Saturday, January 30, 2016

Slayer Hijau Bercorak putih


sore yang mendung karena kata kamu sore itu habis hujan,
jalan raya digenangi air di beberapa tempat, bahkan ada sisi jalan yang berlumpur yang cukup membuat aku harus mengeset jadwal cuci roda duaku dalam waktu dekat
aku ingat jalan itu lebih ramai setahun yang lalu, dan kamu disana
di persimpangan itu mahasiswa berlalu-lalang, angkot mencari penumpang, pedagang berjubel mencari nafkah.

sore itu aku kehilangan slayer, entah jatuh dimana,
tapi kemarin aku menemukan slayer itu kembali, terselip di sisi tas, yang tidak luput dari pemeriksaanku, jadilah saat ini aku punya dua slayer yang wajib kusimpang baik-baik, satu berwarna hijau, satu berwarna ungu, slayer ungu yang kubeli dipinggir jalan sore itu.

dan kemarin itu juga bersamaan dengan ketemukan slayer itu kumenemukan dirimu disana
Read More...

Friday, January 29, 2016

S2 di ITB

copast lagi gan, semoga bisa menjadi bayang bayang ente semua, diambil dari timeine facebook lagi. postingan asli dari

NUR NOVILINA ARIFIANINGSIH·TUESDAY, 26 JANUARY 2016, judulnya ITB dan Sebagian Diri yang Terakui masih anget gan.... silahkan dibaca-baca semoga bisa memberikan manfaat.

Beberapa hari yang lalu temen baik gue, sahabat gue, si Dinul nge-chat gue “Eh boy gue kangen deh sama tulisan-tulisan cangak lu, jadi kemarin gue baca-baca lagi, parah kocak banget. Nulis lagi dong lu buruan” That’s words really heal me from every stress that I got in my life. Sekalipun kadang gue merasa dengan banyaknya permintaan menulis hal konyol gue punya side job jadi sulap badut. Sebenernya gue udah lama pengen nulis hal-hal konyol lagi tapi gue takut ga puas sama hasilnya jadi ketunda mulu sampai kemarin gue baca kata-kata bagus banget dari redaktur eksekutif majalah Tempo, “Tulisan yang sempurna adalah tulisan yang tidak pernah dituliskan” so, let try to show your imperfection!

Tulisan kali ini gue mau cerita tentang kehidupan baru gue sebagai mahasiswi magister salah satu institut teknologi terbaik di Indonesia yang berlokasi di Bandung sebut saja ITB (jenis kalimat tidak efektif). Gue kemarin-kemarin cukup syok dengan perbedaan kultur yang gue alami di sini, setelah lama mendekam di Kota Semarang dan belajar di UNDIP tercinta, banyak banget hal-hal yang bikin gue geleng-geleng kepala sendiri, menyadari bahwa banyak hal yang gue baru tahu dan gak habis pikir.

Sekedar preface aja, ITB adalah impian terbesar gue waktu gue SMA, gue bahkan beberapa kali masuk rumah sakit gara-gara belajar buat masuk ITB, ITB adalah ikrar bersama gue dan Dinul, sahabat gue. Dulu kita punya mimpi masuk ITB bareng terus S2 di Eropa bareng, gue Belanda, dia Jerman. Tapi Tuhan berkata lain, Ia punya rencana lain, kita berdua ga ada yang di ITB, gue S1 Teknik Lingkungan di UNDIP dan Dinul S1 Ilmu Gizi di UGM. Sepanjang perjalanan mencari ilmu itu, gue dan Dinul terus keep in touch. Kita sama-sama prepare buat S2 di Eropa. Dan lagi-lagi Allah menunjukkan jalan lain, justru disaat gue lupa tentang ITB, Allah mengirimkan gue untuk S2 di sana, dan Dinul saat ini menjadi relawan di Papua (disaat gue selalu pengen jadi Sekjen PBB, Presiden, Menteri, Rektor atau apapun yang berlimpah pengaruh dan kekuasaan, si Dinul selalu fokus mengambil sisi dunia yang terlupakan).

Anyway, tulisan ini bukan bermaksud membandingkan antara satu almamater dan almamater lain, tapi memang ada hal-hal yang nyata perbedaannya dan gue udah mencoba riset kecil-kecilan tentang hal ini, jadi ini serius samber duit bukan perasaan gue belaka, kalo kata @tahilalat ini FAK TAHI DUP! Setidaknya ada 3 hal yang gue rasa ITB punya perbedaan yang mencolok dengan UNDIP atau bahkan Perguruan Tinggi lain di Indonesia.

