus tidak masuk terminal. cuaca rintik, lanjut berjalan menyeberang jalan ke Terminal, langsung naik ke lantai 2, tempat kumpulan agen.
Naik ke lantai 2, ketemu agen
Penampakan tiket, aneh juga bayar Rp200.000,- tapi dapat kelas Patas yang harganya Rp190.000,-, entah apa sebabnya ya, silahkan yang berkomentar kira-kira apa penyebabnya ya.
dan ini nomor agennya, secara desain dan tampilan, masih seperti dulu, entah nomor nomornya ada yang berubah apa tidak semenjak off
Selesai agen, langsung menuju ruang tunggu yang ternyata sudah ramai.
Salah naik Bus
Oleh agen saya diminta naik bus kelas Patas yang tulisan di tiketnya Rp190.000,- itu.
Menunggu di ruang tunggu bawah, muncul bus BL21 kelas bisnis, ternyata nama saya dipanggil, bahkan dengan nomor seat, dan tujuan sama, namun tetap tidak diperbolehkan naik agen karena menurut agen, saya harusnya naik kelas patas, anehnya, agen juga terus menerus memanggil nama saya, dengan kursi yang sama dengan tiket saya, dan tujuan yang sama dengan tiket saya.
Aneh juga agen di Salatiga ini bingung sendiri ha ha, padahal secara probabilitas sangat kecil kemungkinannya, ada dua orang di dunia ini, dengan nama sama, berangkat dari terminal yang sama, berangkat pada hari yang sama, menuju kota yang sama, bahkan nomor kursinya pun sama, itu bisa terjadi.
Ya seperti yang kita duga, sampai kering petugas yang memanggil-manggil, tetap tidak muncul orang tersebut, akhirnya bus berangkat meninggalkan "orang" tersebut.
Beberapa saat kemudian, saya dikabari kalau harusnya bus saya benar BL21, bukan Patas, sudah bener busnya yang tadi, akhirnya diikutkan bus berikutnya yaitu BL03 sampai rumah makan.
Keuntungan bagi saya karena bisa merasakan dua armada sekaligus pada perjalanan kali ini ya.
BL03
20:45 WIB
Berangkat dari Terminal Salatiga naik BL 03, okupansi BL03 hampir 90% terisi,
Bus BL03 Bocor
malang nasib penumpang 2D yang basah barangnya, karena terkena kebocoran air hujan. ternyata body BL3 ini bocor di bagian samping, tepatnya di posisi tiang jendela, penumpang menggerutu di dalam bus, sambil menyumpal lubang tersebut dengan korden bus. Kru berjanji menyampaikan masalah tersbut di rumah makan agar segera ditangani.
Beruntung bus hanya mampir di Agen Ungaran dan Banyumanik, sebelum sampai Rumah Makan Sari Rasa.
22:45 WIB
BL03 sampai Rumah Makan Sari Rasa, di rumah makan hanya terparkir 1 Blue Line, BL21, penumpangnya terpantau masih belum selesai makan. Ternyata kok selisihnya tidak lama ya, padahal tadi berangkatnya 40 menit lebih dulu dari Tingkir.
Menu bervariasi sesuai pesanan
saat mengambil makanan, ternyata makanan sudah siap, hanya saja, sayang sekali, makanan sudah dingin.
23:10 WIB
Berangkat dari Rumah Makan Sari Rasa naik BL21.
Sekilas interior BL21
23:20 WIB
Berhenti sekitar 15 menit, sebelum pintu tol Weleri, entah apa tujuannya tidak jelas.
Perjalanan di tol
Entah bus ini masih ugal-ugalan/kencang seperti dulu atau tidak, tidak bisa teridentifikasi karena posisi duduk saya yang di belakang. Saya pun memilih tidur, meskipun tidak benar-benar tidur ya, ya namanya juga di dalam kendaraan.
Suara gardan khas mobil lama yang berisik
suara gardan bus ini nyaring sekali ketika berada di kecepatan atas, mungkin sekitar 50 kmh ke atas muncul suara tersebut.
04:25 WIB
Mampir di Rumah Makan Markoni, entah ini tidak jelas mau berhenti lama apa cepet ya, jadinya penumpang bingung mau turun apa tidak, harusnya ada pengumuman ya, minimal perkiraan berapa lama berhenti. Tapi bagi yang terbiasa seharusnya sudah tidak bingung.
04:40 WIB
Ternyata bus hanya berhenti untuk cek penumpang saja, walau begitu penumpang yang ke toilet tetap ditunggu, total waktu berhenti sekitar 25 menit karena menunggu penumpang ke toilet tadi, ada juga penumpang yang turun membeli kopi di pagi hari.
05:10 WIB
Menurunkan penumpang di Cikopo, Cikampek
Masuk tol bayar 2 kali di GT Cikopo dan GT Cikampek
Oiya terpantau saat menuju jakarta dari Cikopo ini ternyata melewati gerbang tol dua kali dengan jarak yang dekat, yang pertama pintu tol Cikopo, yang kedua bayar lagi di pintu tol Cikampek. Entah kenapa bisa dua kali ya, mungkin ada yang tahu?
