Tuesday, December 21, 2010

Safety Riding

safety riding cara aman berkendaraan motor
Siang itu cuaca tampak cerah dan panas, jalan beraspal di jalur luar kota itu terlihat lenggang, memicu siapapun pengendaranya bergerak lebih cepat tanpa hambatan. Saat itu saya naik motor dari Poka menuju Kota Ambon melewati jalur tsb. sesekali di samping terlihat air di Teluk Ambon yang berkilat berwarna biru tajam, rasanya nikmat sekali perjalanan ini.


Sampai di Desa Waiheru yang berjarak 5 Km dari Poka, di depan terlihat seorang pengendara motor melaju searah dengan saya. Kondisi jalan masih lengang, memacu motornya dengan cepat, Mendadak dari arah samping kanan ada ayam berlari menyeberang tepat di depan motornya, karena kaget, dia banting motor ke kiri sambil reflek menekan rem depan dengan kuat. Motor pun miring, ban depan terkunci, dan Bruk! si pengendara ndlosor mencium aspal tanpa daya gara gara ulah ayam.

Itu adalah salah satu kecelakaan lalu-lintas yang pernah saya lihat di jalan. Rem mendadak, belok tanpa sein, ngebut, kondisi jalan dan kondisi kendaraan juga bisa menjadi pemicu terjadinya insiden serupa. Contohnya seperti yang dialami teman saya Eric, nabrak tong dengan kecepatan tinggi di malam hari gara-gara kurangnya penerangan jalan. padahal tong tersebut dipakai sebagai barrier lubang proyek perbaikan jalan. ditambah saat itu dia berpapasan dengan mobil yang menyalakan lampu jauh membuat matanya silau.

Dua contoh kecil di atas tentu dapat kita ambil maknanya yaitu safety riding harus diutamakan. Memang tidak sepenuhnya teori safety riding selalu bisa mencegah kecelakaan, tapi tak ada salahnya kita saling berbagi pengalaman. Berbicara safety riding kita diingatkan pada peristiwa mobil kecelakaan mobil kijang RAV di Kuningan Februari 2010 lalu, yang menewaskan 3 penumpangnya, padahal mereka masih belasan tahun.(detik)

safety riding cara aman berkendaraan motor

Kemampuan mengemudi tidaklah cukup seseorang memenuhi kriteria safety riding, seorang juara dunia Formula 1 tak akan mampu mengemudikan mobilnya secepat di sirkut bila dia sedang mengemudi jalan raya, jika mampu pun itu namanya gila/nekat, jalan disini mencakup dari jalan tol hingga jalan gang perumahan.

Pertama sebelum berkendara jangan lupa berdoa, serta pakailah perlengkapan keselamatan kendaraan, sabuk pengaman untuk mobil, helm, jaket, sarung tangan, dll untuk motor

Kedua yaitu kemampuan, pengendara harus bisa "menyatu" dengan kendaraannya, ini merupakan hal yang mendasar dan siapapun bisa dilatih dengan meningkatkan jam terbangnya secara bertahap serta belajar dengan melihat cara berkendara orang lain.

Ketiga, jaga jarak aman dengan kendaraan di depan minimal 2 detik, maksudnya ada jeda 2 detik antara kendaraan di depan kita dengan kendaraan kita saat melalui sebuah titik, semakin kencang otomatis jarak semakin jauh, right?


Keempat, tips nomor 2 diatas tidak mutlak berlaku jika kita mampu membaca pikiran kendaraan di depan kita, maksudnya kita bisa membaca lalu lintas jalan sepanjang mata memandang di depan kita, hal ini berguna sekali saat kita akan mendahului kendaraan.
apakah 1 detik berikutnya dia akan mengerem karena akan masuk crowded, sehingga kita bisa siap-siap mengerem dari awal tanpa ngerem mendadak, terutama diperhatikan disini adalah angkot yang selalu siap berhenti mendadak. atau sebaliknya siap-siap buka gas dari awal jika akan mendahului.

Tips keempat ini termasuk juga jangan biasakan mengerem mendadak, usahakan mengerem dengan halus, sekali lagi baca kondisi di depan, ramalkan keadaan 1-2 detik kendaran di depan kita.