1. Iklim belajar yang gak manusiawi dan dosen berwatak predator penguasa rimba
Awal masuk dosen sudah mengingatkan “Di sini bukan tempat main-main, ITB bukan tempat kalian bisa masuk, terdaftar, titip absen, nongkrong haha hihi dan dapat ijazah”. Gue pikir ini sejenis gertakan sambalado tapi ternyata… JANGANKAN NONGKRONG SOB! NAPAS JUGA SUSAH! SERIUS INI!!

Kalo dulu jaman gue S1 ada tugas masih bisa SKS alias Sistem Kebut Semalam, bahkan yang disebut Tugas Besar bisa diselesaikan H-2 dengan bantuan teman-teman yang setia kawannya macem udah terikat janji tumpah darah. Di sini boro-boro H-2, tugas kecil, tugas upil, tugas mikroba atau apalah ya namanya, kalau mau agak dihargai kudu dikerjain seminggu sebelumnya.

Dosen biasanya dari 10-15 orang paling yang ganas 2-4 orang bener gak? Kalo di ITB dari 20 dosen, yang berhati lembut dan murah hati paling banyak 2, yang lain rata-rata titisan macan dan siluman uler putih. Tapi gue pikir mereka dedikasinya luar biasa banget. Segala cara dilakukan buat bikin anak-anaknya pinter.
Ada satu ibu dosen yang ngajar Statistik, gila lah ibu ini, luar biasa terkenal kegalakannya. Doi ngasih tugas yang bikin gue sampai ngehubungin temen gue anak statistika IPB buat minta bahan, bahkan temen sekelas gue ada yang NYEWA KONSULTAN STATISTIK PROFESIONAL SOB! Dan kalian tau apa kata-kata ibu dosen ini waktu tugas kita kumpulin??
“Tugas kalian ini jelek sekali, saya dari jaman SMP juga bisa bikin lebih baik!!!!”

Pulangkan sajaaa aku pada ibuku ataauuu ayahku huwwooo huwooo (Hati yang Terluka- Betharia Sonata)
Di ITB ada penyamarataan kurikulum gitu, jadi buat yang S1 nya dulu ga di ITB harus ikut beberapa mata kuliah S1, awalnya gue tersinggung tapi yah gue coba nikmati dan pada akhirnya gue emang gak layak tersinggung karena disitu banyak hal baru yang gue dapat. Mata kuliah persamaan itu pre-requisite namanya, gue harus ambil 5 MATA KULIAH LO BAYANGIN dan itu 0 SKS alias ga masuk transkrip lo, tapi gue ga ngerti kenapa semua orang memperlakukan itu seperti 100 SKS.

“Lin jangan lupa ya besok kita simulasi presentasi buat tugas presentasi pre-requisite mikrobiologi”
Gue mencoba mengorek kuping, sumpah tadi gue denger mau simulasi buat tugas mata kuliah NOL SKS????
Bahkan dulu besoknya seminar skripsi juga banyak yang ga pake simulasi-simulasian… gue berakhir ngupil di kelas sampai mimisan dan tergolek pingsan bercucuran darah.

Perihal kuis juga disini diperlakukan layaknya hidup mati. Ada satu mata kuliah yang dosennya selalu ngasih kuis di awal masuk dan kalian tau apa yang dilakukan anak-anak ITB buat menghadapi kuis ini?
Belajar kelompok di kampus sampai tengah malam!!!

Fix banget padahal dulu, jangankan kuis, UAS juga masih bisa bobo nyenyak di kosan
Dan kalian tau soal yang dikeluarkan ibunya di kuis itu letaknya kecil nyempil nyaris sejenis foot note. Disertai seringai, dosen ini memberikan wejangan
“Kuis ini bertujuan untuk membuat kalian sadar bahwa kalian tidak tau apa-apa, jadi jangan harapkan soalnya adalah sebutkan judul bab ini, sebutkan pengertian ini… itu mah anak TK juga bisa. Sana cari tempat lain kalau mau kuliah santai-santai”

Ibuuuukuuu sayaaaang…. Masih teruuus berjalaan (Ibu-Iwan Fals)
Itu masih belum ada apa-apanya. Pernah suatu hari gue kedapetan presentasi tentang Teknologi Membran yang gue suka pake banget, gue udah baca-baca materinya bahkan 3 minggu sebelumnya. Dan pas sesi tanya jawab dosennya nanya
“Kalau saya punya limbah dan mau pakai membran, jenis membran apa yang harus saya pakai”
Gue jawab “tergantung dari jenis limbahnya bu, dan outputnya akan dibuang atau di reuse”
Dia langsung murka “Anda ini tidak mengerti pertanyaan saya! kalau cuma asal ngomong silahkan di luar! Ini forum akademik”

Gue dilanda kepeningan yang bahkan se-ton paramex pun tak akan mampu mengobati. Gue pikir padahal gue gak jawab “La...Laa Laa aku sayang sekali Doraeemooon”
Pedih

