Tuesday, July 19, 2022

Gunung Harta Semarang Denpasar Bus 2


Jika trip report sebelum-sebelumnya selalu bercerita perjalanan menggunakan Bus Gunung Harta Bus 1, kali ini saya kebagian mencoba Bus 2, dinamakan bus 2 karena yang jalan pada hari itu dua bus, biasanya untuk bus 1 menggunakan tronton, kali ini saya naik bus 2 dengan casis Avante bermesin Hino RN 285 Air Suspension DK 7163 GH.


Pesan tiket
Saya memesan tiket melalui websitenya langsung, ternyata saat itu keberangkatan bus Semarang Denpasar ada dua unit yang berangkat, ternyata bus 1 sudah full, dan saya kebagian bus 2, saat itu kondisi seat bus 1 sudah full baik karena terbooking dan terjual, untuk seat yang terbooking dan terjual memang bisa terlihat dari warnanya. Bus 2 ini hanya menyisakan kursi tengah ke belakang saja. Untuk harga tiket dari Salatiga menuju Denpasar adalah sekitar 300 ribu. Karena takut kehabisan, saya pun langsung melakukan pemesanan tiket langsung melalui website dilanjutkan dengan pembayaran, Sebagai gambaran prosees pemsanan tiket online Gunung Harta ini, kita tinggal membaca dan mengikuti perintahnya saja, urutannya, setelah pesan tiket dan memilih kursi, nanti akan diberikan angka harga dengan nominal unik yang harus dibayarkan kepada rekening sesuai di petunjuk, yang penting disini adalah kalian mencatat kode booking dan memiliki email yang aktif, karena jika lupa kode booking seperti yang saya alami, kita bisa mengeceknya di email. Kode booking nantinya yang harus kita masukkan pada menu konfirmasi, di menu konfirmasi saya hanya mengisi kode booking, sedangkan nomor rekening diisi asal juga sudah terkirim ke adminnya. Intinya kita hanya memberi tahu saja admin bahwa sudah bayar, sebenarnya tidak perlu konfirmasi pun seharusnya sudah otomatis terkunci kursinya ya.

Hari keberangkatan
12.15 WIB
Saya tiba di Terminal Tingkir yang saat itu sedang direnovasi, sehingga posisi agen pindah ke sebelah utara, ternyata di halaman parkir sudah datang kedua busnya baik bus 1 maupun bus 2, saya pun mencari dimana posisi agen untuk cek in, kali ini perlakuan agen kepada pembeli online tidak seperti biasanya, dimana biasanya setelah kita lapor, agen langsung mencari nama kita di manifes dan diberikan cek list bahwa kita sudah datang, berbeda kali ini saya hanya bilang sudah beli online dan busnya bus 2, agen langsung mempersilahkan naik ke busnya, tanpa sibuk mencatat. Namun sebelum naik saya ijin dulu Sholat Jamak Zuhur dan Ashar di Mushola yang ternyata juga dipindah ke utara.

Selesai Sholat saya naik ke bus 2 dan terlihat pula, bus 1 yang bermesin 2542 berangkat duluan. Untuk okupansi penumpang di Bus 2 kurang lebih baru terisi sekitar 60 %. Sisanya nanti akan mengambil penumpang sepanjang Boyolali, Kartosuro, Solo, Sragen, sampai Ngawi.

Busnya sendiri menggunakan body Avante Mesin Hino RN 285, sudah suspensi udara, posisi topi ternyata tidak seramah topi pada legacy SR2 yang masih bisa terlihat, posisi topi Avante ini sama tidak ramahnya dengan topi model SHD.

12.50 WIB
Bus mulai diberangkatkan dari Terminal Tingkir menyusuri jalan arteri menuju Boyolali tanpa tol.
Bus ini menggunakan model Avante bermesin Hino RN 285 sudah bersuspensi udara, sehingga goncangan jalan tidak begitu terasa. Kelebihan lain dari suspensi udara yaitu penumpang memiliki istirahat yang berkualitas sehingga saat sampai tujuan dapat beraktifitas dengan bugar. Jadi bukan karena sasis premium.

