Sunday, August 16, 2020

Juan Cliff

Makin lama manusia makin ekspansi kemana-mana ya, ini adalah pemikiran yang muncul kala melihat perkembangan tempat wisata di Bali, hampir lokasi demi lokasi mulai dibuka untuk tempat wisata, tempat yang dulunya terlihat perawan, hijau dan bersih, lama-lama dibuka oleh orang untuk dijadikan lahan bisnis wisata. Kalau jaman dahulu di Bali yang diingat adalah Pantai Kuta dan Sanur, sekarang di Bali mulai dibuka pantai-pantai baru, dulu apakah anda pernah mendengar pantai Pandawa? tentu saat itu Pantai Pandawa masih berupa semak belukar, sekarang? sudah dibuka untuk menarik wisatawan.

OK Back to the topic mengenai Juan Cliff, untuk menuju kesana, caranya gampang, tinggal cari di google map dengan kata kunci juan cliff di daerah pecatu, entah ini kok namanya juan cliff, entahlah, untuk masuk kesana tinggal ikuti jalan raya, dan kalian akan menemui jalan kecil memasuki kebun kebun yang sempit dan belum diaspal, jalan kecil ini berupa jalanan batu cadas, terlihat pula ranting di kiri dan kanan habis dikepras. Tidak ada pintu gerbang masuk ataupun tempat tiket seperti tempat wisata pada umumny, tempat ini lebih terlihat blusukan ke kebun melewati jalan kecil yang hanya muat satu mobil kecil.

Awal datang kesini adalah keisengan mencari sunset di Pecatu, melihat ada jalan kecil di google map yang mengarah ke Pantai di sisi barat, saya coba telusuri jalan itu, dan ketemulah tebih ini, sebelumnya pernah mencoba sekali dan ternyata malah mengarah ke villa privat. Tidak semua jalan kecil yang terlihat di google map bisa dilewati, beberapa sudah dipagar dengan pagar seng, tidak bisa dilewati sembarang orang, pertanyaannya itu pagar siapa? apakah milik pribadi? apakah akan dibuat tempat wisata privat?.

Pertama kali masuk tidak akan menyangka ternyata di dalam sudah ada motor motor parkir, ternyata sudah ada beberapa orang nongkrong disana. Begitu sampai kita terlebih dahulu berjalan beberapa meter dan nantinya akan menemui tebing yang cukup membuat bulu kuduk berdiri karena tebing ini masihh belum ada pagar pengaman dan juga ketinggiannya yang cukup membuat kita ngilu pas lihat ke bawah, kalau dalam bahasa jawa cukup dengan kata simpel "singup". Namun bila memandang lurus ke depan, kamu dapat melihat pemandangan laut dan sunset di sore hari, namun kala itu awan menutupi matahari sehingga bulatannya tidak begitu jelas.

di dekat situ juga ada bangunan berupa menara, dan bila berjalan beberapa meter ke selatan akan ketemu jalan setapak yang sudah di cor, dengan pemandangan tebing seperti ini

disitu juga terlihat beberapa orang melihat sunset disitu, menurut saya tidak masalah asalkan tidak mengotorinya dengan sampah.

Related Posts by Categories



0 comments :

Post a Comment

mohon koreksinya apabila salah (CMIIW), silahkan berkomentar dengan baik, penulis tidak bertanggung jawab atas apa yang anda sampaikan, jadi silahkan anda bertanggung jawab dengan apa yang anda sampaikan, terima kasih telah berkunjung, semoga bermanfaat [ baca disclaimer]