Sunday, April 5, 2015

KRL Jatinegara Bogor

Memasuki stasiun Jatinegara, langsung menuju loket Commuterline, saya membayar 15.000 dan mendapatkan kartu dan selembar slip perjalanan Jatinegara Bogor, 15000 bukanlah harga tiket Jatinegara Bogor, namun 5000 adalah harga tiket KRL Jatinegara Bogor 5000, sedangkan 10000 adalah jaminan kartu.

Setelah selesai membeli tiket, saya masuk melalui portal yang harus dibuka dengan menempelkan kartu saya tadi. Karena KRL Bogor sudah siap, saya pun langsung masuk, dan mencari tempat duduk yang kosong. Berikut ini catatan saya selama perjalanan.

07.48 Berangkat dari Stasiun Jatinegara
07.51 Stasiun Pondok Jati
07.53 Stasiun Kramat
08.54 Stasiun Gang Sentiong
07.58 Stasiun Senen
08.01 Stasiun Kemayoran
08.05 Stasiun Rajawali
08.08 Stasiun Kampung Bandan (yang transit Jakarta Kota turun disini)
08.16 Stasiun Angke
08.21 Stasiun Duri
08.30 Stasiun Tanah Abang (yang transit ke Serpong turun disini)(mulai terlihat penumpang berdiri)
08.36 Stasiun Karet
08.38 Stasiun Sudirman
08.53 Stasiun Manggarai
08.55 Stasiun Tebet
08.58 Stasiun Cawang
09.00 Stasiun Duren Kalibata
09.03 Stasiun Pasar Minggu Baru
09.05 Stasiun Pasar Minggu
09.09 Stasiun Tanjung Karang
09.12 Stasiun Lenteng Agung
09.14 Stasiun Universitas Pancasila
09.17 Strasuin Universitas Indonesia (UI)
09.20 Stasiun Pondok Cina
09.23 Stasiun Depok Baru
09.26 Stasiun Depok
09.35 Stasiun Citayam
Stasiun Bojong Gede, Cilebut ga saya catat waktunya
09.54 Stasiun Bogor
Total perjalanan sekitar 2 jam
Read More...

Langsung Jaya Semarang Jakarta Gunung Mulia Jakarta Semarang

\

Pesen tiket bus dari agen krapyak Semarang tujuan Jakarta, harga tiket 100 ribu, entah dapetnya yang seperti apa. Memang kali ini saya pesen bis ekonomi, murah, bus semacam sapu jagad. Yang jelas info dari agen seatnya 2 3 ber AC. Setelah ditunggu-tunggu, akhirnya busnya datang juga, Bus Langsung Jaya, tujuan Jakarta, bus yang terlihat sudah berumur, namun masih dipakai untuk mencari nafkah, fasilitas seat 2 3, ac didalam, mesih di depan, didalamnya masih terlihat bekas kejayaan masa mudanya TV tabung sebagai hiburan, di belakang masih ada toilet, deretan kursi paling belakang terlihat pula roda dua yang diikat, dibawa pemiliknya untuk keperluannya di sana.
Setelah masuk saya mencari bangku yang kosong, ternyata ada di bagian belakang. Perjalanan pun dimulai, tak lupa saya sesekali memencet catataan di HP saya sebagai berikut :Jam 19.24 bus diberangkatkan
20.10 s.d. 20.32 istirahat di Rumah Makan Sari Rasa
Sampai di Batang, dapat tambahan dari penumpang bus belakang yang mengalami trouble
22.49 sampai di jalan lingkar Pemalang
03.13 berhenti dirumah makan, entah dimana, karena saya memilih tidak turun dari bus dan melanjutkan tidur
05.17 sampai di pintu tol Bekasi Barat
Kurang lebih pukul 06.00 sampai di Pasar Rebo

Gunung Mulia Rawamangun Semarang
Star dari Rawamangun jam 20.09 WIB
22.37 sampai di Rumah Makan Gunung Mulia di Pamanukan, Sampai di Krapyak jam 05.00
Read More...

Wednesday, April 1, 2015

Euro Truck Simulator 2 Multiplayer Rally

ETS2 MP Rally
Travel across Europe with friends and other people all the world, as king of the road, a trucker who delivers important cargo across impressive distances!, your endurance, skill and speed will all be pushed to their limits. If you’ve got what it takes to be part of an elite trucking force, get behind the wheel and prove it with multiplayer.
Remember, I strongly emphasise that the rally is a road trip together and in no way a race!

