Sunday, August 8, 2010

Bunaken, Surga Bawah Laut


Dengan menyewa dua buah kapal seharga 800 ribu per hari per kapal, kami berangkat ke pulau Bunaken yang berjarak kurang lebih 12 kilometer dari kota Manado, rombongan terdiri 40 orang, setiap kapal berisi 20 orang. perjalanan ditempuh dengan waktu satu jam dengan kecepatan kapal sekitar 25 kph, Pagi itu cuaca cerah dan air terlihat tenang sepanjang perjalanan Manado-Bunaken. Pertama kali naik kapal melewati laut berwarna biru dan hijau memang menyenangkan, dengan jarak pandang kurang dari satu kilometer terlihat pemandangan kota Manado yang semakin menjauh, sebaliknya pemandangan pulau Bunaken semakin dekat.

Akhirnya sampai juga kami di Pantai Bunaken, kapal pun merapat di dermaga yang cukup sederhana menjorok ke tengah laut. Kami melanjutkan perjalanan ke tempat makan yang sudah dipesan sekaligus menaruh tas sebelum menyewa alat snorkling. Saat itu juga kami langsung memesan makan siang agar bisa langsung siap begitu selesai snorkling. Jumlahnya 40 porsi seharga 50 ribu per orang terdiri dari air mineral gelas, sayuran, ikan, dan air kelapa muda.


Selesai pesan kami mencari tempat penyewaan snorkling yang meliputi kaki katak, jaket pelampung, dan kacamata lengkap dengan pipa nafasnya seharga antara 60 ribu sampai 120 ribu,karena kami menyewa rombongan, harga yang kami dapat cukup 60 ribu saja per orang, ho ho cukup murah.

Kami pun menuju kapal yang sama, perjalanan dilanjutkan langsung menuju tempat snorkling selama 15 menit dari pulau Bunaken, tempat snorkling dicarikan sendiri oleh juru kapal dimana arus airnya tidak berbahaya untuk berenang. Rasanya tidak sabar ingin berenang sambil melihat pemandangan karang di bawahnya. Air jernih begitu memudahkan kami untuk melihat batu karang. Namun jika kita berenang beberapa meter ke arah lain akan mudah ditemui tebing jurang yang semakin dalam semakin biru gelap.

Panorama wisata Bunaken terletak di bawah laut, tersembunyi, sunyi, tenang dan mempesona setiap turis yang datang. Kapal kami terdapat kaca khusus untuk melihat karang. Kapal berjalan pelan melewati koral yang indah, ada karang, dan ikan-ikan yang cantik kami temui di situ. Terlihat juga para penyelam di bawah sana, he he, lucu juga.


Tidak cukup sehari untuk melihat seluruh keindahan Taman Laut Bunaken. Disana ada 20 titik selam berkedalaman yang bervariasi sampai 1344 meter. Walau kami tidak melihat semua, panorama pantai Bunaken tak kalah indah. Hamparan pasir putih, birunya laut yang berkilat dan cerahnya cuaca saat itu cukup membuat hati tenteram.

sumber gambar :dari erabaru.net dan http://www.divenorthsulawesi.com/id_index.html, pengen liat gambar yang lain disini

Ayam Seperempat Juta dan Botol 1500 ml


Kejadian ini nyata tetapi dialog saya buat sendiri. Cerita pertama dialami dosen saya sebut saja namanya Pak D, saat itu beliau bertugas di salah satu daerah di Indonesia. Suatu hari Pak D naik motor melalui jalan sebuah desa terpencil. Mendadak dari arah depan ada ayam jantan berlari kencang menyeberang jalan letaknya persis di depan motor Pak D tadi, Karena tidak sempat menghindar si ayam yang malang tertabrak dan mati.
Kemudian datanglah warga pemilik ayam memprotes tindakan Pak D dan meminta ganti rugi. “Pokoknya bapak harus ganti rugi 300 ribu!” Kata pemilik ayam, “Gimana kalau saya ganti 250 ribu?” jawab Pak D, namun si pemilik ayam tetap ngotot diganti 300 ribu, akhirnya Pak D pun menawari lagi “kalau seperempat juta?” , “Baiklah, saya trima ganti ruginya”Jawab pemilik ayam.
hahahahahahahahahahaha

cerita kedua dialami teman saya sebut saja Pak X, Ceritanya, hari itu mobil Pak X hampir kehabisan bensin dan tidak mampu lagi jalan menuju pom bensin, Pak X ingin membeli bensin kepada seorang pedagang eceran yang saat itu ada di pinggir jalan. Karena bermaksud hanya membeli 2 liter bensin, dia lalu membawa 2 buah botol air mineral kosong ukuran 1500 ml kepada pedagang, “Beli bensin 2 liter Pak” Kata Pak X sambil menyerahkan 2 botol tersebut.

Kemudian pedagang itu mengisinya, tapi ternyata cuma 1 botol yang terisi, “Loh kok cuma sebotol?” Tanya Pak X. Apa jawaban pedagang?
Dia pun menjawab: “Seng, seng, satu aja cukup, itu kan botol buat aer, aer seng sama dengan bensin Nyong” artinya “Tidak, tidak, satu saja cukup, itu kan botol untuk air, air tidak sama dengan bensin mas. “

Buset dah! Sejak kapan ukurannya bisa beda?” batin Pak X, hahahaha, padahal dengan botol 1500 ml botol harus terisi dua duanya karena 2 liter sama dengan 2000 ml. Akhirnya Pak X tetep mau membeli, walau dengan harapan yang tak sampai, ada ada saja.

sumber gambar
ozy1.multiply.com
gelasplastik.com