Memasuki pasar Ampel sempat melihat insiden sepeda motor terjatuh saat putar balik dari arah selatan, untung bus berhasil berhenti walaupun harus melalui proses rem yang mendadak. Motor yang digunakan adalah sejenis motor kopling, kelihatannya pengendara salah masuk gigi tinggi, ketika putar arah, badan sudah condong miring tapi tidak diimbangi dengan tenaga motor karena salah masuk gigi tinggi.
Sampai Terminal Baru Boyolali ternyata bus terus bablas saja.

13.30 WIB
Sampai di Jalan Raya Boyolali Solo bus berjalan pelan sekali, ternyata di jalur ini bus sedang mencari agen agar tidak kebablasan. Dan setelah sampai naiklah 4 penumpang.



13.45 WIB
Bus memasuki Terminal Kartosuro dengan jalan berdebunya, bus menaikkan satu penumpang dari sini, disini terlihat sudah ada perbaikan dari agennya, karena beberapa bulan yang lalu ketika saya naik dari sini, penumpang dari sini selalu telat dan salah jadwal.

14.15
Bus masuk Terminal Tirtonadi, tapi disini hanya absen saja, tidak menaikkan penumpang, penumpang naik dari luar terminal, jalan setia budi, belakang terminal, Di belakang terminal ini ternyata ada juga agen Mansion, sekilas info saja, untuk tarif dari Solo ke Denpasar ini, diberandol dengan harga tiket 300 ribu, siap di Kantornya jam 15.30 WIB, Kantornya di Jalan Setiabudi 17, Timur Terminal Solo, nomor agennya Bu Handoko 081326451770, cuman saya sendiri belum pernah mencoba bus ini dari Solo.
300.000
jam 15.30 siap kantor

po mansion solo
jl setiabudi 17 timur trmnl solp

Back to the topic, disini seperti biasa ada pembagian snack ringan dari Agen Setiabudi, isi snacknya antara lain, roti, air mineral, dan kerupuk, entah apa namanya. Bus berhenti sekitar 10 menit saja, lebih cepat daripada yang dulu-dulu.

14.45 WIB
Memasuki Terminal Palur, dimana terlihat beberapa Bus Batik Solo Trans yang mangkal. Lepas palur, bus menyusuri jalan arteri tanpa lewat tol sampai Sragen

15.35 WIB
Masuk Terminal Sragen.


15.50 WIB
Masuk tol via pintu tol Sambung Macan, sebelumnya naik 1 orang dari pintu tol ini, mungkin sudah janjian sebelumnya ya.

16.15 WIB
Keluar pintu tol Ngawi menuju Terminal Ngawi yang masih rusak dan bergelombang jalannya, dilanjutkan menuju Maospati dan Madiun, namun hanya lewat saja.

17.45 WIB s.d. 18.25
Istirahat di Rumah Makan, disini waktunya bener-bener pas buat makan malam dan Sholat Mahrib pun juga sudah bisa dilaksanakan, karena jadwal Mahrib sekitar jam 17.46 WIB. selesai Sholat saya lanjut makan malam, yang berbeda dari servis makan sebelum-sebelumnya, disini sudah tidak tersedia menu bubur kacang hijau atau bubur sum-sum seperti pada saat pertama kali buka dulu. Namun yang sama adalah masih diperbolehkan nambah makanan dengan gratis, saya pun memilih pecel ditambah nasi goreng. Minuman yang tersedia ada teh dan air galon mineral.

Di parkiran rumah makan ini ketemu juga Pahala Kencana jurusan Jakarta.


ada juga Lorena double decker entah jurusan mana


Disini berhenti sekitar setengah jam, waktu yang cukup untuk pergi ke toilet, sholat jamak, dan makan, tidak kurang juga tidak lebih. Terlihat beberapa kesibukan di rumah makan ini yaitu pengisian bak toilet bus.

