Friday, November 25, 2022

Mencoba Bus 2 Gunung Harta Denpasar Solo Semarang


Cerita perjalanan kali ini adalah naik bus Gunung Harta Denpasar Solo Semarang Bus 2, Biasanya kan kita naik bus 1 yang tronton, kali ini kita akan melakukan perjalanan menggunakan bus 2, kira kira apa bedanya dengan bus 1? silahkan disimak terus cerita di bawah ini ya. (oiya nomor Agen Cokro adalah wa.me/6282237817333, sedangkan bila memesan di website dapat menghubungi nomor wa.me/6282145444544)


Pembelian tiket online yang dibuka mepet H-1
Memang benar, jika kita cari di situs website Gunung Harta ini, tiket online hanya bisa dijumpai saat H-1 keberangkatan, dan sesuai pengalaman yang pernah saya coba, selalu saja, saat hari H-1 tersebut sudah terisi beberapa kursi. Kemungkinan kursi dari agen, bisa jadi bus ini merupakan bus cadangan mengantisipasi jumlah penumpang yang lebih.

Membeli tiket Gunung Harta di hari H-1 cukup membuat was-was, karena bisa saja kursi sudah habis terjual, namun karena di tiket online terpantau masih ada 1 atau 2 kursi yang tersisa di bus utama/bus 1, jadinya masih terasa tenang, ditambah lagi masih banyak kandidat bus bus yang melewati Solo, jadi masih cukup tenang tidak khawatir kehabisan tiket. memang saat H-1 tersebut, okupansi bus 1 ternyata masih menyisakan beberapa kursi di bagian belakang, sedangkan bus 2 ini masih terlihat masih banyak kursi yang belum terbooking,

Harga bus dua lebih murah
Harga tiket bus dua ternyata lebih murah 20 ribu daripada bus satu, bus 1 dibanderol tiket seharga Rp.360.000,- sedangkan bus 1 dibanderol seharga Rp.340.000,-. Mungkin untuk mengakomodir jenis penumpang yang berbeda kali ya, yang mahal naik tronton, yang murah naik non tronton, karena ternyata memang benar ada penumpang teman saya yang merasa lebih nyaman naik tronton daripada yang biasa, namun ada juga penumpang yang merasa sama saja naik dua duanya seperti saya.


Pembelian tiket online
Saya pun memutuskan membeli tiket bus 2 secara online, seperti biasa setelah transfer, jangan lupa mencatat kode booking untuk digunakan sebagai konfirmasi telah membayar.


Hari H Keberangkatan
Jadwal siap di agen tertera di tiket adalah jam 12.00 WITA, tidak ada jam berangkat bus, namun biasanya jam keberangkatan adalah setengah jam dari jam siap di tiket, namun yang menjengkelkan pernah sekali datang jam 12.30 WITA, ternyata bus sudah berangkat duluan, jadi memang tidak menentu keberangkatannya. Apalagi sebelum jam 12.00 WITA biasanya sudah di WA agen Cokro sampai mana,
Jadinya saya sempat buru-buru sampai di agen bahkan melewatkan membeli oleh-oleh di Pai Susu, dan ternyata...

Sampai di agen ternyata busnya masih belum kelihatan batang bempernya, tiwas tadi buru-buru ya. Di Pool hanya ada beberapa armada yang sedang parkir,

Kondisi pool sekarang terlihat berbeda, yang sebelumnya belum ada paving, sekarang dipaving, di bagian belakang sekarang sudah dilengkapi dengan kontainer yang dimodifikasi menjadi mushola.


Untuk ruang tunggu terlihat masih sama kondisinya, ada ruang tunggu yang ber AC ada juga ruang tunggu non AC, jumlah penumpang yang yang menunggu saat itu cukup banyak, terlihat sampai puluhan, namun terlihat tidak dibarengi dengan penambahan fasilitas ruang tunggu yang memadahi, masih terlihat beberapa orang yang menunggu di luar di pagar dan tembok dengan alas seadanya. Semoga kedepannya bisa lebih baik lagi soal ruang tunggu.

Waktu sudah menunjukkan pukul 13.00 WITA dan bus masih belum tampak batang bempernya. Sudah satu jam menunggu di luar dengan duduk di kursi motor, karena memang kursi di dalam sedang mati AC, sedangkan kursi di luar masih banyak orang merokok. Sambil menunggu ini saya sempatkan menjepret bus-bus yang parkir disitu.