You must NOT compete in any manner with other participants. You must drive safely and with proper courtesy to all other participants and members of the ETS2MP.


The Rally route changes each event.

LOGBOOK RACE
(The logbook is for proper documentations of your race)

==>>Driver CLASSEMENTS<<==








Event :
Rally 1 (Paris - Zurich) 9 ton Digger
http://ets2c.com/view/16173/legiunnaireidn-paris-hotel

Rally 2 Frankfurt WGCC- Duisbourg 22 ton Ammunition
http://ets2c.com/view/16226/legiunnaireidn-frankfurt-service-station

Rally 3 (Koln ITCC - Calais) 14 ton Forklift
http://ets2c.com/view/16227/legiunnaireidn-koln-service-station

Rally 4 Dover - Liege 22 ton Dry Milk
http://ets2c.com/view/16228/legiunnaireidn-dover-service-station

Rally 5 Dover Eurogoodies - Hannover 25 ton Rice
http://ets2c.com/view/16229/legiunnaireidn-dover-service-station

Rally 6 Efurt Eurogoodies - Manheim 23 ton Potatoes
http://ets2c.com/view/16230/legiunnaireidn-erfurt-service-station

Rally 7 Metz Tree Et - Dover 25 ton Lumber
http://ets2c.com/view/16231/legiunnaireidn-metz-service-station

Rally 8 Rheims Eurogoodies - Amsterdam 23 ton Frozen Food
http://ets2c.com/view/16233/legiunnaireidn-reims-service-station








Read More...

Sunday, March 22, 2015

EKA Surabaya Semarang

Jumat Sore sampai di Terminal Bungurasih sekitar jam setengah delapan. Ternyata di Shelter pemberangkatan sudah ramai calon penumpang, lebih rame daripada hari biasanya karena hari Sabtu adalah hari libur Nyepi. Bus yang baru datang baik patas maupun bumel langsung diserbu penumpang. Dengan kondisi seperti ini, sulit untuk mendapat tempat duduk, apalagi saya membawa barang yang harus dimasukkan ke dalam bagasi.
Sudah setengah jam dari bus pertama datang, bus yang saya tunggu belum juga tiba. Saya putuskan pergi ke pool EKA di Poolnya dengan naik ojek, tarif ojek yang ditawarkan 30.000 malam hari.


Sampai di agen ternyata sudah terpakir EKA tujuan Semarang, saya langsung naik, karena memang diperbolehkan langsung, namun yang tujuan Solo Yogya harus memesan dulu nomor antrian di dalam.

Jam 21.00 bus diberangkatkan, entah lewat mana saya tidah hapal jalannya, tembus di Mojokerto, karena jalur yang biasa dilalui masih macet, imbas libur Nyepi hari sabtu besoknya.

Sepanjang Mojokerto-Madiun saya habiskan buat tidur, bangun udah sampe di kemacetan palang kereta api Saradan. Sampai di Rumah makan Duta jam 01.51 pagi. Berangkat lagi jam 02.20 WIB

Sampai di Terboyo, Semarang jam 06.00 WIB, jadi total waktu perjalanan 9 jam Surabaya Semarang via Solo. Harga tiket Rp110.000,- (termasuk makan di rumah makan).
Read More...

Handoyo Semarang Malang

Tiba di Terminal Terboyo sekitar pukul 18.30 WIB, langsung mencari dimana parkir bus Handoyo. Sebenarnya untuk menuju Malang dari Terboyo ada pilihan lain yaitu naik Bus Semarang Surabaya dulu yang melewati Pantura. Dilanjutkan ganti bus Surabaya-Malang, pilihian kedua naik Bus jurusan Semarang-Solo-Surabaya dulu, ganti bis lagi di Purabaya. Pilihan yang lain yaitu langsung naik Bus Jurusan Semarang – Malang tanpa ganti-ganti bus. Karena bawaan saya banyak, paling cocok adalah pilihan yang terakhir.
Setelah ketemu penjual tiketnya, langsung beli tiket Rp110.000,- tujuan Malang, ternyata bus dijadwalkan berangkat pukul 19.00, berarti masih setengah jam buat menunggu.

