Monday, April 21, 2014

Sedikit Catatan Naik Bus

Sore hari saya cari tempat penitipan motor, ternyata ada, sebelah barat jalan raya, soalnya yang sebelah timur jalan raya tutup gara-gara libur. 10 Ribu untuk nitip jumat sore sampai minggu pagi. Tempat penitipannya pun terkesan apa adanya, tanpa karcis, tanpa catatan apa-apa. Yasudah deh, daripada ga ada sama sekali. Selanjutnya saya menuju agen Rukun Jaya di dalam terminal, karena Bus belum datang, saya duduk-duduk dulu disitu sambil lihat-lihat bus yang lewat. Terlihat beberapa armada AKDP Solo Semarang seperti Safari, Royal Safari, Taruna, Ismo, Rajawali dan Raya, Ada juga bus AKAP tujuan Jakarta yang bersliweran seperti Gunung Mulia, Tunggal Dara, dll. Sekitar jam 3 sore datanglah armada Tunggal Daya dengan baju barunya Legacy Sky SR-1 yang terlihat anggun sewaktu mau parkir, memang apapun busnya kalo pake model yang ini pasti terlihat anggun. Apalagi yang new Legacy yang matanya lebih sipit, juga tak kalah anggun. Beberapa saat kemudian saya dipanggil buat naik bis ini. Wait, tunggu dulu, bukannya saya ga pesen Tunggal Daya?

Sebelumnya, Pagi Hari, datang ke Agen Rosalia Indah buat ngincer Non AC, ternyata belum pasti jam berangkatnya, Pantura Macet dan armada Non Acnya ini belum pasti nyampenya kapan, bus yang ketimur pada telat), ditawari yang 150 Ribu AC, saya kurang sreg, terlalu mahal, selain itu berangkatnya terlalu malam, sekitar jam 7 malam, Rosalia Indah saya coret dari daftar. next target yaitu Bogor Indah yang berada di deret kios sebelah selatan Terminal, ternyata harganya sama saja, 140 Ribu untuk tujuan Bogor. Bogor Indah pun ikut tereliminasi. Akhirnya nanya ke Agen Rukun Jaya, kali ini cocok. 120 ribu kelas patas, berangkat setengah 4 sore, tujuan Bogor tapi sampai Cibinong saja. Bus yang mau berangkat ini bukan armada dari Jakarta, startnya dari timur, jadi bisa diprediksi jamnya.

Sore hari saya datang, dan berganti bus seperti yang saya sebut di Paragraf satu di atas, menggunakan Armada gres, baru Tunggal Daya Legacy SR-1, AC Toilet. Saya duduk di seat depan, namun saya kurang beruntung, kursi tidak bisa distel.

15.47
Bus mulai berangkat dari Terminal Tingkir Salatiga.

16.15
Sampai di Pertigaan pintu masuk tol Bawen, antriannya ga terlalu panjang, bus lalu masuk tol Bawen, bayar tiket Rp7000,- .
Tol Baru yang baru diresmikan, pemandangannya juga bagus.
Disini disalip Agra Mas 011, ada kejadian lucu dengan Agra Mas ini, Agra Mas kebablasan di tol yang lurus menuju Surabaya, seharusnya belok ke kiri arah Jakarta, pas bus saya lewat si Agra ini sedang mundur, tapi tak lama kemudian si Agra menyalip lagi.

16.36
Sampai di Pintu tol Banyumanik, bayar Rp6500,-

16.40
Masuk tol tembalang, bayar Rp2000,-

16.48
Masuk tol Manyaran, bayar lagi Rp2000,-
Keluar pintu tol, berhenti dulu di depan agen bus, ternyata penumpangnya belum datang, dan bus harus nunggu dulu sampai kurang lebih setengah jam.