Selain itu, yang tampak mencolok saat itu adanya armada bus baru dengan nama Sleeper Combi Bus, dimana di dalamnya selain ada kursi yang model biasa untuk kelas eksekutif, ada juga model sleeper di bagian belakang, Menggunakan mesin Mercedez Benz 1526 sudah air suspension tentunya sudah sangat nyaman, namun bus ini masih terbatas hanya jurusan Yogyakarta saja.

Selain itu terlihat di halaman parkiran masih terlihat karangan ucapan atas dibukanya rute Denpasar Jakarta bersamaan dengan launching bus sleeper tadi.

Sempat pula berjalan-jalan ke arah belakang garasi yang ternyata ada kolam pemancingan.

Akhirnya sebuah bus berkelir merah, dengan topi SHD, datang dari arah selatan, kali ini busnya tidak masuk, hanya berhenti di pinggir jalan, sesaat setelah itu terdengar pengumuman penumpang Semarang 2 dipersilahkan naik ke bus di depan tersebut.

Bus yang bertugas sebagai Semarang 2 hari itu adalah Bus dengan mesin Hino RK8 bersuspensi udara berplat DK7184GA tanpa tulisan jurusan.

Rincian perjalanan
13.15 WITA
Bus mulai diberangkatkan dari Garasi Cokro, okupansi penumpang saat itu sekitar 87% dari kapasitas kursi.

13.40 WITA s.d. 14.10 WITA
Bus masuk terminal Mengwi, berhenti disini sekitar setengah jam, lepas dari Mengwi bus langsung menuju Agen Kediri Tabanan, seperti biasa juga menaikkan snack ringan.
Lepas dari Tabanan, bus berjalan cukup lincah namun tetap nyaman, (yaiya scara air suspensi). Namun entah kenapa untuk suspensi udara untuk Hino RK8 ini terasa membuat mabuk perjalanan, ataukah mungkin karena gaya mengemudinya yang sat set, ataukah karena memang faktor kelelahan, karena memang kondisi badan saat itu tidak 100% dan kurang istirahat.

17.30 WITA
Bus sampai di Pelabuhan Gilimanuk dan mulai masuk kapal.
Akhirnya setelah tadi hampir mabuk perjalanan, terobati dengan masuknya bus ke atas Feri, artinya saya bisa istirahat menghirup udara segar di atas kapal feri, sedikit menghilangkan rasa hampir mual tadinya.

Ini adalah pemandangan sore hari di atas kapal sesaat sebelum sandar di Pelabuhan Ketapang.


18.00 WIB
Bus keluar dari kapal

19.25 WIB
Bus memasuki Rumah Makan istirahat sekitar 30 menit, saya pun membeli oleh-oleh disini karena tadi belum sempat membeli oleh-oleh di Denpasar,

Lepas Rumah makan saya gunakan saja untuk tidur,

02.00 WIB
Melintasi Tol Mojokerto, sempat terjadi insiden
di Tol ini sempat terjadi insiden kendaraan di depan kami, waktu itu saya posisi merem, tiba-tiba bus mengerem sampai benar-benar berhenti, mencoba membuka mata, ternyata di depan bus kami sudah terbalik sebuah mobil Pajero, sedangkan di sebelah belakang kiri bus saya, sudah ada mobil Rush warna putih sudah dalam posisi penyok di bagian belakang, kru bus dan beberapa penumpang turun dan mencoba memberikan pertolongan, beberapa penumpang mencoba menghubungi nomor darurat, sopir rush terlihat masih shock dan histeris karena masih ada penumpang di dalam mobil yang belum bisa keluar dan posisi terjepit. Akhirnya setelah ada polisi, bus melanjutkan perjalanan.
Dari keterangan sopir bus, memang Pajero tadi sempat menyalip busnya dengan kencang, kemungkinan karena pengaruh a***hol, sehingga nabrak Rush sampai penyok.


sekitar 04:30 WIB Bus keluar pintu tol Ngemplak Solo tembus Terminal Tirtonadi, menurunkan penumpang, lepas dari Terminal Tirtonadi sempat terjadi percakapan kru dengan penumpang, yang intinya ternyata ada orang tujuan Purwodadi yang juga naik bus ini, dari percakapan tersebut diketahui ternyata Bus ini setelah dari Semarang langsung melanjutkan perjalanan ke timur ke arah Purwodadi, berarti bus ini memang rutenya unik muter-muter untuk menjangkau berbagai tujuan ya.