Disitu cuman ada satu bus Handoyo yang parkir dengan mesin masih dimatikan. Namun menjelang jam 7 malam, kernet memulai menyalakan mesin, penumpang mulai dipersilahkan naik, hujan sudah reda, sehingga memudahkan penumpang yang akan memasukkan barangnya ke dalam bagasi.

Pukul 19.00, bus berangkat, rute yang dilewati ternyata tidak langsung lewat tol, tapi lewat jalur bus Solo Semarang jaman dahulu, yaitu melalui Dr Cipto, Java Mall, baru setelah Jatingaleh masuk tol, keluar di Sukun. Sebelum masuk tol, bus berhenti di agen Java Mall dan Jatingaleh untuk menaikkan beberapa penumpang.

Bus berhenti juga di Banyumanik, Bawen, Tingkir, Sruwen, sedangkan di Terminal Boyolali bus tidak berhenti karena tidak ada penumpang yang pesan tiket. Oiya memang bus ini ga mau berhenti selain di agen bus. Bus sampai di Tirtonadi sekitar pukul 21.30 WIB (3 ½ jam perjalanan Terboyo Semarang sampai di Tirtonadi Solo).

Perjalanan dilanjutkan masih dengan sopir yang sama, menuju timur. Jalur yang dilalui sama dengan jalur EKA saat melewati Madiun. Saya tidak ingat dimana jalur Handoyo dan EKA berpisah, yang saya ingat, setelah berpisah dengan jalur bus Surabayaan, bus Handoyo melewati jalur yang lurus dan lebih sempit, dan sewaktu-waktu menemui jalan yang berlubang terkikis air hujan. Walau lubangnya tidak begitu terlihat di kegelapan, sopir sudah hapal jadi tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Bus sampai di Arjosari Malang sekitar pukul 05.00 pagi. Start minggu sore sampai tujuan Senin pagi.
Read More...

Saturday, March 14, 2015

Bis di tahun 1982

Kali ini pengen membahas bis lagi, tadi saya ketemu sama artikel menarik yang saya temui di majalah Tempo Edisi 30 April 2012. Dimana disitu diceritakan mengenai salah satu alat transportasi di Indonesia, yaitu Bus. sebuah artikel yang ditulis ulang dari artile Majalah Tempo belasan tahun yang lalu, kali ini artikelnya bersumber dari artikel tanggal 3 April 1982 di Majalah Tempo. Tentu bagi para pecinta bus, hal ini menjadi sangat menarik ya, ditengah maraknya informasi bus bus terbaru. berikut adalah artikel dimaksud :


Bajing Loncat Bikin Geram
KABAR mengerikan ini terjadi pertengahan Oktober lalu. Bus langsung rute Semarang-Wonosobo dirampok. Kendaraan itu ber¬angkat dari Terminal Terboyo, Semarang. Belum begitu jauh bus melaju, enam orang masuk, dan seorang yang membawa pisau mulai merampas barang-barang penumpang. Uang dan aneka benda berharga dibawa kabur. Keenam garong itu tertangkap setelah seorang penumpang menelepon polisi.


Dulu jenis kejahatan serupa kerap terdengar. Bisa jadi hal itu berkaitan dengan buruknya infrastruktur lalu lintas. Kejahatan ini sering terjadi di bagian jalan yang rusak, jembatan yang tak terawat, atau di jalanan yang gelap pada malam hari lantaran tak ada lampu jalan. Laporan utama majalah Tempo edisi April 982 bercerita mengenai ulah para garong yang meresahkan itu.

Kisah dimulai dari Bus Yusuf sekeluarga yang bertolak dari Pulogadung menuju Pekalongan pada malam hari. Tidak ada perbincangan selain antara kondektur, suwindo, dan sopir, Asikin. Kenek, Caswan, tertidur di bagian belakang. Sampai bus berhenti di Pasar Jatibarang. Cirebon, ketika enam pemuda menyerobot naik, penumpang masih dibuai mimpi. Caswan tanpa curiga bermaksud mengutip ongkos. Tapi “Mereka mengeluarkan pisau dan golok”, tutur Caswan.