Kampus buka 24 jam, Lab buka 24 jam, parkiran motor selalu penuh bahkan pukul 2 dini hari. Dan seisi semesta ITB adalah pemuda-pemudi yang berdiskusi ilmiah atau membaca setumpuk buku atau jurnal-jurnal.
Awal-awal di sini, karena diserang kepanikan tingkat akut, gue suka nangis kalau ketiduran. Gimana gak panik temen kos gue pulang kuliah misal jam 5 selalu langsung mengurung diri dan belajaaaar sampai jam 4 pagi!!! Terus tidur dan minta gue bangunin jam 6 pagi habis itu dia solat subuh dan ngampus lagi jam 7! Begitu terus tiap hari, ada pula yang jam 3 dini hari baru tidur dan minta gue bangunin jam 5. Semua tau kalau gue bangun pagi karena disini gue doang yang kayaknya tidur malem hari. Mungkin gue ada di sarang kelelawar… gue juga heran… DAN MEREKA TIDUR 2-3 JAM SEHARI LHO!!! Sedangkan gue T,T bahkan tidur di toilet dan angkot belum diitung aja udah menghabiskan waktu 6 jam!!
Iklim belajar yang ga manusiawi ini memang cukup memakan korban, ada Komite tersendiri yang menangani anak-anak depresi di ITB sini, dosen gue salah satu pengurusnya, dia cerita seringkali menangani mahasiswa-mahasiswa yang ketawa-ketawa sendiri kemudian nangis histeris dan menerawang dengan tatapan kosong. Dia pernah bilang “Hebat ya ITB ini, mencetak banyak orang pinter tapi juga banyak orang depresi”

Gue juga pernah ketemu, ada seorang laki-laki agak kemayu gitu dan seorang perempuan yang lagi mengerjakan Gamtek (Gambar Teknik) di kertas A3 di taman, tiba-tiba si laki setengah ewang ini nangis “Gueee gak kuaat cin, gue pasti gagal, gue udah berusaha tapi selalu kayak ginii hasilnya… gimana nilai gueee cin…” kaget dong tentunya gue. Berasa pengen gue peluk sambil bilang “SAMAAAA CIIIIINNNNN”

Dan Si cewek ini dengan dinginnya menjawab “ya udah ih jangan nangis malu-maluin, ayo buru diselesaiin dulu tugasnya. Mana lo yang ga bisa? udah mau deadline, lo mau kita dapet D lagi”
FAK, gue lanjutin baca buku Termodinamika, dan seketika gue merasa bimbang akan penciptaan manusia.
2. Kebebasan Berekspresi di Junjung Tinggi

Masuk kelas harus rapi, minimal pakai kaos berkerah, rambut untuk laki-laki gak boleh gondrong, bahkan di beberapa momen harus hitam putih, harus rok, bla-bla-bla. Di ITB semua itu gak berlaku. Lo bebas sebebas-bebasnya mau pake apa aja ke kampus. Gue lahir dari keluarga yang demokratis, urusan style bebaaaas banget, ibu gue menghargai selera berpakaian semua orang, bagi beliau yang terpenting bukan fisik seseorang tapi isi hati dan kepalanya. Makanya jaman S1 dulu gue terkenal sebagai anak yang nyentrik. Baju merah, celana hijau, kaos kaki ungu. Tapi di ITB ini gue pikir gue satu-satunya orang normal. Bayangin sob ada yang ke kampus pake KUTANG!!!! Gue syok banget! Agak malu-malu gue tanya ke anak S1

“Dek, itu baju yang itu yang putih transparan yang dipake anak cowok itu kutang kan?”

Dengan tatapan heran dia menjawab “Iya, emang kenapa sih ka?”
DIA HERAN GUE NANYA, GUE HERAN DIA GAK HERAN! Gue berakhir nelen cilok tanpa ngunyah beserta tusukannya
Bukan cuma kutang, kadang lo lihat ada yang pake celana training dipadu padankan kemeja, kadang lo liat ada yang pake celana tidur atasnya rompi, daaaan lo bisa temuin mbak-mbak rambutnya di cat HIJAU STABILO pake SEPATU BOOTS SEDENGKUL TAPI BAWAANNYA BUKU FUNDAMENTAL OF CHEMISTRY SEGEDE KARUNG! Kelar idup lo.

3. Tipikal Obrolan dan Humor yang Sulit Dipahami Manusia Pada Umumnya
Kalo lo lagi kumpul sama temen-temen lo apa aja sih yang diobrolin? Pasti gak jauh-jauh dari kegiatan sosial sehari-hari, macem cewek/cowok lu yang ngeselin, ortu lu yang punya rencana umroh atau Nikita Mirzani yang habis ketangkep polisi gara-gara prostitusi artis kan? Kalo disini itu semua gak akan kalian dengar.