04.50 WIB
Melintasi UMS Solo, bus melanjutkan perjalanan arah barat melalui jalur arteri karena ada penumpang yang turun di Ampel. Jadinya bus harus lewat jalur non tol, tapi biasanya itu tidak masalah karena tidak ditemui kemacetan, hanya bertemu dengan lamu merah saja bedanya.

05.10 WIB
Melintasi Terminal Boyolali lama.








Safari Dharma Raya Yogyakarta Solo Denpasar


Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh, kali ini saya akan menceritakan trip report catatan perjalanan catper atau apalah itu istilahnya di dunia forum bismania, menggunakan armada Bus Safari Dharma Raya Jurusan Yogyakarta Solo Denpasar. Saya sendiri baru pertama kali menggunakan jasa PO Bus yang juga dikenal dengan PO OBL, Kira-kira perjalannannya seperti apa? apakah jalannya santai? cepat? atau ada hal yang lain, silahkan baca terus tulisan saya di bawah ini ya.


Perburuan Tiket
Pencarian nomor agen
Pencarian nomor agen melalui internet PO ini terbilang cukup mudah, namun ada tapinya, kenapa?
dimulai dari mencari melalui website resminya, ya memang bisa langsung ketemu sih, bila kalian cari kalian akan menemukan website http://www.safaridharmasakti.com/, di dalamnya memang terlihat cukup lengkap ada nomor agennya. namun setelah saya coba hubungi nomor telepon kabelnya ternyata tidak diangkat, mungkin masih tidak di tempat, atau nomor sudah tidak update ya, lalu mencoba menghubung agen Yogyakarta dan ternyata berhasil diangkat, Ingin beli langsung naik dari Solo namun diarahkan menghubungi agen Solo dengan diinformasikan sebuah nomor yang ternyata nomornya sama dengan nomor telepon di dalam website tadi. Akhirnya saya coba lagi telepon, namun tetap tidak diangkat, padahal teleponya juga sudah di jam yang wajar, pagi hari jam 9 an, akhirnya pencarian dilanjutkan menggukanan cara kedua.

Cara kedua ini seperti biasa kita cari trip report yang sudah melimpah di Youtube. Beberapa trip report terkadang sengaja memvideo agen yang dilaluinya. Pertama kali saya search semacam trip Safari OBL Yogya Denpasar yang pasti melewati Solo, akhirnya ketemulah dengan salah satu trip report yang entah saya lupa trip reportnya siapa, untuk cara mencarinya bila menggunakan PC, pada thumbail video coba skip-skip videonya menggunakan mouse sampai berhenti di seputar tirtonadi, dan kemudian dipercepat, dipercepat, (saya mempercepat videonya melalui mouse ya), kan sekarang kalau buka youtube melalui pc ada semacam previu gitu, kemudian dipercepat sampailah tampilan bus yang baru keluar Tirtonadi belok kanan, skip skip terus, terlihat bangunan jembatan penyeberangan antara Terminal Tirtonadi sampai Stasiun Balapan, nah sampailah video yang menyorot spanduk depan agen Safari Dharma Raya Setia Budi, pause, lalu video ubah menjadi high resolution, catat nomornya, dan hubungi, dan dapatlah nomor WA yang ternyata masih aktif.

ini adalah nomor agennya wa.me/6285725550585

Meskipun komunikasi WA tidak langsung dijawab saat itu juga, pencarian kursi akhirnya membuahkan hasil dengan diamankannya satu kursi tujuan Denpasar, kondisi H-3 saat itu memang baru terisi 1 orang saja, jadi cukup mudah, hal itu terlihat dari screenshot manifest penumpang dari sebuah aplikasi yang diinfokan dari sang agen.

Informasi dari Agen, kursi akan dibooking setelah ada pelunasan pembayaran. Pembayaran ternyata bisa dilakukan melalui transfer ke sebuah rekening Bank Rakyat Indonesia.