Selesai makan bus melanjutkan perjalanan melalui tol, saya pun tertidur dan saat bangun ternyata sudah sampai Situbondo, saat itu bus berhenti karena macet entah karena apa, saat macet ini akan menuju toilet, ternyata pintu tidak bisa dibuka karena ada penumpang yang tidur tepat di pintu toilet, karena saya pikir jarak ke rumah makan kurang lebih tinggal 1 jam an, saya nunggu nanti saja di rumah makan.

00.50 WIB
Bus sampai di Rumah makan Situbondo, berarti jarak menuju pelabuhan tinggal 1 jam saja, bus hanya berhenti sepuluh menit, sekaligus memberikan kesempatan penumpang pergi ke toilet.

01.55 WIB
Bus masuk Pelabuhan Ketapang, ternyata di depan, Tronton Bus Semarang 1 masih terlihat sedang memasuki kapal Feri, sedangkan bus yang saya naiki kebagian kapal feri di dermaga yang lain, dimana mendapatkan kapal feri dengan satu pintu saja, bus masuk kapal Feri dengan jalan mundur ke belakang, Selesai masuk semua kendaraan, beruntung kapal yang saya naiki langsung berangkat, 90 persen penumpang bus turun menuju ruang tunggu kapal, namun saya tetap diam di kursi untuk istirahat.

03.00 WIB atau 04.00 WITA
Sampai di Gilimanuk, bus keluar dari Kapal, tidak ada pemeriksaan rapid dan vaksin disini, juga tidak ada pemeriksaan KTP seperti sebelum pandemi, jadi penumpang tetap tidak terganggu. Keluar pelabuhan bus mengisi solar di Pom Bensin dan menurunkan penumpang transitan Singaraja.

6.50 WITA
Bus masuk Terminal Mengwi menurunkan penumpang


7.10 WITA
Bus sampai di garasi Cokro, yang mengejutkan disini, ternyata bus 1 yang tadinya berangkat duluan, sampai garasi lebih akhir dengan selisih kurang lebih 30 menit dari bus 2, kemungkinan karena antrian kapal Feri tadi.

M Trans Denpasar Ngawi Magetan



Kali ini saya akan mencoba bus M Trans Jurusan Denpasar Ngawi Magetan, dimana jalur ini dinamai seri H oleh agennya, penamaan seri-seri ini mengingatkan kita seri-seri di STJ ya. Untuk Rute Denpasar Ngawi sendiri sebenarnya ada alternatif lain seperti Naik Gunung Harta langsung turun Ngawi dengan tarif saat ini memakai tarif Semarang Rp.320.000,-,. Atu bisa juga naik M Trans jurusan Surabaya dengan harga tiket saat ini RP.230.000,- dilanjutkan naik bus-bus jurusan Surabaya Solo/Jogja. Sedangkan yang saya naiki ini adalah M Trans langsung turun di Ngawi yang ternyata diberandol tiket seharta RP.280.000,-. Bus yang saya naiki ini nantinya terakhir berhenti di Magetan.


Pembelian tiket
Pembelian tiket bila melalui online tinggal di googling saja nanti ketemu situsnya online dot mtrans dot co dot id. namun jika melalui online harus mendaftar dulu menggunakan email kita, dan juga nanti ada tambahan biaya sekitar 5000 rupiah di saat pembayaran tiketnya, Soal tiket ini, jika kita perhatikan User Interfacenya sepintas akan mirip dengan tiket online bus 27 Trans, saya kira 2 po ini satu grup, ternyata karena memang penyedia situs tiketnya adalah pihak ketiga yaitu rong rit, jadi kedua PO tersebut sama-sama bekerja sama dengan Rong Rit untuk penjualan tiketnya, bedanya M Trans sudah menggunakan nama domain sendiri, sedangkan 27trans terlihat masih memakai domain rongrit pada urlnya. Bagi yang penasaran silahkan dicoba sendiri pasti mirip-mirip.
Pertanyaannya apakah jika saya punya akun di M Trans bisa mencari bus di 27 Trans, ternyata setelah saya coba-coba tidak bisa, jadi setiap PO, harus mendaftar 1 akun.
Saya sendiri lebih tertari memesan tiket langsung karena tidak ada tambahan biaya tadi. Saya memesan tiket dengan datang langsung ke garasi/poolnya di jalan Gurita Sesetan Denpasar, pembayaran tunai, dan saya mendapatkan tiket berupa print cetak serta amplop tiketnya yang cukup unik.
"gambar tiketnya menyusul"