17.25
Akhirnya penumpang yang ditunggu-tunggu datang juga, bus pun diberangkatkan.

18.10
Bus lewat di depan Rumah Makan Sari Rasa

18.28
Bus ternyata berhenti di Rumah Makan Bukit Indah buat istirahat, bukan di RM Sari Rasa seperti teman teman lainnya.

18.53
Bus berangkat lagi, ganti sopir, walau ganti sopir, cara bawanya tetep sama, santai, ngeremnya juga pelan-pelan, keduanya sama-sama memakai teknik mengerem yang menurut istilah saya cara ngerem anti pusing. Kalo ngerem yang bikin pusing itu diinjak terus sampai bus berhtenti, tapi kalo anti pusing itu, rem diinjak sampai hampir berhenti, sesaat sebelum berhenti itulah pedal rem dilepas, jadi seolah-olah bus berhenti tanpa memakai rem, dan cara inilah yang biasanya tidak membuat orang pusing.

Sampai di Pekalongan, bus ini lebih sering disalip, diantaranya disalip Gunung Mulia Legacy, Tunggal Dara Putra, dan satu pemain Purwodadi Garuda Mas.

20.37
Mulai Masuk Ringroad Pemalang, ternyata udah dibikin empat lajur ya disini, disini ketemu juga sama Royala Safari Putih Mesin Depan.

21.18
Melewati Perbatasan Tegal

21.37
Melewati depan kantor Samsat Brebes, disini kendaraan harus berjalan pelan, sekitar 20 kmh saja, karena lubang-lubang jalan seperti siap melahap siapa saja yang kurang hati-hati.
Sampai di Pejagan, Brebes, bus tidak masuk tol, karena nanti akan masuk terminal Cirebon. Sedangkan Bus Gunung Mulia yang bareng tadi terlihat belok masuk Tol yang sebelumnya melewati rel kereta api.

22.59
Bus masuk terminal Cirebon.

23.37
Melewati depan RM Pringsewu
Sampai sini akhirnya ketemu sama pasukan Kudus Haryanto Axele yang nyalip.
Selanjutnya ketemu macet panjang, karena mata ngantuk, saya tidur ayam, kondisinya waktu itu memang susah buat tidur pulas. Dari arah barat kendaraan lebih macet, bahkan sampai ada yang buka jalur, kadang yang macet dari arah timur, dan lagi-lagi ada yang buka jalur, padahal malah bikin macet ya, apalagi dari barat yang sebenarnya sudah macet. Yang dari timur ini terpaksa harus diarahkan pak polisi buat menuju jalan yang benar.

Saking macetnya sopir sampai ketiduran, bahkan harus diklakson kendaraan lain agar bangun. Lepas macet, Bus pun belok ke kiri melewati jalur alternatif yang tembus di Pintu Masuk Tol Cikampek.

04.44 Mulai Masuk tol Cikampek, dilanjut tol JORR, disini sopir berganti lagi.

06.19
Bus melewati Universitas Jayabaya

07.06
Sampai di Terminal Cibinong, di Mall Cibinong ini sedikit macet karena keramaian orang yang lagi nonton INBOX.
Di jalur Bogor Jakarta ini ketemunya sama Bus kecil Jurusan Depok Bogor Miniarta dan Karya Jaya.

07.35
Sampai di Warung Jambu
Ketemu pula sama angkot 09 jurusan Warung Jambu – Sukasari

07.50
Sampai di Baranangsiang

Sedikit gambar tol Bawen Ungaran
jalan baru tol Bawen Ungaran Semarang

jalan baru tol Bawen Ungaran Semarang

jalan baru tol Bawen Ungaran Semarang

jalan baru tol Bawen Ungaran Semarang

Related Posts by Categories



0 comments :

Post a Comment

mohon koreksinya apabila salah (CMIIW), silahkan berkomentar dengan baik, penulis tidak bertanggung jawab atas apa yang anda sampaikan, jadi silahkan anda bertanggung jawab dengan apa yang anda sampaikan, terima kasih telah berkunjung, semoga bermanfaat [ baca disclaimer]