Harga tiket saat itu dibanderol seharga RP.340.000,- untuk rute Solo Denpasar.

Selesai transfer langsung dibooking kursinya oleh agen, dan hasil bookingan tersebut dikirimkan kepada kita berupa screenshot aplikasi tiket online, yang berisi informasi seperti jam keberangkatan dan jam tunggu, dan lain sebaginya, fokus saya tertuju pada informasi jam keberangkatan jam 14.00 WIB, dengan waktu siap di agen jam 13.30 WIB, namun di dalam chat WA tersebut langsung disuruh menunggu jam 14.00 WIB, mungkin memang bus sudah terbiasa datang jam 14.00 WIB. yang pasti tentu sudah memperhitungkan kapan bus berangkat dari Yogya, dan rutinitasnya setiap hari.


Hari H Keberangkatan
Pagi hari saya ditelpon WA untuk siap di agen jam 15.00 WIB sore karena ternyata bus berangkat dari Yogyanya telat.

Secara umum keberangkatan bus-bus Denpasaran dari Solo ini termasuk On Time, mungkin dari manajemennya untuk mendukung pariwisata Bali dimana jadwal bus termasuk hal yang penting buat orang liburan ke sana. Jadinya ya seperti di atas tadi, posisi bus selalu dipantau agen, dan agen menginfokan kepada penumpang dengan proaktif. Bus telat pun tetap diinfokan ke penumpang, bahkan walau telat, bus tetap dapat diperkirakan masuk agen jam berapa, contohnya ini diperkirakan masuk agen jam 3.

Perjalanan menuju agen dari Terminal Tirtonadi
Saya turun dari angkutan umum di Terminal Tirtonadi, untuk menuju agennya ini kita hanya perlu berjalan kurang lebih 15 menit ke arah timur, entah kenapa semua bus tujuan Denpasar agennya ngumpul di situ semua, bukan di Terminalnya, mulai dari Gunung Harta, Mansion, Restu Mulya, dan Safari Rharma Raya agennya ngumpul disitu semua. Bagi yang tahu silahkan komentar ya.

Keluar Pintu Tol Tirtonadi berjalan kaki banyak yang menawarkan jasa ojek maupun becak, saya belum pernah mencobanya berapa ongkosnya, karena saya selalu jalan kaki.
Agen Safari Dharma Raya ini kalau dari barat/dari Terminal, posisi agen ada di sebelah kiri,
Di depan Agen ini sudah terparkir beberapa bus tujuan Denpasar Seperti Restu Mulya, dan Gunung Harta, yang berangkat duluan, sedangkan bus saya masih telat seperti informasi agen tadi.




Konfirmasi agen
sampai di agen langsung saya konfirmasi ke agennya, dan kemudian ternyata PO ini masih memberikan tiket lembaran yang bisa dikoleksi, dan ada lagi lembaran stiker bagasi bila kita ada bagasi.
Desain tiketnya memiliki gambar kekinian dengan pola garis dan warna yang tidak seperti desani tiket bus-bus biasanya, kalau biasanya kan ditumpuk dengan gambar busnya. Kalau yang ini menggunakan desain pola garis kartun.

berikut ini tampilan tiketnya,


juga sekalian saya fotokan nomor telepon agen agennya di balik tiketnya



Tag bagsi ini juga cukup simpel, hanya bertuliskan nama penumpang dan tujuan, dengan tulisan yang besar, jadi cukup mudah bagi kru mengecek saat menurunkan barang, misalnya jika sampai Probolinggo, maka bagasi yang turun tentu adalah bagasi dengan tulisan Probolinggo juga, jadi tidak sampai njlimet mencocokkan nama penumpang bahkan sampai nomor tiket. Ya memang nama penumpang juga perlu, namun pencocokan memang lebih baik dilakukan pada layer kedua setelah mencocokkan kota. Ini adalah tampilan stiker bagasinya.