Saat itu okupansi penumpang untuk keberangkatan dua minggu sebelum hari H, seat masih kosong melompong, saya memesan kursi paling depan. Harga tiketnya adalah Rp.280.000,- Tertera berangkat jam 14.30 WITA, tapi siap di agen jam 14.00 WITA.

Hari H
Siang hari cuaca cerah, sebelum naik ke bus, wajib cek in di agennya untuk konfirmasi keberangkatan, pada saat perjalanan ini ternyata saya mendapatkan telepon dan wa dari agen untuk konfirmasi titik naik, poin plus jika bisa cek in via WA.

[13.14, ] +62 812-2888-138: Selamat siang kami dari Mtrans, bapak naik dari mana?
[13.18, ] +62 812-2888-138: untuk bis H
Siap dikantor jam 14.00
Siap dimengwi jam 16.00

Mohon diperhatikan jam keberangkatan.
Penumpang terlambat dengan alasan apapun tiket hangus dan bukan tanggung jawab Mtrans.
Komplain tidak akan dilayani.
Terima kasih


Ternyata kode bus yang akan membawa saya saat itu sudah tertera di tiketnya langsung, jadi tidak menggunakan nomor polisi atau nomor lambung ya, tapi menggunakan kode jalur, yaitu jalur seri H. Di pool tersebut tersedia fasilitas ruang tunggu AC dan non AC, serta toilet. Cukupn nyaman.

Sekitar jam 14 lebih 10 menit terlihat di M Trans dengan julukan Sultan Class siap diberangkatkan, Sultaan Clas ini adalah jurusan Denpasar Malang Kediri, Keadaan di ruang tunggu cukup ramai penumpang


Setelah Sultan Class Berangkat, Akhirnya datang bus dari dalam pool, dengan harapan dapat single glass, ternyata yang datang malah berbody avante legacy SR2 denan dapur pacu Hino RK 8 leaf suspension. Bus berhenti di posisi keberangkatan, siap untuk menaikkan penumpang, ternyata saat naik harus nunggu diabsen petugasnya jadinya cukup lama. Ada tulisan yang cukup unik di dalam bus ini yaitu Manajemen akan memberikan hadiah uang 1 juta bila melaporkan kru yang merokok di dalam bus, menaik turunkan penumpang tanpa tiket, menaik-turunkan barang tanpa resi, ugal-ugalan. Kondisi bus ini cukup bersih tanpa ada tempelan stiker julukan, dan juga tanpa strobo.

, okupansi penumpang yang berangkat dari pool sudah terisi sekitar 60% persen dari kapasitas kursi. Bus yang saya naiki ini bermodel Legacy SR2, untuk ukuran kaca terbilang relatif lebih tidak terhalang daripada kaca SHD, karena topi memang relatif lebih kecil daripada SHD, tapi tetap saja kenyamanan tidak bisa 100 persen, seharusnya memang topi dibuat pas di atas pandangan horizontal mata penumpang untuk kenyamanan penumpang.


14.50 WITA
Berangkat telat 20 menit dari jadwal karena menunggu penumpang yang ternyata harus membeli tambahan tiket karena ternyata membawa anak usia 6 tahun, namun entah bayarnya full atau separo.

Selesai urusan tiket, Bus diberangkatkan dari pool Jalan Gurita, Sesetan, Denpasar, sopir mulai perjalanan dengan perlahan-lahan karen jalannya sempit sekai untuk ukuran bus, Seperti biasa untuk menikmati perjalanan dengan model bus bertopi, posisi kursi harus sedikit direbahkan agar cakrawala jalan terlihat.