Kelima, tips "to see and to be seen", anggaplah kendaraan lain tidak melihat kita, sehingga kita siap mengantisipasi manuver mendadak kendaraan lain, sebagai jalan keluar kita bisa gunakan klakson, atau lampu dim sehingga pengguna kendaraan lain menyadari dan memperhatikan posisi kita.

Keenam, membaca kondisi psikologis jalan, yaitu keadaan kanan kiri jalan, misalnya sama-sama jalan raya lurus dan sepi, yang satu kanan kirinya adalah sekolah, perumahan, sementara jalan yang satu, kanan kirinya adalah hutan, tentu kecepatan kita melaju juga beda kan?

Ketujuh, khusus jalan yang berliku yang belum hapal jalan, kita bisa membaca apakah itu tikungan tajam atau tidak dengan melihat tanaman di seberang jalan, jika semakin lama semakin menjauh, kemungkinan besar tikungan tidak terlalu tajam, begitu juga sebaliknya.

Terakhir, tentu saja kesadaran, bahwa jalan raya itu bukan sirkuit, jalan satu-satunya agar tidak emosi adalah nikmati saja perjalan ini! kenceng boleh saja asalkan kita sudah melihat kondisi jalan 3 sampai 4 detik di depan, tentu dengan tetap memperhatikan tips di atas. Jangan lupa mungkin ada yang bisa menambah lagi?

"Ayo ikutan Ngeblog denga tema blogger for safety riding!" ^^


Sumber gambar :
http://ryanandreas.blogspot.com
http://ginger.datafly.net
http://burgmanriders.com

Sunday, November 7, 2010

Mailings and Excell

mail merge
Here's some tips how to change mailings format in Words you want:

- Force word to use the number format you want:
merubah format angka hasil mailings:

Example 1:
{ Mergefield Cost \# "0.00" }
Display: 101.00

Example 2:
{ Mergefield Phone \# "(000)'-'000'-'0000" }
Display: (999)-999-9999

-Change the date format of Mail Merge result:
mengubah format tanggal mail merge:

Example 1:
{ Mergefield Date \@ "dd-MMM-yyyy"
Display: 01-JAN-1998

To change the format regional date settingm for mail merge, please go to Control Panel - Regional and Language options.

Example 2:
{ = { Mergefield Date \@ "d" } \* ordinal } { Mergefield Date \@ "MMMM, yyyy" }
Display: 1st January, 1998

-Change the Case of Mail Merge result
Mengubah format besar kecilnya huruf mail merge:
Example 1
\* upper UPPER CASE
\* lower lower case
\* caps Title Case

Menghitung selisih umur, hari, waktu dengan excell

rumus =DATEDIF(Time1,Time2,Interval)
Time1: waktu mulai
Time2: waktu selesai
Interval: jarak, bisa diisi dengan Y, M, D, YM, YD, MD
Y : Mengetahui selisih waktu tahun
M : Mengetahui selisih waktu bulan
D : Mengetahui selisih waktu hari
YM : Mengetahui selisih waktu bulan yang dibulatkan satu tahun
YD : Mengetahui selisih waktu hari yang dibulatkan satu tahun
MD : Mengetahui selisih hari yang dibulatkan satu bulan

Contoh
sel A1 berisi : 15 Januari 1988
sel B1 berisi : 16 Nopember 2010

jika sel C1 diisi rumus =DATEDIF(A1;B1;"y")&" Tahun" hasilnya : 22 Tahun
jika sel C1 diisi rumus =DATEDIF(A1;B1;"M")&" Bulan" hasilnya : 274 Bulan
jika sel C1 diisi rumus =DATEDIF(A1;B1;"D")&" Hari" hasilnya : 8341 Hari
jika sel C1 diisi rumus

=DATEDIF(A1;B1;"Y")&" Tahun "&DATEDIF(A1;B1;"YM")&" Bulan "&DATEDIF(A1;B1;"MD")&" Hari."

hasilnya : 22 Tahun 10 Bulan 1 Hari. (he he itung itung umur dulu nih^^)


Count Betwen two Date Without holiday and week end
Menghitung jumlah hari kerja (tanpa hari libur dan hari sabtu minggu)

Formula =NETWORKDAYS(Start_date;end_date;holidays)
Start_date => fill with date
End_date => fill with date
Holidays => fill with holidays date


Example :

Cell A1 = 21 desember 2010 =>start day (Tuesday)
Cell A2 = 26 desember 2010 =>end day (Sunday)
Cell A3 = 24 Desember 2010 =>Holiday (Friday) " karena cuti bersama tanggal 24 Desember 2010"