Gue: “Kenalin aku Lina”
Si A: “A”
Gue: “Lo aslinya mana?”
Si A: “Bogor”
Gue “waaah sama doooong aku juga”
Si A: “OK”
FIX! Apa cuma gue di dunia ini yang kalo nemu orang bahkan sesama penggemar Teletubbies aja pasti seneng banget dan langsung bisa ngobrol ngalor ngidul dari A sampai Z.
Tapi akan berbeda ketika lo ngomongin ilmu pengetahuan
Si T: “Lin lo tau prinsip kerja konverter?”
Gue: “Hmmm pernah denger tapi lupa gue”
Si T: “Sumpah lo ga tau? Itu kan Teknik Lingkungan banget, gue lagi mau buat tugas tentang converter AC-DC itu, ada beberapa konversi energi yang menggunakan prinsip…….dengan rumus… seharusnya….”

Gue terpaksa sulam alis dan operasi plastik biar kerutan penahan emosi tidak nampak. As you know itu adalah perbincangan yang menemani makan siang. Dan itu bukan satu-satunya perbincangan absurd yang harus gue hadapi!
Disini gossip seputar Nikita Mirzani dan prostitusi artis (lagi-lagi) atau kabar burung operasi plastiknya Aurel Hermansyah kalah dibanding berita Stephen Hawking ilmuwan fisika ternama dunia yang menyatakan dirinya atheis atau peraih nobel baru dari Jepang. Dan seakan-akan mereka kesal diiringi harapan tahun-tahun berikutnya mereka yang dapat nobel tersebut (bahkan gue T.T terlalu pahit untuk dikatakan)

Dari segi perbincangan sudah absurd dari segi humor lebih parah lagi…
Tentunya dulu waktu gue S1 gue punya banyak temen-temen yang kosakata ancurnya itu melebihi tebelnya kamus oxford.
“Heh Silit Pitik (dubur anak ayam red., maafkan Hernawa teman saya) sini koe!”
“Opo sih Gondes (Gondrong Ndeso red.)?”

“Oalah dasar Pinggiran Keramik, raimu koyo ndas coro buntung!” (Dasar pinggiran keramik, mukamu seperti kepala kecoa buntung red., lagi-lagi maafkan Hernawa sebagai pakar kata-kata sampah)
Dan kita selalu berakhir menertawai kekonyolan-kekonyolan yang paling tidak bisa diterima akal sehat manusia. Tapi disini….

Segerombolan anak ketawa ketawa, gue coba mendekat mendengar keseruan apa yang mereka alami
A: “Iya sumpah Di, masa gue pakenya hukum Newton 2, gue pikir kan gradient gitu kan? Anjiiir salah banget gue, Gila aja lo 45 derajat!!” (shitmen1)
B: “Bahahhahahaha paraaah lo, gile ah, eh Wi, sini lu ngapain sih nyari-nyari yang panas mulu, emang lo taneman apa butuh sinar matahari buat fotosintesis” (shitmen2)
C: “bahahaha lu kata gue Autotrof!!!” (shitmen3)
Dan segerombolan anak itu tergelak-gelak, khusyuk bahagia sekali meninggalkan gue yang udah step stadium akhir di belakang mereka, kejang-kejang disertai panas 500 derajat celcius karena sedikit pun gue ga bisa menangkap titik humor Hukum Newton dan fotosintesis ini!!!
Pernah sekali temen gue pas S1 namanya Dian, ke Bandung dan dia sempat mendengar perbincangan anak-anak ITB, dia pulang sambil menitipkan pesan “Please Lin!! Lo harus tetep jadi manusia pliiiis”
Gue ga ngerti lagi

Kalaaaau beginii akupun jadi sibuuuk, berusahaaa mengejar-ngejar diaaa, matahari menyinaari semua perasaan cintaa tapi mengaaapaa hanya aku yang dimaraahiiii (OST Sinchan)

Gue pikir gue hampir nyerah, beruntung banyak orang yang selalu mensupport gue. Ibu bapak gue selalu menghibur gue setiap gue telpon buat cerita sambil nangis-nangis karena depresi berkepanjangan
“Alaaah selooo aja temen-temen sama dosenmu itu kebanyakan belajar karena ga pada encer otaknya, kalo anak mama zzeeeet baca sekilas langsung nangkep” (minta diledakin warga ITB)
Atau bapak gue “Papa juga raport dari 9 pelajaran yang item cuma 3 bisa kok Alhamdulillah beli rumah sama mobil” (minta dimutilasi rektor ITB)