Bus keluar Sesetan melalui samping lapangan Pegok yang cukup sempit, sempat berpapasan dengan mobil yang memaksa mobil tersebut harus mundur beberapa meter untuk memberikan ruang manuver bus. Bus melanjutkan perjalanan menyusuri sepanjang jalan sesetan, sampai jalan Diponegoro, melewati depan agen gunung harta Diponegoro, lanjut bablas sampai Ubung.

15.30 WITA Masjid Agung, Ubung
Disini menaikkan 5-6 penumpang, untuk kursi penumpang saat itu terisi full sesuai kapasitas kursi.

16.05 WITA
Bus memasuki Terminal Mengwi, disini bus berhenti sekitar 10 menit saja, cukup singkat juga, yang cukup bagus ini adalah catatan waktunya cukup pas dengan informasi dari Whatsapp di atas.
Disini pula kru mulai menaikkan snack dengan ukuran kotak jumbo, ini menjadi salah satu poin plus dari PO ini, karena snacknya bisa dibiang snack mahal, selain snack ada pula tisu di dalamnya. Namun tetap saja jika anda setiap hari makan snack seperti ini juga tidak bagus untuk pankreas anda, dimana Pankreas mengatur gula di dalam darah, jika tidak diatur darah akan berlebihan yang bisa mengakibatkan penyakit komplikasi. Tapi kalau sesekali juga tidak masalah lah ya.



Back to the laptop, setelah membagikan snack, ada acara doa bersama yang dipimpin kernetnya.

Bus melanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan menyusuri jalan yang berliku-liku, kendaraan sore hari sepanjang jalan cukup padat, sering bertemu dengan truk besar dengan arah yang sama. Mesin bus sedikit ada masalah di gigi awal gigi 2, kalau habis berhenti sering nggredeg, entah ini karena kaki sopir yang terlalu membuka gas atau karena mesinnya, karena pas dibawa sopir tengah tidak nggredek. Bus menggunakan suspensi daun, jadi memang lebih keras goncangannya dibandingkan suspensi udara.
Perjalanan dari Denpasar menuju Gilimanuk ditempuh kurang lebih 3 jam


19.05 WITA
Bus memasuki area Pelabuhan Gilimanuk, bus langsung menuju area parkir tanpa ada pemeriksaan rapid tes antigen maupun vaksin, ternyata disini bus harus antri di parkir pelabuhan kurang lebih 1 jam an, terlihat pula disitu ada bus-bus lain seperti Gunung Harta dan Menggala.

20.10 WITA
Kapal yang ditunggu-tunggu akhirnya berlabuh, Bus dan truk yang tadinya antri, mulai memasuki kapal feri. Bus yang saya naiki kebagian tempat di sisi kanan kapal, jadi nanti pasti pas keluar dapat antrian belakang. Setelah kendaraan semua sudah masuk, Feri mulai diberangkatkan.
Seperti biasa penumpang bus semua turun dari kapal dan menunggu di ruang tunggu di atas, saya pun bergegas naik ke atas segera mencari toilet dan mushola, mumpung masih sepi. Untuk menuju ruang tunggu ini, jalur di kapal ini harus melewati jalur yang tanpa, atap, untung saat itu tidak hujan.



Di dalam kapal saya membeli pop mie seharga Rp.15.000,- agar lambung tidak maag, karena memang jam 6 sudah waktunya makan malam.
Mengenai fasilitas Feri seperti fasilitas pada umumnya yaitu ruang tunggu di dalam dan di luar ruangan, toilet, mushola, TV, dan ada pula warung/kafe yang menjual snack ringan, seperti wafer, pop mie dan cemilan lainnya, hanya saja kamu tidak akan menemukan kamar tidur seperti kapal feri penyeberangan Merak Bakahuni, hal ini tentunya berkaitan dengan waktu tempuh yang relatif lebih singkat.