05:50 WIB
Menurunkan penumpang di Karawang Barat, lepas Karawang Barat, langsung disambut kemacetan, diperkirakan google map bisa lepas macet setelah 35 menit via tol, realitanya lebih dari itu, kali ini google mapnya bisa nguawur juga, silahkan baca di bawah.
disini terpantau ujung kemacetan masih di Karawang Barat
07:15 WIB
Sampai 1,5 jam, masih terjebak macet, bahkan terpantau kemacetan saat ini ekornya mencapai Karawang Timur, terbukti kali ini google map nguawur estimasinya, estimasi 35 menit lepas macet, eh sudah 1,5 jam masih posisi macet.
07:30 WIB
lepas macet, alasannnya ternyata...
ternyata tidak ada kejadian apa-apa di ujung kemacetan, murni hanya penyempitan lajur saja, tidak tampak kejadian kecelakaan, hanya tampak beberapa truk besar yang parkir di bahu jalan,
ternyata hal seperti ini saja bisa membuat macet sampai Karawang Timur. Mungkin efek arus balik ya.
07:35 WIB
Cikarang barat, turun di pinggir tol, di bawah kolong jalan, entah ini penumpang nanti naik dari mana.
07:50 WIB
macet masuk bekasi timur
Banyak PO lain juga telat
disini terpantau banyak PO lain telat masuk Jakarta. ada PO Mawar jurusan Surabaya Malang Jakarta, PO Rosalia Indah Madiun, Semin juga baru sampe sini. Mtrans Kediri juga baru sampai sini.
08:00 WIB
Baru bisa menurunkan penumpang di agen Bekasi Timur
08:30 WIB
Baru bisa lepas dari kemacetan Bekasi Timur, butuh waktu sampai 30 menit hanya untuk menurunkan penumpang di sini ya.
08:45 WIB
Sampai finish di Terminal Pulo Gebang
Bayar parkir motor Rp29.000,- dari Jumat malam sampai Senin pagi, atau 2 hari 12 jam
09:20 WIB
Sampai tujuan, perjalanan hanya sekitar 30 menit karena memang tidak ada macet.
Biaya
Bus Sugeng Rahayu Rp10K
Bus Blue Line Rp201K
Parkir motor Rp29K
Total Rp240K
Kesimpulan
Reviu Blue Line BL21 AC Toilet, Suspensi Udara, Reclining seat, arm rest, non leg rest, non footrest, non snack, makan 1 kali sesuai pilihan menu, non USB charger.
Agen
-Belum ada list agen terbaru sejak buka AKAP lagi, sempat harus mencari di facebook, yang rawan penipuan
-Salah kelas bus, bayar bisnis dapatnya patas, namun akhirnya direvisi lagi sesuai pembayaran, yaitu kelas bisnis
Perjalanan
-Sering berhenti tidak jelas untuk apa
-tidak ada pengumuman berhentinya buat apa, lama apa cepat, bisa ke toilet apa tidak, seperti saat di Markoni, jadinya bagi yang pertama naik pasti bingung mau turun apa tidak
+Kru tidak merokok di dalam bus +-Ampiran banyak, tapi wajar dan bisa diterima karena sudah ada jalan tol
Armada Bus
-Suara gardan muncul di kecepatan atas
-tidak ada colokan usb charger di atas penumpang, namun sebenarnya bisa colok di samping sopir, atau cas penuh sebelum berangkat
-harus mampir isi solar, apesnya dapat rest area yang muacet hari libur tahun baru, BL21 sampai menghabiskan 1,5 jam hanya buat antri isi solar.
-Ada unit yang bocor saat hujan seperti BL03
-menurut pendapat pribadi, tebalnya kursi tidak menggambarkan empuknya kursi ya, selama ini banyak kursi yang hanya menghabiskan space saja.
+Suspensi udara
+Single glass
Agen Terminal Bekasi Timur
-Akses masuk dan keluar macet, bahkan bisa sampai 40 menit di agen ini, terpantau penyebabnya karena lampu merah dan banyak bus berputar arah. Solusinya tentunya membuat fly over, atau para agen di sini patungan membeli tanah untuk dijadikan kumpulan agen, ruang tunggu dan akses berputar bus.
Akhir kata, terima kasih kepada para pembaca sekalian dan para pihak yang berperan dalam perjalanan kali ini sehingga sampai tujuan dengan aman.
Referensi
1https://myspacenote.blogspot.com/2023/03/blue-line-bl10-jakarta-salatiga.html
2https://www.facebook.com/groups/214887290190710/posts/1394753862204041/
3https://www.instagram.com/p/Ck-PDuKvZF3/?img_index=3











0 comments :
Post a Comment
mohon koreksinya apabila salah (CMIIW), silahkan berkomentar dengan baik, penulis tidak bertanggung jawab atas apa yang anda sampaikan, jadi silahkan anda bertanggung jawab dengan apa yang anda sampaikan, terima kasih telah berkunjung, semoga bermanfaat [ baca disclaimer]