Waktu masih menunjukkan pukul 14.15 WIB ketika saya datang, saya sempat salah mengira bus datang jam 14.00 karena saya hitung dari Yogya 1 jam, yang ternyata 2 jam. Jadinya tadi sempat was was juga di perjalanan menuju Solonya. Ternyata kata agennya bus datang jam 15.00 WIB, wah jadi tenang deh dan bisa istirahat sejenak di agen, di agen ini juga jadi satu sama warung snack makanan ringan, penjual pulsa, juga waktu itu pas ada asongan
arem-arem yang masih anget seharga Rp.2000,- dan Tahu sumedang goreng Rp.2000,-, Terpantau yang menunggu di agen sekitar 7 orang termasuk saya dengan tujuan Denpasar/Bima.


Kedatangan bus
Kira-kira bus apakah nanti yang akan membawa saya menuju Pulau Dewata?, apakah dobel glas ataukah single glas?

Bus datang jam 15.15 WIB, hanya telat 15 menit dari jadwal revisi tadi, mungkin ini bisa dicontoh agen yang lain dimana posisi bus dua jam sudah terpantau oleh agen, entah itu melalui komunikasi antar agen, atau komunikasi agen dengan awak bus, atau mungkin juga memantau menggunakan gps, jadinya waktu 2 jam tersebut bisa digunakan calon penumpang untuk bersiap-siap.

untuk agen Setiabudi rumus menunggu di agen adalah 2 jam dari Yogyakarta, bila sudah diinfokan dari agen "bus baru berangkat dari Yogyakarta" itu artinya bus akan sampai di Agen setiabudi Solo sekitar 2 jam setelahnya, seperti pengalaman saya bus diinfokan berangkat dari Yogyakarta jam 13.00, ternyata bus sampai di agen Setiabudi jam 15.00 tepat, ini dengan catatan masih belum melalui tol ya, kalau tol Solo Yogya sudah jadi, maka rumus ini sudah tidak berlaku lagi.

Para penumpang dipersilahkan naik ke dalam bus, sampai di atas, terpantau kurang lebih sudah 90 persen kursi terisi dari kapasitas 28 kursi.

Bus menggunakan mesin Mercedez Benz OH 1526, berplat AA1551AY, Model Single Glass, belum air suspensi, masih menggunakan per daun. namun saat di dalam kondisi dalam bus terbilang cukup kedap, tidak ada suara kriyet kriyet, tentu saja karena pastinya sebelum berangkat sudah diberi oli agar tidak kriye kriyet. Sebelumnya juga terpantau bus ini menggunakan topi kamuflase namun sekarang sudah dicopot, terlihat bekas tempat baut mur di bagian tiang kaca depan.



15.00 WIB
Bus diberangkatkan
ternyata bus langsung masuk tol melalui pintu Gondangrejo, kondisi jalan menuju pintu tol cukup padat kendaraan, jadinya bus berjalan dengan santai saja. Posisi pandangan yang luas memang memanjakan mata memandang, tidak ada sekat penghalang, maka nikmat mana yang kamu dustakan ha ha.


.Tidak lupa Kru membagikan snack berupa kacang, roti, akua mini, dan permen



15.10 WIB
Kurang lebih 15 menit waktu yang dibutuhkan bus untuk berjalan dari Terminal Tirtonadi menuju pintu tol Gondangrejo, pintu yang terletak di dekat jalan Raya Solo Purwodadi dengan kondisi saat itu cukup ramai kendaraan, apalagi saat melewati persimpangan Joglo yang masih ada pembangunan flyover, memaksa bus berjalan dengan pelan. Di Tol sempat bertemu dengan Gunung Harta yang baru masuk dari Pintu Tol Sragen yang tadinya berangkat duluan dari Solo. di Tol sempat disalip Bus Juragan99 Gavan. Serta beberapa bus pariwisata yang saya lupa apa namanya, karena bus pariwisata sekarang cukup banyak juga ya.

16.15 WIB
Bus tiba di Rumah Makan Duta 2 di Ngawi, segera karcis makan yang jadi satu dengan tiket tadi saya sobek sekalian untuk ditukarkan dengan makan sore. saat itu sudah terparkir Tami Jaya, Juragan99, dan Harapan Jaya


Yang ini adalah bus Juragan99 Gavan Jurusan Bogor Surabaya Malang seperti tertera di lampu LEDnya



yang ini adalah Bus Tami Jaya yang sedang manuver mundur untuk melanjutkan perjalanan, menggunakan kursi dengan posisi 1 1 1, distance seat, trip report yang versi sleeper ada di postingan ini ya myspacenote.blogspot.com/2022/09/tami-jaya-sleeper-denpasar-solo.html.