Note : Make sure cell A1, A2, A3 is formated as Date (Right click->format cell->date)
Pastika format sel A1, A2, dan A3 di atas sudah benar-benar dibaca tanggal oleh excell

We will count day from Tuesday to Sunday on Cell B1 --->Text format
kita akan menghitung berapa hari kerja dari hari Selasa sampai Minggu kedalam sel B1---> sel B1 gunakan text format

Cell B1 =NETWORKDAYS(A1;A2;$A$3
result----> 3
jadi jumlah hari kerja dari selasa sampai minggu adalah 3 hari kerja, yaitu selasa, rabu dan kamis, jumat libur karena cuti bersama ^_^


-Count the next days without holidays and week ends

menentukan tanggal tanpa hari libur dan hari sabtu minggu

Formula =WORKDAYS(Start_date;date;holidays)
Start_date => fill with date
Date => fill with number day
Holidays => fill with holiday

example:
The date now is Saturday, 18 December 2010,
6 days next is...?

Cell A1 18 December 2010
Cell A2 6
Cell A3 24 December 2010 =>(Holiday, cuti bersama)

Cell B1
=WORKDAYS(A1;A2;A3)
Result 28 Desember 2010
If result is 40540 change cell setting to date!


Catatan : formula excell di atas menggunakan titik koma (;), sebab regional settingnya Indonesia, kalau regional settingnya US America menggunakan koma saja (,)

sumber:
http://homepage.swissonline.ch/cindymeister/mergfaq.htm#Fieldcodes

googling

Thursday, September 9, 2010

Lebaran


Lebaran tiap tahun ditandai dengan mudik ke kampung halaman, Idul fitri menjadi momen yang tepat untuk bersilaturahmi, bertemu, melepas rindu dengan keluarga, serta bersua langsung dengan kawan lama. Orang pun rela berdesak-desakan di kereta, rela antri tiket bus sampai berjam-jam, rela macet, rela membayar tiket yang harganya membumbung tinggi untuk pulang. Namun sebenarnya mudik lebaran bukan hanya mudik biologis pulang kampung, ada makna lain terkandung di dalamnya.

Idul Fitri secara etimologis berasal dari kata Ied dan Al Fithr, Ied berarti kembali dan Fithr artinya berbuka. Dalam arti ini Fitri bukan berasal dari fitrah (suci), namun orang cenderung berargumentasi fitri berasal dari kata fitrah/suci. Sah-sah saja bila diartikan secara substansi, karena setelah kita berpuasa selama satu bulan menahan lapar dan dahaga Allah SWT mengampuni dosa-dosa kita sehingga kita kembali suci. Namun pertanyaannya apakah kita benar-benar telah bebas dari dosa setelah berpuasa Ramadhan? Wallahu alam.

Karena kita sendiri tidak tahu dosa kita diampuni atau tidak Rasulluah SAW mengajarkan kepada kita ucapan saat kita bersua dengan saudara dengan ucapan “Taqobalallahu minna wa minka (waminkum), waja’alana minal aidin wal faizin” Artinya: “Semoga Allah SWT menerima ibadah Ramadhan saya dan anda, dengan demikian kita menjadi orang orang yang kembali dan berbahagia karena memperoleh kemenangan”. Kembali ke agama, kembali mudik menemukan hati nurani, menemukan Allah dalam dirinya, jadi bukan sekedar kembali mudik biologis saja.

Makna Sosial lebaran adalah bertemunya perantau dengan keluarga asalnya di kampung halaman, bersosialisasi langsung dan bersilaturahmi yang mengandung sisi positif bagi mereka. Mengobati kerinduan setelah sekian lama merantau di tempat lain dan mengajarkan anak untuk menghargai orang lain.

Sedangkan dilihat dari ekonomi adalah meningkatnya arus uang perantauan ke daerah asal. Momen ini menjadi kesempatan “desa” menerima uang dari “kota”, dengan catatan tidak berlebihan dan menjadi ajang pamer kekayaan. Yang kedua uang untuk sarana dan prasarana mudik seperti penyempurnaan jalur dan penambahan transportasi.

