Thursday, June 30, 2011

Shock

Bener-bener deh, kalau bukak spoiler di kaskus, yang dalamnya ada gambar serem bikin orang kaget, ada yang kagetnya sampai pingsan, ada yang keliatan biasa saja. Karena persepsi orang berbeda-beda. dari satu gambar seram saja, orang bisa punya pengaruh berbeda satu dengan yang lain. Itulah kekuatan pikiran seseorang dimana bisa punya pengaruh besar pada pikiran kedepan.

Itu kalau negatif, tapi betapa bermanfaatnya jika sugesti itu bersifat positif, misalnya saat orang mengalami proses penyembuhan akan lebih baik berpikir cepat sembuh daripada kurang semangat. kucinya adalah pikiran positif, jadi kayak motivator aja nih gwe.

Sebenarnya saya mau nulis tentang tki yang ada di arab, tapi pas buka salah satu page, eh malah ketemu gambar pocong, walah, langsung kaget saya, hehe, meski cuman sebentar, tapi tetep aja kaget, padahal cuman gambar doank sih. dan sebenarnya saya tidak perlu takut.

Hal nyebelin di kaskus, kalau kita ga punya kerjaan terus iseng-iseng tangan kita meng klik sebuah thread bernama disturbing picture, yaah, sudah tau isinya apa, buka pertama biasa, tapi nanti pasti teringat agak lama, tapi kalau buat belajar sih boleh saja melihat darah, la ini bukan buat belajar hii,


Mutasi

SKEP Mutasi keluar juga kemarin malam, sejumlah rekan dipindahkan ketempat yang baru.Saya ucapkan selamat deh buat yang dapat mutasi, semoga mendapatkan berkah di tempat yang baru.

TKI

Nah ini sebenarnya yang saya mau tulis dari tadi, TKi indonesia yang bekerja di luar negeri, menurut hasil browsing internet sih, tki yang bekerja di Arab sih ada yang dilaporkan sukses, tapi ada juga yang dilaporkan menderita.

Kasus hangat TKI bernama Ruyati yang mendapat ancaman hukuman mati karena tertuduh membunuh majikan, sekali lagi saya ga bisa membayangkan bagaimana sampai segitu, liat fotonya aja ga bisa mbayangin,

Majikannya pun udah nenek-nenek, lah ini juga saya heran gimana seorang nenek-nenek dikatakan menyiksa orang lain, ditelusuri berbagai berita pun kadang menemukan perbedaan, salah satu berita dia dihukum karena a, satunya lagi memberitakan karena B,

Tapi di era keterbukaan seperti ini, informasi bergerak seolah tanpa batas, kita hidup di jaman globalisasi. Era dimana jarak dan waktu tidak lagi menjadi kendala karena adanya sebuah teknologi.
Read More...

Wednesday, June 29, 2011

TPB

Tempat Penimbunan Berikat itu yang barang impor kemudian mendapat penangguhan sementara pembayaran bm nya, karena mungkin barang itu masih harus diolah sebelum dijual ke luar (ekspor) luar negeri maupun ke dalam negeri, kalo nanti masuk daerah pabean kena BM, kalo di jual ke luar ga kena.

Selain buat diolah juga cuman ditimbun aja, mungkin nunggu mungkin, terus buat dipamerin aja di dalam negeri, lalu bali lagi keluar, terus dijual ke orang tertentu (orang asing yang bertugas di Indonesia atau orang yang berangkat ke luar negeri), kemudian buat dilelang, trus dijual di sini atau diluar.

Adalagi yang ngimpor pake TPB ini buat ndaur ulang dulu baru deh dijual keluar atau ke dealam.

Kalo mau keluar pun harus dapet persetujuan pejabat bc dulu, dan dapat bm kalo :
diimpor buat dipakai baik barang yang diolah/tidak diolah/barang lain misalnya waste,scrap, sisa, potongan, bahan baku rusak,

selain keluar buat dipake impor, juga bisa dikeluarkan buat diolah, diekspor, diangkut ke tpb lain, atau tps lain, ato baru dimaksukan ke daerah pabean.

kalo ga dapet persetujuan sanksinya 75 jt! tu walau uda bayar bm.

karena tentu TPB ini sebenernya buat memfasilitasi pengusaha, misalnya ada pengusaha yang impor apa ya? emm impor barang X, lalu sebelum dijual barang X itu diperbaiki dulu, atau di test sebelum dijual di dalam negri. kemudain pejabat tersebtu dapat penangguhan bm sebelum barang tsb keluar dari tpb. nanti kalo dah keluar buat diimpor dipakai baru deh kena bm.

yah beginilah kalau saya tulis peraturan dalam bentuk paragraph, jadi begini hehe, soalnya secara teknis mendetail saya kurang paham, hanya melihat UU Nomor 17 Tahun 2006 Pasal 44 dan 45 doank. mohon maaf bila salah, CMIIW.