17.00 WIB
Bus melanjutkan perjalanan lagi setelah istirahat makan kurang lebih 45 menit, cukup lama juga ya.

19.00 WIB
Sampai Gerbang Tol Warugunung Surabaya, bus keluar tol untuk menurunkan seorang penumpang yang sudah dijemput Shuttle, namun bus tidak masuk terminal Bungurasih, turun di semacam parkir darurat jalan tol, jadinya cukup menghemat waktu. Kondisi cuaca sore hari masih hujan rintik-rintik. Memasuki Jalur Tol Surabaya Malang, lalu lintas lebih padat daripada saat melewati tol panjang tadi. Sampai Tol Arah Probolinggo saya pun tertidur. Tapi sempat melirik samar-samar keluar bus sudah keluar Pintu Tol Probolinggo Timur. Dan sepanjang jalur Probolinggo sampai Banyuwangi saya gunakan untuk tidur namun tentunya tidurnya tidak bisa benar-benar tidur karena masih menggunakan per daun.

Sebagai catatan untuk sopir tengah saat melewati jalur Besuki ke timur terbilang lebih kencang.

01.40 WIB
Bus sampai di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, namun ternyata bus malah ngetem dulu setengah jam, baru setelah itu masuk membeli karcis kapal, jadinya perhitungan waktunya bakalan mundur ni,

Rebutan masuk kapal feri
Disini sempat terjadi kejadian yang kurang menyenangkan manakala truk dan bus berebut masuk jalur satu lajur ke arah kapal feri, posisi bus diserobot truk dari kiri, alhasil bus gagal masuk Feri, memang truk dan bus ini cara parkirnya juga pada ngawur-ngawur, ada yang parkir di kiri, ada yang di kanan, tidak mengindahkan garis parkir yang sudah disediakan, pokoknya ada jalur keluar kendaraan intinya.

Alhasil begitu Bus masuk ke jalur satu lajur, disini terasa gambling apakah kapalnya masih muat ataukah tidak, dan ternyata jreng jreng jreng, sampai hampir di depan pintu kapal, satu bus di depan dan bus yang saya naiki tidak kebagian tempat di kapal, jadinya harus mundur lagi yang tentunya jalurnya sempit dan menunggu kapal feri berikutnya. namun oleh tukang parkirnya dijanjikan masuk duluan, Sempat juga terlihat Bus Santoso di depan saya yang juga mengalami nasib yang sama.

Gara-gara kejadian ini, harus menunggu di pelabuhan kurang lebih 1,5 jam.

03.10 WIB
Bus akhirnya berhasil masuk kapal feri kedua, posisi memang paling depan, tapi di dalam kapal dapat parkir pinggir yang tentunya saat keluar tidak dapat yang pertama, sama saja haha.

Terlihat saat itu juga ada bus Tiara Mas dan Bus Santoso entah pariwisata atau reguler karena tidak ada tulisannya.

di dalam kapal, para penumpang diminta menunggu di atas ruang tunggu kapal demi keselamatan.
perjalanan feri memakan waktu sekitar 1,5 jam

05.30 WITA
Bus keluar dari kapal. Bus langsung menuju tempat laporan terminal, penumpang tidak ikut turun saat ini, berbeda dengan sebelum pandemi dimana biasanya ada pemeriksaan KTP penumpang oleh polisi, kalau saat ini sudah tidak ada lagi.

Keluar dari Pelabuhan Giilmanuk, bus kemudian menurunkan penumpang tujuan Singaraja yang ternyata sudah ditunggu Elf Shuttle,

Kali ini bus dibawa oleh sopir pinggir, Bapak-bapak yang sudah cukup berumur namun masih dipercaya membawa bus, bus berjalan cukup santai, 3 jam waktu yang diperlukan sampai di Terminal Mengwi.

08.30 WITA sampai di Terminal Mengwi menurunkan beberapa penumpang. Bus melanjutkan perjalanan dengan santai karena memang kondisi lalu lintas padat orang pergi bekerja, Bus lalu mengisi Bensin di daerah Sempidi yang ternyata harus antre lama sampai setengah jam.

