Wednesday, February 21, 2024

Mengunjungi Kota Tua Jakarta


Selamat malam semuanya, kali ini saya akan menceritakan pengalaman pertama kali mengunjungi Kota Tua Jakarta, bagaimana kesan-kesannya? silahkan baca terus tulisan di bawah ini.

Lokasi parkir
Lokasi parkir ada yang resmi ada juga yang tidak resmi.

Parkir resmi
Parkir yang resmi bisa langsung menuju kantor pos di lokasi Kota Tua dengan tarif yang wajar sesuai lama parkir, namun kekurangannya, jalur masuk dan keluarnya macet karena ruas jalannya dikorupsi dipakai pedagang-pedagang.

Parkir tidak resmi
Parkir tidak resmi tinggal mengikuti tawaran orang di pinggir jalan yang menawarkan parkir disana, dengan biaya Rp.10.000,- baik lama atau sebentar. Tarif yang lumayan mahal ya, tarifnya seperti tarif parkir motor di belakang Paza Indonesia, tarifnya setara 1 liter bensin premium.

Parkir mobil?
parkir mobil belum sempat saya telusuri dimana

Parkir Bus
saat saya kesana, ada juga bus Budiman pariwisata yang sedang parkir.

Mushola
Jika akan sholat, bisa jalan ke sebelah utara kurang lebih 100 meter, ada Masjid kampung

Angkutan umum
disini juga dilewati busway dan KRL, jadinya mungkin lebih enak naik transportasi umum saja, tidak perlu mencari parkiran.


Toilet
Lokasi toilet ada di dalam area Kota Tua di sebuah gedung tua, dengan tarif Rp.3000,-

Pengamen dimana-mana
disini, banyak sekali pengamen yang meminta-minta kepada pengunjung yang sedang duduk-duduk di kursi.

Tutup Jam 21:00 WIB
ternyata menjelang pukul 9 malam, area Museum Fatahilah dan Kota Tua ditutup untuk umum, petugas memberikan pengumuman 10 menit sebelum ditutup melalui pengeras suara, dilanjutkan dengan sirine.

Kesan-kesan
Dibalik kekurangan-kekurangan di atas, berada di antara bangunan-bangunan tua memberikan kesan yang lain, bangunan besar dengan pintu dan jendela dengan ukuran jumbo, didukung motif lantai yang jadul memberikan sensasi sendiri yang tidak dapat dirasakan bagi yang hanya melihatnya dari sebuah gambar, kesan otentiknya begitu kental, dari lantai bawah sampai ujung atas bangunan.

Sempat saya pikir sebelum kesana, kesannya biasa saja, "Wah cuman kota tua, paling juga gitu-gitu saja", namun setelah melihat sendiri, ternyata mendapatkan kesan yang tidak dirasakan sebelumnya, hanya bisa dirasakan saat datang sendiri.


No comments:

Post a Comment

mohon koreksinya apabila salah (CMIIW), silahkan berkomentar dengan baik, penulis tidak bertanggung jawab atas apa yang anda sampaikan, jadi silahkan anda bertanggung jawab dengan apa yang anda sampaikan, terima kasih telah berkunjung, semoga bermanfaat [ baca disclaimer]