Dan juga Allah mengirimkan sohib gue dari jaman maba, si Ul yang dari dulu sekontrakan sama gue, doi sekarang keterima kerja di Bandung dan berakhirlah kita satu kosan lagi (Satu kamar bahkan). Beruntunglah setidaknya dari jutaan manusia di sini ada satu anak yang ngerti apa yang gue anggap lucu dan apa yang tidak :-P
Bagaimana pun juga ITB pernah menjadi tempat yang sangat gue impikan, dan Allah memberikannya sekarang, mungkin waktunya tidak persis seperti doa 5 tahun yang lalu, tapi gue yakin Dia lebih tau mana yang terbaik bagi hambaNya. Seringkali gue membawa hadir diri gue yang 5 tahun lalu sengaja melancong sendiri ke ITB untuk merasakan euforia anak muda yang haus akan ilmu, kadang kalo udah mellow gitu, gue suka sendirian nontonin latihan marching band maba-maba S1 atau jalan-jalan keliling ITB di sore hari. Dan gue sering senyum-senyum sambil menitikan air mata sendiri (semoga gue gak ditangkep Komite Penanggulangan Depresi ITB)

Dalam adat Jawa yang kental gue adalah anak dengan tempramen tinggi, bengis, ambisius, kompetitif, arogan, tidak sabaran, tidak lemah lembut, dan lain-lain yang membuat gue ‘merubah diri’ agar gue bisa diterima dalam hubungan sosial yang penuh kearifan lokal, yang serba pakewoh (serba ga enakan), halus, sensitif, lembut, tenang, nerimo, dll. Tapi di sini, ada sisi-sisi dalam diri gue yang seringkali berkonotasi negatif itu berjalan searah seperti menemukan tempatnya, membangun sebuah kekuatan besar yang mungkin terlihat angkuh namun ia adalah harapan bagi yang lemah.
Apa yang menjadikannya sebagai yang terbaik di Indonesia?

Apa yang menjadikannya masuk dalam jajaran terdepan di Asia Tenggara?
Apa yang menjadikannya bermanfaat besar untuk manusia dan kehidupan?
Itu semua tidak diisi dengan kemudahan, ada banyak air mata penderitaan di dalamnya. Ada banyak kedisiplinan dan hati yang tersakiti di dalamnya, tapi yang bertahan, ia yang mampu mengubah masa depan.
Semester 1 telah usai, gue menatap nanar list target gue LULUS IPK 3,9 di dinding. Melihat perjalanan 6 bulan kebelakang, gue rasa tembus di angka 3 juga udah mukjizat Ilahi. Namun ternyata lagi-lagi Allah penentu segalanya.
3,82 angka yang tertera di dalam sistem online akademik atas nama Nur Novilina Arifianingsih. Gue terperanjat tak percaya, Ibu gue yang intens menemani masa-masa sulit gue pun tak percaya.

“Lin coba dicek dulu sana, jangan-jangan ketuker sama temenmu” à ini antara gue mau ketawa atau mau nangis, antara saran atau penghinaan, tapi setelah itu ibu gue bilang gini “Dulu kamu nangis-nangis kejer ga lolos ITB karena ga mau kalah sama mama yang bisa masuk UGM dan UI, asal kamu tau aja, dulu S2 di UI IPK mama 2 koma, kamuuu ini 3,82 di ITB lho Lin, mama sudah kalah jauh dari kamu, sekarang fokus mama adalah ngeluarin nama kamu dari Top 3 list game Zuma supaya setidaknya ada satu bidang mama lebih baik dari kamu”
Ibu gue bukan tipe orang yang senang memuji, dan kalimat sejenis itu adalah penghargaan tertinggi dari dia selama gue hidup. Allah always bless me

Mungkin beberapa orang akan mencibir “Ya elah pamer nilai bgt sih” atau “Apalah arti IPK kalau ga bisa bermanfaat” semoga Allah membersihkan hati gue dari kesombongan terhadapNya. Tulisan ini lebih kepada mengingatkan gue bahwa bagaimanapun keadaannya, tetap percaya pada mimpi-mimpi kita, percaya pada kemampuan diri kita diiringi permohonan kepada Yang Maha Segalanya adalah yang paling penting. Kedepan pasti tantangannya akan lebih berat lagi, tapi gue ingin dengan mengingat pencapaian kecil ini semangat dan antusiasme gue tak akan pernah padam.
It’s always seems impossible until it’s done- Nelson Mandela
sumber
Read More...