Sampai di Jalan Kargo bus menurunkan penumpang tujuan Bima, berbeda dengan penumpang sebelumnya, kali ini penumpang terlihat tidak langsung dijemput mobil Shuttle Elf, namun penumpang terlihat dipersilahkan dulu menunggu di dalam bangunan yang terlihat seperti Hotel. Entah kapan berangkat ke Bimanya.

09.50 WITA
Finish di Pool Jalan Gunung Agung, ternyata di Pool ini ternyata sudah teronggok bus-bus yang sudah rusak kondisinya, entah kenapa tidak segera disingkirkan atau dibuat menjadi besi tua jika tidak digunakan, karena tentunya memakan tempat halaman parkiran bus.
Ditengah-teengah onggokan bus, ada satu bus yang istimewa memakai model Jetbus HD2, single glas dengan jurusan Denpasar Solo Yogya yang tampak masih fresh, kemungkinan akan berangkat siang karena terlihat bersih habis dicuci.



Kesimpulan:
Lama waktu perjalanan Solo Denpasar adalah 18 Jam

Kekurangannya : Bus belum Air Suspensi, nomor agen di website belum dicantumkan nomor WA terupdate, hanya ada nomor telepon kabel yang bila ditelpon belum tentu diangkat.


Kelebihannya cukup banyak : Keluar Solo langsung masuk tol. Ada tag stiker bagasi, Fasilitas lengkap, bus masih terawat, tidak kreket2 saat berangkat, bantal selimut, charger, recleaning seat, ac, toilet, servis snack 1 kali, makan 1 kali, dan Kelebihan yang tidak ada di bus lain adalah pandangan ke depan yang jelas tanpa topi dan sekat.

Akhir kata
Terima kasih kepada para pembaca sekalian. Perjalanan ini dilakukan sekitar 1 minggu dari tanggal postingan.

Wednesday, November 23, 2022

Download Map Kalimantan Barat ETS 2


Map Kalimantan barat yang menunggu untuk dicoba, saat ini saya akan mencatat link downloadnya dulu, siapa tahu ada kesempatan untuk mencobanya ya kapan-kapan. Ukuran download map cukup besar juga ya sekitar 1 GB untuk file base, kira-kira nanti setelah dicoba bagaimana mapnya?
Seperti postingan di webnya ets 2 indo (ets2indo.com/2022/11/map-kalimantan-barat-ets2.html), map ini dklaim berjalan di ets 2 versi 1.40 sampai 1.46, (ok kapan2 kita akan coba ya). Untuk versi terakhir ini diedit oleh mas Fathul A, sebelumnya diedit mbah Teguh, map ini dibuat oleh mas Sulthon.


cara pakai map ini pertama tentu download dua file di bawah ini terlebih dahulu.

setelah itu buka file menggunakan 7zip, ingat jangan membuka menggunakan winrar karena akan muncul eror.

setelah dibuka lalu diekstrak, jika sudah, hasil ekstrakan akan menghasilkan file seperti ini,

nah file ini tinggal kita pindahkan ke folder mod ETS 2,



Jangan lupa map ini menggunakan playing module ina.mbd, jadi yang pengen mengubah playing modul tanpa harus gonta ganti save profil kita bisa menggunakan cara sesuai catatan saya di https://myspacenote.blogspot.com/2022/01/tutorial-pindah-map-ets-2-tanpa-ganti.html


lalu aktifkan mod dengan susunan yang dianjurkan seperti ini


Map ini pernah saya coba di versi ETS 2 1.46.1.0S dan bisa berjalan dengan lancar, hanya ada sedikit bug seperti beberapa jalan yang menghilang, namun masih terbilang sangat jarang ditemui, percobaan menggunakan map ini selama kurang lebih 1 jam, dengan speed rata-rata 120 kmh, ternyata masih belum tamat juga mapnya, Ini adalah foto kota-kotanya








Terakhir adalah link download sebagai berikut:
Map sharemods.com/viviu5z6nz3a/KalimantanBarat_Map_def_ets2_1.40_-_1.46.rar.html


sedangkan basenya mega.nz/file/TrQASQyK#9yyGFVs8gor_STsoix8c3zMzOUj30Jq22GshatDPGoc