Semoga lebaran kali ini menjadikan kita kembali kepada kemenangan, dan amal ibadah Ramadhan kita diterima Allah SWT, semoga amanah yang diberikan dapat kita laksanakan dengan sebaik-baiknya, amanat menjaga diri pribadi dari hawa nafsu bukan hanya saat puasa tapi juga di luar ramadhan.
gambar diambil dari e-matahati

Sunday, August 8, 2010

Bunaken, Surga Bawah Laut


Dengan menyewa dua buah kapal seharga 800 ribu per hari per kapal, kami berangkat ke pulau Bunaken yang berjarak kurang lebih 12 kilometer dari kota Manado, rombongan terdiri 40 orang, setiap kapal berisi 20 orang. perjalanan ditempuh dengan waktu satu jam dengan kecepatan kapal sekitar 25 kph, Pagi itu cuaca cerah dan air terlihat tenang sepanjang perjalanan Manado-Bunaken. Pertama kali naik kapal melewati laut berwarna biru dan hijau memang menyenangkan, dengan jarak pandang kurang dari satu kilometer terlihat pemandangan kota Manado yang semakin menjauh, sebaliknya pemandangan pulau Bunaken semakin dekat.

Akhirnya sampai juga kami di Pantai Bunaken, kapal pun merapat di dermaga yang cukup sederhana menjorok ke tengah laut. Kami melanjutkan perjalanan ke tempat makan yang sudah dipesan sekaligus menaruh tas sebelum menyewa alat snorkling. Saat itu juga kami langsung memesan makan siang agar bisa langsung siap begitu selesai snorkling. Jumlahnya 40 porsi seharga 50 ribu per orang terdiri dari air mineral gelas, sayuran, ikan, dan air kelapa muda.


Selesai pesan kami mencari tempat penyewaan snorkling yang meliputi kaki katak, jaket pelampung, dan kacamata lengkap dengan pipa nafasnya seharga antara 60 ribu sampai 120 ribu,karena kami menyewa rombongan, harga yang kami dapat cukup 60 ribu saja per orang, ho ho cukup murah.

Kami pun menuju kapal yang sama, perjalanan dilanjutkan langsung menuju tempat snorkling selama 15 menit dari pulau Bunaken, tempat snorkling dicarikan sendiri oleh juru kapal dimana arus airnya tidak berbahaya untuk berenang. Rasanya tidak sabar ingin berenang sambil melihat pemandangan karang di bawahnya. Air jernih begitu memudahkan kami untuk melihat batu karang. Namun jika kita berenang beberapa meter ke arah lain akan mudah ditemui tebing jurang yang semakin dalam semakin biru gelap.

Panorama wisata Bunaken terletak di bawah laut, tersembunyi, sunyi, tenang dan mempesona setiap turis yang datang. Kapal kami terdapat kaca khusus untuk melihat karang. Kapal berjalan pelan melewati koral yang indah, ada karang, dan ikan-ikan yang cantik kami temui di situ. Terlihat juga para penyelam di bawah sana, he he, lucu juga.


Tidak cukup sehari untuk melihat seluruh keindahan Taman Laut Bunaken. Disana ada 20 titik selam berkedalaman yang bervariasi sampai 1344 meter. Walau kami tidak melihat semua, panorama pantai Bunaken tak kalah indah. Hamparan pasir putih, birunya laut yang berkilat dan cerahnya cuaca saat itu cukup membuat hati tenteram.

sumber gambar :dari erabaru.net dan http://www.divenorthsulawesi.com/id_index.html, pengen liat gambar yang lain disini

Ayam Seperempat Juta dan Botol 1500 ml


Kejadian ini nyata tetapi dialog saya buat sendiri. Cerita pertama dialami dosen saya sebut saja namanya Pak D, saat itu beliau bertugas di salah satu daerah di Indonesia. Suatu hari Pak D naik motor melalui jalan sebuah desa terpencil. Mendadak dari arah depan ada ayam jantan berlari kencang menyeberang jalan letaknya persis di depan motor Pak D tadi, Karena tidak sempat menghindar si ayam yang malang tertabrak dan mati.
Kemudian datanglah warga pemilik ayam memprotes tindakan Pak D dan meminta ganti rugi. “Pokoknya bapak harus ganti rugi 300 ribu!” Kata pemilik ayam, “Gimana kalau saya ganti 250 ribu?” jawab Pak D, namun si pemilik ayam tetap ngotot diganti 300 ribu, akhirnya Pak D pun menawari lagi “kalau seperempat juta?” , “Baiklah, saya trima ganti ruginya”Jawab pemilik ayam.
hahahahahahahahahahaha