Wednesday, January 27, 2016

Membuat Default View Folder pada Windows XP


Bagi yang pake Windows XP, Kalo kita buka komputer, trus kita buka file explorer (shortcut logo windows+E), kita kan bisa liat tuh file-filenya, trus kita pengen misalnya nyari file yang paling lama dibuat, trus kan kita pasti mencet tombol views di panel atas ya, disitu ada pilihan thumbnails, icon, list, details, dsb, kita pilih detail biar bisa muncul detail

Habis itu kita pilih sort by date modified, trus kita buka folder yang lain, biar tampilannya langsung ke sort gitu ternyata ada caranya ya, ane pake XP selama kurang lebih 7 tahun baru tahu sekarang hehe,
Ane search pake kata kunci “set default view folder Xp” ketemulah sama artikel memakai bahasa Inggris, ternyata caranya cukup mudah pemirsa, pergi ke menu bagian kiri atas, disitu ada menu Tools, Folder Options, View, lalu pilih Apply To All Folders, tampilan yang ada saat ini maksudnya di Apply (diterapkan) pada seluruh folders.
Beres deh, ga perlu ngeset ngeset lagi kalo pengen cepet nyari file paling lama atau paling baru, satu pertanyaan lagi dulu ane pernah folder tree di samping kiri ilang, kenapa masih belum ketemu jawabannya, karena udah diinstall ulang sih, jadi ga terlalu nyari2 nyari lagi.
Read More...

Honda Bebek 150 cc, Bertambah Lagi Bebek Siluman


Honda 150 cc, cc segini seimbang lah bila dibandingin sama mx king 150 cc nya yamaha, yang pasti motor2 jaman sekarang larinya byuh, kenceng2, dulu kalo di tanjakan pake honda GL cepek tahun 88, beratnya minta ampun, kemudian pake supra 100 cc lebih kuat, trus pake honda 125 cc wuh, enteng banget, sekarang ada lagi motor bebek 150 cc, motor 125 cc aja, larinya udah kayak siluman, was wus was wus, apalagi ini, tapi yang jelas, dari dulu motor yang cc nya lebih besar, pasti bobot motornya juga lebih berat ya, alhasil manuver tidak selincah cc kecil, namun soal top speed pasti kayak siluman, tiba2 tiba ngilang gitu aja di depan. Ditambah lagi sekarang beli motor terbilang gampang, menambah ruwet jalan hehe.

Oiya kenapa ane ga bandingin sama satria 150, gampang aja, kan bentuknya aja beda, ane bandingin yang bebek sama bebek, yang bentuk2 body stangnya hampir sama, tingkat ergonomisnya juga ga jauh amat, kalau satria fu kan yang jelas beda sama bebek rasanya. Apalagi sama cbr 150 cc, dah beda lagi bentuknya. Ini ngomongin bebek, yang dulu ada yang bilang motor cewek, tapi sekarang lebih sering dengernya motor bebek, kalo dulu kan kesan motor bebek memang motor cewek, meskipun sekarang cewek rata2 pada suka motor matic, yang menurut ane malah ngeri pake matic, engine brake terasa kurang, ditambah lagi kalo pas gasnya eror trus ah sudahlah hha.
Read More...

Pengguna Jalan yang bikin kesel, Ah ga juga, bisa jadi Lu nya aja yang sok kesel


Spoiler for Di tengah jalan tapi pelan - pelan:Ini yang bikin jengkel no 1 dengan pedal gas ga sampe separuh injak . Nih ya pengguna jalan, untuk ente yang lagi nganggur atau lagi cari makan di luar bareng doi atau tidak sedang kebelet BAB tolong yah kalo mau jalan pelan - pelan kenapa nggak ambil lajur kiri aja ? Gini kan bisa kasih kesempatan untuk mereka yang kebelet BAB supaya mendahului ente. Nggak sepeda motor atau mobil sama aja dah, apalagi kalo mobil pribadi udah di lajur kanan dan jarak dengan depan space nya terlalu kosong jauh sehingga lajur sebelah bisa memotong jalan. Kita yang di belakang sudah langsung jengkel aja, taunya ternyata sang sopir menyetir sambil hapean . Kalo untuk sepeda motor nih biasanya emak - emak.

Ada mobil di lajur kanan, lah ente kalo pengen lewat kiri ya tinggal lewat aja, kurang kerjaan amat, sampe protes segitunya. Lewat tinggal lewat aja, la ada jalan kosong juga

Di belakang dump truck, fuso, truk tangki atau tronton:
Next, ini biasanya terjadi di tol 2 lajur dan siapkan mental dan kesabaran ente ketika 2 lajur dipenuhi salah satu truk bermuatan berat karena ente pasti akan jengkel, mau masuk di bahu jalan takut kena tilang, mau nyalip tapi ndak bisa. Mau ndak mau ya nunggu salah satu maju sehingga ada celah buat menyalip . Dan ente jangan sekali kali menghujat mereka ya sejengkel apapun dan se kebelet apapun BAB ente, karena mereka juga punya alasan untuk tidak menambah kecepatan karna muatan yang sangat berat. Pernah liat truk gede ngebut ? Kalo muatan kosong mah banyak.