Di bawah todongan pisau, Asikin diperintahkan mematikan semua lampu dan memperlambat laju bus. Suwindo, yang mencoba mendekati pintu, dibanting dan diinjak pembajak. Mereka menguras uang setoran bus RP 80 Ribu berikut perhiasan dan uang penumpang. Kerugian pada malam 18 Maret 1982 itu ditaksir sekitar Rp 1,2 Juta.

Kawasan Cirebon bukan satu-satunya daerah rawan pembajak di Jawa. Solo, misalnya, tidak kalah gawat. Pada Maret tahun itu saja ada enam bus kena bajak. Yang paling mengagetkan penduduk Solo adalah perampokan bus Hasti, karena dilakukan pada siang bolong, sepekan sebelum peristiwa Cirebon.

Kejahatan serupa sudah bertahun-0tahun menimpa penumpang bus lintas Sumatera, di daerah rawan ada Sumatera Selatan, yaitu Kabupaten Lahat, Lubuk Linggau, dan Baturaja. “Hampir setiap hari terjadi perampokan,” ujar absirwan Abbas, Kepala Perwakilan Perusahaan Bus Ubani.

Ketakutan tak hanya menghinggapi penumpang, tapi juga para sopir jarak antara Lahat di Sumatera Selatan dan Kotabumi Lampung Utara sekitar 200 kilometer jalanan rusak berat, apalagi pada musim hujan. Kendaraan yang lewat terpaksa melaju pelan sekali. Kesempatan itu digunakan perampok untuk naik ke atap bus dan memeretli barang-barang. Karena inilah mereka disebut bajing loncat.

Pengalaman mengerikan dialami bus ALS pada Januari 1981 dalam perjalanan dari Medan ke Tanjungkarang. Di suatu hutan lebat di Kabupaten Lahat, tiba-tiba bus oleng. Ternyata kedua ban belakangnya bocor tertusuk benda tajam. Ketika sopir dan kenek turun memperbaiki, datang sekitar 10 laki-lali bersenjata parang mengelilingi bus. Anas Lubis, kondektur, yang memegang uang, meloncat keluar dari bus dan lari masuk hutan.

Rampok di Sumatera Selatan tidak pilih buku. Tak hanya bus, truk pun jadi korban. Untuk mengatasi kejahatan itu, berbagai usaha dilakukan. Sopir dan kenek melengkapi diri dengan parang. Barang-barang milik penumpang di atap atau kap mobil dikawal seorang kenek bersenjata.

Agar lebih awas, pihak bus menembah kaca spion. Mereka juga mencopot tangga di belakang bus untuk menyulitkan orang naik ke kap. Tapi penjahat tidak hilang akal. Mereka bersembunyi di jembatan atau pohon untuk melompat ke tumpukan barang di atap. Absinan Abbas dari Perusahaan Bus Ubani menyebutkan cara lain untuk menghindari bajjing loncat adalah dengan berkonvoi sekitar enam bus. Tapi, “Ada juga yang kena. Biasanya bus paling belakang,” katanya.

Belakangan aksi para rampok itu bikin geram Panglima Komando Operasi Pemulihan Keamanan dan Ketertiban Sudomo. Dia pun mengumumkan akan menurunkan pasukan tempur dan memerintahkan semua pelaksana khusus daerah mengatasi pembajakan. “Mereka sudah keterlaluan,” ujar Sudomo. Dia lalu membentuk killers squat., semacam pasukan istimewa.
Tempo, 3 April 1982



Read More...

Wednesday, December 10, 2014

ETS 2 Mod Sound Bus Indonesia dan Mod Camera

Sound JetBus.Hd by Machmud Arga convert by Gustav Rhan
Salah satu unsur penting biar mod busnya ga bersuara truk, disini saya juga mau share sekalian def camera biar nyetirnya enak
download disini
copas prakata si pembuat
Release...
Sound buat Jet Bus Agan MSrihardi Modworks terutama Bus kesayangan Agan Rikco Excho alias Ariel SANTOSO, Kredit Sepenuhnya Kepada Agan Machmud Arga , Ane numpang Convert aja... Mohon Maaf sebelumnya tanpa izin terlebih dahulu dan jelek pula...
Selamat Menikmati....

sedangkan def camera dari saya sendiri jadi linknya langsung saja dowload disini (kalau ga pas silahkan edit edit sendiri ya. kaalu belum tau ngedit2nya bisa nengok sedikit catatan saya dalam edit mengedit ini ada disini
Read More...