cerita kedua dialami teman saya sebut saja Pak X, Ceritanya, hari itu mobil Pak X hampir kehabisan bensin dan tidak mampu lagi jalan menuju pom bensin, Pak X ingin membeli bensin kepada seorang pedagang eceran yang saat itu ada di pinggir jalan. Karena bermaksud hanya membeli 2 liter bensin, dia lalu membawa 2 buah botol air mineral kosong ukuran 1500 ml kepada pedagang, “Beli bensin 2 liter Pak” Kata Pak X sambil menyerahkan 2 botol tersebut.

Kemudian pedagang itu mengisinya, tapi ternyata cuma 1 botol yang terisi, “Loh kok cuma sebotol?” Tanya Pak X. Apa jawaban pedagang?
Dia pun menjawab: “Seng, seng, satu aja cukup, itu kan botol buat aer, aer seng sama dengan bensin Nyong” artinya “Tidak, tidak, satu saja cukup, itu kan botol untuk air, air tidak sama dengan bensin mas. “

Buset dah! Sejak kapan ukurannya bisa beda?” batin Pak X, hahahaha, padahal dengan botol 1500 ml botol harus terisi dua duanya karena 2 liter sama dengan 2000 ml. Akhirnya Pak X tetep mau membeli, walau dengan harapan yang tak sampai, ada ada saja.

sumber gambar
ozy1.multiply.com
gelasplastik.com

Wednesday, June 30, 2010

Melihat Ambon Pertama Kali

Peta pulau Ambon
Hari minggu, 27 Juni 2010, di atas ketinggian 16000 meter dari permukaan laut, Pesawat Boeing 737 seri 400 terbang tinnggi melintasi nusantara menembus garis meridian. Saat itu tidak ada pemandangan yang terlihat di jendela karena tertutup awan putih, Bagiku pemandangn yang tertutup awan begitu membosankan, Sejenak kemudian mataku terlelap. Kuputuskan untuk memilih tidur. Perjalanan ini memakan waktu hampir dua jam dari kota Surabaya ke Ambon, pesawat yang kutumpangi ini sebenarnya berangkat dari Jakarta namun singgah dahulu di Surabaya untuk menurunkan dan menaikkan penumpang. Sedangkan tujuan akhir adalah Bandar Udara Pattimura di Ambon. Sebuah kota yang konon memiliki pantai berpasir putih nan indah di belahan Indonesia timur sana.

Beberapa saat kemudian, awan2 yang menutup itu perlahan memudar, kulihat lagi melalui jendela, terlihat dari kejauhan sana sebuah lautan yang luas berwarna biru dihiasi awan-awan putih kecil seperti kapas. Dari microfon pesawat kemudian terdengar suara pramugari mengumumkan pesawat telah sampai di Ambon dan akan melakukan pendaratan di Bandar Udara Pattimura, Ambon, Sesuai prosedur keselamatan pendaratan pesawat, penumpang diminta duduk dan memasang dan mengencangkan sabuk keselamatan. Rasanya tidak sabar ingin melihat Ambon dari udara, langsung saja kulirik sebentar pemandangan di luar jendela pesawat, disana terlihat pulau mungil, di atasnya tumbuh tanaman dan pepohonan nan rimbun. pulau apa itu? Pulau Ambon? Rasanya bukan, aku sendiri belum tahu apa nama pulau tersebut. S ebenarnya ada ribuan pulau di bawah sana, inilah yang kita kenal Kepulauan Maluku!

Terdengar deru mesin jet yang mulai dikurangi, pesawat perlahan turun, sambil berbelok menyesuaikan kondisi pendaratan. Kulihat jendela pesawat mulai basah oleh air hujan yang tertiup angin kencang. Namun pemandangan di luar sana masih tetap terlihat. Di luar jendela mulai kulihat pantai yang berpasir putih, dengan pohon kelapa nyiur melambai, sedangkan di belakang pantai, banyak vegetasi yang tumbuh di daratan yang berbukit-bukit. Pemandangan ini sungguh indah.

Akhirnya pesawat Boeing 737 ini berhasil melakukan pendaratan walaupun kondisi landasan basah oleh gerimis di Ambon. Pesawat kemudian memutar menuju terminal bandara menurunkan penumpang. “Akhirnya sampai juga saya di Ambon!” batinku.