Perjalanan feri ditempuh kurang lebih 2 jam karena antri berlabuh di Pelabuhan Ketapang.
Kondisi arus laut di malam itu tidak terlalu besar. Saya sempa khawatir ombak besar, karena saat itu kondisi angin di Bali cukup berangin, ditambah beberapa hari yang lalu ada berita tentang gelombang laut yang besar sampai Feri berhenti beroperasi beberapa jam, tapi untung saat itu gelombang tidak terlalu besar.


20.45 WIB
Kapal berhasil sandar berlabuh di pelabuhan Ketapang Banyuwangi, terlihat gelombang selat Bali cukup aman untuk kendaraan keluar dari kapal, posisi laut waktu itu cukup dangkal, sehingga rail pelabuhan posisinya miring ke bawah, memaksa kendaraan yang keluar dari Feri harus menanjak.

Waktu sudah berganti menjadi WIB, 1 jam lebih lambat daripada WITA.

Begitu keluar dari Feri, Bus M Trans berhenti sebentar karena ada pengecekan dari PO, yaitu mengecek jumlah penumpang dan bagasi, cukup ketat juga PO ini, tapi memang semua ini bertujuan untuk pelayanan penumpang tentunya, meskipun disisi lain bagi sopir tidak bisa mencari tambahan penghasilan dari uang nitip bagasi. Tentunya masing-masing PO punya kebijakan sendiri-sendiri ya, ada yang memperbolehkan busnya dipakai kru menerima titipan bagasi, ada juga yang mengambil kebijakan sebaliknya.
Selesai cek, bus keluar pelabuhan menuju Rumah makan yang berjarak setengah jam dari pintu pelabuhan tadi, cukup dekat.

21.20 WIB

Bus M Trans sampai di rumah makan, penumpang dipersilahkan turun dan mengambil makanan dengan menunjukkan tiketnya kepada petugas. Menu yang tersedia saat itu cukup standard, ada nasi, ayam kecap, sayur, kentang balado, kerupuk, dan yang istimewa ada jeruk anget dan jeruk dingin, entah itu air jeruk perasan langsung atau air jeruk instan.

Fasilitas yang terdapat di rumah makan ada mushola, toilet dan gubug tempat orang rokok, kondisinya bersih, mungkin karena masih baru. Selain bus M Trans, terparkir juga disitu bus bus pariwisata yang entah saya tidak ingat namanya.


21.55 WIB
Bus mulai melanjutkan perjalanan, cukup disiplin juga waktu istirahatnya. Sehabis makan bus melanjutkan perjalanan dengan pergantian sopir. Pembawaan sopir tengah lebih halus daripada sopir pinggir, untuk awalan angkatan gigi dua, tidak terlalu nggredek seperti saat dibawa sopir pertama, mungkin karena sopir pinggir tadi teralu dalam dalam menginjak gas, tidak diurut, sehingga bukaan gas, terlalu tinggi, jadi seperti kita saat membawa motor bebek menanjak pakai gigi dua, tapi entahlah mungkin ada masalah di mesinnya, untuk gigi 3, ke atas, suara mesin seperti tidak ada masalah.
Menggunakan mesin Hino RK 8, bus terlihat enteng sekai melibas antrian truk dan mobil pribadi sepanjang jalan eksotis jalur Banyuwangi ke barat. Bila dibandingkan head to head dengan Mercedez Benz 2542 dari segi kekuatan/power menyalip, sebenarnya relatif sama, akselerasinya cenderung sama-sama besar untuk sekedar menyalip di jalur sempit ini, sebenarnya Hino RK8 ditambah suspensi udara itu sudah cukup nyaman dan tidak ada bedanya dengan Mercedez 2542.
Di jalur ini pula sempat bertemu dengan Gunung Harta Merah, kemungkinan jurusan Surabaya karena untuk jurusan Magelang Yogya atau Semarang sudah jalan duluan sekitar 3 atau 4 jam yang lalu.
Yang menjadi poin minus pada perjalanan kali ini adalah jenis selimut yang terbuat dari kain sejenis rajut, dimana hawa dingin AC ternyata masih bisa menembus permukaan selimutnya, karena kain rajut kan memiliki lubang yang relatif lebih besar daripada jenis cotton, meskipun selimut model ini menang lebih terlihat estetik pada tampilan, namun secara fungsinya masih kurang, karena saya masih merasa kedinginan memakai selimut ini.
Poin minus lainnya adalah tentu saja belum ada suspensi udara, alhasil kombinasi selimut yang masih dingin serta kondisi suspensi yang berisik, saya tidak bisa tidur sepulas suspensi udara. Hanya bisa tidur ayam, merem tapi sebenarnya masih cukup terjaga.
Selain poin minus, ada poin plus yang tidak biasanya didapat pada bus-bus pada umumnya, yaitu ukuran kursi yang cukup lebar, saking lebarnya, gang tengah bus hanya berjarak sejengkal saja, efek dari gang yang sempit tadi, kita yang dudukkk tidak terlalu terganggu dengan penumpang yang lewat, bahkan saya yang posisi duduknya di 1B, saat ada orang lewat, saya tidak terlalu terganggu untuk sekedar menggeser kaki. Jadi kursi ini memang cocok untuk jenis bus jarak jauh yang tidak sering menaik turunkan penumpang.
Poin minusnya orang yang berjalan di lorong bus harus sedikit menyerongkan badannya untuk lewat, namun hal itu sebenarnya tidak menjadi masalah karena tidak sering.

