Thursday, September 22, 2011

Watak



Ada sebuah pulau kecil berbentuk huruf U, dimana disitu hidup orang-orang dari berbagai suku dan agama, luasnya mungkin seluas satu provinsi di Indonesia, perjalanan menyusuri jalan utamanya pun hanya berjarak 30 kilometer melewati jalan raya yang telah dibangun.Dimana di jalan tersebut sekarang masih terdapat proyek peninggian badan jalan yang tak kunjung selesai. pertama kali membuka proyek, diatas gundukan tanah yang pada malam hari tak berpengaman itu, teronggok dua buah mobil yang ringsek, pengemudinya tidak tahu kalau ada perbaikan karena minimnya tanda dan penerangan. itulah salah satu gambaran kota itu.
Keras, dan berani, seperti orang orang pada umumnya, tapi melihat mereka seolah kesan keras itu terpancar dari warna kulitnya yang terbakar, model rambut hitam ikal, dan sorot matanya yang khas. Sebenarnya memang begitukah atau tidak, karena saya sendiri tidak mengalaminya. hanya saja melihat peristiwa akhir-akhir ini menimbulkan kesimpulan adanya sikap ngotot antara dua pihak pasti punya alasan tersendiri.

Alasan yang mendasar, yang menjadi pijakan paling dasar dimana hal itu dijunjung tinggi, akan tetapi bertentangan dengan kelompok lain. Miras itu bukan budaya, itulah tinggalan jaman penjajah, disisi lain kelompok lain yang bisa saja benar dalam pandangan tertentu melakukan tindakan yang menurutnya benar. Akhirnya karena keduanya merasa benar, tidak memiliki pilihan, benturan tak bisa dihindari.

Memang kesimpulan yang bisa saya ambil seperti kata teman saya sewaktu kuliah itu semua sama saja, hanya mungkin lingkungan memperlakukan mereka dengan cara yang berbeda sehingga tercipta suasana yang beda pula. disana ada tanah, disitu langit dijunjung.
Read More...

Monday, September 19, 2011

Monyet



Baru aja liat HT di kaskus tentang kecaman terhadap topeng monyet, karena dianggap melakukan penyiksaan terhadap hewan yang melanggar undang-undang. Begitu perhatiannya mereka pada masalah ini, dan begitu pedulinya mereka pada nasib sang monyet. Hal ini sah saja, karena memang dalam melatih hewan agar bisa menunjukkan penampilan seperti yang diinginkan pawang tentu membutuhkan perjuangan, yang dianggap sebagai bentuk penyiksaan.
Demo tersebut tentu mengingatkan kita akan hal tersebut, karena pasti sebagian besar dari kita tidak terlalu memikirkannya setiap saat. Pada umumnya memberikan kritik itu memang lebih mudah daripada memberikan solusi. Maksud saya alangkah lebih baik, menciptakan lapangan kerja pengganti pekerjaan pawang monyet, kalo disuruh berhenti saja, tanpa memberi alternatif yang lain kan pasti tidak mudah. Namun pernyataan penolakan monkey tortue harus patut diacungi jempol.

Soal monyet jadi inget monyet di rumah saya, entah monyet siapa itu, seumur-umur baru kali ini monyet itu muncul di sekitar lingkungan desa saya. berkeliaran kesana kemari, berusaha mencari makan, bukan di hutan lagi melainkan di desa, perilaku alamiahnya itu malah menimbulkan konflik saat mereka mencuri makanan.

Read More...

Sunday, September 18, 2011

Pameran Komputer di Diamond Solo



Hari jumat lalu saya menyempatkan berkunjung ke acara pameran komputer yang diselenggarkan di Diamond Solo. lewat jalan slamet riyadi, kendaraan mulai memelan, ternyata pameran itulah biang keladi macetnya, motor motor mulai berbelok ke sebuah gedung pameran tersebut. Antusiasme didominasi oleh kaum muda. yang haus info teknologi, atau bisa juga haus diskonan barang elektronik.
Memang rasio pengunjung begitu padat saat saya berjalan di dalamnya, jelas sekali kebutuhan ruang begitu diperlukan. apalagi mau parkir saja sudah susah. Namun walau demikian setidaknya bisa memberikan alternatif warga melihat kebutuhannya di bidang IT. yah daripada engga ada sama sekali kurang tak apalah bersempit sempit dikit, kurang lebih begitu.

Oke sudah dulu cerpen dari saya, yah semoga kalo ada pameran lagi, lokasinya memadahi, mengingat jaman sekarang pameran seperti itu tidak akan punya sedikit pengunjung, pasti banyak.
Read More...