Read More...

Tuesday, June 28, 2011

Pengertian

Akhirnya aku kembali ke blog lamaku, setelah sekian lama bercengkerama dengan blog ini, Dua blog yang satu untuk nulis yang lebih serius, yang satu lebih santai, tapi berhubung ide yang muncul malah lebih banyak yang santai-santai, akhirnya blog yang ini tidak terupdate, Okelah saatnya saya mengupdatemu sekarang.

Baik, kali ini saya ingin membahas rasa penasaran saya tentang perbedaan kata-kata berikut :
Lembaga
Departemen
Badan
Komite
Komisi
Panitia
Satuan Tugas

Karena kata-kata itulah yang muncul sehari-hari, misalnya Lembaga Pendidikan, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Departemen Keuangan, Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan, Komite PSSI, Komite Sekolah, Komisi XI, Panitia Pengadaan, dan Satgas Mafia. Rasa penasaran saya sekedar ingin mengingat-ingat perbedaan diantara mereka. sebelumnya mohon koreksi apabila ada kesalahan.

Pertama adalah Lembaga, Pengertian
(dari internet)
Sekelompok orang yang punya tujuan yang sama..... bla bla bla (saya belum menemukan arti yang pas untuk kata lembaga, mungkin ada yg menambahkan)

Departemen
Bisa jadi artinya yang Lembaga tinggi pemerintahan itu, atau yang merupakan bagian dari fakultas (universitas), atau bisa juga merupakan cabang pekerjaan yang dikepalai manajer tunggal

Badan
Wah saya juga belum menemukan artinya bro

Komite
Merupakan sekelompok orang yang mengerjakan satu pekerjaan yang sama

Komisi
berarti sekelompok orang yang dapat wewenang

Panitia
Sekelompok orang yang dapat tugas ngurus kerja

Satuan Tugas
ki yo rung reti sing pas artinya

Trus kalau Manajer tu sifatnya lebih pada orang yang mengurusi manajemen (perencanaan dst)
Tapi kalau Kepala lebih kepada orang yang ditunjuk formal, ada tugas dan wewenang, tanggung jawab dalam organisasi

Kalo Kepemimpinan berhubungan pada kekuatan menggerakkan orang lain

nah itulah perbedaan singkatnya, semoga ada yang membantu menambahkan. :)

Diploma Tiga Sekolah Tinggi Akuntansi Negara

Sementara itu diluar sana saat ini sedang gonjang-ganjing membicarakan pendidikan salah satu sekolah kedinasan di Negeri ini. STAN siapa yang tak mau sekolah disitu? gratis, langsung diserap di Kemenkeu, meskipun begitu memang ada beberapa gelintir orang yang tidak memilih STAN, tapi memilih Sekolah/Perguruan Tinggi lain demi masa depan.

Ini sih tergantung masing-masing, tapi kenyataannya lebih banyak orang yang memilih STAN dan meninggalkan kuliah di tempat lama karena masalah itu, tau sendiri pasti kondisinya, dan tak perlu saya ceritakan.

Pendapat orang pun bercabang, ada yang tak mempermasalahkan kebijakan yang muncul, ada yang ingin mempertahankan, Boleh-boleh saja berpendapat, tapi saya benar-benar tidak tahu soal jumlah pns berlebihan itu yang gimana, atau jumlah auditor yang kekurangan itu gimana, daripada saya tulis yang bersumber dari katanya katanya doank

Stan dulu dibentuk berdasarkan keputusan Presiden Nomor:45 Tahun 1974 jo. Keputusan Presiden Nomor:12 Tahun 1967. Baru pada tanggal 17 Maret 1975 melalui Surat Keputusan No.13495/MPK/1975 diperoleh izin penyelenggaraan pendidikan akuntan dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Menggantikan IIK.

Dulu sih (menurut blog yang saya baca disini), STAN dibentuk karena saat itu (1975 an) tidak banyak yang mencetak tenaga akuntan, jadi yaa namanya sekolah akuntansi namanya. La sekarang? tau sendiri kan jurusan akuntansi sekarang ada dimana-mana, sudah umum. Kakean? Kebanyakan maksudnya?

Yasudah to kalau kebanyakan ya dikurangi aja, terus diganti ama yang kurang, tidak terlalu umum lagi, sekarang lebih spesifik lagi

Masuk melihat jumlah, komposisi pegawai, kebutuhannya sekarang gimana, apakah lebih butuh lulusan d1, D3, atau sarjana, nah itu yang saya ndak tahu gimana, menurut penuturan beberapa orang sih ada yang mengatakan jumlah akuntan masih kurang, ada yang berpendapat pns berlebihan, ada yang bilang D3 dihapus dibuka D1 saja, ono sing sebalike, yo wis lah karepmu, la aku yo ra mudeng nek tekan kene, sing jelas nek kuliah stan ki mengurangi pengangguran kondone koncoku :D.
Read More...