Sebenarnya ini juga bukan untuk dijadikan alasan sebel, namanya juga truk gede, pasti jalannya pelan, bawa muatan ga semudah yang lu kira

Parkir nanggung dan ga rapih
Inget ya, se kebelet apapun BAB ente jangan sampe parkirnya nanggung dan ban depan kagak dirapihin. Itu bikin jengkel orang yang mau parkir setelah ente, kalo di mall biasanya ada tuh garis pemisah antar parkiran mobil maupun motor nah gitu itu masih ada aja yang parkirnya mepet garis pemisah, jadinya kan sopir mobil mengikuti parkir mobil yang nanggung tsb sampe di ujung parkiran tuh ada mobil yang nggak dapet space cukup untuk parkir . Sepeda motor juga kalo mau parkir pinggir jalan jangan ambil space banyak, dan jangan lupa dipepetkan di pembatas jalan supaya motor lain bisa parkir. Jengkel gak ?

Ini pinter2nya ente aja ngambil jalan, kalo ente ga pinter ya nyenggol lah, ini ts mau balapan apa gimana sih?

Spoiler for Jalan sempit dan parkirnya tambah ngawur, orang - orangnya pura pura buta:
Ini kejadian ane alami sendiri, cuman waktu itu ane nggak sedang kebelet BAB. Jadi ane masuk gang sempit yang cukup untuk 2 mobil lajur. Gang tsb nggak seberapa ramai sih cuman banyak orang jualan di pinggir gitu. Nah waktu itu ane bawa mobil, ada lah pas papasan sama mobil berlawanan arah, waktu itu jalan yang harusnya cukup bisa buat papasan, malah harus jadi bergantian gegara ada motor yang parkirnya makan jalan terlalu banyak, pernah ya waktu itu ane klakson tapi yang terjadi sang pemilik kayak tiba2 amnesia sesaat makanya pura - pura nggak tau aja bisanya, akhirnya temen ane dah yang bantu meminggirkan motor tsb. Wah bener - bener bikin jengkel.

Wah kalo ini mending dihindari jalan kayak gini, tapi demi ketertiban ane dukung deh, tapi ga benci2 juga.

Pas putar balik atau belokan
Banyak pahlawan hebat nih yang bikin jengkel ketika putar balik maupun belokan. Masbro yang namanya putar balik itu ketika posisi ente sebelum berputar ada di lajur kanan maka setelah berputar pun posisi ente juga ada di lajur kanan. Rata - rata setelah putar malah ambil lajur kiri, akhirnya lajur kiri yang harusnya ndak berhenti jadi berhenti, ini bikin orang yang kebelet BAB tadi jengkel karena langsung dipotong gitu lajurnya, walaupun ente setelah putar langsung belok, cuman kan harusnya berputar dulu baru belok setelah dari lajur kanan.
Yang kedua ada di belokan, banyak banget orang pinter sampe - sampe mau belok ke jalan yang searah aja nggak lihat jalannya dulu alias asal belok, wah ini bikin mobil atau motor di belakang jadi injek rem depan belakang kaget sampe keluar angin di celananya ups, bukannya jalan lurus itu prioritas ya.Tengok dulu lah jalannya walaupun ente beloknya ke jalan yang searah.

Kalo ini ane ga bisa njelasin gimana situasinya, sesuai pesan ts, yang penting hati2 mengantisipasi hal kayak gitu, kalo ts hati2 ya Insyaallah bisa diantisipasi hal2 seperti ini.

Dikit dikit injek rem:
Biasanya mobil nih, emang ya kita sesama pengguna jalan harus saling menghormati termasuk newbie dalam berkendara yang suka dikit - dikit injek rem, dikit - dikit lampu rem nyala padahal di depan sebenernya masih bisa melaju atau aman. Jangan dihujat gan walau ente jengkel, mungkin ente dulu juga gitu. Tahan aja gan jengkelnya selama ente klakson tuh mobil masih mau minggir memberi jalan (berarti sopirnya sadar kalo di belakang ada yang kebelet BAB)

Kali ini setuju banget

Penyebrang ragu ragu dan nekat !!:
Ini sangar gan, yang biasa dialami pengendara ialah ketika menghadapi penyebrang yang ragu - ragu nyebrangnya. Nah pengendara disini jadi serba salah, mau maju duluan eh yang nyebrang ikut maju, mau berhenti juga si penyebrang malah berhenti. KAN JENGKEL ! Misal jalanan sepi ente kasih aja kesempatan untuk doi nyebrang. Sambil kasih isyarat untuk menyebrang (jangan isyarat jari tengah gan). Menolong itu pahala ya kan gan.

