Saturday, April 30, 2011

Inspirasi


Dari mana datangnya inspirasi, seprtinya tidak tentu darimana, tiap orang pasti beda-beda. Mungkin saat anda merenung di malam hari, mungkin saat anda sibuk mengerjakan pekerjaan. Atau mungkin bisa datang saat anda naik kendaraan. Karena sifatnya memang unik, memang inspirasi bisa datang kapan dan dimana saja.


Saya bahas ini gara-gara belum dapat ide menulis. ide untuk menyusun rangkaian kata bisa saja tidak serta merta ada. Namun bolehlah kita tulis tentang latihan nulis, la wong idenya belunm ada, daripada kosong kan boleh kita isi, haha, kalau begini terus lama-lama makin kebawah blog sudah jadi. Tak apalah biar tetep eksis.

"Mulutmu harimaumu", itu dulu, sekarang tentu "Tulisanmu harimaumu". Jadi intinya pasti tau sendiri kan? kalau ga tau tanya bapak, ibu, mas, mbak disampingmu. Menulis apa saja boleh, asalkan isinya bermanfaat, tidak mengada-ada alias gosip, dan tentu saja ada harapan nanti tulisan memiliki nilai, berguna bagi orang yang membaca, walau saat ini sebenarnya saya masih mencari ide, menulis seperti ini juga boleh kok, karena blog tidak harus dituntut berisi karya ilmiah, blog boleh diisiapa saja misalnya unek-unek yang tentu saja harus hati-hati, mengingat blog seperti kita menulis kemudian kita tempel di tengah keramaian pasar, pasti dibaca orang yang lewat. Oke deh, Sampai disini dulu mohon maaf bila anda bingung.

Gambar diambil dari blog faktabukanopini dot blogspot (tapi udah broken kayaknya)

Friday, April 29, 2011

Merapi Merbabu

gunung merapi dan merbabu

Di Kota ini jika mata kita dipalingkan ke barat maka terlihat pemandangan yang menakjubkan, dua gunung yang tegak berdampingan seperti satu pasangan yang serasi. Gunung Merbabu yang tampak kokoh berdiri bersandingan dengan gunung Merapi. Merbabu Seperti seorang kakak yang tegar, tenang, pengertian dan sabar sementara Merapi yang berada di sampingnya seperti seorang adik yang semangat dan lincah.

Seperti dua orang satu sama lain, keduanya punya sifat yang berbeda, Merapi sampai sekarang masih menjadi gunung aktif di dunia, sementara Merbabu terakhir meletus tahun 1968, Merbabu seolah tetap menjadi sosok yang lebih tenang menjadi penjaga sekaligus kekasih.

Walau dulu keduanya terbentuk dari kekuatan yang dahsyat, Namun melihatnya di pagi hari cukup membuat orang takjub. Tak bisa dipungkiri pemandangan ini pasti menjadi salah satu orang kangen akan kampung halaman (By). Warna biru cerah, dipadu guratan-guratan hitam tampak halus menghias. apalagi jika melihat dari sawah, hampir sama seperti yang dilukiskan seniman.

Ah sudah dulu nulisnya, saatnya pergi, slamat jalan, sampai jumpa di lain waktu, semoga engkau tetap berdiri, tegar, dan indah :)

Thursday, April 28, 2011

Resep

resep masakan Sejenak lupakan masalah yang bisa membuat otak penat, saatnya kita "refreshing! :)". Berikut ini saya tulis beberapa resep yang pernah saya praktikan, sekedar buat catatan semoga berguna.
Membuat Tempe/Tahu Bacem Bahan -Tahu 4 potong -Tempe 1 kotak Bumbu -3 siung bawang merah -2 siung bawang putih -ketumbar secukupnya -garam dapur -gula merah -kecap Cara Membuat : -Haluskan garam, tumbar, bawang merah dan bawang putih, -Tumis bumbu tersebut sampai harum -Masukkan Tempe yang sudah dipotong-potong dan tahu -Beri air secukupnya -Beri gula -Tunggu hingga mendidih dan airnya surut lalu angkat Oseng Sawi Bahan *Sawi satu ikat *Tempe setengah kotak Bumbu *Bawang merah 3 siung *Bawang Putih 2 siung *Cabe merah Cara membuat : -Iris semua bumbu -Potong tempe menjadi kotak -Tumis bumbu -masukkan tempe dan sawi, aduk -tambahkan air -masak sampai mendidih dan empuk, lalu angkat Selamat mencoba! Sumber gambar dari ttp://static.rnw.nl

Wednesday, April 27, 2011

Ulat

ulat bulu
Tentu melihat ulat bulu yang berjumlah ratusan mampu membuat bulu kuduk berdiri. Wajar jika itu terjadi. Ulat bulu pernah menjadi perbincangan gara-gara jumlahnya melebihi ukuran normal. Dalam siklus metamorfosis sempurna Ulat termasuk tahap Larva, yang berusaha mencari makan. Dari larva dia berubah menjadi kepompong (pupa) dan akhirnya menjadi kupu-kupu (imago).


Namun kita cenderung melihat persoalan ulat bulu sebagai serangan yang hebat dan membahayakan. Di salah satu daerah (saya lupa) Ada Sekolah yang terpaksa meliburkan diri gara-gara ulat, Anak-anak disuruh memakai pestisida untuk membasi ulat, bahkan ada sampai membakar. Langkah itu terasa kurang jika guru tidak memberi penjelasan kondisi alami ini kepada anak didik mereka.

Sebenarnya ulat yang menghinggapi pohon mangga menjadikan pohon itu lebih lebat daunnya pada periode berikutnya. Karena proses adaptasi alami, pohon mangga yang daunnya dimakan ulat, merangsangnya mengeluarkan daun yang lebih lebat. Jadi jangan sampai kita menganggap ulat itu seperti musuh bebuyutan yang harus dibasmi. Toh ulat bulu hinggapnya di tanaman tahunan seperti mahoni, mangga, bukan tanaman musiman.

Semoga permasalahan ini tidak lantas menjadikan kita paranoid dengan ulat, Sesuai rantai makanan, saat predator ulat berkurang saat itulah ulat dapat berkembang lebih banyak. Daerah seperti Porbolinggo yang Gunungnya aktif saat ini bisa saja menjadikan predator alami ulat seperti Prenjak Jalak mengungsi. Selain faktor alam berkurnagnya predator juga bisa karena ulah manusia sendiri yang memburunya untuk dijual.

gambar dari sini