02.45 WIB
Bus sampai di Surabaya di daerah Medaeng, dilanjutkan memasuki Terminal Bungurasih, selesai menurunkan penumpang, bus bergeser ke belakang terminal, lalu berhenti sebentar istirahat sekaligus memberi kesempatan penumpang ke toilet. Saya lebih memilih diam di kursi mencoba tidur.

04.00 WIB
Bus melanjutkan perjalanan menyusuri jalur biasa, non tol ke arah barat sampai di Braan, karena memang sepanjang jalur ini ada penumpang yang turun. Masuk Tol lagi ketika sampai di Braan.

05.00 WIB
Bus sampai di Terminal Anjuk Ladang, Nganjuk, namun tidak masuk terminal, hanya menurunkan penumpang di luar terminal. selanjutnya bus puter balik untuk masuk tol lagi

06.10 WIB
Bus sampai di Terminal Ngawi, yang saat itu masih direnovasi, entah mengapa tidak direnovasi dulu jalannya yang sudah rusak dan bergelombang, karena yang sering dipakai adalah jalan tersebut, bukan bangunan-bangunan di dalamnya,





Kesimpulan naik M Trans DK 7081 Seri H, Denpasar Magetan

Poin plus
- Harga tiket yang cenderung lebih murah
- Pemesanan tiket yang mudah, dan fitur tiket online yang mudah
- Posisi pool strategis, bisa berangkat dari tengah kota Denpasar
- Welcome drink berupa minuman vitamin
- Seat kursi lebih lebar menggunakan merk Hai
- Snack melimpah
- Kru tidak merokok

Poin minus
- masih menggunakan suspensi daun, cukup keras, kurang nyaman untuk istirahat
- Selimut menggunakan kain rajut, tidak cukup melindungi dari hawa dingin AC
- belum ada footrest
- belum ada gps tracking
- bertopi

Poin fasilitas standard bus malam lainnya
Fasilitas Ruang Tunggu
- Ruang tunggu nyaan AC non AC
- Tempat charger HP


Tempat duduk
- ada usb charger (khusus Handphone)
- Kursi recleaning seat
- Leg Rest

Fasilitas ruangan di dalam bus
- Tidak disediakan tempat sampah di dalam bus
- Toilet
- Smooking Room
- Bagasi luas

Fasilitas perjalanan dan pelayanan
- Free wifi
- Malam tidak berisik, (tidak menyalakan TV yang mengganggu istirahat)
- Service Makan dan minum gratis di rumah makan
- Tag bagasi