Sunday, November 6, 2022

Reviu Modem Huawei E5573 Modem Mifi 4G LTE Free XL Go IZI 20 GB Unlock Version Pemakaian 2 Tahun


Kali ini saya kan mereviu modem yang saya gunakan untuk berinternet ria berselancar di dunia maya, menulis blog, dan lain-lain. Reviu kali ini adalah reviu yang anti mainstream, karena mereviu barang elektronik bekas pemakaian 2,5 tahun. Saya akan mereviu Modem Huawei E5573 Modem Mifi 4G LTE Free XL, sekaligus sebagai catatan akan modem yang sudah berjasa ini di blog saya ya hehe, karena memang belum posting tentang peralatan elektronik, sekali-kali boleh lah kita bahas yang satu ini. Langsung saja kira-kira bagaimana kondisinya pemakaian 2,5 tahun ya?, silahkan simak saja tulisan di bawah ini.




Awal mula pembelian
Berawal pada Bulan Juni 2020 (sekitar 2,5 tahun yang lalu), karena terdesak kebutuhan penggunaan internet di laptop, saya membutuhkan modem yang bisa terus-terusan bekerja pagi sampai malam, jika saya memakai handphone sebagai modem, efeknya akan cepat panas, saya pun mencari semacam modem eksternal, dan ternyata memang ada di internet, waktu itu namanya modem mifi (mobile wifi). Fungsinya seperti HP yang di tetering wifi, agar laptop bisa terhubung internet. Sebenarnya bisa menggunakan handphone, namun handphone sering menjadi panas dipakai tetering terus menerus.
Searching di internet akhirnya saya menemukan Modem ini di situs Bukalapak. Harga saat itu sekitar 600.000, saya membeli online.

Sekilas mengenai modem ini, Modem ini berukuran kecil, penggunannya ini cukup mudah, tinggal memasukkan kartu ke dalam modem, lalu pencet tombol tengah agak lama. Wifi modem ini juga bisa kita password agar tidak semua bisa masuk, caranya tinggal disetting melalui 192.168.8.1/.


Kondisi pemakaian 2,5 tahun

Kinerja
Kinerja baterai
Kinerja baterai sampai saat ini masih terbilang bagus, baterai belum mengalami yang namanya cepat habis alias drop, bila dipakai menonton youtube terus menerus, baterai bisa habis sekitar 3 sampai 4 jam, namun jika hanya mode standby bisa bertahan sekitar 6 jam, jadi masih sama seperti saat baru.

Kinerja modem
Kinerja modem juga tergolong masih bagus, lampu indikator masih menyala normal, di dalam modem ini ada dua indikator lampu, satu untuk indikator wifi, satunya untuk indikator baterai, keduanya masih berfungsi normal.


Kinerja kabel charging
Kabel juga masih normal, lubang juga masih belum soak.


Kondisi baterai



Tipe baterai Huawei bawaan (kondisi sudah menggelembung)


Sekarang memasuki kondisi baterai, kondisi baterai sudah menggembung,
penyebab: modem ini tidak dilengkapi auto cut listrik ketika baterainya sudah terisi full, sehingga kadang-kadang tidak sengaja sudah full, tapi tetep terus nyolok dicharge.

Kondisi penutup baterai

seperti yang tampak pada gambar di atas, kondisi penutup baterai sudah retak, kalah dengan baterai yang menggembung.

Kesimpulan

- Mengecas modem jenis ini perlu diperhatikan jika sudah penuh harus langsung dicabut karena belum ada fitur auto cut listriknya.

- Sebagai langkah pencegahan, Lebih berhati-hati menaruh modem agar jauh dari tubuh, karena ada potensi baterai meledak, (Detik, Juni 2022)

- Sudah saatnya ganti baterai, atau mencari modem mifi yang ada fitur auto cut listrik ketika baterai terisi full. Jadi seperti smartphone, kira kira kalian ada referensi apa, silahkan tulis di komentar bila ada.

- Membuang baterai di tempat semestinya, tidak dibuang ke tempat sampah, karena ada kandungan berbahaya, cuman memang susah mencari yang menampung baterai

Referensi
Detik, Juni (2022). https://news.detik.com/berita/d-6216437/analisis-pakar-itb-soal-ponsel-meledak-tewaskan-bocah-sd-ciamis, diakses 6 November 2022