Gerimis membuat barang bagasi harus rela basah saat dipindahkan ke terminal bandara. Untung lah hujan tidak begitu deras, sehingga barang kami tidak basah kuyup. Sampai di bandara kami dijemput salah satu teman dengan mobil menuju Baguala. Sebenarnya ada beberapa alternatif menuju Baguala dari Bandar Udara Pattimura. Taksi, angkot dan bus ukuran 3/4 di Ambon. Dari bandara menuju Baguala jalan terlihat sepi, jalan dua arah cukup halus dan lebar, akan tetapi volume kendaraan cukup sepi untuk jalan selebar itu.

Gambar jalan raya dari Bandara Pattimura menuju Baguala:
Jalan raya Ambon

Jalan terlihat sepi, sejauh mata memandang, hanya ada satu mobil pribadi di depan, moda transportasi dari Bandara Pattimura Ambon yang tersedia yaitu bus kecil, angkot, ojek, taksi, dsb




ket:
peta di ambil dari http://www.malukumediacentre.org/peta_situs.htm
foto Ambon yang laen http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=761160
http://www.facebook.com/album.php?aid=2042564&id=1221602947

video pertama kali mendarat di ambon(ilustrasi) :

Friday, April 23, 2010

Polisi Pamong Praja Bukan Sekedar Terlatih


Pamong berasal dari bahasa Jawa yang kata dasarnya adalah among. Kata ini serupa dengan momong yang artinya mengasuh, misalnya seperti kata mengemong anak berarti mengasuh anak kecil. Kata momong, ngemong dan mengasuh merupakan kata yang multidimensional. Sedangkan praja adalah Pegawai Negeri Pangreh Praja atau Pegawai Pemerintahan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Pamong Praja berarti Pegawai Negeri yang mengurus pemerintahan Negara. Lalu seperti apa sosok pamong praja itu?

Sebelumnya kita lihat dulu pengertian Polisi. Polisi berasal dari bahasa Belanda politie yang mengambil dari bahasa Yunani politeia yang berarti badan pemerintahan yang bertugas memelihara keamanan dan ketertiban umum. Jadi dapat disimpulkan Polisi Pamong Praja adalah Polisi yang mengawasi dan mengamankan keputusan pemerintah di wilayah kerjanya.

Seperti istilah asah, asih asuh, secara sederhana setiap mengasuh seharusnya dengan mengasihi, sehinga orang yang diasuh menjadi terasah fisik dan mentalnya. Oleh karena itu seorang pamong merupakan sosok yang inspiratif, akomodatif dan aspiratif. Karakter inilah yang seharusnya ada dalam diri seorang Pamong Praja sebagai bagian dari sosok yang dipercaya mengawasi dan mengamankan keputusan pemerintahan.

Intinya Pamong Praja harus memiliki kecerdasan psikologis yang tinggi, disegani, berwibawa, bukan sekedar melaksanakan perintah saja. Sesuai sandang yang dipakai yaitu praja wibawa. Pamong praja dapat menjadi wakil sikap pemerintah, jika sikap Pamong praja berwibawa maka pemerintah juga berwibawa. Oleh karena itu seorang pamong praja seharusnya bukan hanya terlatih tetapi juga terdidik dan mumpuni.

sumber gambar : http://satpolpp.malangkab.go.id/

Monday, March 29, 2010

Bus Sebagai Sarana Transportasi yang Aman, Nyaman, dan Manusiawi

Berbicara mengenai transportasi umum di Indonesia khususnya transportasi darat tidak akan lepas dari masalah klasik seperti kemacetan dan kurangnya fasilitas angkutan umum. Kemacetan merupakan masalah yang selalu ada di daerah kota seperti Jakarta hingga saat ini. Pemerintah berupaya mengurangi kemacetan ini dengan cara membangun jalan tol dan menyediakan angkutan umum seperti kereta api dan bus. Cara tersebut ternyata tidaklah cukup, karena kemacetan ternyata juga disebabkan oleh ketidakdisiplinan pengguna jalan itu sendiri, misalnya parkir sembarangan sehingga mengganggu arus lalu lintas. Oleh karena itu pemerintah selain menetapkan aturan tentang lalu lintas juga harus didukung dan dilaksanakannya peraturan itu dengan baik.