Sebenarnya judulnya jangan hal2 yang bikin kesel kali ya, hal2, menurut ane tepatnya dikasih judul respect di jalan ala ts, karena si ts ini pake sudut pandang dirinya sendiri, dengan harapan didenger oleh mereka yang berkepentingan. Ngomong2 soal respect kayak tema bismania tahun 2016 Respect to others ya.\

Oiya sumber artikelnya dari sini
Read More...

Thursday, January 14, 2016

ETS 2 Mod Bus Scorjet

Scorjet, ini gabungan lagi antara scorpion king sama jetbus, scorking diambil depannya, sedangkan jetbus diambil belakangnya, oke langsung saja saya akan coba bagikan mod euro truck simulator 2 Bus Indonesia Bus Scorjet yang aslinya dibuat oleh mas Husni,

sedikit readme di dalamnya

silahkan kalian edit file yang tidak di lock...
tapi jangan edit file yang sudah di lock...
untuk livery dan alpha silahkan usaha sendiri :D

Scorjet Base by Muhammad Husni
Convert by Agus Cahyono (BP1)
edit by EFArt (Eko Faryitno)
oke tibalah kita di link download
bisa di download disini
sebelum mendownload jawab dulu teka tekinya berikut ini biar greget
*Clue Password Link
"Lima pembalap sepeda saling berpacu mencapai garis finish. Satrio berhasil melewati agus. Tetapi tidak pernah dapat mengejar joko. Sedangkan amir gagal mengejar tono, tetapi berhasil melewati joko. Pembalap mana yang berada di urutan 2?"


Read More...

Tipe tipe pemain ETS2

Pengen ngomongin game yang ga bosen-bosen dimainin orang sampai sekarang, karena memang sih kata Pavel si developernya sadar dan melihat sendiri genre game ini dari awal tidak hanya menyajikan simulasi menjadi sopir truk saja, namun mereka dari awal memang seolah-olah menyediakan ruang bagi modifikator, alias modder untuk bisa memodifikasi game ini menjadi apa yang diinginkan, itulah uniknya SCS ya, karena game-game yang lain bisa dibilang lebih sedikit yang menyediakan tempat untuk dimodifikasi. Ok Kali ini sayapengen ngomongin tipe-tipe pemain ETS2, Kalau orang buka ETS2 belum tentu mereka akan mainin simulasi jadi sopir truk, tapi bisa yang lain, Ini bukan hasil statistik, tapi hanya hasil pengamatan pribadi ane saja yang terdadi pada umumnya.


Tipe pemain truk asli
Mereka sukanya bermain menjadi benar-benar main truk beneran, mereka menikmati proses game asli itu sendiri. Maksudnya bener-bener mengikuti konsep game itu sendiri. Bahkan pemain bisa jadi memainkan simulator ini benar-benar dari nol, dari punya duit yang cuma sekian, dari pinjem truk orang, nganter barang, beli truk, nyewa driver, sampai memiliki banyak truk dan driver sendiri. Jarang memakai mod selain truk, apalagi mod semacam cheat money atau pake save game orang yang udah jadi.

Tipe tukang Modifikasi game

Tipe ini dibagi lagi
Tipe penyuka modifikasi map (sukanya bikin map), buka ets2 kalo pengen bikin map doang, trus kalo main sebatas nyobain mapnya udah berhasil atau belum. Jarang main ets2 truk itu sendiri apalagi main dari nol. Wah ga sempat ya
Tipe modifikasi model 3d
Mereka ini kalau buka ETS 2 di komputer atau lepi mereka yang dibuka cuman buat ngetes ngetes hasil kreasinya, ada yang bikin truk, bikin bus, ada juga yang bikinin model model rumah, buat bikin map juga ada, jadi bukan untuk bener-bener main. Yang pasti mereka udah jago dan paham bikin model 3 Dimensi dari progam 3D juga.

Tipe Pemain bus
Sukanya main ets kalau ada mod bus yang muncul, jadi kalau ga ada mod bus, pasti rada enggan buka ets2.

Tipe Pemain multiplayer
Mereka lebih suka bermain multiplayer bersama teman lainnya, buka ets2 karena pengen main multiplayer yang menurut mereka tentu ada sensasi tersendiri dibandingkan main single player.

Pasti pada penasaran enaknya apa, tentu mereka sendirilah yang tahu, karena selera orang berbeda-beda, juga yang pasti selera juga bisa berpindah dari yang satu ke yang lain ya. Mungkin ada yang mau menambahin? Atau punya alasan lain?
Myspacenote.blogspot 2016
Read More...