Friday, September 16, 2011

Jalan Raya Solo Boyolali

Bagi yang sering lewat jalan ini, tak perlu melanjutkan membaca artikel ini, karen pasti sudah tau kondisi sekarang. Jalur telah dibuat empat lajur, dengan pemisah buatan ditenahnya. Jadilah jalur ini sama dengan jalur di Pantura, Jawa.
Kalo dulu jalur ini juga punya empat lajur tanpa bangunan pemisah jalan, hanya dipisah oleh dua garis lurus berwarna kuning alias ga bole dilewati sama sekali garisnya. kemudian diganti warna putih, kemudian sekarang dibatasi bangunan pemisah jalan.

Lalu lintas menjadi lebih lancar dan aman, konsentrasi lebih fokus pada jalan yang searah. Apalagi tadi masih ada tambahan pengaspalan, menggunakan aspal yang cepat kering. Masalahnya sampai sekarang menggunakan aspal kalah oleh air yang menggenang, dan saya lihat aspal tadi dilubangi mungkin biar air ga menggenang kali ya.

Jalur ini menuntut saya untuk lebih waspada daripada yang dua lajur, karena ruangnya lebar, lurus, dan hari normal tergolong sepi kendaraan. Beda kalo dua lajur, yang menuntut konsentrasi yang lebih, ex jalan solo purwodadi. Namun kelebihannya adalah bagi kendaraan roda 4 atau lebih, lebih lebar, tentu lebih nyaman.
Read More...

Thursday, September 15, 2011

Bledug Kuwu

Kabupaten Grobogan punya wisata Bledug Kuwu, yaitu wisata mengamati kejadian alam berupa semburan lumpur dan gas, tapi tidak seperti di Lapindo, semburan di Bledug Kuwu tidak menimbulkan bencana, tapi menjadi tujuan wisata tersendiri. Semburannya seperti yang kita lihat saat memasak bubur, gelembung udara mendesak naik ke permukaan, dan bisa menimbulkan ledakan dan suara yang menggelegar Jowone "Mbledug", sensasi yang pasti didapat jika kita kesana.
Dari Solo menuju Grobogan melewati jalan raya yang bergelombang, dan berkelok-kelok. Cukup sempit untuk ukuran kendaraan yang melewatinya, dari sepeda motor, truk, sampai bus antar kota lewat situ. Kalau dari solo tak ada salahnya juga mampir ke Situs purbakala sangiran di Sragen juga. tapi kalau mau terus ya silahkan, naik bus mungkin sampai 2 jam baru sampai Purwodadi, tapi saya pernah naik motor cuman 1 setengah jam.

Sampai alun-alun Purwodadi, cari jalan arah Blora, selanjutnya tinggal tanya peta hidup. sampe deh. Sampai disana kalo pengen cari tau info Bledug Kuwu juga bisa beli bukunya di pedagang. Pas saya kesana cuaca sedang cerah cerahnya, saran saya jangan lupa bawa topi atau jaket biar ga kepanasan.

Terlepas dari mitos mitos yang berkembang tempat itu apalah, hhehe, saya mau komentar aja tentang garam disitu, biasanya garam kan ada di laut, la ini di daerah daratan, garam muncul bersamaan munculnya gelembung, mungkin dulunya laut kali, atau ada saluran menuju laut hehe.

Garam garam itu pun diambil, dengan mengalirkan air ke tempat penampungan, selanjutnya air garam itu dicipratkan ke wadah bambu yang dibelah. dijemur air menguap, tinggal garam yang tersisa, garam itulah yang dikumpulkan.
Read More...

Wednesday, September 14, 2011

Honda Supra X Helm in

Hari ini ada motor baru dari Honda, langsung saja saya pengen berkomentar sedikit tentang motor ini, dimana pada umumnya saya menyukai penambahan bagasi yang lebih besar. Selain itu juga tentang penambahan tangki bensin. Kalau dilihat demikian menurut saya cocok untuk perjalanan jarak jauh, tentu saja ditunjang dengan desain jok yang lebar, karena menurut pengalaman terdahulu desain jok kecil cukup membuat panas jika jalan dalam waktu lama.


Saya sendiri sih masih belum mengetahui pasti benar ga sih jok lebar itu lebih nyaman daripada jok kecil. Karena selama ini motor saya supra x 100 bisa jadi termasuk kecil. Hanya mereka yang pernah menggunakan dua motor dengan jarak jauh yang tahu.

Kemudian soal kemudahan bengkel, ternyata masih menggunakan karburator, cocok buat bengkel manasaja buat servis, karena tidak seribet injeksi. Iya kalau motornya sama-sama baru memang lebih baik pake injeksi, la kalu udah bertahun-tahun, soal perawatan menjadi perhatiann utama.

Soal kecepatan masih menunggu artikel hasil test drivenya, apakah motor ini punya gigi yang tinggi, gampangannya kalo dibawa jarak jauh 100 km dengan kecepatan minimal 100 kmh apakah mesinnya kuat, la ini masih jadi pertimbangan

Kalau soal model, mulai mengurangi lekukan, tapi tetap mengedepankan lancarnya arus angin, hambatan kecil. yah begitulah sedikit ulasan dari saya,
Read More...