Sedangkan mengenai buruknya fasilitas angkutan umum terbukti ketika kita sulit menemukan angkutan umum yang benar-benar aman, nyaman, sekaligus efisien, seperti yang terjadi pada angkutan darat bus yang mengangkut penumpang dalam jumlah berlebihan atau terlalu lama menunggu penumpang, menaikkan tarif semaunya sendiri, dan lain sebagainya.

Bus sebagai sarana transportasi baik itu antar kota maupun antar provinsi merupakan salah satu andalah pemerintah untuk mengatasi arus pergerakan penduduk di darat. Perlombaan antar operator bus untuk memberikan layanan yang nyaman, aman, dan manusiawi kepada penumpang sangat kita harapkan. Hal itu sudah terjadi sampai sekarang, terlihat dari munculnya sejumlah nama operator bus yang memiliki “penggemar” tersendiri karena layanan yang diberikan cocok dan memuaskan. Hal itu dapat kita lihat dari website atau situs penggemar bus di dunia maya. Namun tidak jarang operator tersebut juga menerima keluhan-keluhan dari pengguna jasa yang lain.

Era yang semakin terbuka dan cepat inilah yang menjadikan hubungan antara masyarakat pengguna transportasi khususnya bus dengan operator bus sekaligus pemerintah semakin terjalin. Masyarakat memberikan masukan, pemerintah dan operator bus kemudian menerima masukan itu. Dari masukan itulah diambil penyelesaiannya. Misalnya masukan yang berisi keluhan tentang pelayanan bus yang kemudian dicarikan solusi oleh operator bus.

Kerjasama perlu dilakukan oleh semua pihak terkait agar tercipta sarana transportasi bus yang nyaman, aman sekaligus manusiawi. Pemerintah melalui kementerian perhubungan memberikan aturan yang baik dan jelas, didukung kementerian pekerjaan umum dengan menyediakan sarana seperti jalan, jembatan, dan fasilitas lainnya. Operator bus yang memberikan pelayanan terbaik, serta industri karoseri yang merancang kendaraan yang memenuhi persyaratan dengan didukung kreatifitas, tidak lupa juga polisi sebagai petugas dilapangan melaksanakan pengawasan dengan baik. Mereka semua harus bekerja sama agar tercipta tatanan yang diinginkan masyarakat yaitu sarana transportasi yang aman, nyaman, dan manusiawi.

Operator bus memberikan pelayanan sekaligus memperhatikan perawatan armadanya. Misalnya operator bus tidak mengoperasikan kendaraan yang tak layak jalan, mengecek kendaraan sebelum beroperasi, hal ini penting karena menyangkut keselamatan orang lain. Memang kecelakaan bisa terjadi kapan saja, dan dianggap takdir. Hal ini tidak salah, namun dengan demikian tetap ada yang harus bertanggung jawab.

Sepuluh korban tewas dalam peristiwa tabrakan bus dengan truk di jalur pantura, Batang tepatnya di Jalan Raya Cekelan, Desa Penundan, Kecamatan Banyuputih pada hari Selasa, 16 Maret 2010 lalu menyisakan ketakutan bagi masyarakat yang ingin naik bus. Kecelakaan disebabkan karena bus sulit dikendalikan saat melaju dengan kecepatan tinggi, entah karena sebab apa bus yang naas tersebut malah masuk ke jalur yang berlawanan sehingga sampai menabrak kepala truk. Dari keterangan saksi yang menumpang, sopir bus tersebut memang melajukan bus terlalu kencang. (seputarnusantara.com)

Namun kecelakaan bukan hanya disebabkan karena sopir, bisa saja ada faktor lain yang ikut, misalnya lingkungan kerja sopir yang kurang menyenangkan, sehingga mempengaruhi emosi di jalan, kondisi kendaraan yang kurang diawasi, dan lain sebagainya. Tidak lepas dari itu kondisi jalan juga ikut menentukan faktor terjadinya kecelakaan.
Lalu kapan masyarakat bisa menikmati bus yang aman, nyaman, dan manusiawi? Kerjasama semua pihak yang dapat membentuk kondisi tersebut, didukung dengan pengawasan dan pelayanan yang mengarah pada kepercayaan masyarakat dan kemajuan transportasi khususnya bus, bukan malah mengarah pada mempertebal kantong pengawas sendiri.